cover
Contact Name
Siti Munawaroh
Contact Email
munafkuns@staff.uns.ac.id
Phone
+628158242824
Journal Mail Official
ssefkuns@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Jl. Ir. Sutami 36 A Kentingan Jebres Surakarta 57126
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Smart Society Empowerment Journal
ISSN : 27755460     EISSN : 27757064     DOI : https://doi.org/10.20961/ssej
Smart Society Empowerment Journal is a peer-reviewed and open access journal focusing on educative, promotive,preventive, and community empowerment activities in the health sector. This journal publishes original articles and reviews. This journal is published at least three times a year.
Articles 40 Documents
Penyuluhan Mengenai Stunting Untuk Menekan Angka Kejadian Stunting Pada Orang Tua dan Kader Posyandu di Desa Sembungan, Boyolali Yulia Sari; Muhammad Rizaldi Ramli; Reza Setyo Baskoro; Dinda Rachma Meifina; Kristina Cecilia Widjaya; Stephen Changifer; Yulistya Hani; Kirana Raissa Egasmara; Lafriba Devaranty; Winona Dara Supriyadi; Sandy Adi Nugraha Pratama
Smart Society Empowerment Journal Vol 3, No 1 (2023): Maret
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ssej.v3i1.64565

Abstract

Pendahuluan: Stunting sendiri masih menjadi persoalan di Indonesia. Kabupaten boyolali merupakan salah satu target dalam percepatan penurunan stunting dengan jumlah balita stunting sebanyak sebanyak 5.665 balita dari total 63.576 balita. Berbagai upaya telah dilakukan dinas kesehatan Boyolali untuk menurunkan angka kasus stunting, namun untuk program penyuluhan yang telah dijalankan masih belum maksimal. Menurut data dari dinas kesehatan, pengetahuan ibu mengenai stunting masih kurang. Pengabdian ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran orang tua dan kader posyandu tentang stunting.Metode: Pengabdian ini dilakukan dengan metode survei lapangan, persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi program. Pengabdi melakukan intervensi kepada orang tua dan kader posyandu di wilayah desa Sembungan.Hasil dan pembahasan: Hasil posttest menunjukkan peningkatan tingkat pengetahuan dan pemahaman orang tua anak stunting dan kader posyandu menjadi 88,5 dari nilai pretest sebelumnya 82,15.Kesimpulan: Terdapat peningkatan tingkat pengetahuan dan pemahaman tentang stunting pada orang tua anak stunting dan kader posyandu dalam rangka peningkatan angka kejadian stunting. 
Upaya Percepatan Penurunan Stunting Melalui Peningkatan Kesadaran Dan Pengetahuan Masyarakat Terhadap Faktor Risiko Di Desa Jenar, Kabupaten Sragen Muzakiya Lailatul Karima
Smart Society Empowerment Journal Vol 3, No 1 (2023): Maret
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ssej.v3i1.65811

Abstract

Introduction: Stunting is a problem that is currently a concern for the Indonesian government because the incidence rate is quite high. In 2021, the stunting incidence rate was obtained at 24.4%. The government is trying to reduce the incidence of stunting to 14% by 2024. In this regard, this community service activity aims to make the stunting reduction acceleration program a success.Methods: This community service activity was carried out in Jenar Village, Jenar District, Sragen Regency, which is one of the stunting focus locations from July 15 to August 12, 2022 with large group counseling methods and interventions to the community in the form of anthropometric measurements and healthy gymnastics.Results and discussions: The participation and attention of mothers in activities is very good, partner groups actively contribute to the procurement of activity needs and actively share experiences about child growth and development and a healthy lifestyle. The impact of counseling activities can increase the knowledge and awareness of the people of Jenar Village regarding the risk factors for stunting and a healthy lifestyle.Conclusion: Community service activities in the context of efforts to accelerate the reduction of stunting in Jenar Village are very useful and are expected to play a role in reducing the incidence of stunting.
Hubungan antara Jenis Kelamin dengan Kategori Stres pada Remaja di SMP Brawijaya Smart School Catur Saptaning Wilujeng; Intan Yusuf Habibie; Agustiana Dwi Indiah Ventyaningsih
Smart Society Empowerment Journal Vol 3, No 1 (2023): Maret
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ssej.v3i1.69257

