Bandung Conference Series: Economics Studies
Bandung Conference Series Economic Studies (BCSES) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Ilmu Ekonomi dan Bisnis dengan ruang lingkup Amanah, Antisipasi Bencana, Bank Umum Syariah, Belanja Daerah, Pengangguran, BMT, BOPO, BPRS, CAR, Data Envelopment Analysis. Demand, Efisiensi, Ekspektasi Inflasi, Era Digital UMKM, Etika bisnis islam, Faktor Penarik dan Migrasi Internasional, Faktor Pendorong, fathanah, FDR, Frontier Stokastik, Fungsi Produksi, Good Coorporate Governance (GCG), Hearing, Inflasi, IPM Maqashid syariah, istiqamah, Jumlah Uang Beredar, Kecukupan Modal, Konfeksi, Kualitas Aset, Lembaga Pengelola Zakat, Likuiditas. Mudharabah, NOM, NPF, Output Nasional, Nilai Tukar Jumlah, Penduduk Miskin, PAD, PDRB, Pegawai, Mudharabah, Pendayagunaan Zakat, Pengelola, Perspektif Masyarakat Inflasi, Pertumbuhan Ekonomi, Profitabilitas, Program Edukasi, Rentabilitas, RGEC, ROA, shiddiq, tabligh, Upah Minimum, Upah Strategi Pengembangan Usaha, Usaha Mikro, Zakat. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari.
Articles
267 Documents
Faktor Penentu Tingginya Alih Fungsi Lahan Pertanian Serta Dampaknya Terhadap Kegiatan Ekonomi Petani
Fadhila Rafi Mardhiya;
Aan Julia
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29313/bcses.v3i2.7654
Abstract A lot of agricultural land is currently sold by farmers to be used as industrial land, housing and settlements. This happened in several regions in Indonesia, one of which occurred in the West Java region. Rancamanyar Village, Baleendah District, is one of the areas in Bandung Regency that has experienced quite a lot of land conversion activities. The purpose of this study is to find out what are the determinants of the high level of land conversion that occurs in Rancamanyar Village and its impact on the economic activities of farmers in Rancamanyar Village. This type of research is descriptive research. The method used is a qualitative research method with a case study approach. The results showed that the determinants of the high land use change in Rancamanyar Village were: 1) The value of productive land to be used as a residential area, 2) High land prices, supported by many requests from several parties, 3) The agricultural area was pushed out by residential areas so that absence of irrigation, 4) Decreased income from agricultural business, 5) Lack of labor (farmers). Regarding the impact on the economic activities of farmers, the research results show that land conversion activities result in changes in the economic activities of farmers who have converted their land. Where at first they had economic activities related to agriculture, they changed to non-agriculture. Examples include land developers, brokers, traders, rental businesses or shops. Abstrak Banyak lahan pertanian saat ini dijual oleh para petani untuk dijadikan lahan industri, perumahan dan pemukiman. Hal tersebut terjadi di beberapa daerah di Indonesia, salah satunya terjadi di wilayah Jawa Barat. Desa Rancamanyar Kecamatan Baleendah merupakan salah satu wilayah di Kabupaten Bandung yang mengalami cukup banyak kegiatan alih fungsi lahan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui apa faktor penentu tingginya alih fungsi lahan yang terjadi di Desa Rancamanyar serta dampaknya terhadap kegiatan ekonomi petani yang ada di Desa Rancamanyar. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif. Adapun metode yang digunakan yaitu metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor penentu tingginya alih fungsi lahan di Desa Rancamanyar yaitu: 1) Nilai lahan yang produktif untuk dijadikan daerah permukiman, 2) Harga lahan yang tinggi, didukung dengan banyaknya permintaan dari beberapa pihak, 3) Terdesaknya area pertanian oleh kawasan permukiman sehingga tidak adanya irigasi, 4) Menurunnya pendapatan dari usaha pertanian, 5) Kurangnya tenaga jumlah tenaga kerja (petani). Terkait dampaknya terhadap kegiatan ekonomi petani hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan alihfungsi lahan menghasilkan perubahan kegiatan ekonomi para petani yang telah mengalihfungsikan lahannya. Yang dimana pada mulanya mereka berkegiatan ekonomi berkaitan dengan pertanian, berubah menjadi non pertanian. Contohnya seperti developer tanah, makelar, pedagang, bisnis kontrakan ataupun pertokoan.
