cover
Contact Name
Erna Meiliana
Contact Email
ernameiliana@trisakti.ac.id
Phone
+6287840093703
Journal Mail Official
jurnal_dimensi@trisakti.ac.id
Editorial Address
Fakultas Seni Rupa dan Desain Universitas Trisakti Jl.Kyai Tapa No.1 Grogol Jakarta 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain
Published by Universitas Trisakti
ISSN : 25275666     EISSN : 25497782     DOI : https://doi.org/10.25105/dim
Core Subject : Humanities, Art,
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain diterbitkan oleh Fakultas seni Rupa dan Desain. Jurnal ini terbit 2 (dua) kali dalam setahun, yaitu Februari dan September. Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain merupakan jurnal bidang seni dan desain yang terbilang aktif sejak pertama kali diterbitkan dari tahun 2003 sampai sekarang. Menjadi salah satu jurnal seni dan desain yang banyak diminati oleh para penulis dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia
Articles 376 Documents
TINJAUAN TIPOGRAFIS PADA SAMPUL MUKA MAJALAH FEMINA Elda Franzia
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 8 No. 2 (2011)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1280.513 KB) | DOI: 10.25105/dim.v8i2.989

Abstract

Abstract The Typographic Review of Femina Magazine's COver. The changing forms of communication brough us to the developing of printed mass media nowdays. For magazine typography is one of the important visual elemnt in cover, besidea other visual elements such as image, colour and lay out. Not just in convey verbal and visual information to the magazine's readers through massages and idea, but also through conotative meanings Femina magazines has been developing it,s face since first time published until now, including typographic developmnet of it's cover. This typography review of Femina magazine's cover will takes about typeface that used as the identity of Femina and the typeface development in coverline, which are using and the hierarchy in coverline, and also the using of color which affects conotative meaning of cover as a whole. In the end, choosing and the using of typeface on magazine's cover connect to the lifestyle of the readers Abstrak Tinjauan Tipografis pada Sampul Majalah Femina, Perubahan bentuk komunikasi dari lisan menjadi tulisan menghantarkan kita pada perkembangan media massa cetak masa kini. Pada majalah, tipografi merupakan elemen visual penting yang terdapat pada sampul muka, di samping elemn viual lainnya seperti image, warna dan tata letaknya. Melalui tipografi, informasi verbal dan visual disampaikan kepada pembaca majalah tersebut memalui pesan dan gagasan yang dibawanya serta kesan atau citra secara visual yang disampaikan olehnya. Majalah Femina telah mengalami perkembangan dalam perwajahannya sejak awal terbutnya sampai sekarang. termask perkembangan tipografi pada sampul mukanya. Tinjauan tipografis pada sampul muka majalah Femina ini akan membahas mengenai jenis huruf yang digunakan sebagai identitas Femina dan perkembangan jenis huruf yang digunakan sebagai coverline, yaitu penggunaan dan hierarki coverline serta penggunaan warna yang mempengaruhi citra visual dari tampilan keseluruhan. Pemilihan dan penggunaan jenis huruf pada sampul majalah pada akhirnya terkait erat dengan gaya hidup masa kini pembacanya
REPRERSENTASI KONSEP EKOLOGI DI PEMUKIMAN KAUMAN YOGYAKARTA Cama Juli Rianingrum; Agus Sachari
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 8 No. 2 (2011)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (872.546 KB) | DOI: 10.25105/dim.v8i2.991

