cover
Contact Name
BAMBANG AFRIADI
Contact Email
jggunj345@gmail.com
Phone
+6285692038195
Journal Mail Official
jggunj345@gmail.com
Editorial Address
LPPM UNJ, Gedung Ki Hajar Dewantara Lt.6-7, Jalan Rawamangun Muka, Jakarta Timur, Provinsi DKI Jakarta, 13220
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Green Growth dan Manajemen Lingkungan
ISSN : 23032332     EISSN : 25978020     DOI : https://doi.org/10.21009/jgg
Jurnal Green Growth dan Manajemen Lingkungan (JGG) (E-ISSN: 2597-8020; P:ISSN: 2303-2332) is an electronic sciencetific journal, provides research articles from Environmental Management graduate program of State University of Jakarta. This journal contains articles from results of researches that using one of the various research methods like qualitative, quantitative, policy research, evaluation research, and theoretical research (content analysis) in the field of environmental management which consist of Organizational Behavior, Leadership towards Sustainable Development, Strategies Planning of Area, Evaluation of Public Policy Implementation, Quality of Environment through Management and Development of Natural and Human Resources.
Articles 142 Documents
Analisis Keberlanjutan Debit Mata Air Ngadisalam dan Marongsari Sebagai Sumber Air Baku Perumda Air Minum Tirta Aji Kabupaten Wonosobo Nitis Aruming Firdaus; R. Gagak Eko Bhaskoro; Eki Rizqiyani
Jurnal Green Growth dan Manajemen Lingkungan Vol. 15 No. 2 (2025): Jurnal Green Growth dan Manajemen Lingkungan
Publisher : Program Studi Magister Manajemen Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jgg.152.01

Abstract

Kabupaten Wonosobo merupakan salah satu daerah pegunungan dengan debit mata air yang melimpah. Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Kabupaten Wonosobo memanfaatkan sumber mata air sebagai sumber air baku. Permasalahan yang sering muncul pada sumber mata air adalah penurunan kuantitas dan kualitas mata air. Saat ini, terdapat beberapa sumber mata air yang mengalami penurunan debit yang cukup signifikan, diantaranya adalah Mata Air Ngadisalam dan Marongsari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi keberlanjutan mata air dalam pemanfaatannya sebagai sumber air baku. Ruang lingkup penelitian berdasar pada daerah tangkapan air yang telah didelineasi. Analisis ketercukupan kuantitas dilakukan dengan perhitungan proyeksi kebutuhan air. Hasil analisis kuantitas kemudian dikaitkan dengan faktor-faktor yang mempengaruhi penurunannya. Berdasarkan hasil analisis, diketahui bahwa debit tersisa mata air adalah 14,74 liter/detik. Adapun hasil analisis ketercukupan kuantitas mata air menunjukkan debit tersebut tidak mampu lagi mencukupi kebutuhan air pelanggan pada tahun 2029. Dari analisis ketercukupan kuantitas tersebut, diketahui faktor-faktor yang mengakibatkan penurunan kuantitas/debit, yaitu curah hujan, kondisi topografi, penggunaan lahan, kondisi vegetasi, peningkatan jumlah penduduk
Analisis Kinerja Sumur Resapan dalam Konservasi Air Tanah Pada Daerah Tangkapan Air Mata Air Senjoyo Kota Salatiga Reosa Andika Firmansyah; R Gagak Eko Bhaskoro; Winda Yohana Permata
Jurnal Green Growth dan Manajemen Lingkungan Vol. 15 No. 2 (2025): Jurnal Green Growth dan Manajemen Lingkungan
Publisher : Program Studi Magister Manajemen Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jgg.152.02

