cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcsa@unisba.ac.id
Phone
+6285861147523
Journal Mail Official
bcsa@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series: Accountancy
ISSN : -     EISSN : 2828254X     DOI : https://doi.org/10.29313/bcsa.v2i2
Core Subject : Economy,
Bandung Conference Series Accountancy (BCSA) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Akuntansi dengan ruang lingkup sebagai berikut, Agresivitas pajak profitabilitas, Akuntansi Manajemen Lingkungan, Audit Internal Current Ratio, Auditors performance likuiditas, Corporate Social Responsibility, Financial Performance, Good Corporate Governance, Inovasi produk audit structure, Investor Reaction, kepatuhan wajib pajak, Kinerja Karyawan, Kinerja Manajerial, Kualitas Laporan Keuangan, leadership style, leverage, Metode FAST, Nilai Perusahaan, Perancangan Sistem Informasi Analisis, Produksi Total Quality Management and Quality of Public Services, Profitabilitas Pengungkapan CSR dan Sistem Informasi, Proper, Rasio Solvabilitas, ROA Poliklinik Perawatan, Role conflict, Sanksi Pajak, Sistem informasi pelayanan, Struktur Modal, Tax Amnesty, Tingkat Profitabilitas, ukuran perusahaan, Rasio Likuiditas. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari.
Articles 434 Documents
Analisis Komparatif Realisasi Penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) sebelum dan sesudah Aturan Insentif Kendaraan Bermotor Listrik Rifa Nurwansyah; Asri Suangga; Riyang Mardini
Bandung Conference Series: Accountancy 399-406
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsa.v6i2.25877

Abstract

Abstract. The implementation of a 0% Motor Vehicle Tax (PKB) incentive for Battery Electric Vehicles (KBLBB) under Minister of Home Affairs Regulation Number 6 of 2023 is intended to accelerate the transition toward sustainable transportation. However, the policy also raises concerns regarding its potential impact on regional tax revenues, particularly through a reduction in the motor vehicle tax base that may affect Local Own-Source Revenue (PAD). This study examines differences in PKB revenue realization in West Java Province during the three years preceding the policy (2020-2022) and the three years following its implementation (2023-2025). A quantitative approach with a comparative descriptive design was employed using secondary data obtained from PKB Revenue Realization Reports. The analysis was conducted using a paired sample t-test. The results indicate a statistically significant difference in PKB revenue between the two periods (p < 0.05). Despite the implementation of the tax incentive, PKB revenue increased after the policy was introduced. This finding suggests that the regulatory objective of promoting electric vehicle adoption has not weakened the revenue-generating function of regional taxation. The increase in revenue is likely associated with the continued dominance of conventional vehicles, the recovery of public purchasing power, and the effectiveness of regional tax intensification programs. Overall, the findings indicate that fiscal incentives for electric vehicles can support environmental policy objectives without reducing aggregate PKB revenue or undermining regional fiscal capacity. Abstrak. Pemberian kebijakan insentif Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) sebesar 0% bagi Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) melalui Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 6 Tahun 2023 merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mempercepat transisi menuju transportasi berkelanjutan. Di sisi lain, kebijakan tersebut menimbulkan kekhawatiran terhadap potensi berkurangnya basis penerimaan PKB yang dapat memengaruhi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan realisasi penerimaan PKB di Provinsi Jawa Barat pada periode tiga tahun sebelum kebijakan diterapkan (2020-2022) dan tiga tahun setelah implementasinya (2023-2025). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif komparatif serta memanfaatkan data sekunder berupa Laporan Realisasi Penerimaan PKB. Pengujian hipotesis dilakukan menggunakan uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan dalam penerimaan PKB antara periode sebelum dan sesudah kebijakan (p < 0,05). Meskipun insentif pajak telah diberlakukan, penerimaan PKB justru mengalami peningkatan pada periode setelah kebijakan diterapkan. Temuan ini menunjukkan bahwa fungsi regulasi pajak untuk mendorong adopsi kendaraan listrik tidak mengurangi fungsi penerimaan pajak daerah. Peningkatan penerimaan tersebut diduga dipengaruhi oleh masih dominannya kendaraan konvensional sebagai sumber utama penerimaan PKB, membaiknya daya beli masyarakat, serta efektivitas program intensifikasi pajak daerah. Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian insentif kendaraan listrik dapat mendukung tujuan kebijakan lingkungan tanpa mengurangi penerimaan PKB secara agregat maupun kapasitas fiskal daerah.
Determinasi Faktor Pengungkapan Aset Biologis Perusahaan Agrikultur Sektor Perkebunan Era Fasira Tangirerung; Camelia Verahastuti; Tyas Riris Nurdiansyah
Bandung Conference Series: Accountancy 407-418
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsa.v6i2.26008

