cover
Contact Name
Cahaya Rosyidan
Contact Email
cahayarosyidan@trisakti.ac.id
Phone
+6281916319569
Journal Mail Official
jurnal_petro@trisakti.ac.id
Editorial Address
Jurusan Teknik Perminyakan Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi, Gedung D, Lt.4, Universitas Trisakti Jl. Kyai Tapa No. 1 Grogol, Jakarta 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Petro : Jurnal Ilmiah Teknik Perminyakan
Published by Universitas Trisakti
ISSN : 19070438     EISSN : 26147297     DOI : https://doi.org/10.25105/petro.v11i2.14060
The PETRO Journal is all about the upstream oil and downstream oil and gas industry. Upstream studies focus on production technology, drilling technology, petrophysics, reservoir study, and eor study. Downstream technology focuses on the oil process, managing surface equipment, geothermal, and economic forecast.
Articles 290 Documents
ANALISA PENGARUH HETEROGENITAS SIFAT FISIK BATUAN DAN POLA SUMUR INJEKSI TERHADAP EFISIENSI PENDESAKAN MINYAK BASE ON DATA SIMULASI samsol trisakti; M. Taufiq Fathaddin; Ratnayu Sitaresmi
PETRO:Jurnal Ilmiah Teknik Perminyakan Vol. 4 No. 4 (2015)
Publisher : Jurusan Teknik Perminyakan Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/petro.v4i4.292

Abstract

Lapangan RMM adalah lapangan minyak dan gas dengan reservoir pada Formasi Santul dan Tabul pada sistem deltaik yang dikarakterisasi oleh perangkap struktural, stratigrafi, dan kombinasi keduanya.Maksud dari penelitian ini adalah sebagaisalah satu bagian perencanaan pengembangan lapangan tahap lanjut untukdapatmeningkatkan perolehan minyak yang ada saat ini, yaitu dengan melakukan simulasireservoir dengan peniginjeksian pada Lapangan RMM. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah menganalisa keselarasan sifat fisik reservoir dan pola penginjeksian terhadap efisiensi pendesakan dan pengangkatan sisa cadangan hidrokarbon secara optimal.Penelitian ini dilakukan pada lapisan M31 diproduksikan dari 12 sumur yang terbagi dalam 2 blok 1 dan 4 memiliki sejarah produksi mulai bulan Januari 1956, blok 4 sampai sekarang belum diproduksikan. Dari 12 sumur yang berproduksi di lapisan M31 telah menguras minyak sebesar sebesar 6073.7 Mstb dengan Recovery Factor sekitar 30.61 % di blok 1 dengan OOIP 19.84 MMSTB.Case yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan pola injeksi Peripheral, Normal Five Spot dan Inverted Five Spot dan dengan beberapa sensitivity rate injeksi . Prediksi dilakukan dari tahun 2014 sampai tahun 2025. Dari case yang dilakukan, yang paling optimal menghasilkan minyak adalah dengan Case 1 yaitu dengan pola peripheral. Dengan laju injeksi air sebesar 2000 bwpd dengan menghasilkan minyak sebanyak 7042.5 MSTB
OPTIMALISASI PEMBORAN LEPAS PANTAI MENGGUNAKAN DRILLING TEMPLATE SEBAGAI TEMPAT DUDUKNYA SUBSEA WELLHEADS DAN X-MASS TREE DENGAN MEMANFAATKAN LONG LEG JACK UP RIG P Simorangkir
PETRO:Jurnal Ilmiah Teknik Perminyakan Vol. 4 No. 4 (2015)
Publisher : Jurusan Teknik Perminyakan Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/petro.v4i4.293

