cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcses@unisba.ac.id
Phone
+6285776688054
Journal Mail Official
bcses@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series: Economics Studies
ISSN : -     EISSN : 28282558     DOI : https://doi.org/10.29313/bcses.v2i2
Core Subject : Economy,
Bandung Conference Series Economic Studies (BCSES) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Ilmu Ekonomi dan Bisnis dengan ruang lingkup Amanah, Antisipasi Bencana, Bank Umum Syariah, Belanja Daerah, Pengangguran, BMT, BOPO, BPRS, CAR, Data Envelopment Analysis. Demand, Efisiensi, Ekspektasi Inflasi, Era Digital UMKM, Etika bisnis islam, Faktor Penarik dan Migrasi Internasional, Faktor Pendorong, fathanah, FDR, Frontier Stokastik, Fungsi Produksi, Good Coorporate Governance (GCG), Hearing, Inflasi, IPM Maqashid syariah, istiqamah, Jumlah Uang Beredar, Kecukupan Modal, Konfeksi, Kualitas Aset, Lembaga Pengelola Zakat, Likuiditas. Mudharabah, NOM, NPF, Output Nasional, Nilai Tukar Jumlah, Penduduk Miskin, PAD, PDRB, Pegawai, Mudharabah, Pendayagunaan Zakat, Pengelola, Perspektif Masyarakat Inflasi, Pertumbuhan Ekonomi, Profitabilitas, Program Edukasi, Rentabilitas, RGEC, ROA, shiddiq, tabligh, Upah Minimum, Upah Strategi Pengembangan Usaha, Usaha Mikro, Zakat. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari.
Articles 267 Documents
Kesiapan Regulasi Pemerintah dalam Implementasi Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha untuk Penyediaan Infrastruktur Metropolitan Rebana Widya Nissa Wildani; Asnita Frida Sebayang
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v3i1.5952

Abstract

Abstract Rebana Metropolitan Area is projected to become an integrated industrial area through the development of urban-rural industrial area connectivity to improve better socio-economic conditions. There will be 81 priority projects for Metropolitan Rebana development, to realize this development alternative non-APBN financing is needed. One of the financing alternatives is PPP, seeing that there is a gap between the availability of the government sector's budget and the number of projects that must be realized. Implementing the PPP financing scheme, requires readiness from the government sector, especially readiness in regulations. Regulation is an important matter, as the basis for PPP implementation must be considered in detail and the need for conformity with development needs to attract investors to contribute to the provision of national infrastructure through the PPP scheme. This study uses the Community Readiness Model (CRM) from (Tri-Ethnic for Prevention Research). Furthermore, using SWOT to find out the strategy for successful PPP implementation in the Metropolitan Rebana infrastructure project. The results of the study show that the readiness level of the readiness stage is at the initiation stage with a score of 6.2. This stage means that the government sector has prepared and allocated and implemented things for the successful implementation of the PPP scheme, and the SWOT strategy shows the result that internal factors and external factors of strengths (S) and opportunities (O) have a higher score or value compared to weakness (W) and threat (T) factors. Abstrak Wilayah Metropolitan Rebana yang diproyeksikan menjadi kawasan industri terintegrasi melalui pengembangan konektivitas kawasan industri perkotaan-perdesaan untuk meningkatkan kondisi sosial-ekonomi yang lebih baik. Pembangunan Metropolitan Rebana akan terdapat 81 proyek prioritas, tentunya untuk mewujudkan pembangunan tersebut diperlukannya alternatif pembiayaan non APBN. Salah satu alternatif pembiayaan adalah KPBU, melihat terdapat gap antara ketersediaan anggaran yang dimiliki sektor pemerintah dengan banyaknya proyek yang harus direalisasikan. Dalam mengimplementasikan skema pembiayaan KPBU diperlukannya kesiapa dari sektor pemerintah, terutama kesiapan dalam regulasi. Regulasi merupakan hal penting, sebagai dasar dari pelaksanaan KPBU yang harus diperhatikan secara mendetail dan perlunya kesesuaian dengan kebutuhan pembangunan untuk menarik minat investor agar berkontribusi dalam penyediaan infrastruktur nasional melalui skema KPBU. Penelitian ini menggunakan Community Readiness Model (CRM) dari (Tri-Ethnic for Prevention Research). Selanjutnya, menggunakan SWOT untuk mengetahui strategi keberhasilan implementasi KPBU pada proyek infrastruktur Metropolitan Rebana. Hasil penelitian menunjukan tingkat kesiapan readiness stage berada pada tahap initiation dengan skor 6,2. Tahapan ini mengartikan bahwa sektor pemerintah sudah mempersipakan dan mengalokasikan dan melaksanakan sesuatu hal untuk keberhasilan impelemtasi skema KPBU, serta strategi SWOT menunjukan hasil bahwa faktor internal dan faktor eksternal dari kekuatan (S) dan peluang (O) memiliki skor atau nilai yang lebih tinggi dibandingkan dengan faktor kelemahan (W) dan ancaman (T).
Tingkat Kepuasan Eksportir Terhadap Pelayanan Ekspor Di Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Sukabumi Wildania Harbi Suarni; Ria Haryatiningsih
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v3i1.5953

