cover
Contact Name
Rini Setiati
Contact Email
rinisetiati@trisakti.ac.id
Phone
+6221-5663232
Journal Mail Official
jftke@trisakti.ac.id
Editorial Address
Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi - Universitas Trisakti Kampus A, Gedung D Universitas Trisakti Jalan Kyai Tapa No. 1 Grogol, Jakarta Barat, Indonesia Phone: (62-21) 566 3232
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Eksakta Kebumian
Published by Universitas Trisakti
ISSN : -     EISSN : 2775913X     DOI : https://doi.org/10.25105/jek
Core Subject : Science,
Merupakan wadah untuk mempublikasikan karya tulis Teknik Perminyakan, Teknik Geologi dan Teknik Pertambangan. Karya tulis ilmiah yang dipublikasikan diharapkan dapat menjadi referensi perkembangan teknologi kebumian
Articles 185 Documents
KAJIAN TEKNIS PRODUKTIVITAS ALAT MUAT DAN ALAT ANGKUT DI PT SAPTAINDRA SEJATI JOB SITE PT ADARO KABUPATEN TABALONG, KALIMANTAN SELATAN Doddy Setiawan
Jurnal Eksakta Kebumian Vol. 2 No. 2 (2021): JURNAL EKSAKTA KEBUMIAN (JEK)
Publisher : Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kegiatan Pengupasan Lapisan Tanah Penutup merupakan suatu proses pemindahan lapisan tanah penutup yang bertujuan mengambil bahan galian yang berada di bawahnya. Untuk melaksanakan kegiatan produksi pengupasan lapisan tanah penutup diperlukan alat mekanis seperti alat gali muat dan alat angkut. Untuk mengetahui alat muat dan alat angkut bekerja maksimal maka diperlukan perhitungan produktivitas masing-masing alat.Untuk mengetahui produktivitas suatu alat diperlukannya beberapa data diantaranya data waktu siklus, spesifikasi alat yang digunakan. Penelitian dilakukan dengan metode observasi lapangan dan wawancara dengan objek studi kegiatan pengupasan dan pengangkutan di pit OB2 PT Sapta Indra Sejati job site PT Adaro indonesia. Kalimantan Selatan. Dari hasil pengamatan yang dilakukan didaptakan spesifikasi tiap alat dimana alat yang diamati ialah Shovel PC 4000 dengan pasangannya Komatsu HD 1500, dengan kapasitas Bucket shovel PC 4000 ialah 24 Lcm sedangkan Vessel Komatsu HD 1500 kapasitas 60 Bcm. Serta data waktu siklus shovel PC 4000 ialah 0.49 menit sedangkan Komatsu HD 1500 ialah 49.01 menit. Produktivitas aktual alat muat shovel adalah 1154.65 Bcm/Jam dengan target 1440 Bcm/Jam tidak tercapai, dan untuk alat angkut Komatsu HD 1500 ialah 55.29 Bcm/Jam degan target 62 Bcm/Jam tidak tercapai, Sehingga dilakukan perbaikan pada faktor faktor yang membuat produktivitas tidak tercapai diataranya perbaikan pada waktu waktu delay yang terjadi di minimalkan sehingga effesiensi kerja tiap alat meningkat, dimana effesiensi aktual Shovel sebesar 73% setelah perbaikan menjadi 92% sedangkan Komatsu HD 1500 sebesar 88% menjadi 95%, dengan perbaikan didapatkan hasil waktu siklus alat muat shovel PC4000 ialah 0.49 menit tetapi tidak adanya waktu delay sehingga effesiensi kerja pada shovel meningkat, sedangkan pada alat angkut komatsu HD 1500 ialah 46.88 menit.Dari hasil perbaikan produktivitas semula yang tidak tercapai menjadi tercapai dengan hasil produktivitas shovel PC 4000 ialah 1449.11 Bcm/Jam dan HD komatsu 1500 ialah 62.19 Bcm/Jam. Kata kunci: Produksi, waktu kerja, faktor hambatan Abstract Overburden Stripping Activity is a process of overburden removal which aims to extract the excavated material beneath. To carry out production activities of overburden removal, mechanical equipment such as loading equipment and transportation equipment are required. To find out how to load and conveyance work optimally, it is necessary to calculate the productivity of each equipment. To find out the productivity of a device, it requires some data including cycle time data, specifications of the equipment used. The study was conducted using field observations and interviews with the object of the study of stripping and transport activities in the PT Sapta Indra Sejati, Pit OB2 job site PT Adaro Indonesia. South Kalimantan. From the observations made, the specifications of each equipment were found where the device observed was the Shovel PC 4000 with its partner Komatsu HD 1500, with a Bucket shovel PC 4000 capacity of 24 Lcm while the Komatsu HD 1500 Vessel with a capacity