Bandung Conference Series: Economics Studies
Bandung Conference Series Economic Studies (BCSES) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Ilmu Ekonomi dan Bisnis dengan ruang lingkup Amanah, Antisipasi Bencana, Bank Umum Syariah, Belanja Daerah, Pengangguran, BMT, BOPO, BPRS, CAR, Data Envelopment Analysis. Demand, Efisiensi, Ekspektasi Inflasi, Era Digital UMKM, Etika bisnis islam, Faktor Penarik dan Migrasi Internasional, Faktor Pendorong, fathanah, FDR, Frontier Stokastik, Fungsi Produksi, Good Coorporate Governance (GCG), Hearing, Inflasi, IPM Maqashid syariah, istiqamah, Jumlah Uang Beredar, Kecukupan Modal, Konfeksi, Kualitas Aset, Lembaga Pengelola Zakat, Likuiditas. Mudharabah, NOM, NPF, Output Nasional, Nilai Tukar Jumlah, Penduduk Miskin, PAD, PDRB, Pegawai, Mudharabah, Pendayagunaan Zakat, Pengelola, Perspektif Masyarakat Inflasi, Pertumbuhan Ekonomi, Profitabilitas, Program Edukasi, Rentabilitas, RGEC, ROA, shiddiq, tabligh, Upah Minimum, Upah Strategi Pengembangan Usaha, Usaha Mikro, Zakat. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari.
Articles
267 Documents
Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Pemahaman Teknologi Pinjaman Online bagi UMKM Kota Bandung Menggunakan Technology Acceptance Model (TAM)
Tsania Rahma Izzati;
Ria Haryatiningsi SE,. MT.
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29313/bcses.v3i1.6772
Abstract. The current digital era has an impact on society, to utilize digital technology for financial transactions, especially in the Micro, Small and Medium Enterprises sector (MSME). such as financial technology (fintech) which is a financial service provider company with a touch of modern technology. Financial technology develops with the existence of people's lifestyles which is one of the involvement of technology in the activities of daily life. This study uses the Technology Acceptance Model (TAM) model to determine the factors that determine MSME's understanding of the technology, and the level of understanding of MSME in the use of fintech. The method of analysis in this study uses a quantitative method with a descriptive approach. The sampling technique used was purposive sampling or a purposive sample, as many as 97 respondens were user of peer to peer lending. The measurement scale used is the likert scale. Based on the processing of the questionnaire data and the results of the regression, it can be concluded that the factors perceived ease of use, perceived usefulness, attitude toward using, behavioral intention, and actual use have a significant influence on the understanding of online fintech loan users. The level of understanding of MSMEs also shows good results, namely at the understanding level. Abstrak. Era digital saat ini memberikan dampak pada masyarakat untuk memanfaatkan teknologi digital sebagai transaksi keuangan terutama pada Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Seperti financial technology (fintech) yang merupakan perusahaan penyedia jasa keuangan dengan sentuhan teknologi modern. Fintech berkembang dengan adanya gaya hidup masyarakat yang merupakan salah satu hasil dari keterlibatan teknologi pada aktivitas kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menggunakan model Technology Acceptance Model (TAM) untuk mengetahui faktor yang menentukan pemahaman UMKM terhadap teknologi tersebut, dan tingkat pemahaman UMKM dalam penggunaan financial technology. Metode analisis dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif, menggunakan alat SmartPLS. Teknik pengumpulan sampel menggunakan purposive sampling atau sampel bertujuan, yaitu sebanyak 97 UMKM pengguna pinjaman online sebagai respondennya. Penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder. Skala pengukuran yang dipakai dengan skala likert. Berdasarkan pengolahan data kuesioner dan hasil regresi maka dapat diperoleh kesimpulan yaitu pada variabel perceived ease of use, perceived usefulness, attitude toward using, behavioral intention, dan actual use memiliki pengaruh signifikan terhadap pemahaman pengguna fintech pinjaman online. Hasil dari setiap variabel bahwa faktor yang mempengaruhi tingkat pemahaman pada teknologi yaitu kemudahan dan kegunaan dari teknologi fintech. Tingkat pemahaman UMKM juga menunjukkan hasil yang baik yaitu berada di tingkat paham.
