Journal of Nursing Science Update
Journal of Nursing Science Update (JNSU) [formerly known as Jurnal Ilmu Keperawatan: Journal of Nursing Science] is a media to share scientific studies about nursing published by the Department of Nursing, Faculty of Health Science, Universitas Brawijaya. This journal covered basic nursing sciences, pediatric nursing, medical surgical nursing, maternity nursing, emergency nursing, mental health nursing, community nursing, family nursing, gerontic nursing, and nursing, and health policy. This journal is delimited into topics related to original research, reviews, case studies, and letter to the editor, which contribute to the development of the nursing scientific field. We aim to promote the development of nursing research into clinical evidence in practice. Our audience is the national and international nursing community, educators, health professionals, policymakers, and interested public members worldwide.
Articles
250 Documents
PERBANDINGAN EFEKTIFITAS PEMBERIAN KOMPRES HANGAT DAN TEPIDSPONGE TERHADAP PENURUNAN SUHU TUBUH ANAK YANG MENGALAMIDEMAM RSUD dr. H. ABDUL MOELOEK PROVINSI LAMPUNG
Aryanti Wardiyah;
Setiawati Setiawati;
Dwi Setiawan
Journal of Nursing Science Update (JNSU) Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Department of Nursing, Faculty of Health Sciencce, Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (422.42 KB)
Demam dapat berdampak kejang dan penurunan kesadaran. Data rekam medik RSUD dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung tahun 2014 jumlah anak yang menderita demam dengan bronkopneumonia 442 anak, typhoid 279 anak dan DHF 46 anak. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbandingan efektifitas pemberian kompres hangat dan tepid sponge terhadap penurunan suhu tubuh anak yang mengalami demam diruang Alamanda. Jenis penelitian kuantitatif, desain quasi eksperiment dengan rancangan penelitian pre test andpost test designs with two comparison treatments. Populasi adalah anakyang mengalami demam dengan penyakit bronkopnuemonia, typhoid, dan DHF yang berjumlah 185 anak. Sampel dibagi 2 kelompok masing-masing 15 orang, yang diambil dengan teknik purposive sampling. Analisis menggunakan univariat dan bivariat dengan uji T dependen dan uji T independen. Hasil uji statistik menunjukkan ada perbedaan penurunan suhu tubuh antara kompres hangat dengan mean 0,5 °C dan tepid sponge dengan mean 0,8°C (p value ˂ α, 0,003 ˂ 0,05). Saran untuk Rumah Sakit hasil penelitian ini dapat dijadikan masukan untuk standar operasional prosedur dalam menurunkan suhu tubuh anak yang mengalami demam secara non farmakologis.Kata kunci     : Kompres hangat, tepid sponge, demam
STUDI FENOMENOLOGI: KECEMASAN KELUARGA SELAMA MENDAMPINGI KLIEN PADA FASE END OF LIFE DI RUMAH SAKIT PANTI WALUYA, SAWAHAN, MALANG
Yuldensia Avelina;
Retty Ratnawati;
Retno Lestari
Journal of Nursing Science Update (JNSU) Vol. 4 No. 2 (2016)
Publisher : Department of Nursing, Faculty of Health Sciencce, Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (477.616 KB)
Respon emosional yang paling sering dialami keluarga selama mendampingi klien pada fase end of life adalah kecemasan,  namun kecemasan yang dialami keluarga tersebut  masih sering terabaikan oleh petugas kesehatan yang masih berfokus pada klien. Dimana dukungan dari petugas kesehatan sangat dibutuhkan oleh keluarga sebagai salah satu sumber kekuatan selama mendampingi klien. Kecemasan keluarga apabila tidak ditangani dapat menghambat keluarga selama mendampingi klien pada fase end of life. Tujuan dari penelitian ini adalah menggali makna dari pengalaman kecemasan keluarga selama mendampingi klien pada fase end of life. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi interpretif. