cover
Contact Name
Siti Munawaroh
Contact Email
munafkuns@staff.uns.ac.id
Phone
+628158242824
Journal Mail Official
ssefkuns@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Jl. Ir. Sutami 36 A Kentingan Jebres Surakarta 57126
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Smart Society Empowerment Journal
ISSN : 27755460     EISSN : 27757064     DOI : https://doi.org/10.20961/ssej
Smart Society Empowerment Journal is a peer-reviewed and open access journal focusing on educative, promotive,preventive, and community empowerment activities in the health sector. This journal publishes original articles and reviews. This journal is published at least three times a year.
Articles 46 Documents
Peningkatan Pengetahuan Tenaga Medis PPK 1 Area Rumah Sakit UNS dalam Deteksi Dini dan Tata Laksana Glaukoma Desy Kurniawati Tandiyo; Dyah Ayu Eliza; Debby Andina Landiasari; Kartika Noviastuti; Heru Prasetiyono
Smart Society Empowerment Journal Vol 4, No 3 (2024): November
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ssej.v4i3.84610

Abstract

Pendahuluan: Glaukoma adalah penyebab kebutaan permanen nomor dua setelah katarak di Indonesia yang sering tidak disadari oleh penderita.  World Health Organization (WHO) memprediksi jumlah penderita Glaukoma di dunia mencapai sekitar 60,7 juta orang di tahun 2010 dan akan menjadi 79,4 juta di tahun 2020.  Kegiatan Pengabdian berupa seminar  kesehatan sebagai sarana edukasi   bagi tenaga kesehatan di PPK 1 terkait deteksi dini pada pasien dengan glaukoma sehingga bisa cepat dapat dilakukan tatalaksana dan menghindarkan pada perburukan yang bisa menyebabkan hilangnya penglihatan.Metode: Langkah pengabdian meliputi perencanaan, pengumpulan bahan  dan materi, kegiatan edukasi terkait deteksi dini dan tatalaksana glaukoma, dan pemberian kuisioner pretest dan posttest sebagai bahan evaluasi kegiatan bagi  tenaga kesehatan di PPK1 di area sekitar Rumah Sakit Universitas Sebelas Maret.Hasil dan Pembahasan: Terdapat perbedaan yang signifikan pada subyek terkait pengetahuan dan tatalaksana dini glaukoma sebelum dan sesudah seminar berdasarkan hasil kuisioner pretest dan posttest yang diberikan ke 23 peserta seminar yang terdiri dari tenaga Kesehatan yang mayoritasnya merupakan tenaga medisKesimpulan: Pengabdian berjalan dengan baik, peserta mengalami peningkatan pengetahuan terkait cara untuk deteksi dini dan penatalaksanaan glaukoma.
Edukasi Pendidikan Reproduksi pada Remaja di SMP Negeri 1 Surakarta Dhoni Akbar Ghozali; Desy Kurniawati Tandiyo; Inge Pramaratu; Ekky Putra Rinardi; Dian Nita Eka Saptarini; Fasha Putri Arkhani; Fattan Fairuz Ahmad Ferdianto; Ika Kartika Sari
Smart Society Empowerment Journal Vol 5, No 2 (2025): Juli
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ssej.v5i2.99488

Abstract

Pendahuluan: Pengetahuan yang kurang mengenai pendidikan reproduksi terkait pubertas berdampak negatif untuk remaja perempuan sehingga perlu program peningkatan sikap dan kesadaran terkait perubahan pubertas. Kurangnya pengetahuan tentang perubahan fisik selama pubertas memicu persepsi yang salah dan menyebabkan pelecehan seksual. Penyampaian informasi terkait pendidikan reproduksi terhambat oleh karena tidak tersedianya ruang diskusi di sekolah. Program ini bertujuan untuk mengedukasi siswi di SMP Negeri 1 Surakarta terkait pendidikan reproduksi yang meliputi materi pubertas dan kesehatan alat reproduksi.Metode: Program dilaksanakan di SMP Negeri 1 Surakarta dengan sasaran penyuluhan adalah siswi kelas 7 dan 8. Pemberian materi meliputi pubertas dan kesehatan alat reproduksi terbagi dalam dua sesi yang diawali dengan pretest dan diakhiri dengan posttest untuk mengukur dampak penyuluhan. Tes menggunakan 10 soal pilihan ganda yang sama tentang materi penyuluhan dan dinilai peningkatan rata-rata dari pretest dan posttest.Hasil dan pembahasan: Penyuluhan diikuti 30 siswi yang turut serta seluruh acara dari pretest hingga posttest. Dari hasil analisis data ditemukan peningkatan rata-rata nilai sebesar 2.20, dengan rata- rata nilai pretest 5.43 (SD=0.68) dan posttest 7.63 (SD=0.67).Kesimpulan: Penyuluhan tentang pendidikan reproduksi berlangsung dengan baik. Pengetahuan siswi terkait pendidikan reproduksi meningkat pasca pemberian materi.
Pemanfaatan Sumber Daya Alam Lokal Sebagai Makanan Pendamping ASI di Desa Ngleses, Kecamatan Juwangi, Kabupaten Boyolali Aldayanti Puspitasari; Arthur Marc Gutomo; Aulia Malika; Dinari Febriyanti; Henti Adila; Joseph Levy Pratomo; Nadhifa Mulia Anugerah Supoyo; Rajasa Fathahillah; Regita Ayu Miftchuljannah; T. Amelia Carolin Peggy Andriani; Eti Poncorini Pamungkasari
Smart Society Empowerment Journal Vol 4, No 2 (2024): Juli
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ssej.v4i2.78574

