cover
Contact Name
Siti Munawaroh
Contact Email
munafkuns@staff.uns.ac.id
Phone
+628158242824
Journal Mail Official
ssefkuns@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Jl. Ir. Sutami 36 A Kentingan Jebres Surakarta 57126
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Smart Society Empowerment Journal
ISSN : 27755460     EISSN : 27757064     DOI : https://doi.org/10.20961/ssej
Smart Society Empowerment Journal is a peer-reviewed and open access journal focusing on educative, promotive,preventive, and community empowerment activities in the health sector. This journal publishes original articles and reviews. This journal is published at least three times a year.
Articles 43 Documents
Gambaran Antara Kejadian Malaria dengan Karakteristik Pasien di Kabupaten Asmat Provinsi Papua Selatan Tahun 2023 Setiawan, Nanang; Putri, Novita Eka
Smart Society Empowerment Journal Vol 4, No 3 (2024): November
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ssej.v4i3.92596

Abstract

Pendahuluan: Malaria merupakan masalah kesehatan masyarakat yang signifikan sebagai penyakit menular. Kabupaten Asmat tergolong wilayah endemis tinggi dan menjadi salah satu daerah sasaran program pemberantasan penyakit malaria. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui data kasus malaria di Kabupaten Asmat yang terletak di Provinsi Papua Selatan khusus tahun 2023.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional. Populasi penelitian terdiri dari pasien yang terdiagnosis penyakit malaria di Kabupaten Asmat yang terletak di Provinsi Papua Selatan. Penelitian dilakukan pada bulan Januari hingga Desember 2023.Hasil dan pembahasan: Berdasarkan Uji Distribusi Frekuensi, penelitian mengungkapkan bahwa mayoritas pasien yang positif malaria berusia antara 0 hingga 5 tahun. Data menunjukkan pasien laki-laki berjumlah 9.869 orang atau 54,7% dari total pasien. Berdasarkan pekerjaan pasien, sebagian besar orang yang positif malaria, yaitu 11.490 pasien (63,7%), tidak bekerja. Jenis parasit yang paling umum menyebabkan infeksi adalah plasmodium falciparum, menyerang 9.734 pasien (53,9%). Pada tahun 2023, bulan dengan jumlah kasus malaria tertinggi adalah bulan Maret dengan jumlah 2.265 kasus.Kesimpulan: Jumlah kasus positif malaria terbesar di Kabupaten Asmat Provinsi Papua Selatan pada tahun 2023 berada di wilayah Puskemas Sawaerma yakni sebanyak 2.315 orang (12,8%) berdasarkan penelitian dan pengolahan data dengan menggunakan data kasus positif malaria yang diambil dari Dinas Kesehatan Kabupaten Asmat, Provinsi Papua Selatan.
Skrining Kesehatan pada Anak Panti Asuhan Nur Hidayah Surakarta Terkait Penyakit Kecacingan, Penilaian Status Gizi serta Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Rahmawati, Anindita; Setyawan, Sigit; Handayani, Selfi; Haryati, Sri
Smart Society Empowerment Journal Vol 5, No 2 (2025): Juli
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ssej.v5i2.102284

