cover
Contact Name
Syarief Fajaruddin
Contact Email
syarieff@uny.ac.id
Phone
+6285643439943
Journal Mail Official
jpok.uny@gmail.com
Editorial Address
Jalan Colombo No. 1, Yogyakarta 55281, Indonesia
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pedagogi Olahraga dan Kesehatan
ISSN : -     EISSN : 24599891     DOI : 10.21831
Core Subject : Health, Social,
Jurnal Pedagogi Olahraga dan Kesehatan is a journal published by Universitas Negeri Yogyakarta. The journal is published twice a year, in May and November. Jurnal Pedagogi Olahraga dan Kesehatan biannually publishes research on various aspects of the sports and exercise sciences, including anatomy, biomechanics, performance analysis, physiology, psychology, sports medicine, sports nutrition, health, and well-being, as well as coaching and talent identification and physical education. The Journal also publishes review articles and book reviews. The Journal focuses on the human sciences, including responses to technologies such as the design of sports equipment and training facilities, athlete selection and recruitment, performance analysis or modification, and stress reduction. To be considered for publication, manuscripts must be original and relevant to the aforementioned topics. It is published by the Universitas Negeri Yogyakarta. However, the readership for this Journal covers academics to practitioners from a range of disciplines and topics of interest. All articles published in this journal have undergone rigorous peer review based on initial editor screening and anonymous refereeing.
Articles 59 Documents
Tingkat pengetahuan dan implementasi komponen latihan penurunan berat badan pada remaja overweight Nurhadi, Farid Imam; Subagyo, Subagyo; Margono, Margono; Prihatanta, Hadwi
Jurnal Pedagogi Olahraga dan Kesehatan Vol 6, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpok.v6i1.24192