Abstract

LONG LEG JACKUP RIG DAN PEMANFAATANPemboran dilepas pantai pada umumnya dilakukan dengan perangkat pemboran lepas pantai yang dikenal dengan istilah Mobile Offshore Drilling Unit (MODU). Ada beberapa macam MODU yang lazim dikenal yaitu Jack Up Drilling Rig, Drillship, Semi Submersible Rig dan Tender Assist Platform Rig.Untuk pemboran dilepas pantai dengan kedalaman laut 100 meter seperti di lapangan lepas pantai “Natuna”, dapat dipergunakan jenis Semi submersible Rig, DrillShip ataupun Long Leg Jack Up Drilling Rig. Dilihat dari aspek biaya dari ketiga jenis rig ini, maka yang paling murah dan cocok untuk daerah lepas pantai dilaut Natuna ini adalah jenis Long Leg Jack Up Drilling Rig, yang memiliki kaki yang panjangnya dapat mencapai kedalaman laut tersebut. Jenis mobile rig ini adalah yang termurah dari dua jenis mobile rig lainnya.Dengan menggunakan Long Leg Jack Up Drilling Rig ini akan dapat dilakukan pemboran beberapa sumur pengembangan dilapangan minyak didaerah lepas pantai Natuna itu dengan menggunakan Drilling Template sebagai tempat duduknya Subsea Well Head dan Christmas Tree. Dengan demikian maka tidak perlu digunakan Subsea Blow Out Preventer (BOP), yang membutuhkan waktu yang lama dan rumit pemasangannya. Sebagai gantinya dapat digunakan BOP yang lazim dipergunkan pada operasi pemboran didarat (Onshore),.yang posisinya berada diatas permukaan laut .Untuk menghemat biaya mobilisasi rig dari pemboran satu sumur ke sumur lainnya, maka pemboran sumur pengembangan dilepas pantai ini dapat dilakukan dengan cara menggeser (skid) rig pada landasan yang tersedia di Jack Up tersebut, sehingga beberapa sumur dapat dibor dari lokasi dimanaLong Leg Jack Up Drilling Rig tersebut berdiri, sesuai dengan slot yang terdapat pada Drilling Template yang digunakan. Dapat terdiri dari 3slot, 4slot, atau bahkan lebih, tergantung dari luas penyebaran dari resevoir hidrokarbon yang akan diproduksikan. Biasanya salah satu dari beberapa sumur yang akan dibor melalui slot di Drilling Template ini adalah sumur vertkal dan selebihnya adalah sumur berarah atau directional well.
PERENCANAAN CASING DESIGN UNTUK SUMUR MSH X1, LAPANGAN MAD Bambang Kustono; Puri Wijayanti; Pauhesti Rusdi
PETRO:Jurnal Ilmiah Teknik Perminyakan Vol. 2 No. 2 (2015)
Publisher : Jurusan Teknik Perminyakan Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/petro.v2i2.294

Abstract

Perencanaan casing dalam suatu perencanaan sumur sangat penting karena jika salah dalam melakukan perencanaan casing dapat menyebabkan kendala operasional yang berakibat realisasi biaya sumur menjadi jauh lebih mahal, misalnya terjadi lost in hole, hilang lubang, sidetrack, atau bahkan blow out. Masalah yang akan dibahas dalam tugas akhir ini adalah mengenai perencanaan casing pada sumur MSH – X1 dengan adanya penurunan tekanan di beberapa lapisan pada sumur tersebut. Rencana pemboran sumur MSH – X1 dilakukan dengan menentukan casing setting depth dengan menggunakan metode offset wells dan perhitungan Hubbert and Willis. Setelah mendapatkan casing setting depth, dilakukan perhitungan grade casing dengan metode lapangan dan metode maximum load. Pertimbangan casing setting depth yang digunakan, serta grade casing yang sesuai adalah H – 40 dengan berat 94 ppf untuk casing 20” pada kedalaman 150 m, H – 40 dengan 48 ppf untuk casing 13 3/8” pada kedalaman 470 m, H – 40 dengan 32 ppf untuk casing 9 5/8” pada kedalaman 935 m dan H – 40 dengan 20 ppf untuk liner 7” pada kedalaman 1300 m.PERENCANAAN CASING DESIGN UNTUK SUMUR MSH X1, LAPANGAN MAD
PEMILIHAN POLA SUMUR INJEKSI AIR PADA LAPANGAN M BERDASARKAN PENGARUH HETEROGENITAS SIFAT FISIK BATUAN TERHADAP EFISIENSI PENDESAKAN MINYAK MG Sri Wahyuni; samsol trisakti
PETRO:Jurnal Ilmiah Teknik Perminyakan Vol. 2 No. 2 (2015)
Publisher : Jurusan Teknik Perminyakan Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/petro.v2i2.295

