cover
Contact Name
Rini Setiati
Contact Email
rinisetiati@trisakti.ac.id
Phone
+6221-5663232
Journal Mail Official
jftke@trisakti.ac.id
Editorial Address
Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi - Universitas Trisakti Kampus A, Gedung D Universitas Trisakti Jalan Kyai Tapa No. 1 Grogol, Jakarta Barat, Indonesia Phone: (62-21) 566 3232
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Eksakta Kebumian
Published by Universitas Trisakti
ISSN : -     EISSN : 2775913X     DOI : https://doi.org/10.25105/jek
Core Subject : Science,
Merupakan wadah untuk mempublikasikan karya tulis Teknik Perminyakan, Teknik Geologi dan Teknik Pertambangan. Karya tulis ilmiah yang dipublikasikan diharapkan dapat menjadi referensi perkembangan teknologi kebumian
Articles 195 Documents
PENGARUH SUHU TERHADAP KARAKTERISTIK VISKOSITAS XANTHAN GUM DENGAN ADITIF RUMPUT LAUT MERAH UNTUK EOR PADA RESERVOIR DENGAN SALINITAS MENENGAH Wydhea Ayu Septianingrum; Taufiq Fathaddin; Ridha Husla
Jurnal Eksakta Kebumian Vol. 4 No. 1 (2025): JURNAL EKSAKTA KEBUMIAN (JEK)
Publisher : Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/

Abstract

Kebutuhan akan peningkatan produksi minyak secara berkelanjutan mendorong pemanfaatan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) berbasis polimer. Salah satu polimer yang banyak digunakan adalah xanthan gum karena kemampuannya dalam meningkatkan viskositas fluida injeksi. Namun, efektivitasnya dapat menurun secara signifikan pada suhu reservoir yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh suhu terhadap viskositas larutan xanthan gum yang ditambahkan aditif alami dari rumput laut merah (Kappaphycus alvarezii), dengan fokus pada kondisi salinitas menengah. Pengujian dilakukan secara eksperimental di laboratorium pada beberapa tingkat suhu untuk mengevaluasi stabilitas viskositas. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan suhu menyebabkan penurunan viskositas, namun penambahan ekstrak K. alvarezii mampu memperlambat penurunan tersebut. Formulasi ini menunjukkan ketahanan termal yang lebih baik dibandingkan larutan xanthan gum murni. Temuan ini menunjukkan potensi pemanfaatan aditif alami dalam meningkatkan performa injeksi polimer, khususnya untuk aplikasi EOR pada reservoir dengan salinitas sedang dan suhu yang bervariasi.   The growing need for sustainable oil production has brought renewed attention to polymer-based Enhanced Oil Recovery (EOR) techniques. Xanthan gum, a biopolymer known for its viscosity-enhancing properties, is commonly used in polymer flooding. However, its performance is limited under high-temperature reservoir conditions. This study explores the impact of temperature on the viscosity of xanthan gum solutions enhanced with a red seaweed (Kappaphycus alvarezii) additive, targeting medium-salinity environments. Laboratory-scale rheological tests were conducted at various temperatures to evaluate viscosity stability. Results indicate that viscosity decreases as temperature rises, a known challenge in EOR. Interestingly, the addition of K. alvarezii extract was found to slow the rate of viscosity decline. This behavior suggests that the biopolymer blend offers greater thermal resistance and could potentially improve sweep efficiency in EOR applications. The findings support the use of natural additives to enhance the reliability of polymer flooding in reservoirs with moderate salinity.
MENGIDENFITIKASI DAN MENANGGULANGI  LOST CIRCULATION PADA SUMUR SP LAPANGAN Y Sheyla Putri Maharani; Bayu Satiyawira; Prayang Sunny Yulia
Jurnal Eksakta Kebumian Vol. 4 No. 1 (2025): JURNAL EKSAKTA KEBUMIAN (JEK)
Publisher : Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/