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara mendalam pada 6 anggota keluarga yang mengalami kecemasan selama mendampingi klien pada fase end of life di rumah sakit. Hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan IPA dari Smith. Penelitian ini menghasilkan 8 tema yaitu selalu berpikiran negatif sehingga hati tidak tenang, takut kehilangan orang yang dicintai, memastikan klien mendapatkan perawatan yang baik, menyemangati klien dengan berbagai cara, menampung pilihan lain selain pengobatan medis, disemangati oleh petugas kesehatan agar lebih tenang, adanya dukungan sikap empati dari anggota keluarga lainnya dan kompleksitas tanggung jawab keluarga dalam mendampingi dan membiayai pengobatan. Dapat disimpulkan bahwa kecemasan yang dialami keluarga selama mendampingi klien pada fase end of life merupakan perasaan cemas akan kehilangan orang yang dicintai. Oleh karena itu, berbagai upaya dilakukan keluarga meskipun adanya hambatan. Dukungan dari pihak lain menjadi sumber kekuatan bagi keluargaKata kunci: end of life, kecemasan, keluarga
EFEKTIVITAS PSIKOEDUKASI KELUARGA PADA CAREGIVER PASIEN ULKUS DIABETES MELITUS DALAM MENURUNKAN TINGKAT ANSIETAS
Aisyah Dzil Kamalah;
Ahsan Ahsan;
Heri Kristianto
Journal of Nursing Science Update (JNSU) Vol. 4 No. 2 (2016)
Publisher : Department of Nursing, Faculty of Health Sciencce, Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (794.831 KB)
Ulkus diabetes mellitus merupakan komplikasi dari penyakit diabetes mellitus yang membutuhkan waktu penyembuhan yang lama dan biaya yang tidak sedikit.Kondisi pasien yang tidak stabil secara fisik maupun emosional bisa memperlama penyembuhan. Hal ini menyebabkan masalah psikososial seperti cemas pada care giver yang merawat pasien. Cemas dapat mempengaruhi keluarga dalam merawat pasien ulkus DM. Umumnya pasien dan keluarga hanya mendapatkan pendikan kesehatan terkait penyakit yang diderita pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas psikoedukasi keluarga dalam menurunkan ansietas pada caregiver dalam merawat pasien ulkus DM. Desain penelitian ini adalah quasi experimental pre-post test with control group. Cara pengambilan sampel dengan purposive smpling. Jumlah sampel sebanyak 30 caregiver yang terbgi dalam kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. instrumen yang digunakan adalah Zung Self Anxiety Scale (ZSAS) untuk mengukur ansietas. Psikoedukasi keluarga dilakukan dalam 5 sesi. Hasil penelitian menunjukkan p value (0,000) < α (0,05). Psikoedukasi efektif dalam menurunkan ansietas. Psikoedukasi dapat menjadi intervensi lanjut bagi keluarga pasien ulkus diabetes mellitus. Kata Kunci : Ansietas, Caregiver pasien ulkus Diabetes Mellitus, Psikoedukasi Keluarga
NURSES EXPERIENCE IN IMPLEMENTING A TRIAGE ON MASS VISITATION IN THE EMERGENCY DEPARTMENT OF NGANJUK DISTRICT HOSPITAL TYPE B
Agus Khoirul Fuadi;
Retty Ratnawati;
Tony Suharsono
Journal of Nursing Science Update (JNSU) Vol. 6 No. 1 (2018)
Publisher : Department of Nursing, Faculty of Health Sciencce, Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (78.522 KB)
|
DOI: 10.21776/ub.jik.2018.006.01.2
Nganjuk district hospital is the referral hospital in Nganjuk, so the consequences that must be accepted is the potential of a patient mass visitation. Mass visitation is a condition where there are lot of patients arrived at the same time, it can be caused by various causes or diseases that came from a single factor or more. These factors include the increase number of referral patient’s arrival, the increase number of patient's arrival at its own initiative, some disaster/accident/plague victims, where they came to the emergency department with different criticalness. There is one question that is very important, which is how one nurse in that is placed in an emergency department of a hospital could perform a triage to handle a number of