cover
Contact Name
Fathurohim
Contact Email
fathur1876@gmail.com
Phone
+6285879856006
Journal Mail Official
atthariq@stais.ac.id
Editorial Address
JL.KH.Sufyan Tsauri Majenang PO BOX 18 Cilacap
Location
Kab. cilacap,
Jawa tengah
INDONESIA
AT-THARIQ: Jurnal Studi Islam dan Budaya
Published by Rumah Jurnal STAIS
ISSN : -     EISSN : 27789584     DOI : https://doi.org/10.57210/trq.v2i02.161
AT-THARIQ: Jurnal Studi Islam dan Budaya merupakan terbitan ilmiah yang bertujuan untuk membangun pemahaman yang komprehensif tentang norma-norma Islam dalam teks-teks agama dan realisasinya dalam kehidupan sosial. Konten kajian adalah tinjauan kritis, ide atau penelitian empiris yang berfokus pada budaya Islam yang berkembang di masyarakat Muslim. Jurnal At-Thariq terbit dua kali dalam setahun. Ruang lingkupnya meliputi: a) Sistem kepercayaan dalam Islam b) Gagasan Sarjana Muslim (klasik atau kontemporer) c) Sistem ritual dalam Islam d) Lembaga dan organisasi Islam e) Tradisi atau adat dalam masyarakat Islam f) Literatur Klasik dan Seni Islam Jurnal ini memuat karya mahasiswa, dosen dan atau pegiat kajian islam dan budaya.
Articles 46 Documents
NILAI-NILAI ISLAM DALAM RITUAL SEDEKAH LAUT NELAYAN TRITIH KULON KABUPATEN CILACAP Is Ismah
AT-THARIQ: Jurnal Studi Islam dan Budaya Vol 1, No 1 (2021): AT-THARIQ : JURNAL STUDI ISLAM DAN BUDAYA
Publisher : STAI Sufyan Tsauri Majenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.941 KB) | DOI: 10.57210/trq.v1i1.42

Abstract

Islam was present in Indonesia, which later became the majority religion, which did not mean that the customs and traditions of the ancestors were abandoned. Making customs and traditions inherited from ancestors is simply abandoned. This is one form of evidence that tradition and religion are not mutually exclusive and that they are mutually sustainable. Tritih Kulon Village in Cilacap Regency is a coastal area whose residents are Muslims. The local residents are fishermen. The tradition of sea alms or larungan is also one of the traditions that is still guarded by fishermen in Tritih Kulon Village.Key Words: Islam, Sea Alms Ritual
MODEL TRADISI KEILMUAN DAN PENGEMBANGAN LITERASI SANTRI DI PESANTREN KARANGGEDANG, CILACAP, JAWA TENGAH Amri Mahbub Alfathon; Achmad Riyadi Alberto
AT-THARIQ: Jurnal Studi Islam dan Budaya Vol 2, No 02 (2022): AT-THARIQ: JURNAL STUDI ISLAM DAN BUDAYA
Publisher : STAI Sufyan Tsauri Majenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (694.381 KB) | DOI: 10.57210/trq.v2i02.152

Abstract

Keilmuan dan literasi pesantren merupakan tradisi agung yang mengakar kuat dan membawa dampak signifikan bagi ilmu pengetahuan di Indonesia. Tradisi yang disebut sebagai warisan Wali Songo ini terus berlanjut hingga kini. Pondok Pesantren Al-Muwahidin, Dusun Karanggedang, Desa Salebu, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah (Pesantren Karanggedang), merupakan salah satu pesantren yang masih menjalankan tradisi keilmuan tersebut yang akhirnya mengembangkan literasi para santrinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap model tradisi keilmuan yang ada di Pesantren Karanggedang dalam pengembangan literasi santri. Pendekatan studi kasus akan digunakan dalam penelitian ini. Tahapan kegiatan penelitiannya meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Pengumpulan data akan dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan studi dokumentasi.
INTERNALISASI NILAI SPIRITUAL DALAM MEMBENTUK KARAKTER ISLAM DI MI MA’ARIF NU 6 KARYAMUKTI Fitriana Fitriana; Hamidatus Sholeha
AT-THARIQ: Jurnal Studi Islam dan Budaya Vol 3, No 01 (2023): AT-THARIQ: JURNAL STUDI ISLAM DAN BUDAYA
Publisher : STAI Sufyan Tsauri Majenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57210/trq.v3i01.225

