cover
Contact Name
Alamsyah
Contact Email
alamakperpelamonia@gmail.com
Phone
+6285299900321
Journal Mail Official
lppmiikpelamonia@gmail.com
Editorial Address
Jl. Garuda No. 3 AD, Kel. Kunjungmae Kec. Mariso Kota Makassar
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Delima Pelamonia
ISSN : 25977989     EISSN : 26848821     DOI : https://doi.org/10.37337/jkdp.v5i2
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Delima Pelamonia berisi tulisan tentang gagasan konseptual, kajian dan aplikasi teori, tulisan praktis dan hasil penelitian konsep pemikiran inovatif pada bidang kesehatan guna turut serta mempercepat peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Jurnal ini terdiri dari berbagai bidang kesehatan meliputi:Kebidanan, Keperawatan, Kesehatan Masyarakat, dan Penelitian Kesehatan Secara umum.
Articles 189 Documents
Faktor Yang Berhubungan Terhadap Kejadian Hyperemesis Gravidarum di RS AL Jala Ammari Makassar Tahun 2019 Fatmawati Amir; Basmalah Harun
JURNAL KESEHATAN DELIMA PELAMONIA Vol 3 No 2 (2019): Jurnal Kesehatan Delima Pelamonia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan Pelamonia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.744 KB) | DOI: 10.37337/jkdp.v3i2.107

Abstract

Berdasarkan data yang diperoleh dari rekam medik RS Jala Amari Makassar, pada tahun 2016 jumlah ibu hamil sebanyak 274 dengan kejadian Hyperemesis gravidarum sebanyak 51, pada tahun 2017 sebanyak 280 dengan kejadian Hyperemesis gravidarum sebanyak 67, pada tahun 2018 sebanyak 296 dengan kejadian Hyperemesis gravidarum sebanyak 79, dan pada bulan Januari sampai Mei tahun 2019 sebanyak 143 ibu hamil dengan kejadian Hyperemesis gravidarum sebanyak 22 kejadian. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pekerjaan, gestasi, usia ibu dan paritas ibu terhadap kejadian hyperemesis gravidarum di RS AL Jala Ammari Makassar Tahun 2019. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dengan menggunakan pendekatan Cross Sectional Study untuk mengetahui factor berhubungan terhadap kejadian hyperemesis gravidarum Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil pada bulan Januari sampai Mei 2019 di RS AL Jala Ammari Makassar sebanyak 143 orang, Dari hasil uji statistic dengan menggunakan uji Chi-Square (Fisher’s Exact Test) diperoleh untuk variabel pekerjaan ibu diperoleh nilai p (0,90) < ɑ (0,05), artinya tidak ada hubungan antara pekerjaan ibu dengan kejadian hyperemesis gravidarum , variabel gestasi diperoleh nilaip p (0,65) <ɑ (0,05), artinya tidak ada hubungan antara gestasi dengan hyperemesis gravidarum , variabel usia ibu diperoleh nilai p (0,004) <ɑ (0,05), artinya ada hubungan antara usia ibu dengan kejadian hyperemesis gravidarum , dan untuk variabel paritas diperoleh nilai p (0,982) >ɑ (0,05),artinya tidak ada hubungan paritas dengan kejadian hyperemesis gravidarum. Kesimpulan dari variabel pekerjaan, gestasi dan paritas yaitu tidak ada hubungan dengan kejadian hyperemesis gravidarum di RS AL Jala Ammari Makassar dan variabel usia ibu ada hubungan dengan kejadian hyperemesis gravidarum sehingga diharapkan kepada ibu hamil rutin untuk memeriksakan kehamilannya demi mencegah secara dini terjadinya hyperemesis gravidarum serta bagi peneliti berikutnya mmencari variable lain yang diduga menjadi penyebab terjadinya hyperemesis gravidarum.
Hubungan Umur Ibu Dan Paritas Terhadap Kejadian Asfiksia Neonatorum Di RSIA Sitti Khadijah 1 Makassar Darmiati Syarif; Nur Siskawati Umar
JURNAL KESEHATAN DELIMA PELAMONIA Vol 3 No 2 (2019): Jurnal Kesehatan Delima Pelamonia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan Pelamonia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.594 KB) | DOI: 10.37337/jkdp.v3i2.108

