cover
Contact Name
Erna Meiliana
Contact Email
ernameiliana@trisakti.ac.id
Phone
+6287840093703
Journal Mail Official
jurnal_dimensi@trisakti.ac.id
Editorial Address
Fakultas Seni Rupa dan Desain Universitas Trisakti Jl.Kyai Tapa No.1 Grogol Jakarta 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain
Published by Universitas Trisakti
ISSN : 25275666     EISSN : 25497782     DOI : https://doi.org/10.25105/dim
Core Subject : Humanities, Art,
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain diterbitkan oleh Fakultas seni Rupa dan Desain. Jurnal ini terbit 2 (dua) kali dalam setahun, yaitu Februari dan September. Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain merupakan jurnal bidang seni dan desain yang terbilang aktif sejak pertama kali diterbitkan dari tahun 2003 sampai sekarang. Menjadi salah satu jurnal seni dan desain yang banyak diminati oleh para penulis dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia
Articles 376 Documents
VISUAL CULTURE POLITIK: STUDI KASUS ISSUE GENDER DAN ETNISITAS KAMPANYE PADA MEDIA BALIHO KHOFIFAH INDRAPARAWANGSA DAN MOEDJIONO SEBAGAI CAGUB DAN CAWAGUB JAWA TIMUR PERIODE 2008-2013 Hendro Aryanto
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 7 No. 1 (2009)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1817.997 KB) | DOI: 10.25105/dim.v7i1.1123

Abstract

AbstractVisual aspect or imagery and language is considering cultural dimension, and observed contextual issue inside society. Changing behaviour toward women leadership in political are not caused of the higher intellegences and higher political aawareness, but triggered by the failure of political party with its internal conflicts.It is about time for gender discourse to socialized to set woman as a human being who has an equal position to men AbstrakAspek visual atau pencitraan dan bahasa amat mempeehatikan dimensi budaya , serta memperhatikan konteks isu yang berkembang di masyarakat. Perubahan sikap terhadap kepemimpinan perempuan dalam politik tidak hanya dipcu oleh semakin cerdas dan tingginya kesadaran politik semata, tetapi juga dipicu kegagalan partai politik karena seringnya konflik yang terjadi dalam parpol. Sudah saatnya wacana tentang gender perlu disosialisasikan untuk menempatkan perempuan sebagai manusia yang sama kedudukannya dengan kaum laki-laki.
ANALISIS TANDA PADA POSTER KAMPANYE ANTI DISKRIMINASI 'GUERRILLA GIRLS' DI BIDANG SENI , SOSIAL, POLITIK DI AMERIKA SERIKAT Cons. Tri Handoko
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 7 No. 1 (2009)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1104.143 KB) | DOI: 10.25105/dim.v7i1.1129

Abstract

AbstractThis article studied about a group of artists named " Guerilla Girls" . Their initial mission is seek for balanced honors of artworks which made by women artists as equivalent to men artists. Their campaign idea continues to every social gap aspects which happened to women. This article described the meaning of signs which appears in verbal and visual form messages in their campaigan posters, analyzed with Roland Barthen's semiotics approach. The conclusion shows that form the verbal and visual forms of the posters, they are not just about women rights but also for wider importance , to honor minority rights and public awareness about social problems which still happen in United States of America AbstrakTulisan ini mengetengahkan tentang sebuah kelompok seniman yang menamakan dirinya " Guerilla Girls" . Misi awal mereka adalah menuntut kesamaan penghargaan terhadap karya seni yang dihasilkan oleh para seniman perempuan sama sepereti halnya seniman laki-laki. Ide kampanye mereka kemudian berlanjut juga ke semua aspek kesenjangan sosial yang dirasakan oleh kaum perempuan. tulisan ini mendeskripsikan makna tanda yang muncul pada pesan verbal dan visual yang terdapat pada poster kampanye mereka, dikupas dengan pendekatan semiotika Roland Barthens. Hasilnya menunjukkan bahwa ditinjau dari bentuk pesan verbal dan visualnya karya-karya poster tersebut bukan sekedar berisi tentang pemenuhan hak-hak kaum perempuan namun juga untuk kepentingan yang lebih luas yakni penghargaan terhadap hak-hak minoritas dan  penyadaran publik akan permasalahan sosial yang masih terjadi di Ameriak Serikat
VISUAL POLLUTION IN THE CONTEX OF CONFLICTING DESIGN REQUIREMENTS Sumartono Sumartono
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 6 No. 2 (2009)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1345.553 KB) | DOI: 10.25105/dim.v6i2.1140

