cover
Contact Name
Nurasia Natsir
Contact Email
jurnal@apji.org
Phone
+6285726173515
Journal Mail Official
official@journal-stiayappimakassar.ac.id
Editorial Address
Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Yappi Makassar Jl. Sumba no 46, Kota Makassar, Sulawesi Selatan
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Concept: Journal of Social Humanities and Education
ISSN : 29635071     EISSN : 29635527     DOI : 10.55606
Concept: Journal of Social Humanities and Education E-ISSN: 2963-5527 (Online) / P-ISSN: 2963-5071 (print) published by Yappi Makassar School of Administrative Sciences. Publishing this journal aims to improve the quality of science, as well as channel interest in sharing and disseminating knowledge to academics, students, practitioners and observers of science. Editors accept research articles related to Social Sciences, Humanities and Education This journal is published 1 year 4 times (March, June, September and December)
Articles 267 Documents
Kalindaqdaq Sebagai Karya Sastra Warisan Suku Mandar Hasan Hasan; Haryeni Haryeni; Muslimat Muslimat
Concept: Journal of Social Humanities and Education Vol. 1 No. 4 (2022): Desember : Concept: Journal of Social Humanities and Education
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Yappi Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/concept.v1i4.113

Abstract

Kalindaqdaq merupakan salah satu tradisi adat yang berasal dari etnis suku Mandar, Sulawesi Barat. Tradisi ini berupa penyampaian perumpamaan saat hendak menyampaikan keinginannya kepada seseorang, berkarakteristik layaknya sebuah pantun juga puisi. Kalindaqdaq adalah sebuah ungkapan perasaan dari seseorang, sehingga juga disebut sebagai puisi mandar. Puisi Mandar ini biasanya bertujuan untuk merayu wanita, perjuangan, sindiran, ataupun motivasi. Asal kata dari kalindaqdaq berasal dari suku kata Kali (Gali) dan daqdaq (dada), jadi secara bahasa, Kalindaqdaq dapat diartikan ’isi dada’ atau cetusan perasaan dan pikiran yang dinyatakan dalam kalimat-kalimat yang indah. Kalindaqdaq yang merupakan ekspresi kreativitas masyarakat Mandar, pertama kali disyairkan oleh rakyatnya pada saat raja ke-empat kerajaan Balanipa, Daetta Tommuane dan Daetta Towaine diarak mengendarai kuda Pattudu. kalindaqdaq digolongkan dalam berbagai macam tema yang menyentuh berbagai aspek kehidupan, mulai dari tema agama yang bernuangsa syaria’ah maupun tasawuf, percintaan, patriotisme sampai ke-yang jenaka (humor). Kalindaqdaq Mandar disampaikan oleh seorang penutur, biasanya pemuda, atau lelaki paruh baya, bahkan biasanya orang tua, singkatnya ia dilakoni oleh kaum pria. Kalindaqdaq dapat dijumpai dalam kehidupan sehari-hari di daerah Mandar, utamanya dalam acara-acara khusus sepertia; Mettumae (melamar), Pelantikan Raja dan acara mappatammaq (orang khataman Al Qur’an menunggangi kuda penari).
TARBIYAH FIL QURAN WAL HADIST Suharti, Suharti; Yayat Suharyat
Concept: Journal of Social Humanities and Education Vol. 1 No. 3 (2022): September : Concept: Journal of Social Humanities and Education
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Yappi Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/concept.v1i3.115

Abstract

Tarbiyah dapat di artikan sebagai pendidikan, dimana pendididikan sendiri merupakan usaha yang dilakukan untuk merubah seseorang untuk dapat menjadi lebih baik, sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad ﷺ yang berpedoman pada Al-Qur’an dan hadist, dimana dalam Al-Quran selain sebagi sumber pedoman umat islam Al-Qur’an dan hadist juga merupakan sumber ilmu pengetahuan yang tidak pernah akan usang oleh perkembangan jaman. Dalam Al-Qur’an terdapat prinsip-prinsip acuan pendidikan yaitu ketauhidan dan risalah Ilahiyah. Dimana pada dua prinsip tersebut sangat penting dalam pedoman pendidikan baik dari Jaman Nabi Muhammad ﷺ sampai jaman yang akan datang. Manusia pada umumnya sudah Allah SWT berikan anugerah dalam dirinya dengan banyaknya potensi, dimaana potensi tersebut merupakan kesempunaanya manusia yang mempunyai fitrah dari lahir, sehinggan untuk mengembangkan potensi tersebut diperlukan pendidikan dalam Al-Qur’an dan Hadist
PERAN BALAI LATIHAN KERJA DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN MASYARAKAT Ayi Najmul Hidayat; Nana Ismelani
Concept: Journal of Social Humanities and Education Vol. 1 No. 4 (2022): Desember : Concept: Journal of Social Humanities and Education
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Yappi Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/concept.v1i4.131

