Bandung Conference Series: Economics Studies
Bandung Conference Series Economic Studies (BCSES) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Ilmu Ekonomi dan Bisnis dengan ruang lingkup Amanah, Antisipasi Bencana, Bank Umum Syariah, Belanja Daerah, Pengangguran, BMT, BOPO, BPRS, CAR, Data Envelopment Analysis. Demand, Efisiensi, Ekspektasi Inflasi, Era Digital UMKM, Etika bisnis islam, Faktor Penarik dan Migrasi Internasional, Faktor Pendorong, fathanah, FDR, Frontier Stokastik, Fungsi Produksi, Good Coorporate Governance (GCG), Hearing, Inflasi, IPM Maqashid syariah, istiqamah, Jumlah Uang Beredar, Kecukupan Modal, Konfeksi, Kualitas Aset, Lembaga Pengelola Zakat, Likuiditas. Mudharabah, NOM, NPF, Output Nasional, Nilai Tukar Jumlah, Penduduk Miskin, PAD, PDRB, Pegawai, Mudharabah, Pendayagunaan Zakat, Pengelola, Perspektif Masyarakat Inflasi, Pertumbuhan Ekonomi, Profitabilitas, Program Edukasi, Rentabilitas, RGEC, ROA, shiddiq, tabligh, Upah Minimum, Upah Strategi Pengembangan Usaha, Usaha Mikro, Zakat. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari.
Articles
267 Documents
Pengaruh Upah Minimum, Investasi, dan Belanja Pemerintah terhadap Tingkat Pengangguran di Provinsi Banten Periode 2006-2020
Muhamad Saiful Islam Zulfikar;
Meidy Haviz
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (544.142 KB)
|
DOI: 10.29313/bcses.v2i1.671
Abstract. This study aims to determine the effect of the minimum wage, investment, and government spending on the unemployment rate in Banten Province for the period 2006-2020. Indonesia's open unemployment rate is spread across every province in Indonesia. One of them is Banten Province. Looking at the Banten area, based on BPS data, it is indicated that the unemployment rate in Banten Province is the highest in Indonesia since 2018-2019 with a percentage rate of 8.47 and 8.11% and the second highest in Indonesia after DKI Jakarta in 2020 with a percentage of 10, 64 percent. The research method used is a quantitative descriptive approach with time series data. The analysis model is using the OLS (Ordinary Least Square) model. The data collection technique used is secondary data from BPS Banten Province, and the Ministry of Finance. The results of the study show that the effect of the minimum wage, investment, and government spending variables on unemployment in Banten Province can be seen from the probability value of the partial test and the simultaneous test. The partial estimation results obtained that the minimum wage (X1) has no significant effect and is positively related to the unemployment rate (Y) in Banten Province at a significance level of 5%. The second variable, investment (X2) has a significant and positive relationship to the open unemployment rate (Y) in Banten Province at a significance level of 5%. The third variable, government or regional spending (X3) in Banten Province has a significant and negative effect on the open unemployment rate (Y) in Banten Province at a significance level of 5%. Meanwhile, the results of the simultaneous test show that the three independent variables (minimum wage, investment, and government spending) simultaneously have a significant effect on the unemployment rate in Banten Province at the 95% confidence level. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh upah minimum, investasi, dan belanja pemerintah terhadap tingkat pengangguran di Provinsi Banten periode 2006-2020. Tingkat pengangguran terbuka Indonesia tersebar disetiap provinsi di Indonesia. Salah satunya Provinsi Banten. Menilik pada daerah Banten, berdasarkan data BPS, terindikasi bahwa tingkat pengangguran di Provinsi Banten merupakan tertinggi di Indonesia sejak 2018-2019 dengan tingkat persentase 8,47 dan 8,11% dan tertinggi kedua di Indonesia setelah DKI Jakarta di tahun 2020 dengan persentasi 10,64 persen. Metode penelitian yang dipakai menggunakan pendekatan deskripstif kuantitatif dengan data time series. Adapun Model analisis yakni menggunakan model OLS (Ordinary Least Square). Teknik pengumpulan data yang diambil adalah data sekunder yang berasal dari BPS Provinsi Banten, dan Kemenkeu. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh yang diberikan oleh variabel upah minimum, investasi, dan belanja pemerintah terhadap pengangguran di Provinsi Banten dapat dilihat dari nilai probabilitas uji parsial dan uji simultan. Hasil estimasi secara parsial diperoleh upah minimum (X1) tidak berpengaruh signifikan dan berhubungan positif terhadap tingkat pengangguran (Y) di Provinsi Banten pada tingkat signifikansi 5%. Variabel kedua, investasi (X2) berpengaruh signifikan dan berhubungan positif terhadap tingkat pengangguran terbuka (Y) di Provinsi Banten pada tingkat signifikansi 5%. Variabel ketiga, belanja pemerintah atau daerah (X3) di Provinsi Banten berpengaruh signifikan dan berhubungan negatif terhadap tingkat pengangguran terbuka (Y) di Provinsi Banten pada tingkat signifikansi 5%. Sedangkan, hasil penelitian uji simultan menunjukkan bahwa ketiga variabel independen (upah minimum, investasi, dan belanja pemerintah) secara bersamaan berpengaruh signifikan terhadap tingkat pengangguran di Provinsi Banten pada tingkat kepercayaan 95%.
