cover
Contact Name
masyhuri rifai
Contact Email
elmaqraiqt@gmail.com
Phone
+6282345133563
Journal Mail Official
elmaqra@iainkendari.ac.id
Editorial Address
Jl. Mekar. BTN Nur 4 Ranomeeto Konawe Selatan
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
El-Maqra' : Tafsir, Hadis dan Teologi
ISSN : 29633982     EISSN : 2829114X     DOI : -
Core Subject : Religion,
Kajian jurnal meliputi berbagai hal yang berhubungan dengan al-Qur’an, tafsir, ilmu-ilmu al-Qur’an, ilmu-ilmu tafsir, living al-Qur’an, pemikiran tokoh tentang al-Qur’an, ilmu al-Qur’an, tafsir, ilmu tafsir dan seterusnya; demikian pula meliputi hal yang berhubungan dengan hadis, ilmu-ilmu hadis, living hadis, pemikiran tokoh tentang hadis dan sebagainya. Bahkan kajian berkaitan dengan theology seperti Perkembangan Teologi dan Keagamaan, sejarah, penelitian keagaamaan islam.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2021)" : 8 Documents clear
GENEALOGI HIJRAH PERSPEKTIF QS. AN-NISA‘/4:100 (SUATU KAJIAN TAHLILI) Akmaluddin Akmaluddin; Nasri Akib
EL-MAQRA' Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : IAIN KENDARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.604 KB) | DOI: 10.31332/elmaqra.v1i2.3600

Abstract

AbstrakPenelitian ini berjudul “Genealogi Hijrah Perspektif Q.S Al-Nisa>’/4:100 (Suatu Kajian Tah}lili>). Dengan tujuan untuk mengetahui penafsiran genealogi hijrah dalam Q.S al- Nisa>’/4:100, dan juga untuk mengetahui kontekstualisasi makna hijrah. Penulis menggunakan jenis penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan teknik studi kepustakaan. Sumber data dalam penelitian yakni primer dan sekunder. Teknik interpretasi data yang digunakan yaitu interpretasi tekstual, kontekstual, dan interkontekstual. Teknik analisis data yang digunakan adalah metode Tah}lili>. Yaitu menjelaskan muna>sabah, asba>b al-nuzu>l, tafsir mufra>dat, i’ra>b serta penafsiran ulama tentang Q.S al-Nisa>‘/4:100. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: Pertama, hijrah menurut para ulama tafsir klasik dan kontemporer yaitu meninggalkan suatu tempat yang buruk menuju tempat yang lebih baik, sedangkan hijrah yang di maksud dalam penafsiran Q.S al-Nisa>‘<‘/4:100 yakniEl-Maqra’ Vol. 1 No.2 November 202121perintah untuk berhijrah bagi orang-orang yang mendapatkan tekanan oleh kaum kafir Quraisy yang selalu mengintimidasi kaum muslimin, sehingga dapat mengganggu keimanan serta menjadi ancaman bagi keyakinan ummat Islam, sehingga Allah Swt mewajibkan untuk mencari tempat yang lebih aman agar keimanan mereka tetap terjaga dan dapat mengamalkan Islam secara utuh. Kedua, kontekstualisasi makna hijrah dimasa kini adalah, bukan hanya dipahami sebatas perpindahan tempat semata, akan tetapi bisa dimaknai juga sebagai perpindahan dari situasi kurang baik mengarah kepada situasi yang lebih baik. Baik itu dalam hal keimanan maupun akhlak. Kata Kunci: Genealogi Hijrah, Q.S Al-Nisa>’/4:100, Tah}lili>.
PEMAKNAAN KONSEP AHSAN TAQWIM (SUATU KAJIAN TAHLILI PADA Q.S AT-TIN/95:4) Syahputri Wulan Pratiwi; Muh. Syahrul Mubarak
EL-MAQRA' Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : IAIN KENDARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.112 KB) | DOI: 10.31332/elmaqra.v1i2.3605