Abstract

Hilangnya sirkulasi lumpur pemboran merupakan salah satu permasalahan penting yang sering terjadi dalam proses pemboran minyak dan gas bumi, di mana sebagian atau seluruh lumpur masuk ke dalam formasi bawah permukaan dan tidak kembali ke permukaan. Masalah ini dapat menyebabkan gangguan operasional, serta membahayakan stabilitas lubang bor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kasus kehilangan sirkulasi lumpur yang terjadi pada sumur SP di Lapangan Y pada kedalaman 1088 ft TVD. Metode yang digunakan meliputi analisis tekanan formasi, tekanan hidrostatik, tekanan rekah, tekanan formasi, serta evaluasi Equivalent Circulating Density. Hasil analisis menunjukkan bahwa tekanan sirkulasi yang terjadi melebihi tekanan rekah formasi, dengan nilai tekanan sirkulasi dasar lubang sebesar 577,691 psi, tekanan hidrostatik 497,87 psi, tekanan formasi 520,50 psi, dan tekanan rekah 568,02 psi. Kondisi ini menyebabkan terbentuknya rekahan buatan yang menjadi jalur hilangnya lumpur. Permasalahan ini dikategorikan sebagai partial lost dan berhasil ditanggulangi dengan aplikasi material penyumbat pada zona kehilangan menggunakan Lost Circulation Material. Penanganan yang tepat memungkinkan kegiatan pemboran dapat kembali dilanjutkan secara aman dan efisien.   Loss of drilling mud circulation is one of the important problems that often occurs in the oil and gas drilling process, where part or all of the mud enters the subsurface formation and does not return to the surface. This problem can cause operational disruption, as well as jeopardize borehole stability. This study aims to analyze the case of mud circulation loss that occurs in the SP well in Y Field at a depth of 1088 ft TVD. The methods used include analysis of formation pressure, hydrostatic pressure, fracturing pressure, formation pressure, and evaluation of Equivalent Circulating Density. The analysis results show that the circulation pressure exceeds the formation fracture pressure, with a hole bottom circulation pressure value of 577.691 psi, hydrostatic pressure of 497.87 psi, formation pressure of 520.50 psi, and fracture pressure of 568.02 psi. These conditions led to the formation of artificial fractures that became the pathway for mud loss. This problem was categorized as partial loss and was successfully addressed by the application of plugging material in the loss zone using Lost Circulation Material. Proper handling allowed drilling activities to resume safely and efficiently.
EVALUASI DAN OPTIMASI POMPA ELECTRICAL SUBMERSIBLE PUMP PADA SUMUR FT-08 LAPANGAN TF Muhammad Alfatah; Djunaedi Agus Wibowo; Harin Widiyatni
Jurnal Eksakta Kebumian Vol. 4 No. 1 (2025): JURNAL EKSAKTA KEBUMIAN (JEK)
Publisher : Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/

Abstract

Penurunan tekanan reservoir secara alami menyebabka penurunan produksi fluida dari sumur minyak, sehingga penerapan metode pengangkatan buatan seperti Electric Submersible Pump (ESP) menjadi penting untuk mempertahankan dan meningkatkan laju produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan mengoptimasikan kinerja pompa ESP pada sumur FT – 08 dilapangan TF yang mengalami penurunan efisiensi volumetric di bawah standar operasi optimal. Evaluasi dilakukakn dengan menghitung kurva Inflow Performance Relationship (IPR) menggunakan metode Vogel dan parameter produktivitas sumur, serta menganalisis efisiensi volumetric pompa dengan parameter desain dan operasional ESP seperti tekanan intake, total dynamic head (TDH), dan laju alir fluida actual. Hasil evaluasi menunjukan bahwa kurva IPR menghasilkan laju alir teoritis sebesar 619,37 BPD dengan tekanan dasar sumur (Pwf) 233,86 psia, sedangkan efisiensi volumetrik aktual pompa mencapai 84% yang meunjukkan adanya potensi optimasi. Berdasarkan hasil tersebut, penelitian ini merekomendasikan redesain atau penggantian pompa yang lebih sesuai dengan kondisi aktual sumur untuk meningkatkan efisiensi produksi jangka Panjang.   The natural decline in reservoir pressure leads to a significant reduction in fluid production from oil wells, making the application of artificial lift methods such as the Electric Submersible Pump (ESP) essential to sustain and enhance production rates. This study aims to evaluate and optimize the performance of the ESP installed in Well FT-08 of the TF Field, which has experienced a decline in volumetric efficiency below the operational optimum. The evaluation was conducted by constructing the Inflow Performance Relationship (IPR) curve using the Vogel method and analyzing the well's productivity index, along with performance metrics such as pump intake pressure, total dynamic head (TDH), and actual flow rate. The IPR analysis yielded a theoretical production rate of 619.37 BPD at a bottomhole flowing pressure (Pwf) of 233.86 psia, while the measured volumetric efficiency of the installed ESP reached 84%, indicating the potential for further optimization. Based on these results, the study recommends redesigning or replacing the pump with a configuration better suited to the current reservoir and well conditions to enhance long-term production efficiency
ANALISIS PENGARUH SUHU LUBANG LEDAK TERHADAP FUMES HASIL PELEDAKAN PADA TAMBANG EMAS PT MEARES SOPUTAN MINING Muhammad Al Harist; Pantjanita Novi Hartami; Yuga Maulana
Jurnal Eksakta Kebumian Vol. 4 No. 1 (2025): JURNAL EKSAKTA KEBUMIAN (JEK)
Publisher : Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/