Abstract

Pendahuluan: Soil transmitted helminthiasis mempunyai dampak buruk terhadap status gizi seseorang. Maka, sangatlah penting untuk mengelola angka kesakitan dengan memberikan perawatan rutin di tempat-tempat rentan, seperti panti asuhan tempat tinggal anak-anak yatim piatu. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk melihat prevalensi dan pemberian edukasi terkait infeksi Soil Transmitted Helminths (STH) serta penerapan Perilaku  Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang dilakukan pada anak-anak asuh di panti.Metode: Pengabdian masyarakat didahului dengan permohonan ijin dan ethical clearance, dilanjutkan pengambilan data dengan pembagian informed consent dan kuisioner kepada orang tua asuh responden dan kegiatan penyuluhan kepada anak dan pengelola panti asuhan. Penyuluhan ini terkait penyakit kecacingan, perilaku hidup bersih dan sehat serta cara pencapaian tingkat gizi yang baik.  Dilakukan analisis data kuesioner dari responden (yang meliputi identitas diri, dan praktik hidup sehat) dan data prevalensi kecacingan. Anak-anak sebelumnya juga sudah diminta untuk mengumpulkan sampel feses pada pot yang sudah disediakan. Kemudian dilakukan pemeriksaan feses secara makroskopis dan mikroskopis.Hasil dan pembahasan: Hasil pemeriksaan sampel feses menunjukkan bahwa seluruh sampel dinyatakan negatif kecacingan. Hasil kuisioner didapatkan hasil tingkat self hygiene tergolong baik (1 anak dengan tingkat self hygiene buruk dari 31 anak asuh yang mengisi kuisioner). Hasil pemeriksaan status gizi didapatkan 61,29% anak dengan IMT tidak normal (kurus dan overweight).Kesimpulan: Hubungan kecacingan dengan status gizi serta perilaku hidup bersih dan sehat anak asuh usia sekolah pada Panti Asuhan Nur Hidayah Surakarta tidak dapat ditentukan karena tidak ditemukan sampel dengan tanda infeksi didalamnya.
Peningkatan Pengetahuan Mengenai Pilihan Makan dan Durasi Aktifitas Fisik pada Mahasiswa Obesitas Nugroho, Fajar Ari; Kusumastuty, Inggita; Cempaka, Anggun Rindang
Smart Society Empowerment Journal Vol 4, No 2 (2024): Juli
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ssej.v4i2.86359

Abstract

Pendahuluan: Obesitas adalah penumpukan lemak tubuh akibat asupan energi yang berlebih dibandingkan dengan energi yang dikeluarkan.  Obesitas selain menyebabkan berbagai penyakit kronis juga dapat menurunkan produktivitas seseorang. Peningkatan pengetahuan dan perbaikan gaya hidup merupakan pondasi penting dalam upaya mengatasi permasalahan obesitas. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan memberikan pendampingan dalam implementasi rekomendasi pilihan makan dan aktifitas fisik.Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada bulan Oktober – November 2023 dengan jumlah peserta 20 orang di Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Brawijaya. Sasaran peserta kegiatan ini adalah orang dewasa dengan status gizi obesitas. Tahapan kegiatan ini mulai dari pengkajian data awal, pemberian materi dengan media powerpoint dan pengenalan aplikasi Rekasku untuk pemantauan asupan makan, pendampingan selama satu bulan dan monitoring hasil kegiatan. Data yang diukur dalam kegiatan ini adalah status gizi berdasar Indeks Massa Tubuh, tingkat pengetahuan, kebiasaan makan dan aktifitas fisik.Hasil dan pembahasan: Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa belum 100% peserta dapat mengimplementasikan materi yang didapat, tetapi telah terdapat perbaikan. Terdapat 50% peserta memiliki asupan energi sesuai rekomendasi, 45% peserta mengkonsumsi buah dan sayur 5 porsi dalam satu hari, 40% peserta tidak mengkonsumsi gula berlebih dan 80% peserta telah melakukan aktifitas fisik minimal 150 menit dalam seminggu. Kepatuhan merupakan faktor penting dalam implementasi rekomendasi. Ketidakberhasilan dalam mencapai target rekomendasi pada kegiatan ini lebih disebabkan karena kurangnya motivasi diri.Kesimpulan: pemberian materi dan pendampingan dapat meningkatkan pengetahuan serta memperbaiki pilihan makan dan aktifitas fisik pada sebagian besar peserta. 
Edukasi dengan Booklet sebagai Upaya Pendampingan Ibu Hamil untuk Cegah Anemia dan KEK di Boyolali Shabrina, Amalina; Santoso, Christopher; Putra, Danendra Pratama Purnama; Wicaksono, Raden Reza Andhika; Haq, Anjani I'anatul; Valeria, Annisa Hanindira; Rusyda, Ayusya Khairunnisa; Varansia, Brigitta Viki; Susanto, Siti Hanifah Hanun; Qurratulaini, Syafiqah
Smart Society Empowerment Journal Vol 5, No 1 (2025): Maret
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ssej.v5i1.100685