Identifikasi Nilai Tambah Pelaku Rantai Pasok Komoditas Kentang di Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung
Dandi Taryadi;
Ade Yunita Mafruhat
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29313/bcses.v3i1.6902
Abstract. Pangalengan sub-district is a production center for potato commodities in Bandung regency. The land is fertile and superior in the production of potato commodities as a superior commodity. One of the problems faced is the supply chain process which is too long which causes the selling price of potatoes to be low. The purpose of this study was to find out the parties involved in the potato commodity supply chain, and to find out the added value received by each chain actor for the potato commodity in Pangalengan District. The method used in this study is a qualitative method and the Hayami method to calculate added value, the data used is primary data. The results of the study show that the supply chain for potato commodities is relatively effective because all parties get added value. The suggestion of this research is the need to increase the role of institutions, government and cooperation between chain actors so that added value can be maximized. Keywords: Supply Chain, Value Added, Potato. Abstrak. Kecamatan Pangalengan adalah sentra produksi komoditas kentang di Kabupaten Bandung. Tanahnya yang subur dan unggul dalam produksi komoditas kentang sebagai komoditas unggulan, Salah satu masalah yang dihadapi yaitu proses rantai pasok yang terlalu panjang sehingga membuat harga jual kentang rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pihak yang terlibat dalam rantai pasok komoditas kentang, dan untuk mengetahui nilai tambah yang diterima masing-masing pelaku rantai pada komoditas kentang Kecamatan Pangalengan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dan metode Hayami untuk menghitung nilai tambah, data yang digunakan data primer. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa rantai pasok pada komoditas kentang relatif efektif karena semua pihak memperoleh nilai tambah. Saran penelitian ini adalah perlunya peningkatkan peran kelembagaan, pemerintah dan kerjasama antar pelaku rantai supaya nilai tambah dapat dimaksimalkan. .
Dampak Covid-19 Terhaap Perubahan Pola Konsumsi Masyarakat Kota Bandung
Resti Hilyatun Nasipah Ade Sudana;
Dewi Rahmi
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29313/bcses.v3i1.6909
Abstract. With Covid-19 accompanied by the PSBB policy causing the economy to weaken, the implementation of the PSBB made people more careful in managing their finances because people's incomes decreased, therefore people changed consumption patterns towards basic needs, such as food and health products. The purpose of this study was to analyze the Impact of Covid-19 on Changes in Consumption Patterns in the City of Bandung. This study uses secondary data obtained from the Central Bureau of Statistics (BPS). The type of data used is time series data from 2019 to 2021 using a descriptive analysis method.The results of the study show that the existence of the Covid-19 pandemic has had an impact on changing the consumption patterns of the people of Bandung City. So that there is a shift in consumption patterns in general from non-food consumption to food consumption. Then according to the household expenditure group that there was a change in consumption patterns: (1) For the bottom 40% of the spending group, when there was Covid 19 it further increased non-food consumption and reduced food expenditure. (2) For people in the Middle 40% expenditure group, there was almost no change. (3) While the top 20% of the expenditure group experienced changes in consumption, namely increasing the percentage of spending on food consumption and reducing non-food consumption.Abstrak. Dengan adanya Covid-19 yang diiringi oleh kebijakan PSBB menyebabkan perekonomian menjadi melemah, pemberlakuan PSBB menjadikan masyarakat lebih berhati-hati dalam mengelola keuangan karena pendapatan masyarakat menurun oleh karena itu masyarakat mengubah pola konsumsi ke arah kebutuhan pokok, seperti makanan serta produk kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis Dampak Covid-19 terhadap Perubahan Pola Konsumsi Masyarakat Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS). Jenis data yang digunakan adalah data time series dari tahun 2019 sampai dengan tahun 2021 dengan menggunakan metode deskriptif analisis.Hasil dari penelitian menunjukan bahwa dengan adanya pandemi Covid-19 memberikan dampak perubahan pola konsumsi masyarakat Kota Bandung. Sehingga terjadi pergeseran pola konsumsi secara umum dari konsumsi Non makanan bergeser ke konsumsi Makanan. Kemudian menurut kelompok pengeluaran rumah tangga bahwa terjadi perubahan pola konsumsi: (1) Untuk masyarakat kelompok pengeluaran 40% terbawah, saat adanya covid 19 lebih meningkatkan konsumsi Non Makanan dan mengurangi pengeluaran Makanan. (2) Untuk masyarakat kelompok pengeluaran 40% Tengah hampir tidak mengalami perubahan. (3) Sedangkan masyarakat kelompok pengeluaran 20% teratas mengalami perubahan konsumsi yaitu meningkatnya persentase pengeluaran untuk konsumsi Makanan dan mengurangi konsumsi Non Makanan.