Abstract

Mata Air Senjoyo menjadi salah satu sumber air baku utama bagi PDAM Kota Salatiga untuk air bersih masyarakat. Akan tetapi, debitnya mengalami peurunan hingga 25% sejak 2008 (dari 1.115 L/detik menjadi 838 L/detik). Rekayasa teknis melalui sumur resapan meningkatkan debit hingga 600 L/detik pada 2017. Penelitian ini berfokus pada evaluasi kinerja sumur resapan di daerah tangkapan Senjoyo menggunakan data hidrologi, permeabilitas tanah, dan fluktuasi mata air sebelum serta sesudah pembangunan. Hasil analisis menunjukkan suplai air tanah dari sumur resapan mencapai 0,00131 m³/jam. Permeabilitas tanah di Noborejo menunjukanefektivitas yang lebih tinggi daripada di Patemon. Efektivitas yang turun dari 60% (2022) menjadi 30-40% (2024) terjadi karena alih fungsi sumur resapan, kurang pemeliharaan, dan penurunan permeabilitas tanah. Analisis kinerja sumur resapan menunjukkan hasil bahwa sumur resapan butuh pemeliharaan dan monitoring berkelanjutan untuk menjaga efektifitasnya dan kinerja jangka panjang.Kata kunci: Kinerja sumur resapan, Suplai air tanah, Daerah tangkapan airSenjoyo Spring serves as one of the primary raw water sources for Salatiga City's PDAM, supplying clean water to the community. However, its discharge has declined by 25% since 2008 (from 1,115 L/s to 838 L/s). Technical interventions using infiltration wells boosted the discharge to 600 L/s in 2017. This study evaluates the performance of infiltration wells in the Senjoyo catchment area, drawing on hydrological data, soil permeability, and spring discharge fluctuations before and after construction. Results indicate that groundwater recharge from the wells reaches 0.00131 m³/hour. Soil permeability in Noborejo proves more effective than in Patemon. Effectiveness has dropped from 60% in 2022 to 30-40% in 2024, due to well conversions, inadequate maintenance, and reduced soil permeability. Overall, infiltration wells require ongoing maintenance and monitoring to sustain their long-term performance.Keywords: Infiltration well performance, Groundwater supply, Water catchment area
Optimasi Pembubuhan Dosis Aluminium Sulfat Berdasarkan Variasi Kekeruhan Air Baku Pada Proses Koagulasi Dengan Metode Jar test di IPA TSM Perumda Air Minum Tirta Pawan Kabupaten Ketapang R.Gagak Eko Bhaskoro; Nitis Aruming Firdaus; Rita Fiyani
Jurnal Green Growth dan Manajemen Lingkungan Vol. 15 No. 2 (2025): Jurnal Green Growth dan Manajemen Lingkungan
Publisher : Program Studi Magister Manajemen Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jgg.152.03

