cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcses@unisba.ac.id
Phone
+6285776688054
Journal Mail Official
bcses@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series: Economics Studies
ISSN : -     EISSN : 28282558     DOI : https://doi.org/10.29313/bcses.v2i2
Core Subject : Economy,
Bandung Conference Series Economic Studies (BCSES) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Ilmu Ekonomi dan Bisnis dengan ruang lingkup Amanah, Antisipasi Bencana, Bank Umum Syariah, Belanja Daerah, Pengangguran, BMT, BOPO, BPRS, CAR, Data Envelopment Analysis. Demand, Efisiensi, Ekspektasi Inflasi, Era Digital UMKM, Etika bisnis islam, Faktor Penarik dan Migrasi Internasional, Faktor Pendorong, fathanah, FDR, Frontier Stokastik, Fungsi Produksi, Good Coorporate Governance (GCG), Hearing, Inflasi, IPM Maqashid syariah, istiqamah, Jumlah Uang Beredar, Kecukupan Modal, Konfeksi, Kualitas Aset, Lembaga Pengelola Zakat, Likuiditas. Mudharabah, NOM, NPF, Output Nasional, Nilai Tukar Jumlah, Penduduk Miskin, PAD, PDRB, Pegawai, Mudharabah, Pendayagunaan Zakat, Pengelola, Perspektif Masyarakat Inflasi, Pertumbuhan Ekonomi, Profitabilitas, Program Edukasi, Rentabilitas, RGEC, ROA, shiddiq, tabligh, Upah Minimum, Upah Strategi Pengembangan Usaha, Usaha Mikro, Zakat. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari.
Articles 267 Documents
Pengaruh Pengeluaran Pemerintah terhadap Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Riau Tahun 2012-2021 Khairunnisa Aydiawan Nasution; Nurfahmiyati
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v3i2.9472

Abstract

Abstract. The city of Tasikmalaya Economic growth can be measured by looking at the development of Gross Regional Domestic Product at constant prices (real GRDP). Riau Province has the second highest GRDP value on the island of Sumatra, but in 2020 it experienced minus economic growth and Riau Province government spending decreased in 2020 and 2021. This study aims to determine the effect of government spending on economic growth in Riau Province.The analysis technique used in this study is panel data regression analysis with the Random Fixed Model (REM) approach and uses secondary data from the Central Statistics Agency (BPS) in the form of government expenditure data and economic growth in the period 2012-2021. The results of the analysis show that the government expenditure variable has a negative and significant effect on the economic growth of Riau Province. This is because the economic sectors, namely production, distribution, consumption and economic balance affected by government spending are still less than optimal so that government spending has no effect on economic growth in Riau Province. Abstrak. Pertumbuhan ekonomi dapat diukur dengan melihat perkembangan Produk Domestik Regional Bruto atas dasar harga konstan (PDRB riil). Provinsi Riau memiliki nilai PDRB tertinggi kedua di Pulau Sumatera, namun pada tahun 2020 sempat mengalami pertumbuhan ekonomi yang minus dan pengeluaran pemerintah Provinsi Riau mengalami penurunan pada tahun 2020 dan 2021. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengeluaran pemerintah terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Riau. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi data panel dengan pendekatan Random Fixed Model (REM) dan menggunakan data sekunder yang berasal dari Badan Pusat Statistik (BPS) berupa data pengeluaran pemerintah dan pertumbuhan ekonomi dalam periode tahun 2012-2021. Hasil analisis menunjukkan bahwa variabel pengeluaran pemerintah berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Provinsi Riau. Hal ini dikarenakan sektor perekonomian yaitu produksi, distribusi, konsumsi dan keseimbangan perekonomian yang dipengaruhi oleh pengeluaran pemerintah masih kurang optimal sehingga pengeluaran pemerintah tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Riau. Kata Kunci: Pengeluaran Pemerintah, Pertumbuhan Ekonomi.
Strategi Bank Umum Syariah dalam Mengatasi Fluktuasi Makroekonomi untuk Mendukung Pembiayaan UMKM yang Berkelanjutan Yolanda Dienul Fathia; Ima Amaliah
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v3i2.9494

