cover
Contact Name
Siti Munawaroh
Contact Email
munafkuns@staff.uns.ac.id
Phone
+628158242824
Journal Mail Official
ssefkuns@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Jl. Ir. Sutami 36 A Kentingan Jebres Surakarta 57126
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Smart Society Empowerment Journal
ISSN : 27755460     EISSN : 27757064     DOI : https://doi.org/10.20961/ssej
Smart Society Empowerment Journal is a peer-reviewed and open access journal focusing on educative, promotive,preventive, and community empowerment activities in the health sector. This journal publishes original articles and reviews. This journal is published at least three times a year.
Articles 43 Documents
Peningkatan Pengetahuan Petugas Kesehatan Mengenai Peran Spirometri Sebagai Alat Deteksi Dini Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) di Fasilitas Kesehatan Layanan Primer Apriningsih, Hendrastutik; Prabowo, Nurhasan Agung; Ardyanto, Tonang Dwi; Myrtha, Risalina; Sari, Maria Galuh Kamenyangan; Shofiyah, Laily; Aryani, Niken Dyah; Nugroho, Novianto Adi; Dyanneza, Frieaska; Suwandono, Adji
Smart Society Empowerment Journal Vol 4, No 1 (2024): Maret
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ssej.v4i1.80196

Abstract

Pendahuluan: Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) adalah salah satu dari sepuluh besar penyebab utama kematian di Indonesia. Prevalensi dan angka kematian akibat PPOK yang tinggi menunjukkan pentingnya deteksi dan tatalaksana dini PPOK. Underdiagnosis PPOK menurunkan akurasi data mortalitas, akurasi diagnosis yang terekam dalam database pada administasi kesehatan kurang jelas. Gold standard diagnosis PPOK adalah spirometri. Penerapan spirometri sebagai alat skrining mencakup penilaian besarnya underdiagnosis, intervensi potensial dan efektif, prediksi akurasi spirometri dan profil klinik spirometri. Pengabdian masyaratat ini bertujuan meningkatkan kemampuan tenaga kesehatan mengenai peran spirometri sebagai alat deteksi dini PPOK di fasilitas kesehatan primer.Metode: Pengabdian ini bekerjasama dengan Puskesmas Purwodiningratan Kota Surakarta. Metode yang digunakan dengan memberikan penyuluhan dan pelatihan spirometri kepada tenaga kesehatan di wilayah puskesmas tersebut. Untuk mengetahui tingkat pengetahuan tenaga kesehatan dilakukan evaluasi kegiatan berupa pre dan post-test mengenai soal-soal spirometri dasar.Hasil dan Pembahasan: Jumlah peserta kegiatan sebanyak 18 tenaga kesehatan tediri dari dokter umum dan perawat wilayah kerja Puskesmas Purwodiningratan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa tenaga kesehatan sudah mempunyai pengetahuan yang cukup mengenai spirometri, namun masih kurang dalam operasional dan interpretasi hasil spirometri. Sehingga masih memerlukan penyuluhan dan pelatihan. Hasil evaluasi didapatkan rerata nilai pre-test adalah 51,11 dan nilai post-test adalah 72,77. Sehingga terdapat peningkatan nilai sebesar 21,66 poin. Nilai pre-test terendah adalah 20 dan post-test adalah 50, sedangkan nilai pre-test tertinggi adalah 80 dan post-test adalah 100.Kesimpulan: Terdapat peningkatan pengetahuan tentang peran spirometri sebagai alat deteksi dini PPOK pada tenaga kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Purwodiningratan.Kata kunci: spirometri; deteksi dini; PPOK; tenaga kesehatan; puskesmas Purwodiningratan 
Edukasi dan Aplikasi Loci pada Guru SD di Wilayah Kecamatan Kerjo Karanganyar Muthmainah, Muthmainah; Nurwati, Ida; Subandono, Jarot; Hermawan, Danus; Budiani, Dyah Ratna; Hakim, Fikar Arsyad; Handayani, Selfi; Pakha, Dyonisa Nasirochmi; Sunggoro, Agus Jati
Smart Society Empowerment Journal Vol 3, No 3 (2023): November
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ssej.v3i3.79482

