cover
Contact Name
Yuli Andriansyah
Contact Email
yuliandriansyah@uii.ac.id
Phone
+6285369607374
Journal Mail Official
millah@uii.ac.id
Editorial Address
Kampus Terpadu UII, Jl. Kaliurang KM 14,5, Besi, Sleman, DI Yogyakarta, Kode Pos 55584
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Millah: Journal of Religious Studies
ISSN : 14120992     EISSN : 2527922X     DOI : 10.20885/millah
Core Subject : Religion,
Millah: Journal of Religious Studies (E-ISSN: 2527-922X) is an international double-blind peer-review journal focusing on original research articles related to religious studies. The journal welcomes contributions on the following topics: Religious studies Islamic studies Christian studies Hindu studies Buddhist studies other relevant religious studies.
Articles 628 Documents
Islam di Indonesia : Dari Little ke Greater Traditions Fauzan Saleh
Millah: Journal of Religious Studies Vol. III, No. 1, Agustus 2003 Islam Lokal
Publisher : Program Studi Ilmu Agama Islam Program Magister, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/millah.vol3.iss1.art1

Abstract

Islam came to Indonesia when it was considerably weak either in politic, economic or military aspects. Consequently, the early presence of Islam in this country could not directly transform the whole belief systems that are irreconcilable to its principal tenets. Islam could only penetrate into the country's cultural life through assimilation, not revolution. However, like other religions in general, Islam is always in flux. Islam is also subject to historical progress, in the sense that is evolving from "little" toward the "greater traditions" Fazlur Rahman (d. 1988) has characterized this transformation as the process of "orthodoxification" This article is an attempt to examine this transformation by scrutinizing the development of Islam in Indonesia as a part of process of orthodoxification, by focusing its consideration toward that development, up to the end of the 19th Century.
Pemikiran Politik Ustadz Abdullah Sungkar Muh. Nursalim
Millah: Journal of Religious Studies Vol. III, No. 1, Agustus 2003 Islam Lokal
Publisher : Program Studi Ilmu Agama Islam Program Magister, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/millah.vol3.iss1.art2

Abstract

This paper is the result of research on the political thought of Abdullah Sungkar : The data found through, the observation on his recording of his religious proselytizing in many places, whether before his going to Malaysia or when he was been there. Other side, it found by the interview with some of his colleagues. The last one is to find the data about his life. The result of this research expresses that the person tends to have the literalism view in understanding the sacred text (al-Qur'ah). This kind of view has influenced on his political thought, for instance he refuses nationalism and democracy and puts on the obligation of standing of Islam Syari'ah. 
Islam Post 911: Indonesian Experience Juhaya S. Praja
Millah: Journal of Religious Studies Vol. VI, No. 1, Agustus 2006 Kejahatan Terorisme antara Isu dan Praktik
Publisher : Program Studi Ilmu Agama Islam Program Magister, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/millah.vol6.iss1.art1

Abstract

Walaupun peristiwa teror 911 terjadi di Amerika, namun implikasinya meluas ke seluruh dunia. Hal ini dapat dipahami dari kebijakan Amerika tentang terorisme yang berpengaruh langsung maupun tidak langsmg terhadap semua negara di dunia, termasuk Indonesia. Indonesia sehagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia memiliki kepentingan yang luar biasa untuk sesegera mungkin merespon isu global dengan cepat. Respon tersebut diantaranya dengan membuat perangkat hukum, baik berupa undang-undang maupun peraturan presiden. Apalagi Indonesia diduga menjadi sarang teroris yang indikasinya dapat dilihat dari beberapa tokoh yang terkait dengan jaringan al-Qaeda. Selain dengan perangkat hukum, Indonesia juga perlu melakukan pendekatan agama dan budaya. Pendekatan agama misalnya, tafsir jihad perlu terus diwacanakan agar lebih dekat dengan pembelaan terhadap nilai-nilai kemanusiaan melalui reformasi kurikulum semua jenjang pendidikan Islam.   
Mempertimbangkan Kembali Pemikiran Gus Dur Bagi Kontekstualisasi Ajaran Islam di Indonesia Damanhuri -
Millah: Journal of Religious Studies Vol. III, No. 1, Agustus 2003 Islam Lokal
Publisher : Program Studi Ilmu Agama Islam Program Magister, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/millah.vol3.iss1.art3