Dampak Kemacetan di Kota Bandung bagi Pengguna Jalan
Rinaldy Akhmad Hermawan;
Ria Haryatiningsih
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (195.025 KB)
|
DOI: 10.29313/bcses.v2i1.680
Abstract The city of Bandung is a destination for tourists who want to enjoy a vacation, the cold weather and friendly people make the city of Bandung always a tourist destination by several domestic and foreign tourists. In addition, the city of Bandung also has its own charm for the community to be used as a place to live. This causes an increase in the number of vehicles in the city of Bandung which is quite high which causes congestion at several points, one of which is around the Pasteur toll gate. According to the Asia Development Bank (ADB), Bandung is the most congested city, even beating other big cities.This has resulted in congestion on a number of roads in the city of Bandung. T this researcher aims to determine the impact of traffic jams on the road around the Pasteur toll gate, Bandung City, using a linkert scale analysis and conducting several interviews to find out the actual conditions in the field. The results of the study show that the consequences of traffic jams have 3 impacts, namely economic, social and environmental impacts. The linkert analysis score on social impact is 91.4%, which means that congestion is “Highly Impactful” on the social side. The linkert analysis score is 86.43%, thus also the “Highly Impacting” congestion on the economic side. The results of the linkert analysis on the environmental impact of 84.8% which means that the traffic jam is "Highly Impactful" on the environmental side. Thus, congestion will greatly impact the social, economic and environmental. Abstrak Kota Bandung merupakan tujuan bagi wisatawan yang ingin menikmati liburan, cuaca yang dingin dan masyarakat yang ramah membuat Kota Bandung selalu dijadikan tujuan wisata oleh beberapa wisatawan dalam negeri maupun wisatawan luar negeri. Selain itu, Kota Bandung juga mempunyai daya tarik tersendiri bagi masyarakat untuk dijadikan tempat tinggal. Hal ini menyebabkan peningkatan jumlah kendaraan di Kota Bandung cukup tinggi yang menyebabkan terjadinya kemacetan di beberapa titik salah satunya adalah di sekitar jalan gerbang tol Pasteur. Menurut Asia Development Bank (ADB) Kota Bandung merupakan kota paling macet bahkan menglahkan kota-kota besar lainnya. Hal tersebut mengakibatkan kepadatan di sejumlah ruas jalan di Kota Bandung. peneliti ini bertujuan untuk mengetahui dampak yang timbul akibat dari kemacetan yang terjadi di jalan sekitar gerbang tol Pasteur Kota Bandung, dengan menggunakan analisis skala linkert dan melakukan beberapa wawancara untuk mengetahui kondisi yang sebenarya di lapangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa akibat dari kemacetan terdapat 3 dampak yaitu dampak ekonomi, sosial dan lingk'ungan. Skor analisis linkert pada dampak sosial sebesar 91,4% yang berarti bahwa kemacetan “Sangat Berdampak” pada sisi soial. Skor analisis linkert sebesar 86,43% dengan demikian juga kemacetan “Sangat Berdampak” terhadap sisi ekonomi. Hasil analisis linkert pada dampak lingkungan sebesar 84,8% yang berarti bahwa kemacetan “Sangat Berdampak” pada sisi lingkungan. Dengan demikian kemacetan akan sangat berdampak pada sisi sosil, ekonomi dan lingkungan
