cover
Contact Name
Arief Yanto
Contact Email
arief.yanto@unimus.ac.id
Phone
+622476740287
Journal Mail Official
hnca@unimus.ac.id
Editorial Address
Jl. Kedungmundu raya no.18 Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Holistic Nursing Care Approach
ISSN : -     EISSN : 28082095     DOI : https://doi.org/10.26714/hnca
Core Subject : Health,
The holistic Nursing Care Approach is intended to be the university journal for publishing articles reporting research and case study results in nursing. Holistic Nursing Care Approach invites manuscripts in the areas of medical-surgical nursing, emergency and disaster nursing, critical nursing, pediatric nursing, maternity nursing, mental health nursing, gerontological nursing, community health nursing, management and leadership nursing.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1 (2026)" : 10 Documents clear
Penerapan fisioterapi dada dan thoracic kinesio taping terhadap fungsi pernapasan pada anak dengan bronkopneumonia Rahayu, Ela Putri; Sulistyawati, Erna
Holistic Nursing Care Approach Vol 6, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/hnca.v6i1.18963

Abstract

Bronkopneumonia adalah peradangan paru-paru yang diawali dengan infeksi saluran pernapasan atas yang ditandai dengan demam, batuk berdahak dan peningkatan produksi dahak. Anak yang tidak mampu mengeluarkan dahak saat batuk mengakibatkan menumpuknya dahak di jalan napas yang menimbulkan masalah pembersihan jalan napas. Studi kasus ini bertujuan untuk menerapkan fisioterapi dada dan kinesio toraks taping terhadap fungsi pernapasan pada anak yang mengalami masalah bersihan jalan napas. Studi kasus ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan proses perdarahan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan yaitu penerapan fisioterapi dada dan thoracic kinesio taping menghasilkan peningkatan pada ekspansi dada, volume paru dan penurunan skor tingkat kesulitan bernapas pada 2 subyek penelitian. Subyek 1 setelah penerapan peningkatan ekspansi dada 0,4 cm, peningkatan FEV1% sebanyak 12% dan penurunan skor tingkat kesulitan bernapas menjadi 1. Subyek 2 setelah dilakukan penerapan ekspansi dada meningkat 0,4 cm, peningkatan FEV1% sebanyak 10% , dan tidak terjadi penurunan pada skor tingkat kesulitan bernapas dengan skor 2. Subyek 3 setelah penerapan dilakukan terdapat peningkatan dada 0,3 cm, peningkatan FEV1% sebanyak 5% dan skor tingkat bantuan yang dilakukan dari 3 menjadi 1. Hasil dari studi kasus menunjukkan bahwa tindakan fisioterapi dada dan kinesio taping toraks memiliki dampak positif terhadap fungsi paru pada anak dengan brokopneumonia.
Penerapan aromaterapi dengan minyak esensial melissa dalam pengelolaan tingkat stres dan parameter hemodinamik pada pasien Sindrom Koroner Akut Septiana, Mera; Safitri, Dwi Nur Rahmantika Puji; Mustofa, Ahmad
Holistic Nursing Care Approach Vol 6, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/hnca.v6i1.15617

