Bandung Conference Series: Economics Studies
Bandung Conference Series Economic Studies (BCSES) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Ilmu Ekonomi dan Bisnis dengan ruang lingkup Amanah, Antisipasi Bencana, Bank Umum Syariah, Belanja Daerah, Pengangguran, BMT, BOPO, BPRS, CAR, Data Envelopment Analysis. Demand, Efisiensi, Ekspektasi Inflasi, Era Digital UMKM, Etika bisnis islam, Faktor Penarik dan Migrasi Internasional, Faktor Pendorong, fathanah, FDR, Frontier Stokastik, Fungsi Produksi, Good Coorporate Governance (GCG), Hearing, Inflasi, IPM Maqashid syariah, istiqamah, Jumlah Uang Beredar, Kecukupan Modal, Konfeksi, Kualitas Aset, Lembaga Pengelola Zakat, Likuiditas. Mudharabah, NOM, NPF, Output Nasional, Nilai Tukar Jumlah, Penduduk Miskin, PAD, PDRB, Pegawai, Mudharabah, Pendayagunaan Zakat, Pengelola, Perspektif Masyarakat Inflasi, Pertumbuhan Ekonomi, Profitabilitas, Program Edukasi, Rentabilitas, RGEC, ROA, shiddiq, tabligh, Upah Minimum, Upah Strategi Pengembangan Usaha, Usaha Mikro, Zakat. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari.
Articles
267 Documents
Strategi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Dalam Pengembangan Ekonomi Masyarakat Berbasis Potensi Lokal
Maulfy Aulia Putri;
Aan Julia
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29313/bcses.v4i1.10568
Abstract. Village development is important in achieving the welfare of rural communities. The government gives villages the authority to manage their areas independently through the development of village economic instituions, namely BUMDes. Pagerwangi village as the object of this research has many economic potentials, one of which is home industry. However, the existence of BUMDes in Pagerwangi Village has not been able to integrate and lift the local economic potential of the surrounding community. The purpose of the study was to identify communities using the application of the SOAR model. This study used descriptive qualitative research method. The type of data used consists of primary data obtained through interviews and observations. Meanwhile, secondary data are obtained from RPJMDes documents, regulations, and literature. The results showed that the management of BUMDes in Pagerwangi Village has been superior in terms of Management, and opportunities for economic development of the local community have existed through the Village Shop and Smart Asset Business programs. The productive community expects the role of BUMDes will help marketing and capital and others. While the results is the creation of an increase in local community income and community economy based on local potential. Through the SOAR model, it was found that the strategies that can be proposed are 1) Optimizing village shop units and Smart Asset Business programs, 2) Providing business capital assistance program services, 3) Opening PIRT permit creation programs. Abstrak. Pembangunan desa merupakan hal penting dalam mencapai kesejahteraan masyarakat desa. Pemerintah memberi kewenangan desa untuk mengelola daerahnya secara mandiri melalui pembangunan lembaga ekonomi desa yaitu BUMDes. Desa Pagerwangi sebagai objek penelitian ini memiliki banyak potensi ekonomi salah satunya ialah home industry. Namun keberadaan BUMDes di Desa Pagerwangi ini belum mampu mengintegrasikan dan mengangkat potensi ekonomi lokal masyrakat sekitarnya. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi strategi yang efektif untuk BUMDes dapat mengembangkan ekonomi masyarakat potensi lokal dengan menggunakan aplikasi model SOAR. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Jenis data yang digunakan terdiri dari data primer yang diperoleh melalui wawncara dan observasi. Sedangkan data sekunder diperoleh dari dokumen RPJMDes, peraturan-peraturan, serta literur-literatur.Hasil penelitian menunjukan bahwa pengelolaan BUMDes di Desa Pagerwangi telah unggul dari aspek Manajemen, dan peluang pengembangan ekonomi masyarakat setempat telah ada melalui program Toko Desa dan Smart Asset Business. Masyarakat produktif mengharapkan peran BUMDes akan membantu pemasaran dan permodalan dan lainnya. Sedangkan results nya adalah terciptanya peningkatan pendapatan masyarakat lokal dan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal. Melalui model SOAR ditemukan bahwa strategi yang dapat diusulkan adalah 1) Mengoptimalisasikan unit toko desa dan program Smart Asset Business, 2) Menyediakan layanan program bantuan modal usaha, 3) Membuka program pembuatan izin PIRT.