Abstract

Abstract. MSMEs have an important role in economic growth in Indonesia, so that financial institutions are needed as providers of venture capital to support MSME growth. Sharia Commercial Banks are financing institutions that channel funds to the public and business actors in the form of savings into credit. However, there are obstacles that affect the smooth distribution of financing, one of which is caused by macroeconomic factors as seen from the inflation rate, BI Rate and the level of economic growth. This study aims to analyze how and how much influence financial inclusion and macroeconomic indicators have on MSME financing at BUS in Indonesia. The data used in this study is secondary data using data for the 2014 – 2021 semester obtained from the official websites of the Financial Services Authority (OJK), Bank Indonesia and the Indonesian Central Bureau of Statistics. The method used is linear regression with time series data type. The results showed that the variable the rate of economic growth had a negative significant effect on MSME financing at BUS in Indonesia. On the other hand, the BI Rate and inflation variables had no significant effect. The magnitude of the influence of the independent variables on the dependent variable was 55.01%, while the remaining 44.99% was explained by variables not disclosed in this study. By knowing how macroeconomics influence MSME financing at BUS in this study, it becomes input for increasing the amount of financing. In addition, BUS needs to consider liquidity management and decision making using monetary instruments. Abstrak. UMKM memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi di Indonesia, sehingga dibutuhkan lembaga keuangan sebagai penyedia modal usaha untuk mendukung pertumbuhan UMKM. Bank Umum Syariah (BUS) adalah lembaga pembiayaan yang menyalurkan dana kepada masyarakat dan pelaku usaha dalam bentuk simpanan menjadi kredit. Namun terdapat kendala yang mempengaruhi kelancaran penyaluran pembiayaan salah satunya disebabkan oleh faktor ekonomi makro yang dilihat dari tingkat inflasi, BI Rate dan tingkat pertumbuhan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana dan seberapa besar pengaruh inklusi keuangan dan indikator ekonomi makro terhadap pembiayaan UMKM pada BUS di Indonesia. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dengan menggunakan data semester 2014 – 2021 yang diperoleh dari situs resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia dan Badan Pusat Statistik. Metode yang digunakan adalah regresi linier dengan tipe data time series. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel inflasi dan laju pertumbuhan ekonomi berpengaruh signifikan terhadap pembiayaan UMKM pada BUS di Indonesia, namun variabel BI Rate tidak berpengaruh signifikan. Besarnya pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat sebesar 55,01%, sedangkan sisanya sebesar 44.99% dijelaskan oleh variabel yang tidak diungkapkan dalam penelitian ini. Dengan mengetahui bagaimana pengaruh ekonomi makro terhadap pembiayaan UMKM pada BUS dalam penelitian ini menjadi masukan untuk meningkatkan jumlah pembiayaan. Selain itu, BUS perlu mempertimbangkan pengelolaan likuiditas dan pengambilan keputusan dengan menggunakan instrumen moneter.
Dampak Corporate Social Responsibility Pt Pupuk Kujang Terhadap Kesejahteraan Kelompok Tani Kampung Nanasku Desa Sarireja Kecamatan Jalancagak Kabupaten Subang Tea Aprilla; Dewi Rahmi
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v3i2.9504

Abstract

Abstract. Global warming and sustainable economic development are closely linked to the SDGs. Sustainable development is an effort to drive change towards development that focuses on human rights and equality. In achieving these goals, companies and governments develop programs of concern for society, including through corporate social responsibility programs. (CSR). This research uses descriptive quantitative methods. The sampling of the pineapple village farm group was done in a total sample, which is the same sample-taking technique as the population. The data collection techniques used are questionnaires, interviews, and documentation. Technical data analysis using the likert scale. CSR programs have a positive impact on the well-being of peasant groups with increased incomes, quality of food consumption, access to education, and family health. The program plays an important role in improving the well-being and quality of life of farmers as a whole. Abstrak. Pemanasan global dan pembangunan ekonomi berkelanjutan memiliki keterkaitan yang erat dengan tujuan-tujuan SDGs. Pembangunan berkelanjutan merupakan upaya untuk mendorong perubahan menuju pembangunan yang berfokus pada hak asasi manusia dan kesetaraan. Dalam mencapai tujuan tersebut, perusahaan dan pemerintah mengembangkan program-program kepedulian terhadap masyarakat, termasuk melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Pengambilan sampel kelompok tani kampung nanasku dilakukan secara total sampling yaitu teknik pengambilan sampel sama dengan populasi. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu kuesioner, wawancara, dan dokumentasi. Teknis analisis data menggunakan skala likert. Program CSR berdampak positif pada kesejahteraan kelompok tani dengan peningkatan pendapatan, kualitas konsumsi makanan, akses pendidikan, dan kesehatan keluarga. Program ini memiliki peran penting dalam meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup anggota kelompok tani secara keseluruhan.
Dampak Industri Pengolahan Nanas PT Great Giant Pineapple Terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat Desa Lempuyang Bandar Kabupaten Lampung Tengah Mutiara Intan Permata; Ade Yunita Mafruhat
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v3i2.9515

