cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcsls@unisba.ac.id
Phone
+6282120524105
Journal Mail Official
bcsls@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series: Law Studies
ISSN : -     EISSN : 28282493     DOI : https://doi.org/10.29313/bcsls.v2i2
Core Subject : Humanities, Social,
Bandung Conference Series: Law Studies (BCSLS) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Ilmu Hukum dengan ruang lingkup diantaranya: Akibat Hukum, Alih Teknologi, Analisis Yuridis Putusan Hakim, Angkutan Jalan, Aparatur Sipil Negara, Fungsi Lingkungan Hidup, Hak Reproduksi, Hak Servituut, Hoax, Hukum Ketenagakerjaan, Illegal Mining, Intervensi, Jual Beli Dalam Islam, Juvenile Delinquency, Kekerasan dalam Rumah Tangga, Kerugian, Kewajiban Negara, Makanan Kedaluwarsa, Nafkah Anak, Pangan Asal Hewan, Pekerja Rumah Tangga, Pencucian Uang, Penegakan Hukum pidana, Penegakan Hukum, Pengawasan, Penyelundupan Sediaan, Farmasi, Penyidik KPK, Perlindungan Hukum, Perlindungan Konsumen dan Tenaga Kerja, Pungutan Liar, Sertifikat Nomor Kontrol Veteriner, Tanda Tera, Tanggung Jawab Hukum, Tenaga Kerja Asing, Tim Saber Pungli, Tanah, Tindak Pidana, Tindak Perdata, Transportasi Online, UU ITE. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari yang ahli dalam bidangnya.
Arjuna Subject : Ilmu Sosial - Hukum
Articles 563 Documents
Tanggung Jawab Direksi PT BPR Pancadana atas Kasus Fraud Perbankan sebagai Perseroan Hafidz Triansyah; Diana Wiyanti
Bandung Conference Series: Law Studies
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsls.v6i2.23839

Abstract

Abstract. Fraud committed by bank directors undermines the principle of trust underlying the banking business, as illustrated by the case of PT BPR Pancadana in Depok, where a director colluded with two employees to disburse fictitious deposits detrimental to depositors and to extend fictitious loans detrimental to the bank itself. This research aims to examine the director's liability for fraud detrimental to depositors under banking regulations and for fraud detrimental to the company under the Limited Liability Company Law. The research employs a normative juridical method with a descriptive-analytical specification, drawing on primary, secondary, and tertiary legal materials analyzed qualitatively. The findings show that the director breached the principles of trust, prudence, good corporate governance, and fiduciary duty toward depositors, and violated Article 97 of the Company Law by disregarding the duty of care and duty of loyalty toward the bank, precluding reliance on the business judgment rule. It is concluded that liability toward depositors is cumulative, covering administrative, civil, and criminal dimensions, while liability toward the bank is personal and joint and several. The research recommends strengthening internal bank supervision, depositor prudence, and closer OJK oversight of rural banks. Keywords: Directors' Liability, Banking Fraud, Fiduciary Duty, Rural Bank, Limited Liability Company.   Abstrak. Fraud yang dilakukan oleh direksi bank mencederai prinsip kepercayaan yang menjadi landasan usaha perbankan, sebagaimana terjadi pada PT BPR Pancadana Depok, di mana seorang direktur bersama dua pegawainya terbukti mencairkan deposito fiktif yang merugikan nasabah sekaligus menciptakan kredit fiktif yang merugikan bank. Penelitian ini bertujuan mengkaji tanggung jawab hukum direksi atas fraud yang merugikan nasabah berdasarkan peraturan di bidang perbankan serta atas fraud yang merugikan bank berdasarkan Undang-Undang Perseroan Terbatas. Penelitian menggunakan metode yuridis normatif dengan spesifikasi deskriptif analitis, melalui studi kepustakaan atas bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan direksi telah melanggar asas kepercayaan, kehati-hatian, tata kelola perusahaan yang baik, dan fiduciary duty terhadap nasabah, serta melanggar Pasal 97 Undang-Undang Perseroan Terbatas melalui pengabaian duty of care dan duty of loyalty terhadap bank, sehingga tidak dapat berlindung di balik business judgment rule. Disimpulkan bahwa tanggung jawab direksi terhadap nasabah bersifat kumulatif meliputi tanggung jawab administratif, perdata, dan pidana, sedangkan tanggung jawab terhadap bank bersifat pribadi dan tanggung renteng. Penelitian merekomendasikan penguatan pengawasan internal bank, kehati-hatian nasabah, dan penguatan pengawasan OJK terhadap Bank Perekonomian Rakyat. Kata Kunci: Tanggung Jawab Direksi, Fraud Perbankan, Fiduciary Duty, Bank Perekonomian Rakyat, Perseroan Terbatas.
Tanggung Jawab Hukum Induk Usaha BUMN Dalam Proses PKPU Anak Usaha: Studi Kasus PT Waskita Karya Realty Shafa Rizgana Azzahra; Muhammad iman Abidin
Bandung Conference Series: Law Studies
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsls.v6i2.23873

