cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcses@unisba.ac.id
Phone
+6285776688054
Journal Mail Official
bcses@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series: Economics Studies
ISSN : -     EISSN : 28282558     DOI : https://doi.org/10.29313/bcses.v2i2
Core Subject : Economy,
Bandung Conference Series Economic Studies (BCSES) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Ilmu Ekonomi dan Bisnis dengan ruang lingkup Amanah, Antisipasi Bencana, Bank Umum Syariah, Belanja Daerah, Pengangguran, BMT, BOPO, BPRS, CAR, Data Envelopment Analysis. Demand, Efisiensi, Ekspektasi Inflasi, Era Digital UMKM, Etika bisnis islam, Faktor Penarik dan Migrasi Internasional, Faktor Pendorong, fathanah, FDR, Frontier Stokastik, Fungsi Produksi, Good Coorporate Governance (GCG), Hearing, Inflasi, IPM Maqashid syariah, istiqamah, Jumlah Uang Beredar, Kecukupan Modal, Konfeksi, Kualitas Aset, Lembaga Pengelola Zakat, Likuiditas. Mudharabah, NOM, NPF, Output Nasional, Nilai Tukar Jumlah, Penduduk Miskin, PAD, PDRB, Pegawai, Mudharabah, Pendayagunaan Zakat, Pengelola, Perspektif Masyarakat Inflasi, Pertumbuhan Ekonomi, Profitabilitas, Program Edukasi, Rentabilitas, RGEC, ROA, shiddiq, tabligh, Upah Minimum, Upah Strategi Pengembangan Usaha, Usaha Mikro, Zakat. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari.
Articles 267 Documents
Identifikasi Faktor-Faktor yang Menentukan Literasi Masyarakat Kota Bandung Terhadap Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) Nelly Aliya; Ima Amailah
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v3i1.6326

Abstract

Abstract. The literacy factor has been proven to be able to influence public interest in financial institution services. Public support for Islamic financial institutions, including Islamic cooperatives, is still very low, which is indicated by the high interest of the community in interest-based financial services. Based on this, the people of Bandung City need to be encouraged to use the services of sharia cooperatives. The purpose of this study is to identify and analyze the factors that determine the literacy level of the Bandung City community towards KSPPS. The method used in this research is descriptive quantitative and the analysis model is Principal Components Analysis. Data collection techniques used questionnaires and samples in this study, namely 100 people in the city of Bandung who are of productive age. The sampling technique uses a purposive sampling technique. The results of this study indicate that there are nine factors that determine the financial literacy of the people of Bandung City regarding sharia savings and loan cooperatives, which consist of general knowledge factors, characteristic factors, honesty factors, contract knowledge factors, social factors, experience factors, work system factors, foundation factors law, and principle factors. The most dominant factor is the general knowledge factor with the highest Eigenvalue, namely 34.052%, which concludes that the general knowledge possessed by the people of Bandung City about KSPPS can encourage public interest in using the products available at KSPPS. Efforts to increase financial literacy through educating the public about muamalah can be through recitations held at nearby mosques so that it can be a way to encourage financial literacy to avoid usury, maisyir, gharar and loan sharks. Abstrak. Faktor literasi telah terbukti mampu mempengaruhi minat publik terhadap jasa lembaga keuangan. Dukungan masyarakat terhadap lembaga keuangan syariah termasuk koperasi syariah masih sangat rendah yang diindikasikan dengan tingginya minat masyaratakat terhadap jasa keuangan yang berbasis bunga. Berdasarkan hal tersebut, masyarakat Kota Bandung perlu didorong untuk menggunakan jasa koperasi syariah. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi dan menganalisa faktor-faktor yang menentukan tigkat literasi masyarakat Kota Bandung terhadap KSPPS. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dan model analisis yaitu Principal Components Analysis. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan sampel dalam penelitian ini yaitu 100 masyarakat Kota Bandung yang berusia produktif. Teknik penarikan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat sembilan faktor yang menentukan literasi keuangan masyarakat Kota Bandung tentang koperasi simpan pinjam syariah yaitu terdiri dari faktor pengetahuan umum, faktor karakteristik, faktor kejujuran, faktor pengetahuan akad, faktor sosial, faktor pengalaman, faktor sistem kerja, faktor landasan hukum, dan faktor prinsip. Faktor yang paling dominan adalah faktor pengetahuan umum dengan Nilai Eigenvalue tertinggi yaitu 34,052% yang memberikan kesimpulan bahwa pengetahuan umum yang dimiliki oleh masyarakat Kota Bandung tentang KSPPS dapat mendorong minat masyarakat untuk menggunakan produk-produk yang ada di KSPPS. Upaya peningkatan literasi keuangan melalui edukasi masyarakat tentang bermuamalah bisa melalui pengajian yang dilaksanakan di mesjid sekitar sehingga dapat menjadi jalan untuk mendorong literasi keuangan supaya terhindar dari riba, maisyir, gharar dan rentenir.
Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi, Tingkat Pendidikan, Tingkat Kesehatan dan Laju Pertumbuhan Penduduk terhadap Tingkat Kemiskinan di Provinsi Jawa Barat pada Tahun 2016 – 2020 Iqbal Salsabil; Westi Riani; Ria Haryatiningsih
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v3i1.6383