Abstract

Berdasarkan data yang diperoleh dari rekam medik Rumah Sakit RSIA Sitti Khadijah 1 Makassar, angka kejadian asfiksia pada bayi baru lahir pada tahun 2017 mencapai 235 bayi dari jumlah persalinan 4,824 orang, pada tahun 2018 angka kejadian asfiksia pada bayi baru lahir mencapai 413 bayi dari jumlah persalinan 4,940 orang. Sedangkan periode bulan Januari s.d April tahun 2019, angka kejadian asfiksia bayi baru lahir mencapai 134 bayi dari jumlah persalinan 870 orang. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara umur ibu dan paritas terhadap kejadian asfiksia neonatorum di RSIA Sitti Khadijah 1 Makassar 2019.Penelitian ini menggunakan metode penelitian analitik dengan melakukan pendekatan Cross Sectional Study untuk mengetahui hubungan antara umur ibu dan paritas terhadap kejadian asfiksia neonatorum di RSIA Sitti Khadijah 1 Makassar dengan jumlah populasi sebanyak 870 orang dan jumlah sampel 134 orang dengan menggunakan teknik Random Sampling.Dari hasil uji statistik dengan menggunakan uji Chi-Square (Pearson chi-square)di peroleh untuk variabel umur ibu nilai p= 0,235 > dari α = 0,05 artinya tidak ada hubungan antara umur terhadap kejadian asfiksia neonatorum. Untuk varibel paritas nilai p= 0,001 < dari α = 0,05 artinya ada hubungan antara paritas terhadap kejadian asfiksia neonatorum. Kesimpulan dari dua variable yaitu umur ibu dan paritas, hanya variable paritas yang berhubungan dengan kejadian asfiksia neonatorum di RSIA Sitti Khadujah 1 Makassar 2019.
Faktor Yang Berhubungan dengan Kejadian Keberhasilan Induksi Persalinan di Rumah Sakit Umum Bahagia Makassar Tahun 2019 Hukmiyah Aspar; Ayatullah Harun; Sukarsih Sukarsih
JURNAL KESEHATAN DELIMA PELAMONIA Vol 3 No 2 (2019): Jurnal Kesehatan Delima Pelamonia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan Pelamonia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.647 KB) | DOI: 10.37337/jkdp.v3i2.109

Abstract

Berdasarkan survey penelitian yang dilakukan oleh peneliti di Rumah Sakit Umum Bahagia Makassar, pada tahun 2016 jumlah ibu bersalin sebanyak 873 orang dan yang mengalami induksi persalinan sebanyak 91 orang, data pada tahun 2017 jumlah ibu bersalin sebanyak 301 orang dan yang mengalami induksi persalinan 69 orang. Sedangkan pada tahun 2018 jumlah ibu bersalin sebanyak 915 orang dan yang mengalami induksi sebayak 54 orang, dan pada tahun 2019 periode januari sampai dengan april sebanyak 337 ibu bersalin dan jumlah ibu yang diinduksi sebanyak 39 orang (Data Rumah Sakit Umum Bahagia Tahun 2019).Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui Bagaimana hubungan antara Usia kehamilan, Ketuban Pecah Dini, Inersia Uteri, dengan kejadian keberhasilan induksi persalinan di Rumah Sakit Umum Bahagia Tahun 2019. Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan pendekatan Cross Sectional Study untuk mengetahui antara usia kehamilan, ketuban pecah dini dan inersia uteri dengan kejadian keberhasilan induksi persalinan pada ibu bersalin di Rumah Umum Bahagia Tahun 2019 dengan jumlah populasi sebanyak 39 orang dan jumlah sampel 39 orang dengan menggunakan teknik Total Sampling. Dari hasil uji statistik chi-Square (Fisher's Exact Test) di peroleh untuk variabel usia kehamilan nilai p = 0,452>α = 0,05 artinya tidak ada hubungan antara usia kehamilan dengan keberhasilan induksi persalinan. Untuk variabel ketuban pecah dini nilai p =0,294>α = 0,05 yang artinya tidak ada hubungan antara ketuban pecah dini dengan keberhasilan induksi persalinan. Untuk variabel inersia uteri nilai p =0.016.<α = 0,05 yang artinya ada hubungan antara inersia uteri dengan keberhasilan induksi persalinan. Kesimpulan dari tiga variabel yaitu usia kehamilan, ketuban pecah dini, inersia uteri, hanya variabel inersia uteri yang berhubungan dengan induksi persalinan di Rumah Sakit umum bahagia tahun 2019.
Faktor-Faktor yang Berhubungan Terhadap Kejadian Ketuban Pecah Dini (KPD) di RSIA Sitti Khadijah I Makassar Tahun 2019 Ikrawanty Ayu Wulandari; Melisa Febrianti Z; Ana Octaviani
JURNAL KESEHATAN DELIMA PELAMONIA Vol 3 No 1 (2019): Jurnal Kesehatan Delima Pelamonia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan Pelamonia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.97 KB) | DOI: 10.37337/jkdp.v3i1.110