Abstract

Abstract. Concept of good governance stems from dissatisfaction with the performance of the government which has been trusted to carry out public affairs. The implementation of good governance practices can be carried out in stages, depending on the capacity of the government, civil society and market mechanisms. The government realizes the need to encourage the industrial and trade sectors to strengthen the Indonesian economy. One possibility is to offer various conveniences or facilities in service. One way to implement good governance in Indonesia is by providing quality public services. In applying the concept of good governance, it is necessary to improve the quality of public services, one of which is to improve the quality of service at the Trade and Industry Office of Sukabumi Regency. For this reason, it is necessary to know how the satisfaction level of export services at the Sukabumi Regency Trade and Industry Office is.The method is descriptive quantitative and analytical method using a Likert Scale.The results of this study indicate that the level of export satisfaction felt by exporters is very satisfied with an average value of 87.71. The aspect with the highest average is the service aspect of responsiveness with an average value of 89.33. The aspect with the lowest average is the aspect of service to guarantees with an average value of 85. The most dominant aspect in determining the level of satisfaction is the aspect of service to responsiveness. With the largest average results obtained by the responsiveness aspect with an average value of 89.33. Abstrak - Konsep good governance bermula dari ketidakpuasan terhadap kinerja pemerintah yang telah dipercaya untuk menyelenggarakan urusan publik. Penerapan praktik tata kelola yang baik dapat dilakukan secara bertahap, bergantung pada kapasitas pemerintah, masyarakat sipil, dan mekanisme pasar. Pemerintah menyadari perlunya mendorong sektor industri dan perdagangan untuk memperkuat perekonomian Indonesia. Salah satu kemungkinannya adalah dengan menawarkan berbagai kemudahan atau kemudahan dalam pelayanan. Salah satu cara untuk menerapkan good governance di Indonesia adalah dengan memberikan pelayanan publik yang berkualitas. Dalam penerapan konsep good governance diperlukan peningkatan kualitas pelayanan publik, salah satunya dengan meningkatkan kualitas pelayanan pada Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Sukabumi. Untuk itu perlu diketahui bagaimana tingkat kepuasan pelayanan ekspor pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sukabumi. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dan metode analitik dengan menggunakan Skala Likert. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat ekspor kepuasan yang dirasakan eksportir sangat puas dengan nilai rata-rata 87,71. Aspek dengan rata-rata tertinggi adalah aspek pelayanan ketanggapan dengan nilai rata-rata 89,33. Aspek dengan rata-rata terendah adalah aspek pelayanan terhadap jaminan dengan nilai rata-rata 85. Aspek yang paling dominan dalam menentukan tingkat kepuasan adalah aspek pelayanan terhadap daya tanggap. Dengan hasil rata-rata terbesar diperoleh aspek responsiveness dengan nilai rata-rata 89,33.
Pengaruh Jumlah Uang Beredar dan Pengeluaran Pemerintah Terhadap Tingkat Inflasi di Indonesia Periode Tahun 1990-2021 Rangga Apryansyah; Dr. Ima Amaliah SE., M.Si
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v3i1.5974