of 60 Bcm. As well as the PC 4000 shovel cycle time data is 0.49 minutes while the Komatsu HD 1500 is 49.01 minutes. The actual productivity of shovel loading equipment is 1154.65 Bcm / Hour with a target of 1440 Bcm / Hour not achieved, and for the Komatsu HD 1500 conveyance is 81.20 Bcm / Hour with a target of 83 Bcm / Hour not achieved, so improvements are made to factors that make productivity not achieved among the improvements in the time of delay that occurs is minimized so that the work efficiency of each to equipment increases, where the actual Shovel efficiency is 73% after repair to 92% while the Komatsu HD 1500 is 88% to 95%, with improvements we get the shovel loading equipment cycle results PC4000 is 0.49 minutes but there is no delay so that the efficiency of work on shovel increases, while on the HD 1500 komatsu conveyance is 46.88 minutes. komatsu 1500 is 62.19 Bcm / Hour. Key words: productivity, working time, constraints factor
PENGGUNAAN METODE PALISNPASTIK DALAM PENENTUAN ARAH MIGRASI PADA DAERAH LAUT LEPAS MADURA, CEKUNGAN JAWA TIMUR UTARA Adheo Mika Pradipta
Jurnal Eksakta Kebumian Vol. 2 No. 2 (2021): JURNAL EKSAKTA KEBUMIAN (JEK)
Publisher : Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya menganalisis struktur untuk mengetahui tatanan dan geometri struktur yang berkembang di daerah penelitian. Tujuannya adalah untuk mengetahui pola struktur yang berkembang pada area penelitian dan yang mempengaruhi petroleum system pada daerah penelitian. Daerah penelitian berada di Cekungan Jawa Timur Utara yang salah satu cekungan Tersier yang produktif di Indonesia dan daerah penelitian berlokasi di Laut Lepas Madura. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode rekonstruksi palinspastik dengan menggunakan data log dan seismik 2D. Analisis struktur pada daerah penelitian ini menggunakan data lintasan seismik dan 2 sumur yang dilengkapi dengan well top pada daerah penelitian. Data log sumur digunakan untuk menandai / memberi marker top – top formasi pada daerah penelitian yang setelah itu membuat typelog yang dapat dibuat dari data biostratigrafi untung mengetahui faseis dan lingkungan pengendapan pada tiap umur. Penelitian ini didasarkan untuk mengetahui perkembangan struktur yang berada di daerah penelitian dengan melakukan interpretasi horizon dan struktur geologi pada daerah penelitian. Setelah itu dapat dilanjutkan dengan melakukan rekonstruksi palinspastik pada beberapa seismic line pada daerah penelitian yang dapat mengetahui perkembangan struktur geologi pada daerah penelitian. Kata kunci: analisis struktur, rekonstruksi palinspastik, laut lepas madura, cekungan jawa timur utara. Abstract This research is motivated by the importance of analyzing the structure to determine the structure and geometry of the structures that developed in the study area. The aim is to find out the structural patterns that develop in the research area and that affect the petroleum system in the research area. The research area is in the North East Java Basin which is one of the most productive Tertiary basins in Indonesia and the research area is located in the Madura Sea. The method used in this study is the method of palinspastic reconstruction using 2D log and seismic data. Structural analysis in this study area uses seismic track data and wells equipped with well top in the study area. The well log data is used to mark / give top-top formations in the study area which after that make a type-log that can be made from biostratigraphy data to determine sequences and depositional environment. This study is based on the development of structures in the study area by interpreting the horizon and geological structure in the research area. After that, it can be continued by performing a palinspastic reconstruction on several seismic lines in the study area that can determine the development of geological structures in the study area. Keyword:Structural analysis, palinspastic reconstruction, offshore madura sea, northeast java basin
ANALISIS EFEKTIFITAS GRADING DARI MOTOR GRADER DI PT.MITRA ALAM PERSADA, MUARA LAWA, KUTAI BARAT,KALIMANTAN TIMUR Irvan Setiawan