Abstract

Pendahuluan: Fakta di lapangan menunjukkan sebagian besar guru SD di Kecamatan Kerjo, Karanganyar belum pernah mendengar atau mengetahui metode Loci. Metode Loci merupakan salah satu cara untuk meningkatkan daya ingat dengan mengoptimalkan keseimbangan fungsi otak kiri dan kanan. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah melakukan edukasi dan aplikasi metode Loci melalui penyuluhan kepada para guru SD tersebut untuk meningkatkan daya ingat.Metode: Penyuluhan dilakukan pada Selasa, 23 Mei 2023 jam 08.00-12.30, di aula kantor Korwilcam Bidang Pendidikan Kecamatan Kerjo, Karanganyar. Peserta penyuluhan adalah para guru SD dalam wilayah Kecamatan Kerjo, Karanganyar sebanyak 50 orang. Di Kecamatan Kerjo terdapat 29 SD, dari tiap-tiap SD mewakilkan 1-2 orang guru. Tahap-tahap kegiatan pengabdian masyarakat meliputi persiapan, pelaksanaan, dan pelaporan kegiatan. Penyuluhan diberikan melalui ceramah interaktif dan mempraktekkan cara menghafal dengan metode Loci. Peserta menjalani pretes sebelum dan postes sesudah penyuluhan. Nilai pretes dan postes dibandingkan menggunakan uji statistik Wilcoxon (α=0,05). Hasil dan pembahasan: Kegiatan pengabdian masyarakat yang berupa penyuluhan metode Loci telah dilaksanakan sesuai rencana dan diikuti oleh 50 orang guru SD dari 29 SD yang ada di wilayah Kecamatan Kerjo, Karanganyar. Rerata nilai pretes peserta 42,56±21,04 dan nilai postes 62,56±28,11 dengan nilai signifikansi p<0,001. Hal ini berarti bahwa penyuluhan yang berupa ceramah interaktif dan praktek aplikasi metode Loci, selain dapat memberikan pemahaman mengenai pengetahuan metode Loci, juga berpengaruh dalam meningkatkan daya ingat peserta.Kesimpulan: Edukasi dan aplikasi metode Loci yang diberikan melalui penyuluhan dapat memberikan pemahaman mengenai metode Loci dan dapat meningkatkan daya ingat pada para guru SD di Kecamatan Kerjo, Karanganyar.
Edukasi dan Deteksi Dini Anemia pada Remaja Awal Desa Kedungwaduk Pujiyati, Alfiyah; Prayitno, Adi; Saptiwi, Betty; Cilmiaty A.R., Risya; Susanti, Widia; Daffa, I Made Adi Palguna Rama; Avantara, Aurel Tesalonika; Maharani, Rakhel Putri; Soemijarto, Tirsa Angelina; Fadhila, Tsabita Nur
Smart Society Empowerment Journal Vol 4, No 3 (2024): November
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ssej.v4i3.93330

Abstract

Pendahuluan: Di Indonesia pada tahun 2023, prevalensi anemia di kalangan remaja berada di angka 22,6% yang sebelumnya telah mengalami penururnan yang kurang signifikan dari angka 25,1% pada tahun 2021. Remaja merupakan usia yang rentan terhadap kejadian anemia karena pada usia ini remaja mengalami pertumbuhan pesat yang memerlukan kecukupan nutrisi yang memadai. Faktor diet, keterbatasan akses layanan kesehatan, kurangnya fasilitas kesehatan dan pemeriksaan rutin, dan kurangnya edukasi kesehatan di komunitas menjadi faktor-faktor penyebab tingginya prevalensi anemia di kalangan remaja sehingga mahasiswa KKN di Desa Kedungwaduk menyelenggarakan kegiatan edukasi dan deteksi anemia pada remaja awal.Metode: Kegiatan ini diselenggarakan dari tanggal 22-26 Juli 2024 di SDN 1, 2, 3, dan 4 Kedungwaduk dengan menargetkan siswa/i kelas 4, 5, dan 6. Dilakukan pre-test untuk mengukur tingkat pengetahun siswa/i terkait anemia yang kemudian dilanjutkan dengan edukasi anemia dan post-test. Setelahnya dilakukan deteksi anemia dengan melakukan pengukuran tinggi badan, berat badan, dan lingkar lengan atas, pengecekan hemoglobin, dan ditutup dengan pemberian tablet tambah darah.Hasil dan pembahasan: Diikuti total 167 siswa/i dengan 78 remaja putri dan 89 remaja putra. 80,3% siswa/i memiliki hasil yang rendah pada pre-test dengan rata-rata 45,55 yang mengalami peningkatan menjadi 74,37 pada post-test. Dari deteksi anemia ditemukan 21 dari 78 remaja putri peserta sosialisasi mengalami anemia.Kesimpulan: Pemberian edukasi pencegahan anemia dapat diterima dengan baik dibuktikan dengan antusiasnya peserta sosialisasi dan terjadinya peningkatan pengetahuan pada peserta sosialisasi. Peserta remaja putri juga meminum tablet tambah darah yang dibagikan dengan antusias.
Telusur Infeksi Tuberkulosis Laten pada Populasi Berisiko dan Investigasi Kontak pada Lingkup Puskesmas Gajahan Surakarta Apriningsih, Hendrastutik; Hapsari, Brigitta Devi Anindita; Siregar, Sihsusetyaningtyas Tiominar; Prabowo, Nurhasan Agung; Putri, Desy Puspa; Landiasari, Debby Andina; Mirshanti, Farahdila; ., Yunita; Fahmiati, Cahyani
Smart Society Empowerment Journal Vol 5, No 3 (2025): November
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ssej.v5i3.105855