Abstract

Abstract. This study examines the influence of Biological Asset Intensity (BAI), Firm Size, and Ownership Concentration on the disclosure of biological assets in plantation sub-sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) during the period 2021–2025. PSAK 241 requires adequate disclosure of biological assets due to their unique nature, namely continuous biological transformation that affects the company’s economic value. However, disclosure practices vary across companies, which are suspected to be influenced by internal firm factors. The research employs a quantitative approach using panel data regression analysis. The sample was determined through purposive sampling, resulting in 19 plantation companies. Data were obtained from annual reports and audited financial statements, with testing conducted through model selection, classical assumption tests, t-tests (partial), and F-tests (simultaneous) using EViews 12 software. The findings reveal that BAI does not have a significant effect on biological asset disclosure. Firm size has a positive and significant effect, indicating that larger companies tend to be more transparent in presenting information. Ownership concentration also shows a positive and significant effect, as the dominance of majority shareholders encourages companies to improve disclosure quality to safeguard investment value and market trust. Collectively, the three variables have a significant simultaneous effect on biological asset disclosure. Abstrak. Penelitian ini mengkaji pengaruh Intensitas Aset Biologis (BAI), Ukuran Perusahaan, dan Konsentrasi Kepemilikan terhadap pengungkapan aset biologis pada perusahaan sub-sektor perkebunan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2021–2025. PSAK 241 menuntut pengungkapan aset biologis secara memadai karena sifatnya yang unik, yaitu mengalami transformasi biologis berkelanjutan yang memengaruhi nilai ekonomi perusahaan. Namun, praktik pengungkapan antarperusahaan masih berbeda, sehingga diduga dipengaruhi oleh faktor internal perusahaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi data panel. Sampel penelitian ditentukan dengan teknik purposive sampling di mana menghasilkan 19 sampel perusahaan Data diperoleh dari laporan tahunan dan laporan keuangan auditan perusahaan perkebunan, dengan pengujian melalui pemilihan model terbaik, uji asumsi klasik, uji t (parsial), dan uji F (simultan) menggunakan perangkat lunak EViews 12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BAI tidak berpengaruh signifikan terhadap pengungkapan aset biologis. Ukuran perusahaan berpengaruh positif dan signifikan, di mana perusahaan besar lebih transparan dalam menyajikan informasi. Konsentrasi kepemilikan juga berpengaruh positif dan signifikan, karena dominasi pemegang saham mayoritas mendorong perusahaan meningkatkan kualitas pengungkapan untuk menjaga nilai investasi dan kepercayaan pasar. Secara simultan, ketiga variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap pengungkapan aset biologis.
Analisis Penerapan CTAS berdasarkan PMK 81/2024 pada PPh 21 dan Unifikasi Panuci Panuci; Nurfitriani; Ahmad Sirri
Bandung Conference Series: Accountancy 369-376
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsa.v6i2.26243