Abstract

Gas beracun (fumes) yang dihasilkan dari peledakan tambang emas terbuka ini berbahaya dan terbentuk akibat pembakaran tidak sempurna. Studi ini mengukur jenis dan jumlah fumes serta mengevaluasi metode pengukuran yang tepat dan aman. Hasilnya menunjukkan bahwa campuran bahan peledak yang kurang tepat dapat meningkatkan produksi fumes. Pengukuran gas dilakukan dengan menggunakan gas detector yang diletakkan pada drone. Hasil pengukuran gas beracun (fumes) ditemukan kadar karbon monoksida CO sebesar 9 ppm dam hidrogen sulfida H₂S 0 ppm, hasil gas beracun yang dihasilkan cukup rendah. Kadar fumes ini dipengaruhi oleh suhu lubang ledak dan perbedaan antara rencana dan pelaksanaan peledakan, terutama kedalaman lubang ledak. Berdasarkan hasil pengukuran ini, dapat disarankan untuk waktu tunggu pekerja sebelum melakukan pemeriksaan pasca-peledakan guna memastikan keamanan dapat dilakukan satu menit setelah peledakan dilakukan.   The toxic gases (fumes) produced by blasting an open-pit gold mine are hazardous and are formed by incomplete combustion. This study measured the type and amount of fumes and evaluated appropriate and safe measurement methods. The results show that improper explosive mixtures can increase the production of fumes. Gas measurements were taken using a gas detector mounted on a drone. The results of the measurement of toxic gases (fumes) found carbon monoxide CO levels of 9 ppm and hydrogen sulfide H₂S 0 ppm, the results of toxic gases produced are quite low. The level of fumes is influenced by the blast hole temperature and the difference between the plan and the blasting execution, especially the depth of the blast hole. Based on the results of these measurements, it can be suggested that the waiting time for workers before conducting a post-blast inspection to ensure safety should be one minute after blasting.
KAJIAN TEKNIS DESAIN KOLAM PENGENDAPAN DI PIT CW 8 PT RODA JAYA SAKTI SULAWESI TENGAH Jian Karunia; Pantjanita Novi Hartami; Edy Jamal Tuheteru
Jurnal Eksakta Kebumian Vol. 4 No. 1 (2025): JURNAL EKSAKTA KEBUMIAN (JEK)
Publisher : Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/