Pengaruh Technology Acceptance Model Terhadap Minat Mahasiswa Unisba Dalam Menggunakan Shopee Paylater
Nesta Amalia Apriliani Deden Rahmat
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29313/bcses.v3i2.7759
The research was conducted with the aim of examining the effect of the TAM variable seen from the Perspective of perceived usefulness, Perceived ease of use, Behavioral intention to use and Actual to use partially on Unisba students' interest in using the shopee paylater. This is because the number of E-commerce users in Indonesia continues to increase every year, the number of system users' paylater payments has also increased from the previous year. This study uses a quantitative approach or method, the population used is the Shopee Paylater application users. Data collection techniques were carried out by distributing questionnaires to 100 respondents online and analyzed. The data analysis technique used in this study is the OLS regression. The results of this study indicate that the TAM Perspective variables perceived usefulness, Perceived ease of use, Behavioral intention to use and Actual to use have positive and significant values for Unisba students' interest in using Shopee Paylater. Abstrak. Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk menguji pengaruh dari variabel TAM dilihat dari Perspektif perceived usefulness, Perceived ease of use, Behavioral intention to use dan Actual to use secara parsial terhadap minat mahasiswa unisba dalam menggunakan shopee paylater. Hal ini dikarenakan banyaknya pengguna E-commerce di Indonesia terus meningkat setiap tahun, jumlah pembayaran paylater pengguna sistem juga meningkat dari tahun sebelumnya. Penelitian ini menggunakan kuantitatif pendekatan atau metode, populasi yang digunakan adalah pengguna aplikasi Shopee Paylater. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner kepada 100 responden secara online dan dianalisis. Teknik analisis data yang digunakan adalah dalam penelitian ini adalah regresi OLS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel TAM Perspektif perceived usefulness, Perceived ease of use, Behavioral intention to use dan Actual to use bernilai positif dan snifikan terhadap Minat mahasiswa unisba dalam menggunakan Shopee Paylater.
Strategi Keberterimaan Teknologi Pada Program Desa Cerdas melalui Aplikasi Simpeldesa di Desa Palasari, Kabupaten Subang, Jawa Barat : Pendekatan Technology Accpetance Model (TAM)
Panji Lanang Galih;
Asnita Frida B.R. Sebayang
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29313/bcses.v3i2.7803
Abstract. Increasing the intensity of technology in various aspects of life, including governance, economic and social, nowadays are more effective and efficient. Palasari Village, Subang is one them who utilized technological development in the digitization process in governance (public services), economic, and social. Unfortunately, Simpeldesa application in Palasari Village experienced fluctuations in active users. This study aims to analyze use of the Simpeldesa application in Palasari Village, West Java. The objectives of this research are to identify service features that are superior for the residents of Palasari Village and identify the level of consistency & intensity of villagers in using the Simpeldesa application. The method in this research is descriptive quantitative by distributing questionnaires evaluating the use of the Simpeldesa application through the TAM (Technology Acceptance Model) analysis model. The Behavioral Intention to Use indicator obtained the highest acceptability score, which was 437.8 with an accept interpretation scale. The.Smart Government feature is a feature with the highest level of acceptance and satisfaction compared to the Smart Economy and Smart Society features. There are many has to be improved in terms of the intensity of application use by residents, including the need for more intense Technical Guidance for villagers and monitoring & evaluation of application use is also needed so that Palasari Village residents are more adaptive in using technology Abstrak. Peningkatan intensitas penggunaan teknologi dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam tata kelola pemerintah, tata kelola ekonomi dan tata kelola social kini lebih efektif