Pengaruh Rata-Rata Lama Sekolah, Jumlah Dokter, dan PDB terhadap Angka Harapan Hidup di Indonesia Tahun 2010-2022
Irfan Ramadhan;
Ima Amaliah
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29313/bcses.v4i1.10670
Abstract. Life expectancy is a popular issue in developing countries, including Indonesia. Life expectancy is measured by the quality of health, average years of schooling and GDP in a country. During 2010-2022 life expectancy in Indonesia tended to decrease. The purpose of this study is to identify and analyze the effect of average years of schooling, number of doctors and GDP on life expectancy in Indonesia in 2010-2022. The research uses descriptive and verification quantitative approaches. The data used is secondary data on average years of schooling, number of doctors, and GDP derived from Statistics Indonesia publications of the Central Bureau of Statistics for various time periods. The data analysis method uses Ordinary Least Square. The results of this study found that the variables that partially affect life expectancy in Indonesia are the number of doctors and GDP. While the average length of schooling data partially has no effect on life expectancy in Indonesia. This happens because the average length of schooling in Indonesia is only 7-8 years or junior high school level, even though the government's target is 12 years of compulsory education or high school equivalent. Abstrak. Angka Harapan Hidup menjadi isu populer di negara terkembang, termasuk Indonesia. Angka Harapan Hidup diukur dari bagaimana kualitas kesehatan, rata-rata lama sekolah dan PDB di suatu negara. Selama tahun 2010-2022 angka harapan hidup di Indonesia cenderung mengalami penurunan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis pengaruh rata-rata lama sekolah, jumlah dokter dan PDB terhadap tangka harapan hidup di Indonesia tahun 2010-2022. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dan verifikatif. Data yang digunakan adalah data sekunder rata-rata lama sekolah, jumlah dokter, dan PDB yang berasal dari statistic Indonesia publikasi Badan Pusat Statistik berbagai periode waktu. Metode analisis data menggunakan Ordinary Least Square. Hasil penelitian ini menemukan bahwa variabel yang secara parsial berpengaruh terhadap angka harapan hidup di Indonesia adalah jumlah dokter dan PDB. Sedangkan data rat-rata lama sekolah secara parsial tidak berpengaruh terhadap angka harapan hidup di Indonesia. Ini terjadi karena rata-rata lama sekaolah di Indonesia baru 7-8 tahun atau level SMP, padahal target pemerintah adalah wajib belajar 12 tahun atau setara SMA.