Abstract

Kolam pengendapan berfungsi untuk mengendapkan lumpur atau material lain sehingga air yang dialirkan dari kolam pengendapan ke sungai sudah jernih, selain itu hal ini juga dimaksudkan untuk mencegah terjadinya pendangkalan sungai. Kolam pengendapan juga dapat berfungsi sebagai tempat pengontrol kualitas dari air yang akan dialirkan keluar kolam pengendapan. Rancangan kolam pengendapan yang akan dibuat berdasarkan total pada debit air yang masuk ke dalam kolam pengendapan, yaitu sebesar 4,98 m3/s dengan intensitas air hujan sebesar 47,562 mm/jam Kolam pengendapan yang dirancang berbentuk limas terpancung yang dibuat berkelok-kelok (zig-zag). Kolam pengendapan yang di rancang memiliki 4 buah kompartemen dengan kedalam 5 m dan total volume rencangan sebesar 9.558 m3 dan memiliki 2 buah penyekat dengan lebar penyekat sebesar 5 m kecepatan pengendapan 0,00236 m/s dan waktu kecepatan pengendapan yaitu 35,31 menit. Kolam pengendapan harus dilakukan pemeliharaan agar dapatberfungsi dengan baik dan lama, yaitu dengan cara kolam pengendapan dibersihkan dari material padatanyang mengendap ke dasar kolam dengan menggunakan excavator komatsu PC 200 long arm. Untuk setiap kompartemen memiliki waktu pemeliharaan yang berbeda – beda pada tiap kompartemennya yaitu pada kompartemen 1 dapat dilakukan pemeliharaan 3 hari sekali. Kompartemen 2 dilakukan dilakukan setiap 8 hari sekali. Kompartemen 3 dilakukan setiap 24 hari sekali. Kompartemen 4 dilakukan setiap 303 hari sekali, dan diharapkan air yang keluar dari kompartemen 4 telah terendapkan sempurna.   The sedimentation pond functions to settle mud or other materials so that the water flowing from the sedimentation pond to the river is clear, in addition, this is also intended to prevent river siltation. The sedimentation pond can also function as a place to control the quality of water that will be flowed out of the sedimentation pond. The design of the sedimentation pond to be made is based on the total water discharge entering the sedimentation pond, which is 4.98 m3 / s with a rainfall intensity of 47.562 mm / hour The sedimentation pond designed is in the form of a truncated pyramid that is made winding (zig zag). The sedimentation pond designed has 4 compartments with a depth of 5 m and a total design volume of 9,558 m3 and has 2 partitions with a partition width of 5 m, a sedimentation speed of 0.00236 m / s and a sedimentation speed time of 35.31 minutes. Sedimentation ponds must be maintained so that they can function properly and for a long time, namely by cleaning the sedimentation pond from solid material that settles to the bottom of the pond using a Komatsu PC 200 long arm excavator. Each compartment has a different maintenance time for each compartment, namely compartment 1 can be maintained once every 3 days. Compartment 2 is carried out every 8 days. Compartment 3 is carried out every 24 days. Compartment 4 is carried out every 303 days, and it is hoped that the water that comes out of compartment 4 has been completely deposited.
PENGARUH PENAMBAHAN SUMUR INFILL TERHADAP WATER RATE DAN OIL RATE :KAJIAN SIMULASI MENGGUNAKAN tNAVIGATOR: THE EFFECT OF ADDITIONAL INFILL WELLS ON WATER RATE AND OIL RATE : SIMULATION STUDY USING tNAVIGATOR Prakoso, Suryo Prakoso; Yasmaniar, Ghanima Yasmaniar; Sabirey, Adrian Maulana Sabirey
Jurnal Eksakta Kebumian Vol. 4 No. 2 (2025): JURNAL EKSAKTA KEBUMIAN (JEK)
Publisher : Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/

Abstract

Penambahan sumur infill merupakan salah satu strategi pengembangan lapangan minyak yang bertujuan untuk meningkatkan perolehan minyak dan memperpanjang umur produksi reservoir. Dalam studi ini,dilakukan simulasi reservoiir menggunakan perangkat lunak tNAVIGATOR untuk mengevaluasi pengaruh penambahan sumur infill terhadap perubahan laju produksi minyak (oil rate) dan laju produksi air (water rate). Model simulasi didasarkan pada base scenario yang merepresentasikan kondisi awal pengembangan tanpa penambahan sumur infill, kemudian dibandingkan dengan beberapa skenario penambahan sumur infill,kemudian dibandingkan dengan skenario penambahan sumur infill di area-area dengan pesebaran saturasi oil yang tinggi. Hasil simulasi menunjukkan bahwa penambahan sumur infill secara signifikan meningkatkan oil rate pada tahap awal,namun juga dapat berpotensi meningkatkan water rate seiring waktu. Studi ini memberikan wawasan penting dalam perenvanaan pengembangan lapangan,khususnya dalam menentukan jumlah dan lokasi optimal sumur infill untuk memaksimalkan produksi.   Abstract Addition of infill wells is one of the oil field development strategies that aims to increase oil recovery and extend the life of reservoir production. In this study, reservoir simulations were conducted using tNAVIGATOR software to transmit the effect of adding infill wells on changes in oil production rate and water production rate. The simulation model is based on a basic scenario that represents the initial conditions of development without adding infill wells, then compared with several scenarios of adding infill wells, then compared with scenarios of adding infill wells in areas with high oil saturation distribution. The simulation results show that adding infill wells significantly increases the oil rate in the early stages, but also has the potential to increase the water rate over time. This study provides important insights into field development, especially in determining the optimal number and location of infill wells to maximize production.  
ANALISIS PENURUNAN SUHU MENGGUNAKAN COOLER PADA FRONT KERJA TAMBANG BAWAH TANAH DI BLOK CIGUHA TIMUR PT ANTAM UBPE PONGKOR Ana Selviana; Pantjanita Novi Hartami; Ririn Yulianti
Jurnal Eksakta Kebumian Vol. 4 No. 1 (2025): JURNAL EKSAKTA KEBUMIAN (JEK)
Publisher : Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/