Abstract

Abstract. One of the crucial problems in this developing country is poverty. Some of the factors that cause poverty are unstable and declining economic growth, lack of quality of human resources due to lack of education and rapid health and population growth. The large and dense population in West Java Province is a challenge for the government to make this human resource which in the future will have a positive or negative impact. This study aims to determine the effect of economic growth, education level, health level and population growth rate on the poverty rate in West Java Province in 2016-2020. This research data is secondary data sourced from the Central Statistics Agency (BPS). The method used is regression with a data panel covering twenty-seven regencies/cities in West Java Province. Estimation of data panel model parameters using Fixed Effect Model (FEM). The results of the study showed that economic growth, education level and health level had a negative and significant effect on the poverty rate in West Java Regency/City in 2016-2020, while the population growth rate had a positive and significant effect on the poverty rate in West Java province in 2016-2020. Abstrak. Salah satu masalah pembangunan utama di negara berkembang yakni kemiskinan. Penyebab utama kemiskinan diantaranya, pertumbuhan ekonomi yang tidak stabil dan cenderung menurun, kurangnya kualitas sumber daya manusia yang diakibatkan kurangnya pendidikan dan tingkat kesehatan dan pertumbuhan penduduk yang begitu cepat. Banyak dan padatnya jumlah penduduk di Provinsi Jawa Barat menjadi tantangan pemerintah untuk menjadikan sumber daya manusia yang kedepannya dapat berdampak postif atau negatif. Berdasarkan hal ini maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pertumbuhan ekonomi, tingkat pendidikan, tingkat kesehatan dan laju pertumbuhan penduduk terhadap tingkat kemiskinan di Provinsi Jawa Barat pada tahun 2016-2020. Data penelitian ini adalah data sekunder yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS). Metode yang digunakan adalah regresi dengan panel data meliputi dua puluh tujuh kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat. Estimasi parameter model panel data menggunakan Fixed Effect Model (FEM). Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi, tingkat pendidikan dan tingkat kesehatan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap tingkat kemiskinan di Kabupaten/Kota Jawa Barat tahun 2016-2020, sedangkan laju pertumbuhan penduduk berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat kemiskinan di provinsi Jawa Barat tahun 2016-2020.
Faktor-Faktor yang Menentukan Perilaku Masyarakat dalam Membayar Zakat melalui Lemaga Amil Zakat : Studi di Desa Bojongasih Kecamatan Parakansalak Kabupaten Sukabumi Firda Siva Kamila; Ima Amaliah
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v3i1.6444