Abstract

Pendahuluan: Indonesia merupakan salah satu dari negara dengan beban Tuberkulosis (TB) tertinggi di dunia. Penemuan Infeksi TB laten (ITBL) dan pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) merupakan salah satu strategi dalam upaya menurunkan beban TB nasional. Program Penanggulangan TB merubah strategi penemuan pasien TB aktif secara intensif dan masif berbasis keluarga dan Masyarakat. Pelacakan populasi berisiko dan investigasi kontak memiliki peran penting pada strategi ini. Diagnosis ITBL saat ini menggunakan Tuberculin Skin Test (TST) atau Interferon Gamma-Release Assay (IGRA). Metode: Tujuan kegiatan pengabdian ini untuk memberikan penyuluham mengenai ITBL dan pemberian TPT, serta peningkatan penemuan kasus ITBL pada investigasi kontak dan populasi berisiko yaitu pasien Diabetes Melitus (DM) di lingkup Puskesmas Gajahan Surakarta. Dilakukan pre-test dan post-test untuk evaluasi kegiatan penyuluhan tersebut.Hasil dan pembahasan: Pemeriksaan tes tuberkulin pada 26 responden IK didapatkan 11 responden dengan hasil positif (42,3%) dan 25 responden dengan penyakit komorbid DM didapatkan 10 responden (40,0%) hasil positif.Kesimpulan: Kegiatan telusur ITBL pada investigasi kontak dan populasi DM sangat diperlukan untuk membantu penurunan angka kejadian TB aktif.
Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dan Pengembangan Media Flash Card pada Guru SD wilayah Kecamatan Kerjo Karanganyar Pakha, Dyonisa Nasirochmi; Nurwati, Ida; Muthmainah, Muthmainah
Smart Society Empowerment Journal Vol 4, No 2 (2024): Juli
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ssej.v4i2.80315

Abstract

Introduction: Teachers as role model need to encourage perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) – meaning clean and healthy lifestyle – in schools and teach it to students, leading to a healthy environment. Several elementary school teachers in Kerjo District have not been habituated to optimally implementing PHBS. The aim of this community service is to conduct PHBS education and develop flash cards; thus, this may increase understanding of PHBS, then apply these lifestyles optimally.Methods: The community service was carried out by counselling PHBS on Tuesday, 23rd May 2023. The target was elementary school teachers in the Kerjo District, involving 27 elementary schools with 44 participants. Data was collected from 27 schools for classifying PHBS strata, then the participants took pre-test and post-test to measure level of knowledge. Next, counselling was carried using interactive lecture and flash card. The distributed flash cards were also assessed by the teachers.Results and discussions: During the community service, three schools were recorded as sehat paripurna and 24 schools as sehat utama. The average value of pre-test and post-test results were 3.52 ± 0.66 and 4.88 ± 0.32, respectively. This indicates that there was an increase in the average value and PHBS counselling may increase participants’ understanding. Additionally, majority of participants agree that the flash cards are suitable for learning purpose.Conclusion: PHBS counselling may provide an understanding of PHBS for elementary school teachers in the Kerjo District, Karanganyar, also, flash cards are applicable for learning purpose.
Pelatihan Kader Kesehatan dalam Pemberdayaan Poskestren di Pondok Pesantren Al Amaanah Karanganyar Handayani, Selfi; Nurwati, Ida; Subandono, Jarot; Muthmainah, Muthmainah; Hermawan, Danus; Budiani, Dyah Ratna; Hakim, Fikar Arsyad; Pakha, Dyonisa Nasirochmi; Sunggoro, Agus Jati
Smart Society Empowerment Journal Vol 5, No 2 (2025): Juli
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ssej.v5i2.94068