patients that are coming together. Of course, these conditions will bring an interesting experience to be explored by researchers. This study is a qualitative research that used an interpretative phenomenological approach. A deep interview was involving 4 triage nurses. The data were collected and analyzed by using a thematic analysis approach. The transcript of the interview results was analyzed by using a qualitative analysis, such initial codes were made in each participant's statement and it was interpreted in the form of a theme. The study resulted in four themes, namely Changed Triage Mechanism, Triage System Inadequate-yet, The Expectation of Emergency Room Policy Changing, KIE Advance Strategies. Where finally, these themes are narrowed down to one major theme namely The Spirit of Change in the Middle of Inadequate Triage System in Mass visitation. These description indicates the dynamics of triage nurses in the emergency department of Nganjuk district hospital in the form of a spirit of change in the middle of inadequate triage system that is used to handle a mass visitation.The researchers recommend further research that is directed to influence a triage system on a mass visitation towards the waiting time and mortality number in the emergency department of Nganjuk district hospital. The researchers also suggest that Nganjuk district hospital should create a Standard Operating Procedure (SOP) for the triage system to handle a mass visitation. Keyword : Triage, mass visitation
STUDI FENOMENOLOGI PENGALAMAN PERAWAT INSTALASI GAWAT DARURAT (IGD) DALAM MERAWAT PASIEN TERLANTAR PADA FASE END OF LIFE DI RSUD Dr. SAIFUL ANWAR MALANG
Maria Imaculata Ose;
Retty Ratnawati;
Retno Lestari
Journal of Nursing Science Update (JNSU) Vol. 4 No. 2 (2016)
Publisher : Department of Nursing, Faculty of Health Sciencce, Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (477.616 KB)
Pasien terlantar dalam keadaan kritis yang memasuki fase End of Life  sering dirawat di IGD. Kondisi tanpa ada keluarga yang mendampingi dan lingkungan IGD yang sibuk dan bising menjadi hambatan juga tantangan dalam perawatan End of Life. Perawatan pasien terlantar dalam tahap End of Life membutuhkan penanganan yang bertujuan memberikan rasa nyaman, ketenangan, kedekatan dukungan social. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman perawat dalam merawat pasien terlantar dalam fase End of Life di ruang IGD RSUD dr. Saiful Anwar Malang. Desain penelitian dengan metode kualitatif dengan pendekatan Fenomenologi interpretif, yang melibatkan 7 perawat IGD. Data dikumpulkan melalui Indepth interview dan dianalisis dengan menggunakan analisa tematik Braun & Clark. Hasil penelitian  menghasilkan 7 tema yaitu 1. merasakan hati tersentuh pada pasien terlantar menjelang ajal   2. Tidak membedakan perlakuan pada pasien terlantar dengan pasien lain yang menjelang ajal 3. Menghargai harkat dan martabat pasien 4. Memilih perawatan suportif sebagai tindakan terbaik 5. Terpaksa meninggalkan pasien tanpa pendampingan spritual 6. Mengalami konflik dalam menempatkan pasien terlantar yang menjelang ajal 7. Mengharapkan situasi lingkungan kerja yang mendukung. Kesimpulan adalah perawat bersikap profesional, menghormati harkat dan martabat dalam memberikan perawatan tanpa membedakan perlakuan dengan pasien lain yang menjelang ajal. Perasaan hati yang tersentuh muncul saat merawat pasien terlantar yang menjelang ajal tanpa didampingi keluarga. Perawatan End of Life lebih berfokus pada perawatan suportif, sedangkan dukungan spiritual tidak dapat diberikan di IGD karena karakteristik lingkungan yang sibuk dan lebih memprioritaskan pasien kritis. Hal ini menimbulkan konflik dan dilema bagi perawat sehingga diperlukan adanya ruangan khusus dan tim kerohanian untuk menyiapkan kematian yang damai dan bermartabat.Kata Kunci: Pasien terlantar, End of Life, Perawatan Gawat Darurat.Â
