cover
Contact Name
Rini Setiati
Contact Email
rinisetiati@trisakti.ac.id
Phone
+6221-5663232
Journal Mail Official
jftke@trisakti.ac.id
Editorial Address
Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi - Universitas Trisakti Kampus A, Gedung D Universitas Trisakti Jalan Kyai Tapa No. 1 Grogol, Jakarta Barat, Indonesia Phone: (62-21) 566 3232
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Eksakta Kebumian
Published by Universitas Trisakti
ISSN : -     EISSN : 2775913X     DOI : https://doi.org/10.25105/jek
Core Subject : Science,
Merupakan wadah untuk mempublikasikan karya tulis Teknik Perminyakan, Teknik Geologi dan Teknik Pertambangan. Karya tulis ilmiah yang dipublikasikan diharapkan dapat menjadi referensi perkembangan teknologi kebumian
Articles 185 Documents
HUBUNGAN MORFOLOGI DAN KETEBALAN BAUKSIT LATERIT PADA SITE AIRUPAS, KABUPATEN KETAPANG, PROVINSI KALIMANTAN BARAT Cakra Farizi Syahruna; Hidartan; Rosmalia Dita Nugraheni
Jurnal Eksakta Kebumian Vol. 2 No. 1 (2021): JURNAL EKSAKTA KEBUMIAN (JEK)
Publisher : Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Daerah penelitian terletak pada site Airupas, Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat. Daerah penelitian merupakan IUP dari PT. Harita Prima Abadi Mineral. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hunungan morfologi dan ketebalan baukit laterit pada daerah penelitian. Metode yang di gunakan pada penelitian ini adalah perhitungan kelerengan yang kemudian di cocokan kedalam klasifikasi van Zuidam (1983). Hubungan laterit dengan ketebalan yang paling tebal berada pada satuan geomorfologi dataran berombak dan satuan morfologi dataran bergelombang dangan ketebalan mencapai ±6 meter, Tanah penutup atau overburden paling tebal pada morfologi dataran berombak dengan ketebalan 3meter dan paling tipis pada morfologi perbukitan bergelombang dimana overburden tidak di temukan/ hampir tidak ada. Kata-kata kunci: Airupas, Endapan Bauksit Laterit, Morfologi Abstract The research area is located on the Airupas site, Ketapang Regency, West Kalimantan Province. The research area is the IUP of PT. Harita Prima Abadi Mineral. This study aims to determine the morphological and thickness of laterite hills in the study area. The method used in this study is the slope calculation which is then matched into the van Zuidam classification (1983). The relationship of the laterite with the thickest thickness is in the geomorphological unit of the wavy terrain and the morphological unit of the undulating terrain with thickness reaching ± 6 meters, the thickest overburden on the morphology of the wavy terrain with a thickness of 3 meters and the thinnest on the undulating hilly morphology where overburden is thin. Keywords: AirUpas, Laterit Bauxite Deposit, Morpholgy
KAJIAN TEKNIS PENGELOLAAN AAT MENGGUNAKAN KAPUR TOHOR DAN REKOMENDASI AERATOR PADA KPL PIT 1 TIMUR, PTBA,TBK Tesia Maretha
Jurnal Eksakta Kebumian Vol. 2 No. 1 (2021): JURNAL EKSAKTA KEBUMIAN (JEK)