Efisiensi Perbankan Syariah di Indonesia Periode 2015-2020
Silvi Aprillia Devi;
Ima Amaliah;
Nurfahmiyati
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (406.593 KB)
|
DOI: 10.29313/bcses.v2i1.1067
Abstract. The development of Islamic banking in Indonesia is supported by Bank Indonesia as the regulator. The existence of this requires the bank to measure its performance. Efficiency is a performance measure that has an important role in banking. This study aims to analyze the efficiency of Islamic banking (BUS and UUS). This study uses the Non-parametric Data Envelopment Analysis (DEA) method using the Variable Return to Scale (VRS) assumption. The type of data used is secondary data obtained from the official website of the Financial Services Authority (OJK). This study uses a sample of the selection criteria or based on purposive sampling. The object of this research is BUS and UUS for the period 2015-2020 using 12 samples consisting of 8 BUS and 4 UUS. In this study using input variables; Fixed Assets and TPF; and the output variable is financing. In DEA an efficiency score equal to 1 can be said to be efficient and less than 1 indicates not yet efficient (inefficiency). The results of the analysis using DEA show that each bank has a different efficiency score. The number of banks that have experienced efficiency is 9 banks, the other 4 banks still have not achieved efficiency during the 2015-2020 period. The results of the average efficiency scores of BUS and UUS are 65.17% and 66.34%, respectively. Based on the different test using ANOVA, it also shows that there is no significant difference in the average efficiency score between the two groups of banks. Abstrak. Berkembangnya perbankan syariah di Indonesia didukung oleh Bank Indonesia selaku regulator. Adanya hal tersebut menuntut bank untuk mengukur kinerjanya. Eisiensi merupakan ukuran kinerja yang memiliki peran penting dalam perbankan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi pada perbankan syariah (BUS dan UUS). Penelitian ini menggunakan metode Non-parametrik Data Envelopment Analysis (DEA) dengan menggunakan asumsi Variable Return to Scale (VRS). Jenis data yang digunakan berupa data sekunder yang diperoleh dari situs resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Penelitian ini menggunakan sampel dari kriteria pemilihan atau berdasarkan purposive sampling. Objek penelitian ini adalah BUS dan UUS periode 2015-2020 menggunakan 12 sampel yang terdiri dari 8 BUS dan 4 UUS. Dalam penelitian ini menggunakan variabel input; Aset Tetap serta DPK; dan variabel output berupa pembiayaan. Pada DEA skor efisiensi sama dengan 1 dapat dikatakan efisien dan kurang dari 1 menunjukkan belum efisien (inefisien). Hasil analisis menggunakan DEA menunjukan bahwa setiap bank memiliki skor efisiensi yang berbeda-beda. Jumlah bank yang telah mengalami efisien ada 9 bank, 4 bank lainnya masih belum mencapai efisien selama periode 2015-2020. Hasil rata-rata skor efisiensi BUS dan UUS masing-masing adalah 65.17% dan 66.34%. Berdasarkan uji beda menggunakan ANOVA, juga menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan rata-rata skor efisiensi secara signifikan diantara kedua kelompok bank tersebut.
