cover
Contact Name
Cahaya Rosyidan
Contact Email
cahayarosyidan@trisakti.ac.id
Phone
+6281916319569
Journal Mail Official
jurnal_petro@trisakti.ac.id
Editorial Address
Jurusan Teknik Perminyakan Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi, Gedung D, Lt.4, Universitas Trisakti Jl. Kyai Tapa No. 1 Grogol, Jakarta 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Petro : Jurnal Ilmiah Teknik Perminyakan
Published by Universitas Trisakti
ISSN : 19070438     EISSN : 26147297     DOI : https://doi.org/10.25105/petro.v11i2.14060
The PETRO Journal is all about the upstream oil and downstream oil and gas industry. Upstream studies focus on production technology, drilling technology, petrophysics, reservoir study, and eor study. Downstream technology focuses on the oil process, managing surface equipment, geothermal, and economic forecast.
Articles 301 Documents
ANALISIS EKSPERIMENTAL PENGARUH SERBUK KOPI TERHADAP RHEOLOGI LUMPUR PEMBORAN Saputra, Irvan; Saputri, Eriska Eklezia Dwi; Triono, Agus; Abror, Hadziqul; Laksmita Sari, Riska; Welayaturromadhona
Petro : Jurnal Ilmiah Teknik Perminyakan Vol. 12 No. 4 (2023): DESEMBER
Publisher : Jurusan Teknik Perminyakan Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/petro.v12i4.18419

Abstract

Pada proses pemboran, formasi yang sering kali ditembus adalah formasi yang porous, unconsolidated ataupun memiliki rekahan alami yang dapat menyebabkan terjadinya loss circulation. Jika loss circulation tidak ditangani maka tekanan hidrostatik lumpur tidak mampu mengimbangi tekanan formasi sehingga terjadi kick pada sumur bahkan blow out. Dampak lainnya yang mungkin terjadi adalah pencemaran lingkungan, waktu rig tidak beroperasi akan meningkat sehingga meningkatkan biaya pemboran. Untuk mengatasi loss circulation tersebut, lumpur pemboran yang digunakan harus memiliki kandungan beberapa jenis komponen yang berfungsi menyumbat lubang terbuka di batuan. Lumpur pemboran biasanya memiliki komponen Lost Circulation Materials (LCM) yang umum digunakan dengan bahan dasar polimer. Penelitian ini akan berfokus pemanfaatan serbuk kulit kopi dan pengaruhnya terhadap rheologi lumpur pemboran, yaitu densitas dan viskositas lumpur. Penelitian ini bersifat experimental study pada laboratorium, dengan membuat lumpur dasar dan menguji sifat dari lumpur dasar serta membandingkan sifat dari lumpur dasar yang telah ditambahkan serbuk kulit kopi. Dari analisa data yang didapat, dapat disimpulkan pengaruh serbuk kulit kopi pada rheologi lumpur pemboran.
POLA SEBARAN AKUIFER DENGAN METODE RESISTIVITAS ADMT DI DAERAH DESA BENDELAN, BINAKAL, BONDOWOSO Apriniyadi, Mohammad; Nuryana, Suherman Dwi; Setyorini, Dyah Ayu; Yudiantoro, Dwi Fitri; Yuda, Himes Fitra; Ladesta, Aldis
Petro : Jurnal Ilmiah Teknik Perminyakan Vol. 12 No. 4 (2023): DESEMBER
Publisher : Jurusan Teknik Perminyakan Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/petro.v12i4.18759