Abstract

Pendahuluan:  Gangguan Kesehatan mental yang sering terjadi pada usia remaja adalah depresi dan kecemasan.  Di Kota Malang, Jawa Timur, ditemukan bahwa terdapat 32,5% remaja SMU depresi ringan, 28,2 % depresi sedang dan 11,1% depresi berat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara jenis kelamin dengan kategori stress pada remaja putri di SMP Brawijaya Smart School (BSS).Metode: Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah sampel penelitian ini adalah sebanyak 61 siswa kelas 8. Data stres pada remaja diambil dengan menggunakan kuesioner DASS (Depression Anxiety Stres Scale). Untuk menguji adanya hubungan antara jenis kelamin dengan kategori stres menggunakan Chi-square.Hasil dan pembahasan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 129 siswa SMP Brawijaya Smart School (BSS), sebanyak 51,9% kategori stressnya adalah normal. Tetapi terdapat 14,0% termasuk kategori stress ringan, 14,0% termasuk kategori stress sedang, 17,8% termasuk kategori stress berat dan 2,3% termasuk kategori stress sangat berat. Hasil uji Chi square menunjukkan bahwa  ada hubungan antara jenis kelamin dengan kategori stress (p=0,041)Kesimpulan: Sebagian besar tingkat stress remaja adalah pada kategori normal baik pada siswa laki-laki maupun perempuan. Hasil uji hubungan menunjukkan bahwa ada hubungan antara jenis kelamin dengan kategori stress remaja. Kesehatan mental pada remaja merupakan fenomena yang harus mendapatkan perhatian khusus dari sekolah melalui guru Bimbingan Konseling (BK) dan edukasi melalui guru Unit Kesehatan Sekolah (UKS).
Edukasi Pencegahan dan Deteksi Dini Penyakit Kardiovaskular di Masa Pandemi COVID-19 Ratna Kusumawati; Heru Sulastomo; Dono Indarto; Sinu Andhi Jusup; Setyo Sri Rahardjo; Niniek Purwaningtyas; Tri Nugraha Susilawati; Yuliana Heri Suselo; Sri Wulandari
Smart Society Empowerment Journal Vol 3, No 1 (2023): Maret
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ssej.v3i1.70327

Abstract

Pendahuluan: Jumlah kasus penyakit kardiovaskular (PKV) di dunia menunjukkan kecenderungan meningkat termasuk di Indonesia. Kabupaten Sukoharjo di Jawa Tengah melaporkan adanya peningkatan penyakit hipertensi dan diabetes mellitus (DM) yang menjadi faktor risiko penting PKV. Penyakit hipertensi dan DM merupakan penyakit penyerta utama pada kasus coronavirus disease 2019 (COVID-19) sehingga dapat memperburuk gejala dan menyebabkan kematian. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah memberikan edukasi tentang pencegahan dan deteksi dini PKV di wilayah Kecamatan Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah di masa pandemi COVID-19.Metode: Kegiatan pengabdian dilaksanakan di RT 03 RW 02 desa Gowongan, Pucangan, Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah. Metode pengabdian yang dilakukan berupa pelatihan pengukuran denyut nadi latihan, talk show  mengenai pencegahan dan deteksi dini PKV serta pemeriksaan kesehatan berupa pemeriksaan tekanan darah dan kadar gula darah.Hasil dan pembahasan: Hasil kegiatan pengabdian ini peserta mendapatkan informasi yang valid mengenai pencegahan dan deteksi dini PKV. Selain itu, kegiatan ini menstimulasi keperdulian peserta untuk melakukan upaya pencegahan dan deteksi dini melalui pemeriksaan tekanan darah dan kadar gula darah. Hasil lain yang didapatkan adalah peserta dapat melakukan pengukuran denyut nadi latihan secara mandiri untuk mengoptimalkan olahraga yang dilakukan.Kesimpulan: Edukasi pencegahan dan deteksi dini PKV kepada masyarakat talkshow, pelatihan dan layanan kesehatan telah terlaksana dengan baik. Kegiatan ini dapat memberikan informasi valid kepada masyarakat dan memacu keperdulian masyarakat untuk melakukan upaya pencegahan dan deteksi dini PKV.
Edukasi Pencegahan Sindroma Metabolik sebagai Upaya Peningkatan Derajat Kesehatan Masyarakat Siti Munawaroh; Fresthy Astrika Yunita; Ririn Nurliyani BR; Aisya Nailatul Ashma; Annisa Rizki Savitri; Auliya Abdullah Al-Shoud; Dea Fauziyyanti; Farah Shalihah; Imrom Maulana Aziz; Kavita Shafa Annisa; Muhammad ‘Izuddin; Nurul Anira Irawan; Rosati Afifah; Tania Jesika Nurintan Silalahi; Zahra Roidah Amalia Hasna; Fatasya Salsa Bella; Elisa Desi Purwanti; Dyah Ayu Qisthi Fatmawati; Dzakiyyatul Haniifah; Eka Nurulita Susanti
Smart Society Empowerment Journal Vol 3, No 1 (2023): Maret
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ssej.v3i1.71251