PERBEDAAN SURVIVAL PASIEN RUJUKAN DAN NON RUJUKAN DENGAN CEDERA KEPALA DI INSTALASI GAWAT DARURAT (IGD) RSUD dr. SAIFUL ANWAR MALANG
Made Martini;
Mochammad Hidayat;
Dewi Kartikawati Ningsih
Journal of Nursing Science Update (JNSU) Vol. 4 No. 2 (2016)
Publisher : Department of Nursing, Faculty of Health Sciencce, Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (477.616 KB)
Banyak faktor yang mempengaruhi survival pasien cedera kepala. Manajemen awal cedera kepala dan sistem rujukan yang tepat menjadi aspek penentu survival pasien cedera kepala. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui perbedaan survival antara pasien rujukan dan non rujukan dengan cedera kepala berdasarkan rentang waktu pra rumah sakit di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr. Saiful Anwar Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan observasional analitik dengan metode Cohort Restropective dengan mengobservasi catatan rekam medis pasien cedera kepala rujukan dan non rujukan di IGD RSUD dr Saiful Anwar selama 2 tahun terakhir, jumlah sample 96 terdiri dari 48 pasien rujukan dan 48 pasien non rujukan yang diperoleh dengan teknik purposive sampling. Penelitian membandingkan survival pasien rujukan dan non rujukan secara umum dan berdasarkan rentang waktu pra rumah sakit, saat tiba di IGD RSUD dr Saiful Anwar, dengan uji analisis survival Kaplan Meiner, uji Log Rank dan Mann Whitney untuk melihat perbandingan grafik Kaplan Meiner. Hasil uji analisis Mann Whitney menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan survival antara pasien rujukan dan non rujukan p= 0,337, sedangkan pada uji analisis survival Kaplan Meiner dan uji Log Rank menunjukkan terdapat perbedaan signifikan pada grafik Kaplan Meiner dalam mempengaruhi survival  terutama pada rentang waktu pra rumah sakit. Dapat disimpulkan bahwa secara umum tidak ada perbedaan yang signifikan survival pasien rujukan dan non rujukan dalam 24 jam sejak tiba di IGD RSUD dr. Saiful Anwar, namun jika dilihat dari rentang waktu pra rumah sakit terdapat perbedaan yang berhubungan dengan survival pasien rujukan dan non rujukan saat tiba di IGD RSUD dr. Saiful Anwar. Dengan demikian diperlukan tatalaksana awal pasien cedera kepala yang cepat dan tepat dan meminimalkan Golden Hours untuk meningkatkan survival.Kata kunci: Survival, Cedera Kepala, Rujukan
PENGALAMAN PERAWAT DALAM MEMBERIKAN LAYANAN KEPERAWATAN JIWA PADA PECANDU NAPZA DI PUSAT REHABILITASI BADAN NARKOTIKA NASIONAL KARESIDENAN KEDIRI
Iva Milia Hani Rahmawati;
Retty Ratnawati;
Septi Dewi Rachmawati
Journal of Nursing Science Update (JNSU) Vol. 4 No. 2 (2016)
Publisher : Department of Nursing, Faculty of Health Sciencce, Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (563.074 KB)
Kasus penyalahgunaan zat yang dialami oleh masyarakat mengalami peningkatan tiap tahunnya khususnya pada dewasa dan remaja. Penyalahgunaan zat dapat menimbulkan perasaan gelisah, cemas, depresi, dan bahkan gangguan kejiwaan. Perawat memiliki peran untuk rehabilitasi dalam bentuk asuhan keperawatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi pengalaman perawat dalam memberikan layanan keperawatan jiwa pada pecandu NAPZA dipusat rehabilitasi Badan Narkotika Nasional Kabupaten. Desain penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi intepretif. Wawancara mendalam dengan mengunakan pertanyaan semiterstruktur yang melibatkan 6 orang perawat yang bekerja di Badan Narkotika Nasional Kabupaten. Data dikumpulkan dan dianalisis menggunakan analisis data tematik berdasarkan pendekatan Braun & Clarke. Penelitian ini menghasilkan 6 tema yaitu kompleksitas peran, dominan menjadi perantara dan observer, kolaborasi dalam pemberian layanan tidak optimal dari berbagai