Abstract

Abstrak. The purpose of this study is to identify the impact of the existence of the Pineapple Processing Industry, analyze the impact that is formed, and the magnitude of the value of the existing impact. The research method used in this study uses primary and secondary data. The analysis tools used are income analysis, replacement cost, and cost of illness. The results showed that the pineapple processing industry had a positive impact on its economic and social aspects. The impact from the economic side is in the form of increasing people's income, helping to increase Central Lampung's GRDP, employment, opening new business opportunities in the community. The impact from the social side is in the form of improving the quality of human resources, many public facilities are built such as health clinics, educational facilities, and places of worship. Abstrak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dampak dari adanya Industri Pengolahan Nanas, menganalisis dampak yang terbentuk, serta besaran nilai dari dampak yang ada. Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder. Alat analisis yang digunakan yaitu analisis pendapatan, replacement cost, dan cost of illness. Hasil penelitian menunjukkan bahwa industri pengolahan nanas memberikan dampak positif terhadap aspek ekonomi dan sosialnya. Dampak dari sisi ekonomi berupa peningkatan pendapatan masyarakat, membantu dalam peningkatan PDRB Lampung Tengah, penyerapan tenaga kerja, membuka peluang usaha baru di tengah masyarakat. Dampak dari sisi sosialnya berupa meningkatkan kualitas sumber daya manusia, banyak dibangun fasilitas umum seperti klinik kesehatan, sarana pendidikan, dan tempat ibadah
Peran Kelompok Tani Untuk Meningkatkan Kesejahteraan Petani di Desa Mekarwangi Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat yukeu sumiati; Dewi Rahmi
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v3i2.9584

Abstract

Abstract. Farmer groups are formed to facilitate the acquisition of agricultural inputs such as fertilizers, seeds and medicines, and the price of agricultural products can be decided together with the farmer group. Gapoktan was formed to address common agricultural problems and to strengthen farmers' bargaining power in the input market and domestic products in response to government programs that require farmer groups. After the government program is over, farmers stop joining farmer groups. The purpose of the study was to determine the role of farmer groups to improve the welfare of farmers in Mekarwangi village. The research method is descriptive combined with quantitative methods using basic data obtained by distributing questionnaires to respondents from 30 farmer groups. Analysis used quantitative methods by evaluating the results of respondents' questionnaires with a Likert scale. Based on research on 30 respondents, the gapoktan plays an important role for welfare with indicators of increased income, family education, health, housing and transportation improvements. Keywords: The role of farmer group, Farmer welfare, Horticulture. Abstrak. Kelompok tani dibentuk untuk memfasilitasi perolehan input pertanian seperti pupuk, bibit dan obat-obatan, selain itu harga hasil pertanian dapat diputuskan bersama dengan kelompok tani. Gapoktan dibentuk untuk mengatasi masalah umum pertanian dan untuk memperkuat daya tawar petani di pasar input dan produk dalam negeri menanggapi program pemerintah yang membutuhkan kelompok tani. Sesudah program pemerintah selesai, petani berhenti bergabung dengan gapoktan. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui peran kelompok tani untuk meningkatkan kesejahteraan petani di desa Mekarwangi. Metode penelitian yaitu deskriptif dipadukan dengan metode kuantitatif menggunakan data dasar yang diperoleh dengan menyebarkan kuesioner kepada responden dari 30 kelompok petani. Analisis digunakan metode kuantitatif dengan mengevaluasi hasil kuesioner responden dengan skala Likert. Berdasarkan penelitian terhadap 30 responden, menyatakan gapoktan berperan penting untuk kesejahteraan dengan indikator peningkatan pendapatan, pendidikan keluarga, kesehatan, perbaikan tempat tinggal dan transportasi. Kata Kunci: Peran kelompok tani, Kesejahteraan petani, Hortikultura.
Peran Corporate Social Responsibility dalam Meningkatkan Kesejahteraan Penyandang Disabilitas (Studi Kasus CSR PT Bio Farma) Izzadilla Hidayanu Pratiwi; Dewi Rahmi
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v4i1.9605