Abstract

Abstract. Indonesia as a developing country cannot be separated from problems related to the economy. Until now, inflation is still an interesting phenomenon to study, especially during the economic crisis and Covid-19. Inflation is getting more and more attention from the government. In this study using quantitative methods. The data used is secondary data and time series in the form of annual data from 1990-2021 obtained from various relevant agencies, namely the Central Bureau of Statistics, and other sources, namely journals and research results. The analysis model used is Multiple Linear Regression analysis. The results of the study explain that the amount of money in circulation has an effect on the level of inflation in Indonesia and has a positive relationship. This is because the amount of money in circulation is a fairly significant element of the state of a country's economy, which is closely related to the level of inflation. Government spending has an effect on the Inflation Rate in Indonesia and has a positive relationship. This is because government spending is part of fiscal policy, namely a government action to regulate the course of the economy by determining the amount of government revenue and spending each year.Keywords: Money Supply, Government Spending, Inflation RateAbstrak. Indonesia sebagai salah satu negara berkembang tidak terlepas dari masalah - masalah yang berkaitan dengan ekonomi.Sampai saat ini inflasi masih merupakan fenomena yang menarik diteliti terutama saat terjadinya krisis ekonomi dan covid-19. Inflasi semakin mendapatkan perhatian dari pemerintah. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Data yang digunakan merupakan data sekunder dan time series dalam bentuk data tahunan dari tahun 1990-2021 yang diperoleh dari berbagai instansi terkait yaitu, Badan Pusat Statistik, dan sumber – sumber lainnya yaitu jurnal-jurnal dan hasil penelitian. Model analisis yang digunakan yaitu analisis Regresi Linier Berganda .Hasil penelitian menjelaskan bahwaJumlah Uang Beredarberpengaruh terhadap Tingkat Inflasi di Indonesia dan mempunyai hubungan yang positif Hal ini dikarenakan Jumlah uang beredar merupakan unsur yang cukup signifikan terhadap keadaan perekonomian suatu negara yaitu erat hubungannya dengan tingkatinflasi. Pengeluaran Pemerintah berpengaruh terhadap Tingkat Inflasi di Indonesia dan mempunyai hubungan yang positif, Hal ini dikarenakan pengeluaran pemerintah merupakan bagian dari kebijakan fiskal yaitu suatu tindakan pemerintah untuk mengatur jalannya perekonomian dengan cara menentukan besarnya penerimaan dan pengeluaran pemerintah setiap tahunnya.Kata Kunci: Jumlah Uang Beredar, Pengeluaran Pemerintah, Tingkat Inflasi
Optimalisasi Smart Economy dalam Kenaikan Daya Saing UMKM Kota Bandung hariyatna syaeful umam; Ade Yunita Mafruhat
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v3i1.5988

Abstract

Abstract. The purpose of this study is to analyze how to optimize the smart economy in empowering MSMEs in order to increase MSMEs competitiveness in the city of Bandung. The type of research used is descriptive research with a qualitative approach. The results of this study, the Bandung City government already has a strategy in optimizing the smart economy in empowering MSMEs, it is well seen that there are many actors who have taken part in the implementation of the smart economy program. Through a SWOT analysis, quadrant I shows the position of the MSMEs optimization strategy and the S-O strategy position is used, namely utilizing the image of the City of Bandung as a city with smart economy and government support to increase the competitiveness of MSMEs. Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana optimalisasi smart economy dalam pemberdayaan UMKM guna peningkatan daya saing UMKM di Kota Bandung. Jenis penelitian yang digunakan yaitu jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil dari penelitian ini pemerintah Kota Bandung sudah memiliki strategi dalam mengoptimalisasikan smart economy dalam pemberdayaan UMKM dengan baik dilihat dengan ada banyak pelaku UMKM yang sudah ikut andil dalam pelaksanaan program smart economy. Melalui analisis SWOT, kuadran I menunjukkan posisi strategi optimalisasi UMKM dan pada posisi tersebut digunakan strategi S-O yaitu memanfaatkan image Kota Bandung sebagai kota dengan ekonomi cerdas dan dukungan pemerintah guna meningkatkan daya saing UMKM
Dampak Covid-19 Terhadap Ketahanan Ekonomi Pada Petani Kopi Malabar Di Kabupaten Bandung rafly syaban
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v3i1.6002