Abstract

AbstrakPenelitian ini berjudul ‚Pemaknaan Konsep Ah}san Taqwi>m‛. Penelitian ini bermaksud untuk melakukan pemaknaan kembali mengenai konsep Ah}san Taqwi>m yang terdapat pada  Q.S  al-Ti>n/95:4.  Dari  segi  penafsiran  dalam  literatur  tafsir  dan  sebagian  besar ulama-ulama Indonesia, menjelaskan makna Ah}san Taqwi>m pada kondisi fisik manusia yang sempurna dan bergerak sesuai fungsinya. Namun, pada realitasnya tidak semua manusia terlahir dan memiliki kondisi fisik sempurna (difabel). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Q.S al-Ti>n/95:4, memaknai konsep Ah}san Taqwi>m dalam al-Qur’an, memaknai konsep Ah}san Taqwi>m terhadap kondisi masa kini. Penelitian ini merupakan penelitian  pustaka,  dengan  data  primer  Surah  al-Ti>n/95:4  didukung  dengan  beberapa data sekunder dari berbagai literatur. Data tersebut dikaji menggunakan metode tafsir tahli>li. Berdasarkan penelitian ini, diketahui bahwa makna konsep Ah}san Taqwi>m tidak tepat jika dipahami sebagai ungkapan sebaik-baik bentuk, terbatas hanya dalam pengertian fisik. Karena anugerah Allah Swt., bukan hanya terletak pada fisik, melainkan wujud syukur dengan memaksimalkan penghambaan kepada Allah Swt. Terkait dengan relevansinya dengan masa kini, sebagian besar manusia yang memiliki keterbatasan fisik, jauh lebih semangat dalam menjalani hidup dan beribadah kepada Allah Swt. Hal ini menunjukkan bahwa walaupun manusia memiliki kondisi fisik yang tidak sempurna tetap termasuk manusia Ah}san Taqwi>m. Oleh karena itu, pemaknaan konsep Ah}san Taqwi>m yang peneliti temukan, tidak lagi berbicara mengenai fisik saja. Melainkan hati yang senantiasa bersyukur kepada Allah Swt., sebagai pencipta dan memaksimalkan segala pemberian Allah Swt., terhadap dirinya.Kata Kunci: Ah}san Taqwi>m, Q.S al-Ti>n/95:4, Pemaknaan
SUMPAH PALSU PERSPEKTIF QS. ALI IMRAN/3:77 Annisa Fadhilah Nursyah; Ni’matuz Zuhrah
EL-MAQRA' Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : IAIN KENDARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.442 KB) | DOI: 10.31332/elmaqra.v1i2.3601

Abstract

AbstrakFenomena yang sering terjadi dalam kehidupan masyarakat sekarang ini adalah banyak orang bersumpah dengan menggunakan selain nama Allah bahkan berani menyebut nama Allah swt., agar mendapat kepercayaan orang lain, meski dengan niat berdusta. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hakikat sumpah palsu dalam QS. A<li-Imra>n/3:77, ancaman bagi orang-orang yang melakukannya dan pengaruh sumpah palsu dalam kehidupan masyarakat. Penelitian ini merupakan penelitian library research. Dengan menggunakan pendekatan linguistik dan pendekatan tafsir. Data primer yang digunakan adalah QS. Al< i- ‘Imra>n/3:77, sedangakan data sekunder yang digunakan meliputi kitab-kitab tafsir, kitab- kitab hadits dan kamus-kamus yang berkaitan dengan penelitian ini serta literatur keIslaman lainnya. Dengan menggunakan teknik/metode tahl} ili>, dengan menggunakan teknik interpretasi yang meliputi interpretasi tekstual dan interpretasikontekstual. Dan hasil penelitian ini menemukan bahwa hakikat dari sumpah palsu dalam QS. A<li-‘Imra>n/3:77 adalah menghalalkan sumpah dengan menggunakan nama Allah swt., demi kepentingan dunia serta termasuk dosa besar. Ancaman orang-orang yang melakukan sumpah palsu dalam QS. A<li-‘Imra>n/3:77 meliputi mereka tidak mendapatkan bagian di akhirat, Allah tidak akan menyapa mereka, Allah tidak akan memperhatikan mereka pada hari kiamat, Allah tidak akan menyucikan mereka dan bagi mereka adzab yang pedih. Pengaruh sumpah palsu terhadap diri sendiri dan masyarakat yaitu menjadi lalai, menzalimi diri sendiri dan orang lain, dan sumpah menjadi hal yang biasa dan dianggap remeh. Kata Kunci: Sumpah, Palsu, QS. A<li-‘Imra>n/3:77, Tah}lili
PEMAHAMAN KELUARGA BEDA AGAMA TERHADAP AHL AL KITAB DALAM QS AL-MA’IDAH/5:5 (STUDI LIVING QUR’AN DI KELURAHAN TOBUHA KOTA KENDARI) Trinopitasari Trinopitasari; Abdul Gaffar
EL-MAQRA' Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : IAIN KENDARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.167 KB) | DOI: 10.31332/elmaqra.v1i2.3606