Abstract

Abstract. The phenomenon of the prominence of the potential of zakat with the amount of zakat that is actually paid by the obligatory zakat indicates that the potential for very large zakat funds has not been explored optimally. The people of Bojongasih Village do not yet have a complete perception of the Amil Zakat Institution (LAZ) in Parakansalak District. The cause of the non-significance of the realization of zakat with the potential of existing zakat, namely the low interest in paying zakat at zakat institutions because they prefer to deposit zakat directly to those who are entitled, and feel when witnessing directly zakat is given to those who are considered entitled to receive it. The method used in this research is descriptive quantitative and model analysis, namely Principal Components Analysis. The data collection technique used a questionnaire with a population of the people of Bojongasih Village. The sampling technique uses a purposive sampling technique. The results of this study indicate that there are seven factors that determine people's behavior in paying zakat through the Amil Zakat Institution (LAZ) Bojongasih Village, Parakansalak District, Sukabumi Regency, namely cultural factors, social factors, personal factors, reference group factors. , zakat type factors, psychological factors and information factors. The most dominant factor determining people's behavior in paying zakat through LAZ is the cultural factor which has the highest Eigenvalue, which is 18.597%. Abstrak. Fenomena besarnya kesenjangan antara potensi zakat dengan jumlah zakat yang benar-benar ditunaikan oleh wajib zakat menunjukan bahwa potensi dana zakat yang sangat besar masih belum tergali secara optimal. Masyarakat Desa Bojongasih belum memiliki persepsi yang utuh terhadap Lembaga Amil Zakat (LAZ) Kecamatan Parakansalak. Penyebab tidak signifikannya realiasi zakat dengan potensi zakat yang ada, yaitu rendahnya minat membayar zakat pada lembaga zakat karena lebih senang menyetorkan zakatnya langsung kepada mereka yang berhak, dan merasa saat menyaksikan langsung zakat diberikan kepada mereka yang dianggap berhak menerimanya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dan model analisis yaitu Principal Components Analysis. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan populasi masyarakat Desa Bojongasih. Teknik penarikan sampel menggukankan teknik purposive sampling .Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat tujuh faktor yang menentukan perilaku masyarakat dalam membayar zakat melalui Lembaga Amil Zakat (LAZ) Desa Bojongasih Kecamatan Parakansalak Kabupaten Sukabumi yaitu faktor budaya, faktor sosial, faktor pribadi, faktor kelompok acuan, faktor jenis zakat, faktor psikologis dan faktor informasi. Faktor yang paling dominan menentukan perilaku masyarakat dalam membayar zakat melalui LAZ adalah faktor budaya memiliki nilai Eigenvalue tertinggi yaitu sebesar 18.597%.
Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Pengangguran di Kabupaten Bandung 2012-2021 farhan ramdhani darma lesmana; Westi Riani
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v3i1.6455

Abstract

Abstract. Bandung Regency is one of the regencies with the highest open unemployment rate in West Java Province. Unemployment is one of the problems in the economy caused by a labor imbalance which indicates that the amount of labor supplied exceeds the amount of labor demanded. The problem of unemployment is indeed very complex to discuss and is an important issue because it can be linked to several indicators. The high unemployment rate that occurs will reflect the pros and cons of the economy of a country or a region.This study aims to find out how and how much influence economic growth, the human development index and population growth have on the unemployment rate in Bandung district for the period 2012 -2021. The research method used is a quantitative descriptive method, using secondary data sourced from BPS, processed with the e-views 10 application, and then statistically and econometrically tested. The results of the study show that economic growth, the human development index and population growth jointly have an influence on the unemployment rate in Bandung Regency for the 2012–2021 period. The magnitude of the influence is shown by the value of the coefficient of determination, namely 0.643527. Partially, economic growth has a significant effect of 0.0298 on TPT, the human development index has a positive effect of 0.0996 on TPT and population growth has a negative effect of 0.7198 on TPT. Abstrak. Kabupaten Bandung merupakan salah satu Kabupaten dengan tingkat pengangguran terbuka tertinggi di Provinsi Jawa Barat. Pengangguran merupakan salah satu masalah dalam perekonomian yang disebabkan oleh ketidakseimbangan tenaga kerja yang menunjukkan bahwa jumlah tenaga kerja yang ditawarkan melebihi jumlah tenaga kerja yang diminta. Permasalahan pengganguran memang sangat kompleks untuk dibahas dan merupakan isu penting karena dapat dikaitkan dengan beberapa indikator. Tingginya tingkat pengangguran yang terjadi akan mencerminkan baik buruknya perekonomian suatu negara atau suatu daerah.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana dan berapa besar pengaruh pertumbuhan ekonomi, indeks pembangunan manusia dan pertumbuhan penduduk terhadap tingkat pengangguran di kabupaten Bandung periode tahun 2012 -2021. Metode penelitian yang di gunakan menggunakan metode Deskriptif kuantitatif , menggunakan data sekunder yang bersumber dari BPS, diolah dengan aplikasi e- views 10, dan selanjutnya dilakukan pengujian secara statistik dan ekonometrik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi, indeks pembangunan manusia dan pertumbuhan penduduk secara bersama-sama memiliki pengaruh terhadap tingkat pengangguran di Kabupaten Bandung periode tahun 2012–2021. Besarnya pengaruh ditunjukkan oleh nilai koefisien determinasi yaitu 0.659016. Secara parsial, pertumbuhan ekonomi berpengaruh signifikan sebesar 0.0265 terhadap TPT, indeks pembangunan manusia berpengaruh positif sebesar 0.0902 terhadap TPT dan pertumbuhan penduduk berpengaruh negatif sebesar 0.7121 terhadap TPT.
Efektivitas Pendayagunaan Zakat Produktif pada Program Bandung Makmur BAZNAS Kota Bandung untuk Meningkatkan Perekonomian Mustahik Anggi Maulinda Sandy Putri -; Dewi Rahmi
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v3i1.6496