Abstract

PT Aneka Tambang UBPE Pongkor merupakan perusahaan bidang pertambangan yang menerapkan sistem tambang bawah tanah. Dalam kegiatan tambang bawah tanah ventilasi menjadi salah satu hal penting. Ventilasi berfungsi untuk menyediakan kebutuhan udara bagi pekerja di tambang bawah tanah. Oleh karena itu, perlu dilakukan evaluasi jaringan ventilasi di tambang bawah tanah PT Antam UBPE Pongkor untuk mengetahui kondisi ventilasi sesuai dengan ketetapan pemerintah. Penelitian dilakukan untuk menganalisis dan mengevaluasi kondisi jaringan sistem ventilasi. Metode yang digunakan menggunakan metode kuantitatif dengan mengambil data kuantitas dan kualitas udara pada air duct dan lubang bukaan tambang. Data kuantitas dan kualitas udara yang diperoleh akan di evaluasi berdasarkan Kepdirjen Mentri ESDM No 185 K/ 3704/ DJB/ 2019.  Pada Blok Ciguha Timur terdapat empat front kerja yang memiliki suhu yang tinggi sehingga membuat pekerja tidak nyaman. Dilakukan evaluasi untuk menurunkan suhu pada front dengan menggunakan cooler. Hasil penelitian menunjukan dibutuhkan daya cooler sebesar 68,85 Kw untuk dapat menurunkan suhu pada front kerja di Blok Ciguha Timur.     PT Aneka Tambang UBPE Pongkor is a mining company that implements an underground mining system. In underground mining activities, ventilation is one of the important things. Ventilation serves to provide air needs for workers in underground mines. Therefore, it is necessary to evaluate the ventilation network at the PT Antam UBPE Pongkor underground mine to find out the ventilation conditions in accordance with government regulations. The research was conducted to analyze and evaluate the condition of the ventilation system network. The method used uses a quantitative method by taking data on air quantity and quality in the air duct and mine opening holes. The air quantity and quality data obtained will be evaluated based on the Decree of the Minister of Energy and Mineral Resources No. 185 K/3704/DJB/2019. In the East Ciguha Block, there are four work fronts that have hot temperatures, making workers uncomfortable. An evaluation was carried out to lower the temperature on the front using a cooler. The results of the study show that a cooler power of 68.85 Kw is needed to be able to lower the temperature on the work front in the East Ciguha Block.
EVALUASI DAN OPTIMASI POMPA HYDRAULIC PUMPING UNIT (HPU) PADA SUMUR TS-04 DI LAPANGAN TEN: Evaluation and Optimization of Hydraulic Pumping Unit on Well TS-04 at Ten Field Tendi Setiawan; Sigit Rahmawan; Puri Wijayanti
Jurnal Eksakta Kebumian Vol. 4 No. 2 (2025): JURNAL EKSAKTA KEBUMIAN (JEK)
Publisher : Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/