Abstract

AbstrakPopulasi Sosial dalam Kaitannya dengan Pertentangan Persyaratan Desain. Semua jenis desain ( desain grafis, produk dan interior) dirahkan untuk mempertimbangkan beberapa persyaratan tertentu yang diikuti dengan penggunaan metode berfikir secara logis guna memenuhi suatu proses desain. apabila dalam mendesain sesuatu, persyaratan-persyaratn tersebut sudah dipertimbangkan dengan baik dan proses desain secara logis telah digunakan, maka lengkaplah desain itu sendiri. Idealnya , tidak terjadi pertentangan di antara desain yang dibuat karena semuanya sudah berlandaskan kepada pengguanan metode proses desainyang logis. Namun pada kenyataannya, keberadaan yang diharapkan saling menunjang dari masing-masing desain telah menimbulkan adanya pertentangan dalam hal pemenuhan persyaratan dan juga logika. Pertentangan tersebut dapat kita jumpai pada saat terjadi polusi pemandangan ( visual pollution) di suatu lokasi. Tulisan ini akan membahas pengaruh dari pemandangan yang diakibatkan oleh keberadaan papan reklame, rambu-rambu di jalan, poster, rumah/gedung, kendaran yang bergerak, desain grafis di luar toko, desain kemasan, coretan-coretan dan lain-lain dalam konteks pertentangan dalam hal persyaratan dan berpikir logika. AbstractVisual Pollution In the Context of Conflicting Design Requirements. All designs ( graphic, product, and interior design)are directed to consider certain requirements which are followed by logical thinking to fulfill a design process. Once the requirements of each design have been well considered and the logical design process has been fulfilled, the design is complete. Ideally . all design are not supposed to be in conflict with each other because aeach one is based on logical design process. In reality, however the mutual existence of these designs has produced conflicting requirements and thereby conflicting logics. This conflict can be seen in visual pollution. This paper will examine the impct of visual pollution caused by billboard, street signs, posters, houses/buildings, automobiles, shopfront graphic design, packaging design, grafitti etc, in the contex of conflicting logic/requirements 
KARAKTER KARTUN PADA KEMASAN MAKANAN RINGAN Elda Franzia
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 6 No. 2 (2009)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1446.096 KB) | DOI: 10.25105/dim.v6i2.1141

Abstract

AbstractCartoon Character on Snacks' Packaging. Snacks' packaging in the market nowdays use cartoon character as an image element for the packaging. The cartoon character chosen in the snacks' packaging for 5-12 year olds tend to adopt familiar character from to the children,  because they are relatively open to familiar characters . the cartoon character is developed fraom a fable character that has goog spesfic characteristics such as a stong, brave, smart and visually attarctive. Colour are also are prime colours such as a red, yellow and blue. A snack's packaging for colours and a character that is acceptable and familiar to the children. As a parents, the snack's packaging has to reflectand represent a healty snack dor the children AbstrakKarakter Kartun Pada Kemasan Makanan Ringan. Kemasan makanan ringan yang dijual saat ini banyak menggunakan karakter kartun sebagai unsur image pada kemasan. Pemilihan karakter kartun pada kemasan makanan ringan untuk anak-anak usia 5-12 tahun cenderung mengambil bentuk atau tokoh yang dekat dengan anak-anak. Hal ini sesuai dengan pendekatan psikologi anak yang lebih meudah menerima sosok yang sudah akrab dan tidak asing bagi mereka. karakter kartun ini sering kali merupakan pemgembangan dari tokoh-tokoh hewan yang  mempunyai sifat--sifat baik seperti kuat, gagah,berani tenagkas ,cerdas dan menarik untuk divisualisasikan. warna-warna yang digunakn juga disesuaikan dengan sifat dan karakter yang mudah tertangkap oleh mata mereka seperti kuning, dan biru. Desaih suatu kemasan makanan ringan untuk anak-anak akan lebih berhasil apabila menggunakan warna -warna primer dan karakter yang disukai oleh anak-anak . Sedangkan bagi orang tua kemasan makanan ringan tersebut harus pula mencerminkan makanan sehat untuk anak-anaknya.
DESAIN KEMASAN PLASTIK SERTA MATERIAL PEMBENTUKNYA Ariani Ariani
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 6 No. 2 (2009)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1235.459 KB) | DOI: 10.25105/dim.v6i2.1143

