cover
Contact Name
Ebit Bimas Saputra
Contact Email
ebitbimas99@gmail.com
Phone
+6281365118590
Journal Mail Official
greenation.info@gmail.com
Editorial Address
Jl. Kapt. A. Hasan, Telanaipura Jambi
Location
Kota jambi,
Jambi
INDONESIA
Jurnal Ilmu Multidisplin
Published by Greenation Publisher
ISSN : 28294599     EISSN : 28294580     DOI : https://doi.org/10.38035/jim.v1i1
Jurnal Ilmu Multidisplin (JIM) adalah jurnal nasional, peer review, akses terbuka dan ilmiah yang menerbitkan makalah penelitian, makalah review, review mini, laporan kasus, studi kasus, komunikasi singkat, surat, editorial, buku, tesis, karya disertasi, dll, dari semua Aspek Ilmu Pertanian, Ilmu Biologi, Bisnis, Ilmu Kimia, Ilmu Pendidikan, Teknik dan Teknologi, Humaniora, Ilmu Hayati, Ilmu Fisika, Ilmu Kelautan, Ilmu Sosial. Setelah diterbitkan, artikel tersedia secara gratis melalui online tanpa batasan apa pun atau langganan lain untuk peneliti dan pembaca di seluruh dunia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 732 Documents
Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah terhadap Kemampuan Guru Sekolah Dasar Negeri 13 Jangka Kabupaten Bireuen Muklis; Lusia Alifiana; Nurliana
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 1 No. 3 (2022): Jurnal Ilmu Multidisplin (Oktober-Desember 2022)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jim.v1i3.1047

Abstract

Kepemimpinan berasal dari kata “pimpin” memiliki arti memimpin, menunjuk, menunjukan jalan, mengapalai, melatih mendidik dan mengajari, selain memiliki pengertian menunjuk jalan, memimpin juga berarti mempengaruhi dan pepimpin mempunyai tanggung jawab baik secara fisik maupun spiritual terhadap keberhasialan aktivitas kerja dari orang- orang yang dipimpinnya. oleh karnanya kepemimpinan merupakan elemen yang sangat berpengaruh dalam rangka pencapainya tujuan organisasi, karena itu maju mundurnya sebuah organisasi hal itu sangat tergantung pada pemimpin. untuk itu sebuah organisasi sangat membutuhkan seorang pemimpin yang sangat berpengaruh dalam rangka pencapain tujuan organisasi. rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bangaimana gaya kepemimpinan kepala sekolah terhadap staf dan guru Sekolah Dasar Negeri 13 Jangka Kabupaten Bireuen Kendalam apa saja yang dihadapi oleh Kepala Sekolah Dasar terhadap Kemampuan Guru Sekolah Dasar Negeri 13 Jangka Kecamatan Jangka Kabupaten Bireuen. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bersifat deskriptif, teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gaya kepemimpinan yang diterapkan di sekolah, Sekolah Dasar Negeri S13 Jangka Kabupatan Bireuen adalah gaya kepemimpinan yang sedikit militeristik di mana gaya militeristik ini juga mirip dengan tipe kepemimpinan otoriter yaitu gaya kepemimpinan di mana kepala sekolah selaku pemengang kekuasaan memusatkan segala keputusan dan kebijakan yang diambil dari dirinya sendiri secara penuh, namun juga tidak sepenuhnya di katagorikan dalam tata militeristik karna ada saatnya pengambilan keputusan harus melalui rapat dengan para staf dan guru sekolah untuk bertujuan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik di sekolah. Selanjutnya, Kemampuan guru dengan meningkatkan proses belajar mengajar di sekolah dasar negeri 13 jangka kabupaten bireuen, berlangsung dengan baik dimana kemampuan guru dalam hal pengembangan kepribadian sudah berjalan dengan baik terutama ketika guru berinteraksi dengan siswa disekolah, Sebagai Kesimpulan penelitian ini menjunjuk bahwakepemimpinan mempengaruhi kinerja guru dalam proses belajar mengajar pada sekolah.
Peran Sistem Peradilan Administrasi Negara dalam Menegakkan Prinsip Negara Hukum di Indonesia Annisa Meidaniasari
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Ilmu Multidisplin (Juni–Juli 2025)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jim.v4i2.1052