Strategi Pengembangan Desa Wisata Mukapayung Kabupaten Bandung Barat
Wilda Nabiyah;
Dewi Rahmi
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29313/bcses.v4i1.10709
Abstract. The tourism sector is a sector that has the potential to be developed as a source of regional income with tourism development carried out by the government with the aim of improving the welfare of the community and the country. The qualitative research method used data collection techniques, namely observation, interviews, documentation and using SWOT analysis as an analysis method to determine the strongest strategy for developing the Mukapayung tourist village. Based on the research results, it was found that the strength of Wista Mukapayung Village is that it has a beautiful natural panorama, is located in a mountainous area, has fertile natural potential and is suitable for agrotourism development, has additional attractions in the form of a games arena, has a tourism awareness group organization (Pokdarwis), and has attractions. culture and education. Furthermore, the biggest opportunity for the Mukapayung tourist village is a form of program to increase economic development in rural areas, to become a form of program to preserve local nature, to get support from the local government in developing local tourism and to have the number of tourist visits which always increases every year. Abstrak. Sektor pariwisata merupakan sektor yang potensial untuk dikembangkan sebagai salah satu sumber pendapatan daerah dengan pembangunan pariwisata yang dilakukan pemerintah memiliki tujuan untuk mensejahterakan masyarakat dan negara. Metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu observasi, wawancara, dokumentasi dan menggunakan analisis SWOT sebagai metode analisis untuk menentukan strategi yang paling kuat untuk pengembangan desa wisata Mukapayung. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa kekuatan Desa Wista Mukapayung memiliki keindahan panorama alam yang berpotensi, berlokasi di daerah pegunungan, potensi alam yang subur dan cocok untuk pengembangan agrowisata, memiliki atraksi tambahan berupa arena permainan, memiliki organisasi kelompok sadar wisata (Pokdarwis), dan memiliki atraksi budaya dan edukasi. Selanjutnya, peluang terbesar dari Desa wisata Mukapayung salah satu bentuk program untuk meningkatkan pembangunan perekonomian di daerah pedesaan, menjadi salah satu bentuk program untuk melestarikan alam setempat, mendapatkan dukungan dari pemerintah daerah dalam pengembangan pariwisata lokal dan memiliki jumlah kunjungan wisatawan yang selalu meningkat pertahunnya.
Pengaruh Tingkat Penerimaan Teknologi E-Wallet Terhadap Perilaku Konsumtif Generasi Milenial Kota Bandung
Adiba Nuha Rabbani;
Ria Haryatiningsih
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29313/bcses.v4i1.10729
Abstract. The digital era has had an impact on society, encouraging the utilization of technology for financial transactions, especially among the millennial generation, which is more influenced by technological advancements and responsive to environmental changes. One prevalent technology in use today is E-Wallet technology, which is a part of financial technology (fintech) as a company providing financial services with a modern technological touch. Financial Technology (fintech) has evolved with the lifestyle of the community, involving technology in daily activities. The analytical method used in this research is quantitative with a descriptive approach, utilizing SmartPLS 3.0 as the tool. Sample collection technique involves purposive sampling, with 100 respondents from the millennial generation in Bandung who are users of E-Wallet technology. The measurement scale used is the Likert scale. Based on the questionnaire data processing, conclusions can be drawn regarding Perceived Ease of Use, Perceived Usefulness, Attitude Toward Using, Behavioral Intention, and Actual Use, all of which exhibit strong perceptions indicated by the intervals of strongly agree and agree. Additionally, there is a significant influence between technology acceptance and the variable of consumptive behavior, as evidenced by a T-Statistic value of 9.180. However, both variables only demonstrate a moderate relationship, as indicated by an R-Square value of 28.5%, meaning that the remaining 72.5% is influenced by other variables not covered in this study. Abstrak. Era digital memberikan dampak pada masyarakat untuk memanfaatkan teknologi sebagai transaksi keuangan terutama pada generasi milenial yang lebih terpengaruh pada perkembangan teknologi dan reaktif pada perubahan lingkungan. Salah satu teknologi yang marak dipakai saat ini ialah teknologi E-Wallet yang merupakan bagian dari financial technology (fintech) sebagai perusahaan penyedia jasa keuangan dengan sentuhan teknologi modern. Financial Technology (fintech) berkembang dengan adanya gaya hidup masyarakat yang melibatkan teknologi pada aktivitas sehari-hari. Metode analisis dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif serta menggunakan alat SmartPLS 3.0. Teknik pengumpulan sampel menggunakan purposive sampling atau sampel bertujuan, yaitu sebanyak 100 responden generasi milenial Kota Bandung pengguna teknologi E-Wallet. Skala pengukuran yang dipakai ialah dengan skala likert. Berdasarkan pengolahan data kuesioner maka dapat diperoleh kesimpulan yaitu pada Perceived Ease of Use, Perceived Usefulness, Attitude Toward Using, Behavioral Intention, dan Actual Use memiliki persepsi kuat yang ditunjukkan pada interval sangat setuju dan setuju. Selain itu, terdapat pengaruh yang signifikan antara penerimaan teknologi terhadap variabel perilaku konsumtif yang ditandai dengan nilai T-Statistic sebesar 9,180. Namun, pada kedua variabel tersebut hanya menujunjukkan hubungan moderat yang ditandai dengan nilai R-Square sebesar 28,5 pesen, sehingga besaran nilai 72,5 persen lainnya dipengaruhi oleh variabel diluat penelitian ini.