Abstract

AbstrakPenelitian ini membahas tentang pemahaman keluarga beda agama terhadap ahl al-kita>b dalam al-Qur‟an Surah al-Ma>’idah/5:5 terhadap keluarga beda agama Tobuha kecamatan Puuwatu kota Kendari. Bertujuan untuk: Pertama, untuk mengetahui bagaimana konsep ahl al-kita>b dalam al- Qur‟an Surah al-Ma>’idah/5:5. Kedua, untuk mengetahui bagaimana pemahaman keluarga beda agama terhadap ahl al-kita>b dalam al-Qur‟an Surah al-Ma>’idah/5:5. Ketiga, untuk mengetahui bagaimana dampak penikahan beda agama terhadap seorang anak. Penelitian ini sebagai penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dengan cara observasi awal, wawancara, dan dokumentasi. Pengecekan keabsahan data yang digunakan adalah triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Dalam al-Qur'an surah al-Ma>’idah/5:5, para ulama berbeda pendapat mengenai istilah ahl al-kita>b yang dimaksud. Namun, jumhur ulama sepakat bahwa al-Qur‟an menunjuk dua komunitas pemeluk agama samawi yang di bawa oleh Nabi Isa a.s dan Nabi Musa a.s sebagai ahl al-kita>b, yakni Yahudi dan Nashrani . 2) Masyarakat kelurahan Tobuha dari keluarga beda agama memahami istilah ahl al-kita>b sebagai sebutan bagi pemuka-pemuka agama bagi umat kristiani, sebagian lagi belum dapat menjelaskan karena keterbatasan pengetahuan yang mereka miliki. 3) Informan mengungkapkan bahwa dampak yang paling mereka rasakan adalah kurangnya keberkahan, kurang harmonis, banyak konflik, mengalami keminderan, dan merasa apatis terhadap agama.Kata Kunci: Ahl al-kita>b, beda agama, QS al-Ma>’idah/5:5, Kelurahan Tobuha
TRADISI PEMBACAAN SURAT AL-MU’MINU Edy Nor Sobah; Nimatuz Zuhrah
EL-MAQRA' Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : IAIN KENDARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (728.284 KB) | DOI: 10.31332/elmaqra.v1i2.3602