Abstract

Abstract. CSR PT Bio Farma created an empowerment program for people with disabilities as a form of corporate concern to improve welfare, so that they can participate in achieving sustainable development without any parties being left out, including people with disabilities. The purpose of this research is to find out the role of Corporate Social Responsibility in improving the welfare of persons with disabilities. The research method used is descriptive qualitative. This type of research is a case study. The data source used in this research is primary data. The informants in this research are the head of the partnership and environment section of PT Bio Farma and the Group of Persons with Disabilities assisted by PT Bio Farma CSR. The results of this study indicate that there is a positive impact felt by persons with disabilities who participate in the empowerment program for persons with disabilities carried out by CSR PT Bio Farma. The positive impact can be seen from the results of the beneficiaries' statements on the indicators of the welfare of persons with disabilities on a. Increased Skills and Knowledge, b. Access to Employment Opportunities, c. Income, d. Social Support. Social Support. This program has helped people with disabilities in improving the welfare and better quality of life of people with disabilities. Abstrak. CSR PT Bio Farma membuat program pemberdayaan untuk penyandang disabilitas sebagai bentuk kepedulian perusahaan untuk meningkatkan kesejahteraan, sehingga dapat berpartisipasi dalam mencapai pembangunan berkelanjutan tanpa ada pihak yang ditinggalkan termasuk penyandang disabilitas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana peran Corporate Social Responsibility dalam meningkatkan kesejahteraan penyandang disabilitas. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Jenis penelitian ini yaitu studi kasus. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data primer. Informan pada penelitian ini yaitu kepala seksi kemitraan dan lingkungan PT Bio Farma dan Kelompok Penyandang Disabilitas binaan CSR PT Bio Farma. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya dampak positif yang dirasakan penyandang disabilitas yang mengikuti program pemberdayaan penyandang disabilitas yang dilakukan CSR PT Bio Farma. Dampak positif terlihat dari hasil pernyataan penerima manfaat terhadap indikator kesejahteraan penyandang disabilitas pada: a. Peningkatan Keterampilan dan Pengetahuan, b. Akses Kesempatan Kerja, c. Pendapatan, d. Dukungan Sosial. Program ini telah membantu penyandang disabilitas dalam meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup penyandang disabilitas yang lebih baik.
Peluang Transformasi Pekerja Informal Menuju Pekerja Formal Di Kota Bandung Anita Yuliani Andini; Ade Yunita Mafruhat
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v4i1.9710

Abstract

Indonesia is still undergoing stages or processes to build a better economy so that it becomes a developed country. Labor has an important role in the economic development process. Government policies in infrastructure and governance, labor are key factors that can encourage and accelerate the rise and fall of an economy's competitiveness. In Indonesia, workers are divided into 2, namely formal workers and informal workers. The method in this research is quantitative descriptive with primary and secondary data sources. This research explains that welfare based on consumption patterns has a negative and significant effect on the transformation of informal workers into formal workers in the city of Bandung. This value shows that when welfare is based on high consumption patterns, it will reduce the opportunity for the transformation of informal workers into formal workers in the city of Bandung. Indonesia masih mengalami tahap atau proses untuk membangun perekonomian yang lebih baik agar menjadi sebuah negara yang maju. Tenaga kerja memiliki peran penting dalam proses pembangunan ekonomi. Kebijakan pemerintah dalam infrastruktur dan governance, tenaga kerja menjadi faktor kunci yang dapat mendorong dan mempercepat naik-turunnya daya saing suatu perekonomian. Di Indonesia, pekerja di bagi menjadi 2 yaitu pekerja formal dan pekerja informal. Metode dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan sumber data primer dan sekunder. Dalam penelitian ini menjelaskan bahwa kesejahteraan berdasarkan pola konsumsi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap transformasi pekerja informal menuju pekerja formal di Kota Bandung. Nilai tersebut menunjukkan ketika kesejahteraan berdasarkan pola konsumsi tinggi, maka akan menurunkan peluang transformasi pekerja informal menuju pekerja formal di Kota Bandung.
Faktor-Faktor yang Menentukan Preferensi Mahasiswa untuk Berwirausaha sahwa setia sanggita; Dewi Rahmi
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v4i1.9711

