cover
Contact Name
Siti Munawaroh
Contact Email
munafkuns@staff.uns.ac.id
Phone
+628158242824
Journal Mail Official
ssefkuns@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Jl. Ir. Sutami 36 A Kentingan Jebres Surakarta 57126
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Smart Society Empowerment Journal
ISSN : 27755460     EISSN : 27757064     DOI : https://doi.org/10.20961/ssej
Smart Society Empowerment Journal is a peer-reviewed and open access journal focusing on educative, promotive,preventive, and community empowerment activities in the health sector. This journal publishes original articles and reviews. This journal is published at least three times a year.
Articles 43 Documents
Edukasi dan Implementasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Sebagai Upaya Pencegahan Stunting di SDN 1 & 2 Plosorejo Sari, Yulia; Nailurrahmah, Qonita; Dzakiyyah, Arifatul; Zulfan, Gladera Wedpavica Zealtito; Muqoddamah, Aini Nur Lu'lu'atul; Dini, Diana Khoirun; Bravand, Gisella Imara Indirasari; Mysea, Marsyanda Jalasena; Krisyandi, Noel Bintang; Lubis, Stephanie Ardhya Gabriela
Smart Society Empowerment Journal Vol 4, No 1 (2024): Maret
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ssej.v4i1.78300

Abstract

Pendahuluan: Stunting masih menjadi masalah utama kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di Kabupaten Wonogiri. Salah satu faktor yang mendorong terjadinya stunting adalah pola hidup tidak sehat. Oleh karena itu diperlukan adanya peningkatan penerapan PHBS sebagai salah satu upaya pencegahan stunting. Pengabdian ini mengajak siswa/i sekolah dasar untuk turut berpartisipasi dalam pencegahan stunting melalui pengenalan PHBS sejak dini. Tujuan dari pengabdian ini yaitu untuk meningkatkan pemahaman dan menanamkan urgensi penerapan PHBS pada siswa/i sebagai upaya pencegahan stunting di Desa Plosorejo, Kabupaten Wonogiri.Metode: Kegiatan pengabdian dilaksanakan di SDN 1 & 2 Plosorejo yang berlokasi di Desa Plosorejo, Kecamatan Kismantoro, Kabupaten Wonogiri pada tanggal 27-28 Juli 2023. Kegiatan meliputi sosialisasi, edukasi, dan demonstrasi PHBS. Selain itu dilaksanakan pretest dan posttest untuk mengetahui peningkatan pemahaman siswa/i pada 80 responden siswa/i SDN 1 dan 2 Plosorejo. Data dianalisis menggunakan analisis univariat dan uji Uji T pada program SPSS.Hasil dan pembahasan: Rata-rata pretest siswa/i adalah 59,50, sedangkan rata-rata posttest siswa/i menjadi 85,25. Pada uji T ditemukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah dilaksanakannya edukasi dan implementasi pada siswa/i SDN 1 & 2 Plosorejo dengan p value 0,000. Hal tersebut berarti adanya sosialisasi dan edukasi yang diberikan berdampak positif terhadap siswa/i di SDN 1 & 2 Plosorejo dengan meningkatnya pemahaman siswa/i terkait urgensi penerapan PHBS.Kesimpulan: Terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah dilaksanakannya edukasi dan implementasi pada siswa/i SDN 1 & 2 Plosorejo. Peningkatan tersebut menunjukkan keberhasilan program yang telah terlaksana dengan baik pada 27-28 Juli 2023 di SDN 1 & 2 Plosorejo.
Upaya Percepatan Penurunan Kejadian Karies dan Plak Gigi melalui Edukasi Kesehatan Gigi dan Mulut pada Balita di Desa Kedungwaduk, Kabupaten Sragen Pujiyati, Alfiyah; Prayitno, Adi; Saptiwi, Betty; Arief, Risya Cilmiati R; Susanti, Widia; Ramadhani, Aulya Permata; Nadjib, Ilham Amirudin; Pratama, Rafi Mularoka; Prameswari, Ragil
Smart Society Empowerment Journal Vol 5, No 1 (2025): Maret
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ssej.v5i1.98494