Abstract

Salah satu tantangan dalam pengembangan lapangan dengan injeksi air adalah menentukan pola sumur injeksi yang tepat dan sesuai dengan karakteristik reservoir.Lapangan M yang terletak pada Cekungan Tarakan merupakan lapangan yang telah berproduksi sejak tahun 1952, dengan jumlah OOIP pada zona J20 sebesar 12.75 MMSTB, lapangan ini disimulasikan dan dianalisa keheterogenannya guna menentukan pola sumur injeksi air yang paling tepat untuk diimplementasikan.Studi simulasi reservoir pada Lapangan M zona J20 yang mempunyai 24 sumur produksi ini, dilakukan dengan tiga case pola sumur injeksi air, yaitu :Peripheral, Five Spot, dan Combination Spot, serta menggunakan sensitivity rate injeksi 500 bbl/d, 1000 bbl/d, 1500 bbl/d, dan 2000 bbl/d. Prediksi performa produksi injeksi air dimulai pada tahun 2015 dan diamati kumulatif produksi minyak hingga tahun 2035.Analisa heterogenitas sifat fisik batuan yang meliputi porositas, permeabilitas, dan saturasi minyak dilakukan pada layer 17-27 mewakili 62 layer. Dari hasil analisa ini didapatkan bahwa reservoir Lapangan M zona J20 cenderung homogen.Selain itu dari hasil perhitungan, didapatkan nilai mobility ratio kurang dari 1 dan efisiensi pendesakan rata-rata adalah sebesar 29.92 %.Dari hasil simulasi yang telah dilakukan, didapatkan bahwa skenario secondary recovery yang paling tepat adalah dengan pola Peripheral pada rate injeksi 1000 bbl/d. Dimana dengan skenario ini, pada akhir tahun 2035 diperoleh kumulatif produksi minyak sebesar 3161.9 MSTB dan RF sebesar 24.8%. Apabila dibandingkan dengan skenario tanpa injeksi air maka terdapat kenaikan produksi dan RF sebesar 1654.6 MSTB dan 12.98%.
Evaluasi Kegiatan Pengasaman Matriks Pada Sumur A Di Lapangan Panas Bumi SG Bambang Kustono; Widya Yanti
PETRO:Jurnal Ilmiah Teknik Perminyakan Vol. 2 No. 2 (2015)
Publisher : Jurusan Teknik Perminyakan Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/petro.v2i2.296

Abstract

Pada lapangan panas bumi, terutama yang berjenis dominasi air, salah satu permasalahan yang cukup sering dihadapi adalah berkurangnya produktivitas sumur akibat terjadinya scaling atau jenis kerusakan formasi lainnya. Untuk mengatasi permasalahan kerusakan formasi, umumnya dilakukan metode-metode stimulasi reservoir pada lapangan. Salah satu metode stimulasi reservoir yang cukup sering digunakan pada lapangan panas bumi untuk memperbaiki produktivitas sumur adalah pengasaman matriks.Pengasaman matriks dilakukan pada sumur “A” dikarenakan nilai II (Injectivity Index) sumur yang jauh lebih rendah daripada II sumur-sumur di sekitarnya. Kondisi ini menunjukkan keberadaan konten penyebab kerusakan formasi pada lubang sumur. Berdasarkan hasil analisa profil tekanan dan temperatur, diputuskan untuk melakukan pengasaman matriks pada dua buah feedzone di sumur “A”.Evaluasi kinerja pengasaman matriks dilakukan menggunakan analisa deliverability curve untuk menghitung nilai perolehan uap serta MDP sumur. Program asam yang paling layak untuk dilakukan berdasarkan analisa deliverability curve adalah program asam 120 gal/ft (9% HF). Program asam ini dapat meghasilkan perolehan uap sebesar 92 kph dan nilai MDP sebesar 147.2 psi. Berdasarkan evaluasi keekonomian, program asam ini juga menghasilkan nilai ekonomis yang paling baik sehingga dipilih sebagai program asam yang paling tepat untuk digunakan.
PERHITUNGAN PENURUNAN TEKANAN FLUIDA MULTIFASA PADA TUBING PRODUKSI DAN OPTIMASI PRODUKSI DENGAN PEMASANGAN POMPA ESP Mukmin Tamsil
PETRO:Jurnal Ilmiah Teknik Perminyakan Vol. 2 No. 2 (2015)
Publisher : Jurusan Teknik Perminyakan Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/petro.v2i2.297