Abstract

Daerah resapan air adalah salah satu bagian terpenting dalam siklus hidrologi yang ditujukan untuk mengalirkan air tanah, sehingga menentukan stabilitas dan keberlanjutan air tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi air tanah pada daerah penelitian. Penelitian ini dilakukan didaerah Kecamatan Binakal, Kabupaten Bondowoso, Provinsi Jawa Timur dengan tujuan mengetahui sebaran akuifer di daerah tersebut. Metodologi yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pemetaan lapangan (survey) dan pengambilan data resistivitas batuan dengan menggunakan metode ADMT. Penelitian ini dilakukan dengan pengambilan data jenis batuan, jenis tanah, pengukuran resistivitas ADMT dan data muka air tanah di lapangan sebagai data primernya dan juga menggunakan data sekunder berupa peta kelerengan, peta curah hujan, serta peta tutupan lahan yang kemudian dari data–data tadi diolah menggunakan sistem informasi geografis sehingga menghasilkan peta zonasi dan kedalaman air tanah. Sumber air tanah (akuifer) terbagi menjadi 3 lapisan, lapisan pertama merupakan akuifer bebas dengan kedalaman antara 10 meter sampai 40 meter. Akuifer ini menyebar diseluruh area penelitian. Lapisan akuifer yang kedua merupakan akuifer tertekan dengan kedalaman antara 140 m hingga 200 m. akuifer ini terpisahkan atas batuan kedap air. Lapisan akuifer yang ketiga merupakan lapisan akuifer dalam dan merupakan akuifer artesis dengan kedalaman diatas 250 meter. Nilai rata-rata resistivitas batuan di deerah penelitian antara 4 hingga 14 ohm meter dengan batuan penyusun adalah batu pasir.
EVALUASI DAN OPTIMASI SUMUR ELECTRICAL SUBMERSIBLE PUMP (ESP) DENGAN NODAL ANALYSIS Yasmaniar, Ghanima; Nur Chasanah, Anggraita; Rahmawan, Sigit; Malinda, Marmora Titi; Wastu, Apriandi Rizkina Rangga; Husla, Ridha
Petro : Jurnal Ilmiah Teknik Perminyakan Vol. 12 No. 4 (2023): DESEMBER
Publisher : Jurusan Teknik Perminyakan Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/petro.v12i4.18760

Abstract

Lapangan G memiliki salah satu sumur yaitu G-1 yang sudah lama berproduksi dan dioperasikan menggunakan ESP (Electric Submersible Pump) dengan produksi saat ini 554 BFPD. Maksud dan Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan evaluasi ESP terpasang pada Sumur G-1 dan analisisnya untuk optimasi produksi. Metodologi: Sumur G-1 menggunakan metode perhitungan IPR Wiggins karena watercut-nya yang tinggi, serta digunakan IPR Vogel sebagai kontrol dan produksi pesimis. Analisis optimasi yang dilakukan berdasarkan nodal analysis dimana terjadi perpotongan kurva IPR dan tubing intake, dengan skenario penambahan jumlah stages. Hasil dan Pembahasan: Dari hasil perhitungan IPR Wiggins didapatkan besarnya laju alir maksimal (Qomax) Sumur G-1 adalah sebesar 875,46 BFPD. Sedangkan nilai Qomax dari perhitungan IPR Vogel didapatkan 729 BFPD. Setelah dilakukan perhitungan, dengan skenario penambahan jumlah stages didapatkan nilai perpotongan IPR pada penambahan jumlah stages 232 dengan laju produksi sebesar 683 BFPD. Efisiensi pompa yang didapatkan 57,5%. Penambahan jumlah stage pada jumlah 241, 244, dan 250 tidak dipilih karena melebihi dari batas Qomax Vogel. Kesimpulan: Didapatkan penambahan laju produksi sebesar 129 BFPD dari hasil optimasi penambahan jumlah stages berdasarkan nodal analysis.
PENGARUH POLIMER PC DENGAN ADDITIF TWEEN-80 TERHADAP KARAKTERISTIK POLIMER DAN RECOVERY FACTOR PADA MINYAK 39 °API DI BATUAN SANDSTONE Tilano, Adrian; Samsol; Fattahanisa, Aqlyna
Petro : Jurnal Ilmiah Teknik Perminyakan Vol. 13 No. 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Jurusan Teknik Perminyakan Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/petro.v13i1.19272

Abstract

Background: The increasing demand for petroleum and the depletion of oil reserves in oil fields require the development of more efficient oil recovery techniques to enhance oil production. One method that can be employed is Enhanced Oil Recovery (EOR), where chemical injection becomes a viable approach. One chemical injection method that can be used is polymer injection. One suitable polymer for this purpose is cellulose polymer (PC). Cellulose polymer (PC) is the most abundant polymer in nature, a renewable material that is degradable, biocompatible, cost-effective, and non-toxic. Cellulose can be derived from plants and certain types of bacteria.Objective: This research aims to investigate the influence of temperature variations on cellulose polymer (PC) with Tween-80 additive on the Recovery Factor.Methodology: Laboratory experiments were conducted using the core flooding technique with a core holder, applying the slug method with various °API variations on light crude oil with an API gravity value of 39. Sandstone rock samples were used in the experiments, prepared by saturating with brine and oil.Result: The laboratory results showed a recovery percentage of 7.89% at a temperature of 60 °C and 17.86% at a temperature of 80 °C. The highest increase in oil recovery was observed at a temperature of 80 °C, with a recovery factor of 17.86%. In conclusion:, based on the conducted core flooding experiments, the best recovery factor was found in polymer injection using PC with Tween-80 additive at a temperature of 80 °C.
STUDI ESTIMASI CO2 STORAGE PADA RESERVOIR GAS YANG MENGALAMI PENURUNAN Farrel Ardan, Dzulfiqar; Hartono, Kartika Fajarwati; Ristawati, Arinda
Petro : Jurnal Ilmiah Teknik Perminyakan Vol. 13 No. 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Jurusan Teknik Perminyakan Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/petro.v13i1.19284