Abstract

Sindrom Koroner Akut (SKA) merupakan penyakit kegawatdaruratan dimana terjadi penyempitan pembuluh darah koroner sehingga aliran darah menuju otot jantung mengalami penurunan secara mendadak. Penyakit SKA memicu peningkatan stres dan perubahan parameter hemodinamik pada pasien. Terapi pengelolaan tingkat stres dan parameter hemodinamik pada pasien SKA menggunakan terapi nonfarmakologis, yaitu pemberian aromaterapi dengan minyak esensial melissa. Studi kasus bertujuan untuk melakukan penerapan pemberian aromaterapi dengan minyak esensial melissa terhadap tingkat stres dan parameter hemodinamik pada pasien SKA di RSUD K.R.M.T Wongsonegoro Semarang. Studi kasus menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan proses keperawatan. Pemberian aromaterapi dilakukan selama 1 hari dalam 1 kali penerapan selama 90 menit. Tingkat stres diukur dengan kuesioner State Trait Anxiety Inventory Trait (STAI-T). Intervensi dilakukan dengan meneteskan 2 tetes minyak aroma esensial melissa pada patch dan menempelkannya pada masker medis yang diberikan kepada pasien. Tekanan Darah (TD) dan frekuensi detak jantung diukur per 10 menit saat pemberian aromaterapi. Hasil studi kasus menunjukkan bahwa terjadi penurunan tingkat stres dan penurunan TD, serta penurunan frekuensi detak jantung. Subjek 1 setelah dilakukan penerapan tingkat  stresnya menurun menjadi skor 40 (stres ringan), TD 120/60 mmHg, dan frekuensi detak jantung 85 x/menit. Subjek 2 setelah dilakukan penerapan skor tingkat stres menurun menjadi skor 35 (stres ringan), TD 104/50 mmHg, dan frekuensi detak jantung 82 x/menit. Subjek 3 setelah dilakukan penerapan skor tingkat stres mengalami penurunan menjadi skor 38 (stres ringan), TD 98/50 mmHg, dan frekuensi detak jantung 67 x/menit. Terapi aromaterapi dengan minyak esensial melissa dapat mengelola tingkat stres dan parameter hemodinamik pada pasien SKA.
Aplikasi back massage terhadap kecemasan pada pasien hipertensi Azza, Khotijatul; Khoiriyah, Khoiriyah; Yanto, Arief
Holistic Nursing Care Approach Vol 6, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/hnca.v6i1.15784

Abstract

Hipertensi atau tekanan darah tinggi sering terjadi pada lansia karena perubahan fisiologis maupun psikologis. Lansia dengan hipertensi akan mengalami kondisi kecemasan yang dapat mengakibatkan tekanan darah semakin meningkat dan terjadi penyakit lainnya seperti kerusakan pada jantung, pembuluh darah, ginjal, dan organ lainnya. Salah satu terapi untuk mengurangi kecemasan dengan melakukan terapi back massage. Tujuan penelitian adalah melakukan penerapan terapi back massage terhadap kecemasan pada pasien hipertensi. Studi ini menggunakan metode deskriptif melalui studi kasus dengan pendekatan proses asuhan keperawatan melalui aplikasi back massage dalam menurunkan kecemasan pasien. Subyek studi berjumlah 3 orang dengan kriteria inklusi pasien hipertensi, usia 45-54 tahun, memiliki tekanan darah sistolik 140-180 mmHg, tekanan darah diastolik 90-100 mmHg, tidak memiliki gangguan pada kulit atau tulang belakang. Studi kasus dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Kedungmundu Kota Semarang. Pengukuran tingkat kecemasan menggunakan HARS yang diukur sebelum dan sesudah diberikan terapi back massage. Skor kecemasan pada subyek studi 1 adalah 25 dan sesudah adalah 14, pada subyek studi 2 sebelum adalah 27 dan sesudah adalah 15, sedangkan pada subyek studi 3 sebelum adalah 23 dan sesudah adalah 14. Penerapan back massage terhadap kecemasan pada pasien hipertensi dapat menurunkan tingkat kecemasan.
Penerapan terapi thought stopping untuk menurunkan tingkat kecemasan pada pasien hipertensi Mulyati, Novita Sri; Mubin, Mohammad Fatkhul; Hidayati, Eni
Holistic Nursing Care Approach Vol 6, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/hnca.v6i1.19021

