cover
Contact Name
Nurona Azizah
Contact Email
nurona.azizah@ub.ac.id
Phone
+6281216566802
Journal Mail Official
jkn@ub.ac.id
Editorial Address
Gedung Keperawatan, Jl. Puncak Dieng, Kunci, Kalisongo, Kec. Dau, Malang, Jawa Timur 65151
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Journal of Nursing Science Update
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 28297075     EISSN : 28290003     DOI : https://doi.org/10.21776/ub.jik
Core Subject : Health,
Journal of Nursing Science Update (JNSU) [formerly known as Jurnal Ilmu Keperawatan: Journal of Nursing Science] is a media to share scientific studies about nursing published by the Department of Nursing, Faculty of Health Science, Universitas Brawijaya. This journal covered basic nursing sciences, pediatric nursing, medical surgical nursing, maternity nursing, emergency nursing, mental health nursing, community nursing, family nursing, gerontic nursing, and nursing, and health policy. This journal is delimited into topics related to original research, reviews, case studies, and letter to the editor, which contribute to the development of the nursing scientific field. We aim to promote the development of nursing research into clinical evidence in practice. Our audience is the national and international nursing community, educators, health professionals, policymakers, and interested public members worldwide.
Articles 244 Documents
PENGARUH PERAN PERAWAT SEBAGAI CARE GIVER TERHADAP LENGTH OF STAY (LOS) DI IGD RSUD DR.T.C.HILLERRS MAUMERE DENGAN PELAKSANAAN TRIAGE SEBAGAI VARIABEL MODERASI Yuliani Pitang; Edi Widjajanto; Dewi Kartikawati Ningsih
Journal of Nursing Science Update (JNSU) Vol. 4 No. 2 (2016)
Publisher : Department of Nursing, Faculty of Health Sciencce, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.616 KB)

Abstract

Setiap tahun, lebih dari 2 juta orang/tahun datang mengunjungi IGD dan tidak jarang terjadi penumpukan pasien atau overcrowded yang menjadi masalah serius yang terjadi di IGD, dimana hal ini menyebabkan waktu tunggu yang lama dan ketidakpuasan pasien terhadap pelayanan di IGD. LOS merupakan indikator yang efektif untuk menilai kinerja dari IGD dan kualitas dari triage, hal ini menuntut  perawat IGD untuk selalu menjalankan perannya di berbagai situasi dan kondisi yang meliputi tindakan penyelamatan pasien secara profesional. Metode yang digunakan kuantitatif observasional analitik dengan pendekatan studi penampang analitik (analytic cross sectional study), jumlah sampel yang digunakan 20 responden untuk subjek perawat dan 100 responden untuk subjek pasien dengan quota sampling. Hasil uji chi square (p value <0,05) menunjukan tidak ada pengaruh peran perawat sebagaI care giver terhadap lenght of stay  pasien di IGD dengan nilai signifikansi 0,649 dan penentuan pengaruh triage terhadap LOS pasien dilakukan dengan uji fisher menunjukan bahwa tidak memberikan pengaruh terhadap LOS pasien dengan nilai signifikansi 0,410 (p value <0,05). Kesimpulan adalah tidak ada pengaruh peran perawat sebagai care giver dengan LOS pasien dengan pelaksanaan triage sebagai variabel moderasi. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi LOS diantaranya waktu kedatangan, waktu konsultasi, waktu pemeriksaan lab, waktu pemeriksaan radiologi dan waktu disposisi fisik, dan ketersediaan tempat tidur di unit lain. Berdasarkan hasil penelitian tersebut diatas maka dianggap perlu untuk menyempurnakan hasil penelitian ini dengan memperbaiki setiap kekurangan yang ada, diantaranya menambah jumlah sampel, menambah waktu penelitian, memperbaiki metode observasi dan melakukan penelitian lebih lanjut terhadap faktor-faktor yang berpengaruh terhadap LOS pasien.Kata Kunci : Peran perawat Care Giver, Triage, Length Of stay pasien
PENGALAMAN ISTRI TENTARA (TNI-AD) YANG TINGGAL DI BATALYON SAAT SUAMI BERTUGAS DI DAERAH RAWAN KONFLIK Fransiska Erna Damayanti; Retty Ratnawati; Fransiska Imavike Fevriasanty
Journal of Nursing Science Update (JNSU) Vol. 4 No. 2 (2016)
Publisher : Department of Nursing, Faculty of Health Sciencce, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (579.02 KB)