Abstract

Pendahuluan: Salah satu komponen krusial tubuh merupakan kesehatan gigi dan mulut. Perawatan gigi dan mulut merupakan langkah yang penting untuk menjaga kesehatan mulut. Kurangnya pengetahuan mengenai kesehatan gigi dan mulut dapat membuat seseorang tidak mengetahui penyebab dan cara pencegahan gigi berlubang. Sebanyak 90% anak-anak yang berusia 5 tahun di Indonesia mengalami karies gigi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menurunkan kejadian karies gigi di Desa Kedungwaduk.Metode: Metode yang digunakan adalah metode sosialisasi dan metode praktik. Metode sosialisasi dilakukan dengan memberikan penyuluhan mengenai kartu “SENYUM” untuk orangtua dan pelatihan cara mencuci tangan serta menggosok gigi yang benar untuk anak di taman kanak-kanak. Metode praktik dilakukan dengan pemeriksaan plak gigi, pengisian kartu "SENYUM” selama 21 hari, dan evaluasi kartu “SENYUM” setelah 21 hari.Hasil dan pembahasan: Hasil dari kegiatan penyuluhan mendapatkan antusiasme dari orangtua balita. Hasil pemeriksaan gigi menunjukkan 19 dari 20 balita yang hadir memiliki karies gigi. Orangtua juga dapat menerapkan metode kartu “SENYUM” dan dievaluasi di kemudian hari. Kegiatan pelatihan cuci tangan dan menggosok gigi yang benar diikuti serta dipraktikkan oleh siswa taman kanak-kanak di Desa Kedungwaduk.Kesimpulan: Banyak balita yang belum menjaga kesehatan gigi dengan benar. Sebanyak 95% balita yang mengikuti acara penyuluhan memiliki karies gigi. Kegiatan penyuluhan dan pelatihan sudah cukup menyeluruh karena menjangkau orangtua dan balita.
Edukasi dan Pelatihan Journaling Diri Dalam Upaya Menjaga Kesehatan Mental Septianawati, Paramita; Pratama, Tisna Sendy; Mustikawati, Irma Finurina; Kusuma, Inggar Ratna; Maulana, Andi Muh.
Smart Society Empowerment Journal Vol 5, No 3 (2025): November
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ssej.v5i3.102045

Abstract

Pendahuluan: Kesehatan mental merupakan aspek penting dari kesejahteraan secara keseluruhan, namun sering kali diabaikan, terutama di kalangan remaja yang menghadapi tantangan emosional dan sosial yang signifikan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan mental melalui pengenalan dan praktik penjurnalan sebagai alat refleksi diri.Metode: Program ini dilaksanakan di salah satu Sekolah Menengah Kejuruan yang berisi remaja, melibatkan 43 siswa. Intervensi meliputi pendidikan tentang kesehatan mental, teknik penjurnalan, dan praktik penjurnalan terbimbing selama satu bulan. Dampak program diukur menggunakan Skala Harga Diri Rosenberg (RSES), dengan data dikumpulkan sebelum dan sesudah intervensi.Hasil dan pembahasan: Skor harga diri rata-rata meningkat dari 26,74 sebelum intervensi menjadi 28,23 setelah penjurnalan. Selain itu, distribusi kategori harga diri bergeser secara positif: jumlah siswa dengan harga diri rendah menurun dari 12 (27,91%) menjadi 9 (20,93%), sementara mereka yang memiliki harga diri tinggi meningkat dari 7 (16,28%) menjadi 15 (34,88%). Kesimpulan: Temuan ini menunjukkan bahwa menulis jurnal dapat menjadi metode yang efektif untuk meningkatkan kesadaran diri, pengaturan emosi, dan kesejahteraan mental secara keseluruhan di kalangan remaja.
Pemberian Sex Education kepada Remaja di MA Futuhhiyah, Desa Sempu, Kecamatan Andong, Kabupaten Boyolali Ghozali, Dhoni Akbar; Hitipeuw, Hedva Rayna; Ulwanuttaqiy, Irba; Az Zahra, Aisyah Nur Salsabila; Azizah, Aulia Ardhiannisa Nur; Janah, Rahayu Mardatil; Putri, Nabila; Pramudita, Andika Putra; Azzahra, Syarifa Khumaira Ghanisya; Utami, Dina Hidayah; Pamungkas, Rafli Yuda
Smart Society Empowerment Journal Vol 3, No 3 (2023): November
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ssej.v3i3.78381