Abstract

Abstract. Students in Indonesia have a lot of potential that can be processed and developed both from a creative perspective, however, with limited job opportunities and the difficulty of breaking through to standardization, companies in Indonesia have not been able to eradicate Indonesia from the problems of poverty and unemployment. Indonesia really needs entrepreneurs on a large scale. This research was conducted to determine the preferences of students at Bandung Islamic University in entrepreneurship, what factors determine student preferences for entrepreneurship and the dominant factors that determine student preferences for entrepreneurship. The research method in this research uses quantitative descriptive research on a Likert scale. Data collection techniques were carried out by conducting interviews with managers in the entrepreneurship sector and distributing questionnaires via Google Form to students at Bandung Islamic University. The results of this research found that the majority of students' preference was for entrepreneurship, of which 82 respondents tended to choose entrepreneurship or had a preference for entrepreneurship over becoming employees. The factors that determine student preferences are motivation, interest and environment. Where the most dominant factor determining preference is motivation which is shown by the highest total score of 334. Abstrak. Mahasiswa di Indonesia memiliki banyak potensi yang dapat diolah dan dikembangkan baik dari segi kreatif, akan tetapi dengan keterbatasan lapangan pekerjaan serta sulitnya menembus standarisasi suatu perusahaan yang ada di Indonesia belum mampu mengentaskan Indonesia dari permasalahan kemiskinan dan pengangguran. Indonesia sangat membutuhkan keberadaan para wirausaha dalam skala besar. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui preferensi mahasiswa di universitas islam bandung dalam berwirausaha, faktor apa saja yang menentukan preferensi mahasiswa berwirausaha dan faktor dominan yang menentukan preferensi mahasiswa berwirausaha. Metode penelitian dalam penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kuantitatif berskala likert. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan melakukan wawancara kepada pengelola bidang kewirausahaan dan penyebaran kuisioner melalui google form kepada mahasiswa di Universitas Islam Bandung. Hasil penelitian ini ditemukan bahwa sebagian besar preferensi mahasiswa untuk berwirausaha, yang dimana 82 responden cenderung memilih berwirausaha atau memiliki preferensi berwirausaha dibandingkan menjadi pegawai. Faktor yang menentukan preferensi mahasiswa tersebut yaitu motivasi, minat dan lingkungan. Dimana faktor yang paling dominan menentukan preferensi adalah motivasi yang ditunjukkan nilai total skor tertinggi yaitu sebesar 334.
Analisis Resource-Based View dalam Pengembangan Pariwisata Berbasis BUM Desa Faridah Rahman; Asnita Frida B.R Sebayang
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v4i1.9923

Abstract

Abstract. Cibiru Wetan Village and Cipamekar Village utilize natural resources for village tourism. Cipamekar Village's Sirah Cipelang Spring is still under development, while Cibiru Wetan Village already holds the title of a tourist village. This condition leads the research to a comparative analysis between the two villages through the resource base of Cipamekar Village and Cibiru Wetan Village. This research is descriptive qualitative research using a resource-based view through a case study approach, through VRIO (Valuable, Rare, Imitability, Organisation) analysis to identify the competitive advantage of Cipamekar Village by looking at Cibiru Wetan Village as a competitor. The data used in this study are primary and secondary. The results show that Cibiru Wetan Village has stronger tangible resources, intangible resources, and capabilities than Cipamekar Village. All of these resources can create opportunities for Cipamekar Village to benefit economically. On the other hand, Cipamekar Village does not have regulations for organizing resources and capabilities. The competitive advantage of Cipamekar Village is the natural resources in the form of Sirah Cipelang Spring and cooperation with third parties. Abstrak. Desa Cibiru Wetan dan Desa Cipamekar memanfaatkan sumber daya alam sebagai wisata desa. Objek wisata Mata Air Sirah Cipelang yang dimiliki Desa Cipamekar masih dalam tahap pengembangan, sementara Desa Cibiru Wetan sudah menyandang titel desa wisata. Kondisi tersebut membawa penelitian pada analisis komparatif antara kedua desa tersebut melalui basis sumber daya yang dimiliki oleh Desa Cipamekar dan Desa Cibiru Wetan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sumber daya berwujud (tangible assets), sumber daya tidak berwujud (intangible assets), dan kapabilitas (capability), serta keunggulan kompetitif yang dimiliki oleh Desa Cipamekar. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sumber daya dan kapabilitas Desa Cipamekar guna memunculkan keunggulan kompetitif dalam pengembangan wisata desa. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan resource-based view melalui pendekatan studi kasus, melalui analisis VRIO (Valuable, Rare, Imitability, Organization) untuk mengidentifikasi keunggulan kompetitif Desa Cipamekar dengan melihat Desa Cibiru Wetan sebagai pesaing. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Desa Cibiru Wetan mempunyai sumber daya berwujud, sumber daya tidak berwujud, dan kapabilitas yang lebih kuat dibandingkan Desa Cipamekar. Seluruh sumber daya mampu memunculkan peluang bagi Desa Cipamekar untuk mendapatkan keuntungan secara ekonomis. Pada sisi lain Desa Cipamekar belum memiliki regulasi dalam mengorganisir sumber daya dan kapabilitas. Keunggulan kompetitif yang dimiliki oleh Desa Cipamekar ialah sumber daya alam berupa Mata Air Sirah Cipelang dan menjalin kerja sama dengan pihak ketiga.
Potensi Penerapan Sistem Circular Economy Pada Industri Tempe Di Lingkungan Sambilawang Kelurahan Cibeber Rista Ayu Ningtias; Asnita Frida B.R Sebayang
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v4i1.9926