Abstract

AbtractIn the modern era nowdays, the development process of dwelling is expected to be that of a tranformation, making way for changes while adjusting physical appereances to suit the traditional way of thinking. The end result of such a process is therefore expected to show traces of traditional values, since stepping forward requires also looking back at tradition in creative process to determine meanings, by re-studying the concepts of traditional architecture that environmentally friendly and harmless to natureThe Javannese society is one of cinsiderable ecological ethics Theu process of concept of cultural value derived from nature, believing that they are part of nature's will where human and nature influence each other by creating harmony between the microcosmos ( the house ) and the macrocosmos ( nature) for the sake of mental and physical peace, which is reflected in the design of the Javannese house. The shape of Javannese buildings and their surroundings are an architectural manifestation of the totality of a life statement originating from the manners of placing the self, norm, and human value system among the environmental condition to create harmony aimed at preserving the balance of nature. This is evident is the Kauman village in Yogyakarta ( established 1775) , a traditional village capable of maintaining its originality for nearly three centuries. It remains a calm and clemet housing in the middle of urban Yogyakarta AbstrakDi era modern saat ini, proses pembangunan tempat tinggal diharapkan membawa perubahan, membuat jalan bagi perubahan sementara menyesuaikan penampilan fisik yang sesuai dengan cara berpikir tradisional. Hasi akhir dari prosestersebut diharapkan tetap mempertahankan nilai-nilai tradisional, karena melangkah maju membutuhkan juga melihat kembali tadisi dalam proses kreatif untuk menentukan makna, dengan kembali mempelajari konsep arsitektur tradisional yang ramah lingkungan dan tidak berbahaya bagi lingkungan, Masyarakat Jawa merupakan salah satu etika ekologis yang cukup besar. Mereka memiliki konsep-konsep nilai budaya yang berasal dari alam, percaya bahwa mereka adalah bagian dari kehendak alam, percaya bahwa mereka adalah bagian dari kehendak alam di mana manusia dan alam saling mempengaruhi dengan menciptakan keselarasan antara mirokosmik ( rumah) dna makrokosmos ( alam) demi perdamaian mental dan fisik, yang tercermin dalam desain rumah Jawa. Bentuk bangunan Jawa dan lingkungannya merukan manifestasi arsitektur totalitas penyataan kehidupan yang berasal dari tata cara menempatkan diri , norma, dan sistem nilai manusia anatara kondisi lingkungan untuk menciptakan harmoni yang ertujuan untuk memelihara keseimbangan alam. Hal ini terbukti di desa Kauman di Yogyakarta (didirikan 1775) , sebuah desa tradisional mampu mempertahankan keasliannya selama hampir tiga abad. Ini tetap menjadi perumahan tenang dan sejuk di tengah kota Yogyakarta.
PERNACANGAN ULANG SARANA JUAL ES GOYANG UNTUK AREA PUSAT PERBELANJAAN Sigit Subiantoro; Dedi Dwi Haryadi; Diana Meliza Stephani
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 8 No. 2 (2011)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1050.914 KB) | DOI: 10.25105/dim.v8i2.992