Abstract

Lapangan TEN yang terletak di Jawa Timur memiliki sejumlah sumur minyak yang menggunakan metode pengangkatan buatan untuk mempertahankan produksi, salah satunya adalah sumur TS-04. Sumur ini telah lama diproduksikan dan mengalami penurunan tekanan reservoir serta laju alir fluida. Untuk mengatasi masalah tersebut, digunakan metode artificial lift berupa Hydraulic Pumping Unit (HPU). Evaluasi dilakukan menggunakan analisis Inflow Performance Relationship (IPR), yang kemudian dilanjutkan dengan optimasi karena efisiensi volumetrik awalnya sangat rendah. Parameter yang diubah dalam proses optimasi adalah kecepatan pompa (Stroke Per Minute/SPM) dan panjang langkah (Stroke Length/SL). Sebelum dilakukan optimasi, laju produksi sumur TS-04 hanya 130,6 BFPD dengan kecepatan 5 SPM dan SL 130 inci, menghasilkan efisiensi volumetrik sebesar 36,03%. Setelah parameter diubah menjadi 25 SPM dan SL 64 inci, laju produksi meningkat tajam menjadi 767,6 BFPD dan efisiensi volumetrik mencapai 91,54%. Penelitian ini membuktikan bahwa pengaturan ulang parameter operasional HPU mampu meningkatkan efisiensi dan produksi sumur secara signifikan. Pendekatan ini juga dapat diterapkan pada sumur lain di Lapangan TEN dengan kondisi serupa guna mendukung produksi minyak yang berkelanjutan dan efisien.     The TEN Field, located in East Java, contains several oil wells that utilize artificial lift methods to sustain production, including well TS-04. This well has been producing for a long time and has experienced a decline in reservoir pressure and production flow rate. To address this issue, a Hydraulic Pumping Unit (HPU) is used as the artificial lift method. Performance evaluation was conducted using Inflow Performance Relationship (IPR) analysis, followed by optimization due to the initially low volumetric efficiency. The optimization involved adjusting the pump speed (Stroke Per Minute/SPM) and stroke length (Stroke Length/SL). Before optimization, well TS-04 produced 130.6 BFPD with a pump speed of 5 SPM and stroke length of 130 inches, resulting in a volumetric efficiency of only 36.03%. After modifying the pump speed to 25 SPM and the stroke length to 64 inches, production increased significantly to 767.6 BFPD, and the volumetric efficiency rose to 91.54%. This study demonstrates that adjusting HPU operational parameters can significantly enhance pump efficiency and production. The same optimization approach may also be applied to other wells in the TEN Field facing similar conditions, contributing to more efficient and sustainable oil production.
ANALISIS PENGGUNAAN 6 GRAM KULIT JERUK BALI SEBAGAI ADITIF PADA LUMPUR PEMBORAN TERHADAP FILTRATION LOSS DAN RHEOLOGY Abiyyu Adinegoro; Apriandi Rizkina Rangga Wastu; Arinda Ristawati
Jurnal Eksakta Kebumian Vol. 4 No. 2 (2025): JURNAL EKSAKTA KEBUMIAN (JEK)
Publisher : Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/