Abstract

Koagulasi merupakan proses penting dalam pengolahan air minum untuk menghilangkan partikel koloid penyebab kekeruhan. IPA Tirta Sarana Mulia Kabupaten Ketapang menggunakan aluminium sulfat sebagai koagulan. Penelitian ini bertujuan menentukan putaran jar test berdasarkan kondisi eksisting, dosis optimum aluminium sulfat berdasarkan variasi kekeruhan air baku, debit pembubuhan, serta efisiensi biaya koagulan. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan trial and error menggunakan jar test pada variasi kekeruhan 10–50 NTU. Hasil menunjukkan kecepatan putaran optimal 200 rpm selama 7 detik di pipa, 100 rpm selama 1,2 menit di bak koagulasi, dan 40–20 rpm selama 5–12 menit di bak flokulasi. Dosis optimum aluminium sulfat sebesar 1 mg/l (10 NTU) hingga 10 mg/l (50 NTU). Setiap variasi kekeruhan menghasilkan persamaan regresi power dengan nilai R² mendekati 1, yang digunakan untuk menentukan debit dan stroke pompa secara akurat. Efisiensi biaya berkisar 92%–17% dengan penghematan Rp 91.831.450 – Rp 16.696.627. Penyesuaian dosis berdasarkan kekeruhan terbukti efektif secara teknis dan ekonomis. Kata kunci: Koagulasi, Aluminium Sulfat, Jar test Abstract Coagulation was an important process in drinking water treatment to remove colloidal particles that caused turbidity. The Tirta Sarana Mulia (TSM) Water Treatment Plant in Ketapang Regency used aluminum sulfate as a coagulant. This study aimed to determine the jar test rotation based on existing conditions, the optimum dose of aluminum sulfate according to variations in raw water turbidity, the dosing flow rate, and the cost efficiency of the coagulant. The method used was a quantitative method with a trial-and-error approach using a jar test at turbidity variations of 10–50 NTU. The results showed that the optimal stirring speed was 200 rpm for 7 seconds in the pipe, 100 rpm for 1.2 minutes in the coagulation tank, and 40–20 rpm for 5–12 minutes in the flocculation tank. The optimum dose of aluminum sulfate ranged from 1 mg/L (10 NTU) to 10 mg/L (50 NTU). Each turbidity variation produced a regression equation with an R² value close to 1, which was used to determine the dosing flow rate and pump stroke accurately. The cost efficiency ranged from 92% to 17% with savings of IDR 91,831,450 – IDR 16,696,627. The adjustment of dosage based on turbidity proved to be technically and economically effective. Keywords: Coagulation, Aluminium Sulfate, Jar test
Tata Kelola Relokasi Pascabencana dan Implikasinya Terhadap Pembangunan Berkelanjutan: Studi Kasus Di Kabupaten Garut, Jawa Barat Vera Arida; Ida Munfarida
Jurnal Green Growth dan Manajemen Lingkungan Vol. 15 No. 2 (2025): Jurnal Green Growth dan Manajemen Lingkungan
Publisher : Program Studi Magister Manajemen Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jgg.152.04

Abstract

Banjir bandang Sungai Cimanuk tahun 2016 di Kabupaten Garut menyebabkan kerusakan permukiman dan mendorong pelaksanaan program relokasi sebagai bagian dari pemulihan pascabencana. Dalam perspektif pembangunan berkelanjutan, relokasi tidak hanya berfokus pada penyediaan hunian, tetapi juga pada tata kelola yang menjamin keberlanjutan sosial, ekonomi, dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan menganalisis tata kelola relokasi pascabencana dan implikasinya terhadap pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Pendekatan kuantitatif deskriptif digunakan dengan populasi 426 kepala keluarga di tujuh lokasi relokasi dan sampel 207 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin melalui proportional random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan wawancara, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa relokasi meningkatkan rasa aman dan kohesi sosial. Namun, masih terdapat tantangan tata kelola, seperti lemahnya pengawasan hunian, keterbatasan akses ekonomi, gangguan keamanan, dan potensi risiko lingkungan. Diperlukan penguatan tata kelola berbasis keberlanjutan untuk mendukung ketahanan permukiman jangka panjang.
Evaluasi Kinerja Dan Efisiensi Energi Pompa Transmisi Di Unit Paranggupito Perumda Giri Tirta Sari Kabupaten Wonogiri Rio Aditya Permana; Suparto Edi Sucahyo; Revansa Julian Refi Hafsa
Jurnal Green Growth dan Manajemen Lingkungan Vol. 15 No. 2 (2025): Jurnal Green Growth dan Manajemen Lingkungan
Publisher : Program Studi Magister Manajemen Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jgg.152.05