Abstract

Peningkatan emisi karbon dari sumber bahan bakar fosil telah mendorong pemerintah Indonesia untuk berkomitmen mengurangi emisi gas karbon dioksida (CO2) yang berasal dari penggunaan bahan bakar fosil, sebagai bagian dari upaya mitigasi perubahan iklim. Mengetahui kapasitas CO2 yang dapat tersimpan dalam reservoir, mengetahui penentuan sumur yang layak untuk dilakukan CO2 storage, mengetahui mekanisme CO2 terhadap perangkap solubilitas didalam reservoir. Dalam penelitian ini diawali dengan pengumpulan data berupa data reservoir data fluida reservoir dan data grid, setelah itu melakukan input data dan juga pemodelan reservoir menggunakan aplikasi T-Navigator setelah itu melakukan matching data dan juga menganalisa injeksi CO2 storage yang terperangkap. Hasil output yang didapat ada produksi tanpa adanya injeksi itu sebesar 15.20 Bscf, produksi yang terdapat injeksi 16.13 Bscf, dan CO2 yang terperangkap. Setelah itu terdapat 3 case yang didapat dikedalaman yang berbeda case 1 dikedalaman 4000 ft terperangkap total sebesar 2.1 MMTCO2 kemudian case 2 dikedalaman 4500 ft terperangkap total sebesar 1.63 MMTCO2 dan yang terakhir case 3 dikedalaman 5200 ft terperangkap total sebesar 0.95 MMTCO2. Terdapat tiga skenario untuk yang paling bagus untuk storage ialah pada case yang pertama dikedalaman 4000 ft karena memiliki paling banyak gas yang terperangkap sebesar 2.1 MMTCO2 dari pada kedua case yang lainnya. Pada reservoir migas yang sudah mengalami penurunan, maka dapat menyimpan CO2 karena masuk dalam salah satu kriteria yang dapat menyimpan CO2. Pengaruh CO2 yang terperangkap di reservoir itu terdapat dua hal, ada yang terperangkap oleh struktural trapping dan ada yang terlarut oleh air di reservoir tersebut.
ANALISIS CASING DESIGN DENGAN MEMPERHITUNGKAN SISA UMUR CASING CARBON STEEL DAN MATERIAL SELECTION BERDASARKAN CORROSION RATE PADA SUMUR Z Saputra, Novan Ade
Petro : Jurnal Ilmiah Teknik Perminyakan Vol. 13 No. 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Jurusan Teknik Perminyakan Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/petro.v13i1.19619

Abstract

Penelitian ini membahas tentang hasil casing setting depth dan casing design dengan mempertimbangkan kondisi geologis bawah permukaan dan corrosion rate pada casing carbon steel pada Sumur Z dimana berdasarkan data histroris terdapat beberapa sumur pada lapangan YZ yang telah di shut in karena diprediksi adanya leak pada casing di bawah packer akibat adanya korosi. Perhitungan corrosion rate dilakukan untuk mengetahui apakah umur sumur dapat mencapai tahun target produksi atau tidak terutama pada production liner, karena sumur berada pada kondisi lingkungan dengan kadar sebesar 28% dan sebesar 0,002%. Dengan menggunakan metode Norsok M-506 dan menggunakan casing grade L-80 29 ppf berukuran 7 in (OD) dan 6,184 in (ID) didapatkan nilai corrosion rate yaitu sebesar 0,602 mm/yr. Hal ini dapat diartikan bahwa casing akan leak sebelum tahun target produksi yaitu 21 tahun. Oleh karena itu, dilakukan pemilihan ulang casing pada production liner agar casing tidak leak sebelum tahun target produksi. Dengan mempertimbangkan beberapa faktor, penentuan casing setting depth telah ditentukan yaitu surface casing dipasang sampai kedalaman 2500 ft, production casing dipasang sampai kedalaman 4450 ft, dan production liner dipasang dari 4100 ft sampai kedalaman 8281 ft. Untuk mencegah adanya masalah leak akibat adanya reaksi antara senyawa korosi dengan steel, maka dilakukan pemilihan material casing pada production liner berdasarkan nilai partial pressure dan partial pressure yaitu casing grade L-80 13Cr 29 ppf.
OPTIMASI DESAIN ESP BERDASARKAN ANALISIS DATA PERFORMA PRODUKSI PADA SUMUR "ARV-13" LAPANGAN Z Hutama, Arvandhi; Setiyaningrum, Priskila Rully; Nurpiansyah, Edwin
Petro : Jurnal Ilmiah Teknik Perminyakan Vol. 13 No. 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Jurusan Teknik Perminyakan Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/petro.v13i1.20203