Publisher : Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pengelolaan AAT yang dilakukan di KPL Pit 1 Timur ini yakni Active Treatment dan Passive Treatment. Metode Active Treatment yang digunakan di KPL ini yakni kapur tohor dan pH Adjuster. Debit air masuk ke KPL yang tinggi kurang lebih 0,32 m3/s dan metode pemberian kapur tohor yang dilakukan belum memenuhi kebutuhan kapur tohor untuk menaikkan pH sesuai BML sehingga pH air yang keluar dari outlet KPL terkadang masih dibawah Baku Mutu Lingkungan. Oleh karena itu, perlu dilakukan penentuan dosis kapur tohor ulang menggunakan metode uji jartest. Selain itu logam yang terlarut dalam air di KPL ini juga sangat tinggi dan pengelolaan air asam dengan kapur tohor dalam menurunkan logam Fe dan Mn belum bisa menurunkan logam sesuai dengan Baku Mutu Lingkungan, sehingga perlu dilakukan proses oksidasi terhadap logam-logam terlarut dengan cara penambahan aerator untuk proses aerasi. Hasil uji Jartest didapatkan dosis kapur yang diperlukan untuk menaikkan pH 3,35 menjadi pH 7,69 dengan volume air 1 liter yakni 0,461 gr. Dengan debit total yang masuk ke inlet kpl pada bulan januari 2019 sebanyak 31.716,6 m3/hari, maka diperlukan kapur tohor sebanyak 14.621 kg CaO/hari. Hasil dari perhitungan nilai Chemical Oxygen Demand dengan Theoritical Oxygen Demand (ThOD) didapatkan kebutuhan oksigen untuk menurunkan logam agar sesuai dengan BML yakni sebanyak 18,6 kg O2/hari. Rekomendasi Aerator untuk digunakan yakni Turbo Jet Aerator dengan kapasitas distribusi oksigen yakni 9.5-11.5 kg O2/hari (dari spesifikasi Aerator) sehingga memerlukan 2 aerator untuk KPL Pit 1 Timur. Kata-kata kunci: Kapur Tohor(CaO), Aerator, Air Asam Tambang, Baku Mutu Lingkungan Abstract The settling pond of Pit 1 Timur is one of the settling pond in PT Bukit Asam, Tbk which is used for the treatment of acid mine drainage from sump pit 1 Timur of Bangko Barat. The treatment’s methods that carried out at the settling pond of Pit 1 Timur are Active Treatment and Passive Treatment. The Active Treatment method used in this settling pond are Calcium Oxide (CaO) and pH adjuster. The flow rate of water which flow into the settling pond is approximately 0.32 m3/ s and the method by settling the CaO into the pond is uncontinuous so sometimes that the pH of the water that comes out from the settling pond’s outlet is still below the Environmental Quality Standard. Besides that,the metal dissolved in water in the settling pond is also very high and the management of acidic water with lime to reduce the Fe and Mn metals cannot reduce the metal in accordance with the Environmental Quality Standards, so it is necessary to oxidize the dissolved metals by adding aerators for the aeration process. The Jartest test results found that the dose of lime needed to raise the pH of 3.35 to pH 7.69 with a volume of 1 liter of water is 0.461 gr. With a total debit entering the settling pond inlet in January 2019 of 31,716.6 m3 / day, a total of 14,621 kg CaO / day of lime is required. The results of the calculation of the value of Chemical Oxygen Demand with Theoritical Oxygen Demand (ThOD) obtained oxygen demand to reduce the metal to match the BML of 18.6 kg O2 / day. Aerator recommendations for use are the Turbo Jet Aerator with an oxygen distribution capacity of 9.5-11.5 kg O2 / day (from Aerator specifications) so that it requires 2 aerators for settling pond Pit 1 Timur. Keywords: Calcium Oxide (CaO), Aerator,Acid Mine Drainage, Environmental Quality Standards.