Abstract

"Pribumisasi Islam" is a term used by Abdurrahman Wahid (Gus Dur) for  contextualisation of Islamic doctrine in Indonesia. It's also equally used as  counter of discourse of "Arabization" (Arabic oriented) of religiousity that  tends to formalize of religion and lacks of it's progressivity. In order to the  grasp deep meaning of the doctrine, therefore, Gus Dur develops new models  of interpretation based on cultural that will r-glue to roots of tradition. So universality values of Islam, then, fuse with locality values. This unity make a  tranformative combination of understanding contextuality of doctrine.
Terrorisme According to Arabic Lexicography Tengku Ghani Tengku Jusoh
Millah: Journal of Religious Studies Vol. VI, No. 1, Agustus 2006 Kejahatan Terorisme antara Isu dan Praktik
Publisher : Program Studi Ilmu Agama Islam Program Magister, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/millah.vol6.iss1.art2

Abstract

Tujuan dari tulisan ini adalah untuk mengetahui beberapa karakter dan sig=fat-sifat yang khas dalam ilmu kamus tentang terminologi terorisme, dengan mengacu pada beberapa kamus utama Bahasa Arab. Tulisan ini mengungkap akar kata "irhab' dari berbagai perspektif ahli bahasa yang kesemuanya disertai penjelasan yang komprehensif. Secara akademik, tulisan ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan penggunaan kata tersebut dalam kosa kata yang akurat.
The Reinvigoration of Pesantren : The Social and Political Role of Kyai and Ulama in the Dutch Colonial Era Hilman Latief
Millah: Journal of Religious Studies Vol. III, No. 1, Agustus 2003 Islam Lokal
Publisher : Program Studi Ilmu Agama Islam Program Magister, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/millah.vol3.iss1.art4

Abstract

Dalam sejarah Indonesia, pesantren sebagai suatu institusi lembaga pendidikan tradisional Islam, tidak diragukan lagi, telah memainkan peranan yang signifikan dalam membentuk karakter budaya perlawanan terhadap kaum penjajah yang bercocok di negeri ini. Banyak kajian telah dilakukan untuk itu, dan paper ini merupakan salah satu yang berupaya menguji signifikansi peranan pesantren di Indonesia pada masa kolonial, khususnya pada inspirasi keagamaan, jaringan dan motivasi politis, yang digunakan oleh para pemimpin keagamaan (kyai) dalam menghadapi kebijakan politik pemerintahan Belanda. Berdasarkan berbagai deskripsi, penulis akhirnya menyepakati bahwa pesantren, dengan segenap struktur yang ada di dalamnya seperti kyai, santri, dan kitab kuning, telah memberikan inspirasi yang banyak dalam perlawanan terhadap kebijakan kultural dan politis penjajah Belanda.   
Beyond 'Clash of Civilizations' and 'Global War on Terror' Supriyanto Abdi
Millah: Journal of Religious Studies Vol. VI, No. 1, Agustus 2006 Kejahatan Terorisme antara Isu dan Praktik
Publisher : Program Studi Ilmu Agama Islam Program Magister, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/millah.vol6.iss1.art3

Abstract

Artikel ini berusaha menjawab bebercpa pertanyaan seputar hubungan dan kesesuaian antara Islam dan modernitas yang terus dimunculkan dan semakin diperdebatkan menyusul tragedi 11 September. Secara khusus, artikel ini mengkaji kembali secara kritis teori "benturan peradaban" (clash of civilizations) dan penerjemahannya ke dalam kampanye pemerintah Amerika Serikat tentang 'perang global melawan teror" (global war on terror). Argumen utama artikel ini adalah bahwa paradigma "benturan peradaban"yang sangat terkait dengan proyek unilateral “perangglobal melawan teror" pimpinan AmerikaSerikat secara konseptual menyesatkan dan secara empiris gagal menjawab persoalan radikalisme dan fundamentalisme Islam. Dikemukakan bahwa ketimbang mengkampanyekan “benturan peradaban” dan menggunakan pendekatan yang unilateral dan militersitik terhadap persoalan-persoalan politik global, perhatian dan energiyang lebih semestinya ditujukan pada upaya untuk menjawab isu isu etis dan keadilan yang muncul dari polarisasi global dalam kekayaan, pendapatan dan kekuasaan.
Nexus antara Fundamentalisme Islam dan Terorisme Chaider S. Bamualim; Ridwan al-Makassary
Millah: Journal of Religious Studies Vol. VI, No. 1, Agustus 2006 Kejahatan Terorisme antara Isu dan Praktik
Publisher : Program Studi Ilmu Agama Islam Program Magister, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/millah.vol6.iss1.art4