Abstract

Abstract. The concept of a circular economy is an economic model in which consumed goods can be recycled through the 5R principle. It can be seen in the context of achieving the goals of sustainable development. Countries are strengthening their commitments and efforts through the implementation of circular economies in economic, social, and environmental issues through low-carbon development. This research aims to learn about the application of 5R (Reduce, Reuse, Recycle, Refurbish, and Renew), how the waste treatment systems exist in the Sambilawang environment, and what the potential of waste treatment in the tempe industry is based on 5R (Reduce, Reuse, Recycle, Refurbish, and Renew). This research uses quantitative methods. The analysis used in this research is descriptive analysis. The data used in this study is primary data. The research tools used in this research are observations, questionnaires, and interviews. This research data collection technique uses a Likert scale. The results of this research show that the implementation of a circular economy in the tempe industry in the Sambilawang environment has been done quite well, but its implementation is not yet optimal. This can be seen from the average score for each 5R principle: for the reduce principle, the average score was 2.96 (quite good), for the reuse principle, the average score was 3.27 (fairly good), for the recycle principle, the average score was 2.48 (not good), then for the refurbish principle, with an average score of 3.61 (good), and for the renew principle, with an average score of 3.14 (fairly good). The overall average score of the 5R principles is 3.08. If this score is included in the categorization, it will fall into the quite good category. Abstrak. Konsep ekonomi sirkular adalah model ekonomi dimana barang yang sudah dikonsumsi dapat diolah kembali melalui prinsip 5R. Hal itu dapat dilihat dalam rangka pemenuhan target tujuan pembangunan berkelanjutan. Negara-negara memperkuat komitmen dan upaya melalui implementasi ekonomi sirkular dalam permasalah ekonomi, sosial, dan lingkungan melalui pembangunan rendah karbon. Semakin menguatnya mengenai pandangan tentang strategi pembangunan, bahwa dalam mewujudkannya pembangunan berkelanjutan dengan menerapkan sistem ekonomi sirkular. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan 5R (Reduce, Reuse, Recycle, Refurbish, dan Renew), bagaimana sistem pengolahan limbah yang ada di Lingkungan Sambilawang, dan untuk mengetahui potensi apa saja dari pengolahan limbah pada industri tempe berdasarkan 5R (Reduce, Reuse, Recycle, Refurbish, dan Renew). Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis deskriptif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer. Instrumen penelitian dalam penelitian ini yaitu menggunakan observasi, kuesioner, dan wawancara. Teknik pengumpulan data penelitian ini menggunakan skala likert. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan ekonomi sirkular pada industri tempe di Lingkungan Sambilawang adalah sudah cukup baik dilakukan tetapi belum optimal dalam penerapannya. Hal itu dapat dilihat dari skor rata-rata tiap prinsip 5R, pada prinsip reduce dengan skor rata-rata sebesar 2,96 (cukup baik), untuk prinsip reuse skor rata-rata sebesar 3,27 (cukup baik), pada prinsip recycle skor rata-rata sebesar 2,48 (tidak baik), selanjutnya prinsip refurbish dengan skor rata-rata 3,61 (baik), dan prinsip renew dengan skor-rata-rata sebesar 3,14 (cukup baik). Skor rata-rata keseluruhan dari prisip 5R sebesar 3,08. Skor tersebut jika dimasukkan kedalam kategorisasi, maka masuk kedalam kategori cukup baik.