Abstract

Abstrak. Balai Latihan Kerja merupakan gedung yang digunakan sebagai tempat berlatih dan menambah ketrampilan untuk mempersiapkan diri dalam memasuki dunia kerja. Pelatihan yang diadakan oleh Balai Latihan Kerja berguna untuk membekali keterampilan kepada peserta dalam berbagai bidang kejuruan dan memberikan motivasi untuk berusaha mandiri. Balai Latihan Kerja dirancang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan lembaga pelatihan kerja yang berdedikasi mencetak tenaga kerja yang siap terjun ke dalam dunia kerja. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, teknik pengambilan data dilakukan dengan wawancara dan observasi. Hasil penelitian Peran BLK Kabupaten Purwakarta dalam meningkatkan kompetensi tenaga kerja sudah cukup efektif, hal ini dibuktikan dengan banyaknya jumlah alumni BLK Kabupaten Purwakarta yang telah diterima bekerja di perusahaan karena kondisi Purwakarta dengan banyaknya indutri maupun berwirausaha sendiri sesuai bidangnya masing - masing, bahwa dari empat peran BLK Kabupaten Purwakarta semuanya sudah mencapi target walaupun ada beberapa kekurangan dalam hal pengadaan instruktur. Kata kunci:
PENTINGNYA PERAN PEMBINA DALAM KEDISIPLINAN ANAK PANTI ASUHAN MUHAMMADIYAH CABANG GUGUK II Anita Halima; Hidayani Syam
Concept: Journal of Social Humanities and Education Vol. 1 No. 4 (2022): Desember : Concept: Journal of Social Humanities and Education
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Yappi Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/concept.v1i4.142

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui seberapa pentingnya perhatian dari seorang pembina kepada anak yang di asuh, terkhusus di Panti Asuhan Muhammadiyah Cabang Guguk II. Sebagaimana kita ketahui panti asuhan adalah tempat bagi anak-anak yang kurang mendapatkan kebahagiaan, perhatian dalam keluarga. Di panti asuhan inilah semua harapan mereka gantungkan untuk mewujudkan cita-cita yang di dalam rumah tidak mereka dapatkan. Tentunya di panti asuhan anak-anak ini diatur oleh seorang pimpinan yang mana biasa dikenal dengan sebutan pembina panti asuhan, yang akan mengatur, memberi perhatian, menyemangati anak-anak supaya menjadi anak-anak yang mandiri, berbakat, berprestasi dan memiliki kemampuan di bidang khusus untuk kelangsungan hidup mereka di masa yang akan datang. Pembina panti adalah ibu bagi mereka yang membutuhkan limpahan kasih sayang.
Women with Hijab in the Advertisement: Between Identity Politics, Religious Commodification and the Deconstruction on the Meaning of Beauty AD. Kusumaningtyas; Imam Tabroni; Muhammad Ridwan Effendi
Concept: Journal of Social Humanities and Education Vol. 2 No. 1 (2023): March : Concept: Journal of Social Humanities and Education
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Yappi Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/concept.v2i1.191

Abstract

There are so many attractiveness of advertising messages on why an advertisement is made. Generally, an advertisement was made to persuade the public or consumers candidates for buying and consuming a certain product. If previously, several advertisements for products mostly use the beautiful women with certain indicators such as white skin, long black hair, thin and sexy body; recently seems to show a trend by using the veiled woman (woman who wears hijab) as its models. There must be many interpretations regarding this symbol. For example about the dakwah messages on Muslim women's identity that are performed through their way of dressing up, religious commodification because the appearance of a Muslim woman will attract the attention of Muslim consumers, the deconstruction of the meaning of beauty, or a combination of several attractions of the advertising message that was represented by woman with the hijab. This article will analyze about those various symbol interpretations.
Holdingisasi BUMN Sektor Keuangan Ultra Mikro dan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 73 Tahun 2021 Agung Tri Atmojo; Markus Suryoutomo
Concept: Journal of Social Humanities and Education Vol. 2 No. 1 (2023): March : Concept: Journal of Social Humanities and Education
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Yappi Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/concept.v2i1.204