Abstract

Pendahuluan: Sindrom metabolik merupakan penyakit yang banyak bermunculan dikehidupan yang semakin modern saat ini. Hal ini sangat dipengaruhi oleh gaya hidup dan pola makan. Tingginya angka kesakitan sindroma metabolik memerlukan tindakan pencegahan agar tidak semakin bertambah banyak. Selain itu diperlukan juga pemahaman dan penanganan sindrom metabolik agar komplikasi yang muncul akibat penyakit ini bisa diminimalisir.Tujuan pengabdian kepada masyarakat adalah memberikan penyuluhan kesehatan sesuai permasalahan kesehatan yang dihadapi kepada masyarakat di dukuh Klipan, Desa Tohudan, Colomadu, Kabupaten Karanganyar.Metode: Pengabdian masyarakat dimulai dengan melakukan penilaian kesehatan keluarga di wilayah Klipan. Hasil penilaian masalah kesehatan yang ada kemudian dianalisis untuk menentukan topik edukasi kesehatan yang bisa bermanfaat besar bagi masyarakat di wilayah tersebut. Setalah topik penyuluhan ditetapkan maka dibuatlah media penyuluhan dan koordinasi pelaksanaan kegiatan penyuluhan.Hasil dan pembahasan: permasalahan utama yang dihadapi oleh 18 keluarga yang tinggal di Klipan adalah sindrom metabolik. Penyuluhan diberikan kepada 20 peserta. Kegiatan berjalan dengan lancar mendapatkan kesan yang baik dari masyarakat.Kesimpulan: Kegiatan edukasi kesehatan dengan topik sindrom metabolik sudah tepat dilakukan sesuai dengan hasil penilaian kesehatan keluarga di Klipan, Tohudan, Colomadu, Karanganyar.
Urgensi Pengembangan Kurikum Pendidikan Kedokteran di Era Digitalisasi Layanan Kesehatan Penggalih Mahardika Herlambang; Rani Tiyas Budiyanti
Smart Society Empowerment Journal Vol 3, No 2 (2023): Juli
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ssej.v3i2.73152

Abstract

Pendahuluan:  Teknologi kesehatan mulai masif berkembang dan diterapkan dalam layanan kesehatan seperti pemanfaatan telemedicine, virtual reality, artificial intelligence, maupun data sharing rekam medis elektronik. Dalam penerapan layanan kesehatan berbasis digital, pengetahuan serta skill dokter merupakan hal yang krusial. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan urgensi pengembangan kurikulum pendidikan kedokteran dan model pengembangan pendidikan kedokteran di era digitalisasi layanan kesehatan.Metode: Penelitian ini merupakan literatur review dengan traditional approach  pada artikel jurnal dalam database GoogleScholar, Proquest, dan Scopus yang terbit pada tahun 2013-2023.Hasil dan pembahasan: Dalam pendidikan kedokteran, mahasiswa kedokteran diharapkan mengetahui dan mampu memanfaatkan teknologi dalam menunjang layanan kesehatan digital serta memahami isu etik dan legal yang dapat terjadi. Pengembangan kurikulum pendidikan dapat dilakukan dengan melakukan sertifikasi kompetensi, integrasi ke dalam kurikulum atau kolaborasi antar pendidikan kesehatan.Kesimpulan: Pengembangan kurikulum pendidikan kedokteran di era digitalisasi layanan kesehatan penting untuk dilakukan, pengetahuan maupun skill dalam pemanfaatan layanan kesehatan digital perlu dikembangkan oleh institusi pendidikan kedokteran agar nantinya mutu layanan kesehatan dan keselamatan pasien dapat terjaga.
Penyuluhan Pemberian Makanan Pendamping Asi (MP-ASI) Pada Ibu Balita Stunting-Wasting di Kecamatan Juwangi Zuliana Amalia; Aisyah Intan Ramadhani; Larissa Agustina Sukoco; Yulia Sari
Smart Society Empowerment Journal Vol 3, No 2 (2023): Juli
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ssej.v3i2.76009