Abstract

Pendahuluan: Pengetahuan yang tidak adekuat dan menyimpang terkait pubertas dapat berdampak buruk bagi remaja, seperti terjadinya pelecehan seksual dan kehamilan usia dini. Penyampaian informasi terkait hal ini masih terhambat oleh persepsi yang menganggap topik pubertas sebagai hal tabu. Program ini bertujuan untuk mengedukasi siswa di MA Al Futuhiyyah terkait pubertas, cara menjaga kesehatan alat reproduksi, dan keamanan diri dari pelecehan seksual melalui penyampaian materi yang objektif.Metode:Program ini dilaksanakan secara luring di MA Al Futuhiyyah dengan target edukasi berupa siswa kelas 12 SMA. Pemaparan materi yang meliputi fisiologi pubertas, kesehatan alat reproduksi dan pelecehan seksual terbagi menjadi dua segmen di antara pretest dan posttest yang digunakan untuk mengukur dampak dari edukasi. Kedua tes menggunakan 10 item soal pilihan ganda yang sama dan mencakup tiap subsegmen materi yang kemudian dilihat peningkatan rata-rata nilai dari pretest dan posttest.Hasil dan pembahasan: Sosialisasi diikuti oleh 73 siswa, dengan total 70 siswa yang mengikuti seluruh rangkaian pretest hingga posttest secara lengkap. Hasil analisis data menemukan peningkatan rata-rata nilai sebesar 0.7, dengan rata-rata nilai pretest sebesar 8.21 (SD=1.25) danposttest sebesar 8.91 (SD=0.96). Peningkatan juga ditemukan pada persentase rata-rata nilai di pembagian tiap subsegmen.Kesimpulan: Program pemberian sex education berlangsung dengan baik. Pengetahuan para siswa terkait pubertas, kesehatan alat reproduksi, dan pelecehan seksual ditemukan meningkat pasca pemberian materi.
Hubungan Umur dengan Motivasi Anggota TPPS (Tim Percepat Penurunan Stunting) di Kabupaten Karanganyar Rismawati, Normalia Levi; Hastuti, Heni; Kirti, Anak Agung Alit; Sutisna, Endang; Rahman, Abdul
Smart Society Empowerment Journal Vol 4, No 3 (2024): November
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ssej.v4i3.92264

Abstract

Pendahuluan: Stunting adalah salah satu tantangan krusial pada upaya meningkatkan kualitas kesehatan di kalangan masyarakat Indonesia. Motivasi anggota TPPS menjadi faktor penting dalam keberhasilan program percepatan penurunan stunting, karena motivasi yang tinggi akan mendorong dedikasi dan kinerja yang optimal dalam usaha pencapaian target sesuai ketetapan. Penelitian dan pengabdian ini diadakan dalam rangka mengkaji hubungan antara umur dengan motivasi anggota TPPS di Kabupaten Karanganyar.Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilakukan di Kabupaten Karanganyar pada bulan Mei tahun 2023. Subjek penelitian adalah anggota TPPS (Tim Percepatan Penurunan Stunting). Jumlah sampel penelitian adalah sebanyak 213 anggota TPPS.Hasil dan pembahasan: Hasil menunjukkan bahwa sebesar 80.7% anggota TPPS golongan dewasa dan 100% golongan usia lansia memiliki motivasi tinggi terhadap upaya percepatan penurunan stunting. Namun hasil uji statistik menunjukkan bahwa tidak ada hubungan signifikan (p=0.659) antara usia dan motivasi anggota TPPS di Kabupaten Karanganyar. Semakin bertambah usia, mental dan intelektual semakin matang, sehingga keputusan dapat diambil dengan lebih bijak. Anggota yang lebih muda berpotensi memiliki semangat dan energi yang lebih tinggi, sementara anggota yang lebih tua bisa memiliki pengalaman yang lebih matang dalam menghadapi situasi kompleks.Kesimpulan: Usia tidak berpengaruh secara signifikan terhadap motivasi anggota TPPS. Temuan ini mengindikasikan bahwa faktor usia tidak menjadi penghalang bagi anggota TPPS untuk berkontribusi secara maksimal dalam program tersebut.
Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Responden di Fakultas Kedokteran UNS Terhadap Penyakit Hepatitis Yudhani, Ratih Dewi; Sari, Yulia; Suryawati, Betty; Pakha, Dyonisa Nasirochmi
Smart Society Empowerment Journal Vol 5, No 2 (2025): Juli
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ssej.v5i2.103503