Abstract

Kecemasan merupakan salah satu masalah psikologis yang sering dialami oleh pasien hipertensi. Kondisi ini dapat memicu berbagai gangguan fisik seperti peningkatan tekanan darah, gangguan tidur, hingga menurunnya kualitas hidup. Jika tidak segera ditangani, kecemasan dapat memperburuk kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan. Oleh karena itu, penanganan kecemasan pada pasien hipertensi perlu mendapat perhatian khusus, salah satunya melalui pendekatan nonfarmakologis. Salah satu terapi nonfarmakologis yang dapat diterapkan adalah terapi thought stopping, yaitu teknik kognitif yang bertujuan untuk menghentikan pikiran negatif secara sadar. Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari pemberian terapi thought stopping terhadap penurunan tingkat kecemasan pada pasien dengan hipertensi. Studi kasus ini menerapkan terapi thought stopping dalam proses asuhan keperawatan pada subjek studi kasus yang mengalami kecemasan. Kecemasan yang dialami oleh pasien hipertensi diukur menggunakan skala kecemasan Self-Reporting Questionnaire (SRQ). Setelah dilakukan implementasi terdapat penurunan skala kecemasan Self-Reporting Questionnaire (SRQ) pada subjek studi kasus 1 dari 10 menjadi 5 serta subjek studi kasus 2 dan 3 dari 8 menjadi 4. Rerata penurunan skor kecemasan pada ketiga subjek studi kasus sebesar 4,3 poin. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberian terapi thought stopping mampu menurunkan kecemasan pada pasien hipertensi.
Intervensi terapi akupresur dan aromaterapi mawar pada perempuan menopause yang mengalami insomnia Awaliya, Maulidya Putri; Hidayati, Eni; Nurhidayati, Tri
Holistic Nursing Care Approach Vol 6, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/hnca.v6i1.13057

Abstract

Masa menopause bagi sebagian perempuan merupakan hal yang menakutkan sehingga muncul rasa kekhawatiran bahwa dirinya akan menjadi tidak sehat. Kondisi ini menimbulkan rasa cemas yang menyebabkan gangguan tidur. Salah satu gangguan tidur yang dialami adalah kesulitan dalam memulai tidur. Pemberian terapi akupresur dan aromaterapi mawar bertujuan untuk menurunkan insomnia pada perempuan menopause. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan terapi akupresur dan aromaterapi mawar terhadap insomnia pada perempuan menopause. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan. Subyek studi berjumlah 2 orang sesuai kriteria inklusi yang telah ditetapkan. Pengukuran tingkat insomnia menggunakan KSPBJ Insomnia Ratting Scale. Terapi akupresur dan aromaterapi mawar dilakukan selama 15 hari diberikan setiap malam menjelang tidur dalam waktu 10 menit. Hasil penelitian menunjukan bahwa seluruh subyek studi mengalami insomnia berat (skala 13-14), setelah diberikan terapi akupresur dan aromaterapi mawar mengalami penurunan dengan skala 4 (insomnia ringan) pada subyek studi 1 dan skala 6 (insomnia ringan) pada subyek studi 2. Penerapan terapi akupresur dan aromaterapi mawar merupakan salah satu terapi komplementer yang efektif untuk mengatasi insomnia pada perempuan menopause.
Penurunan tekanan darah dengan terapi slow deep breathing dan progressive muscle relaxation pada pasien hipertensi Cahyani, Luthfiah Puspa; Warsono, Warsono; Sukraeny, Nury
Holistic Nursing Care Approach Vol 6, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/hnca.v6i1.19298

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit yang menimbulkan komplikasi pada penderita sehingga dapat menurunkan kualitas hidup pada penderita. Peningkatan tekanan darah pada penderita hipertensi dapat dikontrol dengan terapi farmakologi dan non farmakologi, salah satunya menggunakan kombinasi terapi pernapasan dalam lambat dan relaksasi otot progresif. Studi kasus ini bertujuan untuk melakukan penerapan terapi pernapasan dalam lambat dan relaksasi otot progresif pada pasien hipertensi. Studi kasus menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan proses keperawatan. Pemberian terapi slow deep breath dan relaksasi otot progresif dilakukan selama 15 menit untuk masing-masing intervensi, 2 kali pertemuan dalam 1 minggu selama 1 bulan. Hasil studi kasus menunjukkan tekanan darah sebelum dilakukan tindakan pernapasan dalam lambat dan relaksasi otot progresif pada subjek 1 158/98 mmHg, subjek 2 158/96 mmHg, dan subjek 3 162/104 mmHg. Sedangkan hasil tekanan darah pada subjek setelah dilakukan pemberian terapi pernapasan dalam lambat dan relaksasi otot progresif diperoleh hasil dimana subjek ketiga mengalami penurunan yang signifikan. Setelah dilakukan terapi didapat hasil tekanan darah pada subjek 1 136/85 mmHg, subjek 2 124/78 mmHg dan subjek 3 114/80 mmHg. Kesimpulan dari hasil ketiga subjek setelah diberikan terapi pernapasan dalam lambat dan relaksasi otot progresif mengalami penurunan tekanan darah.
Penerapan konsumsi kapsul serbuk daun kelor (Moringa oleifera) dalam meningkatkan kadar hemoglobin pada lansia Setiani, Triana Indah; Aisah, Siti; Ernawati, Ernawati
Holistic Nursing Care Approach Vol 6, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/hnca.v6i1.13093