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran terkait (1) nilai-nilai spiritual yang ada pada lembaga pendidikan MI Ma’arif 6 Karyamukti, (2) mendiskripsikan proses internalisasi nilai spiritual dalam membentuk karakter peserta didik santri melalui program pendidikan,.Penelitian ini adalah bentuk penelitian lapangan (field research) yang bersifat deskriptif kualitatif, dengan menggunakan beberapa pendekatan yakni, analisis pendekatan induktif, kecendrungannya subjektif, dan manajeral. Peneliti juga menggunakan beberapa instrument untuk memperoleh data antara lain pedoman observasi, dokumentasi, dan wawancara.Adapun Jenis data yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah data primer dan data skunder. Sementara Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi mengacu kepada Analisa deduktif dan induktif dengan menggunakan beberapa metode.sedangkan informan sebagai narasumber adalah kepala madrasah ibtida’iyah (MI), waka kurikulum, guru mata pelajaran pendidikan agama islam.Hasil yang peneliti dapatkan, (1),Nilai spiritual yang ada pada lembaga pendidikan MI Ma’arif 6 Karyamukti. Adapun hasilnya beupa program yaitu nilai keimanan tercermin dari adanya kegiatankegiatan berupa pengajaan praktik ubudiah :shalat lima waktu, shalat dhuha, kegiatan membaca dan menghapal surat pendek Al-qur’an,Sedangkan nilai ketakwaan (ibadah) tercermin dari adanya santri untuk menjaga shalat wajib lima waktu, menjaga melaksanakan shalat dhuha secara rutin, terbiasa menjaga hapalan dan membaca Al-qur’an karena kegiatan tersebut merupakan ibadah. Adapun nilai akhlak tercermin dari adab dan tatakrama saat kegiatan pengajaran. (2). Proses internaliasi nilai spiritual dalam membentuk karakter islami di Mi Ma’arif 6 karyamukti adalah dengan keteladanan dan pembiasaan. Dari penanaman nilai spiritual dalam kegiatan yang ada pada program pendidikan, maka terbentuklah karakter santri yaitu religius, disiplin, dan komunikatif..Adapun solusinya adalah perlu adanya evaluasi perpekan kepada Pembina terkait pelaksanaan kegiatan yang ada pada program pendidikan, perlu adanya penambahan tenaga pendidik. Kata Kunci : Internalisasi Nilai, Nilai Spiritual, Karakter Islami 
PERSEPSI MASYARAKAT JAWA TENTANG PEMENTASAN WAYANG SEBAGAI MEDIA DAKWAH ISLAM Ricy Fatkhurrohman; Khusnul Khotimah
AT-THARIQ: Jurnal Studi Islam dan Budaya Vol 3, No 01 (2023): AT-THARIQ: JURNAL STUDI ISLAM DAN BUDAYA
Publisher : STAI Sufyan Tsauri Majenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57210/trq.v3i01.206

Abstract

Sikap kehidupan manusia di Jawa telah digambarkan dalam lakon pewayangan sebagai bukti hasil kebudayaan dan dijadikan kesenian wayang yang sangat luar biasa, sehingga wayang menjadi ensiklopedia bagi kehidupan masyarakat khususnya di Jawa. Pada pementasan wayang dianggap memiliki identitas simbolik orang jawa. Sebab cerita dan tokoh-tokoh wayang digunakan sebagai tuntunan di masyarakat juga berfungsi sebagai tontonan yang dapat dijadikan sebuah hiburan. Tulisan ini bertujuan untuk menyampaikan persepsi masyarakat Jawa mengenai pementasan wayang sebagai media dakwah islam. Artikel ini menggunakan metode penelitian literasi. Teknik pengumpulan datanya dengan mengambil di pustaka dengan cara membaca, mencatat dan mengolah bahan dari beberapa referensi seperti jurnal, skripsi dan artikel. Kesimpulan tulisan ini yaitu terdapat banyak persepsi masyarakat jawa mengenai pementasan wayang sebagai dakwah islam, yaitu sebagian masyarakat awalnya beranggapan bahwa wayang adalah tontonan yang membosankan. Demikian dengan adanya dakwah yang dibawa oleh wali sanga menggunakan media wayang yang sudah menjadi tradisinya di masyarakat, yang didalamnya dimasukkan atau terkandung nilai- nilai positif serta terdapat ajaran agama islam, maka masyarakat jawa pada waktu itu sudah beranggapan bahwa wayang sudah mengandung ajaran agama islam yang harus dipelajari dan dihayati,
Konsep Pemimpin Amanah Dalam Al-Qur'an Hadis Perspektif Quraish Shihab Laily Liddini; Hilda Asani Mustika; Fathurohim Fathurohim
AT-THARIQ: Jurnal Studi Islam dan Budaya Vol 3, No 01 (2023): AT-THARIQ: JURNAL STUDI ISLAM DAN BUDAYA
Publisher : STAI Sufyan Tsauri Majenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57210/trq.v3i01.223