dan efisien. Desa Palasari, Subang merupakan salah desa yang telah memanfaatkam pengembangan teknologi dalam proses digitalisasi dalam tata kelola pemerintah (pelayanan publik), tata kelola ekonomi, dan tata kelola social. Meskipun demikian, penggunaan aplikasi Simpeldesa di Desa Palasari mengalami fluktuatif pengguna aktif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan aplikasi Simpeldesa di Desa Palasari, Jawa Barat. Sasaran dari penelitian ini adalah teridentifikasinya fitur layanan yang menjadi unggulan bagi Warga Desa Palasari dan teridentifikasinya tingkat konsistensi & intensitas warga desa dalam menggunakan aplikasi Simpeldesa. Metode yang digunakan pada penelitan ini adalah Desktiptif Kuantitatif melalui penyeberan kuesioner evaluasi penggunaan aplikasi Simpeldesa melalui model analisis TAM (Technology Acceptance Model). Indikator Indikator Intensitas Minat Menggunakan (Behavioral Intention to Use) memperoleh skor keberterimaan tertinggi, yaitu sebesar 437.8 dengan skala interpretasi accept. Adapun fitur .Smart Government merupakan fitur dengan tingkat keberterimaandan kepuasan tertinggi dibandingkan fitur Smart Economy dan Smart Society. Masih terdapat hal yang harus diperbaiki dilihat dari intensitas penggunaan aplikasi oleh warga, diantaranya dibutuhkan Bimbingan Teknis yang lebih Intens kepada warga desa dan juga diperlukan monitoring & evaluasi penggunaan aplikasi agar warga Desa Palasari lebih adaptif dalam menggunakan teknologi
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Nilai Tukar Petani Tanaman Pangan di Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2021
Adila Nurul Apipah
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29313/bcses.v3i2.7982
Abstract. Exchange Value of Farmers (EVF) is one measure in determining the welfare of farmers. EVT can also show exchenge rate for the cost of products and agricultural goods and service consumend. The determination of the level of welfare of farmer comes from calculating the percentage of value paid by farmers. If the farmer’s exchange rate is more than 100, it means that the farmer’s welfare level is goog. This study aims to analyzethe Factors Affecting the Exchange Rate of Food Crop Farmers in West Java 2008-2021. In this study the variables used are productivity, land area and inflation. The data used is time series data with an ordinary least square (OLS) approach using Eviwers. The research results show that the factors influencing the Exchange Value of agricultural commodity farmers in West Java from 2008 to 2021 are simultaneously affected by productivity, land area, and inflation. However, partially, the inflation variable does not have a significant effect on the exchange rate of food crop farmers. Meanwhile, in West Java partially, productivity variables and land area influence the exchange value of agricultural commodity farmers. Keywords: farmer exchange rate, food crops, land area, productivity, inflation Abstrak. Nilai Tukar Petani (NTP) menjadi salah satu ukuran saat ditentukannya kesejahteraan petani. NTP juga mampu menunjukan nilai tukar atas biaya produksi produk pertanian dan barang serta jasa pertanian yang dikonsumsi. Penentuan tingkat kesejahteraan petani bersumber dari perhitungan persentase nilai yang dibayarkan oleh petani. Jika nilai tukar petani melebihi angka 100, menandakan bahwa tingkat kesejahteraan petani berada pada kondisi yang baik. Penelitian ini mempunyai tujuan guna menganalisis Faktor- Faktor Yang Mempengaruhi Nilai Tukar Petani Tanaman Pangan di Jawa Barat 2008-2021. Pada penelitian ini variabel yang dimanfaatkan yakni produktivitas, luas lahan dan inflasi. Data yang digunakan yakni data time series dan dianalisis dengan memanfaatkan pendekatan ordinary least square (OLS) serta menggunakan perangkat lunak Eviews. Hasil penelitian menunjukkan faktor-faktor yang memberikan pengaruh pada Nilai Tukar Petani tanaman pangan di Jawa Barat tahun 2008-2021 terpengaruhi secara simultan oleh produktivitas, luas lahan dan inflasi. Namun secara parsial, variabel inflasi tidak memberikan pengaruh yang signifikan kepada nilai tukar petani tanaman pangan. Sementara itu, di Jawa Barat secara parsial variabel produktivitas dan luas lahan mempengaruhi nilai tukar petani komoditas tanaman pangan.