Strategi Pengembangan Pariwisata dalam Upaya Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kabupaten Bandung Barat (Studi Kasus: Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bandung Barat)
Reza Karnia;
Ima Amailah
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29313/bcses.v3i1.6924
Abstract. This research is motivated by phenomena in the tourism sector. West Bandung Regency has a lot of tourism potential, but not all of it has been explored optimally, there is inequality in tourism development. In addition, the condition of facilities and infrastructure is still inadequate. The purpose of this study was to find out and analyze the implementation of the tourism development strategy carried out by the West Bandung Regency Tourism and Culture Office in an effort to increase Regional Original Income (PAD) in West Bandung Regency. In addition, to find out the driving and inhibiting factors faced by the Government in developing the tourism sector in West Bandung Regency. This research uses a qualitative descriptive approach. Source of data obtained from primary and secondary data. Data collection techniques with observation, interviews and documentation. In data analysis techniques using data reduction, data presentation and drawing conclusions. The results showed that there were four tourism development strategies carried out by the West Bandung Regency Tourism and Culture Office, including: 1) Tourism Destination Development Strategy, 2) Tourism Institutional Development Strategy, 3) Tourism Industry Development Strategy, 4) Marketing and Promotion Development Strategy . In its implementation, the tourism development strategy that has been carried out by the Government as a whole has been implemented well, however there are several strategies whose implementation is still not optimal, such as in the implementation of the tourism destination development strategy, namely: the distribution of tourist objects is still not optimal, accessibility to tourist objects has roads which was damaged. The driving factors for the tourism development strategy are: the abundant tourism potential in West Bandung Regency, the support from the Government, and advances in information technology. While the inhibiting factors, namely: limited budget, the existence of security and health issues, and weak public awareness about tourism. Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena di sektor pariwisata. Terdapat banyak potensi pariwisata yang dimiliki Kabupaten Bandung Barat, namun belum semuanya tergali secara optimal, adanya ketidakmerataan dalam pembangunan pariwisata. Selain itu, kondisi sarana dan prasarana serta infrastruktur masih kurang memadai. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis implementasi strategi pengembangan pariwisata yang dilakukan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bandung Barat dalam upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kabupaten Bandung Barat. Selain itu, untuk mengetahui faktor pendorong dan penghambat yang dihadapi Pemerintah dalam mengembangkan sektor pariwisata di Kabupaten Bandung Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif bersifat deskriptif. Sumber data diperoleh dari data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Dalam teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat empat strategi pengembangan pariwisata yang dilakukan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bandung Barat, antara lain: 1) Strategi Pengembangan Destinasi Pariwisata, 2) Strategi Pengembangan Kelembagaan Kepariwisataan, 3) Strategi Pengembangan Industri Pariwisata, 4) Strategi Pengembangan Pemasaran dan Promosi. Dalam implementasinya, strategi pengembangan pariwisata yang sudah dilakukan Pemerintah secara keseluruhan sudah dilaksanakan dengan baik, namun ada beberapa strategi yang pelaksanaannya masih kurang maksimal, seperti dalam implementasi strategi pengembangan destinasi pariwisata, yaitu: masih belum optimalnya persebaran objek wisata, aksesibilitas menuju objek wisata terdapat jalan yang mengalami kerusakan. Adapun faktor pendorong strategi pengembangan pariwisata, yaitu: potensi wisata yang melimpah di Kabupaten Bandung Barat, adanya dukungan dari Pemerintah, dan kemajuan teknologi informasi. Sedangkan faktor penghambat, yaitu: keterbatasan anggaran, adanya isu keamanan dan kesehatan, dan lemahnya kesadaran masyarakat tentang pariwisata.