Jurnal Eksakta Kebumian Vol. 2 No. 2 (2021): JURNAL EKSAKTA KEBUMIAN (JEK)
Publisher : Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Mitra Alam Persada menggunakan metode tambang terbuka sehingga dalam kegiatan penambangannya sangat bergantung pada keadaan cuaca. Salah satu hambatan kerja dalam tambang terbuka adalah adanya waktu hambatan kerja slippery yang disebabkan oleh faktor alam di daerah penambangan yaitu hujan. Slippery merupakan keadaan jalan angkut yang licin akibat hujan. Panjang jalan angkut yang memiliki luasan 40000 m² dengan panjang jalan 1200 meter dengan lebar 25 meter membuat penanganan slippery pada jalan angkut overburden cukup lama, yaitu 2,11 jam. Dengan dilakukan upaya perbaikan, waktu slippery sepanjang jalan angkut overburden pit 3000 dapat dikurangi dengan pengoptimalan penggunaan motor grader pasca hujan dalam penanganan slippery. Pengoptimalan penggunaan motor grader dapat dilakukan dengan memperbaiki sudut angle dari blade motor grader yang digunakan pada badan jalan angkut. Motor grader yang digunakan adalah Komatsu GD825A dengan spesifikasi panjang blade 4,9 meter di sudut 0º. Pengoperasian motor grader aktual menggunakan sudut blade 45º dengan kecepatan aktual rata - rata 6,4 km/h membutuhkan waktu sebesar 2,31 jam dengan produktivitas motor grader sebesar 13.853 m²/h. Dengan memperbaiki sudut penggunaan blade dari motor grader menjadi 30º dengan kecepatan yang sama yaitu 6,4 km/h durasi slippery dapat berkurang sebesar 45,6 menit menjadi 1,55 jam yang menaikan produktivitas dari motor grader menjadi 20.645 m²/h. Jadi slippery dapat dikurangi dengan upaya perbaikan tersebut dari 138,6 menit menjadi 93 menit. Kata Kunci : Slippery, Jalan Angkut, Motor Grader, Produktivitas. Abstract PT. Mitra Alam Persada uses open pit mining method so thats in mining activities depend heavily on weather conditions. one of the obstaclesto work in open pit mining is the slippery working time constraints caused by natural factors in the mining area, its namely rain. slippery is a road conditions where it slip caused bu rain. The length of the haul road which has an area of ​​40000 m² with a length of 1200 meters with a width of 25 meters makes slippery handling on the overburden haul road quite long, which is 2.11 hours. With improvements being made, slippery time along the overburden haul road in pit 3000 can be reduced by optimizing the use of post-rain motor graders in slippery handling. Optimizing the use of motor graders can be done by improving the angle of the motor grader blade that is used on the haul road body. The motor grader used is the Komatsu GD825A with a specification of 4.9 meters blade length at 0º angle. Actual motor grader operation uses a 45º blade angle with an average speed of 6.4 km / h takes 2.31 hours with a productivity of motor grader of 13,853 m²/h. By improving the blade use angle of the motor grader to 30º with the same speed of 6.4 km / h the duration of the slippery can be reduced by 45.6 minutes to 1.55 hours which increases the productivity of the motor grader to 20,645 m² / h. So slippery can be reduced by these improvement efforts from 138.6 minutes to 93 minutes. Key words: Slippery, Haul Road, Motor Grader, Productivity
ANALISIS PERSEBARAN FASIES KARBONAT PADA LAUT LEPAS MADURA, FORMASI KUJUNG DAN NGIMBANG, CEKUNGAN JAWA TIMUR UTARA Kirana Suci Saraswati
Jurnal Eksakta Kebumian Vol. 2 No. 2 (2021): JURNAL EKSAKTA KEBUMIAN (JEK)
Publisher : Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Cekungan Jawa Timur Utara menjadi salah satu cekungan kegiatan eksplorasi dan eksploitasi terbesar di Indonesia. Penelitian ini difokuskan pada runtutan fasies dan penyebaran dari Formasi Kujung dan Ngimbang yang terdapat pada Cekungan Jawa Timur Utara. Pada area penelitian dibuat zonasi batuan karbonat dengan pendekatan sekuen stratigrafi yang menghasilkan 3 marker stratigrafi yaitu SB 1 eq Early Oligocene eq Near Top Ngimbang Fm., SB 2 eq Late Oligocene eq Near Top Kujung II Fm. dan SB 3 eq Early Miocene eq Near Top Kujung I Fm. Berdasarkan analisis struktur pada batas stratigrafi daerah penelitian dilihat bahwa pola kontur dipengaruhi oleh patahan yang cenderung berarah timur laut-barat daya