Peran Rumah BUMN Bri Bandung dalam Mendorong UMKM Naik Kelas di Kota Bandung
adhi nata sasmita;
Dewi Rahmi
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29313/bcses.v4i1.10748
Abstract. MSMEs have a big role in the economy in Indonesia. MSMEs are able to open jobs, the number of MSMEs created can help people to get jobs. In 1998, it was proven that MSMEs were able to survive the monetary crisis that hit Indonesia. In economic development in Indonesia, MSMEs are an important sector. The increase in the number of MSMEs also has problems faced by business actors. Rumah BUMN BRI Bandung is one of the institutions as a companion to encourage MSMEs to move up in class. This type of research is descriptive quantitative using Likert scale. The data used was primary data obtained through the distribution of questionnaires to 67 respondents. Sampling of MSME fosters is carried out by random sampling. Based on the results of this study, Rumah BUMN BRI Bandung plays a very important role in its assisted MSMEs by increasing business scale, leadership, mindset and perspective, marketing management, operational management, financial management, HR management, legality and compliance. When viewed from the indicators of MSMEs moving up, the role of the BRI Bandung BUMN House that plays the most role is the mindset and perspective shown by the highest answer score value. The program that has been established by Rumah BUMN BRI Bandung plays a very important role in encouraging MSMEs to move up in class. Abstrak. UMKM memiliki peran besar dalam perekonomian di Indonesia. UMKM mampu membuka lapangan kerja, banyaknya UMKM yang diciptakan dapat membantu masyarakat untuk mendapat pekerjaan. Tahun 1998 terbukti UMKM mampu bertahan pada krisis moneter yang melanda Indonesia. Dalam pembangunan ekonomi di Indonesia UMKM menjadi sektor yang cukup penting. Penambahan jumlah UMKM terdapat juga permasalahan-permassalahan yang dihadapi pelaku usaha. Rumah BUMN BRI Bandung merupakan salah satu lembaga sebagai pendamping untuk mendorong UMKM bisa naik kelas. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan skala likert. Data yang digunakan merupakan data primer yang didapat melalui penyeberan kuesioner kepada 67 responden. Pengambilan sampel binaan UMKM dilakukan dengan cara random sampling. Berdasarkan hasil penelitian ini Rumah BUMN BRI Bandung sangat berperan terhadap UMKM binaannya dengan meningkatnya terhadap skala usaha, kepemimpinan, pola pikir dan cara pandang, manajemen pemasaran, manajemen operasional, manajemen keuangan, manajemen SDM, legalitas dan kepatuhan. Jika dilihat dari indikator UMKM naik kelas, maka peran Rumah BUMN BRI Bandung yang paling berperan adalah pola pikir dan cara pandang ditunjukan dengan nilai skor jawaban yang paling tinggi. Program yang telah dibentuk oleh Rumah BUMN BRI Bandung sangat berperan dalam mendorongnya UMKM naik kelas.