Pengaruh Harga Beras, Pendapatan Perkapita, Jumlah Penduduk dan Impor Beras terhadap Permintaan Beras di Indonesia Tahun 2010-2020
Rika Angraini;
Ima Amaliah;
Meidy Haviz
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (469.393 KB)
|
DOI: 10.29313/bcses.v2i1.1087
Abstract. There are two objectives in this study, first to identify how the influence of rice prices, per capita income, population and rice imports on rice demand in Indonesia in 2010-2020. Second, it was identified how much influence rice prices, per capita income, population and rice imports had on rice demand in Indonesia. Rice is the result of the post-harvest process from the rice plant, after the stalk and panicle skin are removed and milled, especially in Indonesia, rice is an important component in the daily diet. This study uses a quantitative descriptive analysis approach and regression analysis using OLS with annual time series data for the 2010-2020 period. Data obtained from the Central Statistics Agency. The independent variables include rice prices, population, average food expenditure and rice imports and the dependent variable is rice demand. The independent variables include rice prices, population, average food expenditure and rice imports and the dependent variable is rice demand. The results showed that the rice price variable, the average food expenditure had a significant influence on the demand for rice in Indonesia. While the population has a significant effect with a negative coefficient value on rice demand. Rice imports statistically have no effect on rice demand in Indonesia. From the value of R2, the result is 87.61 percent, which means that the variation in rice price, population, average food expenditure and rice imports towards rice demand is 87.61%, while the other side is influenced by other variables not included in the model. Abstrak. Terdapat dua tujuan dalam penelitian ini, pertama Teridentifikasi bagaimana pengaruh harga beras, pendapatan perkapita, jumlah penduduk dan impor beras terhadap permintaan beras di Indonesia tahun 2010-2020. Kedua Teridentifikasinya berapa besar pengaruh harga beras, pendapatan perkapita, jumlah penduduk dan impor beras terhadap permintaan beras di Indonesia. Beras merupakan hasil proses pasca panen dari tanaman padi yaitu setelah tangkai dan kulit malainya dilepaskan dan digiling, khususnya Indonesia, beras merupakan komponen yang penting dalam makanan sehari-hari. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan analisis deskriptif kuantitatif dan analisis regresi menggunakan OLS dengan data time series tahunan periode 2010-2020. Data diperoleh dari Badan Pusat Stastistik. Variabel independen meliputi harga beras, jumlah penduduk, rata-rata pengeluaran pangan dan impor beras serta variabel dependennya yaitu permintaan beras. Variabel independen meliputi harga beras, jumlah penduduk, rata-rata pengeluaran pangan dan impor beras serta variabel dependennya yaitu permintaan beras. Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel harga beras, rata-rata pengeluaran pangan memiliki pengaruh signifikan terhadap permintaan beras di Indonesia. Sedangkan jumlah penduduk berpengaruh signifikan dengan nilai koefisiennya negatif terhadap permintaan beras.Impor beras secra statistic tidak berpengaruh terhadap permintaan beras di Indonesia. Dari besaran nilai R2 diperoleh hasil sebesar 87,61 persen yang bermakna variasi harag beras, jumlah penduduk, rata-rata pengeluaran pangan dan impor beras terhadap permintaan beras 87,61%, sedangkan sisinya dipengaruhi oleh variabel lainnya yang tidak dimasukan dalam model.
Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi, Inflasi, dan Pengeluaran Pemerintah terhadap Kemiskinan di Kota Tasikmalaya pada tahun 2007-2020
Rifka Amanda Fadillah;
Dewi Rahmi;
Westi Riani
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (367.054 KB)
|
DOI: 10.29313/bcses.v2i1.1199
Abstract. The problem of this research is the city of Tasikmalaya which has the highest poverty rate among other regions and has the title of the poorest city in West Java. Poverty is influenced by several factors, namely the economic growth of the City of Tasikmalaya, which tends to increase, has not been evenly distributed, as a result of its economic contribution to the community and this city is also the result of the expansion that should be with high economic growth and then reduce poverty, but poverty in this city is still high, although In terms of inflation, this city is the lowest in West Java, and on the realization side of Government Expenditures in this city, which fluctuates, it is not necessarily spread effectively. The purpose of this study is to analyze the effect of economic growth, inflation and government spending on poverty levels in Tasikmalaya City. The data used is secondary data. The method used is regression analysis, descriptive analysis and time series data analysis. The results showed that economic growth and inflation had no significant effect on poverty, while government spending had a significant effect on poverty. Abstrak. Terdapat dua tujuan dari penelitian skripsi ini pertama, untuk menganalisis pengaruh pertumbuhan ekonomi , inflasi dan pengeluaran pemerintah terhadap tingkat kemiskinan di Kota Tasikmalaya. Kedua, untuk menganalisis besarnya pengaruh pertumbuhan ekonomi , inflasi dan pengeluaran pemerintah terhadap tingkat kemiskinan di Kota Tasikmalaya. Untuk mencapai tujuan tersebut penelitian ini menggunakan metode yang digunakan yaitu metode ekonometrika dengan analisis regresi, analisis deskriptif dan analisis data timeseries. Hasil penelitian bahwa pertumbuhan ekonomi dan inflasi tidak berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan sedangkan pengeluaran pemerintah berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan.