Abstract

Penelitian ini untuk melihat potensi besar kulit jeruk bali (Citrus maxima) sebagai additive alami yang ramah lingkungan dengan cara dicampurkan pada lumpur pemboran. Hasil pengujian filtration loss menunjukkan data bahwa penambahan kulit jeruk bali secara efektif menurunkan volume kehilangan filtrat pada lumpur pemboran, dengan peningkatan efektivitas seiring dengan peningkatan konsentrasi additive.Dapat dilihat data dengan sampel yang mengandung kulit jeruk bali berubah secara signifikan, sampel dengan 6 gram kulit jeruk bali mencatat penurunan filtration loss paling baik, mencapai 8 ml pada 80°F dan 7 ml pada 200°F, nilai yang konsisten dengan standar API 13 A1. Menariknya, filtration loss juga diamati berkurang seiring dengan peningkatan suhu. Mekanisme di balik pengurangan filtration loss ini melibatkan peran kandungan pektin dalam kulit jeruk bali yang meningkatkan viskositas lumpur sehingga dapat terjadi pembentukan lapisan pelindung (mud cake) yang lebih efisien. Selain itu, sifat penyerapan air kulit jeruk bali membantu mengurangi filtration loss dalam lumpur. Lebih jauh, kulit jeruk bali terbukti meningkatkan nilai reologi lumpur, memperbaiki kemampuan suspensi, dan stabilitasnya secara keseluruhan. Pemanfaatan kulit jeruk bali menawarkan solusi berkelanjutan dan ramah lingkungan untuk mengelola filtration loss dan meningkatkan sifat reologi lumpur, sekaligus mengurangi ketergantungan pada bahan kimia berbahaya. Ini membuka pengetahuan dalam optimasi formulasi lumpur pemboran di masa depan.     This research explores the significant potential of pomelo orange peel (Citrus maxima) as an environmentally friendly natural additive for drilling mud. Filtration loss tests demonstrate that adding pomelo orange peel effectively reduces filtrate loss volume in drilling mud, with its effectiveness increasing proportionally to the additive's concentration. The data clearly shows a significant change in samples containing pomelo orange peel. The sample with 6 grams of pomelo orange peel recorded the best reduction in filtration loss, reaching 8 ml at 80°F and 7 ml at 200°F, values consistent with API 13 A1 standards. Interestingly, filtration loss was also observed to decrease with increasing temperature. The mechanism behind this reduction in filtration loss involves the pectin content in pomelo orange peel, which increases mud viscosity. This enhanced viscosity facilitates the formation of a more efficient protective layer, or mud cake. Furthermore, the water absorption properties of pomelo orange peel help reduce filtration loss in the mud. Beyond this, pomelo orange peel also proved to improve the mud's rheological values, enhancing its suspension capabilities and overall stability. Ultimately, utilizing pomelo orange peel offers a sustainable and environmentally friendly solution for managing filtration loss and improving the rheological properties of drilling mud. It simultaneously reduces reliance on hazardous chemicals, opening new avenues for optimizing drilling mud formulations in the future.
ANALISIS LAJU INFILTRASI TERHADAP PERMEABILITAS TANAH PADA DAERAH RUMPIN DAN SEKITARNYA, KECAMATAN RUMPIN, KABUPATEN BOGOR, PROVINSI JAWA BARAT Eriana Vistari; Himmes Fitra Yuda; Muhammad Adimas Amri
Jurnal Eksakta Kebumian Vol. 4 No. 2 (2025): JURNAL EKSAKTA KEBUMIAN (JEK)
Publisher : Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara laju infiltrasi dan nilai permeabilitas tanah di Desa Rumpin, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor. Laju infiltrasi merupakan salah satu indikator penting dalam memahami kemampuan tanah menyerap air, terutama di wilayah yang mengalami perkembangan tata guna lahan yang pesat. Penelitin ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh permeabilitas terhadap laju infiltrasi. Metode penelitian yang dilakukan adalah analisis geomorfologi dan pengambilan data infiltrasi dilakukan di tujuh titik pengamatan menggunakan double ring infiltrometer untuk mengukur laju infiltrasi dan metode undisturbed soil sampling untuk analisis laboratorium. Geomorfologi daerah penelitian dikelompokan menjadi empat satuan yaitu, satuan geomorfologi perbukitan sangat curam vulkanik Kampungsawa, satuan geomorfologi perbukitan curam intrusi andesit Cipinang, satuan geomorfologi dataran datar denudasional Rumpin, dan sataun geomorfologi datartan banjir Cisadane. Nilai permeabilitas diperoleh melalui uji laboratorium terhadap sampel tanah yang diklasifikasikan sebagai pasir halus, lanau, dan lempung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju infiltrasi di wilayah studi berkisar dari kategori sedang lambat hingga sedang cepat. Terdapat ketidaksesuaian antara nilai permeabilitas dan laju infiltrasi di beberapa lokasi, yang mengindikasikan bahwa sifat fisik tanah lainnya juga berpengaruh signifikan terhadap proses infiltrasi. Oleh karena itu, analisis komprehensif terhadap faktor-faktor tanah sangat penting dalam perencanaan tata ruang dan pengelolaan air permukaan di daerah ini.     This research aims to analyze the relationship between infiltration rate and soil permeability in Rumpin Village, Rumpin District, Bogor Regency. Infiltration rate is a key indicator for understanding the soil’s ability to absorb water, especially in areas undergoing rapid land use changes. The objective of this study is to determine how permeability affects the rate of infiltration. The research methods applied include geomorphological analysis and field data collection at seven observation points using a double ring infiltrometer to measure infiltration rate, and undisturbed soil sampling for laboratory analysis. The geomorphology of the study area is classified into four units: the very steep breccia hill unit in Kampungsawa, the steep andesite intrusion hill unit in Cipinang, the flat denudational plain in Rumpin, and the Cisadane floodplain unit. Permeability values were obtained through laboratory tests on soil samples classified as fine sand, silt, and clay. The results show that infiltration rates in the study area range from moderately slow to moderately fast. In several locations, there is a mismatch between permeability values and infiltration rates, indicating that other soil physical properties such as texture, porosity, and moisture content also significantly influence the infiltration process. Therefore, a comprehensive analysis of soil factors is essential for effective spatial planning and surface water management in the area.