Abstract

Abstract. The purpose of this study is to answer the question of how effective the utilization of productive zakat in the Bandung Prosperous Bandung BAZNAS program in Bandung City is to improve the mustahik's economy. The research methodology used is descriptive quantitative. Data collection was carried out by field surveys, interviews and questionnaires with BAZNAS Bandung City and Mustahik Bandung Makmur. The sampling technique used accidental sampling, namely as many as 90 people. To measure the effectiveness of the Bandung Makmur program, 4 indicators are used, namely, program target accuracy, program socialization, program objectives, and program monitoring. The results of this study indicate that the overall effectiveness of the Bandung Makmur program with a percentage value of 89.94% is included in the very effective category. The Bandung Makmur program helps mustahik to improve their economy, it is hoped that the Bandung City BAZNAS can maintain the effectiveness of the Bandung Makmur program. Abstrak.Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk menjawab pertanyaan tentang bagaimana ke efektivan pendayagunaan zakat produktif program Bandung Makmur BAZNAS Kota Bandung untuk meningkatkan perekonomian mustahik. Metodelogi penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan survey lapangan, wawancara dan kuesioner dengan pihak BAZNAS Kota Bandung dan Mustahik Bandung Makmur. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling yaitu sebanyak 90 orang. Untuk mengukur efektivitas program Bandung Makmur ini menggunakan 4 indikator yaitu, ketepatan sasaran program, sosialisasi program, tujuan program, dan pemantauan program. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa efektivitas program Bandung Makmur secara keseluruhan dengan nilai persentase sebesar 89,94% yang termasuk dalam kategori sangat efektif. Program Bandung Makmur membantu mustahik untuk meningkatkan perekonomiannya, diharapkan BAZNAS Kota Bandung dapat mempertahankan efektivitas program Bandung Makmur.
Karakteristik Penduduk Miskin dan Penyebab Kemiskinan di Desa Sukagalih lisnawati sopiah Lisna; Ria Haryatiningsih
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v3i1.6566