Abstract

Abstrak Jaringan transmisi Waru pada Unit Paranggupito Perumda Giri Tirta Sari Kabupaten Wonogiri dirancang menggunakan lima unit pompa, namun saat ini hanya tiga unit yang beroperasi, yaitu Pompa 2 dan 3 pada Reservoir 0 serta Pompa 4 pada Reservoir 1. Permasalahan yang diidentifikasi meliputi tingginya konsumsi daya reaktif (kVARh) dan terjadinya luapan pada Reservoir 1. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui pengumpulan data primer berupa pengukuran debit, head, tegangan, arus, dan konsumsi daya, serta data sekunder berupa spesifikasi pompa dan tagihan listrik. Hasil analisis menunjukkan efisiensi pompa berkisar antara 53,23% hingga 59,79% dengan nilai Specific Energy Consumption (SEC) sebesar 491,4–586,8 Wh/m³. Kebutuhan kapasitor bank sebesar 29,7 kVAR untuk Pompa 2 dan 3, serta 37,3 kVAR untuk Pompa 4. Upaya peningkatan Kinerja dilakukan melalui pemasangan Variable Speed Drive (VSD) dan pengaturan putaran pompa, khususnya pada Pompa 2 sebesar 2640 rpm. Kata kunci: Jaringan transmisi air; Kinerja pompa; Efisiensi energi; Specific Energy Consumption (SEC); Variable Speed Drive (VSD) Abstract The Waru transmission system at the Paranggupito Unit of Perumda Giri Tirta Sari, Wonogiri Regency, was originally designed to operate with five pump units; however, only three pumps are currently in operation, namely Pump 2 and Pump 3 at Reservoir 0, and Pump 4 at Reservoir 1. The system faces key challenges, including high reactive power consumption (kVARh) and overflow occurrences at Reservoir 1. This study adopts a quantitative approach, utilizing primary data obtained from field measurements of flow rate, head, voltage, current, and power consumption, as well as secondary data from pump specifications and monthly electricity bills. The results show that pump efficiency ranges from 53.23% to 59.79%, with Specific Energy Consumption (SEC) values between 491.4 and 586.8 Wh/m³. The required capacitor bank capacity is 29.7 kVAR for Pumps 2 and 3, and 37.3 kVAR for Pump 4. System performance can be improved through the implementation of a Variable Speed Drive (VSD) and optimization of pump rotational speed, particularly for Pump 2 at 2640 rpm. Keywords: Water transmission system; Pump performance; Energy efficiency; Specific Energy Consumption (SEC); Variable Speed Drive (VSD)
Circular Economy Based Food Waste Management in Public Feeding Programs: A Systematic Review of Makan Bergizi Gratis Implementation Zahra Nabilla; Eliana Sari; Muhammad Zid; Achmad Husen; I Made Astra
Jurnal Green Growth dan Manajemen Lingkungan Vol. 15 No. 2 (2025): Jurnal Green Growth dan Manajemen Lingkungan
Publisher : Program Studi Magister Manajemen Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jgg.152.06

Abstract

The Free Nutritious Meal (Makan Bergizi Gratis/MBG) program is an Indonesian government initiative aimed at improving nutrition for vulnerable populations, implemented through Nutrition Service Units (SPPG). However, its operations generate significant food, packaging, and wastewater, contributing to environmental impacts if not properly managed. This study conducts a Systematic Literature Review (SLR) of publications from 2018–2025 to examine circular economy-based waste management in institutional food services. Findings reveal that food waste is predominantly organic and driven by technical, behavioral, and institutional factors. Although circular economy principles such as reduce, reuse, recycle, and recover are widely discussed, their implementation remains fragmented and context-specific. A key gap exists between holistic circular economy concepts and partial real-world application, particularly in government-led food programs in developing countries. This study proposes an integrated conceptual framework combining technical, behavioral, and institutional dimensions to support sustainable waste management in SPPG and strengthen MBG program sustainability.
Evaluasi Konservasi Berbasis RFID di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango Sefriani Wulandari; Samadi
Jurnal Green Growth dan Manajemen Lingkungan Vol. 15 No. 1 (2025): Jurnal Green Growth dan Manajemen Lingkungan
Publisher : Program Studi Magister Manajemen Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jgg.151.07