Abstract

Pendahuluan: Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren) adalah suatu bentuk upaya untuk meningkatkan kesehatan warga pesantren. Para kader poskestren, yang meliputi para santri, perlu memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam pemeriksaan vital sign (VS), antropometri, serta perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah memberikan pengetahuan, pemahaman dan keterampilan pelatihan VS, antropometri, dan PHBS kepada kader kesehatan di pos kesehatan pesantren.Metode: Sosialisasi dan pelatihan keterampilan pemeriksaan VS, antropometri, dan PHBS dilaksanakan pada bulan Juli 2024. Terdapat 30 orang kader kesehatan poskestren beserta 10 pamong yang mengikuti acara ini. Pemateri dan instruktur memberikan materi menggunakan media presentasi, pamflet, dan tanya-jawab. Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan melatih keterampilan kader secara langsung. Sebelum dilakukan sosialisasi dan pelatihan, peserta melaksanakan pre-test, dan kemudian diikuti dengan post-test setelah mendapatkan pelatihan.Hasil dan pembahasan: Hasil evaluasi terhadap pengetahuan tentang PHBS pada kader Kesehatan memperlihatkan bahwa 80% (24 kader) telah mengalami peningkatan pengetahuan dari yang awalnya hanya 24% (7 kader). Nilai pretest dan post-test keterampilan VS dan antropometri memperlihatkan perbedaan, yaitu terjadi peningkatan pengetahuan tentang vital sign dan antropometri. Setelah dilakukan pelatihan pemeriksaan vital sign dan antropometri, semua kader sudah dapat melakukan pemeriksaan dengan baik.Kesimpulan: Sosialisasi dan pelatihan keterampilan dapat meningkatkan pengetahuan tentang PHBS, pemeriksaan VS, dan antropometri. Semua kader kesehatan yang dilatih sudah dapat melaksanakan pemeriksaan VS dan antropometri dengan baik.
Pengaruh Pemberian Edukasi Mengenai Persiapan Menghadapi Menopause di RS Universitas Sebelas Maret Nurinasari, Hafi; Anggraeni, Asih; Wisdayanti, Syah Rini; Rahmi, Elita; -, Soetrisno
Smart Society Empowerment Journal Vol 4, No 1 (2024): Maret
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ssej.v4i1.80689

Abstract

Pendahuluan: Kesehatan reproduksi merupakan aset penting dan berharga yang harus dijaga di era globalisasi termasuk kesehatan pada usia lanjut (lansia) diantaranya menopause. Menopause adalah berakhirnya siklus menstruasi secara alami terjadi pada wanita usia 45 hingga 55 tahun dan tidak mengalami menstruasi lagi minimal 12 bulan. Program kesehatan terkait dengan menopause belum mendapatkan perhatian khusus. Rumah Sakit Universitas Sebelas Maret mengapresiasi hari Menopause Dunia dengan mengadakan pengabdian masyarakat berupa penyuluhan kesehatan mengenai menopause untuk pasien yang datang saat kontrol ke RS dan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan mengenai menopause, gejala yang terjadi dan bagaimana supaya wanita tetap aktif dan produktif menjelang menopause.Metode: Rancangan penelitian berupa penyuluhan dan edukasi mengenai menopause dan bagaimana supaya tetap produktif menjelang dan saat menopause, diberikan secara tatap muka dengan media bantu berupa Power Point dengan sebelum dan sesudahnya diberikan pre dan post-test. Lokasi penelitian di ruang tunggu lantai 2 poliklinik Rumah Sakit UNS. Metode analisis data dinilai adanya peningkatan nilai pre-test ke post-test secara signifikan (p<0,05) diukur dengan menggunakan uji statistik t-berpasangan.Hasil dan pembahasan: Penyuluhan diikuti oleh 27 peserta. Tingkat pengetahuan peserta pre-test rata-rata 43,33 sedangkan post-test didapatkan 77,03 sehingga terdapat peningkatan nilai yang bermakna sebesar 33,70 (18,00) dengan nilai p < 0,001.Kesimpulan: Kegiatan penyuluhan dirasakan berhasil dalam upaya meningkatkan pengetahuan wanita saat menghadapi gejala menjelang dan saat menopause dengan adanya perubahan tingkat pengetahuan diukur melalui pre dan post-test sebesar 33,70 (18,00) dengan nilai p sebesar < 0,001.Kata Kunci: menopause; edukasi; persiapan.
Pemberdayaan Karang Taruna Sebagai Peningkatan Sanitasi Air Bebas Kapur dan Berkelanjutan Menggunakan Metode Simple Water Filtration Fauzi, Rachmad Pratama; Khusniawati, Rahma; Nisa’, Chilyatun; Rahmawati, Ainur; Prambudi, Aldi Indra; Prasetyo, Joko
Smart Society Empowerment Journal Vol 3, No 3 (2023): November
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ssej.v3i3.79814