Abstract

AbstractPalstic Packaging Design and the Materials that are needed. In today's world and life without plastic is incomprehensible. Throughout time, plastic has been rapidly developing and growing arround us. We are constantly in contact with some shape and form of plastic no matter where we turn, from grocery stores to automobiles , parts of cellular phone and computers, to home appliances . Palstic is durable, it is universal product tha is lightweight but degrades very slowly. However , plastic often contains toxic additives, for instance, plasticizers like adipates and phtalates are often added to brittle palstic like polyvinyl chloride ( PVC) to make them easy enough to use in food packaging, children's toys and teethers, tubing , shower curtains and other items. Traces of these chemicals can leach out of the plastic when it comes into contact with food. To face this reality ,as a consumer of plastic ware product our main concern is to choose the safe product by knowing what materials it is made form AbstrakDesain Kemasan Plastik serta Material Pembentuknya. Belakangan ini, dalam kehidupan sehari-hari tanpa menggunakan plastik menjadi hal yang tidak mudah. Selama ini penggunaan plastik telah berkembang dengan cepat di sekitar kita. Hampir setiap saat manusia berhubungan dengan bermacam bentuk dan jenis plastik di mana pun berada, sebagai contoh mulai dari toko bahan makanan, perlengkapan otomotif, bagian-bagian dari telepon seluler dan komputer, hingga peralatan rumah tangga. Plastik bersifat tahan lama, produk yang universal , ringan tetapi proses penguraian./penghancurannya bersifat sanagat lambat. Di samping itu, plastik juga memiliki kandunagn beberapa jenis sat beracun. Sebagai contoh, bahanbaku plastik sperti adipate dan phthalate, biasa ditambahkan untuk membuat plastik tidak kaku dan rapuh misalnya pada polivinyl cholride (PVC) akan lebih mudah dibentuk untuk digunkan pada mainan anak-anak, dan gigitan bayi, produk-produk pi[pa, tirai kamar mandi dan produk-produk lainnya. Kandungan bahan kimia ini dapar bereaksi apabila bersentuhan langsung dengan makanan. menghadapi kenyataan ini penggunanproduk-produk dari plastik harus waspada dalam memilih produk yang aman dengan mengetahui abhan pembentuknya
RAGAM HIAS MASJID DALAM KAJIAN ESTETIKA Sri Anggarini
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 6 No. 2 (2009)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1888.676 KB) | DOI: 10.25105/dim.v6i2.1144

Abstract

AbstractThe Mosque Decoration  According to the Study of Aesthetic. Aethetics is a consequence experiment where beauty can be expresed through the words of a sarmon, but can also be expresed through other media ladens that conveys the message of the congregation. The objects n this case are a mosque contruct and the decoration, which are responded by two ways, cognitive and practical. No matter what or how the point of view is, if a person is related to an aesthetic objects, Then it will be surely contempalte  on the quality aspect. This artikel raises the issue on the function as will as the rule of decoration as one of the aesthetical elements og mosque in the mark, Mantingan, Kudus and Semarang, Central of Java. AbstrakRagam Hias Masjid dalam Kajian Estetika. Estetika merupakan pengalaman yang secara sadar dihayati sehingga keindahan dapat diungkapkan baik melalui kata-kata berupa khotbah tetapi bisa juga melalui media2 lainnya yang sarat dengan pesan-pesan yang ingin disampiakan kepada para jamaah. Objek dalam hal ini adalah bentuk bangunan masjid dan ragam hiasnya di tanggapi dengan dua cara , yakni secara kognitif dan praktis. Apapu atau bagaimanapun sudut pandangnya bila seseorang terkait pada objek yang estetik tentu akan menkontemplasikannnya pada segi-segi kualitas . Tulisan ini mengangkat fungsi maupun fungsi maupun peranan ragam hias sebagai salah satu unsur estetika pada mesjid di Demak , Mantingan, Kudus, dan Semarang di Jawa Tengah
PERANAN RUANG PADA RUMAH GADANG DI SUMATERA BARAT Katherine Steffi Halim; Eveline C S
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 6 No. 2 (2009)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1535.069 KB) | DOI: 10.25105/dim.v6i2.1145