Preferensi Penghuni Rusunawa Cingised Kota Bandung dalam Memilih Lokasi Tempat Tinggal
Sevira Julistia;
Ria Haryatiningsih
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29313/bcses.v3i2.8015
Abstract. The increasing population growth makes Bandung City included as one of the largest metropolitan cities in West Java. The increase in a population causes the land to decrease in residence, so the construction of Rusunawa is used as one solution so that Low-Income People have a place to live. There is a residential period with a maximum period of 10 years. So that residents who are approaching the deadline must be able to choose the next place to live. This study aims to determine the location and dominant criteria chosen by the residents of Rusunawa Cingised. This study used the AHP (Analyctical Hierarchy Process) method, data used primary and secondary data with interview questionnaire tools and processed using Super Decision software. Based on the results of the analysis that has been carried out, it shows that the residents of Rusunawa Cingised Bandung City are more dominant in choosing locations in the City Center with a weight of 64.04% and the criteria chosen with the most important sequential ranking are comfort criteria 31.90%, safety 29.88%, legality 15.50%, transportation 11.87%, and the last rank distance criteria 10.69%. Abstrak. Pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat menjadikan Kota Bandung termasuk sebagai salah satu kota metropolitan terbesar di Jawa Barat. Meningkatnya suatu penduduk menyebabkan lahan tempat tinggal semakin berkurang, sehingga pembangunan Rusunawa dijadikan salah satu solusi agar Masyarakat Berpenghasilan Rendah memiliki tempat tinggal. Terdapat jangka waktu penghunian dengan maksimal waktu 10 tahun. Sehingga penghuni yang telah mendekati batas masa waktu harus bisa memilih tempat tinggal selanjutnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lokasi dan kriteria dominan yang dipilih oleh penghuni Rusunawa Cingised. Penelitian ini menggunakan metode AHP (Analyctical Hierarchy Process), data yang digunakan data primer dan sekunder dengan alat kuesioner wawancara serta diolah menggunakan software Super Decision. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan menunjukkan bahwa Penghuni Rusunawa Cingised Kota Bandung lebih dominan memilih lokasi di Pusat Kota dengan bobot sebesar 64,04% dan kriteria yang dipilih dengan peringkat berurutan paling utama ialah kriteria kenyamanan 31,90%, keamanan 29,88%, legalitas 15,50%, transportasi 11,87%, dan peringkat terakhir kriteria jarak 10,69%.
Eksternalitas Objek Wisata D'Castello bagi Masyarakat Desa Cisaat Kecamatan Ciater Kabupaten Subang
Stella Clarissa Nurjaman;
Ade Yunita Mafruhat
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29313/bcses.v3i2.8201
Abstract. D'Castello tourist attraction is one of the new tourist attractions in Cisaat Village. The existence of this D'Castello tourist attraction can provide opportunities for the surrounding community to be able to improve their economic situation. In addition to economic conditions, the establishment of tourist attractions can have an impact on socio-cultural conditions, as well as environmental conditions. These impacts can cause positive externalities and negative externalities. The purpose of this study is to identify the impact of D'Castello tourist attraction, analyze the externality formed, and the amount of externality value from the impact. This type of research is a quantitative descriptive research using primary and secondary data. Primary data is obtained through interviews and distributing questionnaires, while secondary data is obtained from government publications, the internet, and the like. The analysis tool used is using a measurement scale or Likert scale. The results showed that D'Castello Tourism Object has a positive impact on economic aspects in the form of new jobs, increasing community income, opening new business opportunities, increasing land prices, and increasing local revenue (PAD). Then, in the socio-cultural aspect, namely reducing unemployment, improving public facilities, making the area a tourist destination, changing livelihoods, and preserving local culture. Meanwhile, negative impacts are found in the environmental aspect, namely land conversion, increased congestion, air pollution, flooding, and waste problems. Based on the scores obtained during the research, it shows that the externalities formed from these impacts are negative externalities with the highest score of 382.8. Abstrak. Objek wisata D’Castello merupakan salah satu objek wisata baru yang ada di Desa Cisaat. Keberadaan objek wisata D’Castello ini dapat memberikan kesempatan bagi masyarakat sekitar untuk dapat memperbaiki keadaan ekonominya. Selain keadaan ekonomi, berdirinya objek wisata dapat berdampak terhadap keadaan sosial budaya, maupun keadaan lingkungan. Dampak tersebut dapat menimbulkan eksternalitas positif maupun eksternalitas negatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dampak dari adanya objek wisata D’Castello, menganalisis eksternalitas yang terbentuk, serta besaran nilai eksternalitas dari dampak tersebut. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara dan penyebaran kuesioner, sedangkan data sekunder diperoleh dari publikasi pemerintah, internet, dan sejenisnya. Alat analisis yang digunakan yaitu menggunakan skala pengukuran atau skala likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Objek Wisata D’Castello memberikan dampak positif terhadap aspek ekonomi berupa lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan masyarakat, membuka peluang usaha baru, meningkatkan harga lahan, dan meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Kemudian, pada aspek sosial budaya yaitu menurunkan pengangguran, peningkatan fasilitas publik, menjadikan daerah sebagai tujuan wisata, perubahan mata pencaharian, dan melestarikan budaya setempat. Sedangkan dampak negatif terdapat pada aspek lingkungan yaitu terjadinya alih fungsi lahan, kemacetan meningkat, polusi udara, banjir, dan permasalahan sampah. Berdasarkan skor yang diperoleh pada saat penelitian menunjukkan bahwa Eksternalitas yang terbentuk dari dampak tersebut adalah eksternalitas negatif dengan skor tertinggi yaitu sebesar 382,8.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Niat Penggunaan E-Commerce oleh UMKM di Kota Bandung: Pendekatan Theory of Planned Behaviour
Ranti Farihatunisa;
Ade Yunita Mafruhat
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29313/bcses.v3i2.8239
Abstract. E-commerce, as part of e-business, provides opportunities for MSMEs to overcome challenges such as funding, marketing, raw materials, labor, and distribution as well as transportation. This study aims to explore the factors influencing the intention to use e-commerce among Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) using the Theory of Planned Behaviour. This research employs a quantitative method with an explanatory research approach. Data was collected through purposive sampling from 100 MSMEs in Bandung City that utilize e-commerce in their business operations. Descriptive analysis and SmartPLS 4.0 were used to analyze the data. The findings indicate that MSMEs in Bandung City exhibit a positive attitude towards e-commerce, demonstrating a strong intention to utilize it in their business operations. Subjective norm, reflecting the views and expectations of individuals' social environment, has the most significant influence on the intention to use e-commerce, emphasizing the importance of support and positive encouragement from family, colleagues, business partners, and the community. Perceived behavior control, which refers to individuals' beliefs about their control over using e-commerce, also plays a crucial role in shaping the intention to use e-commerce among MSMEs in Bandung City. Abstrak. E-commerce, sebagai bagian dari e-business, memberikan peluang bagi UMKM untuk mengatasi tantangan seperti permodalan, pemasaran, bahan baku, ketenagakerjaan, dan distribusi serta transportasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi faktor-faktor yang mempengaruhi niat penggunaan e-commerce oleh Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menggunakan Teori Perilaku Terencana. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan eksplanatori. Data dikumpulkan melalui purposive sampling terhadap 100 UMKM di Kota Bandung yang menggunakan e-commerce dalam bisnis mereka. Analisis deskriptif dan SmartPLS 4.0 digunakan untuk menganalisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UMKM di Kota Bandung memiliki sikap positif terhadap e-commerce, yang menunjukkan niat yang kuat untuk memanfaatkannya dalam operasional bisnis mereka. Norma subjektif, yang mencerminkan pandangan dan harapan lingkungan sosial individu, memiliki pengaruh paling signifikan terhadap niat penggunaan e-commerce, menekankan pentingnya dukungan dan dorongan positif dari keluarga, rekan kerja, mitra bisnis, dan masyarakat. Kendali perilaku yang dirasakan, yang merujuk pada keyakinan individu tentang kendali mereka dalam menggunakan e-commerce, juga memainkan peran penting dalam membentuk niat penggunaan e-commerce oleh UMKM di Kota Bandung.
Pengaruh Produk Domestik Bruto, Nilai tukar dan Inflasi Terhadap Neraca Perdagangan Negara-negara di Asia Tenggara Tahun 2019-2021
Nabila Savira;
Ima Amaliah
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29313/bcses.v3i2.8268
Abstract. Southeast Asia is the fifth highest region experiencing the world's highest cases of Covid-19 where a total of 60,560,089 people were confirmed positive and a total of 801,013 people died. This condition turned out to have an effect on economic growth in Southeast Asia which was in second place which experienced a global economic contraction due to the Covid-19 Pandemic outbreak in 2019-2021. One of the contributors to economic growth is the trade balance. The trade balance in international trade provides information on the amount of export and import values ​​that occur in a certain period. The Southeast Asia region in particular must be able to stabilize its trade balance position and be able to compete with other commodities in the international trade market. However, the value of the trade balance in Southeast Asian countries in 2019-2021 actually experienced fluctuations until it contracted negatively. Economic growth will be successful if it is supported by the level of trade balance in increasing the export of an international trade. This study aims to identify how GDP, exchange rate and inflation affect the trade balance in Southeast Asian countries and measure how much influence GDP, exchange rate and inflation have on the trade balance in Southeast Asian countries. The method used in this study is a quantitative method with data processing techniques, namely the panel data regression model and the analysis tool, namely Eviews-12. The results showed that the Gross Domestic Product variable has a positive and significant influence on the trade balance. Furthermore, the Exchange Rate variable does not have a significant effect on the trade balance. The