Abstract

Masalah  gizi yang menjadi perhatian di Indonesia adalah stunting, karena Indonesia merupakan negara tertinggi ke-5 di dunia dengan angka kejadian stunting. Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia tahun 2022 prevalensi stunting di Indonesia sebesar 21,6%, Prevalensi stunting pada Provinsi Jawa Tengah mencapai angka 20,8% dan untuk Kabupaten Boyolali  sendiri memiliki kasus stunting dengan prevalensi 20,0%. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan ibu balita yang memiliki balita Stunting-Wasting mengenai MP-ASI. Metode yang digunakan adalah ceramah interaktif dan tanya jawab. Hasil penyuluhan menunjukkan bahwa rata-rata skor pengetahuan ibu balita Stunting-Wasting saat pre-test adalah 57% dan pada saat post-test meningkat menjadi 84%. Dampak dari dilakukannya pengabdian ini adalah meningkatnya pengetahuan ibu balita Stunting-Wasting tentang MP-ASI.Untuk itu disarankan kepada ibu balita Stunting-Wasting untuk melakukan pemberian asupan makanan bagi bayi dan baita seesuai dengan tekstur dan jenis makanannya untuk memenuhi kebutuhan asupan anak.
Pendampingan Pola Hidup Sehat Untuk Menurunkan Angka Kejadian Infeksi Zoonosis Parasiter pada Peternak dan Keluarganya di Desa Singosari Boyolali Yulia Sari; Sri Haryati; Sigit Setyawan; Khesara Sastrin Prasita Negara; Paramasari Dirgahayu; Lilik Wijayanti; Siti Ma’rufah; Endang Listyaningsih S; Slamet Riyadi; Dwi Surya Supriyana
Smart Society Empowerment Journal Vol 3, No 2 (2023): Juli
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ssej.v3i2.76619

Abstract

Pendahuluan: Infeksi zoonosis parasitik mempunyai angka prevalensi tertinggi di dunia, khususnya di negara dengan pendapatan rendah dan sanitasi yang buruk. Lebih dari sepertiga penduduk dunia terinfeksi zoonosis parasitik [1], 450 juta di antaranya mengeluhkan timbulnya gejala [2]. Angka prevalensi infeksi zoonosis parasitik di Indonesia sendiri sangat bervariasi pada tiap provinsi. Untuk kasus kecacingan yang masuk dalam infeksi zoonosis parasitik, angka prevalensi berkisar dari yang terendah, 2,5%, hingga yang tertinggi mencapai 62% [3].Provinsi Jawa Tengah merupakan salah satu provinsi yang masih belum banyak memiliki informasi terkait dengan infeksi parasitik gastrointestinal. Pada Laporan Provinsi Jawa Tengah untuk Riset Kesehatan Dasar [5], belum ada data terintegrasi yang menunjukan prevalensi infeksi zoonosis parasitik [5]. Selain belum terintegrasi, penelitian terkait infeksi zoonosis parasitik juga belum dilakukan di banyak daerah di Jawa Tengah. Salah satu daerah tersebut adalah Kabupaten Boyolali, fokus utama pada peternak dan keluarganya di Desa Singosari Kecamatan Mojosongo Kabupaten Boyolali. Di Desa Singosari persentase perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) terendah kedua (60,25%) di Boyolali [6]. Maka dari itu peneliti merasa perlu untuk melakukan Pendampingan Pola Hidup Sehat Untuk Menurunkan Angka Kejadian Infeksi Zoonosis parasitik pada peternak dan keluarganya Di Singosari, Mojosongo, Boyolali.Metode: Pengabdian ini dilakukan di pemukiman warga sekitar peternakan yang berada di Desa Singosari, Kecamatan Mojosongo, Boyolali. Metode pengabdian yang akan dilakukan adalah dengan menggunakan metode HIRARC yaitu Hazard Identification, Risk Assessment, dan Risk Control. Pengabdi memberikan intervensi berupa pendampingan kepada peternak dan keluarganya di Desa Singosari, Mojosongo, Singosari.Hasil dan pembahasan: Hasil pretest menunjukkan prosentase pengetahuan PHBS sebesar 75% dan infeksi zoonotik 50%. Perilaku setelah diberikan edukasi tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat sebesar 95% dan infeksi zoonotik 85%.Kesimpulan: Pelaksanaan pengabdian berjalan dengan efektif dengan peningkatan pengetahuan PHBS dan Infeksi zoonosis, selain itu berdasarkan pantauan juga telah merubah perilaku setelah diberikan edukasi tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada peternak dan keluarganya di lingkungan peternakan Desa Singosari, Mojosongo, Boyolali.
Pelatihan Senam Kaki Buerger Allen di Puskemas Purwodiningratan Ratih Puspita Febrinasari; Nurhasan Agung Prabowo; Desy Puspa Putri; Sigit Setyawan
Smart Society Empowerment Journal Vol 3, No 2 (2023): Juli
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ssej.v3i2.76858