dan timur-barat. Pola pengendapan dari daerah penelitian cenderung berarah utara – selatan.Pada SB 1 eq Early Oligocene eq Near Top Ngimbang Fm., terbentuk 5 fasies pengendapan karbonat yaitu Barrier Reef Platform Reef Reef Crest, Barrier Reef Platform Slope Branching-Dish, Deep Shelf Margin, Deep Shelf Margin Carbonates dan Deep Shelf Shallow Basin. Pada SB 3 eq Early Miocene eq Near Top Kujung I Fm., terbentuk 2 fasies pengendapan karbonat yaitu Barrier Reef Platform Reef Reef Crest dan Barrier Reef Platform Slope Branching-Dish. Kata-kata kunci: Seismik Fasies, Seismik Reflektor, Sikuen Stratigrafi, Batuan Karbonat, Paleogeografi Abstract The North East Java Basin is one of the basins with the largest exploration and exploitation activities in Indonesia. This study focused on facies sequencing and distribution of the Kujung and Ngimbang Formations in the North East Java Basin. In the study area carbonate rock zoning was made with a stratigraphic sequence approach that produced 3 stratigraphic markers namely SB 1 eq Near Oligocene eq Near Top Ngimbang Fm. SB 2 eq Late Oligocene eq Near Top Kujung II Fm. and SB 3 eq Near Top Kujung I Fm Miocene eq. Based on structural analysis at the stratigraphic boundary of the study area, it can be seen that the contour pattern is affected by faults which tend to be NE-SW and E-W. The Depositional direction of the study area tend to be N-S. In the SB 1 eq the Near Top Ngimbang Fm Early Oligocene eq. formed 5 carbonate depositional facies namely Barrier Reef Platform Reef Reef Crest, Barrier Reef Platform Slope Branching-Dish, Deep Shelf Margin, Deep Shelf Margin Carbonates, and Deep Shelf Shallow Basin. In the SB 3 eq, the Miocene eq Near Top Kujung I Fm., Formed 2 carbonate depositional facies, namely the Barrier Reef Platform Reef Reef Crest and the Barrier Reef Platform Slope Branching-Dish. Keywords: Seismic Facies, Seismic Reflector, Sequence Stratigraphy, Carbonates, Paleogeography
PENENTUAN TITIK KRITIKAL POMPA ARMOR PM-6 PADA MINE DEWATERING DI PT GLOBAL MAKARA TEKNIK Brainnes Izaac Tubalawony
Jurnal Eksakta Kebumian Vol. 2 No. 2 (2021): JURNAL EKSAKTA KEBUMIAN (JEK)
Publisher : Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Mine Dewatering adalah upaya untuk mengeluarkan air yang telah masuk ke area penambangan. Alat yang digunakan pada kegiatan mine dewatering adalah pompa sentrifugal. Pompa sebagai alat mekanis memiliki kapasitas yang ditentukan berdasarkan daya mesin yang digunakan kemampuan mengatasi hambatan (head) agar dapat mengalirkan air. Untuk dapat mengetahui titik kerja pompa diperlukan perhitungan hambatan (total head) aktual, debit aktual pompa untuk kemudian dibandingkan dengan kurva kinerja pompa berdasarkan spesifikasi pompa. Dari penelitian ini didapat bahwa head minimum adalah 26.727 m dan kapasitas maksimum pompa adalah 325 m3/jam pada RPM 1800. Kata-kata kunci: Pompa, Head, RPM, Titik Kritikal Abstract Mine Dewatering is an effort to remove water that has entered the mining area. The tool used in mine dewatering activities is a centrifugal pump. The pump as a mechanical device has a capacity that is determined based on the engine power used to overcome obstacles (head) so that it can drain water. To be able to know the pump work point, it is necessary to calculate the actual resistance (total head), the actual flow of the pump to then be compared with the pump performance curve based on pump specifications. From this study it was found that the minimum head is 26,727 m and the maximum pump capacity is 325 m3 / hour at 1800 RPM. Keywords: Pump, Head, RPM, Critical Point
KARAKTERISTIK TANAH URUG DAERAH GUNUNG SINDUR KABUPATEN BOGOR PROVINSI JAWABARAT Sambodo Bayu Aji; Suherman Dwi Nuryana; Eddy Sugiarto
Jurnal Eksakta Kebumian Vol. 2 No. 2 (2021): JURNAL EKSAKTA KEBUMIAN (JEK)