Abstract

Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang yang menjadi salah satu dari sekian banyak daerah pedesaan yang masih mengalami kesulitan akses air bersih layak konsumsi. Masyarakat Dusun Mulyosari masih mengandalkan air hujan dalam penampungan untuk penyediaan konsumsi air. Secara geografis, Dusun Mulyosari dikelilingi oleh perbukitan. Hal tersebut mengakibatkan tingginya kandungan batuan kapur termasuk di air sumur warga desa Mulyosari. Kondisi air sumur di Dusun mulyosari ini mendasari dilakukannya program pengadaan air bersih layak konsumsi. Oleh karena itu, pada pengabdian masyarakat ini dilakukan pengadaan air bersih dengan memberdayakan anggota Karang Taruna Dusun Mulyosari dengan memanfaatkan air sumur dengan prinsip simple water filtration.Metode: Program yang dilakukan meliputi 6 tahap, yaitu tahap persiapan, penyusunan konsep, perakitan alat, pengujian kualitas air, sosialisasi, serta monitoring dan evaluasi.Hasil dan pembahasan: Hasil dari program pengadaan air bersih ini, yaitu menurunnya kadar Total Dissolved Solid (TDS) menjadi 182 mg/l dan kandungan CaCO3 sebesar 228 mg/l. Selain itu juga Masyakarat Dusun Mulyosari dapat meminimalisir pengeluaran biaya untuk mendapatkan air minum yang layak. Setelah dilaksanakannya program, warga hanya perlu membeli 1 galon dan 1 LPG dengan total pengeluaran sebesar Rp42.000. Kemudian setelah adanya program ini dari tenaga medis setempat menerima laporan warga terkena diare menurun 32 orang balita dan 29 orang dewasa. Sedangkan 56 warga terdampak kencing batu berada dalam masa pemulihan.Kesimpulan: Program filtrasi air kapur ini merupakan suatu program solutif yang dirancang untuk menangani permasalahan tercemarnya air konsumsi masyaraat di dusun mulyosari oleh zat kapur, serta mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat karena dapat menurunkan angka penderita penyakit terutama diare di Dusun Mulyosari.
Edukasi Pencegahan Stunting sebagai Upaya Penekanan Angka Stunting di Desa Trombol Sragen Pakha, Dyonisa Nasirochmi; Bevani, Alzena Primrose; Artasya, Calista Yudhi; Bryan, Christopher; Hanannyndito, Ersalia; Joesan, Izdihar Rahmania; Anwar, Muhammad Adib Fajar; Safitri, Nisrina Ulayya; Hidayat, Salva Nadia; Reswara, Vanesha Ardya; Hananto, Vinsensius Alfi
Smart Society Empowerment Journal Vol 5, No 1 (2025): Maret
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ssej.v5i1.78636