Abstract

Peran seorang istri Tentara Nasional Indonesia sangatlah penting dalam menentukan keberhasilan suami dalam menjalankan tugas. Istri selalu siap mendukung suami meraka. Tekanan kehidupan militer secara tidak langsung dapat dapat menyebabkan terjadinya masalah mental atau psikologis pada keluarga tentara. Tujuan Penelitian ini menggali makna dari pengalaman istri tentara (TNI-AD) yang tinggal dibatalyon saat suami bertugas didaerah rawan konflik. Desain Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi interpretif. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara mendalam pada 6 partisipan yaitu istri  tentara yang sesuai dengan kriteria penelitian. Hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan IPA (Interpretive Phenomenological Analysis). Penelitian ini menghasilkan 7 tema yaitu Gundah mendengar suami ditugaskan, memahami Penugasan suami, Merasa bangga namun khawatir saat suami bertugas, Menghadapi duka nestapa sebagai istri tentara, Kesulitan menggantikan peran ayah dalam merawat anak, Mendapat perlindungan keamanan dari Batalyon, dan  Beradaptasi pada kondisi sulit. Menyediakan fasilitas pemenuhan kebutuhan Psikologis atau kejiwaan,  yang dapat meningkatkan kesejahteraan batin dari para istri yang dengan memberikan pembekalan dan motivasi tentang bagaimana mengupayakan sehat jiwa Kata kunci: istri tentara,suami bertugas, daerah rawan konflik, pengorbanan
FACTOR ANAYSIS THE CAUSE OF DELAYED INTERVENTION WITH LENGTH OF STAY PATIENTS ADMISSION IN EMERGENCY DEPARTMENT OF PROF. DR. W.Z. JOHANNES GENERAL HOSPITAL KUPANG Maria Fatimah Fouk; Titin Andri Wihastuti; Dewi Kartikawati Ningsih
Journal of Nursing Science Update (JNSU) Vol. 5 No. 2 (2017)
Publisher : Department of Nursing, Faculty of Health Sciencce, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (10279.286 KB) | DOI: 10.21776/ub.jik.2017.005.02.7

Abstract

Overcrowding patients is a crisis  problem in hospital and plays a significant role as a front line in hospital which performing good and bad quality of care. Length of Stay (LOS) patients admission measurement indicator toward service process and patients density marker. Length of stay has important essence in reviewing process because helping to identify the cause of action delay and elongated LOS. EDLOS is influenced by input and trough put factor. Input factor: age, coming time, main complaint and co-morbidity. Trough put factor: triage level, door to doctor, the quickness in laboratory check, the quickness in specialist consultation and patients transfer to nursing room, staffing. This study is aimed to analyze the correlation of causing factor on action delay with LOS patients admission  in Prof. Dr. W. Z. Johannes Public Hospital Kupang. This study uses cross sectional approach and quota sampling by the number of 200 patients and nurses also doctors. Data was collected by observation sheet. Result of this study shows that there are significant correlation between co-morbidity with LOS patients admission (p value = 0,001 and r = - 0,227), between the quickness of specialist consultation with LOS patients admission (p value = 0,001 and r = 0,238) and between patients transfer to nursing room LOS patients admission (p value = 0,000 and r = 0,699). Based on the result of linear regression test, it is concluded that factor that has very close correlation with LOS patients admission patients transfer to nursing room (p value < 0,001, regression coefficient 0,015 and correlation coefficient 0,774). Conclusion: co-morbidity, specialist consultation and patients transfer to nursing room is LOS patients admission predictor. Developing centralized bed control dan transporter is mandatory for decrease overcrowding and LOS patients admission in emergency department.
PERBEDAAN KEBERHASILAN TERAPI FIBRINOLITIK PADA PENDERITA ST-ELEVATION MYOCARDIAL INFARCTION (STEMI) DENGAN DIABETES DAN TIDAK DIABETES BERDASARKAN PENURUNAN ST-ELEVASI Ni Made Dewi Wahyunadi; Djanggan Sargowo; Tony Suharsono
Journal of Nursing Science Update (JNSU) Vol. 5 No. 1 (2017)
Publisher : Department of Nursing, Faculty of Health Sciencce, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1527.591 KB)