Abstract

Sumur ARV-13 merupakan salah satu sumur dengan metode pengangkatan buatan berupa electric submersible pump yang berada pada Lapangan lepas pantai di Sumatera Selatan. Berdasarkan data reservoir, data sumur, dan data produksi, dan performa produksi sumur ARV-13, sumur tersebut telah mengalami penurunan produksi. Penurunan kemampuan produksi tersebut menjadi salah satu faktor yang dipengaruhi oleh nilai efisiensi suatu pompa, dimana salah satu upaya untuk mengoptimasi pompa dilakukan dengan cara mendesain ulang pompa esp. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui performa serta nilai efisiensi pompa yang digunakan pada sumur ARV-13 pada laju alir optimum sebelum dan sesudah dilakukan desain ulang electric submersible pump. Hasil dari analisis yang dilakukan terhadap sumur ARV-13 dengan menggunakan inflow performance relationship di dapatkan hnilai laju produksi maksimum sebesar 314,8 BPD dengan laju produksi optimum sebesar 292,2 BPD. Bila digunakan tipe pompa terpasang yaitu RC1000 60Hz efisiensi yang di dapatkan hanya sebesar 38% dari 60% serta titik kurva kemampuan produksi pompa yang jauh dari peak point. Disarankan penggantian pompa dengan tipe D475N dimana menghasilkan efisiensi lebih tinggi yaitu sebesar 44% dari 50%, serta nilai laju produksi optimum yang bertitik lebih dekat terhadap peak point pompa, yakni antara 200-625 BPD. Walaupun nilai produksi optimum sumur masih berada dalam rentang pompa terpasang, namun pompa sudah tidak efisien, maka dari itu kondisi pompa dapat di identifikasi tidak efisien sehingga memerlukan penggantian pompa
PENGUJIAN SIFAT FISIK LUMPUR PEMBORAN BERBAHAN DASAR MINYAK JELANTAH SEBAGAI PENGGUNAAN LUMPUR PEMBORAN YANG RAMAH LINGKUNGAN Rangga Wastu, Apriandi Rizkina; Yasmaniar, Ghanima; Husla, Ridha; Fattahanisa, Aqlyna
Petro : Jurnal Ilmiah Teknik Perminyakan Vol. 11 No. 3 (2022): SEPTEMBER
Publisher : Jurusan Teknik Perminyakan Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/petro.v11i3.9929

Abstract

The well drilling process is highly dependent on the performance of the drilling mud that is  used. The use of oil-based mud that is more environmentally friendly continues to grow by utilizing environmentally friendly or biodegradable materials. This research was conducted to determine whether the use of used cooking oil or waste oil can be reused as a type of oil-based mud that has the same characteristics as Saraline mud or palm oil-based mud. The mud will be tested at several temperatures by testing the physical properties of the mud in the form of density and viscosity. The reference used in this study is the API 13B-2 standard laboratory specification. The result of this research is that the used cooking oil mud is successfully made if the oil water ratio (OWR) is changed to 90:10 and mix used cooking oil with saraline oil in a ratio of 50:50. Based on the tests that have been carried out on the physical properties of density, for samples of saraline mud and samples of used cooking oil mud at temperature of 100oF, there is no addition of barite because it is in accordance with the desired specifications, but for samples of saraline mud at temperatures of 200oF and 300oF, additives of barite are added of 25 gr and 40 gr, respectively, and for used cooking oil mud at temperatures of 200oF and 300oF, the addition of barite additives are 60 gr and 75 gr, respectively, so that all mud can meet the desired specifications. Meanwhile, in viscosity testing, the viscosity values of the samples of saraline mud and used cooking mud at temperatures of 100oF, 200oF, and 300oF, met the desired standard specifications.
ANALISIS PEKERJAAN SQUEEZE CEMENTING PADA KEDALAMAN 7315-7345 FT DI SUMUR “X” DALAM KEGIATAN REPERFORATE DI LAPANGAN “KYO” MADURA OFFSHORE Risfan, Risfan; Satiyawira, Bayu; Ziad, Ziad
Petro : Jurnal Ilmiah Teknik Perminyakan Vol. 13 No. 3 (2024): September 2024
Publisher : Jurusan Teknik Perminyakan Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/petro.v13i3.9979