Abstract

Abstract. The research objective was to find out the characteristics and causes of poverty in Sukagalih Village. Sukagalih Village is an area with the highest poverty rate in Cikalongkulon District. Low access to health and clean water, dense slum areas, and low level of public education. This type of research is descriptive quantitative using primary data. The population in this study is the people of Sukagali Village. The research sample consisted of 90 respondents who were determined by the slovin formula with simple random sampling technique. Data collection methods were carried out by questionnaires, interviews, and documentation. The results of this study indicate that the causes of poverty in Dukagalih Village are low income, Sukagalih Village has poor characteristics, especially from the variables of income patterns, consumption expenditure and fulfillment of food needs. Meanwhile, from the health variable, the poor in Sukagalih Village are still able to meet standard health needs, namely they are still able to buy medicine and seek treatment at the puskesmas or midwife. For the residential housing variable, the poor residents of Sukagalih Village are still able to have their own houses with permanent buildings. Abstrak. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui bagaimana karakteristik penduduk miskin dan penyebab kemiskinan di Desa Sukagalih. Desa Sukagalih merupakan daerah dengan tingkat kemiskinan tertinggi di Kecamatan Cikalongkulon. Rendahnya aksesibilitas kesehatan dan air bersih, padatnya kawasan pemukiman kumuh, dan rendahnya tingkat pendidikan masyarakat. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan data primer. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat Desa Sukagali. Sampel penelitian berjumlah 90 responden yang ditetapkan dengan rumus slovin dengan teknik simple random sampling. Metode pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner, wawancara, dan dokumentazi.Hasil penelitian ini menunjukan faktor penyebab kemiskinan pada Desa Dukagalih adalah pendapatan rendah, Desa Sukagalih memiliki karakteristik miskin terutama dari variable pola pendapatan, pengeluaran konsumsi dan pemenuhan kebutuhan pangan. Sementara dari variabel kesehatan penduduk miskin Desa Sukagalih masih dapat memenuhi kebutuhan kesehatan yang standar yaitu masih mampu membeli obat dan berobat ke puskesmas atau bidan. Untuk variable perumahan penduduk, penduduk miskin Desa Sukagalih masih mampu memiliki rumah sendiri dengan bangunan yang bersifat permanen.
Pengaruh Zakat Infaq Shadaqah Terhadap Penurunan Kemiskinan di Indonesia Tahun 2010-2020 Risda Ridwanayati; Ade Yunita Mafruhat
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v3i1.6609

Abstract

Abstract Poverty is a condition of inability both individually, in families and in groups to meet the basic needs of life (clothing, food and shelter). This study entitled "The Influence of Zakat, Infaq, and Sadaqah on Poverty Reduction in Indonesia in 2010-2020" This research was conducted to find out how much influence Zakat, Infaq, and Shadaqah had on reducing poverty in Indonesia in this study using secondary data obtained from BPS Jakarta (Central) and Baznas. The data used in this study is time series data, namely time series data starting from 2010 to 2020. This research is a quantitative study using simple linear regression analysis with the Ordinary Least Square (OLS) method. The results of this research indicate that the Zakat, Infaq, and Sadaqah Variables (X1) have a negative and significant effect on reducing poverty in Indonesia in the 2010-2020 period. This can be proven from the results of the t test which is -4.491338 and has a significance value of 0.0015 < 0.05 significance level. then it states that the Zakat, Infaq, and Sadaqah variables have a significant effect on poverty Abstrak Kemiskinan merupakan kondisi ketidakmampuan baik secara individu, keluarga, maupun kelompok untuk memenuhi kebutuhan dasar hidup (sandang, pangan, dan papan). Penelitian ini berjudul “Pengaruh Zakat, Infaq, dan Shadaqah Terhadap Penurunan Kemiskinan di Indonesia Tahun 2010-2020” penelitian ini dilakukan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh Zakat, Infaq, dan Shadaqah terhadap penurunan kemiskinan di Indonesia dalam penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari BPS Jakarta (Pusat) dan Baznas. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data time series yaitu data runtun waktu yang dimulai dari tahun 2010 sampai dengan tahun 2020. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan analisis regresi linear sederhana dengan metode Ordinary Least Square (OLS). Hasil dari peneliatian ini menunjukkan bahwa Variable Zakat, Infaq, dan Shadaqah (X1) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap penurunan kemiskinan di Indonesia periode 2010-2020. Hal ini dapat dibuktikan dari hasil uji t yaitu sebesar -4.491338 dan memiliki nilai signifikansi sebesar 0.0015 < taraf signifikansi 0,05. maka menyatakan bahwa variabel Zakat, Infaq,dan Shadaqah ini berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan.
Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi, Indeks Pembangunan Manusia, Jumlah Penduduk Terhadap Tingkat Kemiskinan di Provinsi Papua Tahun 2010-2021 Mansur Hany; Ade Yunita Mafruhat
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v3i1.6629