Abstract

ST-elevation myocardial infarction (STEMI) adalah kondisi yang terjadi akibat rupturnya plak aterosklerosis yang menyebabkan oklusi total pada arteri koroner. Salah satu tindakan reperfusi yang dapat dilakukan pada pasien STEMI adalah pmberian fibrinolitik yang sebaiknya diberikan dalam waktu <12 jam setelah munculnya nyeri dada. Keberhasilan terapi fibrinolitik dapat dipengaruhi oleh beberapa hal salah satunya adalah pasien menderita diabetes atau tidak. Tujuan penelitian ini adalah membedakan keberhasilan terapi fibrinolitik pada penderita STEMI dengan diabetes dan tidak diabetes berdasarkan penurunan ST-elevasi. Metode dalam penelitian ini analitik observasional dengan pendekatan cross sectional prospective. Jumlah sampel 34 responden diambil dengan pendekatan consecutive sampling. Pengukuran dilakukan dengan cara observasi langsung ke pasien dan mengobservasi catatan rekam medis pasien STEMI dengan diabetes dan tidak diabetes diemergensi jantung PJT RSUP Sanglah Denpasar, ICCU RSUD Badung dan ICU BRSU Tabanan. Uji analisis yang digunakan untuk membedakan keberhasilan terapi fibrinolitik pada penderita STEMI dengan diabetes dan tidak diabetes adalah uji Fisher. Hasil analisis uji Fisher menunjukkan bahwa terdapat perbedaan keberhasilan terapi fibrinolitik yang signifikan pada pasien diabetes dan tidak diabetes (p<0.000), dimana keberhasilan terapi fibrinolitik pada pasien diabetes (10%) lebih sedikit dibandingkan pada pasien yang tidak diabetes (79%). Dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan keberhasilan terapi fibrinolitik yang signifikan pada pasien diabetes dan tidak diabetes, dimana dalam penelitian ini keberhasilan terapi fibrinolitik ini kemungkinan juga dipengaruhi oleh waktu pemberian fibrinolitik dan faktor resiko STEMI lain yang dialami oleh pasien seperti hipertensi, obesitas, hiperlipidemia dan merokok.Kata kunci: STEMI, terapi fibrinolitik, diabetes dan tidak diabetes, penurunan ST-elevasi
STUDI FENOMENOLOGI: POST TRAUMATIC GROWTH PADA ORANG TUA ANAK PENDERITA KANKER Zidni Nuris Yuhbaba; Indah Winarni; Retno Lestari
Journal of Nursing Science Update (JNSU) Vol. 5 No. 1 (2017)
Publisher : Department of Nursing, Faculty of Health Sciencce, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1551.823 KB)