Pengaruh Indeks Pembangunan Manusia, Pertumbuhan Ekonomi dan Tingkat Pengangguran Terbuka Terhadap Kemiskinan di Indonesia pada Tahun 2019 – 2021
Rega Saukani;
Dr. Ima Amaliah
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29313/bcses.v3i1.6961
ABSTRACT. Poverty that occurs in a country or region can be used as a reflection of the level of welfare of the people living in that country or area. Poverty and inequality in income distribution are two major problems that occur in developing countries (NSB), and Indonesia is no exception. Poverty that occurs in Indonesia is a problem that deserves attention, because poverty can trigger other social problems such as increasing slum settlements, high numbers of commercial sex workers, low levels of education, crime rates and so on. This study aims to find out how the development index, economic growth, and open unemployment rate affect poverty rates in 34 provinces in Indonesia over a period of 3 years, namely 2019-2021. This research uses quantitative methods. The data used in this research is panel data (pooled data), which is a combination of time series data and cross section data, with the data used is data from 34 provinces in Indonesia from 2019-2021. The results of this study state that the variable development index and economic growth variables have no partial effect on the poverty variable, and the open unemployment rate variable has a partial effect on the poverty variable. As well as the human development index variable, economic growth variable, and the open unemployment rate variable jointly influence the poverty variable in Indonesia. ABSTRAK. Kemiskinan yang terjadi di suatu negara atau daerah dapat dijadikan cerminan dari tingkat kesejahteraan penduduk yang tinggal pada negara atau daerah tersebut. Kemiskinan dan ketimpangan dalam distribusi pendapatan merupakan dua masalah besar yang terjadi di negara berkembang (NSB) tidak terkecuali pada Indonesia. Kemiskinan yang terjadi di Indonesia menjadi salah satu permasalahan yang patut diperhatikan, karena kemiskinan dapat memicu terjadinya masalah-masalah sosial lain seperti meningkatknya pemukiman kumuh, tingginya angka pekerja seks komersial, tingkat pendidikan yang rendah, tingkat kejahatan dan lain sebagainya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh indeks pembangunan, pertumbuhan ekonomi, dan tingkat pengangguran terbuka terhadap tingkat kemiskinan di 34 provinsi di Indonesia dalam kurun waktu 3 tahun yaitu 2019-2021. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data panel (pooled data), yaitu kombinasi antara data time series dan cross section data, dengan data yang digunakan adalah data dari 34 provinsi di Indonesia dari tahun 2019-2021. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa variabel indeks pembangunan dan variabel pertumbuhan ekonomi tidak berpengaruh secara parsial terhadap variabel kemiskinan, dan variabel tingkat pengangguran terbuka berpengaruh secara parsial terhadap variabel kemiskinan. Serta variabel indeks pembangunan, variabel pertumbuhan ekonomi, dan variabel tingkat pengangguran terbuka secara bersama-sama berpengaruh terhadap variabel kemiskinan di Indonesia.