inflation variable has a significant influence on the trade balance in Southeast Asian countries. Keywords: Covid-19 Pandemic, Trade Balance, GDP, Exchange Rate and Inflation. Abstrak. Asia Tenggara merupakan wilayah ke lima tertinggi yang mengalami kasus Covid- 19 tertinggi dunia dimana total yang terkonfirmasi positif sebesar 60.560.089 orang dan total yang meninggal sebanyak 801.013 orang. Kondisi ini ternyata berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi di Asia Tenggara yang menduduki posisi ke dua yang mengalami kontraksi ekonomi global akibat wabah Pandemi Covid-19 di tahun 2019-2021. Penyumbang pertumbuhan ekonomi salah satunya adalah neraca perdagangan. Neraca perdagangan dalam perdagangan internasional memberikan informasi besarnya nilai ekspor dan nilai impor yang terjadi dalam suatu periode tertentu. Wilayah Asia Tenggara khususnya harus dapat menstabilkan posisi neraca perdagangan nya dan dapat bersaing dengan komoditas-komoditas lainnya di pasar perdagangan internasional. Namun, nilai neraca perdagangan di negara-negara Asia Tenggara pada tahun 2019-2021 justru mengalami fluktuasi sampai berkontraksi negatif. Pertumbuhan ekonomi akan berhasil apabila didukung dengan tingkat neraca perdagangan dalam peningkatan ekspor suatu perdagangan internasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bagaimana pengaruh PDB, Nilai tukar dan Inflasi terhadap neraca perdagangan di negara-negara Asia Tenggara dan mengukur berapa besar pengaruh PDB, Nilai tukar dan Inflasi terhadap neraca perdagangan di negara-negara Asia Tenggara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan teknik pengolahan data yaitu panel data regression model serta alat analisisnya yaitu Eviews- 12. Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel Produk Domestik Bruto memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap neraca perdagangan. Selanjutnya variabel Nilai Tukar tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap neraca perdagangan. Variabel Inflasi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap neraca perdagangan di negara-negara Asia Tenggara. Kata Kunci: Pandemi Covid-19, Neraca Perdagangan, PDB, Nilai Tukar dan Inflasi.
Strategi Optimalisasi Potensi UMKM Kulit di Sentra Industri Kulit Sukaregang Kabupaten Garut
Rinanda Marwiyah Lukmanulhakim;
Ade Yunita Mafruhat
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29313/bcses.v3i2.8278
Abstract. The leather tanning and handicraft industry faces various challenges in marketing its products, such as the presence of very cheap imported products, inadequate use of information technology, payment issues, difficulty in obtaining raw materials, and difficulty in innovating. To optimize leather UMKM in Sukaregang, Garut Regency, research was conducted to identify strengths, weaknesses, opportunities, and challenges faced and to find the right strategies to address these issues. This was a qualitative descriptive research conducted from December 2022 to April 2023, with the research sample being leather UMKM in the Leather Industry Center of Sukaregang, Garut Regency, taken with a probability sampling and stratified random sampling technique of 10% of the population. Data were analyzed using IFAS and EFAS matrices and SWOT matrices. The results showed that technology was the main factor that was the strength of UMKM, but the main weakness was the low technology for small UMKM. The biggest opportunity was government support through the Cooperative and SME Office for UMKM development, while the biggest threat was trade liberalization. Therefore, aggressive strategies could be applied through collaboration with the local government, provision of capital assistance, online product marketing, and promotion of the Leather Industry Center of Sukaregang, Garut Regency as a shopping tourism destination. This aims to develop product quality so that Garut Sukaregang leather products can be exported and production scale can be increased. Abstrak. Industri penyamakan dan kerajinan kulit menghadapi berbagai tantangan dalam memasarkan produknya, seperti adanya produk impor yang sangat murah, kurangnya pemanfaatan teknologi informasi, permasalahan pembayaran, kesulitan mendapatkan bahan baku, dan kesulitan dalam berinovasi. Untuk mengoptimalkan UMKM kulit di Sukaregang Kabupaten Garut, penelitian dilakukan untuk mengetahui kekuatan, kelemahan, peluang, serta tantangan yang dihadapi dan mencari strategi yang tepat dalam menghadapi permasalahan tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang dilakukan pada Desember 2022 hingga April 2023 dengan sampel penelitian adalah UMKM kulit di Sentra Industri Kulit Sukaregang Kabupaten Garut diambil dengan teknik probability sampling dan stratified random sampling sebanyak 10%. Data dianalisis menggunakan Matriks IFAS dan EFAS dan Matriks SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi adalah factor utama yang menjadi kekuatan UMKM tersebut, namun kelemahan utamanya adalah rendahnya teknologi bagi UMKM kecil. Peluang terbesarnya adalah dukungan pemerintah melalui Dinas Koperasi dan UKM untuk pengembangan UMKM, sedangkan ancaman terbesarnya adalah liberalisasi perdagangan. Oleh karena itu, strategi agresif dapat diterapkan melalui kerjasama dengan pemerintah daerah, penyediaan bantuan permodalan, pemasaran produk secara online, dan promosi Sentra Industri Kulit Sukaregang Kabupaten Garut sebagai tempat wisata belanja oleh-oleh. Ini bertujuan untuk mengembangkan kualitas produk agar produk kulit Sukaregang Kabupaten Garut dapat diekspor dan meningkatkan skala produksi.