Abstract

Kanker anak merupakan penyakit yang menakutkan bagi orang tua karena tidak banyak yang mampu bertahan dan sembuh dari penyakit ini. Kanker tidak hanya akan berdampak pada fisik, tetapi juga pada kondisi psikologis penderita maupun orang tuanya. Penelitian menunjukkan bahwa dampak positif post traumatic growth ditemukan pada orang tua anak penderita kanker. Post traumatic growth merupakan pengalaman perubahan positif yang terjadi sebagai hasil perjuangan individu menghadapi krisis yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi makna pengalaman orang tua anak penderita kanker tentang post traumatic growth. Desain penelitian adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi interpretif. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara mendalam pada 5 orang tua anak penderita kanker. Hasil penelitian dialalisis dengan metode Interpretif Phenomenology Analysis (IPA). Sembilan tema telah teridentifikasi dari penelitian ini, yaitu: (1) memahami bahwa kanker adalah penyakit yang mengancam kehidupan, (2) mengalami tekanan secara batin, (3) mengalami krisis dalam kehidupannya (4) menilai bahwa kanker merupakan ketetapan dan ujian dari Tuhan, (5) berusaha mengatasi krisis yang dialami (6) mendapat dukungan dari keluarga, sesama orang tua anak penderita kanker dan relawan komunitas, (7) menemukan harapan baru, (8) merasakan perubahan hubungan yang bermakna, dan (9) mengalami perkembangan spiritualitas. Pengalaman orang tua mengalami post traumatic growth merupakan proses yang tidak mudah. Orang tua mengalami krisis dalam hidupnya membuat orang tua menilai kanker sebagai takdir dan ujian dari Tuhan, ia merasa harus berusaha mengatasi krisis yang dialami, hingga pada akhirnya orang tua mendapatkan dukungan dari orang disekitarnya dan menemukan harapan baru, orang tua merasakan perubahan pada hubungan dan mengalami peningkatan spiritualitas. sehingga pengalaman orang tua anak penderita kanker tentang post traumatic growth dapat diintepretasikan sebagai perjuangan menghadapi realita baru kehidupan setelah mengalami peristiwa traumatis. Kata Kunci: studi fenomenologi, orang tua, anak penderita kanker, post traumatic growth  
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEMANDIRIAN PADA PASIEN CEDERA KEPALA YANG PERNAH DIRAWAT DI IGD RSUD DR. R. KOESMA TUBAN Moh. Ubaidillah Faqih; Ahsan Ahsan; Tina Handayani Nasution
Journal of Nursing Science Update (JNSU) Vol. 5 No. 1 (2017)
Publisher : Department of Nursing, Faculty of Health Sciencce, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1561.856 KB)

Abstract

Cedera kepala akibat kecelakaan lalulintas merupakan penyebab utama disabilitas dan mortalitas. Functional Independence Measure (FIM) merupakan salah satu pengukuran kemandirian pasien cedera kepala. Beberapa faktor yang dicurigai adalah usia, mekanisme cedera, skor awal GCS, hipotensi, diameter pupil dan reaksi cahaya, CT scan, konsumsi alkohol, dan lama perawatan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor yang mempengaruhi kemandirian pasien cedera kepala. Penelitian ini bersifat analitik observasional dengan menggunakan rancangan retrospektif terhadap107 sampel rekam medis RSUD dr. R. Koesma Tuban dari periode Januari-April 2016. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik cluster random sampling dengan kriteria inklusi dan ekslusi. Instrumen yang digunakan lembar checklist dan lembar FIM. Analisis menggunakan uji koefisien kontingensi dan regresi logistik. Hasil uji regresi logistik menunjukan faktor yang mempengaruhi adalah GCS (p=0,996) dan Pupil (p=0,077). Persamaan yang didapat y = 0,357 + 19,434 (GCS) + 2,041 (Pupil). Hasil uji Hosmer and Lameshow menunjukan kalibrasi yang baik (p=1,000), nilai AUC menunjukan bahwa 93,6% persamaan regresi yang diperoleh mampu membedakan kemandirian pasien cedera kepala berdasarkan variabel GCS dan pupil, sisanya yaitu 6,4% dipengaruhi oleh faktor lain. Skor GCS yangrendah pada awal cedera berhubungan dengan prognosa yang buruk, sedangkan abnormalitas fungsi pupil, gangguan gerakan ekstraokular, pola-pola respons motorik yang abnormal seperti postur fleksor dan postur ekstensor, juga memprediksikan outcome yang buruk setelah cedera kepala.Kesimpulan dari penelitian ini adalah Skor awal GCS dan Pupil menjadi faktor yang dominan berpengaruh terhadap kemandirian. Oleh karena itu, perawat perlu meningkatkan manajemen pasien cedera kepala pada fase emergency dengan tidak mengabaikan pengukuran GCS dan Pupil.Kata Kunci: Kemandirian, Cedera Kepala, Functional Independence Measure (FIM)
GAMBARAN PENGETAHUAN SAYUR ANAK USIA 5-12 TAHUN DI YAYASAN ELEOS INDONESIA DESA SUKODADI KECAMATAN WAGIR KABUPATEN MALANG Ronasari Mahaji Putri; Susmini Susmini; Hari Sukamto Hadi
Journal of Nursing Science Update (JNSU) Vol. 5 No. 1 (2017)
Publisher : Department of Nursing, Faculty of Health Sciencce, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1506.08 KB)