Abstract

Demi mendorong pembangunan nasional, Pemerintah mendorong kebangkitan sektor Usaha Menengah, Kecil dan Mikro (UMKM) serta Ultra Mikro (Umi), melalui Kementerian BUMN, dengan melakukan privatisasi program beberapa Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dengan membentuk ekosistem ultra mikro yang di populerkan dengan sebutan Holdingisasi BUMN Sektor Keuangan Ultra Mikro atau disebut dengan holding ultra mikro. Holding ultra mikro ini melibatkan tiga entitas BUMN, yaitu PT Bank Rakyat Indonesia (BRI), PT Pegadaian, dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM). Holding Ultra Mikro yang digagas oleh Kementerian BUMN telah mendapat persetujuan dari berbagai Lembaga Tinggi Negara, baik Presiden sebagai Lembaga Eksekutif dan DPR RI sebagai Lembaga Legislatif. Tujuan dari sinergi ekosistem ultra mikro BRI, Pegadaian, dan PNM ini tidak lain adalah untuk mempermudah akses pelaku usaha ultra mikro di Negara Indonesia, sehingga dapat menjangkau layanan keuangan mikro secara formal yang selama ini sulit digapai. Era globalisasi dan tantangan kedepan membuat Pemerintah perlu melakukan terobosan agar ekonomi Negara kuat maka harus memperkuat perekonomian kerakayatan, demi terciptanya lapangan pekerjaan, dan masa depan Negara Indonesia dari Negara berkembang menuju Negara Maju. Terobosan ini tentu harus ditopang dengan PP Nomor 73 Tahun 2021, meski dalam prakteknya, sosialisasi dan pelaksanaannya tidak sejalan dengan arahan Pemerintah, kurangnya koordinasi antar Lembaga Negara, dan Instansi Negera serta antar BUMN menjadikan tantangan yang harus dapat diselesaikan, agar tujuan Pemerintah menjadikan BUMN yang besar dan kuat melalui Holding Ultra Mikro, dapat terealisasikan.
Perlindungan Hukum Tenaga Kesehatan Terhadap Jenazah COVID-19 Yang Dimakamkan Tidak Sesuai Protokol Kesehatan Difayana Difayana; Anggraeni Endah Kusumaningrum
Concept: Journal of Social Humanities and Education Vol. 2 No. 1 (2023): March : Concept: Journal of Social Humanities and Education
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Yappi Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/concept.v2i1.206

Abstract

Pemakamandjenazah COVID-19 yangdtidak sesuai dengandprotokol kesehatan, menunjukkan adanyadpersoalan dalam memberikandperlindungan hukumdbagi tenagadkesehatan di Indonesia yangdberpotensi tidak menjamin kepastian hukum, maka pengaturan tenaga kesehatan akan sulit dilakukan secara efektif. Tidakdadanya kepastian hukumddalam pengaturan tenagadkesehatan mengakibatkan perlindungan hukum kepada tenaga kesehatan juga tidak terjamin, padadakhirnya penyelenggaraan kesehatan yangddilaksanakan olehdtenaga kesehatan di Indonesiadmenjadi tidak efektif. Metode pendekatan yang digunakan dalamdpenelitian ini adalah pendekatan yuridis normatif, dengan pengumpulan datadsekunder. Tipe desain penelitian yang digunakan adalah descriptive design. Pengambilan dataddalam penelitian ini adalah dengan studi pustaka. Analisis data dalamdpenelitian ini menggunakan teknik analisis kualitatif yaitu untuk menjawab permasalahandperlindugan hukum tenagadkesehatan terhadapdpemakaman jenazahdCOVID-19 yang tidak sesuai protokoldkesehatan. Hasil penelitiandini menunjukkan bahwadnegara menjamin perlindungan hukumdNakes terhadap jenazah COVID-19 yangddimakamkan tidak sesuaidprotokoldkesehatan, yang tertuangddalam Pasal 27 ayat (1) UU No. 36/2009 tentangdKesehatan, KMK HK.01.07/MENKES/327/2020 dan Kepmenkes HK.01.07/MENKES/4834/2021.
Perlindungan Anak Nakal Yang Dikenai Penahanan Dalam Proses Peradilan Pidana Sri Wulandari
Concept: Journal of Social Humanities and Education Vol. 1 No. 4 (2022): Desember : Concept: Journal of Social Humanities and Education
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Yappi Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/concept.v1i4.214