Abstract

Pendahuluan : Anemia dan kekurangan energi kronik (KEK) adalah dua penyakit tidak menular dengan prevalensi tertinggi yang dialami oleh ibu hamil di Indonesia. Capaian program kesehatan terkait anemia dan KEK di Kabupaten Boyolali tahun 2021-2023 tercatat masih di bawah target. Kejadian anemia dan KEK masih ditemukan di wilayah kerja Puskesmas Karanggede, Boyolali. Maka dari itu, diperlukan suatu upaya untuk mencegah timbulnya anemia dan KEK pada kehamilan. Salah satu kegiatan yang dapat dilakukan adalah kegiatan pendampingan terhadap ibu hamil.Metode : Kegiatan pendampingan ini merupakan rangkaian kelas ibu hamil yang terdiri dari 3 tahapan, yaitu koordinasi, skrining, dan edukasi. Skrining anemia dan KEK dilaksanakan di Puskesmas Karanggede dengan peserta 17 ibu hamil. Edukasi dilakukan menggunakan Booklet yang ditampilkan di layar proyektor dengan peserta 17 ibu hamil dan 5 kader. Keberhasilan edukasi diukur dari pretest dan posttest.Hasil dan pembahasan : Hasil skrining menemukan bahwa 47% ibu hamil mengalami anemia dan tidak didapatkan ibu hamil KEK. Terdapat peningkatan pengetahuan ibu hamil setelah edukasi, dilihat dari peningkatan skor rata-rata pretest dan posttest sebesar 20,9 poin dari 41,6 ke 62,5.Kesimpulan : Kegiatan pendampingan pada ibu hamil terlaksana dengan baik. Kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan peserta dan menemukan prevalensi anemia dan KEK di wilayah kerja Puskesmas Karanggede. Ke depannya, pemberian edukasi kepada ibu hamil perlu dilakukan secara berkala.
Skrining Faktor Risiko Sindrom Metabolik pada Lansia di Desa Karang Setyawan, Sigit; Maftuhah, Atik; Putranto, R Prihandjojo Andri; Ayusari, Amelya Augusthina
Smart Society Empowerment Journal Vol 4, No 1 (2024): Maret
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ssej.v4i1.79857

Abstract

Pendahuluan: Prevalensi sindrom metabolik di Indonesia masih tinggi mencapai  23%. Sindrom ini masih menjadi faktor risiko terbesar terjadinya penyakit pada pembuluh darah. Pencegahan sindrom ini sangat penting diakukan untuk menekan angka kejadiannya. Skrining faktor risiko sindrom metabolik pada lansia yang menjadi kelompok rentan sangat diperlukan.Metode:.Pengabdian ini dilaksanakan kepada lansia pada hari Minggu, tanggal 7 Mei di Balai Desa Karang, Kecamatan. Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Dilakukan pemeriksaan tekanan darah, gula darah sewaktu dan pemeriksaan antropometri berupa tinggi badan dan berat badan untuk menentukan indeks massa tubuh. Pengabdi memberikan intervensi terapi farmakologi dan edukasi pada lansia yang teridentifikasi memiliki faktor risiko terjadi sindrom metabolik.Hasil dan pembahasan: Skrining didahului dengan pelaksanaan senam bersama lansia. Dari 48 peserta posyandu lansia, didapatkan angka kejadian hipertensi sebesar 38 peserta lansia (79,17%) yang terbagi menjadi hipertensi tingkat 1 dan 2. Hasil pengukuran gula darah sewaktu menunjukkan 20,83% peserta lansia memiliki kadar gula darah sewaktu ≥200 mg yang bisa didiagnosis sebagai penderita diabetes mellitus. Indeks massa tubuh dari lansia didapatkan 72,92% lansia mengalami kegemukan (gemuk ringan dan gemuk berat).Kesimpulan: Skrining sindrom metabolik pada lansia menemukan >70% lansia menderita hipertensi dan mengalami kegemukan serta 20.83% mengalami diabetes mellitus. Pengabdi melakukan edukasi dan memberikan pengobatan yang dibutuhkan sesuai tanda dan gejala yang dialami oleh lansia yeng mengalami sindrom metabolikKata Kunci: sindrom metabolik; hipertensi; diabetes mellitus; obesitas; lansia
Peningkatan Pengetahuan mengenai Upaya Berhenti Merokok pada Kader dan Tenaga Kesehatan Anindita Hapsari, Brigitta Devi; Adhiputri, Artrien; Suryawati, Betty; Reviono, Reviono; Sutanto, Yusup Subagio; Harsini, Harsini; Marwoto, Marwoto
Smart Society Empowerment Journal Vol 3, No 3 (2023): November
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ssej.v3i3.79224