INTERPRETASI STRUKTUR GEOLOGI DAERAH BIREUN DAN SEKITARNYA, PROVINSI NANGROE ACEH DARUSSALAM BERDASARKAN DATA DEM Gigih Hadi Nugrohojati
Jurnal Eksakta Kebumian Vol. 2 No. 1 (2021): JURNAL EKSAKTA KEBUMIAN (JEK)
Publisher : Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Indera jarak jauh merupakan salah satu metode dalam melakukan interpretasi geologi pada suatu daerah. Salah satu objek yang dapat diamati dengan menggunakan metode indera jarak jauh adalah kelurusan topografi. Kelurusan topografi dapat diasumsikan sebagai manifestasi struktur geologi. Daerah penelitian yang terletak di Daerah Bireun dan Sekitarnya, Provinsi Nangroe Aceh Darussalam memiliki orientasi kelurusan topografi dominan baratlaut-tenggara dan utara-selatan. Berdasarkan penarikan kelurusan topografi maka dapat diketahui daerah yang memiliki densitas patahan yang tinggi dan densitas patahan yang rendah. Berdasarkan hal tersebut maka dapat dibuat peta fault facies permukaan pada daerah penelitian. Kata Kunci: struktur geologi, kelurusan topografi, fault facies Abstract Remote sensing is one of many methods in geological interpretation process. One of the objects that can be analyzed using remote sensing is topography lineament. Topography lineament is assumed as geological structure manifestation. Research area is located in Bireun and Surroundings, Nangroe Aceh Darussalam Province. Topography lineament of the research area shows NW-SE and N-S orientation. These topography lineaments can determine area which has high fracture density and otherwise. Density map can be used to make surface fault facies map of the research area. Keywords: geological structure, topography lineament, fault facies
KAJIAN PENGELOLAAN AIR ASAM TAMBANG UNTUK MENGURANGI KADAR TOTAL SUSPENDED SOLID (TSS) DENGANMETODE JAR TEST MENGGUNAKAN REAGEN KURI FLOCK PC-702 AGAR TERCAPAINYA BAKU MUTU AIR LIMBAH DI KPL TOWER 4 PT BUKIT ASAM TBK Sulaeman
Jurnal Eksakta Kebumian Vol. 2 No. 1 (2021): JURNAL EKSAKTA KEBUMIAN (JEK)
Publisher : Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract PT Bukit Asam Tbk merupakan perusahaan tambang batubara di Indonesia. Air hujan atau air tanah yang tercampur dengan batuan yang mengandung sulfida tertentu yang ada di dalam batubara dapat mengubah air tersebut bersifat sangat asam dan biasanya mengandung zat besi serta mangan dengan konsentrasi yang tinggi. Selain itu pada saat penambangan air tanah atau air hujan yang terkumpul di dalam kolam tambang selain bersifat asam juga sering kali mengandung zat padat tersuspensi (suspended solids, SS) dengan konsentrasi yang tinggi. Kadar TSS pada kolam pengendapan lumpur Tower 4 yaitu 558 mg/l ;pH 6,91; kadar Fe 0,0664 mg/l dankadarMn 0,3821 mg/l.Olehkarenaituperludosis optimum dan volume water tank yang dibutuhkan untuk mengurangi Total Suspended Solid (TSS) di KolamPengendapan Lumpur Tower 4 denga nmenggunakan kuriflock PC-702 dengankonsentrasi 1% agar memenuhi baku mutu air limbah di PT Bukit AsamTbk. Hasil uji jar test didapatkan dosis kuri flock yaitu 5,5 ml/l dan 6,5 ml/l sertaukuran flock hasil jar test yaitu 4,5mm-5mm. Sehingga watertank yang dibutuhkan waitu berukuran 8000 literkarena volume maksimum waterank dari setiapbulan paling tinggi pada bulan Januari 2019 yaitu 6136 literuntukdosis 6,5 ml/l. Kata kunci: Air asamtambang,kolampengendapanlumpur,TSS,kuriflockdanbakumutu air limbah Abstrak PT. Bukit Asam, Tbk is coal mining company in Indonesia. Rainwater or ground water mixed with rocks containing certain sulfides in coal can change the water is very acidic and usually contains iron and manganese with high concentrations. In addition, when mining groundwater or rain water that is collected in mining ponds, besides being acidic, it also often contains highly concentrated solids (suspended solids, SS). TSS content in tower 4 mud sedimentation ponds are 558 mg / l; PH 6,91; Fe content of 0.0664 mg/l and Mn content of 0.3821 mg/l. Therefore, the optimum dosage and volume of watertank is needed to reduce the Total Suspented Solid (TSS) in the tower 4 mud sedimentation pond by using a PC-702 kuriflock with a concentration of 1% to fulfill the wastewater quality standards in PT Bukit AsamTbk. Jar test results obtained kuriflock dose of 5,5 ml / l and 6,5 ml / l and the size of the flock jar test results are 4.5mm - 5mm. So that the required watertank is 8000 liters because the maximum volume of watertank from each month is highest in January 2019 which is 6136 liters for a dose of 6,5 ml / l. Key words: Acid mine drainage, mud sedimentation ponds, TSS, kuriflock and quality standars of waste water
KAJIAN TEKNIS PRODUKTIVITAS ALAT MUAT DAN ALAT ANGKUT PT. SDIC PAPUA CEMENT INDONESIA Rafael Agustinus Makambak
Jurnal Eksakta Kebumian Vol. 2 No. 1 (2021): JURNAL EKSAKTA KEBUMIAN (JEK)
Publisher : Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Untuk mencapai target produksi maka segala aspek perlu di perhatikan termasuk produktivita alat muat dan alat angkut. PT SDIC Papua Cement Indonesia, yang berlokasi di Kecamatan Maruni, Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat menambang batu gamping dengan system penambangan tambang terbuka dengan metode konvensional. Kegiatan penggalian dan pemuatan dilakukan oleh excavator 340D dan diangkut oleh dump truck hino 260. Target produksi yang ditetapkan perusahan yaitu 133333,3 ton/ bulan. Data yang diperlukan pada penelitian ini yaitu data cycle time dari alat muat dan alat angkut. Rata – rata cycle time yang diperoleh yaitu untuk dump truck 14 menit dan untuk excavator 17,25 detik. Data ini kemudian diolah menggunakan exel untuk menentukan efisiensi kerja. Setelah efisiensi kerja diperoleh maka dicari lagi produktivitas untuk tiap alat yaitu untuk dump truck dan excavator. Produktivitas yang didapat yaitu untuk dump truck 73.34 ton/jam dan excavator 207.01 ton/jam. Untuk mencapai target produksi jumlah alat yang diperlukan untuk dump truck 3 unit dan 1 unit excavator. Jam kerja yang diperlukan dalam 1 bulan yaitu 493,8071 jam/bulan. Match factor untuk 3 unit dump truck yaitu 0.7. Dengan 3 unit dump truck target produksi 133333,3 ton/ bulan tercapai. Kata-kata kunci: produktivitas, alat muat dan alat angkut , target produksi, waktu kerja Abstract To achieve production target, all aspects need to be noticed including productivity. PT SDIC Papua Cement Indonesia, located in Maruni Sub-district, Manokwari Regency, West Papua Province mine limestone with open mine mining system with conventional method. Excavation and loading activities are carried out by 340D excavators and loaded by Hino 260 dump trucks. The company's production Target is 133333.3 tons/month. The data required in this study is the cycle time data of the loading and carrying tools. The average cycle time obtained is for the dump truck 14 minutes and for excavators 17.25 seconds. This Data is then processed using Exel to determine work efficiency. After working efficiency obtained then sought again productivity for each tool namely for dump trucks and excavators. The productivity gained is for the dump truck 73.34 tons/hour and excavator 207.01 tons/hour. To achieve the target production the number of tools needed to dump truck 3 units and 1 excavator unit. Working hours are required within 1 month i.e. 493.8071 hours/month. Match factor for 3 unit dump truck is 0.7. With 3 units of dump truck target production of 133333.3 tons/month is achieved. Keywords: Productivity, loading and carrying tools, production targets, working time