Publisher : Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Identifikasi tanah urug perlu dilakukan dalam upaya pembangunan infrastruktur dikarenakan kondisi pembukaan lahan untuk tambang dan properti dan jalan akan meningkat oleh sebab tertentu. Untuk mengetahui kondisi tanah lebih lanjut dilakukan analisis melalui laboratorium dan kemudian diperkirakan sifat fisik dan teknis pada tanah urug tersebut. Daerah penelitian terletak pada Daerah Kecamatan Gunung Sindur, Pagedengan, Rumpin termasuk dalam administrasi Kabupaten Bogor dan Kota Tangerang Selatan sebanyak 6 (enam) lokasi dan LP 1dan LP 6 sebagai salah satu pembukaan lahan tambang tanah urug dan pembukaan lahan untuk properti. hasil Penelitian ini di fokuskan pada analisis Sieve hydrometer, standar proctor, batas plastis. Hasil perhitungan laboratorium digunakan untuk mengetahui sifat fisik dan teknis dan kepadatan suatu lapisan tanah. Kemudian data laboratorium tersebut dikorelasikan berdasarkan material dan ditentukan kualitas tanah urug. Tanah merah merupakan hasil lapukan endapan gunung api, tanah kuning lignitan merupakan hasil lapukan satuan lempung pasir lignitan satuan lempung lignitan Formasi Bojongmanik bagian atas, sedangkan tanah kuning berpasir merupakan hasil lapukan satuan batuan pasir gampingan dari Formasi Bojongmanik bagian bawah, pasir kerikilan adalah dari hasil lapukan endapan teras sungai cisadane purba. Tanah urug merah sesuai untuk material tanah urug dengan infiltrasi rendah, sedangan tanah urug jenis tanah kuning berpasir cocok untuk urugan dengan infiltrasi tinggi, sedang tanah kuning berlignit tidak disarankan untuk tanah urug. Kata Kunci : Tanah Urug, Sifat Fisik, Pelapukan Abstract Identification of Material landfill needs to be done in an effort to develop infrastructure due to conditions of land clearing for mines and property and roads will increase by certain causes. To find out more about soil conditions, a laboratory analysis was carried out and then the physical and technical properties of the urug soil were estimated. The research area is located in the Gunung Sindur Subdistrict, Pagedengan, Rumpin District included in the administration of Bogor Regency and South Tangerang City precisely on LP 6 and LP 1, one of the land clearing of urug land and land clearing for property. In this study, the focus is on Sieve hydrometer analysis, proctor standard, plastic limit. This laboratory calculation aims to determine the physical and technical properties and density of a soil layer. Then from the laboratory data correlated based on the material and determined the quality of the soil fill. Red soil is the result of weathered volcanic deposits, lignite yellow soil is the result of weathering of lignitan sandstone units in the upper lignitan clay form of the bojongmanik formation, while sandy yellow soil is the result of weathered units of sandstone from the lower Bojongmanik Formation. ancient cisadane river terrace sediment. Red urug soil is suitable for soil fill material with low infiltration while the topsoil of ancient sandy soil is suitable for high infiltration, while yellow berignite soil is not recommended for soil fillings. Keywords: Soils, Physical Properties, Weathering
RENCANA PENGERINGAN SUMP DAN PENGOPTIMALAN POMPA DI PT. BERAU BARA ABADI, KALIMANTAN TIMUR Raka Candi Satrio Pinandito
Jurnal Eksakta Kebumian Vol. 2 No. 3 (2021): JURNAL EKSAKTA KEBUMIAN (JEK)
Publisher : Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT BBA merupakan perusahaan pertambangan yang menggunakan metode open pit mining. Salah satu masalah yang dijumpai pada metode open pit mining adalah pengaturan air limpasan yang masuk ke front penambangan. Air limpasan ini tertampung di dalam sump. Pada musim hujan, perbandingan total volume air yang masuk akan meningkat melebihi kapasitas sump. Air limpasan tersebut dapat membanjiri front penambangan, sedangkan pada titik terendah sump terdapat batubara yang harus di tambang pada bulan Januari. maka dari itu dilakukan penelitian untuk melakukan pengeringan pada sump dengan caramengetahui besar debit air limpasan yang masuk ke sump pada bulan Desember 2018, waktu pengeringan sump pada bulan Desember 2018 serta cara optimalisasi pompa CF-48. Pada penelitian ini, digunakan metode ex-post factodengan melakukan observasi lapangan, perhitungan debit air limpasan dan pompa sebagai upaya pengoptimalan pompa agar tercapai target pengeringan sump yaitu kurang dari satu bulan dengan memperkecil catchment area, relokasi pipa, meningkatkan Rpm pompa serta