Abstract

Abstract. Taxes constitute the primary source of state revenue, prompting the government to enhance tax administration through the Core Tax Administration System (CTAS) as regulated in Minister of Finance Regulation No. 81 of 2024. This study aims to examine the implementation of CTAS at CV Lestari Jaya Indonesia in relation to the reporting and payment of Income Tax Article 21 and Unification Income Tax, as well as to evaluate its compliance with prevailing regulations. This research employs a qualitative descriptive approach with comparative analysis. The level of conformity between company practices and regulatory provisions is measured using the Dean J. Champion formula. The findings indicate that tax payments were consistently conducted within the prescribed period (1st-10th), while reporting was completed within the required timeframe (10th-20th of the subsequent month). The analysis reveals a 100% compliance level, categorized as “Highly Compliant,” demonstrating that CTAS implementation effectively supports timely and accurate tax administration in accordance with PMK No. 81 of 2024. Abstrak. Pajak merupakan sumber utama penerimaan negara, sehingga pemerintah terus meningkatkan administrasi perpajakan melalui Core Tax Administration System (CTAS) sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 81 Tahun 2024. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan CTAS pada CV Lestari Jaya Indonesia dalam proses penyetoran dan pelaporan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 serta PPh Unifikasi, sekaligus mengevaluasi kesesuaiannya dengan ketentuan yang berlaku. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan analisis komparatif. Tingkat kesesuaian antara praktik perusahaan dan ketentuan peraturan diukur menggunakan rumus Dean J. Champion. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyetoran pajak secara konsisten dilakukan dalam jangka waktu yang telah ditetapkan, yaitu tanggal 1-10, sedangkan pelaporan dilaksanakan dalam batas waktu yang dipersyaratkan, yaitu tanggal 10-20 pada bulan berikutnya. Hasil analisis menunjukkan tingkat kesesuaian sebesar 100%, yang termasuk dalam kategori "Sangat Patuh" (Highly Compliant). Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan CTAS telah mendukung administrasi perpajakan yang tepat waktu dan akurat sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 81 Tahun 2024.
Penerapan Activity Based Costing untuk Meningkatkan Laba Perusahaan Muhammad Lutfi Raihan; Epi Fitriah
Bandung Conference Series: Accountancy 419-426
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsa.v6i2.23820

Abstract

Abstract. This study analyzes how the Activity Based Costing (ABC) method was applied to raise profit at CV Cipta Karya Prima. A qualitative case-study approach was used, with data gathered through interviews and document review covering production costs, cost allocation, and the firm's financial reports. The analysis traced production activities, grouped expenses into cost pools, set cost drivers, computed activity rates, distributed overhead to products, and calculated output costs before assessing company earnings. Findings indicate that ABC implementation spanned six production activities split into batch-level and unit-level categories. Cost drivers namely the number of production batches and meters of fabric were used to set activity rates as the basis for distributing overhead according to each product's actual activity consumption. Applying this method yielded a more precise cost calculation, strengthened cost control, and helped raise the company's profit. Abstrak. Riset ini bertujuan mengkaji penerapan metode Activity Based Costing (ABC) sebagai upaya meningkatkan laba CV Cipta Karya Prima. Pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus digunakan dalam penelitian ini, dengan data dihimpun melalui wawancara dan penelusuran dokumen menyangkut biaya produksi serta laporan keuangan perusahaan. Proses analisis data mencakup penelusuran aktivitas produksi, pengelompokan biaya ke cost pool, penetapan cost driver, penghitungan tarif aktivitas, pembebanan biaya overhead pabrik ke produk, penentuan harga pokok produksi, hingga evaluasi laba perusahaan. Temuan riset memperlihatkan bahwa penerapan ABC mencakup enam aktivitas produksi yang terbagi ke dalam kategori batch level activity dan unit level activity. Cost driver yang dipakai berupa jumlah batch produksi dan meter kain dijadikan dasar penghitungan tarif aktivitas untuk membebankan biaya overhead pabrik sesuai pemakaian aktivitas riil tiap produk. Penerapan metode tersebut menghasilkan perhitungan harga pokok produksi yang lebih tepat, memperkuat pengendalian biaya, dan turut mendongkrak laba perusahaan.