Abstract

The legal responsibility of a state-owned enterprise (SOE) parent company toward a financially distressed subsidiary is a pressing issue in SOE group governance, given the tension between the separate legal entity and limited liability doctrines and the state's position as an indirect controlling shareholder. This tension surfaced in the debt payment suspension (PKPU) proceedings of PT Waskita Karya Realty, a subsidiary of PT Waskita Karya (Persero) Tbk. This study identifies and analyzes the legal position of an SOE parent company toward its subsidiary in PKPU proceedings under Law Number 40 of 2007 on Limited Liability Companies and Law Number 16 of 2025 on State-Owned Enterprises, and examines the conditions under which such liability may arise. The research employs a normative juridical method with statutory, conceptual, and case-study approaches, analyzing primary, secondary, and tertiary legal materials qualitatively. Findings show that, normatively, parent-company liability remains confined to paid-up capital under the separate legal entity principle, yet strong parental control over subsidiary policy leaves room for the principle to be pierced through the corporate veil doctrine when asset commingling, corporate guarantees, or bad-faith intervention are proven. Reform under Law Number 16 of 2025 reinforces the subsidiary's independent corporate status without eliminating this exception. Harmonization of company, bankruptcy, and SOE law is therefore needed to secure legal certainty and creditor protection.
Pelaksanaan Kewajiban Penyusunan Surat Pernyataan Pengelolaan Lingkungan Bagi Industri Skala Mikro Dan Kecil Sebagai Upaya Mencegah Pencemaran Lingkungan Hidup Syifa Adilah; Frency Siska; Fabian Fadhly Jambak
Bandung Conference Series: Law Studies
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsls.v6i2.23973

Abstract

Abstract. Micro and small-scale food industry enterprises bear the responsibility for environmental control, manifested through the obligation to prepare an Environmental Management Statement (SPPL). However, some businesses in this sector, such as UMK PD. XYZ in Bandung, often violate regulations by directly discharging waste into the river during the production of fried meatballs. This research focuses on two main issues: the implementation of the obligation to prepare SPPL for micro and small-scale food industry enterprises, and the enforcement of law against environmental pollution and enviromental law violations. This research employs an empirical juridical approach, utilizing a descriptive-analytical research design. Meanwhile, the data collection method involves library research, and the analysis is conducted qualitatively. The results indicate that several UMKs in Bandung, including PD. XYZ, have not complied with the obligation to prepare SPPL, and their activities contribute to environmental pollution. Mor­eover, the oversight from the Bandung City Environmental and Sanitation Agency is considered inadequate, with administrative sanctions limited to the closure of waste channels without seeking compensation for the environmental damage caused by PD. XYZ. Although the Environmental Protection and Management Law (UUPPLH) outlines administrative, civil, and criminal sanctions, PD. XYZ has only faced administrative penalties in practice.   Abstrak Usaha industri makanan skala mikro dan kecil memiliki tanggung jawab terhadap pengendalian lingkungan hidup, yang diwujudkan melalui kewajiban penyusunan Surat Pernyataan Pengelolaan Lingkungan (SPPL). Namun, beberapa usaha di sektor ini, seperti UMK PD. XYZ di Kota Bandung, seringkali melanggar aturan dengan pembuangan limbah langsung ke sungai selama proses produksi bakso goreng. Penelitian ini memfokuskan pada dua permasalahan utama, yaitu pelaksanaan kewajiban penyusunan SPPL bagi industri makanan skala mikro dan kecil, serta penegakan hukum terhadap pencemaran dan pelanggaran hukum lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis empiris, dengan jenis penelitian deskriptif analitis. Sementara itu metode pengumpulan data menggunakan metode pengumpulan data studi kepustakaan (library research), dan metode analisisnya menggunakan metode analisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sejumlah UMK di Kota Bandung, termasuk PD. XYZ, belum mematuhi kewajiban menyusun SPPL dan kegiatan mereka menimbulkan pencemaran lingkungan. Selain itu, pengawasan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Bandung dinilai kurang, dengan sanksi administratif yang hanya berupa penutupan saluran limbah tanpa tuntutan ganti rugi terhadap kerugian lingkungan yang ditimbulkan PD. XYZ. Meskipun UUPPLH mengatur mengenai sanksi administratif, perdata, dan pidana, pada kenyataannya, PD. XYZ baru dikenakan sanksi administratif saja.