Abstract

Abstract Economic resilience isconditions of access are interconnected with each other to income to meet various general needs such as food, clean water, health services, educational opportunities and housing. The purpose of this article is to identify or examine the impact of Covid-19 on the economic resilience of Malabar coffee farmers in Bandung Regency. Based on the problem in this article, namely whether the Covid-19 pandemic had an impact on the economic resilience of Malabar Coffee farmers in Bandung Regency. This research method uses quantitative with a descriptive and verification approach, the population and sample are 30 respondents, namely Malabar coffee farmers. The results of the discussion concluded that there were differences and negative impacts on economic resilience during the Covid-19 pandemic. Keywords: Economic Resilience, impact of Covid-19. Abstrak Ketahanan ekonomi merupakan kondisi akses saling berhubungan satu sama lain terhadap pendapatan untuk mencukupi beragam kebutuhan umum seperti pangan, air bersih, pelayanan kesehatan, kesempatan pendidikan dan perumahan. Tujuan pada artikel ini yaitu untuk mengidentifikasi atau mengkaji dampak Covid-19 terhadap ketahanan ekonomi petani Kopi Malabar di Kabupaten Bandung. Berdasarkan permasalahan pada artikel ini yaitu apakah disaat adanya pandemi Covid-19 ini berdampak terhadap ketahanan ekonomi petani Kopi Malabar di Kabupaten Bandung. Metode Penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan verifikatif, populasi dan sampel sebanyak 30 responden yaitu petani Kopi Malabar. Hasil pembahasan menyimpulkan bahwa terdapat perbedaan dan dampak negatif terhadap ketahanan ekonomi pada saat adanya pandemi Covid-19. Kata Kunci: Ketahanan Ekonomi, Dampak Covid-19
Pengaruh Cryptocurrency Terhadap Aktivitas Ekonomi: Sebuah Tinjauan Pustaka Sistematis billi anidiatama rahmawan; Adr Yunita Mafruhat
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v3i1.6113

Abstract

Abstract. Cryptocurrenciesis one of the digital currencies of innovation in the development of digital financial system infrastructure in the modern era. There are views aboutcryptocurrencies, there is a profitable opportunity by involving cryptocurrenciesinto the economy and monetary system. This study aims to examine the impact that can be caused by cryptocurrencies. This study uses a qualitative method with systematic literature review (SLRs). Based on the findings and results of the study it can be concluded that there is a positive impact cryptocurrencies regarding the function of the monetary system, namely ease of access, security and stability of the financial system which can influence economic growth, the central authority needs to make strict regulations involving innovation infrastructure cryptocurrenciesand building system infrastructurevirtual currencywith rules that focus on building infrastructure on stablecoinsto be involvedcryptocurrenciesinto systems and policies to strengthen the financial ecosystem. Abstrak Cryptocurrency merupakan salah satu mata uang digital dari inovasi pengembangan infrastruktur sistem keuangan digital di era modern. Terdapat pandangan mengenai cryptocurrency, ada kesempatan menguntungkan dengan melibatkan cryptocurrency kedalam ekonomi dan sistem moneter. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak yang dapat ditimbulkan oleh cryptocurrency. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan systematic literature review (SLR). Berdasarkan temuan dan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat dampak positif cryptocurrency terhadap fungsi sistem moneter yaitu kemudahan akses, keamanan dan stabilitas sistem keuangan yang dapat berpengaruh mendorong pertumbuhan ekonomi, Otoritas pusat perlu membuat regulasi dengan ketat yang melibatkan infrastruktur inovasi cryptocurrency dan membangun infrastruktur sistem virtual currency dengan aturan yang berfokus membangunan infrastruktur pada stablecoin untuk dapat melibatkan cryptocurrency ke dalam sistem dan kebijakan untuk memperkuat ekosistem keuangan
Preferensi Masyarakat Kota Bandung Terhadap Pinjaman Online nabilla nurdina nabilla; IMA AMALIAH
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v3i1.6158