Strategi Pemanfaatan Zakat, Infak, Sedekah (ZIS) di LAZ PERSIS (Persatuan Islam) Kota Bandung
febby bilqis;
Nurfahmiyati
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29313/bcses.v4i1.10759
Abstract. LAZ PERSIS (Islamic Union) is a national zakat, infak, and alms fund management institution that serves to improve the welfare of the people in the fields of education, da'wah, social, economic, and health. The problems faced by LAZ PERSIS are that the assistance and supervision in the independent community program is not optimal. The purpose of this study is to determine the strategy of using ZIS for the economy of people in LAZ PERSIS (Islamic Union) Bandung City. The research method used in this study is the qualifier-tatif method. The data used were the results of observations of interviews with internal parties LAZ PERSIS and mustahik Z Chicken. The results of the interviews that have been conducted are analyzed using SWOT analysis to determine the external and internal conditions of LAZ PERSIS. Based on the results of the study, it can be seen that the results of the SWOT analysis in the use of ZIS in LAZ PERSIS utilize strategies based on their strengths and opportunities (SO) resulting in aggressive strategies carried out by increasing public trust in the services of the Umat Mandiri pro-program. The strategy based on its strengths and threats (ST) resulted in a diversification strategy carried out by improving the taste quality of Z Chicken and evaluating the Umat Mandiri program, namely the Z Chicken business. This strategy is based on its weaknesses and opportunities (WO) resulting in a turn around strategy carried out by coaching muzakki and mustahik who follow the empowerment program. A strategy based on its weaknesses and threats (WT) results in a defensive strategy carried out with attention to quality and quality. Abstrak. LAZ PERSIS (Persatuan Islam) merupakan lembaga pengelola dana zakat, infak, dan sedekah nasional yang berkhidmat untuk meningkatkan kesejahteraan umat dalam bidang pendidikan, dakwah, sosial, ekonomi, dan kesehatan. Permasalahan yang dihadapi oleh LAZ PERSIS kurangnya pendampingan dan pengawasan dalam program umat mandiri kurang maksimal. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui stategi pemanfaatan ZIS terhadap perekonomian umat di LAZ PERSIS (Persatuan Islam) Kota Bandung. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif. Data yang digunakan adalah hasil observasi wawancara bersama dengan pihak internal LAZ PERSIS dan mustahik Z Chicken. Hasil wawancara yang telah dilakukan dianalisis menggunakan analisis SWOT untuk mengetahui kondisi eksternal dan internal LAZ PERSIS. Berdasarkan hasil penelitian, dapat diketahui bahwa hasil analisis SWOT dalam pemanfaatan ZIS di LAZ PERSIS memanfaatkan strategi yang didasarkan pada kekuatan dan peluang yang dimilikinya (SO) menghasilkan strategi agresif dilakukan dengan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan program. Umat Mandiri, Strategi yang didasarkan pada kekuatan dan ancaman yang dimilikinya (ST) menghasilkan strategi diversifikasi dilakukan dengan meningkatkan kualitas rasa dari Z Chicken dan mengevaluasi program Umat Mandiri yaitu usaha Z Chicken. Strategi ini didasarkan pada kelemahan dan peluang yang dimilikinya (WO) menghasilkan strategi turn around dilakukan dengan melakukan pembinaan terhadap muzakki dan mustahik yang mengikuti program pemberdayaan. Strategi yang didasarkan pada kelemahan dan ancaman yang dimilikinya (WT) menghasilkan strategi defensif dilakukan dengan memperhatikan kualitas dan mutu pelayanan dari program Umat Mandiri usaha Z Chicken dan monitoring secara berkala program Umat Mandiri yaitu Z Chicken.