Abstract

Pada tugas akhir ini dilakukan analisis hasil pekerjaan squeeze cementing yang bertujuan untuk menutup zona perforasi pada sumur “X” dengan cara menganalisis perhitungan volume semen, penggunaan zat aditif, velocity coiled tubing, dan perhitungan tekanan yang akan diberikan dan juga uji keberhasilan cementing dengan squeeze job uji. Pada operasi squeeze cementing pada sumur X menggunakan metode bullhead squeeze dengan peralatan coiled tubing pada pengerjaannya. Sumur X merupakan sumur produksi Gas dengan kedalaman total 7392 ftMD. Berdasarkan kondisi tersebut untuk itu perusahaan memutuskan untuk menutup zona perforasi tersebut dengan melakukan proses squeeze cementing pada interval 7315-7345 ftMD,alasan pekerjaan squeeze cementing pada kedalaman ini dikarenakan zona produksi yang tidak produktif lagi dimana memiliki water cut yang tinggi. Volume semen yang digunakan pada penyemenan ini sebesar 6.2 barrel. Setelah diketahui volume air mani yang digunakan pada sumur ini, maka dapat diketahui jumlah air mani yang digunakan. Setelah penyemenan di zona perforasi maka penyemenan dikatakan berhasil jika dilakukan penyemenan tidak ada kekurangan berdasarkan parameter uji tekanan yang dilakukan dan tes lalu hasil dari tes tersebut menunjukkan hasil yang baik atas zona perforasi yang telah ditutup untuk menutup yang telah ditetapkan. maka dapat diketahui jumlah air man yang digunakan.Setelah penyemenan di zona perforasi maka penyemenan dikatakan berhasil jika dilakukan penyemenan tidak ada kekurangan berdasarkan parameter uji tekanan yang dilakukan dan tes lalu hasil dari tes tersebut menunjukkan hasil yang baik atas zona perforasi yang telah ditutup untuk menutup yang telah ditetapkan. maka dapat diketahui jumlah air man yang digunakan. Setelah penyemenan di zona perforasi maka penyemenan dikatakan berhasil jika dilakukan penyemenan tidak ada kekurangan berdasarkan parameter uji tekanan yang dilakukan dan tes lalu hasil dari tes tersebut menunjukkan hasil yang baik atas zona perforasi yang telah ditutup untuk menutup yang telah ditetapkan. 
ANALISIS SATURASI AIR DARI METODE PERHITUNGAN SIMANDOUX DAN METODE INDONESIA LAPISAN H DILAPANGAN N Kodoati, Virginia Judita Esterlita; Maulani, Mustamina Mustamina; Nugrahanti, Asri Asri
Petro : Jurnal Ilmiah Teknik Perminyakan Vol. 13 No. 3 (2024): September 2024
Publisher : Jurusan Teknik Perminyakan Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/petro.v13i3.9991

Abstract

Formation Assessment or Formation Evaluation is a science which is one of the branches of petroleum engineering that learns about the formation of rock layers or reservoirs related to their ability in hydrocarbon reserves. The research conducted for this final project is to analyze the results of air saturation from 2 methods including the Simandoux method and the Indonesian method in a field. The simandoux method is known to be generally used in formations containing shale of about 5-30%, while for the Indonesian method it is usually used for formations containing more than 30% shale. It is known that the petrophysical log analysis is carried out by looking at the petrophysical parameters of the rock in the formation. It is known that in one field it is necessary to calculate Initial in Place (GIIP) Gas in a gas field and Original Oil In Place (OOIP) in another field, to obtain the required results for water saturation values. In this study, the calculation of water saturation at well MA-01A and MA-09 was carried out and then determined the water saturation value in field N. The research was carried out using Interactive Petrophysic (IP) software. The research will be analyzed qualitative and quantitative log data. In qualitative log analysis, namely to determine formation lithology and to determine the zone where hydrocarbons are present, while the objective of quantitative log analysis is to calculate porosity, shale volume, formation temperature, water formation resistivity, and water saturation. In accordance with the research on the calculation of water saturation in the MA-01A and MA-09 well, it will be determined which method is suitable and suitable for field N. Keyword :Log Interpretation, Water Saturation, Well log, Indonesia Method, Simandoux Method