Abstract

AbstractThe Role of Interior Space of Gadang House in west Sumatera. Indoensia is well known for its variety of culture. One of them is Minangkabau culture and it is a heredity heritage of the Minangbakau ancestor . One of this heritage is Rumah Gadang, which is a traditional house of the Minangkabau people . By knowing Rumah Gadang, the uniqueuness culture of Minangkabau is also known above all , Rumah Gadang is not just a place to live in for Minangkabau people , But also as a place for gathering of all the Minangkabau family. For the interior perspective , each divided base on different functuion according to the custom of there tadition. AbstrakPeranan Ruang Pada Rumah Gadang di Sumatera Barat. Indonesia terkenal terkenal akan keanekaragaman budayanya. Salah satuny adalah kebudaay ala Minangkabau. Kbudayaan ala Minang Kabau merupakan warisan turun temurun dari nenek moyang suku Minangkabau. Salah satu itu warisan itu adalah rumah gadang yang merupakan rumah masyarkat adat Minang Kabau. Mengenal rumah gadang berarti mengenal salah satu ke khasan mInangkabau apalagi Rumah Gadang tidang hanya sebagai tempat tinggal keluarga tetapi juga merupakan suatu lembaga di dalam keluarga besar Minang kabau. Dari segi interior Rumah Gadang memiliki ruang-ruang dengan fungsi masing-masing yang diatur dalam hukum adat.
THE CONTRIBUTE OF INTERIOR DESIGN TO ANTICIPATE FLOOD IN URBAN CITY Cama Juli Rianingrum; Sri Puji Astuti
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 6 No. 2 (2009)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.127 KB) | DOI: 10.25105/dim.v6i2.1154

Abstract

AbstrakPeranan Desain Interior dalam mengantisipasi Permasalahan Perkotaan. Masalah perkotaan di Negara berkembang di manapun di dunia hampir memiliki masalah yang sama yaitu masalah ekonomi yang berkaitan dengan ketimpangan antara pembangunan kota yang mengikuti perkembangan jaman menuju kota modern yang tidak diikuti dengan perkembangan sumber daya manusianya, yaitu pembangunan yang berantakan dan 'lari' dari master plan awal. Salah satu akibatnya adalah terjadinya banjir. Sejak jaman Orde Lama di Jakarta sudah direncanakan adanya kanal barat dan kanal timur untuk mengantisipasi banjir, namun tidak berjalan dengan baik bahkan sampai sekarang belum selesai dibangun , akibatnya Jakarta menjadi langganan banjir setiap tahun. Sudah banyak usaha yang dicoba dilakukan, seperti : perbaikan tata kota, pembukaan lahan hijau/taman, membatasi pembangunan , dan lain-lain. Namun bagaimana untuk mengantisipasi dalam mengurangi kerugian akibat banjir untuk gedung-gedung yang sudah berdiri ? Di sinilah desain interior mencoba untuk ikut berperan dalam masalah perkotaan ini. AbstractThe Contribute of Interior Design to Ancipate Flood in Urban City.Urbanproblems in developing countries around the world has a common issue. namely economical disparity of a city development that follows modern principles but not accompanied by human resiurcea development, resulting in development that are chaotic and ignored the initial master-plan. One of consequence of this the event of flood. Since the era Soekarno, Jakarta has planned west-canal and east-canal to anticipate flood, it was going the way it was planned and even untull now is still incomplete. The result of this is that Jakarta becomes flooede every year. Many efforts have been done, such as: better urban planning, green spaces, structural guidance, etc. But how to mitigate the loss from flood on the structures and buildings that already there? This is where interior try to contribute to solve the city's problem 
SEMIOTIC DESIGN Tri Rahayu
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 6 No. 2 (2009)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2031.802 KB) | DOI: 10.25105/dim.v6i2.1186