EVALUASI LINTASAN PEMBORAN BERARAH DENGAN METODE MINIMUM OF CURVATURE PADA SUMUR A DI LAPANGAN B Christian Arya Wardhana
Jurnal Eksakta Kebumian Vol. 2 No. 1 (2021): JURNAL EKSAKTA KEBUMIAN (JEK)
Publisher : Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pemboran berarah adalah teknik di dalam pekerjaan pemboran, dimana lubang bor dibelokkan beberapa derajat untuk kemudian diarahkan ke target formasi yang tidak terletak secara vertikal dibawah sumur. Dalam pekerjaan pemboran berarah, sulit untuk tetap menjaga agar lubang bor berada tetap pada lintasan yang sudah direncanakan. Menyimpangnya lubang bor dari lintasan perencanaan mengakibatkan terjadinya perubahan sudut inklinasi dan arah dari pemboran. Penyimpangan lintasan pemboran dapat diketahui dengan cara membandingkan hasil perhitungan survey pemboran berarah saat perencanaan dengan aktual. Pada penelitian ini, metode perhitungan survey pemboran berarah yang digunakan adalah metode Minimum of Curvature. Selain itu, dilakukan juga evaluasi terhadap formasi yang ditembus oleh rangkaian pemboran, parameter pemboran, dan pengaruh bottom hole assembly yang digunakan. Sumur A merupakan sumur pemboran berarah yang bertipe build and hold. Tujuan dilakukannya pemboran pada sumur A adalah untuk memproduksikan gas dari dua lapisan produktif, yaitu lapisan C sand dan H1 sand. Dalam pekerjaan pemboran berarah pada sumur A di lapangan B, terjadi perbedaan antara lintasan aktual dengan lintasan perencanaan. Pada lapisan C sand, lintasan pemboran aktual menyimpang sejauh 3.51 ft di atas dan 1.57 ft di kanan dari lintasan perencanaan. Sedangkan, pada lapisan H1 sand terjadi penyimpangan sejauh 61.14 ft diatas dan 66.06 ft di kanan dari lintasan perencanaan. Penyimpangan ini diakibatkan antara lain karena adanya pergantian lapisan batuan, parameter pemboran yang berubah-ubah, dan adanya perubahan tendency pada bottom hole assembly yang digunakan. Pemboran sumur A dikatakan berhasil karena masih sesuai dengan target tolerance yang sudah ditetapkan. Kata-kata kunci: Pemboran Berarah, Minimum of Curvature, Lintasan Pemboran, Penyimpangan. Abstract Directional drilling is a technique in drilling work, where the drill hole is deflected several degrees to then be directed to the target formation which is not located vertically below the well. In directional drilling work, it is difficult to keep the drill hole fixed on the planned track. Deviating the drill hole from the planning path results in a change in the inclination angle and direction of the drilling. Drilling path deviations can be known by comparing the results of directional drilling survey calculations when planning with actual. In this study, the method of trending drilling survey used is the Minimum of Curvature method. In addition, an evaluation of the formation penetrated by the drilling sequence, drilling parameters, and the influence of the bottom hole assembly were used. Well- A is a build and hold type drilling well. The purpose of drilling in well A is to produce gas from two productive layers, namely the layer of C sand and H1 sand. In directional drilling work on well A on field B, there is a difference between the actual trajectory and the planning trajectory. In the C sand layer, the actual drilling track deviates as far as 3.51 ft above and 1.57 ft on the right from the planning trajectory. Meanwhile, at the H1 sand layer there is a 61.14 ft above and 66.06 ft deviation on the right from the planning trajectory. This deviation is caused, among others, due to the change of rock layers, changing drilling parameters, and a change in tendency to the bottom hole assembly used. Well drilling A is said to be successful because it still matches the tolerance target that has been set. Keyword: Directional Drilling, Minimum of Curvature, Wellbore Trajectory, Deviation.