Abstract

AbstractIndonesia has many cultures that have been exist from long time ago.One of them,which is popular and close to human living, is culinary . With support of simple tools and diverse production methods. Indonesia's traditional food, snack and beverage grown. Es goyang is one of traditional frozen dessert that popular in 80's in Java and some other island. This is, which popular because of its swinging cart, is a roadside frozen desseert that consumed by both child and adult at taht time. But as the time passing, foreign product came and began to replace the existence of national and traditional product. Influence by shopping mall involve, roadside trader began to look shaby and abandoned. It gave a give effect to es goyang' sale as a traditional frozen dessert. The booming of packaged  product gave challenge in term of price, place and quality. Nowdays, kids know about supermarket and it's packaged stick ice much better than traditional ice like es goyang. Es Goyang's consumer disminish and the number of seller too. If this condition keep going , it is not imposible if es goyang wiill be extinct as the time gone. Because of that, there is a need of something that can keep es goyang exist in Indonesia's human living nowdays. Using unique character of es goyang , combine with creative inovation base on people lifestyle, there will be a new creative redesign of es goyang cart which looks more attractive and able to complete with other product nowadays. AbstrakIndonesia meiliki banyak nilai budaya yang sudah ada sejak dulu. Slah satunya yang populer dan dekat dengan kehidupan masyarakat, adalah kuliner. Dengan metode produksi beragam dan alat sederhana, berkembanglah makanan tradisional Indoensia. Esgoyang adalah salah satu jajanan tradisional yang populer tahun 80-an di Jawa dan sekitarnya. Es yang terkenal karena gerobak goyangnya ini merupakan jajanan pinggir jalan yang dikonsumsi baik anak maupun orang tua pada saat itu. Namun seiring berkembagnya waktu, masuknya produk luar mulai menggeser eksistensi produk-produk dalam negeri. DI dorong pula oleh menjamurnya pusat perbelanjaan, pedagang pinggir jalan mulai terlihat kumuh dan ditimggalkan. Hal ini berpengaruh besar pada penjualan es goyang sebagai jajanan tradisional pinggir jalan. Masuknya produk-produk kemasan memberi tantangan dari segi harga, tempat jual, maupun kualitas. anak-anak saat ini lebih mengenal supermarket dengan es kemasannya. Konsuemn es goyang menurun dan membuat jumlah pedagang terus berkirang. Jika hal ini terus menerus berlangsung, bukan tidak mungkin jajanan tradisional ini akan punah seiring berjalannya waktu. Untuk itu dibutuhkan sarana yang dapat mempertahankan eksistensi es goyang di tengah masyarakat saat ini, Dengan membawa ciri-ciri khas es goyang ditambah pendekatan-pendekatan kreatif sesuai lifestyle saat ini, dapat dibuat sarana es goyang baru yang lebih menarik dan mampu bersing dengan produk-produk lainnya 
IKLAN DJARUM 76 TEMA JIN: KAJIAN STRUKTUR DAN MAKNA Asidigisianti Surya Patria
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 8 No. 2 (2011)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1056.813 KB) | DOI: 10.25105/dim.v8i2.993

Abstract

AbstrakIn Djarum 76 commercial can be studies visually and verbally. Visually, the figure which is shown as an icon is a genie with Javanesse full set cloth, with beskap ( Javannese shirt) dan blangkon ( Javanese hat) , in the background also pictured mauntains and rice field. The figureis similing with an open arms like asking to join. Verbally is written as slogan shown culture acculturation between Indonesia and English AbstrakPada iklan Djarum 76 dilihat dari aspek visual dan verbal. Secara visual figur yang dimunculkan pada iklan sebagai ikon adalah jin dengan busana orang Jawa dengan lengkap dengan beskap dan blangkon disertai latar belakang pegunungan dan persawahan khas tanah Jawa. Dengan senyum dan tangan terbuka lebar seperti megajak. Aspek verbal berupa slogan yang digunakan terdapat akulturasi budaya antara Indonesia Inggris denga salah satu katanya mengadaptasi bahasa Inggris
PERIODISASI POLA-POLA PERUBAHAN PADA TENUN ULOS BATAK TOBA DI SUMATERA UTARA DAN TENUN GRINGSING DI TENGANAN BALI AGA DARI ABAD KE-19 SAMPAI ABAD KE-20 Ganal Rudiyanto
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 8 No. 2 (2011)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1360.294 KB) | DOI: 10.25105/dim.v8i2.994

Abstract

Abstract The changes that occur in community are also caused by human factors as an indicator. Nevertheless technology indicators and economic needs appear to be dominant in accelerating in the mid-19th century, a tendency towards a shift or change. these changes can run slowly and progressivelyThis paper describes the weaving looms culture periodicity of Toba Bataknese adn Balinese that began in modern times, the 19th century until the 20th century. Abstrak Bagaimanapun perubahan yang terjadi di dalam masyarakat juga disebabkan oleh banyak faktor-faktor sebagai suatu indikator . Walupun demikian indikator teknologi dan kebutuhan ekonomi napmak lebih dominan memberikan percepatan pada pertengahann abad ke-19, kecenderungan ke arah terjadinya pergeseran atau perubahan. Perubahan itu dapat berjalan secara progresif dan perlahan.Tulisan ini menggambarkan periodisasi budaya tenun Batak Toba dan Tenun Bali ini dimulai pada zaman modern, abad ke 19 sampai abad ke -20
REPRESENTASI KARTUN EDITORIAL JAWA POS BERTEMA KLAIM MALAYSIA TERHADAP WILAYAH DAN HASIL BUDAYA INDONESIA Cons. Tri Hadoko
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 7 No. 2 (2010)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1592.477 KB) | DOI: 10.25105/dim.v7i2.995