Abstract

Penelitian ini membahas peran vital sistem peradilan administrasi negara dalam menegakkan prinsip negara hukum di Indonesia. Sebagai sebuah negara hukum, Indonesia menjadikan hukum sebagai fondasi utama dalam penyelenggaraan pemerintahan, sesuai dengan yang diamanatkan dalam UUD 1945. Studi ini mengkaji landasan teoretis terkait sistem peradilan, administrasi negara, dan konsep negara hukum, serta menyoroti pentingnya sistem peradilan administrasi negara, terutama Peradilan Tata Usaha Negara (PTUN) dalam memberikan perlindungan hukum kepada masyarakat terhadap tindakan atau keputusan pejabat administrasi negara yang berpotensi merugikan hak-hak warga negara. Lebih jauh, penelitian ini juga mengidentifikasi tantangan utama yang dihadapi, seperti korupsi, birokrasi yang lamban, ketidakpastian hukum, dan keterbatasan sumber daya manusia. Dengan mengadopsi pendekatan normatif dan analisis deskriptif, penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan sistem peradilan administrasi negara sangat penting untuk menciptakan pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel, serta untuk memastikan tercapainya prinsip negara hukum yang berkeadilan di Indonesia.
Simbolisme Pangan dalam Tradisi Ruwahan: Kajian Antropologis atas Praktik Konsumsi di Dusun Krandon, Godean Yogyakarta Ahmad Buhori; Zulkipli Lessy
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 4 No. 5 (2025): Jurnal Ilmu Multidisplin (Desember 2025 - Januari 2026)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jim.v4i5.1055

Abstract

Tradisi Ruwahan di Dusun Krandon, Godean, Yogyakarta merupakan warisan budaya Islam-Jawa yang masih lestari dan sarat akan nilai spiritual serta simbolisme lokal. Meskipun banyak kajian telah menyoroti dimensi keagamaannya, peran makanan sebagai simbol budaya dan spiritualitas dalam tradisi ini masih jarang diteliti secara mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna simbolik dari berbagai jenis pangan yang dihidangkan dalam tradisi Ruwahan serta bagaimana praktik konsumsi tersebut mencerminkan nilai-nilai sosial, spiritual, dan identitas keagamaan masyarakat setempat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Teori simbol Clifford Geertz digunakan untuk menafsirkan makna budaya secara kontekstual, didukung oleh kerangka Mary Douglas mengenai sistem klasifikasi makanan, serta Pierre Bourdieu dalam melihat dimensi sosial melalui konsep symbolic capital dan habitus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makanan seperti tumpeng, ingkung ayam, kolak, ketan, apem, dan pisang raja tidak hanya memiliki fungsi ritual, tetapi juga mengandung makna simbolik yang mendalam terkait spiritualitas, pengampunan, pengendalian diri, dan hubungan manusia dengan Tuhan. Tradisi membawa ambeng mencerminkan nilai kesetaraan, gotong royong, dan solidaritas sosial. Simbolisme pangan dalam Ruwahan berfungsi sebagai sarana internalisasi nilai-nilai Islam lokal dan menjadi wujud spiritualitas yang membumi dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Muslim Jawa.
Cultural Influences on Traditional Mosque Architecture: Case Studies of the Katangka and Wapauwe Mosques Nurul Hidayati; Can Karagülle
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Ilmu Multidisplin (Juni–Juli 2025)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jim.v4i2.1056

Abstract

This study examines the influence of local culture on traditional mosque architecture through case studies of the Katangka Mosque in South Sulawesi and the Wapauwe Old Mosque in Maluku. These two mosques represent a form of acculturation between Islamic values and local cultural traditions within their respective regions. The research employs a historical approach and typological analysis to identify architectural elements that reflect the social, cultural, and environmental characteristics of their local contexts. The main focus is directed toward roof forms, spatial layout, material usage, and decorative elements, as well as how these aspects demonstrate adaptation to the local climate and geographical conditions. The findings reveal that both mosques function not only as places of worship but also as expressions of the community’s cultural identity. This study contributes to a deeper understanding of the diversity of religious architecture in Indonesia and offers insights for the contextual and sustainable design of future mosques.
The Impact of South China Sea Dispute on National Interests and Sovereignty of Indonesia Patrick Abraham; Iga Karishma Maharani Raijaya
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Ilmu Multidisplin (Juni–Juli 2025)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jim.v4i2.1061