Pengaruh Tingkat Kemiskinan, Tingkat Pendidikan, dan Upah Minimum Provinsi Terhadap Peningkatan Pendapatan Perkapita di Indonesia 2011-2020
septiadi supriatna
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29313/bcses.v3i1.6995
Abstract. Middle Income Trap (MIT) is a phenomenon that describes an economic slowdown in a country. The economic slowdown was marked by stagnation in per capita income (PDRB per capita) within a certain period of time. Indonesia is included in the category of low-middle-income countries that have the potential to enter the Middle Income Trap. There are many factors that affect a country stuck in the Middle Income Trap, and this study was written to analyze how much influence the Poverty Level, Education Level, and Provincial Minimum Wage have on Per Capita GRDP in Indonesia. This type of research is quantitative descriptive, using panel data from thirty-four provincial sectors in Indonesia in 2011-2020. The method used is regression with panel data. The estimated model used is the Random Effect Model (REM) by looking at the effects of each sector. The results of the study show that partially the poverty level has a negative effect on per capita GRDP, education level has a positive effect on per capita GRDP, and the Provincial Minimum Wage (UMP) has a positive effect on per capita GRDP. Abstrak. Middle Income Trap (MIT) adalah sebuah fenomena yang menggambarkan perlambatan ekonomi di suatu negara. Perlambatan ekonomi tersebut ditandai dengan adanya stagnasi pendapatan per kapita (PDRB per kapita) dalam jangka waktu tertentu. Indonesia termasuk ke dalam golongan negara berpendapatan menengah rendah yang berpotensi masuk ke dalam Middle Income Trap. Ada banyak faktor yang mempengaruhi sebuah negara terjebak ke dalam Middle Income Trap, dan penelitian ini ditulis untuk menganalisis seberapa besar pengaruh Tingkat Kemiskinan, Tingkat Pendidikan, dan Upah Minimum Provinsi terhadap PDRB Perkapita di Indonesia. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif, dengan menggunakan data panel tiga puluh empat sektor Provinsi di Indonesia pada tahun 2011-2020. Metode yang digunakan adalah regresi dengan panel data. Estimasi model yang digunakan adalah Random Effect Model (REM) dengan melihat efek dari tiap sektor. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa secara parsial Tingkat Kemiskinan berpengaruh negatif terhadap PDRB Perkapita, Tingkat Pendidikan berpengaruh positif terhadap PDRB Perkapita, dan Upah Minimum Provinsi (UMP) berpengaruh positif terhadap PDRB Perkapita.
Strategi Ketahanan Keluarga Petani Kopi Disaat Pandemi Covid-19 di Indonesia
Thiora Pragustia Akhdani;
Ade Yunita Mafruhat
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29313/bcses.v3i1.7016
Abstract. This research was conducted to find out what strategies to do to deal with the Covid-19 pandemic. The object of this research is coffee farmers in Indonesia. The method used is literature study and secondary data obtained from the Central Bureau of Statistics (BPS). Family resilience reflects the adequacy and continuity of a family's access to income and resources in order to be able to meet their basic needs, such as food, clean water, health services, education, housing, participation in society, and social integration. The concept of family economic resilience relates to income to meet various needs such as: (1) Food (2) Clean water (3) Health Services (4) Educational Opportunities (5) Houses/Dwellings (Family Resilience Development Indicators 2016) With this article, it is hoped that it will be able to help farmers in dealing with current problems by being able to survive and be able to increase their income in the midst of the Covid-19 pandemic as it is now. Abstrak Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui strategi apa yang harus dilakukan untuk menghadapi pandemi covid-19. Objek penelitian ini adalah petani kopi di Indonesia Metode yang digunakan yaitu studi literatur dan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS). Ketahanan keluarga mencerminkan kecukupan dan kesinambungan akses suatu keluarga terhadap pendapatan dan sumber daya agar mampu memenuhi kebutuhan dasarnya, seperti pangan, air bersih, pelayanan kesehatan, pendidikan, perumahan, partisipasi di dalam masyarakat, dan integrasi sosial. Konsep Ketahanan ekonomi keluarga, berhubungan satu sama lain terhadap pendapatan untuk mencukupi beragam kebutuhan seperti : (1) Pangan (2) Air bersih (3) Pelayanan Kesehatan (4) Kesempatan Pendidikan (5) Rumah/ Tempat tinggal (Indikator Pembangunan Ketahanan Keluarga 2016) Dengan adanya tulisan ini diharapkan mampu membantu para petani dalam menghadapi permasalahan saat ini dengan mampu bertahan dan mampu meningkatkan penghasilan ditengah masa pandemi covid-19 seperti sekarang.