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan implementasi komponen latihan penurunan berat badan pada remaja overweight. Penelitian ini mengukur tingkat kepahaman remaja overweight terhadap komponen latihan FITT dan implementasinya saat latihan. Metode penelitian menggunakan deskriptif kuantitatif, melibatkan 301 remaja overweight. Data dikumpulkan melalui pengisian angket secara langsung, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 301 remaja overweight, tingkat pengetahuan pada komponen frekuensi 42,9% remaja paham tentang jumlah frekuensi latihan, sedangkan 57,1% tidak paham. Sebanyak 41,9% paham tentang intensitas, sedangkan 58,1% tidak paham. Sebanyak 49,8% mengetahui durasi latihan penurunan berat badan, sedangkan 50,2% tidak paham. Sebanyak 48,8% mengerti jenis latihan untuk menurunkan berat badan, sedangkan 51,2% tidak paham. Hasil penelitian tentang implementasi komponen latihan menunjukkan bahwa hanya (15,3%) yang melakukan latihan dengan frekuensi minimal 3 kali dalam satu minggu, sedangkan 84,7% tidak mampu memenuhi frekuensi latihan. Terdapat 10,9% yang mengukur denyut nadi selama latihan, sedangkan 89,1% tidak melakukan. Sebanyak 48,2% melakukan latihan dengan durasi minimal 30 menit, sedangkan 51,8% tidak memenuhi. Terdapat 55,8% melakukan latihan dengan jenis latihan aerobik, sedangkan 44,2% melakukan latihan dengan jenis latihan anareobik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada remaja overweight memiliki tingkat pengetahuan tentang komponen latihan untuk menurunkan berat badan dan juga implementasi atau penerapan wawasan tentang komponen latihan untuk menurunkan berat badan juga belum terpenuhi. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat diketahui bersama bahwa perlu adanya sosialiasi yang massive dan terukur untuk mengaktifkan para remaja overweight. Pemahaman dan kontrol terhadap implementasi latihan untuk penurunan berat badan di lapangan sangat penting dilakukan, hal ini dimaksudkan supaya komponen FITT program latihan untuk remaja overweight  dapat terpenuhi dan memberikan hasil latihan yang maksimal.Knowledge level and implementation of weight loss exercise components in overweight adolescentsAbstract: This study aims to determine the level of knowledge and implementation of weight loss exercise components in overweight adolescents. This study measured the level of understanding of overweight adolescents of FITT exercise components and their implementation during exercise. The research method used descriptive quantitative, involving 301 overweight adolescents. Data was collected through direct questionnaire filling, then analysed using descriptive statistics. The results showed that out of 301 overweight adolescents, the level of knowledge on the frequency component 42.9% of adolescents understood the number of exercise frequencies, while 57.1% did not understand. A total of 41.9% understood about intensity, while 58.1% did not understand. 49.8% knew the duration of weight loss exercise, while 50.2% did not. A total of 48.8% understood the types of exercises for weight loss, while 51.2% did not understand. The results of the study on the implementation of the exercise component showed that only (15.3%) performed exercises with a frequency of at least 3 times a week, while 84.7% were unable to fulfil the frequency of exercise. There were 10.9% who measured pulse rate during exercise, while 89.1% did not. A total of 48.2% performed exercises with a minimum duration of 30 minutes, while 51.8% did not fulfil. There were 55.8% who performed aerobic exercise, while 44.2% performed anareobic exercise. The results of this study indicate that overweight adolescents have a level of knowledge about the components of exercise to lose weight and also the implementation or application of insight into the components of exercise to lose weight has also not been fulfilled. Based on the results of this study, it can be seen that there is a need for massive and measurable socialisation to activate overweight adolescents. Understanding and controlling the implementation of exercise for weight loss in the field is very important, this is intended so that the FITT component of the exercise programme for overweight adolescents can be fulfilled and provide maximum exercise results.
Eksplorasi Kesadaran dan Keterlibatan Mahasiswa terhadap Olahraga Fullball Antoni, Muhammad Sigit; Nurhidayat, Jauza Aqila; Kumoro, Riski; Murti, Yogaswara Hayu; Revantyo, Bayu Akbar; Ubaidah, Abusamah Farhan; Ravanesta, Imanuel Pascal; Suhana, Adji Pangestu; Ramadhan, Alana Tegar Jelang; Mutaqi, Muhammad Yasfa Al
Jurnal Pedagogi Olahraga dan Kesehatan Vol 6, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpok.v6i1.23568

Abstract

Seiring perkembangan zaman, berbagai jenis olahraga terus bermunculan, menawarkan alternatif aktivitas fisik yang menarik dan menyenangkan bagi generasi muda. Salah satu olahraga yang relatif baru dan mulai dikenal di Indonesia adalah Fullball. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat pengetahuan dan minat mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) terhadap olahraga Fullball, sebuah olahraga inovatif yang relatif baru dan mulai dikenal di Indonesia. Pendekatan deskriptif kuantitatif digunakan dengan melibatkan 58 mahasiswa sebagai responden, terdiri dari 28 mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan serta 30 mahasiswa dari fakultas lain. Data dikumpulkan melalui angket daring yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 81% mahasiswa sudah pernah mendengar tentang Fullball, namun hanya 19% yang memiliki pengalaman bermain. Media sosial menjadi sumber informasi utama bagi 48,3% responden, diikuti oleh teman dan media lain. Sebanyak 51,7% mahasiswa pernah menyaksikan pertandingan Fullball, sedangkan 72,4% menunjukkan ketertarikan untuk mempelajari olahraga ini. Meskipun demikian, 55,2% menilai promosi Fullball masih kurang efektif. Mayoritas mahasiswa (94,8%) percaya bahwa Fullball memiliki potensi besar untuk berkembang dan populer di kalangan generasi muda. Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun kesadaran terhadap Fullball sudah cukup tinggi, pengalaman langsung dan promosi perlu ditingkatkan untuk mendorong partisipasi aktif mahasiswa. Implikasi praktis penelitian ini menekankan perlunya kolaborasi antara pihak kampus, pengelola olahraga, dan komunitas untuk mengembangkan program pelatihan, turnamen, serta kampanye digital yang kreatif dan interaktif. Penelitian ini memberikan dasar penting bagi pengembangan Fullball di lingkungan perguruan tinggi dan dapat menjadi acuan bagi strategi promosi olahraga baru di masa depan.
Studi rata-rata kecepatan jalan kaki masyarakat kota Salatiga di ruang terbuka publik Wibowo, Cahyo; Putra, Kukuh Pambuka; Maulana, Jon; Antoni, Muhammad Sigit
Jurnal Pedagogi Olahraga dan Kesehatan Vol 6, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpok.v6i1.22837