Abstract

AbstrakPenelitian ini adalah penelitian living Qur’an yang merupakan bagian dari penelitian dengan metode kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang, prosesi, dan fungsi serta manfaat dari Tradisi Pembacaan  Surat  al-Mu’minu>n   di  Pondok  Pesantren  Darussalam  Gontor Putri 4. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi dan ilmu tafsir. Hasil penelitian menunjukan bahwa Tradisi Pembacaan Surat al- Mu’minu>n  di Pondok Pesantren Darussalam Gontor Putri 4 hanya dilakukan apabila hujan turun menjelang acara besar atau ketika ada tamu istimewa. Tradisi ini pada mulanya dilakukan serentak di dalam masjid, namun pada tahun 2019 tradisi ini diubah, hanya beberapa santriwati saja yang ditunjuk untuk melaksanakan tradisi tersebut. Tradisi ini berfungsi untuk memohon kelancaran acara, keberkahan acara, dan perlindungan dari berbagai macam gangguan, manfaat dari tradisi ini adalah acara menjadi lancar, mempererat Ukhuwah antar santriwati, memperlancar bacaan Al-Qur’an para santriwati, dan menentramkan hati para santriwati. Secara garis besar tidak ada dalil terkait tradisi tersebut, baik dalam hal latarbelakang, prosesi, maupun fungsi, namun tradisi ini merupakan bentuk tawassul untuk kepentingan hajat yang akan dilaksanakan.Kata Kunci: Living Qur’an, Tradisi, Surat al-Mu’minu>n
MAKNA KHALIFAH DALAM AL-QUR’AN (KAJIAN TAFSIR MUQARAN QS. AL-BAQARAH/2:30 DAN QS. SAD/38:26) Muh. Lubis; Muhammad Hasdin Has, Hasdin Has
EL-MAQRA' Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : IAIN KENDARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.388 KB) | DOI: 10.31332/elmaqra.v1i2.3603

Abstract

AbstrakPenelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan metode muqa>ran bertujuan untuk menganalisis makna khali>fah dalam dua ayat yang berbeda yaitu QS. Al-Baqarah/2:30 Dan QS. S{a>d/38:26, jenis penilitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) Sumber data, berupa al- Qur’an dan kitab tafsir al-Tabari>, Mafa>tih al-Gaib al-Misbah dan lain-lain. Pengumpulan data menggunakan tehnik observasi dan analisis literatur tafsir, data kemudian dikelompokkan berdasarkan kesamaan kategori kemudian disimpulkan dengan metode muqa>ran (perbandingan) dengan menggunakan pendekatan kebahasaan bersifat denotatif dan konotatif. Dari hasil analisis, peneliti menemukan bahwa: 1). Para mufassir menjelaskan makna khali>fah pada QS. Al- Baqarah/2:30 antara lain: penciptaan manusia tanpa melibatkan makhluk,manusia pilihan yang memiliki tanggung jawab secara pribadi terhadap dirinya dan makhluk disekitarnya dan memiliki kehendak dan perilaku yang tidak terbatas bahkan diberi ilmu untuk menentukan sikap yang benar dan tepat dalam memilih kehendak dan perilaku tersebut. Lain halnya dengan penafsiran khali>fah pada QS.S}a>d}/38:26 yakni pemimpin yang dipilih oleh Allah dan diangkat rakyatnya serta memiliki tanggung jawab menegakkan keadilan dan tidak mengambil kepentingan secara sepihak dalam jabatannya dan tidak terikat pada sistem tertentu. 2). Persamaan makna khali>fah yaitu menjadi pengganti dari sebelumnya dan meneruskan tanggung jawab sebagai khalifah, objek penugasan khalifah dan tempat penugasannya adalah bumi dan makhluk yang ada didalamnya, nabi Adam maupun nabi Daud telah melakukan kesalahan dan menjadi lebih baik dengan diangkatnya menjadi khalifah. Sedangkan perbedaannya yaitu makna khali>fah dalam QS.al-Baqarah/2:30 diangkat oleh Allah Swt. tanpa melibatkan manusia di dalamnya sedangkan pada QS.S}a>d}}}/38:26, khali>fah diangkat Allah dan melibatkan manusia di dalamnya. Khali>fah dalam QS.al-Baqarah/2:30 bermakna lebih umum mencakup semua pemimpin sedangkan khali>fah pada QS.S}a>d}}}/38:26 lehih khusus yaitu pemimpin dalam organisasi, suku atau negara.Kata Kunci: Khalifah, al-Qur’an, Muqarran.
MAHAR SEBAGAI UPAH (UJUR) DALAM PERNIKAHAN (KAJIAN TAHLILI QS. AN-NISA/4:24 Ahmad Sona Hafadzah; Fatirawahidah Fatirawahidah
EL-MAQRA' Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : IAIN KENDARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.674 KB) | DOI: 10.31332/elmaqra.v1i2.3599