Abstract

Berdasarkan data Medical Record RSIA Sitti Khadijah I Makassar Pada Tahun 2016 jumlah ibu bersalin INC sebanyak 2.638 orang ibu bersalin yang mengalami KPD sebanyak 178 (6,74%), Pada Tahun 2017 sebanyak 2.473 orang ibu bersalin yang mengalami KPD sebanyak 35 (3,03%), Pada Tahun 2018 sebanyak 2.565 orang ibu bersalin yang mengalami KPD sebanyak 64 (2,49%), Pada Tahun 2019 periode januari sampai dengan april sebanyak 882 orang ibu bersalin yang mengalami KPD 49 (5,55%). Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan usia kehamilan, paritas, usia ibu, pekerjaan dengan kejadian ketuban pecah dini di RSIA Sitti Khadijah I Makassar 2019. Penelitian ini menggunakan Metode penelitian analitik dengan menggunakan pendekatan Cross Section Study untuk mengetahui hubungan usia kehamilan dan paritas dengan kejadian ketuban pecah dini di RSIA Sitii Khadijah I Makassar 2019 dengan jumlah populasi 882 orang dan jumlah sampel 275 orang dengan menggunakan teknik Random sampling. Dari hasil uji statistik dengan menggunakan uji Chi-Square (Fisher’s Exact Test). Di peroleh untuk variabel usia kehamilan p= 0,05 < dari α = 0,05 artinya ada hubungan antara usia kehamilan terhadap kejadiian ketuban pecah dini unuk variabel paritas nilai p= 0,01 < dari α = 0,05 artinya ada hubungan antara paritas terhadap kejadian ketuban pecah dini. Dari hasil uji statistik dengan menggunakan uji Chi-Square (Continuity Correctionb) diperoleh untuk variabel umur ibu nilai p = 0,503>a = (0,05) artinya tidak ada hubungan antara umur ibu dengan ketuban pecah dini. Untuk variabel pekerjaan nilai p = 0,029<a = (0,05) artinya ada hubungan antara pekerjaan dengan ketuban pecah dini. Kesimpulan dari empat variabel yaitu usia kehamilan, paritas, umur ibu, pekerjaan ada tiga variabel yang berhubungan yaitu usia kehamilan, peritas, pekerjaan dan ada satu yang tidak berhubungan yaitu umur ibu dengan kejadian ketuban pecah dini di RSIA Sitti Khadijah I Makassar Tahun 2019
Hubungan Paritas Dan Umur Ibu Terhadap Kejadian Inersia Uteri Pada Ibu Bersalin Di RSIA Sitti Khadijah 1 Makassar Tahun 2019 Idha Farahdiba; Taxri R
JURNAL KESEHATAN DELIMA PELAMONIA Vol 3 No 2 (2019): Jurnal Kesehatan Delima Pelamonia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan Pelamonia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.679 KB) | DOI: 10.37337/jkdp.v3i2.111

Abstract

Berdasarkan data yang diperoleh dari rekam medik RSIA Sitti Khadijah I Makassar, pada tahun 2017 jumlah ibu bersalin sebanyak 2.473 0rang dan yang mengalami inersia uteri 75 orang, tahun 2018 jumlah ibu bersalin sebanyak 2.565 orang dan yang mengalami inersia uteri 50 orang yang rawat inap RSIA Sitti Khadijah I Makassar, pada bulan Januari- April 2019 jumlah ibu bersalin sebanyak 882 orang dan yang mengalami inersia uteri 27 orang. (Rekam medik RSIA Sitti Khadijah I Makassar, 2019).Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan paritas dan umur ibu dengan kejadian inersia uteri di RSIA Sitti Khadijah 1 Makassar 2019. Inersia Uteri adalah his yang lebih lemah, lebih singkat dan lebih jarang dibanding dengan his yang normal. Penelitian ini menggunakan metode penelitian analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional study untuk mengetahui antara hubungan paritas dan umur ibu dengan kejadian inersia uteri di RSIA Sitti Khadijah 1 Makassar dengan jumlah populasi sebanyak 882 orang dengan jumlah sampel sebanyak 275 orang dengan menggunakan teknik rondom sampling. Dari hasil uji statistik dengan menggunakan uji chi-square (pearson chi-square)diperoleh untuk variabel paritas ibu nilai p = 0,002 > α = 0,005 artinya ada hubungan antara paritas ibu dengan kejadian inersia uteri. Untuk variabel umur ibu nilai p = 0,000 < α = 0,005 artinya ada hubungan antara umur ibu dengan inersia uteri. Kesimpulan dari dua variabel yaitu paritas dan umur, kedua variabel yang diteliti memiliki ada hubungan dengan inersia uteri pada ibu bersalin di RSIA Sitti Khadijah 1 Makassar Tahun 2019
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Asfiksia Di RSUD Labuang Baji Makassar Tahun 2019 Hadriani Irwan; Nila Meliana; Putri Alifa Muammir
JURNAL KESEHATAN DELIMA PELAMONIA Vol 3 No 1 (2019): Jurnal Kesehatan Delima Pelamonia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan Pelamonia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.566 KB) | DOI: 10.37337/jkdp.v3i1.112