Abstract

Abstrak: Jalan kaki merupakan salah satu aktivitas fisik sederhana yang dapat diakses oleh semua kalangan dan memiliki banyak manfaat kesehatan, termasuk meningkatkan kebugaran jasmani dan mengurangi risiko penyakit degeneratif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rata-rata kecepatan berjalan masyarakat Kota Salatiga. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan observasional, melibatkan 132 responden. Data dikumpulkan melalui survei dan analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 72,73% responden memiliki kecepatan berjalan tinggi (1,39 m/s ke atas), sedangkan 27,27% berada pada kategori kecepatan sedang (0,12 – 1,38 m/s). Tidak ditemukan responden dengan kecepatan berjalan rendah (0,1 – 0,11 m/s). Tidak ada perbedaan signifikan antara jenis kelamin dalam hal kecepatan berjalan, menunjukkan bahwa faktor utama yang mempengaruhi kecepatan berjalan adalah kondisi fisik, usia, dan cedera. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa kecepatan berjalan dapat dijadikan indikator kesehatan, dan aktivitas fisik seperti berjalan kaki berkontribusi positif terhadap kebugaran jasmani serta pengurangan risiko penyakit degeneratif. Masyarakat Salatiga menunjukkan minat yang tinggi terhadap penggunaan ruang publik untuk aktivitas fisik, yang berpotensi mendukung upaya pencegahan penyakit. Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya penyediaan dan pengelolaan ruang publik yang mendukung aktivitas fisik untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat secara keseluruhan.A Study on the average walking speed of salatiga city residents in public open spacesAbstract: This study aims to determine the average walking speed of Salatiga City residents. The method used is a descriptive quantitative approach with observational techniques involving 132 respondents. Data were collected through surveys and analyzed using descriptive statistical methods. The results indicate that 72.73% of respondents exhibited a high walking speed (1.39 m/s and above), while 27.27% were categorized as having a moderate walking speed (0.12–1.38 m/s). No respondents were found in the low walking speed category (0.1–0.11 m/s). There was no significant difference in walking speed between genders, suggesting that the primary factors influencing walking speed are physical condition, age, and injury. The study concludes that walking speed can serve as an indicator of health, and physical activities such as walking contribute positively to physical fitness and reduce the risk of degenerative diseases. The people of Salatiga demonstrate a high interest in utilizing public spaces for physical activities, which can potentially support disease prevention efforts.
Analisis hubungan kualitas tidur dan frekuensi latihan terhadap VO₂max mahasiswa Rizqiyanti, Yeni; Widiyanto, Widiyanto; Setyawan, Hendra
Jurnal Pedagogi Olahraga dan Kesehatan Vol 6, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpok.v6i1.23785