Abstract

Pendahuluan: Permasalahan kesehatan yang hingga kini masih dialami oleh masyarakat Desa Ngleses justru banyak terjadi di balita yakni kejadian stunting. Stunting merupakan kondisi ketika anak mengalami gangguan pertumbuhan fisik dan perkembangan otak serta kecerdasan di mana tinggi badan anak tidak sesuai dengan usianya akibat masalah gizi kronis yang ditandai dengan z-score menurut TB/U kurang dari -2 SD. Faktor risiko terjadinya stunting salah satunya adalah kurang terpenuhinya kebutuhan gizi. Pemberian MPASI yang terlambat mengakibatkan kurangnya makanan ekstra yang dibutuhkan anak untuk mengisi kesenjangan energi dan nutrisinya. Oleh sebab itu, Workshop MPASI ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman ibu-ibu mengenai MPASIMetode: Metode yang dilakukan adalah melakukan pemberian edukasi mengenai MPASI dengan memanfaatkan sumber daya lokal dan demonstrasi pembuatan beberapa resep MPASI ke ibu hamil dan ibu dengan balita. Sasaran dari program ini adalah 20 orang ibu dari balita di Desa Ngleses. Media yang digunakan adalah berupa Power Point dan juga demo memasak dengan peralatan masak seperti kompor, gas, wajan, dan sudip. Prosedur pelaksanaan kegiatan adalah persiapan, pelaksanaan, evaluasi, dan analisis. Evaluasi dilakukan dengan instrumen berupa soal ujian pre-test dan post-test yang diberikan sebelum dan sesudah pemaparan materi.Hasil dan pembahasan: Dalam proses pelaksanaan, 20 ibu-ibu Desa Ngleses yang hadir menunjukkan atensi dan antusias yang baik dalam mengikuti pemaparan materi dan demonstrasi masak. Tingkat pemahaman peserta juga meningkat yang dilihat dengan cara membandingkan nilai post-test dengan nilai pre-test peserta. Rata-rata nilai pre-test adalah 50 dan rata-rata nilai post-test adalah 79 sehingga terjadi peningkatan nilai sebanyak 29 poin. Selain itu, dari program ini dihasilkan 6 resep makanan pendamping ASI disertai dengan harga pokok penjualan yang dikompilasi membentuk buku resep. Nantinya buku tersebut akan dibagikan kepada ibu-ibu kader sebagai salah satu luaran program ini.Kesimpulan: Workshop pemanfaatan sumber daya alam lokal sebagai pendamping ASI efektif untuk meningkatkan pengetahuan ibu balita.
Pengembangan Blangko Skrining Risiko Stunting Balita Berbasis Keluarga Yulia Sari; Budiyanti Wiboworini; Nur Hafidha Hikmayani; Anik Lestari; Dian Andarwati
Smart Society Empowerment Journal Vol 5, No 3 (2025): November
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ssej.v5i3.116093