Abstract

Berdasarkan Data yang diperoleh dari rekam medik RSUD Labuang Baji Makassar, pada tahun 2019 terdapat 720 bayi baru lahir dan yang mengalami asfiksia sebanyak 85 bayi, pada tahun 2017 terdapat 725 bayi bayi baru lahir dan yang mengalami asfiksia sebanyak 72 bayi, pada tahun 2018 terdapat 820 bayi yang baru lahir dan yang mengalami asfiksia sebanyak 82 bayi, pada bulan januari sampai april tahun 2019 terdapat 180 bayi baru lahir dan bayi yang mengalami asfiksia sebanyak 42 bayi. Tujuan di lakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara partus lama, premature, dan jenis persalinan dengan kejadian asfiksia di RSUD Labuang Baji Makassar 2019. Penelitian ini menggunakan metode penelitian analitik dengan melakukan pendekatan Cross Sectional Study untuk mengetahui hubungan antara partus lama dan bayi premature, jenis persalinan terhadap kejadian asfiksia pada bayi baru lahir di RSUD Labuang Baji Makassar dengan jumlah populasi 180 bayi dan jumlah sampel 180 bayi dengan menggunakan tehnik Total Sampel. Dari hasil uji statistik dengan menggunakan uji Chi-Square (pearson chi-square) diperoleh untuk variabel partus lama di dapatkan nilai p = 0,914 > dari α = 0,05 artinya tidak ada hubungan antara partus lama dengan kejadian asfiksia, untuk variabel bayi premature di dapatkan p = 000 < dari α = 0,05 artinya ada hubungan antara bayi premature dengan kejadian asfiksia, untuk variabel jenis persalinan dengan menggunakan uji chi-square diperoleh untuk variabel jenis persalinan dengan kejadian asfiksia di dapatkan nlai p = 0,004 < α = 0,050 artinya ada hubungan jenis persalinan dengan kejadian asfiksia pada bayi baru lahir. Kesimpulan dari variabel yaitu partus lama dan bayi premature dan jenis persalinan, hanya variabel bayi premature dan jenis persalinan yang berhubungan dengan kejadian asfiksia pada bayi baru lahir di RSUD Labuang Baji Makassar 2019.
Hubungan Pengetahuan Ibu Terhadap Pemberian Kolostrum Di Rumkit TK.II Pelamonia Makassar Tahun 2019 Asyima Arifuddin; Riska Aziz riska
JURNAL KESEHATAN DELIMA PELAMONIA Vol 3 No 2 (2019): Jurnal Kesehatan Delima Pelamonia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan Pelamonia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.088 KB) | DOI: 10.37337/jkdp.v3i2.113