Abstract

AbstractDesign Semiotics.Self-maturing linguistics itself, on the the contextual-communication as case of keywords of the problem becomes such general symptoms towards the ultimate point where everything is a 'language' . On the most significant relation about discourses of design as linguistics phenomenon 'first and foremsot' on the viusal culture framework as formed by contemporary civilizationis felt to position 'design' as a centre of this civilization. Design become an intelegent zone expresses, the complexity needs and exixtential to outside-inside, is moving to the rotation of interiority inner -sublime of human. There, design becomes in nutrition of inner-human, expressing hidden experiences that is a confusion and 'beyond the wods, moreever to sophisticated epistemology, 'semiotics' here becomes a very important part of the expression of reality. This writing is trying to explore the semiotics framework on design. Abstrak.Design Semiotics. "Linguitics" yang mematangkan dirinya pada kontekstual 'komunikasi'  sebagai keywords pesoalannya, menjadi semacam gejala umum yang titik kemen-dasaranan akan segala hal ada pada ranah 'language'. Pada kajian yang teramat penting tentang pewacanaan desain sebagai fenomena bahasa, terutama sekali pada kerangka visual culture sebagai bentukan peradaban kontemporer terasa makin mendaulat design sebagai inti/orbit peradaban ini. Desain menjadi wilayah cerdas yang membahsakan kompleksitas kebutuhan dan kebertubuhan akan tubuh dan jiwa. Pewacanaan design lantas bergeser dari 'eksistensi' ke 'esensi' , dari luaran ke kedalaman, bergerak ke pusaran sublimitas interioritas batin manusia. di sana desain menjadi nutrisi batin manusia, mengungkap pengalaman -pengalaman tersembunyi yang galau dan susah terumuskan, bahkan memasuki wilayah 'labenswelt' ( membahasakan sebelum realitas terbahasakan) Lewat epis-temologinya yang sedemikian rumit, 'semiotics' dalam hal ini menjadi bagian yang teramat penting pada realitas pembahasanannya. Tulisan ini mencoba menelisik kerangka semiotics dalam design 
BEBERAPA CATATAN TENTANG PENGGUNAANMEDIA AUDIO VISUAL SEBAGAI KOMPONEN DALAM PENDIDIKAN Djoni Djuhari
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 6 No. 2 (2009)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (962.602 KB) | DOI: 10.25105/dim.v6i2.1188

Abstract

AbstractSeveral Notes on using the Audio Visual Media as a Components of education. The teaching process in the education field, communication is a key element. Demands and limited time of course for to achieve this certain goal requires the efficacy og implementation and education of technology not only uses language in the form of oral and written but also languange such as audio visual media. Animation film produsction and simple video animation for educational information can be applied as an instruction media. This techniques is considered suitable in terma of its implementation because it does not require special equipment and can be implemented in simple studios such as in campuses that do have enough equipment AbstrakBeberapa catatan tentang Penggunaan Media Audio Visual Sebagai Komponen dalam Pendidikan. Dalam proses belajar mengajar di duania pendidikan , komunikasi merupakan unsur utama. Tuntutan dan keterbatasan waktu untuk menyelengarakan pendidikan meningkat sesuai dengan perkembangan masyarakat. Untuk mencapai tujuan itu dibutuhkan efisiensi penyelengaraan. Teknologi pendidikan selain menggunakan bahasa ( lisan, tulisan), juga menggunakan bahasa rupa media audio visual. Produksi animasi film dan video animasi sederhana untuk informasi pendididkan dapat diterapkan sebagai media intrusksional. teknik ini dianggap cocok ditinjau dari segi pelaksanannya, karena tidak memerlukan peralatan khusu , serta dapat dilaksankan pada studio studio sederhana seperti di kampus-kampus yang peralatannya tidak terlalu lengkap.

Page 10 of 38 | Total Record : 376