ANALISIS BESAR BUTIR DAN LINGKUNGAN PENGENDAPAN PULAU PARI, KEPULAUAN SERIBU, JAKARTA UTARA Tengku Rafiyansyah Fajri; Dewi Syavitri; Moehammad Ali Jambak
Jurnal Eksakta Kebumian Vol. 2 No. 1 (2021): JURNAL EKSAKTA KEBUMIAN (JEK)
Publisher : Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pulau Pari adalah salah satu pulau kecil yang termasuk ke dalam wilayah Kepulauan Seribu, Jakarta Utara. Pada penelitian ini diambil sampel sejumlah 15 buah dari sekitar Pulau Pari, dengan menggunakan hand auger. Sampel tersebut kemudian dilakukan uji granulometri. Dari hasil analisi ini kemudian didapatkan grafik histogram dan kurva kumulatif. Dari hasil penelitian di atas dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut: Dari 15 sampel yang di analisis garnulomertri, dapat dibagi atas 3 kelompok: Kelompok 1: berlokasi di Lokasi pengamatan ID, IIC, IIIA, IIIC, IVD. Dengan ukuran butir very coarse sand, dan lingkungan pengendapan mud. Kelompok 2: berlokasi di lokasi pengamatan IVA dan IVC. Dengan ukuran butir coarse sand, dan lingkungan pengendapan mud. Kelompok 3: berlokasi di lokasi pengamatan IIB. Dengan ukuran butir medium sand dan lingkungan pengendapan estuarine sand. Kelompok 4: berlokasi di lokasi pengamatan IA, IB, IC, IIA, IID, IIID, IVB. Dengan ukuran butir silty sandstone dan lingkungan pengendapan estuarine sand. Dari data diatas, dapat diketahui bagian selatan pulau memiliki kuat arus yang lebih tinggi dibanding bagian utara pulau. Ditemukan adanya anomali, yaitu pada daerah IVB yang berada di daerah dengan kuat arus tinggi memiliki ukuran butir yang harus. Hal ini dipengaruhi oleh adanya pengaruh abrasi yang kuat di bagian selatan pulau, dan juga adanya pengaruh aktivitas manusia di daerah tersebut. Kata Kunci : Granulometri, Pulau Pari, Lingkungan Pengendapan Abstract Pari Island is one of the small islands that belong to the Thousand Islands region, North Jakarta. In this study 15 samples were taken from around Pari Island, using a hand auger. The sample is then subjected to granulometry testing. From the results of this analysis then obtained histogram graphs and cumulative curves. From the results of the above research, it can be concluded as follows: From the 15 garnulomertri analysis samples, they can be divided into 3 groups: Group 1: located at ID, IIC, IIIA, IIIC, IVD. With very coarse sand grain size, and mud depositional environment. Group 2: located at IVA and IVC observation sites. With coarse sand grain size, and mud depositional environment. Group 3: located at the observation site IIB. With medium sand grain size and estuarine sand depositional environment. Group 4: located at observation sites IA, IB, IC, IIA, IID, IIID, IVB. With the grain size of silty sandstone and estuarine sand depositional environment. From the data above, it can be seen that the southern part of the island has a higher current strength than the northern part of the island. Anomalies were found, namely in the area of ​​IVB which is in an area with high currents having a grain size that must be. This is influenced by the strong influence of abrasion in the southern part of the island, and also the influence of human activities in the area. Keywords: Granulometry, Pari Island, Depositional Environement
DRILLING SPECIFIC ENERGY: PENGARUH KEHADIRAN HIDROLIKA PADA MECHANICAL SPECIFIC ENERGY Dian Putrie Adila
Jurnal Eksakta Kebumian Vol. 2 No. 2 (2021): JURNAL EKSAKTA KEBUMIAN (JEK)