Abstract

Pendahuluan: Indonesia merupakan daerah endemis menengah hingga tinggi untuk hepatitis B, dimana  prevalensi mencapai 7,1%. Sementara prevalensi hepatitis C diperkirakan sekitar 1%, namun pada kelompok populasi berisiko seperti pengguna narkoba suntik, pasien hemodialisis, dan narapidana angkanya dapat lebih tinggi.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik deskriptif mendapatkan gambaran awal pengetahuan, sikap dan perilaku mahasiswa, pegawai administratif dan pegawai cleaning service di FK UNS terkait penyakit hepatitis. Desain penelitian ini adalah cross sectional dengan reponden 29 orang yang telah memenuhi keriteria inklusi, eksklusi dan telah menandatangani informed consent. Instrumen yang digunakan kuesioner pengetahuan, sikap dan perilaku terkait penyakit hepatitis.Hasil dan pembahasan: Hasil penelitian menunjukkan jumlah responden berjenis kelamin laki-laki sebesar 55,17% dengan tingkat pendidikan terakhir adalah SMA sebesar 68,97% dan sudah pernah mendapatkan informasi terkait penyakit hepatitis. Tingkat pengetahuan responden terhadap penyakit hepatitis sebesar 79,31% memiliki tingkat pengetahuan yang baik. Hasil penilaian sikap responden terhadap penyakit hepatitis menunjukkan 89,66% telah memiliki sikap yang baik. Sikap baik tersebut meliputi percaya bahwa hepatitis merupakan penyakit yang serius, merasa perlu mengetahui lebih banyak tentang hepatitis, kesediaan untuk vaksinasi hepatitis B jika tersedia, merasa penting untuk mendorong keluarganya melakukan pemeriksaan hepatitis, dan merasa khawatir jika teman atau keluarga menderita hepatitis. Hasil penelitian ini menunjukkan meskipun sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan dan sikap yang baik, namun 72,41% responden berperilaku terhadap pencegahan penularan hepatitis masih tergolong kurang baik.Kesimpulan: Tingkat pengetahuan dan sikap yang baik terkait penyakit hepatitis, namun perilaku terhadap pencegahan penularan hepatitis masih tergolong kurang baik. Meskipun masih merupakan gambaran awal dengan responden terbatas, namun dapat mengindikasikan pentingnya intervensi multifaktorial dalam pengendalian hepatitis.
Peningkatan Pengetahuan Penderita Diabetes Melitus tentang Modifikasi Lifestyle dan Persiapan Laboratorium Puasa di RSUD Dr. Moewardi Surakarta Senaputra, Mas Aditya; Ariningrum, Dian; Savitri, Sheila; Sutantyo, Krisnha Murti
Smart Society Empowerment Journal Vol 4, No 2 (2024): Juli
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ssej.v4i2.80231