Pengaruh PDRB atas Harga Konstan, Jumlah UMKM dan Jumlah Investasi terhadap Penyerapan Tenaga Kerja Sektor UMKM di Kabupaten/Kota Jawa Barat Tahun 2018-2021
Ilham Fadlilah;
Asnita Frida Sebayang
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29313/bcses.v4i1.10778
Abstract. The aim of this thesis research is to (1) find out the influence of GRDP at constant prices on labor absorption in the MSME sector in West Java Regency/City in 208-2021; (2) to find out how the number of MSMEs influences employment in the MSME sector in West Java Regency/City in 208-2021; (3) to find out how the amount of investment affects labor absorption in the MSME sector in West Java Regency/City in 208-2021; (4) to find out the influence of GRDP on constant prices, the number of MSMEs and the amount of investment on employment in the MSME sector in West Java Regency/City in 208-2021.This research uses quantitative methods with descriptive and verification research types. The data used in this research is secondary data from 2008-2021 obtained from the Central Statistics Agency. The data analysis technique uses Ordinary Least Squared (OLS).The research results show that partially GRDP at constant prices, the number of MSMEs and the amount of investment have a significant effect on labor absorption in the MSME sector in West Java Regency/City in 2008-2021; Simultaneously GRDP at constant prices, the number of MSMEs and the amount of investment do not have a significant effect on employment in the MSME sector in West Java Regency/City in 2008-2021. Abstrak. Tujuan penelitian skripsi ini adalah untuk (1) mengetahui bagaimana pengaruh PDRB atas harga konstan terhadap penyerapan tenaga kerja sektor UMKM di Kabupaten/Kota Jawa Barat Tahun 208-2021; (2) untuk mengetahui bagaimana pengaruh jumlah UMKM terhadap penyerapan tenaga kerja sektor UMKM di Kabupaten/Kota Jawa Barat Tahun 208-2021; (3) untuk mengetahui bagaimana pengaruh jumlah investasi terhadap penyerapan tenaga kerja sektor UMKM di Kabupaten/Kota Jawa Barat Tahun 208-2021; (4) untuk mengetahui bagaimana pengaruh PDRB atas harga konstan, jumlah UMKM dan jumlah investasi terhadap penyerapan tenaga kerja sektor UMKM di Kabupaten/Kota Jawa Barat Tahun 208-2021 Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif dan verifikatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dari tahun 2008-2021 yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik. Teknik analisis data menggunakan Ordinary Least Squared (OLS). Hasil penelitian menunjukan bahwa secara parsial PDRB atas harga konstan, jumlah UMKM dan jumlah investasi berpengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja sektor UMKM di Kabupaten/Kota Jawa Barat Tahun 2008-2021; Secara simultan PDRB atas harga konstan, jumlah UMKM dan jumlah investasi tidak berpengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja sektor UMKM di Kabupaten/Kota Jawa Barat Tahun 2008-2021.
Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi Kesempatan Kerja Infrastruktur Dasar terhadap Ketimpangan Pendapatan di Indonesia 2000 - 2022
Salman Arief Ibrahim;
Ima Amaliah
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29313/bcses.v4i1.10800
Abstract. In Indonesia, income inequality is the problem of income differences between people in more developed areas and those in less developed areas. This income inequality will increase with greater variation in income distribution. Based on this phenomenon, the problems in this study are formulated as follows: (1) What is the effect of economic growth, employment opportunities and basic infrastructure on income inequality in Indonesia in 2000-2022? (2) How big is the variation of economic growth, employment opportunities and basic infrastructure on income inequality in Indonesia in 2000-2022? This research uses descriptive quantitative approach using secondary data. In this study, the data collected is income inequality in Indonesia over a period of time, and used to analyze the effect of economic growth, employment opportunities, basic infrastructure on income inequality. The results of this study indicate that employment opportunities partially have a significant effect on income inequality in Indonesia. This means that inequality in employment opportunities, such as discrimination based on gender, race, or social background, can exacerbate income inequality. If a group of people have difficulty in getting a job or can only access low-paying jobs, this can increase income inequality. Abstrak. Di Indonesia ketimpangan pendapatan adalah masalah perbedaan pendapatan antara masyarakat di wilayah yang lebih maju dan di wilayah yang lebih tertinggal. Ketimpangan pendapatan ini akan meningkat seiring dengan variasi distribusi pendapatan yang lebih besar. Berdasarkan fenomena tersebut, maka permasalahan dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut: (1) Bagaimana Pengaruh pertumbuhan ekonomi, kesempatan kerja dan infrastruktur dasar terhadap ketimpangan pendapatan di Indonesia tahun 2000-2022 ? (2) Berapa besar variasi pertumbuhan ekonomi, kesempatan kerja dan infrastruktur dasar terhadap ketimpangan pendapatan di Indonesia tahun 2000-2022 ? Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan menggunakan data sekunder. Dalam penelitian ini, data yang dikumpulkan adalah data ketimpangan pendapatan di Indonesia selama periode waktu tertentu, dan digunakan untuk menganalisis Pengaruh pertumbuhan ekonomi, kesempatan kerja, infrastruktur dasar terhadap ketimpangan pendapatan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kesempatan kerja secara parsial berpengaruh signifikan terhadap ketimpagan pendapatan di Indonesia. Artinya ketidakmerataan dalam kesempatan kerja, seperti diskriminasi berdasarkan jenis kelamin, ras, atau latar belakang sosial, dapat memperburuk ketimpangan pendapatan. Jika sekelompok orang mengalami kesulitan dalam mendapatkan pekerjaan atau hanya dapat mengakses pekerjaan dengan gaji rendah, hal ini dapat meningkatkan ketimpangan pendapatan.
Pengaruh Inflasi, Upah Minimum dan Jumlah Penerima BLT terhadap Pengeluaran Konsumsi Perkapita di 7 Kota Jawa Barat Tahun 2018-2022
Safina Allyanisa Hidayat;
Ria Haryatiningsih
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29313/bcses.v4i1.10925
Abstract. The main indicator that makes up a country's economic performance is aggregate spending, which includes total public spending on goods and services. Consumption decisions by households have a significant impact on overall economic behavior, both in the long and short term. Including one of them, West Java province as one of the provinces after DKI Jakarta which has the highest GDP value in the Java Island region where household consumption dominates and the largest contributor to GRDP according to usage. West Java Province in which there are 7 major cities that are most dominant in contributing to the economy including Bogor City, Sukabumi City, Bandung City, Bekasi City, Cirebon City, Depok City, and Tasikmalaya City. The seven cities are considered centers of economic activity reflecting regional macroeconomic dynamics. This study aims to determine the effect of Inflation, Minimum Wage and Number of BLT Recipients on Per Capita Consumption Expenditure in 7 Cities of West Java. The analysis method used in this study is panel data regression with Fixed Effect Model (FEM) approach. The results of the analysis obtained, it can be seen that the Inflation variable has a negative and significant effect on the Per Capita Consumption Expenditure variable in 7 Major Cities of West Java, and the Minimum Wage and Number of BLT Recipients variables have a positive and significant effect on the Per Capita Consumption Expenditure variable in 7 Major Cities of West Java. Abstrak. Indikator utama yang membentuk kinerja ekonomi suatu negara adalah pengeluaran agregat, yang mencakup total belanja masyarakat untuk barang dan jasa. Keputusan konsumsi oleh rumah tangga memiliki dampak signifikan terhadap perilaku ekonomi secara keseluruhan, baik dalam jangka panjang maupun jangka pendek. Termasuk salah satunya, provinsi Jawa Barat sebagai salah satu provinsi setelah DKI Jakarta yang memiliki nilai PDRB tertinggi di wilayah Pulau Jawa dimana konsumsi rumah tangga mendominasi dan penyumbang terbesar dalam PDRB menurut penggunaan. Provinsi Jawa Barat didalamnya terdapat 7 kota besar yang paling dominan dalam memberikan kontribusi perekonomian diantaranya Kota Bogor, Kota Sukabumi, Kota Bandung, Kota Bekasi, Kota Cirebon, Kota Depok, dan Kota Tasikmalaya. Ketujuh kota tersebut dianggap sebagai pusat aktivitas ekonomi yang mencerminkan dinamika makroekonomi regional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Inflasi, Upah Minimum dan Jumlah Penerima BLT terhadap Pengeluaran Konsumsi Perkapita di 7 Kota Besar Jawa Barat. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi data panel dengan pendekatan Fixed Effect Model (FEM). Hasil analisis yang diperoleh, dapat diketahui bahwa variabel Inflasi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap variabel Pengeluaran Konsumsi Perkapita di 7 Kota Besar Jawa Barat, serta variabel Upah Minimum dan Jumlah Penerima BLT berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel Pengeluaran Konsumsi Perkapita di 7 Kota Besar Jawa Barat.