Publisher : Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pemboran yang efektif dan efisien merupakan pemboran yang mampu mencapai kedalaman target dalam waktu singkat tanpa menimbulkan banyak permasalahan pemboran. Salah satu faktor yang menentukan keefisienan kegiatan pemboran adalah performa dari pahat bor, antara lain Specific Energy dan hidrolika dari pahat bor. Pahat bor mengeluarkan sejumlah energi dalam upaya menghancurkan batuan formasi, yang biasa disebut dengan Specific Energy. Hidrolika merupakan peran pahat bor lainnya yang berfungsi membantu menghancurkan batuan serta menjauhkan potongan-potongannya dari dasar lubang bor dan permukaan pahat bor. Peran menghancurkan batuan formasi dimiliki baik oleh hidrolika maupun Specific Energy, untuk itu dilakukan penelitian pengaruh hidrolika terhadap energi pahat bor. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode Specific Energy, baik tanpa hidrolika maupun dengan hidrolika untuk menganalisa pengaruh hidrolika terhadap energi pahat bor. Hasil perhitungan energi yang mengikutkan hidrolika juga dilakukan perbandingan atau komparasi pada sebelum dan setelah dilakukannya optimasi. Nilai MSE pada pahat bor trayek 17,5” sebesar 2989,6 psi hingga 66498,1 psi. Nilai DSE dari pahat bor ini awalnya berkisar antara 2732,88 psi hingga 61266,33 psi, dan setelah dilakukannya optimasi nilai DSE pahat bor menjadi 2584,26 psi sampai 57212,78 psi. Hasil analisa menunjukkan bahwa kehadiran hidrolika penting dalam mengurangi energi yang dikeluarkan oleh pahat bor, sehingga kegiatan pemboran dapat berjalan dengan lebih efisien. Kata kunci: Specific Energy, Mechanical Specific Energy, Drilling Specific Energy, hidrolika. Abstract A drilling activity which can be finished on time or even shorter than planned without causing many drilling problems is called an effective and efficient drilling operation. In the process, many factors affect the efficiency of a drilling operation and one of them is drilling bit performance such as Specific Energy and its hydraulics. A drilling bit needs some amount of energy to destroy a unit volume of rock formation, and this energy is called Specific Energy. Drill bit hydraulics helps destroy the rock formation then remove the cuttings from the bottom of the hole and also cleans the bit face. This stated that when a drilling bit destroys a rock formation, it needs both some energy and hydraulics. In this paper, the hydraulics effect on Specific energy was analyzed. Specific Energy of PDC bit on 17.5” track in “DN-06” well “ADL-1” field was analysed with or without drill bit hydraulics. A comparison of energy with hydraulics between before and after the optimization was done. This PDC bit has MSE value from 2989.6 psi to 66498.1 psi, DSE value from 2732.88 psi to 61266.33 psi, and optimized DSE value from 2584.26 psi to 57212.78 psi. This shows that the drill bit hydraulics effects the energy by reducing it so that the drilling operation became more efficient. ­­­Kata kunci: Specific Energy, Mechanical Specific Energy, Drilling Specific Energy, hydraulics.
ANALISIS HUBUNGAN ANTARA INTENSITAS REKAHAN DENGAN STRUKTUR GEOLOGI DAERAH CIPANAS, KABUPATEN LEBAK, PROVINSI BANTEN Evan Reystephen Sammuel; Fajar Hendrasto; Ramadhan Adhitama
Jurnal Eksakta Kebumian Vol. 2 No. 2 (2021): JURNAL EKSAKTA KEBUMIAN (JEK)
Publisher : Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Keterdapatan suatu segmen sesar memiliki kaitan dengan jumlah rekahan yang terbentuk pada zona sesar tersebut. Berdasarkan hal tersebut peneliti tertarik untuk mengetahui lebih lanjut hubungan dari intensitas kekar terhadap keberadaan struktur geologi. Daerah penelitian memiliki lokasi didaerah Cipanas, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Daerah penelitian dipilih karena adanya interpretasi keberadaan struktur geologi berdasarkan peta geologi regional lembar leuwidamar. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan intensitas rekahan dengan kehadiran daripada struktur geologi yang berperan pada lokasi penelitian. Pengambilan data dilakukan dengan pemetaan geologi dan pengukuran kekar di lapangan dengan menggunakan metode scanline linear yang mana didukung dengan bantuan data intensitas kelurusan melalui citra satelit. Pengolahan data struktur geologi dibantu dengan metode strereografi untuk mengetahui jenis sesar yang berperan pada daerah penelitian. Dimana hubungan diketahui bahwa intensitas kekar yang banyak terdapat pada daerah sekitar segmen sesar, intensitas rekahan tertinggi terdapat di wilayah fault intersection. Kata-kata kunci: Cipanas, Fault Intersection,Intensitas Rekahan, Scanline Linear Abstract The density of a fault segment is related to the number of fractures formed in the fault zone. Based on this, researchers are interested in finding out more about the relationship of muscular intensity to the presence of geological structures. The research area has a location in the area of ​​Cipanas, Lebak Regency, Banten Province. The research area was chosen because of the interpretation of the existence of geological structures based on regional geology maps of the leuwidamar sheet. This study was conducted to determine the relationship between fracture intensity and the presence of geological structures that play a role in the study site. Data collection is carried out by geological mapping and muscular measurements in the field using the linear scanline method which is supported with the help of straightness intensity data through satellite imagery. Geological structure data processing is assisted by the method of strereography to determine the type of fault that plays a role in the study area. Where the relationship is known that a large stocking intensity is found in the area around the fault section. The highest fracture intensity is in the fault intersection region. Keywords: Cipanas, Fault Intersection, Fracture Intensity, Scanline Linear
EVALUASI DAN OPTIMASI INJEKSI AIR PADA LAPANGAN GAS MENGGUNAKAN BLACK OIL SIMULATOR Dicky Larson Widjaja
Jurnal Eksakta Kebumian Vol. 2 No. 2 (2021): JURNAL EKSAKTA KEBUMIAN (JEK)
Publisher : Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Injeksi air merupakan salah satu metode secondary recovery yang dilakukan dengan menginjeksikan fluida air ke dalam reservoir, dengan tujuan untuk memberikan peningkatan perolehan fluida reservoir maupun mempertahankan tekanan reservoir. Reservoir Lapangan X merupakan reservoir gas yang telah dilakukan simulasi reservoir, dengan jumlah cadangan gas di reservoir sebesar 5,036 BSCF. Pada Lapangan X dilakukan perjanjian kontrak penjualan selama 7 tahun dengan laju alir konstan sebesar 2000 MSCF/hari dan laju alir batas ekonomi sebesar 500 MSCF/hari. Setelah dilakukan simulasi, reservoir Lapangan X akan diproduksikan September 2019 dan mencapai batas laju alir konstan sampai Juni 2025 dengan nilai faktor perolehan sebesar 84,71%. Pada skenario produksi ini mencapai batas keekonomian sampai Mei 2026 dengan faktor perolehan sebesar 90%. Lalu didapatkan skenario produksi dengan hasil injeksi air pada Oktober 2024 dengan laju injeksi optimum sebesar 4000 STB/hari. Didapatkan plateau rate sampai September 2025 dengan faktor perolehan sebesar 88,6%, dan produksi dihentikan pada Mei 2026 dengan faktor perolehan sebesar 93,8%. Kata-kata kunci: Injeksi Air, Simulasi Reservoir, Faktor Perolehan, Plateau Time. Abstract Water injection is secondary recovery methods that injecting water fluid into the reservoir. Reservoir Field X is gas reservoir that has been simulated by simulator, with the amount of gas reserves in the reservoir to 5,036 BSCF. In Field, a 7-year sales contract agreement was held with plateau rate of 2000 MSCF/day and with economic limit flow rate of 500 MSCF/day. After the simulation is carried out, X Field is produced since September 2019 and reaches the limit of plateau rate until June 2025 with value of 84,71%. This production scenario was stopped until Mei 2026 with recovery factor of 90%. Then a production scenario with water injection was simulated in October 2024 with optimum injection rate of 4000 STB/day. The plateau rate was obtained until September 2025 with recovery factor of 88,59%, and production was stopped in Mei 2026 with recovery factor of 93,8%. Key words: Water Injection, Reservoir Simulation, Recovery Factor, Plateau Time.

Page 7 of 19 | Total Record : 185