Dampak Pemanfaatan Limbah Kotoran Sapi Terhadap Peningkatan Kesejahteraan Peternak Sapi di Desa Suntenjaya, Kabupaten Bandung Barat
Laila Asfari;
Ade Yunita Mafruhat, S.E., M.SOC. SC
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29313/bcses.v3i1.7025
Abstract Livestock waste is the by-product of a livestock business which contains potential for the agricultural industry if managed properly. The problem that exists in the livestock industry is the accumulation of waste so that it will have a negative impact on the surrounding environment. Utilization of cow manure can affect socio-economic welfare. The purpose of this study is to analyze the impact of using cow manure on the socio-economic welfare of farmers in Suntenjaya Village. The method used in this research is quantitative descriptive and the Wilcoxon Signed rank test analysis model. The data collection technique uses a questionnaire and the population is farmers in Suntenjaya Village. The results of this study indicate that the use of cow manure has 8 positive impacts which include on social welfare and 4 positive impacts on economic welfare. Utilization of cow dung waste from economic perspective, that its, breeders use it to become a product of economic value so as to be able to increase income, reduce fuelenergi expenditure, and open up new jobs, when viewed from a social perspekctive, namely increasing the culture of mutual cooperation among residents, reducing environmental pollution and increase farmer’s insight regarding the use of waste through counselling and outreach. Abstrak Limbah ternak merupakan hasil sisa dari suatu usaha peternakan yang memiliki kandungan yang potensial untuk industri pertanian apabila dikelola dengan baik.Permasalahan yang ada dalam industri peternakan yakni penumpukan limbah sehingga akan berdampak negatif terhadap lingkungan sekitar. Pemanfaatan limbah kotoran sapi mampu mempengaruhi kesejahteraan sosial ekonomi. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis dampak dari pemanfaatan limbah kotoran sapi terhadap kesejahteraan sosial ekonomi peternak di Desa Suntenjaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskirptif kuantitatif dan model analisis Wilcoxon Signed rank test. Teknik pengumpulan data menggunakna kuesioner dan populasi yaitu peternak di Desa Suntenjaya. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan limbah kotoran sapi memberikan 8 dampak positif yang meliputi 4 dampak positif bagi kesejahteraan sosial dan 4 dampak positif bagi kesejahteraan ekonomi. Pemanfaatan limbah kotoran sapi dilihat dari segi ekonomi yaitu peternak memanfaatkan menjadi suatu produk bernilai ekonomis sehingga mampu meningkatkan pendapatan, mengurangi pengeluaran energi bahan bakar serta membuka lahan pekerjaan baru, apabila dilihat dari segi sosial yaitu meningkatkan budaya gotong royongantar warga, mengurangi pencemaran lingkungan serta meningkatkan wawasan peternak mengenai pemanfaatan limbah melalui penyuluhan dan sosialisasi.
Preferensi Pengusaha Muda Kota Bandung dalam Keputusan Memilih Bentuk Asset: Emas, Saham dan Deposito
Aulia Puspita Ningrum Arsyad;
Ria Haryatiningsih
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29313/bcses.v3i1.7034
Abstract. The issue of an impending recession can encourage increasing inflation in several countries, especially Indonesia. When inflation increases, it will reduce the value of money as a result, capital owners must think smartly to transfer their assets from money into other assets. Likewise with entrepreneurs in the city of Bandung. Entrepreneurs are business actors by having a measurable and clear organizational and management system. The title of the Entrepreneur preference was chosen because most young entrepreneurs are cool with investment trends obtained from information from technological developments that make entrepreneurs get information from the price of gold, stocks and so on. In the end, entrepreneurs determine the assets to be stored by choosing the form of gold assets, stocks or deposits. Abstrak Isu resesi yang akan terjadi dapat mendorong meningkatnya inflasi di beberapa negara khususnya negara Indonesia. Saat inflasi meningkat akan menurunkan nilai uang akibatnya para pemilik modal harus berfikir cerdas untuk mengalihkan assetnya dari uang kedalam bentuk asset yang lain. Begitu juga dengan Pengusaha di kota Bandung. Pengusaha adalah pelaku usaha dengan memiliki sistem organisasi dan manajemen yang terukur dan jelas. Judul preferensi Pengusaha dipilih karena kebanyakan Pengusaha muda sedang asik asiknya dengan trend investasi yang diperoleh informasi dari perkembangan teknologi yang cangih pengusaha memperoleh informasi dari harga emas, saham dan sebagainya. Pada akhirnya pengusaha mementukan asset untuk disimpannya dengan memilih bentuk asset emas, saham atau deposito. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui preferensi pilihan alternative bentuk asset emas, saham, atau deposito bagi pengusaha muda di Kota Bandung serta untuk mengetahui faktor-faktor yang mendorong pemilihan keputusan pemilihan asset tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan populasi sebesar 245 pengusaha muda Kota Bandung, kemudian ditarik sampel sebesar 63 pengusaha dengan menggunakan metode purposive sample berdasarkan omset usaha yang diperolehnya. Hasil pengujian data 63 Pengusaha muda ini ternyata hanya 32 Pengusaha muda yang datanya valid dan nilai consistency index nya dibawah < 0,1 %. Alat analisis yang digunakan dalam penelitan ini adalah model analytical hierarchy process dimana membandingkan kriteria dalam keputusan pemilihan bentuk asset dengan mempertimbangkan multi kriteria. Software yang digunakan untuk mengolah data adalah expert choice. Sebelum dilakukan pengolahan data hasil survey, maka dilakukan uji konsistensi terhadap jawaban-jawaban yang diberikan responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pengusaha muda memilih bentuk alternative Asset berdasarkan kriteria keuntungan yang diperoleh dengan bobot nilai sebesar 50,9% dikarenakan keuntungan yang diperoleh lebih penting dibandingkan dengan kriteria lain. Kriteria kedua yaitu likuiditas dengan bobot nilai sebesar 29,1%. Kemudian kriteria ketiga yaitu rasa aman dengan bobot nilai sebesar 20,0%. Dari hasil penelitian ini juga didapat bahwa Pengusaha muda lebih prefer memilih asset berupa emas dengan nilai sebesar 38,1%. Emas dalam hal ini dijadikan sebagai penyimpanan asset..
Pembiayaan Jual Beli dalam Menggunakan Uang Elektronik Pay Later Perspektif Ushul Fiqih (Studi Kasus Shopee Pay Later)
rafly syaban;
Ade Yunita Mafruhat
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29313/bcses.v3i1.7045
Abstract Technological developments are currently experiencing rapid progress in buying and sellingonline or transactions using electronic money orecommerce. Transactiononline this is usually done inmarketplace or place of saleonline. Shopee isplatform e-commerce popular among Indonesian users. One method of transaction payment is contractqardh namely the Shopee methodPay Later which provides instant loans to Shopee users and must be paid before the due date. The purpose of this study is to discuss buying and selling transactions usingPay Later in the perspective of ushul fiqh and is there any indication of usury in the transaction. The method in this study uses a qualitative descriptive method by conducting a literature review and analysis of ushul fiqh. The results of the discussion concluded that buying and selling financing usesecommerce There are 2 laws, namely permissible (mubah) and forbidden, but an additional price on credit practicesPay Later considered as a delay price, then prohibited if there is an additional price in the credit practice that contains riba. Abstrak Perkembangan teknologi saat ini mengalami kemajuan pesat dalam jual beli online atau transaksi transaksi menggunakan uang elektronik atau e-commerce. Transaksi jual beli online ini biasanya dilakukan di marketplace atau tempat jual beli online. Shopee adalah platform e-commerce yang populer di kalangan pengguna Indonesia. Salah satu metode pembayaran transaksi adalah akad qardh yaitu metode Shopee Pay Later yang memberikan pinjaman instan kepada pengguna Shopee dan harus dibayar sebelum tanggal jatuh tempo. Tujuan dalam penelitian ini untuk membahas mengenai transaksi jual beli menggunakan Pay Later dalam perspektif ushul fiqih dan adakah indikasi riba dalam transaksi tersebut. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan melakukan kajian kepustakaan dan analisis ushul fiqih. Hasil pembahasan menyimpulkan bahwa pembiayaan jual beli menggunakan e-commerce hukumnya ada 2 yaitu dibolehkan (mubah) dan diharamkan, akan tetapi tambahan harga pada praktik kredit Pay Later dianggap sebagai harga penangguhan, kemudian diharamkan apabila ada tambahan harga dalam praktik kredit yakni mengandung riba.