Strategi Pengembangan Industri Keramik di Kabupaten Purwakarta dalam Perluasan Ekspor
Shofira Ainun Rahmah;
Ria Haryatiningsih
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29313/bcses.v3i2.8320
Abstract. The ceramic industry is one of the leading products of Purwakarta Regency. The ceramic industry in Purwakarta Regency is facing challenges in export production which has decreased due to the Covid-19 pandemic that hit causing economic sluggishness in the ceramic industry. To develop the ceramic industry in Purwakarta Regency, it is necessary to know the strengths, opportunities, aspirations and expected results and find the right strategy in dealing with these problems. The research method used in this research is descriptive of the quality of tatif. The research analysis used is SOAR (Strength, Opportunities, Aspirations, Results). The data used are primary and secondary data. The results of the research obtained that became the strength of the Purwakarta Regency Ceramics Industry were the establishment of UPTD Ceramics Research and Development, the reason was the existence of good infrastructure, aaspiration was the existence of training to improve the skills of craftsmen on an ongoing basis andthat became the desired result namely the increase in exports of Purwakarta ceramics, the increase in income of Purwakarta ceramics business actors and the expansion of export markets abroad. Themost optimal strategy for the development of the ceramic industry in Purwakarta Regency towards the export market is the Strengths-Result (SR) strategy. Where this strategy emphasizes improving product quality and human resource quality in order to increase export demand and income of business actors and the government provides convenience in terms of licensing so that ceramic production can expand abroad and also create business opportunities and income. Abstrak. Industri keramik merupakan salah satu produk unggulan Kabupaten Purwakarta. Industri keramik di Kabupaten Purwakarta menghadapi tantangan dalam produksi ekspor yang mengalami penurunan yang disebabkan oleh pandemi Covid-19 yang melanda menyebabkan kelesuan ekonomi di industri keramik. Untuk mengembangkan industri keramik di Kabupaten Purwakarta maka perlu mengetahui kekuatan, peluang, aspirasi dan hasil yang diharapkan dan mencari strategi yang tepat dalam menghadapi permasalahan tersebut. Metode penelitian yang digunakan dalam pemelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Analisis penelitian yang digunakan adalah SOAR (Strength, Opportunities, Aspirations, Results). Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Hasil penelitian yang diperoleh yang menjadi kekuatan Industri Keramik Kabupaten Purwakarta yaitu dibentuknya UPTD Penelitian dan Pengembangan Keramik, peluangnya yaitu adanya infrastruktur yang bagus, aspirasinya yaitu adanya pelatihan untuk meningkatkan keterampilan pengrajin secara berkelanjutan dan yang menjadi hasil yang diinginkannya yaitu adanya peningkatan ekspor keramik Purwakarta, adanya peningkatan pendapatan pelaku usaha keramik Purwakarta dan meluasnya pasar ekspor di Luar Negeri. Strategi paling optimal untuk pengembangan industri keramik Kabupaten Purwakarta menuju pasar ekspor yaitu strategi Strengths-Result (SR). Dimana strategi ini menekankan pada peningkatan kualitas produk dan kualitas SDM agar terjadi peningkatan permintaan ekspor dan pendapatan pelaku usaha dan pemerintah memberikan kemudahan dalam hal perizinan sehingga produksi keramik dapat meluas di Luar Negeri dan juga terciptanya lapangan usaha serta pendapatan.