Abstract

Pendahuluan: Perokok adalah seseorang yang menghisap rokok ≥ 100 batang selama hidupnya dan saat ini masih merokok atau sudah berhenti merokok kurang dari 1 tahun. Asap rokok memiliki efek negatif terhadap kesehatan karena mengandung lebih dari 4.000 senyawa kimia, 400 zat berbahaya, dan 43 zat karsinogenik. Rokok mengandung nikotin yang bersifat adiksi menyebabkan ketergantungan sehingga diperlukan upaya lebih lanjut agar dapat berhenti merokok. Upaya berhenti merokok berlangsung baik apabila didukung kemampuan tenaga kesahatan yang memadai. Penelitian ini bertujuan meningkatkan kemampuan tenaga kesehatan dalam program berhenti merokok serta meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai bahaya rokok.Metode: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bekerjasama dengan Puskesmas Purwodiningratan Kota Surakarta. Metode yang digunakan adalah memberikan penyuluhan kepada kader juga kepada tenaga kesehatan di wilayah Puskesmas tersebut tentang upaya berhenti merokok. Evaluasi kegiatan dilakukan penilaian pre dan post test yang bertujuan mengetahui tingkat pengetahuan kader dan tenaga kesehatan mengenai upaya berhenti merokok.Hasil dan Pembahasan: Jumlah peserta kegiatan adalah sebanyak 26 kader dan 16 tenaga kesehatan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kader dan tenaga kesehatan sudah mempunyai pengetahuan yang cukup tentang upaya berhenti merokok, tetapi dalam beberapa hal masih perlu ditingkatkan, terutama mengenai metode dan pendampingan perokok dalam melakukan upaya berhenti merokok. Didapatkan peningkatan nilai post-test menunjukkan peningkatan pengetahuan dari kader dan tenaga kesehatan setelah diberikan paparan tentang materi tersebut. Peningkatan tingkat pemahaman kader kesehatan sebesar 22% dan tenaga kesehatan sebesar 53%.Kesimpulan: Terjadi peningkatan pengetahuan tentang upaya berhenti merokok pada kader dan tenaga kesehatan Puskesmas Purwodiningratan.
Aksi Berantas Sarang Nyamuk di Daerah Endemis Desa Kragilan, Mojosongo, Boyolali Sari, Yulia; Hanifah, Zahra Nurul; Istiqomah, Adila Putri; Mariska, Fisidea; Asmara, Yusuf Vindra; Nugraha, Agustinus Adi; Gunawan, Samuel Christian; Putra, Sandi Permana; Permatasari, Regita Ayu; Margaretha, Glory; Dani, Ali Rofiq Khizna
Smart Society Empowerment Journal Vol 4, No 3 (2024): November
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ssej.v4i3.93093