Pengaruh Inklusi Keuangan terhadap Penurunan Kemiskinan di Indonesia Tahun 2010-2019
Mira Permata Sari;
Nurfahmiyati;
Ima Amaliah
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (516.769 KB)
|
DOI: 10.29313/bcses.v2i1.1309
Abstract. Financial inclusion is a strategy aimed at decreasing all barriers to public access to financial services, both price and non-price. The objective of this research is to examine the impact of financial inclusion on alleviating poverty in Indonesia. The descriptive quantitative analysis and regression analysis methods were applied in this study, which employed time series data from 2010 to 2019. OJK and BPS publications had been used to represent the information. Financial inclusion covered three independent variables: availability, penetration and use, with poverty as the dependent variable. OLS was used for the estimate model. The results showed that financial inclusion from the dimensions of penetration and usage had a significant effect. If we look at the probability value, the penetration is significant at the alpha 5% level, while the usage is significant at the 10% alpha level. However, the availability dimension has no effect on poverty. From the value of R2, the result is 97.5 percent, which means financial inclusion on poverty reduction is 97.5%, while the rest is influenced by other variables not included in this study. Abstrak. Inklusi keuangan sebagai seluruh upaya yang bertujuan meniadakan segala bentuk hambatan yang bersifat harga maupun non harga, terhadap akses masyarakat dalam memanfaatkan layanan jasa keuangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh inklusi keuangan terhadap penurunan kemiskinan di Indonesia tahun 2010-2019. Metode yang digunakan dalam penelitian ini analisis deskriptif kuantitatif dan analisis regresi menggunakan data time series dari tahun 2010-2019. Data diperoleh dari Publikasi OJK dan BPS. Variabel independent inklusi keuangan meliputi ketersediaan, penetrasi dan penggunaan serta variabel dependennya yaitu kemiskinan. Model estimasi menggunakan OLS. Hasil penelitian menunjukkan inklusi dimensi penetrasi dan penggunaan memiliki pengaruh signifikan. Jika dilihat dari nilai probabilitasnya penetrasi signifikan pada tingkat alfa 5 %, sedangkan penggunaan signifikan pada tingkat alfa 10 %. Namun pada dimensi ketersedian tidak berpengaruh pada kemiskinan. Dari besaran nilai R2 diperoleh hasil sebesar 97,5 persen yang bermakna inklusi keuangan terhadap penurunan kemiskinan sebesar 97,5%, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dimasukan dalam penelitian ini .
Pengaruh Jumlah Tingkat Pembiayaan Murabahah dan Non Performing Finance terhadap Profit Expense Ratio pada Bank Umum Syariah Periode 2016.I - 2020.IV
Ismaira Miftahus Sa’adah;
Ima Amaliah;
Meidy Haviz
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (292.602 KB)
|
DOI: 10.29313/bcses.v2i1.1318
Abstract. The function of Islamic commercial banks has the role of collecting and distributing public funds. However, one thing that distinguishes it is the principles of Islamic sharia, economic democracy, and the principle of prudence which are the guidelines for the operating system of the Islamic bank itself.This study aims to determine whether there is an influence on the level of Murabahah Financing and NPF on the PER The independent variables in this study are the Murabahah Financing and NPF levels, the dependent variable in this study is the PER.The research method used in this study is a quantitative method by analyzing the financial statements Commercial Bank for the 2016-2020 period. The analytical tool used is OLS with the help of SPSS 25.0 program.The results of this study indicate that the variable level of Murabahah Financing and NPF has a positive and significant effect on PER simultaneously. The results of this study also show that Murabahah and NPF have a positive and significant effect on PER Abstrak. fungsi bank umum syariah memiliki peran menghimpun dan menyalurkan dana masyarakat. Namun, satu hal yang membedakan adalah prinsip syariah Islam, demokrasi ekonomi, dan prinsip kehati-hatian yang menjadi pedoman untuk sistem operasi dari bank syariah itu sendiri.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh jumlah Jumlah Tingkat Pembiayaan Murabahah dan NPF terhadap PER. Variabel independen dalam penelitian ini adalah tingkat Pembiayaan Murabahah dan NPF, Variabel dependen dalam penelitian ini adalah PER. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif dengan menganalisis laporan keuangan pada Bank Umum Syariah periode 2016-2020. Alat analisis yang digunakan adalah OLS dengan bantuan program SPSS 25.0.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel tingkat Pembiayaan Murabahah dan NPF mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap PER secara simultan. Hasil penelitian ini juga menunjukan bahwa Murabahah dan NPF memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap PER.