Abstract

Kebugaran jasmani merupakan salah satu komponen penting yang harus dimiliki oleh mahasiswa program studi olahraga guna mendukung aktivitas akademik, praktikum, dan kesiapan fisik dalam mengikuti perkuliahan. Salah satu indikator yang digunakan untuk mengukur kebugaran jasmani adalah kapasitas aerobik maksimal (VO₂max), yang merefleksikan kemampuan sistem kardiorespirasi seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kualitas tidur dan frekuensi latihan terhadap hasil tes VO₂max pada mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan metode total sampling yang melibatkan 31 mahasiswa sebagai responden. Instrumen yang digunakan meliputi Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) untuk mengukur kualitas tidur, International Physical Activity Questionnaire (IPAQ) untuk mengukur frekuensi latihan, serta tes Cooper 12 menit untuk memperoleh data VO₂max secara langsung. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson dan regresi linear berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa frekuensi latihan memiliki hubungan yang signifikan dengan hasil VO₂max (p 0,05), sedangkan kualitas tidur tidak menunjukkan hubungan yang signifikan (p 0,05). Simpulan dari penelitian ini mengindikasikan bahwa peningkatan frekuensi latihan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kebugaran jasmani mahasiswa, khususnya dalam aspek kapasitas aerobik. Implikasi dari hasil ini memperkuat pentingnya pelaksanaan program latihan fisik secara rutin dalam lingkungan pendidikan olahraga, serta memberikan rekomendasi agar penelitian lanjutan mengkaji variabel lain seperti intensitas latihan, durasi tidur, atau faktor gizi untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif.
Prevalence of sports injuries in group of Salamah Elderly School (Salsa) Larasati Bantul Yogyakarta Arjuna, Fatkurahman; Suherman, Wawan Sundawan; Kristiyono, Kristiyono
Jurnal Pedagogi Olahraga dan Kesehatan Vol 6, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpok.v6i2.24195

Abstract

This study aims to identify the prevalence of sports injuries in group of the Salimah Elderly School (SALSA) Larasati, Batul Regency, Yogyakarta. This study is a quantitative descriptive study with a retrospective approach based on questionnaire data filled out by the elderly. This study was conducted at the Secretariat of the Salimah Elderly School (SALSA) Larasati, Bantul Regency, Yogyakarta. The subjects in this study were 45 elderly people. The data analysis technique used descriptive analysis with a percentage. The results of this study obtained data that 27 respondents had never or had not experienced sports injuries, 6 respondents had dislocation or sprain injuries, 5 respondents had dizziness or blurred vision, 3 respondents had cracked or broken bones, 3 respondents had shortness of breath and 1 respondent had bruises. Of the respondents who experienced sports injuries, the treatment carried out on average was correct in accordance with the recommended treatment for sports injuries. Handling sports injuries in the elderly requires a special approach due to different physical conditions. It is important to focus on safe and effective recovery, as well as further prevention. The recommended treatment steps use the RICE method (rest, ice, compression and elevation) if a sports injury occurs in the elderly.
Hubungan vertical jump, sit- up, dan kecepatan terhadap akurasi smash peserta ekstrakurikuler bolavoli di SMK N 4 Yogyakarta Subagya, Firstraha Cleanida Bangas; Sujarwo, Sujarwo
Jurnal Pedagogi Olahraga dan Kesehatan Vol 6, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpok.v6i2.24278