Abstract

Terrorism is an old phenomenon that has been strengthened today. Several acts of terror that have occured all over the world, especially in Indonesia, have created a sense of fear. Now, acts of terror which can be justified by religion have gained momentum. Such acts are almost always identified as being in some way related to Islam. The big question here is why the religion of Islam has been used in this way, that is as justification for terrorism. This paper elaborates on this issue, investigating some specific cases. First, it examines the difficulties of dining terror ism, and then discusses the nexus between religion and terrorism. Lastly, it concludes that Islam is indeed not a religion that condones terrorism.
Isu Terorisme dan Stigmatisasi Terhadap Pondok Pesantren (Meluruskan Kesalahpahaman terhadap Pondok Pesantren Amir Mu`allim
Millah: Journal of Religious Studies Vol. VI, No. 1, Agustus 2006 Kejahatan Terorisme antara Isu dan Praktik
Publisher : Program Studi Ilmu Agama Islam Program Magister, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/millah.vol6.iss1.art5

Abstract

The terrorism issue has very popular in the beginning of 3th millennium, especialy after 9th September 2001 tragedy. After this tragedy, western states, especially USA accused every Islamic institution as terrorist in the world This stigma is also directed to pondok pesantren as one of Islamic education institution in Indonesia. It is caused by two factors, first, there were some terrorists have studied in pondok pesantren and second, there subject of jihad in pondok pesantren. But their action is not pondok pesantren teaching. Pondok pesantren curriculum does not teach terror, because pesantren is the place for Islamic generation to learn about religion. Islamic values, akhlakul karimah to form them to be virtuous generation, both for them self and for society. Terror which done by person from pesantren is as reaction for western terror and attacking to many moslim countries i.e. Afghanistan, Iraq, Palestine, Chechnya, etc
Al Jamaah Al Islamiyah WETU TELU bi Jazirati Lombok Ahmad Abid
Millah: Journal of Religious Studies Vol. III, No. 1, Agustus 2003 Islam Lokal
Publisher : Program Studi Ilmu Agama Islam Program Magister, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/millah.vol3.iss1.art5

Abstract

Kelompok Islam Wetu Telu adalah sekte Islam di Lombok, yang hanya menjalankan tiga rukun Islam, yaitu: membaca dua kalimah syahadat, salat dan puasa. Ketiga rukun Islam tersebut, cukup dijalankan oleh kiai selaku pemimpin agama yang menghubungkan mereka dengan Tuhan Allah. Mereka juga berkepercayaan tentang adanya roh suci para nenek moyang dan kekuatan gaib pada benda-benda. Hal itu tampak dalam adat istiadat yang mereka aktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari yang sangat ketat. Kehidupan beragama mereka tertutup dan sulit ditembus oleh dakwah Islamiyah. Namun dalam perkembangannya, kelompok Islam Wetu Telu tersebut pun akhirnya terkikis juga. Hal itu terjadi sebagai akibat positif dari dakwah Islamiyah yang dilakukan oleh para muballig bersama pemerintah setempat, diantaranya dengan memasukkan pendidikan agama pada sekolah-sekolah umum dan pembangunan masjid serta madrasah yang kemudian mempengaruhi kehidupan beragama mereka.   