Abstract

Abstract The Jawa Post editorial cartoons which appointed Malaysia claimed on Indonesia's teritority and cultural products in this article discussed about Ambalat sea and Indonesia's cultural products which was claimed by Malaysia. Editorial cartoon analisist metode adapted Cartoon analysis Worksheet which was designed by the Education Staff, National Archieves and Records Administration , Washington DC. The analisist clue explained that editorial cartoons described Mlaysia as the guilty side and formalized opinion that Malaysia was thief. then rise term Malingsia not Malaysia anymore, maling mean thief. Those editorial cartoons described asweel Indonesia nation was week nation, not concerned to their national treasure and cultural products, fulfilled by social and economic problems also political intricts which effected inside emasculation. Those made another nation easy to infiltrated, intervantions, agitated Indonesia stability AbstrakKartun editorial jawa Pos yang mengangkat tema kalin Malaysia terhadap wilayah dan hasil buudaya Indoensia dalam tulisan ini membahas tentang laut Ambalat dan klaim hasil budaya Indoensia seperti tari pendet, reog ponorogo , batik, lagi rasa sayange dan sebagainya oleh Malaysia. Metode analisis kartun editorial mengadaptasi Cartoon Analysis Worksheet yang didesain dan dikembangkan oleh The Education Staff, National Archieves and Records Administration, Washington DC. Hasil analisis mengungkapkan bahwa kartu editorial menggam,barkan malaysia sebagai pihak yang bersalah dan membentuk opini bahwa Malaysia adalah pencuri, sehingga muncullah istilah Malingsia bukan lagi Malaysai, maling artinya pencuri
RUMAH SUSUN , SOLUSI KEBUTUHAN PERUMAHAN DAN PERBAIKAN LINGKUNGAN DI KOTA JAKARTA Susy Irma Adisurya
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 7 No. 2 (2010)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1808.798 KB) | DOI: 10.25105/dim.v7i2.996

Abstract

AbstractLiving in a flat becomes a new phenomenon that interest urban people nowdays. The Flat Development Program is intending to create the better environment, including solving the people density problems, housing fulfilment for urban communities , and expanding urban green space in big cities, especially in Jakarta.This reseach is using qualitative method . It shows that the development of vertical housing such as flats are carrying some goodness to the city nevironment, including (1) the effecienci and optimalization of space that produce green environment and (2) the centered density is a certain space Abstrak Tinggal di rumh susun sudah menjadi suatu fenomena baru yang diminati oleh masyarakat perkotaan. Program Pembangunan Rumah Susun (Rusun) yang diharpkan akan membawa perbaikan lingkungan, di anataranya menyelesaikan masalah kepadatan penduduk, pemenuhan perumahan rakyat di kota besar dan pengembangan ruang hijai khususnya Jakarta.Penelitian ii menggunakan metode  kulaitatif. Hasilnya menunjukkan bahwa pembangunan vertical housing berupa rumah Sususn ini membawa beberapa manfaat pada lingkungan kota seperti (1)Efisiensi dan optimalisasi lahan, hingga tercipta suasanan ramah lingkungan ( 2) Pemusatan kepadatan pada suu kawasan
UNSUR-UNSUR ESTETIK PADA FOTO INTERIOR GEREJA KATEDRAL DI JAKARTA Julius Andi Nugroho
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 7 No. 2 (2010)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1468.18 KB) | DOI: 10.25105/dim.v7i2.997