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: hubungan antara vertical jump,terhadap akurasi smash bola voli pada ekstrakurikuler SMK N 4 Yogyakarta; hubungan antara sit up terhadap akurasi smash bola voli pada ekstrakurikuler SMK N 4 Yogyakarta; hubungan antara kecepatan terhadap akurasi smash bola voli pada ekstrakurikuler SMK N 4 Yogyakarta; hubungan secara bersama-sama antara vertical jump, sit up, dan kecepatan terhadap akurasi smash bola voli pada ekstrakurikuler SMK N 4 Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian korelasional, dengan 1 variabel terikat (akurasi smash) dan 3 variabel bebas (vertical jump, sit up, kecepatan). Subyek dari penelitian ini adalah peserta ekstrakurikuler bola voli di SMK N 4 Yoyakarta sebanyak 25 orang. Pengambilan data menggunakan tes dan pengukuran, dengan instrument TKJI usia 16-19 tahun untuk variable vertical jump, sit up dan kecepatan; tes akurasi smash dari Depdiknas (1999) untuk variabel akurasi smash. Teknik analisis data menggunakan analisis korelasi, regresi, uji t dan uji F melalui prasyarat uji normalitas, linearitas dan multikolinearitas. Hasil penelitian diperoleh bahwa ada hubungan yang signifikan antara vertical jump terhadap akurasi smash peserta ekstrakurikuler voli di SMK N 4 Yogyakarta sebesar 0,555 dengan kontribusi sebesar 16,3%. Ada hubungan yang signifikan antara sit up terhadap akurasi smash peserta ekstrakurikuler voli di SMK N 4 Yogyakarta sebesar 0,494 dengan kontribusi sebesar 13,2%. Ada hubungan yang signifikan antara kecepatan terhadap akurasi smash peserta ekstrakurikuler voli di SMK N 4 Yogyakarta sebesar -0,527 dengan kontribusi sebesar 16,4%. Ada hubungan yang signifikan antara vertical jump, sit up dan kecepatan secara Bersama-sama terhadap akurasi smash peserta ekstrakurikuler voli di SMK N 4 Yogyakarta sebesar 0,678 dengan kontribusi sebesar 45,9%.
Menelusuri hambatan pembelajaran akuatik di sekolah menengah: Studi kasus di SMA N 1 Prambanan Riyadianto, Ari; Jatmika, Herka Maya
Jurnal Pedagogi Olahraga dan Kesehatan Vol 6, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpok.v6i2.24845

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kendala apa saja yang dialami dalam pembelajaran akuatik di SMA N 1 Prambanan, Klaten dan opini mereka dalam menghadapi kendala tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan strategi studi kasus yaitu mendalami satu kasus atau beberapa kasus secara mendalam untuk memahami fenomena tertentu secara menyeluruh. Partisipan dalam penelitian ini ada 3 orang guru PJOK di SMA N 1 Prambanan. Data dikumpulkan dengan terstruktur dan tidak terstruktur yaitu dengan cara wawancara secara langsung. Hasil wawancara akan direkam dan ditranskrip dengan alat bantu aplikasi. Instrumen penelitian adalah peniliti itu sendiri akan tetapi dalam menjadi instrumen peneliti menggunakan protokol wawancara sebagai alat bantu. Teknik analisi data dilakukan secara kualitatif dengan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menyajikan penarikan kesimpulan pembelajaran akuatik di sekolah. Penarikan kesimpulan ini menggambarkan bahwa pembelajaran yang berlangsung mengalami kendala yang meliputi (1) pelaksanaan pembelajaran, (2) tujuan pembelajaran, (3) kendala dalam pembelajaran, (4) dukungan, (lebih detail lagi. Kelemahan Peneliti tidak mengambil data dari kepala sekolah.
Pengaruh stretching proprioceptive neuromuscular facilitation dan pasif terhadap fleksibilitas otot ekstremitas bawah pemain usia 16-19 tahun di Akademi Futsal Fafage Magelang Hari Sulaksono, Zulfikar; Widiyanto, Widiyanto
Jurnal Pedagogi Olahraga dan Kesehatan Vol 6, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpok.v6i2.22491