Abstract

Tujuan penulisan ini mengungkapkan tanda-tanda seorang pemimpin yang baik sehingga dapat dijadikan sebagai teladan dalam Al-Qur’an serta mendeskripsikan maknanya dalam kehidupan sosial menurut prespektif KH. Quraish Shihab. Subjek utama dari kajian ini adalah pemimpin dalam Al-Qur’an.  Penelitian ini termasuk jenis penelitian analisis data kualitatif dengan metode pengumpulan data yang diambil dari data di pustaka, membaca, mencatat dan merangkai bahan penelitian. Hasil penelitian ini, pertama, latar belakang biografi Quraish Shihab, metode penafsiran dan karya-karyanya. Kedua, konsep pemimpin amanah menurut penafsiran Quraish Shihab. Pemimpin merupakan orang yang memiliki tugas dan tanggungjawab dalam suatu kelompok. Pemimpin harus mampu mengatur, mengarahkan, mengontrol dan melayani pengikutnya dalam mencapai tujuan yang akan dicapai. Pada perkembangan-Nya pemilihan pemimpin di Indonesia telah mengalami kemajuan dari masa ke masa. Namun, problematika dalam mewujudkan pemimpin amanah masih harus diperbaiki baik dari pemimpin sendiri ataupun masyarakatnya. Oleh karena itu, masyarakat dalam hal ini perlu mengetahui symbol atau karakteristik pemimpin yang baik untuk memimpin sebuah negara seperti tanggungjawab, amanah, adil dan jujur.
Hermeneutika Negosiatif Khaled Abou El-Fadl Solusi dalam Menginterpretasi Hadis Nabi M Fahmi Azhar; Masruhan Masruhan
AT-THARIQ: Jurnal Studi Islam dan Budaya Vol 3, No 01 (2023): AT-THARIQ: JURNAL STUDI ISLAM DAN BUDAYA
Publisher : STAI Sufyan Tsauri Majenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57210/trq.v3i01.212

Abstract

Khaled Abou el-Fadl merupakan tokoh hermeneutika muslim kontemporer yang berasal dari jazirah Arab. Dalam menginterpretasi sebuah teks, Khaled menitik beratkan pada tiga aspek dalam analisisnya. Pertama, peran pengarang sebagai pembuat dan perumus teks. Kedua, teks sebagai sebuah makna setelah pengarang. Ketiga, pembaca sebagai pihak yang menetapkan makna. Selain itu ia juga menambahkan lima persyaratan bagi pembaca sebagai interpreter text: kejujuran, kesungguhan, kemenyeluruhan, rasionalitas, dan pengendalian diri. Tujuan dari hermeneutika negosiasinya agar teks-teks agama tidak dipahami secara otoritatif sebagai kebenaran tunggal dan tidak adanya kebenaran yang diklaim sepihak, sehingga perlunya proses negosiasi (negotiating process) dalam melahirkan sebuah makna.
NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM DALAM TRADISI KHOTMIL QUR’AN DI MASJID JAMI’ AL-ITTIHAD DESA CISURU KECAMATAN CIPARI KABUPATEN CILACAP Sri Mulyani
AT-THARIQ: Jurnal Studi Islam dan Budaya Vol 3, No 01 (2023): AT-THARIQ: JURNAL STUDI ISLAM DAN BUDAYA
Publisher : STAI Sufyan Tsauri Majenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57210/trq.v3i01.219