Abstract

Abstract Media photography in interior  is usually more talk about that aesthetic elemnts that summarized in frame with good composition. To produce composition and good result, lighting factors play an important role . The right lighting can produce impressions better associated with the meaning of the building itself.The need for interior pictures never recede from time to time. many purposes in the making, starting from the need of books, magazine, company profile, until the calender and postcard. And for other purposes can be more free and , illustrative, with the value of higher art, such as close up, cropping or lighting. AbstrakPeranan media fotografi dalam interior umumnya lebih berbicara tentang unsur unsur estetik yang terangkum dalam sebuah bingkai dengan komposisi yang baik. Dalam menghasilkan suatu komposisi dan hasil yang baik, faktor pencahayaan memegang peranan penting.Pencahayaan atau lighting yang tepat dapat emghasilkan kesan-kesan yang lebih baik terkait dengan makna bangunan iru sendiri
CITRA PEREMPUAN PADA IKLAN AXE VERSI 'POTONG HARGA' DI MEDIA TELEVISI Hendro Aryanto
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 7 No. 2 (2010)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (988.725 KB) | DOI: 10.25105/dim.v7i2.999

Abstract

AbstractThis article discuss about Axe Advertisement 2010 " cutting price' which price and dress could analogized by exposing a woman who cut the bellow part of her dress up to over her knee, as a metaphore of the cutting price. Approximation of this advertisement used to support advertisement tagline, that is " Pria suka yang mini, maka Axe sekarang harganya minim." If was looked from gender perspective, it would be emerge bias meaning, that mini dress was not merely mini price, but sexy aswell AbstrakArtikel ini membahs tentang iklan Axe tahun 2010 versi 'potong harga" yang mana anatara harga dan baju bisa dianalogikan dengan menampilkan simbol seorang perempuan menggunting bajunya hingga di atas lutut , sebagai metafora harga yang hendak dipotong. Pendekatan iklan ini tidak dipakai untuk mendukung slogan iklan yaitu yaitu " Pria suka yang mini, maka Axe sekarang harganya minim" Jika ditinjau dari perspektif gender, maka hal ini akan menimbulkan makna yang bias yaitu rok mini bukan sekedar harga yang mini, tapi juga seksi
KONSEP DESAIN EVALUATIF SEBAGAI KERANGKA PEMIKIRAN PRAKTIS UNTUK DESAIN OTOMOTIF Suryo Artdiyanto
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 7 No. 2 (2010)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1111.507 KB) | DOI: 10.25105/dim.v7i2.1000

Abstract

AbstrakBehalf of initianting a brand new educational program where student interest would be applied in specialized study in Desain Produk FSRD Triskati University , intended into 3 major study : (1) product design base of crafting, production process, making the craft product, (2) product design base of industrial standard mass production process, making the industrial product, and (3) fashion and accesories design, making its product the second speliazed subject of interest divided later into several interest such as : electronic product, non-electronic product and automotive, transportation, thus the wiriting created at large to perform design knowledge foundation creating automotive concept design, coped by the automotive subject of interest AbstrakMenyambut akan dimulainya pengkhususna pemintan pada program Studi Desain Produk FSRD Universitas Trisakti, yang akan membagi peminatan menjadi 3 yaitu (1) desain produk berbasis proses produksi kerajinan yang akan menghasilkan produk-produk kria (2) desain produk berbasis proses produksi industri berorientasi standar industri massal ( 3). desain fashion dan asesorisnya, di mana peminatan yang kedua tersebut dibagi lagi menjadi beberapa peminatan seperti produk elektronik, produk bukan elektronik dan otomotif, transportasi, tulisan berikut mencoba memberikan konsep desain mobil yang nantinya akan termasuk dalam peminatan otomotif

Page 8 of 38 | Total Record : 376