Strategi Keberhasilan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Karangtengah Kecamatan Kadungora Kabupaten Garut
Lindi Widiastuti Solihat;
Aan Julia
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (608.215 KB)
|
DOI: 10.29313/bcses.v2i1.1374
Abstract. This study aims to determine the success strategy of BUMDes in Karangtengah Village, Kadungora District, Garut Regency. Village-Owned Enterprises (BUMDes) are one of the strategies made by the government to improve village economic development. The success of a village is seen from how the village government and BUMDes managers take advantage of the potential of existing resources in the village and the ability of human resources who are able to manage BUMDes. The method used in this research is descriptive qualitative analysis and data analysis with SWOT obtained from field interviews. The data used in this study are primary and secondary data obtained from interviews, observations and documents related to research. Based on the results of the SWOT analysis as well as the calculation of weights and ratings, it shows that the right strategy to increase Cikahuripan BUMDes with aggressive strategies and the right recommendations to increase the success of BUMDes to be more advanced and develop is to maximize the potential of the village, maximize cooperation with rice managers to increase supply. rice and improve the quality of infrastructure and facilities Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi keberhasilan BUMDes Desa Karangtengah Kecamatan Kadungora Kabupaten Garut. Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) menjadi salah satu strategi yang dibuat oleh pemerintah untuk meningkatkan pembangunan ekonomi desa. Keberhasilan dari suatu desa dilihat dari bagaimana pemerintah desa serta pengelola BUMDes dalam memanfaatkan potensi sumberdaya yang ada di desa dan kemampuan sumber daya manusia yang mampu mengelola BUMDes. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif dan analisis data dengan SWOT yang diperoleh dari wawancara dilapangan. Data yang digunakan dalam penelitian ini data primer dan sekunder yang diperoleh dari wawancara, observasi dan dokumen-dokumen yang berkaitan dengan penelitian. Berdasarkan hasil analisis SWOT serta perhitungan bobot dan rating menunjukan bahwa strategi yang tepat untuk meningkatkan BUMDes Cikahuripan dengan strategi agresif serta rekomendasi yang tepat untuk meningkatkan keberhasilan BUMDes agar lebih maju dan berkembang adalah memanfaatkan potensi desa secara maksimal, memaksimalkan kerjasama dengan pihak pengelola beras untuk menambah pasokan beras dan meningkatkan sarana prasarana dan fasilitas yang lebih berkualitas.
Pengaruh Investasi, Upah Minimum Provinsi (UMP), dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terhadap Penyerapan Tenaga Kerja di Pulau Jawa Tahun 2010-2020
Marselino Yuda Pratama;
Dewi Rahmi;
Ima amaliah
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (494.535 KB)
|
DOI: 10.29313/bcses.v2i1.1406
Abstract. The population density in Indonesia is concentrated on the island of Java. The population on the island of Java is also followed by an increase in the number of the workforce. Efforts to increase labor absorption are certainly inseparable from factors that influence it, such as investment, wages and the Human Development Index (IPM). This study aims to determine the effect of Investment, Human Development Index, and Provincial Minimum Wage (UMP) on employment in Java in 2010-2020. The data in this study are secondary data, namely data from the Central Statistics Agency with a total sample of 6 provinces on the island of Java. The analytical method used is quantitative. This study uses panel data analysis with the Fixed Effect Model (FEM) approach, which was obtained based on the results of the Chow test and Hausman test. The results showed that the investment level and the Human Development Index (IPM) had a significant positive effect on employment in Java, while the Provincial Minimum Wage (UMP) had a negative effect on employment in Java. This shows that efforts to increase labor absorption through various programs and activities as well as increasing community productivity can have an impact on equal employment opportunities. Abstrak. Kepadatan penduduk di Indonesia terkonsentrasi di pulau Jawa. Jumlah penduduk di pulau Jawa juga diikuti dengan peningkatan jumlah angkatan kerja. Upaya peningkatan penyerapan tenaga kerja tentunya tidak terlepas dari faktor-faktor yang mempengaruhinya, seperti investasi, upah dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Investasi, Indeks Pembangunan Manusia, dan Upah Minimum Provinsi (UMP) terhadap penyerapan tenaga kerja di Jawa tahun 2010-2020. Data dalam penelitian ini merupakan data sekunder yaitu data dari Badan Pusat Statistik dengan jumlah sampel 6 provinsi di pulau Jawa. Metode analisis yang digunakan adalah kuantitatif. Penelitian ini menggunakan analisis data panel dengan pendekatan Fixed Effect Model (FEM), yang diperoleh berdasarkan hasil uji Chow dan uji Hausman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat investasi dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) berpengaruh positif signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di Jawa, sedangkan Upah Minimum Provinsi (UMP) berpengaruh negatif terhadap penyerapan tenaga kerja di Jawa. Hal ini menunjukkan bahwa upaya peningkatan penyerapan tenaga kerja melalui berbagai program dan kegiatan serta peningkatan produktivitas masyarakat dapat berdampak pada pemerataan kesempatan kerja.