Abstract

Abstract. The huge use of digital technology in Indonesia certainly has an impact on several sectors, such as the business sector or the business industry which then gives rise to online trading or e-commerce. Not only has an impact on the trading industry, but also on the Indonesian financial industry. This can be seen by the existence of financial technology (fintech) which is the result of a combination of financial services and technology which ultimately changes the business model from conventional to modern and makes people prefer the progress of fintech. The purpose of this study is to find out how the preferences of the people of Bandung City for online loans and what are the dominant factors that determine the preferences of the people of Bandung City for Online Loans. The method used in this research is descriptive quantitative. The data sources used in this research are primary and secondary data. The data collection technique is by distributing questionnaires to 100 respondents with a total of 20 statements. The sampling technique uses the snowball sampling technique. The results of the study show that the factors that determine the preferences of the Bandung City community for online loans are convenience, security, speed, and knowledge. As well as the dominant factor that determines the preferences of the people of Bandung for online loans, namely the convenience factor with the highest score of 1,586. Abstrak. Pemanfaatan teknologi digital di Indonesia yang sangat besar tentu memberikan dampak bagi beberapa sektor, seperti sektor bisnis atau industri bisnis yang kemudian memunculkan perdagangan online atau e-commerce. Tidak hanya memberikan dampak bagi industri perdagangan, tetapi juga pada industri keuangan Indonesia. Hal ini dapat dilihat dengan adanya financial technology (fintech) merupakan hasil gabungan antara jasa keuangan dengan teknologi yang akhirnya mengubah model bisnis dari konvensional ke modern dan membuat masyarakat lebih prefer terhadap kemajuan fintech. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana preferensi masyarakat Kota Bandung terhadap pinjaman online dan factor dominan apa yang menentukan preferensi masyarakat kota Bandung terhadap pinjaman online. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuantitatif deskriptif. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data yaitu dengan penyebaran kuesioner pada 100 responden dengan jumlah pernyataan sebanyak 20 pernyataan. Teknik penarikan sampel menggunakan teknil snowball sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa factor-faktor yang menentukan preferensi masyarakat Kota Bandung terhadap pinjaman online yaitu faktor kemudahan, keamanan, kecepatan, dan pengetahuan. Serta faktor dominan yang menentukan preferensi masyarakat kota Bandung terhadap pinjaman online yaitu faktor kemudahan dengan skor tertinggi sebesar 1.586.
Eksternalitas Objek Wisata Farmhouse dan The Great Asia Afrika di Desa Gudangkahuripan Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat Muhamad Chandra Gunawan Chandra; Ria Haryatiningsih
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v3i1.6172