Abstract

This study aims to examine the impact of the dynamics of the South China Sea dispute on the national interests and sovereignty of the Unitary State of the Republic of Indonesia. This study uses a qualitative research method with data analysis techniques consisting of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The theories used in this study are the theories of sovereignty, national interests, and geopolitics. The results of this study indicate that the dynamics of the dispute in the South China Sea region have shown signs of escalation that encourage the formation of expansionist geopolitics in regional countries. This condition can ultimately disrupt the achievement of the national interests of the Unitary State of the Republic of Indonesia and can threaten the sovereignty of the Unitary State of the Republic of Indonesia, especially in the Natuna waters. The Government of the Unitary State of the Republic of Indonesia is considered necessary to strengthen the maritime military, in this case the Indonesian Navy or TNI AL, to ward off traditional and non-traditional security threats, and optimize diplomacy through a regional approach to encourage the formation of a Code of Conduct (Coc) in the South China Sea region as soon as possible.
Administrative Sanctions for Operational Violations of Trans Koetaradja Bus at Perum Damri Banda Aceh Muklis; Saidi; Badruzzaman
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 1 No. 3 (2022): Jurnal Ilmu Multidisplin (Oktober-Desember 2022)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jim.v1i3.1063

Abstract

The operational readiness of the Trans Bus crew, usually on the punctuality of the bus crew, because they do not follow the existing schedule procedures, this leads to the departure stop and when arriving at the last stop for dropping off passengers. This is subject to administrative sanctions in the form of a Warning Letter (SP). Problem formulation: how are the administrative sanctions for its employees at Perum Damri Banda Aceh?. How is the work safety of the bus crew at Perum Damri Banda Aceh?. Research Objectives: To find out and analyze the administrative sanctions for its employees at Perum Damri Banda Aceh. To find out and analyze the work safety of the bus crew at Perum Damri Banda Aceh. The research method uses a qualitative approach. Data collection techniques are carried out using observation techniques, interviews, documentation studies. The results of the study, minor violation sanctions are given advice for good in the future, previous discipline has not succeeded in changing their behavior. Obey the rules of behavior at work. Demonstrated by doing work in accordance with the position, duties, and responsibilities. Conclusion, the application of administrative sanctions for operational violations of Buses that do not comply with existing rules, apply administrative sanctions because they have to go directly to the field. Lack of awareness of the responsibility of the bus crew towards public service. Efforts made to overcome obstacles in the application of administrative sanctions against operational violations of buses that do not comply with the rules include conducting field inspections to conduct direct inspections or provide verbal warnings.
Perlindungan Konsumen terhadap Strategi Pemasaran dengan Menggunakan Jasa Endorsement di Instagram Putri Thio Artha Simanjuntak
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Ilmu Multidisplin (Juni–Juli 2025)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jim.v4i2.1065

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana perlindungan hukum bagi konsumen terhadap jasa pengiklanan yang menggunakan strategi jasa endorsement di media sosial Instagram. Permasalahan yang timbul berupa ketidaksesuaian pelaku usaha/penjual dengan melakukan tindakan berupa penipuan kualitas produk yang tidak sesuai kesepakatan jual beli, serta tidak sesuai yang diiklankan oleh jasa endorsement. Konsumen dapat melaporkan ataupun menuntut selebgram yang terlibat dalam penipuan kualitas produk yang tidak sesuai dengan yang diiklankan, konsumen dengan mudah melaporkan jika memiliki bukti yang kuat terkait mengetahui selebgram yang terlibat dalam penyebaran informasi yang menyesatkan atau tidak sesuai. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif atau penelitian kepustakaan, yaitu pendekatan yang didasarkan pada studi terhadap bahan pustaka atau data sekunder. Dalam kasus wanprestasi, pelaku usaha dapat diminta untuk melanjutkan atau membatalkan perjanjian serta memberikan ganti rugi atas kerugian yang timbul. Apabila terjadi pelanggaran terhadap hak konsumen, Undang-Undang Perlindungan Konsumen (UUPK) telah menyediakan mekanisme penyelesaian sengketa melalui Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) atau melalui jalur pengadilan.
Hubungan antara Asupan Fe dan Pengetahuan Gizi dengan Tingkat Kebugaran Jasmani pada Anggota UKM Futsal Universitas di Surakarta Anas Tasya Ardea Zerlind; Siti Zulaekah; Farida Nur Isnaeni; Nur Lathifah Mardiyati
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Ilmu Multidisplin (Juni–Juli 2025)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jim.v4i2.1069