jam kerja pompa. Dari perhitungan dan analisa yang telah di lakukan dapat diketahui setelah melakukan optimalisasi pompa, sump dapat kering dalam waktu 24 hari. Sehingga dapat disesuaikan dengan target pengeringan sump yaitukurang dari satu bulan untuk kepentingan rencana produksi perusahaan.Kata kunci: sump, sistem penyaliran tambang, air limpasan rencana, hujan, pengeringan sump, pompaAbstractBBA company is a mining company that uses the open pit mining method. One of the problems encountered in the open pit mining method is the regulation of runoff water that enters the mining front. This runoff water is contained in the sump. In the rainy season, the ratio of the total volume of water entering will increase beyond the sump capacity. The runoff water can flood the mining front, while at the lowest point of the sump is coal which must be mined in January. therefore a study was conducted to drain the sump by knowing the amount of runoff water entering the sump in December 2018, the sump drying time in December 2018 and how to optimize the CF-48 pump. In this study, ex-post facto method was used by conducting field observations, calculating runoff and pump discharge as an effort to optimize the pump to achieve the sump drying target of less than one month by reducing catchment area, pipe relocation, increasing pump Rpm and pump working hours . From the calculation and analysis that has been done, it can be seen after optimizing the pump, the sump can dry out within 24 days. So that it can be adjusted to the target of sump drying, which is less than one month for the benefit of the company's production plan.Keywords: sump, mine drainage system, planned runoff, rain, sump drying, pump
ANALISIS PERHITUNGAN SATURASI AIR DENGAN METODE SIMANDOUX DAN INDONESIA PADA LAPISAN M LAPANGAN N Guntur Herlambang Wijanarko
Jurnal Eksakta Kebumian Vol. 2 No. 3 (2021): JURNAL EKSAKTA KEBUMIAN (JEK)
Publisher : Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakInterpretasi Logging adalah salah satu cabang ilmu teknik perminyakan yang membahas mengenai karakteristik dari suatu formasi serta permasalahan yang berhubungan dengan keberhasilan dalam penemuan cadangan hidrokarbon. Penilaian formasi berujuan untuk menentukan parameter petrofisik seperti volume shale, porositas, resistivitas air formasi yang digunakan untuk menghitung nilai saturasi air. Dalam penelitian ini sumur yang dianalisa sebanyak empat sumur eksplorasi. Analisa log yang dilakukan pada sumur ini berupa analisa kualitatif dan analisa kuantitatif. Volume shale rata-rata pada sumur KML-1, KML-2, KML-3 dan KML-4 secara berturut-turut adalah 0,172, 0,132, 0,167 dan 0,115. Porositas efektif ratarata pada sumur KML-1, KML-2, KML-3 dan KML-4 secara berturut-turut sebesar 0,236, 0,268, 0,219 dan 0,225. Nilai a, m dan n mengikuti lithologi sumur yaitu limestone (karbonat) dengan nilai 1, 2 dan 2. Nilai Rw diperoleh dari Metode Pickett Plot yaitu sebesar 1,52 ohmm pada KML-1, 1,52 ohmm pada KML-2, 1,52 ohmm pada KML-3 dan 0,5 ohmm pada KML-4. Saturasi air rata-rata dengan Metode Simandoux pada sumur KML-1, KML-2, KML-3 dan KML-4 secara berturut-turut adalah 0,336, 0,434, 0,670 dan 0,397. Sedangkan nilai saturasi air rata-rata dengan Metode Indonesia pada sumur KML-1, KML-2, KML-3 dan KML-4 secara berturut-turut adalah 0,439, 0,488, 0,723 dan 0,440. Dari perbandingan dengan Sw Core, Metode Simandoux lebih baik digunakan dalam perhitungan saturasi air karena hasilnya lebih mendekati dengan nilai dari Sw Core.Kata-kata kunci : Interpretasi Logging, Saturasi Air, Metode Indonesia, Metode Simandoux AbstractLogging Interpretation is one of the branches of petroleum engineering which discusses the characteristics of a formation as well as the problems related to success in finding hydrocarbon reserves. Formation assessment aims to determine petrophysical parameters such as volume shale, porosity, formation water resistivity used to calculate water saturation values. In this study the wells analyzed were four exploration wells. Log analysis carried out in this well is in the form of qualitative analysis and quantitative analysis. The average shale volume in KML-1, KML-2, KML-3 