Abstract

Abstract. Farmhouse and the Great Asia Afrika is a tourist attraction located in Gudangkahuripan Village, Lembang District. The existence of the Farmhouse and the Great Asia Afrika opens up opportunities for the surrounding community to carry out economic activities in the form of trade and services for tourists and can open new jobs. The rapid development of tourism in Gudangkahuripan village can cause positive externalities and negative externalities felt by various parties.This study aims to identify the positive externalities and negative externalities caused by Attractions Farmhouse and the Great Asia Africa. This type of research is qualitative descriptive using primary data and secondary data. The population in this study is the people of Gudangkahuripan village, with a sample of 99 respondents. The method of data collection was conducted by interviews and questionnaire filling. Then the measurement scale used in this study is the Likert scale.The results of the study showed positive externalities in the economic aspects of Farmhouse and the Great Asia Africa, namely increasing community income, opening up jobs, increasing PAD, and the availability of new business opportunities. Then, on the social aspects, namely changes in livelihoods, reducing the number of unemployed, increasing cultural preservation, and improving public facilities. Meanwhile, the negative externalities in social aspects are caused by the increase in crime, the density of tourists who disturb the community, and the increasing population density. Meanwhile, on environmental aspects, namely air pollution, waste problems, reduced environmental sustainability, and traffic congestion. Abstrak. Farmhouse dan The Great Asia Afrika merupakan objek wisata yang berada di Desa Gudangkahuripan Kecamatan Lembang. Keberadaan Farmhouse dan The Great Asia Afrika membuka kesempatan bagi masyarakat sekitar untuk melakukan aktivitas ekonomi dalam bentuk perdagangan maupun layanan jasa bagi wisatawan, serta dapat membuka lapangan kerja baru. Perkembangan wisata yang cukup pesat di Desa Gudangkahuripan dapat menimbulkan eksternalitas positif dan eksternalitas negatif yang dirasakan oleh berbagai pihak. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi eksternalitas positif dan eksternalitas negatif yang ditimbulkan objek wisata Farmhouse dan The Great Asia afrika. Jenis penelitian ini merupakan deskriptif kualitatif dengan menggunakan data primer dan data sekunder. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat Desa Gudangkahuripan, dengan sampel berjumlah 99 responden. Metode pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan pengisian kuesioner. Kemudian skala pengukuran yang digunakan dalam penelitian ini yaitu skala likert. Hasil dari penelitian, menunjukan eksternalitas positif pada aspek ekonomi dari Farmhouse dan The Great Asia Afrika yaitu peningkatan pendapatan masyarakat, terbukanya lapangan kerja, meningkatkan PAD, dan tersedianya peluang usaha baru. Kemudian, pada aspek sosial yaitu perubahan mata pencaharian, menurunkan jumlah pengangguran, meningkatkan pelestarian budaya, dan peningkatan fasilitas publik. Sedangkan, eksternalitas negatif pada aspek sosial yang ditimbulkan yaitu peningkatan kriminalitas, kepadatan wisatawan yang mengganggu masyarakat, dan meningkatnya kepadatan penduduk. Sedangkan, pada aspek lingkungan yaitu polusi udara, permasalahan sampah, berkurangnya kelestarian lingkungan, dan kemacetan lalulintas.
Kesiapan Masyarakat Desa Mancagahar dalam Pengembangan Kawasan Wisata Pantai Sayang Heulang (Studi Di Kecamatan Pameungpeuk Kabupaten Garut) Akhsan Mulki Abdillah; Ima Amaliah
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v3i1.6176

Abstract

Abstract. Tourism development is one part of economic development in a country. One of the priority programs is the development of the Sayang Heulang beach tourism area in Mancagahar Village, Pameungpeuk District. This development program is a strategic development project for West Java province. The purpose of this study was to measure how far the level of readiness of the Mancagahar village community was in developing Sayang Heulang beach tourism. The research method used is quantitative research. In quantitative research, that is to answer the readiness stage by distributing questionnaires to respondents. To strengthen the answers from the results of distributing questionnaires by gathering information from respondents in the form of in-depth interviews (interviews). The results of the analysis are presented descriptively. The results of the analysis show the Readiness of the Mancagahar Village Community in the Development of the Sayang Heulang Beach Tourism Area which is based on the 5 dimensions of readiness at the initiation stage. This means that the community participates and is involved in the development of the Sayang Heulang Beach tourist area. At the initiation stage it is marked by the fact that most of the community understands enough knowledge, the leader holds the key in planning, the community is sufficiently involved in development activities, the community is sufficiently aware of existing problems, and resources have been allocated to deal with the problem. Abstrak. Pengembangan pariwisata merupakan salah satu bagian dari pembangunan ekonomi dalam suatu negara. Salah satu program prioritas yakni pengembangan kawasan wisata pantai Sayang Heulang di Desa Mancagahar Kecamatan Pameungpeuk. Program pengembangan ini merupakan proyek pembangunan strategis provinsi Jawa Barat. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengukur seberapa jauh tingkat kesiapan masyarakat desa mancagahar dalam pengembangan wisata pantai Sayang Heulang. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif. Dalam penelitian kuantitatif yaitu untuk menjawab readiness stage dengan cara menyebarkan kuesioner kepada responden. Untuk memperkuat jawaban dari hasil menyebarkan kuesioner dengan menggali informasi dari para responden dalam bentuk in-depth interview (wawancara). Hasil analisis disajikan secara deskriptif. Hasil analisis menunjukan Kesiapan Masyarakat Desa Mancagahar Dalam Pengembangan Kawasan Wisata Pantai Sayang Heulang yang didasarkan pada 5 dimensi kesiapan berada pada tahap initation. Artinya masyarakat ikut dan terlibat dalam pengembangan kawasan wisata Pantai Sayang Heulang. Pada tahap initation ditandai dengan sebagian masyarakat cukup memahami pengetahuan, pemimpin memegang kunci dalam perencanaan, masyarakat cukup terlibat dalam kegiatan pengembangan, masyarakat cukup mengetahui permasalahan yang ada, dan sumber daya telah dialokasikan untuk menangani masalah.
Faktor Penentu Keputusan Masyarakat Menjadi Pekerja Migran Indonesia (Studi Kasus : di Desa Bongas Kecamatan Bongas Kabupaten Indramayu) Zulfan Fikriansyah; Aan Julia
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v3i1.6223