Analisis Sektor Unggulan di Kabupaten Bandung Barat Tahun 2014-2018
Muhamad Rizky Faizal;
Asnita Frida Sebayang;
Ria Haryatiningsih
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (721.64 KB)
|
DOI: 10.29313/bcses.v2i1.1786
Regional economic development is defined as a process in which local governments and the society manage various resources and form a partnership pattern ti form new jobs and stimulate the development of economic activities in the area. Regional economic growth is one indicator of the success of regional economic development as measured by the amount of GDRP from all sectors. In identifying the regional economic potential economic sector and the potential economic sector, West Bandung Regency is one of the new otonomous regions that have a lot regional economic potential that need attention. This study aims to determine the leading sectors in West Bandung Regency in 2014-2018. The data used in this study is secondary data on GDP based on constant prices for West Bandung Regency and West Java Province in 2014-2018. The research method used in this research is Esteban Marquillas Shift Share analysis and Klassen Typology analysis. Results of the analysis Shift Share method of Esteban Marquillas, it was found that three sectors have competitive advantages an specialization in West Bandung Regency, namely the electricity and gas procurement, real estate and agriculture, forestry, and fisheries sectors. Based on the analysis klassen typology method, it shows that the sector is the provision of accommodation and food and drink, in potential sector, namely the manufacturing sector, sectors that are included in relatively lagging sectors, namely the water supply, waste management, waste and recycling sectors. Pembangunan ekonomi daerah diartikan sebagai proses dimana pemerintah daerah dan masyarakat mengelola berbagai sumber daya dan membentuk suatu pola kemitraan untuk membentuk lapangan pekerjaan baru dan merangsang perkembangan kegiatan ekonomi dalam daerah tersebut. Pertumbuhan ekonomi daerah menjadi salah satu indikator keberhasilan pembangunan ekonomi daerah yang diukur dari besaran nilai PDRB semua sektor. Dalam mengidentifikasi potensi ekonomi daerah, terdapat dua faktor yang perlu diperhatikan, yaitu sektor ekonomi yang unggul dan sektor ekonomi yang potensial, Kabupaten Bandung Barat merupakan salah satu daerah otonom baru yang memiliki banyak potensi ekonomi daerah yang perlu diperhatikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sektor unggulan di Kabupaten Bandung Barat tahun 2014-2018. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder PDRB atas dasar harga konstan Kabupaten Bandung Barat dan Provinsi Jawa Barat tahun 2014-2018. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis Shift Share Esteban Marquillas dan analisis Tipologi Klassen. Hasil analisis Shift Share Esteban Marquillas ditemukan tiga sektor yang memiliki keunggulan kompetitif dan spesialisasi di Kabupaten Bandung Barat yaitu sektor pengadaan listrik dan gas, real estat dan pertanian, kehutanan dan perikanan. Berdasarkan analisis Tipologi Klassen menunjukkan sektor yang masuk dalam sektor maju dan tumbuh pesat yaitu sektor pengadaan listrik dan gas, sektor yang masuk dalam sektor potensial yaitu industri pengolahan, sektor yang masuk dalam sektor yang relatif tertinggal yaitu sektor pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah dan daur ulang.