Abstract

Pendahuluan: Prevalensi Diabetes Mellitus (DM) tipe 2 di Indonesia semakin meningkat. Penyakit ini berkaitan dengan timbulnya komplikasi dan hal ini akan menurunkan kualitas hidup pasien. Penurunan komplikasi dilakukan pengobatan farmakologis dan non farmakologis. Salah satu upaya terapi non farmakologis adalah dengan edukasi dan Latihan fisik seperti senam kaki diabetes. Tujuan dari pengabdian ini adalah memberikan edukasi mengenai DM tipe 2 dan pelatian senam kaki Buerger Allen pada penderita DM tipe 2 di puskesmas Purwodiningratan.Metode: Langkah pengabdian yang akan dilakukan meliputi pengumpulan bahan dan materi, perencanaan, dan kegiatan inti.  Setelah kegiatan akan dilakukan pelaporan dan evaluasiHasil dan pembahasan: Penyuluhan dan edukasi sebagai acara inti akan dilakukan pada tanggal 27 Mei 2023 dengan materi: mengenal DM tipe 2 dan gejalanya, mengenal obat-obatan DM tipe 2, olahraga dan aktifitas fisik pada DM tipe 2, komplikasi pada DM tipe 2. Pasien diberikan instruksi senam kaki dan diajarkan oleh para instruktur senam kaki. Selain itu pasien mendapatkan leaflet dan video senam kaki diabetes dengan metode Buerger allen agar dipraktekkan di rumah dan mendapatkan hasil optimal.Kesimpulan: Pengabdian sudah terlaksana dengan baik, masyarakan penderita DM tipe 2 yang menjalani pelatihan mendapatkan penurunan gejala komplikasi DM tipe 2.
Audit Kasus Stunting Melalui Kegiatan Pengabdian Masyarakat di Kecamatan Gladagsari Kabupaten Boyolali Shahifa Suha Arrasyi; Dian Septiana; Yuliana Heri Suselo
Smart Society Empowerment Journal Vol 3, No 2 (2023): Juli
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ssej.v3i2.77078

Abstract

Pendahuluan: Provinsi Jawa Tengah berdasarkan data Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) memiliki prevalensi stunting tahun 2022 yaitu 20,8% dan pada Kabupaten Boyolali 20%. Dalam mengatasi stunting, dilakukan audit stunting yang merupakan program identifikasi faktor risiko penyebab stunting. Audit kasus stunting dilakukan di Kecamatan Gladagsari yang  merupakan salah satu kecamatan lokus stunting di Kabupaten Boyolali dengan prevalensi  8,7%.Metode: Audit kasus stunting dilakukan di Kecamatan Gladagsari, Kabupaten Boyolali pada 30 Mei 2023. Audit stunting diawali dengan membuat irisan balita stunted-wasting, kemudian dilakukan analisis untuk menentukan balita termasuk dalam kategori stunting atau pendek karena penyebab lain. Menurut KepMenkes 1928/2022 PNPK Stunting, balita tergolong (berisiko) stunting apabila usia berat ≤ usia tinggi ≤ usia kronologis dan didapatkan 5 balita yang tergolong (berisiko). Ibu dan balita berisiko akan diundang datang ke RSUD Pandan Arang untuk audit kasus stunting. Audit kasus stunting berupa pengukuran antropometri, wawancara ibu balita dan konsultasi kesehatan balita stunting.Hasil dan pembahasan: Faktor penyebab stunting di Kecamatan Gladagsari diantaranya yaitu pengasuhan bersama antara suami dan istri, keadaan sanitasi lingkungan (termasuk kepemilikan jamban sehat), faktor gangguan makan (intoleransi makanan), Selama 3 bulan terakhir sulit memenuhi kebutuhan makanan, frekuensi kunjungan ke posyandu, ASI eksklusif, MPASI, status imunisasi dasar, konsistensi minum vitamin A, ibu peserta KB, pemahaman manfaat KMS, pemahaman manfaat penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan di posyandu, pemahaman stunting, pengetahuan tentang gizi seimbang, beragam dan aman.Kesimpulan: Melalui kegiatan audit kasus stunting yang dilakukan di Kecamatan Gladagsari diketahui beberapa faktor risiko yang menjadi faktor penyebab terjadinya stunting. 

Page 4 of 4 | Total Record : 40