Abstract

Indonesia sebagai negara yang meratifikasi konvensi Hak-Hak Anak (Convention of the Rights of the Child), mengatur prinsip perlindungan hukum terhadap anak dan berkewajiban memberikan perlindungan khusus terhadap anak yang berkonflik dengan hukum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis masalah penahanan terhadap anak nakal serta menganalisis prinsip perlindungan Hak Asasi Manusia dalam pelaksanaan penahanan anak agar tidak terjadi penyalahgunaan wewenang. Type penelitiannya termasuk penelitian hukum empiris karena penekanannya menelaah pada fenomena perlindungan hukum yang berkaitann dengan masalah penahanan anak, dengan menggunakan data primer dan data sekumder. Bahwa anak adalah seseorang yang telah berumur 12 tahun tetapi belum berumur 18 tahun. Keterlibatan anak yang terjerumus dalam suatu tindak pidana/kriminal membuat mereka harus berhadapan dengan hukum dan kerap mendapat stigmatisasi dan diskriminasi dari masyarakat sehingga menyebabkan anak menjadi kecewa, frustasi bahkan dendam. Oleh karenanya penyelesaian perkara terhadap anak nakal hendaknya berbeda dengan perlakuan terhadap pelaku tindak pidana pada umunya, bahkan penahanan anak sebisa mungkin menjadi alternatif terakhir jika diversi dan jaminan dari orang tua tidak mencapai mufakat. Upaya mempersingkat penahanan patut diperhatikan dengan menyelesaikan pemeriksaan sedini mungkin dan penahanan dalam penyelesaian perkara anak menjadi alternatif akhir sesuai mekanisme dalam Sistem Peradilan Pidana Anak dengan mengedepankan asas kepentingan terbaik bagi anak. Sehingga keikutsertaan masyarakat sangat penting dalam mengawasi, membimbing dan membina anak karena masalah anak nakal seringkali disebabkan oleh pengaruh masyarakat, lingkungan anak serta pengasuhan yang salah dari orang tua.
A Combination of Synchronous and Asynchronous Meetings in Fully-Online Flipped English Classroom Farida Noor Rohmah
Concept: Journal of Social Humanities and Education Vol. 1 No. 3 (2022): September : Concept: Journal of Social Humanities and Education
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Yappi Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/concept.v1i3.215

Abstract

Both teachers and students must adjust to the new teaching strategy, despite all limitations and chances in remote learning during the pandemic. To accomplish the learning objectives, educators must create their courses by utilizing the advantages of technology. In order to optimize students' learning potential, several things had to be taken into account when designing such a remote course. In order to address the issue, this study aimed to demonstrate how the English for Academic Reading course in Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta was developed using the ASSURE (Analyze Learners; State Objectives; Select Method, Media, or Materials; Utilize Media or Materials; Require Learners' Participation; Evaluate and Revise) model in the form of fully-online flipped classroom. The data was gathered through observation and library study. The obstacles and opportunities addressed by both educators and students throughout the remote learning practice were analyzed using a qualitative methodology. The course was developed by mixing synchronous and asynchronous class activities after taking the advantages and disadvantages of distance learning into account. The design included independent learning, content explanations, quizzes, class discussion, and collecting student assessment. Students were shown to be more motivated to study when synchronous and asynchronous class activities were used, according to the evaluations.
An Analysis of EFL Students’ Descriptive Writing Ability Muhammad Makmun Mi’raj; Sabarun Sabarun; Zaitun Qamariah
Concept: Journal of Social Humanities and Education Vol. 1 No. 3 (2022): September : Concept: Journal of Social Humanities and Education
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Yappi Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/concept.v1i3.220

Abstract

This research was meant to describe students' descriptive writing abilities. The sample of this research were 25 second semester students of English education study program of IAIN Palangka Raya who were chosen using random sampling technique. This research is descriptive research. Then, a descriptive text writing test was used to measure the students' ability in writing descriptive text. Vocabulary, mechanics, and organization are the three key areas on which students' abilities to write descriptive writings are being concentrated. While the final ability of students in writing descriptive texts is categorized into five levels; very good, good, average, fair, bad. The findings revealed that the students generally had a score of 66 for writing descriptive text, which was considered to be good. Meanwhile, three components that researcher focused on in writing descriptive text; Student's vocabulary score is 77 categorized in good level, Student's mechanics score is 63 categorized in good level, and students' organization score is 63 categorized or in good level.

Page 4 of 27 | Total Record : 267