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui makna uju>r dalam Q.S. al-Nisa>’/4: 24, untuk mengetahui genealogi/ perkembangan penafsiran dari para ulama terhadap ayat ini serta untuk mengetahui bagaimana implementasi uju>r di masa kini. Penelitian ini merupakan penelitian dengan model kepustakaan atau library research. Data primer yang digunakan yaitu Q.S. al-Nisa>’/4: 24, sedangkan data sekunder yang digunakan meliputi kitab-kitab tafsir, kitab-kitab hadis, kamus dan buku-buku yang berkaitan dengan penelitian serta literatur lainnya. Sedangkan teknik pengumpulan data yaitu dengan mengumpulkan berbagai referensi yang berkaitan dengan penelitian ini. Data kemudian dianalisis berdasarkan isi dengan mengacu pada kerangka analisis metode tahli>li> serta teknik interpretasi yang digunakan yaitu interpretasi tekstual, kontekstual dan intertekstual. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Uju>r secara umum menunjukkan arti yang sepadan dengan maksud pemberian upah atau imbalan, sedangkan uju>r dalam konteks Q.S. al-Nisa>’/4: 24 ulama berbeda pendapat di mana ada yang mengartikan sebagai upah dari dipergunakannya alat kelamin perempuan, dan ada juga yang mengartikannya murni sebagai mahar/maskawin perempuan. 2) Secara umum dalam penafsiran para ulama mengaitkan ayat tersebut dengan konteks kawin kontrak atau nikah mut‘ah namun tidak membenarkan jika ayat tersebut digunakan untuk membolehkan praktik nikah mut‘ah pada zaman sekarang. 3) Adapun dalam implementasinya uju>r diberikan dalam 3 hal, yaitu implementasi pemberian uju>r di Indonesia, implementasi pemberian uju>r di negara lain dan implementasi pemberian uju>r pada pekerjaan.Kata Kunci: Mahar, Upah, Nikah Mut‘ah.
KARAKTER BERNIAGA DALAM QS. AL-NUR/24:37 KAJIAN TAHLILI Muh. Taufiq; Fatirawahidah Fatirawahidah
EL-MAQRA' Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : IAIN KENDARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.533 KB) | DOI: 10.31332/elmaqra.v1i2.3604

Abstract

AbstrakPenelitian ini berjudul ‚Perniagaan Akhirat dalam QS. al-Nur/24:37. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hakikat perniagaan dalam QS. al-Nur/24:37, untuk mengetahui cara berniaga dalam QS. al-Nur/24:37, juga untuk mengetahui manfaat perniagaan dalam QS. al-Nur/24:37. Penelitian ini merupakan kajian pustaka atau library research. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan tafsir dan pendekatan bahasa. Data primer yang digunakan adalah QS. al-Nur/24:37, sedangkan data sekunder yang digunakan meliputi kitab-kitab tafsir, kitab-kitab hadits dan kamuskamus yang berkaitan dengan penelitian ini serta literatur ke Islaman lainnya. Sedangkan teknik pengumpulan data yaitu dengan mengumpulkan berbagai referensi yang berkaitan dengan penelitian ini. Teknik analisis yang digunakan adalah metode tahlili, yaitu menjelaskan muna>sabah, asba>b al-nuzu>l, makna lugawi, i’ra>b dan bala>gah serta penafsiran ulama tentang QS. al-Nur/24:37. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam QS. al-Nur sedikitnya memberikan tiga poin penting yaitu, 1) Hakikat perniagaan, yaitu ketika melakuan transaksi perniagaan tidak lalai dalam kewajiban berdzikir dan shalat, 2) melakukan perniagaan dengan cara tidak terlepas dari berdzikir, menenuaikan shalat, dan mengeluarkan zakat serta memberikan rasa takut, 3) dan memperoleh balasan atas apa yang dikerjakan di dunia untuk menuju akhirat dengan balasan yang berlipat ganda.Kata Kunci: Karakter Berniaga, QS. al-Nur/24:37, Tahlili.

Page 1 of 1 | Total Record : 8