Abstract

Pendahuluan: Pembangunan kesehatan bertujuan meningkatkan mutu sumber daya manusia dan lingkungan melalui pendekatan paradigma kesehatan. Di Desa Kragilan, yang merupakan daerah endemis demam berdarah, mahasiswa KKN kedokteran dalam rangka meningkatkan kesadaran kesehatan masyarakat mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat berupa “Pemberantasan Sarang Nyamuk” untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakatMetode: Kegiatan ini dilakukan sebanyak 3 kali pada tanggal 20-22 Juli 2024 pada setiap rumah di RT Jetis, Sidorejo, dan Bibisari Desa Kragilan. Rumah yang didatangi di RT Jetis sebanyak 50 rumah, RT Sidorejo sebanyak 25 rumah, dan RT Bibisari sebanyak 40 rumah. Sosialisasi dilakukan menggunakan poster mengenai demam berdarah secara umum dan upaya pencegahan dengan metode 3M (Menutup, Menguras, Mengubur). Setelah itu dilanjutkan dengan melakukan pemeriksaan bak mandi dan genangan air serta penyerahan abate pada akhir kegiatan.Hasil dan pembahasan: Kegiatan “Pemberantasan Sarang Nyamuk” pada 20-22 Juli 2024 mencakup 40 rumah per RT. Mahasiswa KKN dan kader jumantik memeriksa jentik nyamuk di bak dan genangan air, memberikan abate, dan memberikan edukasi terkait penggunaannya serta pentingnya menguras bak mandi. Warga dan kader antusias, tetapi ada kendala karena beberapa warga menolak kunjungan dengan alasan privasi, sehingga beberapa rumah tidak diperiksa. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil menambah pengetahuan masyarakat terkait pencegahan demam berdarah.Kesimpulan: Kegiatan “Pemberantasan Sarang Nyamuk” meningkatkan kesadaran khususnya masyarakat Desa Kragilan  mengenai penyakit Demam Berdarah, baik itu gejala, faktor risiko, dan cara pencegahan serta menambah pengetahuan masyarakat mengenai penyakit Demam Berdarah.
Analisis Perbandingan Kadar Hemoglobin pada Infeksi P. falcifarum dan P. vivax Pasien Malaria di RSUD Biak Hasanah, Fathul Hidayatul; Wahyuni, Sri; Samperura, Herdi; Sari, Fita
Smart Society Empowerment Journal Vol 5, No 2 (2025): Juli
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ssej.v5i2.103913

Abstract

Pendahuluan: Anemia merupakan keadaan klinis yang sering terjadi pada pasien malaria dengan ditandaipenurunan kadar hemoglobin dan tingkat penurunan dipengaruhi oleh patogenistas spesies Plasmodium. Indonesia memiliki daerah endemi Malaria salah satunya Papua, spesies Plasmodium dominan yang ditemukan P.falcifarum dan P.vivax. Tujuan penelitian ini untuk membandingkan kadar hemoglobin dengan infeksi P.falcifarum dan P. vivax pada pasien malaria di RSUD BiakMetode: Rancangan penelitian yang terapkan yaitu analitik dengan pendekatan cross sectional, responden merupakan pasien malaria di RSUD Biak sebanyak 20 orang yang terdiri dari 9 positif infeksi P.falcifarum dan P. vivax sebanyak 10 orang. Pelaksanaan penelitian Maret 2023.Hasil dan pembahasan: Hasil yang diperoleh pada infeksi P.falcifarum laki-laki 80% anemia ringan dengan rerata kadar hemoglobin 11,3 gr/dl, perempuan 25% anemia sedang dan 50% anemia ringan dengan kadar hemoglobin 9,3 gr/dl. Pada infeksi P.vivax 16,6% pasien malaria perempuan mengalami anemia berat, 16,6% sedang dan 66,8% ringan dengan rata-rata kadar hemoglobin 10,4 gr/dl, sedang pada pasien laki-laki 25% mengalami anemia sedang, 75% anemia ringan dengan nilai rata-rata 9,5 gr/dl. Berdasarkan uji perbandingan didapatkan nilai sig 0,169 >0,05 atau tidak ada perbedaan antara kadar hemoglobin pada infeksi P.falcifarum dan P. vivax.Kesimpulan: Pasien malaria mengalami anemia dengan derajat ringan sampai berat, penurunan kadar hemoglobin yang disebabkan infeksi P.falcifarum dan P. vivax tidak memiliki perbedaan yang signifikan.
Edukasi Kolaboratif Antar Profesi Kesehatan untuk Meningkatkan Kualitas Hidup Lansia dengan PPOK Munawaroh, Siti; Ashma, Aisya Nailatul; Savitri, Annisa Rizki; Al-Shoud, Auliya Abdullah; Fauziyyanti, Dea; Fatmawati, Dyah Ayu Qisthi; Haniifah, Dzakiyyatul
Smart Society Empowerment Journal Vol 4, No 2 (2024): Juli
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ssej.v4i2.92548