Abstract

Abstract. Population growth, unemployment and poverty are economic problems that affect humans directly. The Indonesian government's program of efforts to deal with problems of population growth, unemployment and poverty is to take advantage of international job opportunities and facilitate workers who want to migrate abroad to find work. Indramayu Regency is the largest district in West Java as a distributor of migrant workers. One of the villages contributing to migrant workers in Indramayu Regency is Bongas Village, Bongas Sub-district, where Bongas Village holds the title as a village that sells people and a village that supplies Indonesian migrant workers (PMI). There are many programs formulated by the Bongas Village Government and the Kusuma Bongas Foundation such as opening open schools, business training, providing Life Skills, etc. As an effort to empower PMI and post-PMI, in fact, it can't stop the interest of migrant workers from Bongas Village to keep migrating. The purpose of this study was to identify the driving and pulling factors for the residents of Bongas Village, Bongas Subdistrict, in becoming PMI. This research uses descriptive quantitative method. The data used are primary field survey data with 100 respondents consisting of 73 post-PMI respondents and 27 family respondents. Secondary data from BNP2TKI Indramayu, DISNAKER Indramayu, Village Profile. The analysis in this study uses a Likert scale. Based on the results of the study that the driving factor for determining the decision of the people of Bongas Village in becoming migrant workers is the skill and expertise indicator with an average score of 383 and the highest pull factor is the wage indicator with an average score of 398. Then Of the two variables, namely push and pull variables, the highest average as a determinant of migration is the pull variable on the wage indicator. Abstrak. Pertumbuhan penduduk, pengangguran dan kemiskinan merupakan masalah ekonomi yang mempengaruhi manusia secara langsung. Program upaya pemerintah Indonesia dalam menangani masalah pertumbuhan penduduk, pengangguran dan kemiskinan yaitu dengan memanfaatkan kesempatan kerja Internasional dan memfasilitasi tenaga kerja yang ingin bermigrasi ke luar negeri untuk mencari pekerjaan. Kabupaten Indramayu merupakan kabupaten terbesar di Jawa Barat sebagai penyalur pekerja migran. Salah satu Desa penyumbang pekerja migran di Kabupaten Indramayu adalah Desa Bongas Kecamatan Bongas dimana Desa Bongas menyandang predikat sebagai Desa penjual manusia dan Desa pemasok pekerja migran Indonesia (PMI). Ada banyak program yang di rumuskan oleh Pemerintah Desa Bongas dan Yayasan Kusuma Bongas seperti membuka sekolah terbuka, pelatihan usaha, memberikan pembekalan Life Skill dll. Sebagai upaya pemberdayaan PMI dan purna PMI nyatanya tidak bisa menyuturkan minat pekerja migran asal Desa Bongas untuk tetap bermigrasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor pendorong dan faktor penarik minat penduduk Desa Bongas Kecamatan Bongas dalam menjadi PMI. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Data yang digunakan yaitu data primer survei lapangan dengan responden 100 orang terdiri dari 73 responden Purna PMI dan 27 responden keluarga. Data sekunder dari BNP2TKI Indramayu, DISNAKER Indramayu, Profil Desa. Analisis dalam penelitian ini menggunakan skala likert. Berdasarkan hasil penelitian bahwa faktor pendorong penentu keputusan masyarakat Desa Bongas dalam menjadi pekerja migran yang paling tinggi adalah indikator keterampilan dan keahlian dengan nilai rata-rata skor sebesar 383 dan faktor penarik yang paling tinggi adalah indikator upah dengan nilai rata-rata skor sebesar 398. Kemudian dari kedua variabel yaitu variabel pendorong dan penarik di rataratakan yang paling tinggi sebagai penentu migrasi.

Page 9 of 27 | Total Record : 267