Abstract

Masalah penurunan tekanan pada tubing produksi dengan elevasi tertentu menjadi topik yang perlu diketahui dalam teknik perminyakan. Pada penelitian ini akan membahas korelasi multifasa yang sesuai untuk menentukan besarnya penurunan tekanan pada tubing produksi, sehingga dapat digunakan untuk optimasi produksi di masa yang akan datang.Optimasi produksi dilakukan dengan tujuan memperoleh laju alir yang lebih besar dibandingkan laju alir saat ini.Optimasi tersebut dilakukan dengan pemasangan pompa ESP pada sumur yang dilakukan pengujian.Untuk menentukan korelasi multifasa yang sesuai dalam penentuan besarnya penurunan tekanan yang terjadi dilakukan dengan membandingkan keadaan aktual dengan hasil perhitungan korelasi fluida multifasa secara simulasi.Hasil korelasi tersebut hanya sebagai pembanding dengan keadaan aktual.Dalam penelitian ini korelasi yang digunakan yaitu korelasi Beggs and Brill, Murkejee and Brill, Hagedorn and Brown, serta Korelasi Duns and Ros.Melalui hasil yang diperoleh dari perhitungan korelasi fluida multifasa, maka selanjutnya digunakan untuk perhitungan pemasangan pompa ESP pada sumur yang dilakukan pengujian. Perhitungan aliran fluida multifasa sangat dipengaruhi oleh sifat-sifat fisik fluida yang berhubungan dengan tekanan dan temperatur, sehingga diperlukan perhitungan dengan
PERENCANAAN CASING PADA SUMUR NANO-27 LAPANGAN CLEO SERAM Widrajat Aboekasan; Ziad Thouriq
PETRO:Jurnal Ilmiah Teknik Perminyakan Vol. 2 No. 2 (2015)
Publisher : Jurusan Teknik Perminyakan Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/petro.v2i2.298

Abstract

Perencanaan casing dalam suatu kegiatan pemboran merupakan salah satu aspek yang penting.Hal ini disebabkan casing yang dipasang harus selalu berada pada tempat kedudukannya, baik selama kegiatan pemboran berlangsung maupun pada saat masa produksi.Tujuan dari perencanaan casing adalah untuk mendapatkan ukuran casing yang tepat, dimana secara teknis cukup kuat untuk menahan gaya-gaya yang terdapat di dalam lubang bor.Perencanaan casing pada sumur Nano-27 lapangan Cleo menggunakan metode korelasi dan evaluasi dari sumur di sekitarnya (offset well) dengan ketentuan, formasi yang ditembus sama. Dengan penembusan formasi yang sama, maka diprediksikan akan terjadi masalah yang sama. Pada perencanaan casing sumur ini juga memperhitungkan tekanancollapse, burst, dan tension dengan menggunakan metode maximum load.Tekanan tersebut akan mempengaruhi kekuatan casing pada saat pemasangan dan selama proses produksi berlangsung.Rangkaian casing yang didapat untuk sumur Nano-27 lapangan Cleo terdiri dari, conductor casing pada kedalaman 400 ft, surface casing pada kedalaman 1800 ft, intermediate casing pada kedalaman 5400 ft, production casing pada kedalaman 6280 ft, dan production liner diset pada kedalaman 7000 ft dengan top of liner 6080 ft.
Prediksi Perubahan Parameter Temperatur, Pressure, Komposisi, dan Molar Flow pada Simple Proses Model. Onnie Ridaliani
PETRO:Jurnal Ilmiah Teknik Perminyakan Vol. 2 No. 2 (2015)
Publisher : Jurusan Teknik Perminyakan Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/petro.v2i2.299

Abstract

Proses model di surface merupakan salah satu kegiatan penting pada proses pengolahan hidrokarbon. Oleh karena itu diperlukan analisa serta pemodelan yang cukup akurat agar kegiatan tersebut dapat berjalan dengan lancar. Pada penelitian ini dilakukan pemodelan simple proses (Dynamic model), adapun hal yang diamati adalah parameter temperature, tekanan, komposisi hidrokarbon dan juga molar flow pada dari inlet sampai ke outlet dari waktu ke waktu. Perubahan komposisi hidrokarbon menjadi parameter yang akan di bahas secara seksama pada penelitian ini (Perubahan yang terjadi berkisar dari 1- 39%) setelah dilakukan simulasi.Diharapakan dari penelitian ini bisa menjadi gambaran kepada setiap engineer untuk memprediksi serta memperkirakan hal-hal yang akan terjada selama proses ini berlangsung.
STUDI LABORATORIUM PENGARUH PENAMBAHAN RETARDER ( HR-7 ) TERHADAP WAKTU PENGERASAN & KUAT TEKAN PADA SEMEN PEMBORAN KELAS G Lilik Zabidi
PETRO:Jurnal Ilmiah Teknik Perminyakan Vol. 2 No. 2 (2015)
Publisher : Jurusan Teknik Perminyakan Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/petro.v2i2.300