Strategi Pengembangan Pemasaran Produk Tabungan Tandamata My First pada Bank BJB Cabang Tamansari
Nadia Nur Windari
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29313/bcses.v4i1.11082
Abstract. The number of Tandamata My First savings consumers registered at Bank BJB Tamansari Branch has decreased compared to the number of BTN Junior savings consumers. This happens because of several factors, one of which is fintech. This condition can be a threat to Bank BJB Tamansari Branch which does not yet have superior fintech facilities. This research tries to develop the right marketing development strategy for Bank BJB Tamansari Branch by using SWOT to increase the interest of the number of customers of Tandamata My First savings products at Bank BJB Tamansari Branch. This research uses qualitative research methods with a descriptive approach based on literature studies, interviews, and questionnaires through Google Form. The informant population from this study consisted of 3 customer service, and customers who owned Tandamata My First savings accounts at Bank BJB Tamansari Branch. The sampling techniques used were purposive sampling and snowball sampling methods with a sample of 67 community respondents who used the Tandamata My First savings product whose preferences or opinions were measured using the Likert Scale, and processed into a SWOT analysis. The results of the analysis that have been carried out conclude that Bank BJB Tamansari Branch has an internal strength of 57 and an external factor of 96 which means that it is in the position of quadrant I (positive) where the company has strength and must further develop a marketing strategy that supports aggressive growth policies (growth oriented strategy). The right aggressive strategy for Bank BJB in marketing Tandamata My First savings products is by implementing the concept strategy of segmenting, targeting, and positioning. Abstrak. Jumlah konsumen tabungan Tandamata My First yang terdaftar pada Bank BJB Cabang Tamansari mengalami penurunan dibandingkan dengan jumlah konsumen tabungan BTN Junior. Hal ini terjadi karena beberapa faktor salah satunya fintech. Kondisi ini dapat menjadi ancaman bagi Bank BJB Cabang Tamansari yang belum memiliki fasilitas fintech yang unggul. Penelitian ini mencoba untuk menyusun strategi pengembangan pemasaran yang tepat bagi Bank BJB Cabang Tamansari dengan menggunakan SWOT untuk meningkatkan ketertarikan jumlah nasabah produk tabungan Tandamata My First pada Bank BJB Cabang Tamansari. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif berdasarkan studi kepustakaan, wawancara, dan kuisioner melalui Google Form. Populasi informan dari penelitian ini terdiri dari 3 customer service, dan nasabah pemilik rekening tabungan Tandamata My First pada Bank BJB Cabang Tamansari. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah metode purposive sampling dan snowball sampling dengan sampel sebanyak 67 responden masyarakat yang menggunakan produk tabungan Tandamata My First yang preferensi atau pendapat nya diukur menggunakan Skala Likert, dan diolah ke dalam analisis SWOT. Hasil dari analisis yang telah dilakukan menyimpulkan bahwa Bank BJB Cabang Tamansari memiliki kekuatan internal sebesar 57 dan faktor eksternal 96 yang artinya berada pada posisi kuadran I (positif) dimana perusahaan memiliki kekuatan serta harus lebih mengembangkan strategi pemasaran yang mendukung kebijakan pertumbuhan secara agresif (growth oriented strategy). Strategi agresif yang tepat bagi Bank BJB dalam memasarkan produk tabungan Tandamata My First yakni dengan menerapkan strategi konsep segmenting, targeting, dan positioning.