Abstract

Pendahuluan: Terdapat beberapa parameter yang termasuk dalam target kendali diabetes melitus (DM) menurut Perkeni, yaitu indeks massa tubuh (IMT), tekanan darah, profil glukosa (HbA1c, glukosa darah puasa, glukosa darah 2 jam post prandial), serta profil lipid (kolesterol total, HDL, LDL, dan trigliserida). Berbagai faktor gaya hidup dikaitkan dengan ketercapaian kendali DM, seperti diet tinggi kalori dan kurangnya aktivitas fisik. Edukasi perubahan gaya hidup sangat diperlukan oleh pasien DM untuk memperoleh kontrol penyakit yang baik.Metode: Penyuluhan dan edukasi sebagai acara inti dilakukan pada bulan Juli 2023. Edukasi dilakukan menggunakan media video, pamflet, dan tanya-jawab. Dilakukan dua kali pengambilan sampel darah untuk pemeriksaan laboratorium, yaitu sebelum dilakukan penyuluhan pada bulan Juli 2023 dan setelah dilakukan penyuluhan pada bulan Oktober 2023. Kedua hasil pemeriksaan laboratorium kemudian dibandingkan untuk melihat perbedaan reratanya.Hasil dan pembahasan: Rerata seluruh parameter laboratorium yang diperiksa (gula darah puasa (GDP), HbA1c, kolesterol total, kolesterol HDL, kolesterol LDL, dan trigliserida) mengalami perbaikan setelah dilakukan penyuluhan. Parameter GDP (p < 0,001), HbA1c (p < 0,001), dan kolesterol total (p = 0,004) ditemukan berbeda bermakna secara statistik.Simpulan: Penyululuhan dan edukasi mengenai modifikasi gaya hidup dapat memperbaiki kontrol penyakit pasien DM.
Edukasi Keragaman Makanan Keluarga Untuk Pencegahan Balita Stunting di Kota Tasikmalaya Lina, Nur; Maywati, Sri; Novianti, Siti
Smart Society Empowerment Journal Vol 4, No 1 (2024): Maret
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ssej.v4i1.78563

Abstract

Pendahuluan: Keragaman makanan atau Dietary Diversity Score (DDS) adalah jumlah kelompok makanan yang dikonsumsi selama periode 24 jam. Indikator DDS berguna untuk menilai kualitas makanan, kecukupan gizi dan status gizi anak. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan pemahaman kepada mitra melalui penyuluhan agar mitra bersikap atau berpersepsi baik tentang pemberian makanan yang beranekaragam.Metode: Bentuk kegiatan berupa Program Peningkatan Kesehatan Masyarakat (Pbm-PPKM) dengan judul “Edukasi Keragaman Makanan keluarga untuk Pencegahan Balita Stunting di Kota Tasikmalaya”. Pbm-PPKM dilakukan bekerjasama dengan 2 (dua) mitra yaitu Kelurahan Parakannyasag dan Kelurahan Panyingkiran yang merupakan wilayah kerja Puskesmas Parakannyasag. Solusi yang disepakati dengan mitra untuk mengatasi kurangnya pengetahuan kader kesehatan tentang stunting dilakukan dengan cara mengedukasi kader tentang keragaman makanan.Hasil dan pembahasan: Telah dilakukan transfer of knowledge berupa penyuluhan terhadap 30 kader kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Parakannyasag. Lokasi kegiatan dilaksanakan di aula Puskesmas Parakannyasag. Selain penyuluhan, kader kesehatan juga berlatih menyusun menu minimal 4 jenis makanan sebagai syarat minimal penyajian makanan beranekaragam. Selain itu, diserahkan juga alat pengukur panjang badan bayi (Infant ruler) dan timbangan bayi (baby scale) kepada Kepala Puskesmas Parakannyasag, untuk selanjutnya akan diserahkan ke posyandu di wilayah kerjanya.Kesimpulan: Terdapat perbedaan tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah penyuluhan kesehatan dengan media ceramah dan powerpoint tentang keragaman makanan untuk mencegah balita stunting (p value <0,001).Kata Kunci: keragaman makanan; stunting; Kota Tasikmalaya 
Peningkatan Pengetahuan tentang Diabetes Melitus, Sindrom Metabolik, dan Faktor Risikonya melalui Edukasi pada Remaja Sekolah Menengah Pertama di Surakarta Aisyah, Riandini; Jatmiko, Safari Wahyu; Bestari, Rochmadina Suci; Kamila, Aulida Azkia; Anam, Ilham Hafizha Maulana; Anggitaratri, Zakia Novi
Smart Society Empowerment Journal Vol 5, No 1 (2025): Maret
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ssej.v5i1.99814