and KML-4 wells is respectively 0.172, 0.132, 0.167 and 0.115. The average effective porosity of KML-1, KML-2, KML-3 and KML-4 wells is 0.236, 0.268, 0.219 and 0.225 respectively. The values of a, m and n follow the lithology of the well, namely limestone (carbonate) with a value of 1, 2 and 2. The value of Rw is obtained from the Pickett Plot Method that is equal to 1.52 ohmm on KML-1, 1.52 ohmm on KML-2, 1 , 52 ohmm on KML-3 and 0.5 ohmm on KML-4. The average water saturation with the Simandoux Method in KML-1, KML-2, KML-3 and KML-4 wells is 0.336, 0.434, 0.670 and 0.397. While the average water saturation value with the Indonesian Method in KML-1, KML-2, KML-3 and KML-4 wells is 0.439, 0.488, 0.723 and 0.440 respectively. From the comparison with Sw Core, the Simandoux method is better used in calculating water saturation because the result is closer to the value of Sw Core.Keywords : Logging Interpretation, Water Saturation, Simandoux Equation, Indonesia Equation
ANALISIS FASIES BERDASARKAN METODE SIKUEN STRATIGRAFI, DI DAERAH “HS”, CEKUNGAN SUMATERA SELATAN Muhammad Ikhwan Hanif; Agus Guntoro
Jurnal Eksakta Kebumian Vol. 2 No. 3 (2021): JURNAL EKSAKTA KEBUMIAN (JEK)
Publisher : Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Setiap tahunnya kebutuhan akan minyak dan gas bumi akan terus meningkat, namun peningkatan ini tidak diimbangi dengan produksi minyak dan gas bumi yang semakin menurun dan turunnya penemuan cadangan minyak dan gas bumi. Maka dari itu diperlukannya penemuan daerah reservoir baru yang diharapkan dapat menaikkan tingkat produksi minyak dan gas bumi. Menurut Stratigrafi Cekungan Sumatera Selatan oleh Ginger & Fielding (2005) pada Cekungan Sumatera Selatan di umur Akhir Oligosen – Awal Miosen yang sebanding dengan Formasi Talangakar berpotensi sebagai reservoir yang memiliki litologi berupa batupasir. Oleh karena itu perlu dilakukannya penelitian pada formasi ini yang diharapkan dapat menjadi secondary reservoir. Metode penelitian yang digunakan berupa metode startigrafi sekuen dimana metode ini dapat digunakan untuk menentukan fasies dan lingkungan pengendapan dalam sebuah siklus pengendapan pada daerah penelitian dimana dari situ bisa diketahui apakah daerah penelitian ini berpotensi sebagai batuan reservoir.Daerah penelitian berlokasi di daerah “HS” adalah merupakan salah satu lapangan milik PT. Petrochina International Jabung Ltd. yang berada di Cekungan Sumatera Selatan. Penelitian ini terfokuskan pada reservoir batupasir pada Formasi Talang Akar yang merupakan formasi yang telah terbukti mengandung hidrokarbon. Tahap penelitian diawali dengan analisis data batuan ini (core) dari salah satu sumur sebagai sumur kunci, yang kemudian dikorelasi dengan data log sumur dari 6 sumur lainnya. Selanjutnya dilakukan pembagian fasies dan lingkungan pengendapan pada sumur kunci yang kemudian dikorelasi dengan 6 sumur lainnya dengan metode stratigrafi sekuen. Setelah itu data sumur diikat dengan penampang seismik 3D yang ada untuk menentukan persebaran lateral lapisan batas sekuen yang telah ditentukan. Pada daerah penelitian, diinterpretasikan bahwa fasies yang berkembang pada umur oligosen akhir – miosen awal di daerah penelitian berupa distributary channel, floodplain, tidal bar, tidal flat, dan tidal channel. Fasies tersebut menunjukkan perubahan lingkungan pengendapan berupa lingkungan fluvial dominated delta menjadi lingkungan tidal dominated delta.Kata-kata kunci: Cekungan Sumatera Selatan, Formasi Talang Akar, Reservoir, Stratigrafi Sikuen AbstractEach years the needs of oil and gas keep increasing., but this escalation is not on par with it’s production and discovery which keep decreasing. Therefore there is need to discover a new reservoir area which could increased the production of oil and gas. According to Stratigraph of South Sumatera Basin by Ginger & Fielding (2005)at late Oligocene – early Miocene age of South Sumatera Basin equivalent to Talangakar Formation has potential as reservoir which had lithology of sandstones.Because of that there is a need to study on this formation with expectation could be a secondary reservoir area. Study method used is sequence