Abstract

Pendahuluan: Tingginya kasus stunting perlu ditangani secara komprehensif, karena stunting dapat menyebabkan terhambatnya tumbuh kembang dan kemampuan kognitif yang dapat menurunkan kualitas hidup anak. Langkah perbaikan dan peningkatan tetap perlu dilakukan guna mencapai zero stunting sedini mungkin. Kesehatan dan persiapan seorang wanita menjadi ibu yang siap lahir dan batin dapat menjadi kunci dalam memutus rantai kejadian stunting. Metode: Pelaksanaan kegiatan pengabdian pada hari Senin, 10 Juni 2024. Lokasi kegiatan di Posyandu Mawar 4, Dukuh Sokawoya, Desa Canden, Sambi, Boyolali. Kegiatan ini berupa edukasi penilaian risiko stunting dalam mencegah dan menanggulangi stunting pada balita serta pendampingan cara mengisi dan menginterpretasikan “Media Skrining”.Hasil dan pembahasan: Kegiatan pengabdian dihadiri oleh 59 peserta. Kegiatan dimulai dengan pembukaan oleh Kapuskes Sambi dilanjutkan penjelasan kegiatan oleh Ketua Tim Pengabdi. Berdasarkan isian data dari 4 orang (6,7%) yang berisiko tinggi, faktor yang mempengaruhi adalah kondisi ibu ketika hamil (usia ibu terlalu muda saat menikah dan melahirkan, anemia, jarak kehamilan kurang dari 2 tahun dan ibu menderita KEK). Pada kelompok ini, dianjurkan untuk lebih memperhatikan asupan makanan dan kesehatan anaknya agar dapat mengejar ketertinggalan kebutuhan gizi selama anak dalam kandungan. Peserta juga diberikan edukasi kepatuhan menimbangkan anak ke Posyandu sehingga gangguan tumbuh kembang dan kesehatan dapat segera dideteksi. Ibu dengan risiko tinggi diberikan penjelasan terkait kesehatan dirinya sebelum merencanakan kehamilan berikutnya.Kesimpulan: Berdasar hasil kegiatan tersebut, meskipun sudah bisa mendapatkan data sesuai tujuan, penggunaan blangko skrining masih perlu penyempurnaan untuk digunakan secara luas. Pada kegiatan tersebut juga dilakukan edukasi sesuai permasalahan ibu balita.
Hubungan Dukungan Keluarga dengan Kepatuhan Minum Obat Tuberkulosis Paru di Puskesmas Melayu Kota Piring Tanjungpinang Sunyoto Wahyu Utomo; Wasis Pujiati; Meily Nirnasari; Komalasari Komalasari
Smart Society Empowerment Journal Vol 5, No 3 (2025): November
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ssej.v5i3.112133

Abstract

Pendahuluan: Dukungan keluarga merupakan ketersediaan sokongan anggota keluarga untuk memenuhi kebutuhan individu yang menjalani pengobatan Tuberkulosis Paru. Oleh karena itu, dibutuhkan dukungan keluarga yang baik agar dapat meningkatkan kepatuhan pasien minum obat Tuberkulosis Paru.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi sebanyak 45 responden, teknik sampling menggunakan total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji chi square.Hasil dan pembahasan: Hasil univariat diketahui bahwa proporsi dukungan keluarga yang baik (60%), dan kepatuhan minum obat tuberkulosis yang tinggi (51.1%). Hasil analisis bivariat dukungan keluarga diperoleh p value = 0,001 (p<0,05) dengan kepatuhan pasien minum obat tuberkulosis paru.Kesimpulan: bahwa ada hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan pasien minum obat tuberkulosis paru di Puskesmas Melayu Kota Piring Tanjungpinang. Semakin baik dukungan keluarga akan semakin tinggi kepatuhan pasien minum obat tuberkulosis paru. Sehingga akan terhindar dari resiko penularan dan kekambuhan terhadap penyakit tuberkulosis paru ini.
Tingkat Pengetahuan Penyakit Ginjal pada Jemaat Gereja Keluarga Kudus, Paroki Rawamangun: Studi Deskriptif Tena Djuartina; V Dwi Jani Juliawati; Iskandar R Budianto
Smart Society Empowerment Journal Vol 6, No 1 (2026): Maret
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ssej.v6i1.115724

Abstract

Pendahuluan: Penyakit ginjal merupakan salah satu masalah kesehatan kronis yang prevalensinya terus meningkat, terutama pada kelompok usia dewasa dan lanjut usia, serta pada individu dengan penyakit tidak menular, seperti hipertensi dan diabetes melitus. Pengetahuan masyarakat mengenai penyakit ginjal berperan penting dalam upaya pencegahan dan deteksi dini, namun data mengenai tingkat pengetahuan pada komunitas berbasis keagamaan masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat pengetahuan jemaat tentang penyakit ginjal di Gereja Keluarga Kudus ParokiMetode: Studi deskriptif dengan pendekatan potong lintang pada 39 responden jemaat Gereja Keluarga Kudus Paroki Rawamangun pada Bulan November 2025. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner terstruktur. Data dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentaseHasil dan pembahasan: Rerata usia responden 62 tahun (26–85 tahun) dengan mayoritas perempuan (92,3%). Sebagian besar responden memiliki faktor risiko penyakit tidak menular. Sebanyak 82,0% responden berada pada kategori pengetahuan baik dan sangat baik mengenai kesehatan ginjal.Kesimpulan: Tingkat pengetahuan jemaat tentang penyakit ginjal tergolong baik. Hasil ini dapat menjadi dasar perencanaan program edukasi kesehatan ginjal di komunitas gereja.