profesi, dinamika respon emosi, pencetus ketidakberhasilan layanan, dan kebutuhan akan keilmuan, skill dan realisasi perijinan. Keseluruhan partisipan menunjukkan bahwa kompleksitas peran yang dialami perawat dalam bekerja sebagai perawat di Badan Narkotika Nasional Kabupaten menjadi pencetus layanan tidak optimal bagi pecandu NAPZA. Menjadi perantara dan sebagai observer tidak cukup digunakan perawat dalam berkolaborasi dengan tim dari profesi lain untuk menyelenggarakan layanan yang optimal sehingga disarankan kepada perawat untuk meningkatkan keilmuan, skill dan merealisasikan perijinan klinik untuk pengembangan layanan yang lebih maksimal.Kata Kunci : Pengalaman perawat, layanan keperawatan jiwa, pecandu NAPZA
FENOMENOLOGI : PENGALAMAN CARING PERAWAT PADA PASIEN TRAUMA DENGAN KONDISI KRITIS (P1) DI IGD RSUD TARAKAN-KALIMANTAN UTARA
Merry Januar Firstiana;
Retty Ratnawati;
Retno Lestari
Journal of Nursing Science Update (JNSU) Vol. 5 No. 1 (2017)
Publisher : Department of Nursing, Faculty of Health Sciencce, Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1538.51 KB)
Kondisi pasien yang mengalami trauma berat secara umum berada dalam kondisi kritis dan memerlukan pertolongan segera. Sehingga caring menjadi tanggung jawab setiap perawat dalam melakukan tindakan keperawatan kepada pasien. Tujuan penelitian ini mengidentifikasi makna caring perawat pada pasien trauma dengan kondisi kritis (P1) di IGD RSUD Tarakan – Kalimantan Utara. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi interpretif yang menekankan pada interpretasi dan memahami makna. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara mendalam (indepth interview) berdasarkan pertanyaan semi terstruktur yang bersifat terbuka (open ended question). Analisa data pada penelitian ini menggunakan analisa hermeunetik dari Diecklemann. Partisipan penelitian ini ada delapan orang perawat yang diambil melalui purposive sampling dan menghasilkan sembilan tema meliputi: niat menolong dari hati, komunikasi sebagai kunci kepercayaan, penjelasan berkaitan segala hal tentang pasien agar keluarga siap, dukungan spiritual kepada keluarga menurunkan kecemasan, peduli mendengar keluh kesah pasien dan keluarga, mengalami perubahan emosi, cepat merespon dan memilah kondisi pasien, upaya maksimal perawat melakukan tindakan yang terbaik, dan mementingkan kehadiran keluarga agar bisa memberikan semangat pasien. Pemahaman terhadap nilai caring yang diterapkan perawat pada pasien trauma dapat memberikan pengaruh besar terhadap kondisi selanjutnya. Oleh karena itu perawat harus dapat bersikap profesional dengan segala hal yang terjadi selama merawat pasien. Perawat harus memiliki niat kuat yang ditanamkan dalam dirinya untuk memberikan pertolongan sebagai upaya untuk menghasilkan perawatan yang terbaik dan berkualitas kepada pasien. Sehingga pihak rumah sakit harus memaksimalkan peran dan fungsi perawat IGD pada saat memberikan pelayanan kepada pasien.Kata kunci : fenomenologi, caring, perawat, trauma, kondisi kritis. Â
STUDI FENOMENOLOGI : PENGALAMAN PERAWAT TERKAIT KETIDAKBERHASILAN RESUSITASI PADA NEONATAL DENGAN ASFIKSIA DI RUANG NEONATUS RSUD DR. R. SOEDJONO SELONG LOMBOK TIMUR
Rita Rinjani Mekka;
Retty Ratnawati;
Septi Dewi Rachmawati
Journal of Nursing Science Update (JNSU) Vol. 4 No. 2 (2016)
Publisher : Department of Nursing, Faculty of Health Sciencce, Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (477.616 KB)