Filter by Year

2001 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 25, No. 1, February 2026 Vol. 24, No. 2, August 2025 Vol. 24, No. 1, February 2025 Vol. 23, No. 2, August 2024 Vol. 23, No. 1, February 2024 Vol. 22, No. 2, August 2023 Vol. 22, No. 1, February 2023 Vol. 21, No. 3, August 2022 Vol. 21, No. 2, February 2022 Vol. 21, No. 1, August 2021 Vol. 20, No. 2, Februari 2021 Vol. 20, No. 1, Agustus 2020 Pendidikan Islam Berkemajuan di Tengah Entitas Kultural Vol. 19, No. 2, Februari 2020 Dinamika Pemikiran Moderasi Islam Vol. 19, No. 1, Agustus 2019 Penegakan Hukum Ekonomi Syariah dalam Pergeseran Paradigma Akad Perbank Vol. 18, No. 2, Februari 2019 Aktualisasi Mashlahah pada Ranah Domestik, Muamalah, Budaya, dan Dasar Vol. 18, No. 1, Agustus 2018 Paham Keagamaan Multikultural Antara Kekerasan dan Resolusi Vol. 17, No. 2, Februari 2018 Pendidikan Karakter untuk Pengembangan Kurikulum dan Pembangunan Berke Vol. XVI, No. 2, Februari 2017 Mendialogkan Kembali Relasi Gerakan Keagamaan dan Negara Vol. XVII, No. 1, Agustus 2017 Sistem Moral dan Keadilan Ekonomi Islam Untuk Kesejahteraan Vol. XV, No. 2, Februari 2016 Dialektika Agama Dan Realitas Sosial Masyarakat Vol. XVI, No. 1, Agustus 2016 Pembelajaran Partisipatif Vol. XIV, No. 2, Februari 2015 Profesionalisme Guru Agama, Tuntutan Model Dan Media Pembelajaran Vol. XV, No. 1, Agustus 2015 Keuangan Islam dan Peran Kesejahteraan Vol. XIII, No. 2, Februari 2014 Pendidikan Karakter Multikultur Vol. XIV, No. 1, Agustus 2014 Agama, Etos Kerja dan Pemberdayaan Ekonomi Vol. XII, No. 2, Februari 2013 Islam dan Dinamika Politik Kenegaraan Vol. XIII, No. 1, Agustus 2013 Politik dan Agama dalam Bingkai Multikulturalisme Vol. XI, No. 2, Februari 2012 Agama dan Keadaban Publik Vol. XII, No. 1, Agustus 2012 Islam dan Hak Asasi Manusia Vol. X, No. 2, Februari 2011 Reformulasi Relasi Agama-Negara Vol. XI, No. 1, Agustus 2011 Pesantren dalam Dinamika Islam Indonesia Vol. IX, No. 2, Februari 2010 Menggugat Pendidikan Nirketeladanan Vol. X, No. 1, Agustus 2010 Islam dalam Bingkai Sastra Edisi Khusus Desember 2010 Studi Islam dalam Multiperspektif Vol. VIII, No. 2, Februari 2009 Islam dan Lokalitas Keindonesiaan Vol. IX, No. 1, Agustus 2009 Islam Dan New Media Vol. VII, No. 2, Februari 2008 Aliran Sempalan Agama di Indonesia Vol. VII, No. 2, February 2008: English Version Vol. VIII, No. 1, August 2008: English Version Vol. VIII, No. 1, Agustus 2008 Pertumbuhan Ekonomi Islam di Indonesia Vol. VI, No. 2, Februari 2007 Ekologi Perspekstif Agama Vol. VII, No. 1, August 2007: English Version Vol. VII, No. 1, Agustus 2007 Agama dan Good Corporate Governance Vol. V, No. 2, Februari 2006 Pemberantasan Korupsi dan Dekonstruksi Budaya Vol. VI, No. 1, Agustus 2006 Kejahatan Terorisme antara Isu dan Praktik Vol. IV, No.2, Januari 2005 Ekonomi Islam Vol. V, No.1 Agustus 2005 Pendidikan Berwajah Insani dan Menajamkan Nurani Vol. III, No. 2, Januari 2004 Spiritualitas Islam Vol. IV, No.1, Agustus 2004 Pluralisme Agama Vol. II, No. 2, Januari 2003 Agama Sumber Kekerasan? Vol. III, No. 1, Agustus 2003 Islam Lokal Vol. I, No. 2, Januari 2002 Vol. II, No.1, Agustus 2002 Vol. I, No. 1, Agustus 2001 More Issue