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi penerapan teknologi Radio Frequency Identification (RFID) dalam pengelolaan konservasi di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango untuk mendukung keberlanjutan ekosistem dan mitigasi risiko lingkungan akibat aktivitas pendakian. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) berbasis PRISMA, dengan analisis deskriptif-kualitatif terhadap 10 artikel relevan mengenai monitoring pengunjung, pengelolaan sampah, dan pengawasan fauna menggunakan RFID dan sistem IoT. Hasil menunjukkan bahwa integrasi RFID, IoT, dan prototipe GPS/RF memungkinkan pemantauan pergerakan pengunjung dan satwa secara real-time, identifikasi risiko ekologis, serta pengaturan alur kunjungan sesuai sensitivitas zona konservasi. Strategi ini membentuk model konservasi digital adaptif, efisien, dan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan pengalaman wisata interaktif.
Pemodelan Dinamis Kerentanan Sosial Daerah Rawan Rob di Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara Imam Hidayat; Henita Rahmayanti; Dian Alfia Purwandari
Jurnal Green Growth dan Manajemen Lingkungan Vol. 15 No. 2 (2025): Jurnal Green Growth dan Manajemen Lingkungan
Publisher : Program Studi Magister Manajemen Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jgg.152.07

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis kerentanan sosial masyarakat Kecamatan Penjaringan terhadap banjir rob melalui pemodelan dinamik dan menilai efektivitas peningkatan Indeks Ketahanan Daerah (IKD) sebagai strategi pengurangan risiko. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif berbasis sistem dinamis dengan data sekunder dari BPS, BMKG, NASA Sea Level Change Portal, BPBD, Satu Data Jakarta, dan studi subsidensi. Model dibangun menggunakan Powersim 10 berdasarkan kerangka Vulnerability Scoping Diagram yang mengintegrasikan indeks keterpaparan, sensitivitas, dan ketahanan daerah. Validasi model menunjukkan MAPE 6,15%, AME 5,61%, dan AVE 16,45%, sehingga model layak untuk simulasi. Uji sensitivitas menunjukkan bahwa peningkatan keterpaparan menaikkan indeks kerentanan, sedangkan peningkatan kapasitas menurunkannya. Skenario komprehensif peningkatan IKD menghasilkan reduksi kerentanan terbesar hingga 25,71 poin pada 2045. Penelitian ini memperkuat teori kerentanan sosial dan mendukung kebijakan adaptasi pesisir berbasis ketahanan daerah.
Analyzing Kumparan Green Initiative: A Model Of Digital Environmental Journalism Muhammad Darisman; Nadiroh; Ananto Kusuma Seta
Jurnal Green Growth dan Manajemen Lingkungan Vol. 16 No. 1 (2026): Jurnal Green Growth dan Manajemen Lingkungan
Publisher : Program Studi Magister Manajemen Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jgg.161.02

Abstract

This paper explores Kumparan Green Initiative as an emerging model of digital environmental journalism in Indonesia. The study examines how Kumparan integrates sustainability communication, storytelling, and audience participation in promoting the Sustainable Development Goals (SDGs). Using qualitative content analysis, this research reviews articles and campaigns published between 2024 and 2025, focusing on narrative techniques, issue framing, and public engagement. The results show that Kumparan initiative adopts a constructive and collaborative approach that enhances public understanding of environmental issues while inspiring behavioral change. This initiative contributes theoretically to the field of environmental communication and practically to the development of media-based sustainability education.
Analisis Life Cycle Assessment (LCA) Pada Sistem Pengolahan Air Limbah Berbasis Moving Bed Biofilm Reactor (MBBR) Menggunakan Openlca Bheni Dwiana; Cahyadi Setiawan; Dwi Atmanto; Nadiroh; I Made Astra
Jurnal Green Growth dan Manajemen Lingkungan Vol. 16 No. 1 (2026): Jurnal Green Growth dan Manajemen Lingkungan
Publisher : Program Studi Magister Manajemen Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jgg.161.03