Abstract

 Tradisi khotmil Qur’an di Masjid Jami’ Al-Ittihad Desa Cisuru. Khotmil Qur’an diadakan sebagai bentuk perayaan bagi para santri yang telah khatam membaca Al-Qur’an. Tujuan penelitian dalam skripsi ini adalah untuk mengetahui nilai-nilai pendidikan Islam yang terkandung dalam tradisi khotmil Qur’an yang diselenggarakan di Masjid Jami’ Al-Ittihad Desa Cisuru dan mengetahui faktor pendukung serta penghambat dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dalam metode analisis data terdapat empat tahapan yaitu klasifikasi data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpuan. Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah guru atau ustadz/ustadzah, santri dan pengurus/DKM sedangkan objek penelitiannya adalah Masjid Jami’ Al-Ittihad Desa Cisuru Kecamatan Cipari Kabupaten Cilacap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai pendidikan Islam yang terkandung dalam tradisi khotmil Qur’an yang diselenggarakan di Masjid Jami’ Al-Ittihad Desa Cisuru diantaranya adalah nilai aqidah, nilai akhlak kepada Allah, nilai akhlak kepada manusia, nilai akhlak kepada lingkungan dan nilai ibadah. Faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan khotmil Qur’an berasal dari santri, masyarakat dan pengurus atau panitia penyelenggara. 
Studi Living Qur’an pada Pembacaan Rutin Yasin Fadhilah Ahad Pahing di Pondok Pesantren Mamba’ul Hikam Gaprang, Kanigoro, Blitar adri Fith
AT-THARIQ: Jurnal Studi Islam dan Budaya Vol 3, No 01 (2023): AT-THARIQ: JURNAL STUDI ISLAM DAN BUDAYA
Publisher : STAI Sufyan Tsauri Majenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57210/trq.v3i01.215

Abstract

Fenomenaliving Qur’an termasuk dalam fenomena yang baru dalam keilmuan al-Qur’andimana kelompok individu menyerap esensi dari ayat atau surat dalam Al-Qur’an,dipahami dan dilakukan secara berpola hingga menjadi sebuah kebiasaan. Salahsatu fenomena tersebut hadir di dalam Pondok Pesantren Mamba’ul Hikam melalui tradisiPembacaan Yasin Fadhilah setiap Ahad Pahing, dimana Al-Qur’an memilikipemaknaan sebagai ketentraman hati, mendisiplinkan diri, memperlancar rezeki danpenolong di hari kiamat. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan denganmenggunakan metode deskriptif analitik. Hasil yang didapatkan dalam penelitianini adalah menjawab sejarah pembacaan Yasin Fadhilah di PondokPesantren Mamba’ul Hikam, tujuan pemberlakuan tradisi dan proses pelaksanaannya denganmenggunakan metode kualitatif dan pendekatan deskriptif.
PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DALAM MENGATISIPASI PROMBLEMATIKA SOSIAL DI ERA DIGITAL Furhatul Fitri
AT-THARIQ: Jurnal Studi Islam dan Budaya Vol 3, No 02 (2023): AT-THARIQ: JURNAL STUDI ISLAM DAN BUDAYA
Publisher : STAI Sufyan Tsauri Majenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57210/trq.v3i02.257

Abstract

The writing of this article contains the phenomenon of education in the digital era which is growing rapidly. The use of technology in education can have a negative impact on students' social and interpersonal skills. The role of education is needed to anticipate social problems in this digital era. The writing uses the library research method by looking for related sources, in the form of articles, books, journals or other relevant sources. The article contains the cultivation of multicultural values in schools, which includes diversity education, inclusive learning, developing critical and analytical skills, good communication between people and integrating the curriculum with multicultural education. The cultivation of multicultural education in the digital age can be done through online classes and social media, Facebook, Twitter, Instagram and others, while maintaining the values of tolerance, respect for differences and recognition of cultural diversity. Keywords: Multicultural Education: Islamic Education; Digital Age
IMPLEMENTASI MODERASI AGAMA DI LEMBAGA PENDIDIKAN Dewiwahyuto sejati
AT-THARIQ: Jurnal Studi Islam dan Budaya Vol 3, No 02 (2023): AT-THARIQ: JURNAL STUDI ISLAM DAN BUDAYA
Publisher : STAI Sufyan Tsauri Majenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57210/trq.v3i02.258

Abstract

Indonesia is a country full of diversity, and multi-religion, and culture. So it is necessary to have a religious moderation education in education. Religious moderation in educational institutions is very necessary so that they are educated to appreciate diversity from an early age and not commit a conflict caused by religion. This article aims to write about the challenges of creating an environment and the benefits of religious moderation in institutions, as well as strategies in implementing religious moderation. This research uses the literature review method by collecting various data through books or related articles then analyzed and described. The challenges in creating a multireligious learning environment include differences in religious views and understanding. The second challenge is the difficulty of building understanding and respect for religious differences to students. The benefits of religious moderation in institutions include inclusive learning, the second is strengthening tolerance and religious differences, and the last is, increasing understanding and knowledge of religion holistically. Strategies and approaches in implementing religious moderation in educational institutions can be done through the development of government and ministry of religion policies, which can be implemented by institutions with the help of various parties, namely, the school institution, teachers and religious communities in the institution. Keywords: Religious Moderation, Islamic Education, Multicultural Education