Abstract

Pendahuluan: Hingga saat ini, stunting masih menjadi masalah kesehatan global. Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022 menunjukkan angka stunting di Indonesia adalah 21,6%, dan angka balita stunting di Kabupaten Sragen pada tahun 2022 adalah 24,3%, dimana terjadi peningkatan sebesar 5,5% dibandingkan tahun 2021. Sehingga, kegiatan pengabdian diperlukan untuk memberikan edukasi terkait stunting dan cara pencegahannya dengan harapan dapat menekan angka stunting.Metode: Kegiatan pengabdian dilaksanakan tanggal 7 Agustus 2023 di Posyandu Amanah Desa Trombol, Sragen. Sasaran kegiatan adalah peserta posyandu balita, yaitu ibu dengan balita dengan total 35 peserta. Sebelum penyuluhan, peserta mengerjakan pre-test. Penyuluhan diberikan dengan ceramah interaktif menggunakan PowerPoint dan penggunaan leaflet untuk diskusi lebih dalam. Kegiatan pengabdian diakhiri dengan mengerjakan post-test dan kritik saran terhadap leaflet.Hasil dan pembahasan: Kegiatan pengabdian sudah berjalan dengan lancar. Sasaran peserta yaitu ibu sudah sesuai, mengingat pentingnya peran ibu dalam 1000 hari pertama kehidupan. Kemudian, rerata nilai hasil pre-test adalah 8±1,76 dan post-test adalah 9,4±0,81. Hal ini menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan peserta setelah penyuluhan. Peningkatan pengetahuan peserta diharapkan dapat mengoptimalkan pemberian nutrisi pada anak. Selain itu, mayoritas peserta setuju bahwa leaflet sudah sesuai dan bermanfaat sebagai media penyuluhan, serta kegiatan pengabdian mendapatkan respon positif dari peserta.Kesimpulan: Kegiatan pengabdian sudah berjalan dengan baik sesuai tujuan. Penyuluhan stunting dapat meningkatkan pengetahuan peserta terkait stunting. Selain itu, 90% peserta setuju bahwa leaflet dapat digunakan sebagai media penyuluhan dengan konten yang sudah sesuai dan mudah dipahami.
Gambaran Hasil Kegiatan Intervensi Pentingnya Penggunaan KB pada Pasangan Usia Subur di Kelurahan Karangroto Semarang Yuliyanti, Suryani; Prasetijono, Purwito Soegeng; Nabih, Dimas Irfan; Pratiwi, Citra Permata; Safitri, Gita Dwi; Nisak, Khamidatun; Amal, Muhammad Ikhlasul; Septiani, Anita Indria; Khotimatun, Dwi Fara; Kusuma, Julia Salsa; Saputri, Pradita Bella Riski; Zahra, Purbaningrum Tiara; Putri, Trijati Cendikia
Smart Society Empowerment Journal Vol 5, No 3 (2025): November
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ssej.v5i3.86446

Abstract

Pendahuluan: Salah satu upaya yang gencar dilakukan pemerintah dalam pengendalian penduduk adalah program keluarga berencana (KB). Jawa Tengah merupakan salah satu provinsi dengan pasangan usia subur terbanyak di Indonesia, sebanyak 57,38 persen diantaranya menggunakan KB pada tahun 2021. Karangroto merupakan kelurahan di wilayah Jawa Tengah dengan hasil survei penggunaan KB sebesar 58,5% dari target 100%. Dari data tersebut peneliti melakukan kegiatan intervensi pada kelurahan Karangroto guna meningkatkan pengetahuan pasangan usia subur pentingnya penggunaan KB.Metode: Intervensi yang dilakukan berupa edukasi mengenai pentingnya dukungan suami dalam program KB dan informasi pembayaran KB dalam bentuk ceramah, leaflet dan kuis mengenai materi yang diberikan. Sebelum diberikan intervensi, peserta diminta mengisi kuisioner pre test dan kuisioner post test akan dibagikan setelah intervensi.Analisis data pre post test menggunakan uji t berpasangan yang dilanjutkan dengan uji wilcoxon karena data tidak homogen dan tidak normal.Hasil dan pembahasan: Edukasi masyarakat tentang program KB di Kelurahan Karangroto diikuti 42 peserta yang seluruhnya meningkat pengetahuannya (rerata pretest 8,61 dan rerata posttest 9,30) dengan nilai p=0,001. Nilai pretest terendah adalah 5 dan tertinggi adalah 10. Sedangkan untuk nilai posttest terendah adalah 6 dan tertinggi 10.Kesimpulan: Terdapat peningkatan yang bermakna pada pengetahuan pasangan usia subur pada Kelurahan Karangroto mengenai penggunaan kontrasepsi setelah diberikan intervensi berupa edukasi mengenai pentingnya dukungan suami dalam program KB dan informasi mengenai pembayaran KB.