Abstract

The increase in domestic and industrial activities has led to a significant rise in wastewater generation, potentially causing environmental pollution if not properly treated. One of the widely developed wastewater treatment technologies is the Moving Bed Biofilm Reactor (MBBR) due to its high treatment efficiency and stable operational performance. However, this system still requires considerable energy consumption and generates residues that may contribute to environmental impacts. Therefore, this study aims to analyze the environmental impacts of an MBBR-based wastewater treatment system using the Life Cycle Assessment (LCA) approach assisted by OpenLCA software. The research employed a quantitative method with the LCA framework consisting of goal and scope definition, life cycle inventory (LCI), life cycle impact assessment (LCIA), and interpretation stages. The data included energy consumption, chemical usage, sludge production, and influent characteristics. Environmental impact analysis was conducted using the ReCiPe Midpoint (H) method. The results showed that the MBBR system achieved removal efficiencies of approximately 85% for BOD, 80% for COD, and 78% for TSS. The LCA results indicated that the largest environmental impact category was Global Warming Potential (GWP) at 0.85 kg CO₂-eq/m³, dominated by electricity consumption contributing 65% of total impacts. Statistical analysis showed that energy consumption significantly affected GWP with a significance value of 0.001. The study revealed a trade-off between treatment efficiency and increasing environmental impacts due to high energy demand. Therefore, energy optimization and environmentally friendly technologies are essential for developing sustainable MBBR systems. Keywords: Life Cycle Assessment, OpenLCA, MBBR, Global Warming Potential.

Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 16 No. 1 (2026): Jurnal Green Growth dan Manajemen Lingkungan Vol. 15 No. 2 (2025): Jurnal Green Growth dan Manajemen Lingkungan Vol. 15 No. 1 (2025): Jurnal Green Growth dan Manajemen Lingkungan Vol. 14 No. 2 (2024): Jurnal Green Growth dan Manajemen Lingkungan Vol. 14 No. 1 (2024): Jurnal Green Growth dan Manajemen Lingkungan Vol. 13 No. 2 (2024): Jurnal Green Growth dan Manajemen Lingkungan Vol. 13 No. 1 (2023): Jurnal Green Growth dan Manajemen Lingkungan Vol. 12 No. 2 (2023): Jurnal Green Growth dan Manajemen Lingkungan Vol 12 No 1 (2023): Jurnal Green Growth dan Manajemen Lingkungan Vol 11 No 2 (2022): Jurnal Green Growth dan Manajemen Lingkungan Vol. 11 No. 1 (2022): Jurnal Green Growth dan Manajemen Lingkungan Vol 10 No 2 (2021): Jurnal Green Growth dan Manajemen Lingkungan Vol 10 No 1 (2021): Jurnal Green Growth dan Manajemen Lingkungan Vol 9 No 2 (2020): Jurnal Green Growth dan Manajemen Lingkungan Vol 9 No 1 (2020): Jurnal Green Growth dan Manajemen Lingkungan Vol 8 No 2 (2019): Jurnal Green Growth dan Manajemen Lingkungan Vol 8 No 1 (2019): Jurnal Green Growth dan Manajemen Lingkungan Vol 7 No 2 (2018): Jurnal Green Growth dan Manajemen Lingkungan Vol 7 No 1 (2018): Jurnal Green Growth dan Manajemen Lingkungan Vol 6 No 2 (2017): Jurnal Green Growth dan Manajemen Lingkungan Vol 6 No 1 (2017): Jurnal Green Growth dan Manajemen Lingkungan Vol 5 No 2 (2016): Jurnal Green Growth dan Manajemen Lingkungan Vol 5 No 1 (2016): Jurnal Green Growth dan Manajemen Lingkungan Vol 3 No 1 (2014): Jurnal Green Growth dan Manajemen Lingkungan Vol 2 No 1 (2013): Jurnal Green Growth dan Manajemen Lingkungan Vol 1 No 1 (2012): Jurnal Green Growth dan Manajemen Lingkungan More Issue