Abstract

Pendahuluan: Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) merupakan salah satu masalah kesehatan utama pada populasi lansia, yang berkontribusi signifikan terhadap penurunan kualitas hidup. Inovasi dalam pengelolaan kesehatan lansia melalui pendekatan kolaboratif antar profesi kesehatan adalah langkah baru yang diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pengobatan dan edukasi. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas edukasi kolaboratif dalam meningkatkan kualitas hidup lansia dengan PPOK di Dusun Klipan.Metode: Kegiatan ini dilakukan di Dusun Klipan, Desa Tohudan, dengan melibatkan dokter, bidan, dan apoteker. Metode yang digunakan meliputi penilaian kesehatan keluarga, edukasi melalui leaflet, dan penerapan Interprofessional Education (IPE)Hasil dan pembahasan: Hasil dari pengabdian menunjukkan bahwa edukasi kolaboratif yang dilakukan berhasil meningkatkan pengetahuan dan kepatuhan pasien terhadap pengobatan PPOK. Kolaborasi antar profesi kesehatan ini terbukti efektif dalam memberikan edukasi yang lebih komprehensif, sehingga meningkatkan kualitas hidup lansia.Kesimpulan: Edukasi kolaboratif antar profesi kesehatan efektif dalam meningkatkan kualitas hidup lansia dengan PPOK. Pendekatan ini dapat menjadi model yang berharga dalam upaya pengelolaan penyakit kronis pada populasi lansia.
Optimalisasi Imunitas Ibu dan Anak: Kontribusi dalam Penurunan Stunting Melalui MKJP di Surabaya Rochmayanti, Shinta Nur; Kwarta, Cityta Putri
Smart Society Empowerment Journal Vol 5, No 1 (2025): Maret
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ssej.v5i1.100495

Abstract

Pendahuluan: Stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat global yang berdampak signifikan pada kualitas hidup anak-anak di bawah lima tahun. Penggunaan alat kontrasepsi jangka panjang (MKJP) seperti implan dan IUD efektif mencegah stunting dengan mengatur jarak kelahiran. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi peran bidan dalam pelaksanaan pemasangan MKJP di RS IBI Surabaya untuk percepatan penurunan stunting.Metode: Program pencegahan stunting dilakukan melalui peningkatan kompetensi bidan, edukasi masyarakat, dan peningkatan akses layanan MKJP. Evaluasi program dilakukan secara berkala untuk memantau capaian target.Hasil: Program berhasil meningkatkan minat masyarakat terhadap MKJP, dengan 34 akseptor baru dan 18 akseptor lama. Implan lebih diminati daripada IUD. Kegiatan pengabdian masyarakat meningkatkan keterampilan bidan, akses layanan MKJP, jejaring kerja, dan kesadaran masyarakat. Target program seperti pelatihan 100% bidan, peningkatan 20% kunjungan konseling, dan 90% kepuasan akseptor diukur melalui indikator yang ditetapkan.Kesimpulan: Program pemasangan MKJP di RS IBI Surabaya efektif dalam meningkatkan penggunaan MKJP dan berpotensi menurunkan angka stunting. Kerjasama lintas sektor dan edukasi masyarakat menjadi kunci keberhasilan program.