Abstract

Salah satu masalah yang dihadapi pada saat melakukan penyemenan adalah pada kondisi sumur yang dalam dan temperatur tinggi semen cepat mengeras pada saat pemompaan dari permukaan menuju annulus. Semakin bertambahnya temperatur, bubur semen akan lebih cepat kering dan mengeras. Oleh karena itu, untuk mengatasi hal tersebut maka desain semen pemboran memerlukan additif yaitu retarder.Pada penelitian yang dilakukan ini, retarder yang digunakan adalah Sodium Lignosulfonate.Pada percobaan ini akan diamati bagaimana pengaruh penambahan retarder terhadap sifat fisik semen pemboran, yaitu kuat tekan (Compressive Strength) dan waktu pengerasan (Thickening Time) pada semen kelas G, sehingga akan diperoleh gambaran seberapa besar komposisi retarder yang optimal yang harus ditambahkan pada semen pemboran.Dari beberapa kali percobaan, terlihat bahwa semakin meningkatnya konsentrasi aditif retarder HR-7 pada komposisi bubur semen, maka nilai waktu pengerasan akan semakin rendah atau bubur semen akan lebih cepat mengeras akan tetapi pada penambahan konsentrasi aditif 1,5 % pada temperature 38 oC dan 1,75 % pada temperature 80 oC terjadi peningkatan atau bubur semen mulai memperlambat proses pengerasannya. Nilai kuat tekan akan meningkat, tetapi sampai dengan penambahan konsentrasi aditif 1,25 % pada temperature 38 oC dan 1,5 % pada temperature 80 oC saja, karena mulai dari konsentrasi aditif 1,5 % pada temperature 38 oC dan 1,75 % pada temperature 80 oC nilai kuat tekan akan semakin menurun. Temperatrue mempengaruhi sifat fisik semen pemboran dapat dilihat bahwa pada temperatur 38 Cmenunjukkan nilai compressive strength yang cenderung lebih kecil, kemudian thickening time yang lebih lama jika dibandingkan dengan hasil percobaan pada temperatur 80 °COleh karena itu, diperlukan komposisi semen pemboran yang sesuai dengan kondisi dari sumur pemboran
PENGARUH INJEKSI PHOTASSIUM CHLORIDE (KCL) TERHADAP PERMEABILITAS BATUAN LAPANGAN X Mulia Ginting; Onnie Ridaliani; MG Sri Wahyuni
PETRO:Jurnal Ilmiah Teknik Perminyakan Vol. 2 No. 2 (2015)
Publisher : Jurusan Teknik Perminyakan Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/petro.v2i2.301

Abstract

Pada penelitian ini digunakan tiga sampel batuan sandstone dari lapangan X,.masing-masing sampel ditimbang berat kering dan berat basah kemudian diinjeksikan syntetic oil untuk mendapatkan permeabilitas awal, setelah itu dicuci dan dikeringkan kemudian sampel diinjeksi completion fluid dalam hal ini potassium chloride (KCl) dengan SG 1,16 untuk mendapatkan nilai permeabilitas akhir.Besar kecilnya faktor keberhasilan penggunaan KCL sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain kualitas KCL yang digunakan, tekanan, dan konsentrasi KCL. Apabila KCL yang akan diinjeksikan ke reservoir mempunyai kualitas yang bagus, maka akan dapat diperoleh peningkatan permeabilitas yang optimal. Tekanan juga sangat berpengaruh pada KCL karena besar kecilnya tekanan pada penginjeksian KCL dapat mengakibatkan formasi di reservoir runtuh, sedangkan konsentrasi pada KCL harus dilakukan uji laboratorium terlebih dahulu untuk mengetahui perbandingan fluida yang akan diinjeksikan. Sehingga dari penelitian ini dapat memberikan data perubahan permeabilitas, besarnya tekanan injeksi, serta konsentrasi KCL yang digunakan. Oleh karena itu penelitian ini merupakan studi awal skala laboratorium yang dapat memberikan informasi data awal sebelum dilaksanakan kemudian di lapangan X.PENGARUH INJEKSI PHOTASSIUM CHLORIDE (KCL) TERHADAP PERMEABILITAS BATUAN LAPANGAN X

Page 2 of 29 | Total Record : 290