stratigraphy method whoch could be used to determine fasies and depositional environment in a depositional cycle on study area wherea from it could be known whether the study area had potential as reservoir rock. The Study area is located at”HS” field, one of the fields which are owned by PT. Petrochina International Jabung Ltd. which located in South Sumatera Basin. This study is focused at sandstone in Talang Akar Formation, which formations that have been proven contain hydrocarbon. Research starts from analysis of core data from one of the well as key well, then corelated with well logs from 6 other wells. After that determine the facies and depositional environments from key well and then correlates with 6 other wells with sequence stratigraphic methods.Furthermore the well data will bie tied with seismic cross section to determine the distribution of sandstone reservoir layers which have been chosen. Based on interpretation of data, it can be concluded that the facies that are developed in late Oligocene to early miocene at the study area consist of distributary channel,floodplain, tidal bar, tidal flat, and tidal channel. These facies shows the change of depositional environment from fluvial dominated delta environment to tidal dominated delta environment.Keywords: South Sumatera Basin, Talang Akar Formation, Reservoir, Sequence Stratigraphy
ANALISIS PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA OHSAS 18001 PADA AREA KERJA CAST HOUSE DI PT. INDOFERRO, KOTA CILEGON Michael Aryanto; Reza Aryanto; S M Banjarnahor
Jurnal Eksakta Kebumian Vol. 2 No. 3 (2021): JURNAL EKSAKTA KEBUMIAN (JEK)
Publisher : Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian penerapan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja OHSAS 18001 ini dilakukan di perusahaan PT. Indoferro yang bertujuan untuk mengetahui penerapan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja karena dalam setiap kegiatan produksi pasti terdapat resiko/bahaya. Penelitian ini menggunakan metoda deskriptif berdasarkan data kualitatif dan didukung dengan data kuantitatif. Setelah dilakukan analisis didapat tingkat pencapaian penerapan OHSAS 18001 : 2007 adalah sebesar 95.49 % ( MEMUASKAN ), Terdapat 5 permasalahan yang timbul, yaitu : Tidak teridentifikasi resiko pada area cast house, kurangnya personil departemen HSE, dan dokumen IK (instruksi kerja ) area kerja cast house tidak ditinjau dan diperbaharui dan Upaya yang dilakukan mengatasi ketidaksesuaian, yaitu : melakukan identifikasi, menambah personil departemen HSE dan memperbaiki dokumen IK ( Instruksi Kerja ) dan lapisan isolator termal yang dipilih adalah Glass fiberdengan nilai k = 0.033 W/m°C untuk mengatasi permasalahan temperature area kerja cast house. Untuk penelitian berikutnya dapat dikombinasikan dengan sistem ventilasi industri dalam mengatasi temperatur area kerja industri.Kata-kata kunci: K3, Isolator termal, OHSAS 18001: 2007 AbstractThe research on the implementation of OHSAS 18001 occupational safety and health management system was carried out in the company of PT. Indoferro which aims to determine the application of occupational safety and health management systems because in every production activity there must be risks / dangers. This study uses descriptive methods based on qualitative data and is supported by quantitative data. After analyzing the level of achievement achieved the implementation of OHSAS 18001: 2007 is 95.49% (SATISFIED), There are 5 problems that arise, namely: Not identified risks in the cast house area, lack of HSE department personnel, and IK documents (work instructions) cast work area house is not reviewed and updated and Efforts are made to overcome the discrepancies, namely: identifying, adding HSE department personnel and improving the IK (Work Instruction) document and the selected thermal insulation layer is Glass fiber with a value of k = 0.033 W / m ° C to overcome cast house work area temperature problems. For the next research, it can be combined with industrial ventilation systems in overcoming the temperature of industrial work areas.Key words: K3, thermal isolator, OHSAS 18001: 2007

Page 9 of 19 | Total Record : 185