Asfiksia masih menempati urutan kedua sebagai penyebab kematian neonatal di RSUD Dr. R Soedjono Selong Lombok Timur. Ketidakberhasilan suatu tindakan resusitasi yang menyebabkan kematian neonatus melibatkan kondisi yang kompleks dan memberikan dampak secara psikologis yang merupakan stressor tersendiri bagi perawat. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman perawat terkait ketidakberhasilan resusitasi pada neonatal dengan asfiksia di ruang neonatus RSUD Dr. R. Soedjono Selong Lombok Timur. Desain penelitian yaitu kualitatif dengan pendekatan fenomenologi interpretif yang melibatkan 7 orang perawat ruang neonatus yang pernah mengalami ketidakberhasilan resusitasi pada neonatal asfiksia. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis berdasarkan pendekatan analisa tematik Braun & Clarke. Penelitian menghasilkan 8 tema yaitu memahami kondisi kegawatanpada neonatus yang membutuhkan tindakan resusitasi segera, melakukan resusitasi dengan kesadaran akan keterbatasan yang dimiliki, mengalami dilema dengan adanya kehadiran keluarga, merasakan ketidaktentraman hati karena kegagalan resusitasi, berupaya meringankan beban pikiran, mengembalikan semua permasalahan kepada Tuhan, menerima kegagalan sebagai bagian dari pembelajaran, dan menginginkan peningkatan kualitas pelayanan pada kegawatan neonatus. Dapat disimpulkan bahwa perawat memahami kondisi kegawatan pada neonatus dengan asfiksia dan melakukan tindakan resusitasi segera walaupun sadar akan keterbatasan kompetensi dan peralatan yang dimiliki serta hambatan yang timbul dari kehadiran keluarga pasien. Ketidakberhasilan resusitasi menyebabkan stressor dan mepengaruhi psikologis perawat. Strategi perawat untuk mengatasi permasalah tersebut dengan mekanisme koping yang konstruktif sehingga perawat dapat mengambil hikmah dibalik kegagalan. Dukungan dari manajemen terkait peningkatan sumber daya manusia, dan pemberian dukugan serta penyediaan fasilitas resusitasi yang memadai dibutuhkan guna mengurangi kejadian ketidakberhasilan resusitasi pada neonatal dengan asfiksia di masa yang akan datang.Kata Kunci: Pengalaman perawat, ketidakberhasilan resusitasi neonatal, asfiksia
THE EXPERIENCE OF INDONESIAN NURSES HANDLING EMERGENCY CONDITION IN OVERSEAS ARMED CONFLICT
Desi Susilawati;
Retty Ratnawati;
Fransiska Imavike Fevriasanty
Journal of Nursing Science Update (JNSU) Vol. 7 No. 1 (2019)
Publisher : Department of Nursing, Faculty of Health Sciencce, Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (9957.816 KB)
|
DOI: 10.21776/ub.jik.2019.007.01.1
Handling victim of armed conflict area would need involvement from all stakeholders, including nurses. To run his role in conflict incident, nurse would have to deal with lots of complex problems and demands. Knowing nurse’s experience in handling victim at armed conflict area can become the basic to improve service toward victim. The purpose of this research is to explore Indonesian nurse’s experience in giving emergency treatment toward victim of armed conflict areas overseas. Qualitative study design with interpretive phenomenology approach and involving 7 Indonesian nurses who were involved in handling victim at armed conflict areas overseas. Data collected through in depth interview and analyzed using Braun & Clarke thematic analysis. This study resulted 12 theme, calling from the heart, have an adventurous soul when faced the reality, diversity in preparation before departure, faced the unpredictable condition, take a modified action and human resources, dilemma when delivering the health service in restricted area, anxiety but tried to be professional. Using defensive strategy in security limitations and threats, feeling satisfied because delivering the health service beyond their standard. Expecting th improvement in preparation cooperation with related organization. Giving treatment toward victim at armed conflict area overseas is a complex and has many challenges. Strong motivation, perfect preparation and good adaptation skill would highly needed to be able to give maximum handling toward victim. There should be improvement in and improvement in cooperation with related parties in order to give maximum treatment.