Abstract

Berdasarkan data yang diperoleh dari Rumkit TK.II Pelamonia pada tahun 2017 jumlah ibu Nifas sebanyak 491 orang ,Tahun 2018 jumlah ibu nifas sebanyak 426 orang dan pada tahun 2019 periode Januari-Mei jumlah ibu nifas sebanyak 133 orang. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu terhadap pemberian kolostrum di Rumkit TK.II Pelamonia Makassar 2019.Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan pendekatan Cross sectional Study untuk mengetahui hubungan pengetahuan Ibu terhadap pemberian kolostrum di Rumkit TK.II Pelamonia Makassar dengan jumlah populasi 30 orang dan jumlah sampel 30 orang dengan menggunakan teknik Total Sampling. Dari hasil uji statistik dengan menggunakan uji chi-square (pearson chi-square) diperoleh untuk variabel pengetahuan nilai p = 0,000 < dari a = 0,05, artinya bahwa ada hubungan antara tingkat pengetahuan ibu terhadap pemberian kolostrum. Kesimpulan yaitu pengetahuan ibu ada hubungan dengan pemberian kolostrum di Rumkit TK.II Pelamonia
Faktor Yang Berhubungan Dengan Keteraturan Kunjungan ANC Di Puskesmas Pertiwi Kota Makassar Tahun 2019 Darmiati Syarif; Sardiana Sardiana; Junitha Mariella P
JURNAL KESEHATAN DELIMA PELAMONIA Vol 3 No 1 (2019): Jurnal Kesehatan Delima Pelamonia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan Pelamonia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.22 KB) | DOI: 10.37337/jkdp.v3i1.114

Abstract

Berdasarkan data di Puskesmas Pertiwi Kota Makassar pada tahun 2016 jumlah ibu hamil yang malakukan kunjungan ANC sebanyak 329 ibu hamil, pada tahun 2017 sebanyak 331 ibu hamil, pada tahun 2018 sebanyak 334 ibu hamil, dan pada tahun 2019 periode Januari sampai dengan Mei sebanyak 101 ibu hamil. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan keteraturan kunjungan Antenatal Care (ANC) di Puskesmas Pertiwi Kota Makassar Tahun 2019. Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan pendekatan Cross Sectional Study untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan keteraturan kunjungan ANC di Puskesmas Pertiwi Kota Makassar dengan jumlah populasi 33 orang dan jumlah sampel 33 orang dengan menggunakan teknik pengambilan sampel Total Sampling. Dari hasil uji statistik dengan menggunakan uji chi-square diperoleh untuk variabel pendidikan nilai p = 0,004 < dari α = 0,05, artinya bahwa ada hubungan antara pendidikan ibu dengan keteraturan kunjungan ANC. Untuk variabel pengetahuan nilai p = 0,034 < dari α = 0,05 artinya ada hubungan antara pengetahuan ibu terhadap keteraturan kunjungan ANC. Variebel dukungan suami diperoleh nilai p = 0,013 < dari α = 0,05 artinya ada hubungan antara dukungan suami terhadap keteraturan kunjungan ANC. dan variabel pekerjaan ibu diperoleh nilai p = 0,629 > dari α = 0,05 artinya tidak ada hubungan antara pekerjaan ibu terhadap keteraturan kunjungan ANC. Kesimpulan dari empat variabel yaitu pendidikan ibu, pengetahuan ibu, dukungan suami, dan pekerjaan ibu, menunjukkan bahwa ada tiga variabel yang memiliki hubungan dengan keteraturan ANC di Puskesmas Pertiwi Kota Makassar yaitu variabel pendidikan ibu, pengetahuan ibu dan dukungan suami, sementara untuk variabel pekerjaan ibu tidak memiliki hubungan dengan keteraturan kunjungan ANC di Puskesmas Pertiwi Kota Makassar Tahun 2019.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Terhadap Pelaksanaan Inisiasi Menyusui Dini (IMD) Pada Ibu Bersalin Di Rumah Sakit TNI AL Jala Ammari Tahun 2019 Asyima Arifuddin; Windah Muhtar; Mita Wulandari
JURNAL KESEHATAN DELIMA PELAMONIA Vol 3 No 1 (2019): Jurnal Kesehatan Delima Pelamonia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan Pelamonia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.443 KB) | DOI: 10.37337/jkdp.v3i1.117