Abstract

Abstract. Papua Province is listed as the poorest province in Indonesia. While the factors that have poverty rate data in a region vary. Based on this, this study identifies the factors that influence poverty rates in Papua Province. Based on these factors, this study aims to determine the effect of economic growth, the human development index and population on the poverty rate in the Regency/City of Papua 2010-2021. This type of research is quantitative descriptive, using panel data of twenty-nine district/city sectors in Papua Province in 2010-2021. The method used is regression with panel data. The estimated model used is the Fixed Effect Model (FEM) by looking at the effects of each sector. The results of the study partially show that economic growth has a negative effect on the poverty rate, the human development index has a negative effect on the poverty level and population size has a negative effect on the poverty level. However, simultaneously all independent variables affect the level of poverty in the Regency/City of Papua. Abstrak. Provinsi Papua tercatat sebagai provinsi termiskin di Indonesia. Sementara faktor yang mempunyai data tingkat kemiskinan disuatu wilayah bervariasi. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kemiskinan di Provinsi Papua. Berdasarkan faktor tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pertumbuhan ekonomi, indeks pembangunan manusia dan jumlah penduduk terhadap tingkat kemiskinan di Kabupaten/Kota Papua 2010-2021. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif, dengan menggunakan data panel dua puluh sembilan sektor Kabupaten/Kota di Provinsi Papua pada tahun 2010-2021. Metode yang digunakan adalah regresi dengan panel data. Estimasi model yang digunakan adalah Fixed Effect Model (FEM) dengan melihat efek dari tiap sektor (sector). Hasil dari penelitian menunjukkan secara parsial bahwa pertumbuhan ekonomi berpengaruh negatif terhadap tingkat kemiskinan, indeks pembangunan manusia berpengaruh negatif terhadap tingkat kemiskinan dan jumlah penduduk berpengaruh negatif terhadap tingkat kemiskinan. Namun, secara simultan seluruh variabel independen mempengaruhi tingkat kemiskinan di Kabupaten/Kota Papua.
Strategi Pengembangan Ekonomi Lokal Berbasis Masalah Stunting di Kelurahan Tamansari, Kota Bandung, Jawa Barat TIARA AYU PANGESTI; Dr. Asnita Frida Sebayang, SE., M.Si
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v3i1.6652