Abstract

Kebugaran jasmani merupakan faktor penting yang mempengaruhi performa atlet, khususnya dalam olahraga futsal yang menuntut daya tahan dan kecepatan tinggi. Salah satu faktor yang berperan dalam mendukung kebugaran jasmani adalah asupan zat besi (Fe) dan tingkat pengetahuan gizi yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara asupan zat besi (Fe) dan pengetahuan gizi dengan tingkat kebugaran jasmani pada anggota UKM Futsal empat universitas di Karesidenan Surakarta. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 52 orang yang dipilih menggunakan metode convenience sampling. Data asupan Fe dikumpulkan melalui wawancara recall 3x24 jam, data pengetahuan gizi diperoleh melalui kuesioner, dan tingkat kebugaran jasmani diukur menggunakan Beep Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki asupan Fe defisit (55,77%), pengetahuan gizi cukup (15,38%), dan tingkat kebugaran jasmani sangat kurang (36,54%). Uji korelasi Spearman menunjukkan adanya hubungan signifikan antara asupan Fe dan kebugaran jasmani (p = 0,000; r = 0,603). Uji korelasi Pearson menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan gizi dan kebugaran jasmani (p = 0,000; r = 0,585). Semakin baik asupan Fe dan pengetahuan gizi atlet, maka semakin baik pula tingkat kebugaran jasmani yang dimiliki. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam penyusunan program edukasi gizi dan perencanaan pola makan yang tepat bagi atlet futsal untuk meningkatkan performa dan kebugaran jasmani.
Estetika dan Penyajian Tari Ronggeng Warak pada Ajang Internasional Water World Forum (WWF) di Bali Zidni Elma Nafia; Restu Lanjari
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Ilmu Multidisplin (Juni–Juli 2025)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jim.v4i2.1073

Abstract

Penelitian ini membahas penyajian Tari Ronggeng Warak dalam perhelatan internasional Water World Forum di Bali sebagai bentuk strategi pelestarian dan promosi budaya lokal pada tingkat global. Tari Ronggeng Warak merupakan karya tari kreasi tradisi khas Kota Semarang yang terinspirasi dari tradisi Dugderan, dengan ciri khas gerak enerjik, penggunaan topeng Warak, dan properti kembang manggar. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bentuk penyajian dan kekuatan visual yang ditampilkan serta nilai budaya yang diangkat dalam pertunjukan tersebut. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa analisis video pertunjukan yang diunggah di platform digital serta dokumentasi dari media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyajian tari Ronggeng Warak berhasil menghadirkan sinergi antara kearifan lokal dan estetika pertunjukan global melalui koreografi ekspresif, iringan musik yang menggugah, serta kostum dan rias yang mencolok secara visual. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Tari Ronggeng Warak memiliki potensi besar sebagai media diplomasi budaya dan perlu dikembangkan melalui strategi digital agar lebih kompetitif dalam panggung internasional.
Mediasi Sebagai Alternatif dalam Penyelesaian Sengketa Malpraktek Medis Wildan; Perdana Akbar Pratama; Muhafid; Yuyut Prayuti
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Ilmu Multidisplin (Juni–Juli 2025)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jim.v4i2.1075

Abstract

Penyelesaian sengketa malpraktik medis melalui jalur non litigasi, pendekatan yang menekankan pada dialog, mediasi, negosiasi dan kolaborasi, sehingga menciptakan suasana yang lebih kooperatif daripada konfrontatif. Keuntungan dari mekanisme non litigasi adalah efisiensi waktu dan biaya yang lebih rendah dibandingkan dengan proses litigasi yang cenderung lebih formal dan memakan waktu lama. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif (Yuridis normatif) dengan menggunakan pendekatan hukum primer yaitu mengkaji perundang undangan terkait alternatif penyelesaian sengketa,hukum sekunder berupa literatur hasil penelitian,jurnal,artikel-artikel dan bahan-bahan bacaan yang berkaitan dengan permasalahan yang di teliti serta mengkaji sistem hukum penyelenggaraan pelayanan kesehatan harus memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kemanusiaan . Undang-Undang No. 17 Tahun 2023 menetapkan bahwa apabila tenaga medis atau tenaga kesehatan diduga melakukan kesalahan yang menyebabkan kerugian pada pasien, penyelesaian sengketa tersebut wajib terlebih dahulu melalui mekanisme alternatif di luar pengadilan, salah satunya adalah mediasi. Terminologi malpraktik banyak pendapat ahli, Malapraktik (KBBI): Praktik kedokteran yang salah, tidak tepat, menyalahi undang undang atau kode etik. Mediasi menjadi mekanisme alternatif yang mengedepankan dialog dan musyawarah dalam mencari solusi bersama tanpa melalui jalur pengadilan.Mediasi melibatkan pihak netral (mediator) yang memiliki kompetensi di bidang hukum dan medis. Mediator tidak hanya bertindak sebagai fasilitator, tetapi juga membantu para pihak mengidentifikasi permasalahan, merumuskan opsi penyelesaian, dan mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan.