cover
Contact Name
Fridarti
Contact Email
fridartifridarti69@gmail.com
Phone
+6281267330096
Journal Mail Official
fridartifridarti69@gmail.com
Editorial Address
Jln. Tamansiswa No. 9 Padang (25138), Sumatera Barat-Indonesia Telp. (0751) 40020 Faks. (0751) 444170
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Embrio
ISSN : 2085403X     EISSN : 28089766     DOI : 1031317
Jurnal Embrio adalah jurnal yang berfokus pada bidang Eksakta yang meliputi : 1. Pertanian (Agronomi, Hama & Penyakit Tanaman, Ilmu Tanah, Sosial Ekonomi Pertanian, Pertanian Organik, Bioteknologi Pertanian, Teknologi Pascapanen) , 2. Peternakan (Nutrisi Ternak Unggas, Nutrisi Ruminansia, Produksi Ternak, Teknologi Hasil Ternak, Bioteknologi peternakan, Sosial Ekonomi Peternakan), 3. Biologi Umum, 4. Agribisnis
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 12 No 2 (2020): Jurnal Embrio" : 5 Documents clear
PERBAIKAN SIFAT GANDUM MELALUI MUTASI FISIK IRRADIASI SINAR GAMMA ADAPTIF DATARAN MENENGAH ermawati erma; Irfan Suliansyah
Jurnal Embrio Vol 12 No 2 (2020): Jurnal Embrio
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tamansiswa Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31317/embrio.v12i2.618

Abstract

Mutasi adalah suatu proses dimana suatu gen mengalami perubahan struktur atau segala macam tipe perubahan bahan keturunan yang mengakibatkan perubahan fenotipe yang diwa- riskan dari satu generasi pada generasi berikutnya. Ada dua macam tipe mutasi yaitu mutasi alam dan mutasi buatan. Dengan menggunakan mutagen atau bahan penyebab mutasi pemulia tanaman dapat menciptakan keragaman baru dalam usaha mendapatkan varietas unggul sesuai dengan tujuan pemuliaan. Dengan menggunakan teknik mutasi, tujuan suatu program pemuliaan dapat lebih cepat tercapai dibanding dengan teknik konvensional. Dengan menggunakan teknik mutasi salah satu sifat dari suatu genotipe dapat diperbaiki tanpa merubah sifat yang lain. Mutasi juga dapat menimbulkan sifat baru yang tidak dimiliki oleh tanaman induknya. Tujuan khusus dari penelitian ini adalah melakukan perbaikan sifat gandum yang dapat berproduksi tinggi di dataran sedang melalui pemuliaan mutasi. Karakter yang akan diperbaiki terutama berproduksi tinggi di dataran sedang. Mutan yang dihasilkan diharapkan dapat berproduksi tinggi. Disamping itu, diharapkan juga diperoleh mutan-mutan lain yang memiliki karakter yang baik untuk dipergunakan dalam program pemuliaan tanaman gandum adaptif dataran menengah. Benih dari genotipe SO3 dan Is-Jerissa dimasukan dalam 11 kantong plastik/kertas masing-masing seberat 200 gram untuk di iradiasi dengan sinar gamma pada dosis 0 kGy (sebagai kontrol); 0.1 kGy; 0.2 kGy; 0.3 kGy; 0.4 kGy; 0.5 kGy, 0.6 kGy; 0.7 kGy; 0.8 kGy; 0.9 kGy; 1.0 kGy. Kadar air benih ketika diiradiasi 14%. Dihasilkannya mutan gandum yang memiliki karakteristik agronomis yang telah diperbaiki, khususnya tanaman gandum berproduksi tinggi di dataran menengah, maka dapat diharapkan produktivitas gandum meningkat, baik dari segi kuantitas maupun kualitasnya. Benih gandum yang telah diiradiasi menyebabkan tingkat kematian yang tinggi bila dosisnya ditingkatkan. Penggunaan iradiasi sinar gamma dengan dosis rendah dapat menstimulasi pertumbuhan benih. Pemberian iradiasi sinar gamma dengan dosis 100 – 400 Gy pada benih dapat mempertahankan daya hidup benih. Perlakuan dosis tinggi akan mematikan bahan yang dimutasi atau mengakibatkan sterilitas. Pada umumnya dosis yang rendah dapat mempertahankan daya hidup benih. Dari hasil penelitian disarankan mernggunakan iradiasi sinar gamma dengan dosis 100 – 400 Gy.
EFEK URIN SAPI DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KAKAO (Theobroma cacao L.) DI PRE-NURSERI Welly Herman
Jurnal Embrio Vol 12 No 2 (2020): Jurnal Embrio
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tamansiswa Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.406 KB) | DOI: 10.31317/embrio.v12i2.614

Abstract

Penelitian telah dilaksanakan dari bulan September 2018 sampai Januari 2019 di Lubuk Minturun, Kota Padang. Tujuan penelitian adalah untuk menentukan pengaruh pertumbuhan bibit kakao di pre-nurseri dengan pemberian interaksi Urin Sapi dan Pupuk NPK terhadap pertumbuhan bibit Kakao di pre-nurseri. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dalam bentuk faktorial. Faktor pertama NPK dengan taraf perlakuan yaitu 0 gram/polybag, 20 gram/polybag, 40 gram/polybag, dan faktor kedua urin sapi dengan taraf perlakuan, yaitu : 0 ml/l air, 20 ml/l air, 40 ml/l air, 60 ml/l air. Masing-masing perlakuan diulang 3 kali sehingga terdapat 36 satuan percobaan. Selanjutnya data hasil pengamatan dianalisis jika berpengaruh nyata maka dilanjutkan dengan uji DMRT taraf 5% atau 1%. Untuk parameter tinggi tanama bibit, jumlah helaian daun, panjang akar, berat basah tajuk dan bibit siap salur ke main nursery. Hasil penelitian diperoleh hasil interaksi terbaik pada pemberian pupuk NPK dengan dosis 20-40 gram/polybag dan konsentrasi urin sapi 0 ml/l air dapat menunjang pertumbuhan bibit kakao di pre-nurseri yaittu jumlah daun dan berat basah tajuk sedangkan untuk penggunaan pemberian pupuk NPK dengan dosis 40 gram/polybag dapat mempengaruhi panjang akar bibit kakao.
PEMBERIAN KONSENTRASI POC DARAH SAPI TERHADAP PRODUKTIVITAS RUMPUT RAJA (pennisetum purpuphoides) fridarti fridarti; Ridho Rahman; Zulkarnaini Zulkarnaini
Jurnal Embrio Vol 12 No 2 (2020): Jurnal Embrio
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tamansiswa Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (692.376 KB) | DOI: 10.31317/embrio.v12i2.520

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian konsentrasi POC darah sapi terhadap produktivitas rumput raja (pennisetum purpuphoides). Metode penelitian ini adalah experimen menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan 5 ulangan. Pada perlakuan P1 tanpa menggunakan POC darah sebagai kontrol / 10 kg tanah utisol, Perlakuan P2 menggunakan POC darah sebanyak 2 ml/ 10 kg tanah ultiisol, perlakuan P3 menggunkan POC darah sebanyak 4 ml/ 10 kg tanah ultisol, perlakuan P4 menggunakan POC darah sebanyak 6 ml/ 10 kg tanah ultisol. Hasil analisis ragam menunjukan bahwa pemberian POC darah memberikan pengaruh nyata (P<0.05) terhadap panjang daun, lebar daun, jumlah anakan, produksi segar. Hasil analisis ragam menunjukan bahwa pemberian POC darah memberikan pengaruh nyata (P<0.05) terhadap panjang daun, lebar daun, jumlah anakan, dan produksi segar. Hasil uji lanjut DMRT memberikan pengaruh nyata pada panjang daun tanaman perlakuan P4 terhadap perlakuan P1 (kontrol), P2, dan P3 (P<0.05). hasil uji lanjut dmrt memberikan pengaruh nyata pada lebar daun tanaman adalah P4 terhadap perlakuan P1 (kontrol), P2, dan P3 (P<0.05). hasil uji lanjut dmrt memberikan pengaruh nyata pada jumlah anakan tanaman, perlakuan P4 terhadap perlakuan P1 (kontrol), P2 dan P3 (P<0.05). hasil uji lanjut dmrt memberikan pengaruh nyata pada produksi segar adalah P4 terhadap perlakuan P1 (kontrol), P2 (P<0.05) dan sedangkan pada perlakuan P3 berpengaruh tidak nyata (P>0.05).
PERTUMBUHAN DAN HASIL PADI MERAH (Oryza sativa L.) DENGAN KONSENTRASI AUKSIN PADA SISTEM BUJUR SANGKAR UTAMA Deni Saputra; M Zulman Harja Utama; jamilah jamilah; sunadi sunadi
Jurnal Embrio Vol 12 No 2 (2020): Jurnal Embrio
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tamansiswa Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (560.79 KB) | DOI: 10.31317/embrio.v12i2.613

Abstract

The aim of this experiment is to get the right concentration in auxin application for growth and production of red rice on sistem bujur sangkar utama. This experiment was carried out from March to June 2019 in the Nagari Aie Tajun rice fields in Lubuk Alung District, Padang Pariaman Regency. The experiment used this type of Randomized Block Design (RAK) with 4 groups. The treatment factor was auxin ZPT (Z), which consisted of 5 levels, namely the conventional system (control), Auxin 0 ml/L, Auxin 1 ml/L, Auxin 2 ml/L, Auxin 3 ml/L. The experiment consisted of 5 treatments and 4 replications in order to obtain 20 experimental units. The data were processed with variance with levels of = 0.05 and 0.01 and continued with the DNMRT test at levels = 0.05 and 0.01. Based on the experiments that have been carried out, it can be concluded that the treatment of the concentration of 3 ml/auxin with a square system the main produce per hectare is 6.44 Mg.ha-1. Tujuan dalam percobaan ini adalah untuk mendapatkan konsentrasi yang tepat dalam aplikasi Auksin untuk pertumbuhan dan produksi padi merah pada sistem bujur sangkar utama. Percobaan ini di lakasanakan dari Maret hingga Juni 2019 di lahan sawah Nagari Aie Tajun di Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang PariamanPercobaan menggunakan tipe Rancangan Acak Kelompok (RAK) ini dengan 4 kelompok. Faktor perlakuan yaitu ZPT auksin (Z), yang terdiri dari 5 taraf yaitu sistem konvensional (kontrol), Auksin 0 ml/L, Auksin 1 ml/L, Auksin 2 ml/L, Auksin 3 ml/L . Percobaan terdiri dari 5 perlakuan dan 4 ulangan sehingga didapat 20 satuan percobaan. Data diolah dengan sidik ragam dengan taraf = 0,05 dan 0,01 serta dilanjutkan dengan uji DNMRT pada taraf = 0,05 dan 0,01.Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan dapat disimpulkan pada perlakuan konsentrasi 3 ml/L auksin dengan sistem bujur sangkar utama menghasilkan produksi perhektar yaitu 6.44 Mg.ha-1.
GAMBARAN DAN STRUKTUR POPULASI TERNAK KERBAU PADA PETERNAKAN RAKYAT DI SIJUNJUNG, SUMATERA BARAT ferry lismanto; Mangku Mundana; Fauzani Hurriya Revar
Jurnal Embrio Vol 12 No 2 (2020): Jurnal Embrio
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tamansiswa Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (537.307 KB) | DOI: 10.31317/embrio.v12i2.616

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran dan struktur populasi ternak kerbau di daerah Sijunjung, Sumatera Barat. Penelitian ini dilaksanakan Kecamatan Sijunjung Kabupaten Sijunjung.Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode survei. Sedangkan teknik pengampilan sampel adalah simple random sampling. Selanjutnya teknik penetapan sampel menggunakan snowball sampling. Responden yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 145 responden. Variabel yang diamati adalah karakteristik peternak, gambaran dan struktur populasi kerbau. Data dianalisis secara deskriptif.Perolehan hasil penelitian yaitu jumlah kerbau jantan pada umur 0-1 tahun ;>1-2,5 tahun; jantan dewasa ≥ 3,5 tahun yakni sebesar 73 ekor (6,2%); 123 ekor (10,4%) dan 116 ekor (9,9%). Namun jumlah kerbau betina berumur 0-1 tahun; >1-2,5 tahun; betina dewasa ≥ 3,5 tahun yakni sebesar 73 ekor (6,2%); 2015 ekor (17,5%) dan 585 ekor (49,7%). Sedangkan imbangan/rasio jantan dan betina sebesar 1:6. Sedangkan tingkat iput kerbau sebesar 179 ekor(15,1%), sedangkan output kerbau sebesar 166 wkor (14,1%). Dapat disimpulkan dari penelitian ini bahwa populasi kerbau terbanyak di daerah Sijunjung adalah kerbau betina sebanyak 73,4% dengan angka kelahiran sebesar 14,6% dan namun tingkat kematian lebih tinggi sebesar 15,1% yang terdapat pada gudel. Tingginya tingkat kematian gudel dibandingkan kelahiran menyebabkan rendahnya perkembangan populasi kerbau di daerah Sijunjung.

Page 1 of 1 | Total Record : 5