Abstract

Anemia bukan hanya menjadi masalah kesehatan yang dialami oleh remaja ataupun ibu hamil, tetapi juga bisa terjadi pada lansia. Lansia mengalami penurunan fungsi tubuh terutama pada sistem pencernaan. Oleh karena itu, salah satu permasalahan kesehatan yang sering dialami oleh lansia adalah anemia. Terapi  non farmakologi yang dapat meningkatkan kadar hemoglobin salah satunya yaitu konsumsi suplemen makanan serbuk daun kelor (Moringa oleifera). Studi kasus ini bertujuan untuk melakukan penerapan konsumsi suplemen makanan kapsul serbuk daun kelor terhadap peningkatkan kadar hemoglobin. Studi kasus menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan proses keperawatan melalui penerapan jurnal tentang terapi konsumsi serbuk daun kelor pada pasien anemia selama 7 hari terhadap 3 subyek studi yang sesuai dengan kriteria inklusi. Kadar hemoglobin subyek studi diukur dengan alat GCHb merek Easy Touch sebelum terapi dimulai. Hasil dari studi kasus menunjukkan bahwa setelah dilakukan penerapan konsumsi suplemen makanan kapsul serbuk daun kelor 3x500 mg, mengalami  peningkatan 2 g/dL dengan rerata awal 10,36 g/dL (anemia sedang) setelah dilakukan penerapan menjadi 12,36 g/dL (non Anemia). Penerapan ini menunjukkan bahwa konsumsi suplemen makanan daun kelor efektif dalam meningkatkan kadar hemoglobin pada lansia.
Penurunan kecemasan pasien hemodialisis menggunakan terapi murottal Al-Qur’an Dewi, Reza Aulya Kusuma; Armiyati, Yunie; Khoiriyah, Khoiriyah
Holistic Nursing Care Approach Vol 6, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/hnca.v6i1.16422

Abstract

Pasien penyakit ginjal kronis (PGK) yang menjalani hemodialisis umumnya mengalami permasalahan psikologis seperti kecemasan. Gangguan psikologis seperti kecemasan yang tidak diatasi akan mempengaruhi kualitas hidup pasien. Terapi non farmakologis dengan murottal Al-Qur’an dapat menjadi pilihan untuk menurunkan kecemasan. Tujuan studi kasus mengaplikasikan terapi murottal Al-Qur’an dalam mengatasi kecemasan pada pasien hemodialisis. Studi kasus ini dilakukan dengan metode deskriptif dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan. Subyek studi adalah tiga pasien hemodialisis rutin dengan kecemasan ringan-sedang, berusia 20-60 tahun, beragama Islam, tidak mengonsumsi obat antidepresan dan bersedia menjadi responden. Kriteria eksklusi adalah pasien dengan gangguan pendengaran dan tingkat kecemasan berat. Kecemasan diukur dengan kuesioner Zung Self-Rated Anxiety Scale (ZSAS). Subyek studi mendapat terapi murottal Al-Qur’an dengan mendengarkan  surah Ar-Rahman ayat 1-78 durasi 15 menit selama 7 hari berturut-turut. Murottal surat Ar-Rahman dilantunkan oleh Ahmad Saud, diputar dengan telepon selluler dan didengarkan menggunakan headphone. Subyek studi dipantau setiap hari untuk melakukan terapi.  Skor kecemasan diukur sebelum dan setelah terapi pada hari ke-1, ke-4 ke-7. Terapi murottal Al-Qur’an selama tujuh hari menurunkan tingkat kecemasan ketiga subyek studi dari kecemasan sedang ke kecemasan ringan dengan rata-rata sebanyak penurunan skor kecemasan sebesar 23,8%. Terapi murottal Al-Qur’an efektif untuk menurunkan skor kecemasan pasien hemodialisis dengan masalah keperawatan ansietas.
Pijat oketani efektif meningkatkan produksi ASI pada ibu menyusui pasca sectio caesarea Zahrotun, Siska; Khayati, Nikmatul
Holistic Nursing Care Approach Vol 6, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/hnca.v6i1.15602