Abstract

Abstract. The problem of malnutrition is stunting, describes a condition of failure to thrive in children which results in chronic malnutrition and recurrent infections, especially early in life. The problem of stunting is also related to the target of the Sustainable Development Goals (SDGs) in goal 2, namely the 2nd goal of sustainable development, namely eliminating hunger and all forms of malnutrition. Based on this phenomenon, the problems in this study are formulated as follows: (1) What internal factors (strengths and weaknesses) and external factors (opportunities and threats) in stunting-based local economic development in Tamansari Village, Bandung City? (2) What is the right local economic development strategy based on the SWOT analysis? Researchers used descriptive analysis method with a quantitative approach with SWOT analysis. The informants needed in this study were key informants with a total of fifteen people by taking key informants from stakeholders who most understood and had knowledge about stunting in the Tamansari area, namely head of social welfare section, Tamansari health center health workers, PKK cadres, posyandu cadres and KB Tamansari village. The results of this study indicate that the S-O strategy in developing the local economy based on stunting is by organizing training for posyandu cadres and mothers under five in modifying local in fulfilling child nutrition, increasing partnerships with CSR by making MoUs to hold collaborations in improving health facilities and business management training in managing business and increasing business competitiveness for the community and micro and small business actors (UMK) in Tamansari. Abstrak. Permasalahan malnutri yaitu stunting menggambarkan kondisi gagal tumbuh pada anak yang diakibatkan kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang terutama pada sejak awal kehidupan. Masalah stunting juga terkait dengan target Sustainable Development Goals (SDGs) dalam tujuan ke 2 yaitu pada tujuan pembangunan berkelanjutan ke-2 yaitu menghilangkan kelaparan dan segala bentuk malnutrisi.. Berdasarkan fenomena tersebut, maka permasalahan dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut: (1) Apa saja faktor internal (kekuatan dan kelemahan) dan faktor eksternal (peluang dan ancaman) dalam pengembangan ekonomi lokal berbasis masalah stunting di Kelurahan Tamansari, Kota Bandung? (2) Bagaimana strategi pengembangan ekonomi lokal yang tepat berdasarkan analisis SWOT? Peneliti menggunakan metode deskriptif analisis dengan pendekatan kuantitatif dengan analisis SWOT. Informan yang di perlukan dalam penelitian ini adalah informan kunci dengan jumlah informan sebanyak lima belas orang dengan mengambil informan kunci dari para pemangku kepentingan yang paling mengerti dan memiliki pengetahuan tentang stunting di wilayah Tamansari, yaitu kasie kesejahteraan sosial, tenaga kesehatan puskesmas Tamansari, kader PKK, kader posyandu dan kampung KB Tamansari. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa strategi S-O dalam pengembangan ekonomi lokal berbasis masalah stunting yaitu dengan menyelenggarakan pelatihan kepada kader posyandu dan ibu yang mempunyai balita dalam memodifikasi pangan lokal untuk dalam pemenuhan gizi anak, meningkatkan kemitraan dengan CSR dengan membuat MoU untuk keberlanjutan kerjasama dalam meningkatkan fasilitas kesehatan dan pelatihan manajemen usaha dalam mengelola usaha dan meningkatkan daya saing usaha untuk masyarakat maupun pelaku usaha mikro dan kecil (UMK) di Tamansari.
Pengaruh Upah Minimum Kabupaten/Kota, Indeks Pembangunan Manusia dan Laju Pertumbuhan Ekonomi Terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kabupaten/Kota Provinsi Jawa Barat Tahun 2018-2021 Muhammad Baihawafi; Asnita Frida
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v3i1.6659

Abstract

Abstract. Indonesia is a country that is growing and unemployment is one of the problems faced in a step towards development. The high unemployment rate could disrupt national stability in every country in the world so that every country seeks to maintain the unemployment rate at a reasonable level. Unemployment can cause life prosperous society so that the necessary measures to alleviate the problem of unemployment that can be viewed from various aspects, namely from the aspect of economic and non-economic aspects. This study aimed to determine the effect of economic growth and the minimum wage to the level of unemployment in the province of West Java. The analytical method used in this research is panel data regression with Fixed Effect Model approach (REM). Based on the results of the analysis, it can be seen that the variable District Minimum Wage (DMW) a significant positive effect on the variable Open Unemployment Rate (OUR) in West Java, the Human Developement Index (HDI) variable has a negative and significant effect on the open unemployment rate (OUR) variable in West Java, the variable Rate of Economic Growth has a significant negative effect on the variable open unemployment rate (OUR) in West Java . Abstrak. Indonesia merupakan negara yang sedang berkembang dan pengangguran adalah salah satu masalah yang dihadapinya dalam tahap menuju perkembangannya. Tingkat pengangguran yang tinggi dapat mengganggu stabilitas nasional disetiap negara di dunia sehingga setiap negara berusaha untuk mempertahankan tingkat pengangguran pada tingkat yang sewajarnya. Pengangguran dapat menyebabkan kehidupan masyarakat tidak sejahtera sehingga diperlukan berbagai upaya untuk mengentaskan masalah pengangguran tersebut yang dapat ditinjau dari berbagai aspek, yaitu dari aspek ekonomi maupun aspek non ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh upah minimum kabupaten/kota (UMK), indeks pembangunan manusia dan laju pertumbuhan ekonomi terhadap tingkat pengangguran terbuka di Provinsi Jawa Barat. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi data panel dengan pendekatan Fixed Effect Model (FEM). Berdasarkan dari hasil analisis, dapat diketahui bahwa variabel Upah Minimum Kabupaten (UMK) berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Jawa Barat,variabel Indeks Pembangunan Manusia berpengaruh negatif dan signifikan terhadap variabel tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Jawa Barat. variabel Laju Pertumbuhan Ekonomi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap variabel tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Jawa Barat.

Page 10 of 27 | Total Record : 267