Abstract

 Sayur merupakan bahan makanan yang bermanfaat bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. Adanya fenomena di masyarakat bahwa konsumsi sayur pada anak masih kurang. Perilaku sulit makan sayur pada anak salah satunya ditentukan oleh pengetahuan tentang pentingnya sayur. Pengetahuan yang baik akan menumbuhkan pemahaman dan outputnya perilaku makan yang baikpula Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran awal pengetahuan sayur anak di Yayasan Eleos Desa Sukodadi Kecamatan Wagir Kabupaten Malang. Penelitian ini adalah penelitian observasional dengan sampel anak usia 5-12 tahun sejumlah 87 anak. Instrumen berupa lembar quesioner, yang akan disajikan dalam bentuk teks naratif dan disimpulkan dalam bentuk uraian kata. Hasil didapatkan Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan anak usia 5-12 tahun (jenis,manfaat,kandungan serta akibat kurang sayur) di Yayasan Eleos Desa Sukodadi Kecamatan Wagir kabupaten Malang dalam kategori kurang. Direkomendasikan dilakukannya pendidikan kesehatan tentang pentingnya sayur pada anak usia 5-12 tahun di Yayasan Eleos Desa Sukodadi Kecamatan Wagir Kabupaten Malang.Kata kunci: pengetahuan sayur, anak
NEBULIZATION INTERVENTION OF ACUTE ASTHMA EXACERBATION IN EMERGENCY DEPARTMENT : A LITERATURE REVIEW Dicky Endrian Kurniawan; Dewi Kartikawati Ningsih
Journal of Nursing Science Update (JNSU) Vol. 5 No. 2 (2017)
Publisher : Department of Nursing, Faculty of Health Sciencce, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3802.18 KB) | DOI: 10.21776/ub.jik.2017.005.02.3

Abstract

 Acute exacerbation of asthma attack are often found in the emergency room. One of the interventions that can be administered is nebulization. The aim is to developed nebulization administration protocol that can be administer to the patients. A literature review are used from journal articles were obtained from search engineer such as Google.com and ScienceDirect.com. Nebulization was depending on the severity level of the patient conditions. The option of prepartions that can be used in a mixture nebulized are salbutamol, lidocaine, and heliox. Health providers (especially nurses) must be aware to the needs of the patient to the treatment options so it can be provided appropriately. Further research are needed to develop protocol intervention, so it can be applied in clinical setting.
ANALISIS FAKTOR- FAKTOR YANG YANG BERHUBUNGAN DENGAN RESILIENSI ORANG TUA ANAK RETARDASI MENTAL (DOWN SYNDROME) STUDI DI SDLB-C YAYASAN BHAKTI LUHUR KOTA MALANG Dian Pitaloka Priasmoro; Nunung Ernawati
Journal of Nursing Science Update (JNSU) Vol. 5 No. 1 (2017)
Publisher : Department of Nursing, Faculty of Health Sciencce, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1545.725 KB)