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Untuk mengetahui pengaruh stretching PNF terhadap tingkat fleksibilitas ekstremitas bawah pemain Akademi Futsal Fafage Magelang, (2) Untuk mengetahui pengaruh stretching Pasif terhadap tingkat fleksibilitas ekstremitas bawah pemain Akademi Futsal Fafage Magelang, (3) Untuk mengetahui perbandingan pengaruh latihan stretching PNF dan stretching Pasif terhadap tingkat fleksibilitas ekstremitas bawah pemain Akademi Futsal Fafage Magelang.Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuasi eksperimen atau eksperimen semu dengan menggunakan design penelitian two group pretest-posttest eksperimental dengan waktu perlakuan 12 kali selama 4 minggu.. Subjek penelitian ini adalah pemain futsal Akademi Futsal Fafage Magelang dengan kriteria 1) Pemain Akademi Futsal Fafage Magelang, 2) Berusia 16-19 tahun, 3) Pernah mengikuti event AFK. Didapatkan 12 sampel dengan teknik purpossive sampling yang terbagi menjadi dua kelompok perlakuan yaitu kelompok stretching PNF dan stretching Pasif. Subjek dites dan diukur tingkat fleksibilitas ekstremitas bawah dengan menggunakan tes Sit and Reach dan Ankle Fleksibility Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil paired sample t-test pada tes sit and reach, stretching PNF menunjukkan nilai sig= 0,001 dan stretching Pasif menunjukkan nilai sig=0,010. Pada test Ankle fleksibility test, stretching PNF menunjukkan nilai sig= 0,001 dan stretching Pasif menunjukkan nilai 0,011. Pada uji independent t-tes pada instrumen sit and reach, nilai mean stretching PNF 2,00 sedangkan stretching Pasif 0,67 dengan nilai sig=0,003. Pada isntrument ankle fleksibility test nilai mean stretching PNF 2,67, sedangkan Pasif 0,83 dengan nilai sig= 0,002. Hasil itu menunjukkan stretching PNF lebih berpengaruh terhadap fleksibilitas daripada pasif.
Meningkatkan motivasi belajar peserta didik kelas IX Kebanggaan SMPN 6 Palu pada pembelajaran PJOK dengan menggunakan pendekatan Teaching at The Right Level (TaRL) Papilaya, Akbar
Jurnal Pedagogi Olahraga dan Kesehatan Vol 6, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpok.v6i2.22799

Abstract

Penelitian ini berawal dari masalah rendahnya motivasi belajar yang ditemukan pada peserta didik dalam mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK). Rendahnya tingkat motivasi tersebut mempengaruhi proses pembelajaran, sehingga berdampak pada hasil yang kurang optimal. Pendekatan ini diyakini dapat membantu menyesuaikan materi pembelajaran dengan tingkat kemampuan peserta didik, sehingga dapat merangsang minat dan motivasi mereka untuk lebih aktif dan bersemangat dalam mengikuti pelajaran. Oleh karena itu, tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengumpulkan data dan informasi yang berkaitan dengan upaya meningkatkan motivasi belajar peserta didik pada mata pelajaran PJOK,  Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian tindakan kelas (PTK) dengan mengimplementasikan pendekatan Teaching at The Right Level (TaRL) Penelitian tindakan kelas ini dilakukan di kelas IX Kebanggaan SMP N 6 Palu dengan jumlah peserta didik sebanyak 34 orang sebagai subjek. Teknik pengumpulan data dan analisis menggunakan kuantitatif persentase. Hasil penelitian siklus I persentase motivasi belajar pada mata pelajaran PJOK untuk dimensi pertama, yaitu "Perhatian" mencapai 54% dari peserta didik yang mengikuti pembelajaran. Untuk dimensi kedua, yaitu "Ketekunan," sebanyak 57% peserta didik menunjukkan motivasi tersebut, sementara untuk dimensi ketiga, yaitu "Keterlibatan" sebanyak 34% peserta didik terlibat aktif dalam pembelajaran PJOK. Pada siklus II Penelitian dimensi pertama, yaitu "Perhatian," mencapai 86% dari peserta didik yang terlibat. Pada dimensi kedua, yaitu "Ketekunan," sebanyak 91% peserta didik menunjukkan motivasi, sementara pada dimensi ketiga, yaitu "Keterlibatan," sebanyak 83% peserta didik terlibat aktif dalam pembelajaran PJOK. Dibandingkan dengan data pada siklus I, terlihat adanya peningkatan motivasi belajar peserta didik pada siklus II.