Abstract

Berdasarkan Medical Record di Rumah Sakit TNI AL Jala Ammari Makassar tahun 2016 periode Januari - Desember jumlah ibu bersalin ada 141 orang dan yang melaksanakan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) sebanyak 120 (85,11%) orang. Sedangkan pada tahun 2017 periode Januari - Desember jumlah ibu bersalin ada 127 orang dan yang melaksanakan IMD sebanyak 109 (85,83%) orang. Dan pada tahun 2018 periode Januari - Desember jumlah ibu bersalin ada 227 orang dan yang melaksanakan IMD sebanyak 157 (69,16%) orang. Adapun pada tahun 2019 periode Januari - Maret jumlah ibu bersalin ada 48 orang dan yang melaksanakan IMD sebanyak 41 (85,41%) orang. Tujuan dilakukanya penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu dan dukungan keluarga terhadap pelaksanaan inisiasi menyusu dini (IMD) pada ibu bersalin di Rumah Sakit TNI AL Jala Ammari Tahun 2019. Penelitian ini menggunakan metode penelitian analitik dengan melakukan pendekatan Cross Sectional Study dengan cara menggunakan data primer yaitu data di ambil langsung dengan membagikan kuesioner kepada reponden yang telah bersalin di Rumah Sakit TNI AL Jala Ammari untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu dan dukungan keluarga terhadap pelaksanaan inisiasi menyusu dini (IMD) pada ibu bersalin di Rumah Sakit TNI AL Jala Ammari dengan jumlah populasi sebanyak 31 orang dan jumlah sampel sebanyak 31 orang dengan menggunakan teknik total sampling. Dari hasil uji statistik dengan menggunakan uji Chi-Square diperoleh untuk variabel pengetahuan ibu nilai p = 0,004 < α = 0,05 artinya ada hubungan antara pengetahuan ibu terhadap pelaksanaan inisiasi menyusu dini (IMD) pada ibu bersalin di Rumah Sakit TNI AL Jala Ammari Tahun 2019 dan untuk variabel dukungan keluarga p = 1,000 > α = 0,05 artinya tidak ada hubungan antara dukungan keluarga terhadap pelaksanaan inisiasi menyusu dini (IMD) pada ibu bersalin di Rumah Sakit TNI AL Jala Ammari Tahun 2019. Kesimpulan yang di dapat dari dua variabel yaitu pengetahuan ibu dan dukungan keluarga adalah bahwa ada hubungan antara pengetahuan ibu terhadap pelaksanaan inisiasi menyusuvdini (IMD) dan ada hubungan antara dukungan keluarga terhadap pelaksanaan inisiasi menyusu dini (IMD) pada ibu bersalin di Rumah Sakit TNI AL Jala Ammari Tahun 2019.
Hubungan Paritas, Indeks Massa Tubuh (IMT), Umur Dan Menarche Dengan Kejadian Mioma Uteri Di RSUD Labuang Baji Makassar Tahun 2019 Fatmawati Amir
JURNAL KESEHATAN DELIMA PELAMONIA Vol 3 No 1 (2019): Jurnal Kesehatan Delima Pelamonia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan Pelamonia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.744 KB) | DOI: 10.37337/jkdp.v3i1.118

Abstract

Berdasarkan data di RSUD Labuang Baji Kota Makassar pada Tahun 2017 jumlah kasus mioma uteri sebanyak 45 kasus, Pada tahun 2018 mengalami penurunan menjadi 30 kasus, kemudian kembali pada tahun 2019 periode Januari sampai Mei sebanyak 13 kasus. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara paritas, indeks massa tubuh, umur dan menarche dengan kejadian mioma uteri di RSUD Labuang Baji Makassar Tahun 2019. Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan pendekatan Cross Sectional Study untuk mengetahui hubungan antara paritas, indeks massa tubuh, umur dan menarche dengan kejadian mioma uteri di RSUD Labuang Baji Makassar dengan jumlah populasi 42 orang dan jumlah sampel 42 orang dengan menggunakan teknik Total Sampling. Dari hasil uji statistik dengan menggunakan uji chi-square (excat fisher teks) diperoleh untuk variabel paritas nilai p = 0,014 < dari α = 0,05, artinya ada hubungan antara paritas dengan kejadian mioma uteri di RSUD Labuang Baji Makassar Tahun 2019. Variabel indeks massa tubuh (IMT) nilai p = 0,008 < dari α = 0,05, artinya ada hubungan antara indeks massa tubuh dengan kejadian mioma uteri di RSUD Labuang Baji Makassar Tahun 2019. Variabel umur didapatkan nilai p = 0,014< dari α = 0,05, artinya ada hubungan antara umur dengan kejadian mioma uteri di RSUD Labuang Baji Makassar. Dan untuk variabel menarche nilai p = 0,029< dari α = 0,05, artinya ada hubungan antara menarche dengan kejadian mioma uteri di RSUD LabuangBaji Makassar Tahun 2019. Kesimpulan dari empat variabel yaitu paritas, indeks massa tubuh, umur dan menarche menunjukkan bahwa keempat variabel memiliki hubungan dengan kejadian mioma uteri di RSUD Labuang Baji Makassar Tahun 2019.

Page 7 of 19 | Total Record : 189