Abstract

Keluarga dengan anak down syndrome umumnya mengalami tingkat stres yang lebih tinggi daripada keluarga dengan perkembangan anak-anak yang biasa (Baker et al, 2003 dalam Riper 2007). Sehingga sangat penting bagi orang tua untuk memiliki ketahanan mental atau resiliensi. Resiliensi atau ketahanan mental adalah kemampuan individu untuk bangkit dan pulih dari keadaaan stres. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis  hubungan faktor individu, keluarga, dan komunitas yang berhubungan dengan resiliensi orang tua. Metode dalam penelitian ini adalah korelatif observasional dengan pendekatan cross sectional jumlah sampel 36 yang diambil dengan total sampling. Instrumen faktor-faktor yang mempengaruhi resiliensi orang tua adalah kuisioner yang dibuat peneliti dan kuisioner baku  Resilience Quotient dan telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas dengan Pearson Product Moment dan Alpha Chronbach. Setelah data terkumpul akan dilakukan pengolahan data dengan tahap editing, coding, tabulating dan analisis statistik. Uji analisis yang digunakan adalah Pearson dan untuk mengetahui pengaruh variabel yang paling besar dari beberapa variabel independent terhadap varibel dependen dilakukan uji regresi linier dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian ini menunjukkan faktor individu tinggi, faktor keluarga sedang, dan faktor komunitas sedang. Analisis korelasi Pearson menunjukkan faktor yang berhubungan dengan resiliensi p-value < α 0,05 adalah individu ( p-value=0.000, r=0,616), keluarga( p-value=0.001, r=0,547), dan komunitas ( p-value=0.000, r=0,634). Analisis multivariat dengan regresi linier berganda didapatkan faktor individu, keluarga dan komunitas memiliki sig 0,000 < 0,05, dan koefisien korelasi > 0,05 yang paling berhubungan adalah faktor individu 0.360). Kesimpulan ada hubungan signifikan antara faktor individu, keluarga dan komunitas dengan resiliensi orang tua. Dengan kekuatan hubungan yang kuat dan arah positif, artinya semakin tinggi faktor individu, keluarga dan komunitas maka akan semakin tinggi resiliensi orang tua. Dan faktor individu yang paling berkontribusi atau berhubungan dengan resiliensi. Kata Kunci: Faktor Individu, Keluarga, Komunitas, Resiliensi, Orang Tua, Retardasi Mental (Down Syndrome)
REDUCING FATIGUE SCORE WITH PHYSICAL EXERCISE IN CHILDREN WITH CANCER Hermalinda Herman; Dwi Novrianda
Journal of Nursing Science Update (JNSU) Vol. 5 No. 2 (2017)
Publisher : Department of Nursing, Faculty of Health Sciencce, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5377.124 KB) | DOI: 10.21776/ub.jik.2017.005.02.4

Abstract

Physical problems that often arise in children with cancer include fatigue. Fatigue or tiredness is a condition that leads to stress and a deep problem for patients suffering from cancer. Nursing interventions on cancer-related fatigue which quite effective is regular physical exercise. The purpose of this study was to identify the relationship of physical exercise with a score of fatigue in children with cancer. The method used is descriptive analytic with cross sectional study. The study was conducted in Child Care ward of DR. M.Djamil Hospital In May and October 2015. The sample in this study were 30 children with cancer who undergoing chemoteraphy that taken with accidental sampling technique. Data collection was a questionnaire about fatigue scores in children and child physical exercise performed before undergoing chemotherapy. Data were analyzed by independent t test. The mean score of fatigue in children who do physical exercise was 39.86 with a standard deviation of 6.98. In children who do not do physical exercise, the average fatigue score was 46.62 with a standard deviation of 7.60. it can be concluded that there was a significant differences in fatigue scoring between children who did physical exercise and didnt do that ( p value 0.017).In conclusion physical education programs in patients with cancer are hopefully controlled, coordinated and sustainable, and became one of the nursing intervention in patients with cancer who experience fatigue.

Page 7 of 25 | Total Record : 244