Abstract

Persalinan metode sectio caesarea dapat menimbulkan komplikasi berupa kesulitan menyusui akibat keterlambatan ibu dalam melakukan Inisiasi Menyusui Dini (IMD) pada jam pertama setelah melahirkan. Kondisi ini menyebabkan kurangnya stimulasi produksi Air Susu Ibu (ASI) sehingga produksi ASI kurang. Upaya untuk mengatasi kondisi ini dengan terapi non farmakologis berupa pijat oketani. Studi kasus ini bertujuan untuk menerapkan pijat oketani terhadap peningkatkan produksi ASI pada ibu post partum sectio caesarea di Rumah Sakit Roemani Muhammadiyah Semarang. Studi kasus ini dilakukan dengan metode deskriptif melalui pendekatan proses keperawatan pada 3 subjek studi. Pengambilan data dilakukan pada subyek studi yang memenuhi kriteria inklusi yaitu ibu tidak ada riwayat operasi payudara atau tumor payudara, kehamilan tunggal, usia kehamilan 38-42 minggu (aterm), tidak ada kelainan anatomi pada payudara, bayi bisa menyusu. Intervensi yang dilakukan yaitu pijat oketani selama 3 hari dengan 6 kali pertemuan selama 15 menit pemijatan. Hasil studi kasus menunjukkan 3 subyek studi mengalami peningkatan pada frekuensi menyusui, BAK dan BAB. Pada subjek 1 frekuensi menyusui meningkat sebanyak 4x/hari; BAK 4x/hari; BAB 2x/hari; subyek 2 frekuensi menyusui meningkat sebanyak 3x/hari; BAK 4x/hari; BAB 2x/hari; subyek 3 frekuensi menyusui meningkat sebanyak 7x/hari; BAK 4x/hari; BAB 1x/hari. Pijat oketani efektif dalam meningkatkan produksi ASI karena adanya rangsangan pada alveoli yang dapat merangsang hormon prolaktin.
Penurunan fatigue pada pasien Chronic Kidney Disease yang menjalani hemodialisis menggunakan terapi akupresur Afiyani, Annisa; Sukraeny, Nury
Holistic Nursing Care Approach Vol 6, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/hnca.v6i1.15628

Abstract

Pasien Chronic Kidney Disease (CKD) yang menjalani hemodalisis akan mengalami kondisi fatigue. Fatigue dapat mempengaruhi kualitas hidup pasien. Studi kasus ini bertujuan untuk melakukan penerapan terapi akupresur terhadap fatigue pada pasien dengan CKD yang menjalani hemodialisis. Studi kasus ini menggunakan metode deskriptif studi dengan pendekatan proses keperawatan yang menggambarkan pengelolaan studi kasus dalam mengaplikasikan pemberian terapi akupresur pada pasien CKD. Subjek studi berjumlah 3 orang yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi. Intervensi terapi akupresur dilakukan selama 2 minggu sebanyak 4 kali pertemuan dengan durasi 12 menit setiap sesi. Skor fatigue diukur dengan menggunakan Facit Fatigue Scale. Hasil studi kasus pada ketiga subyek studi setelah dilakukan intervensi menunjukkan adanya peningkatan skor fatigue dimana sebelum dilakukan terapi didapatkan kondisi fatigue sedang pada ketiga subyek studi dengan skor antara 19,19-26,76 dan setelah dilakukan terapi akupresur skor meningkat dimana pada salah satu subyek studi tidak mengalami fatigue dengan skor 50,81 dan kedua subyek studi lain mengalami fatigue ringan dengan skor antara 37,14-39. Terapi akupresur menjadi salah satu terapi komplementer yang efektif untuk menurunkan skor fatigue pada pasien hemodialisis.

Page 1 of 1 | Total Record : 10