Abstract

Pendahuluan: Remaja merupakan golongan usia yang sedang dalam masa pertumbuhan dan perkembangan yang sangat dipengaruhi oleh faktor internal seperti faktor hormonal maupun faktor eksternal seperti pola makan dan gaya hidup yang jika tidak dikelola dengan benar sejak dini maka berpotensi meningkatkan risiko terjadinya sindrom metabolik, salah satunya diabetes melitus. Tinggal di perkotaan lebih besar meningkatkan risiko terjadinya sindrom metabolik dengan kemudahan pemanfaatan teknologi, pemilihan jenis makanan, dan gaya hidup sedentair. Kegiatan ini bertujuan memberikan pengetahuan tentang sindrom metabolik dan faktor risikonya pada remaja Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Surakarta sejak dini melalui edukasi.Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat ini berupa edukasi kesehatan melalui presentasi materi tentang sindrom metabolik dan diabetes melitus, faktor risiko, dan strategi pencegahan sejak dini.  Pretest dan posttest diberikan untuk mengukur tingkat pengetahuan sebelum dan setelah edukasi pada siswa SMP Muhammadiyah Program Khusus Surakarta.Hasil dan pembahasan: Analisis data menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan adanya perbedaan pengetahuan yang bermakna pada siswa sebelum dan setelah edukasi dengan nilai p<0,01.Kesimpulan: Terdapat peningkatan pengetahuan siswa SMP Muhammadiyah Program Khusus Surakarta tentang sindrom metabolik, diabetes melitus, faktor risiko dan pencegahannya setelah diberikan edukasi.
Sosialisasi Kesehatan Reproduksi Remaja sebagai Upaya Pencegahan Pernikahan Dini Munawaroh, Siti; Putra, Farras Handyra; Az Zakiya, Aisyah Shabrina; Pramuni, Anggriyani Widya; Felisha, Davina Shinta; Shalihah, Farah; Paramesti, Khansa Firyalelly; Albashiry, Muhammad Iqbal; Ajingga, Octavia Jihan; Septiana, Sativa; Hasna, Zahra Roidah Amalia
Smart Society Empowerment Journal Vol 3, No 3 (2023): November
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ssej.v3i3.79055

Abstract

Pendahuluan: Berdasarkan data dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) tahun 2018, persentase perempuan usia 20-24 tahun yang melangsungkan pernikahan pertama baik kurang dari usia 15 tahun adalah 0,56% sedangkan yang di bawah usia 18 tahun adalah sebesar 11,21%. Pernikahan dini dapat memberikan pengaruh buruk bagi remaja yang menjalaninya atau anak yang dikandungnya. Organ reproduksi belum matang di masa remaja sehingga akan berisiko apabila seorang remaja perempuan mengandung anaknya. Maka dari itu, perlu dilakukan sosialisasi kepada para remaja mengenai kesehatan reproduksi sedini mungkin. Dengan adanya pengetahuan terkait kesehatan reproduksi yang adekuat, maka remaja akan lebih paham mengenai apa yang terjadi dalam dirinya pada masa remaja, pentingnya menjaga organ reproduksi, dan dampak yang akan terjadi apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti kehamilan di masa remaja.Metode: Sosialisasi dilakukan di posyandu Desa Gawan, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen. Sosialisasi diawali dengan pengerjaan pretest kemudian dilanjutkan edukasi terkait kesehatan reproduksi remaja. Pengerjaan posttest dilakukan setelahnya dengan harapan tercapainya output dari edukasi yaitu peningkatan nilai tes dengan rata-rata nilai di atas 80.Hasil dan pembahasan: Rata-rata nilai yang didapatkan para peserta sebesar 87,2 sehingga sudah mencapai rata-rata nilai target yang ditetapkan,Kesimpulan: Sosialisasi Kesehatan Reproduksi Remaja di Desa Gawan, Tanon, Sragen sudah terlaksana dengan baik.