cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.keperawatan@umm.ac.id
Editorial Address
Universitas Muhammadiyah Malang Kampus II Jalan Bendungan Sutami 188A Kota Malang Postal Code: 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Keperawatan
ISSN : 20863071     EISSN : 24430900     DOI : 10.22219/jk
Core Subject : Health,
Jurnal Keperawatan is a peer-reviewed journal published by School of Nursing at the Faculty of Health Science, University of Muhammadiyah Malang (UMM), which is focusing on several issues in nursing field. The first volume was published on 2010, and it is published twice a year, issued on January and July.
Arjuna Subject : -
Articles 622 Documents
HUBUNGAN PENGETAHUAN TERHADAP PENGELOLAAN SAMPAH ORGANIK DAN NON ORGANIK PADA MASYARAKAT RW 03 SUMBERSARI MALANG Susanto, Rohmah; Lailatul M, Nur; Pahroni, Riza
Jurnal Keperawatan Vol 1, No 1 (2010): Januari
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (57.214 KB) | DOI: 10.22219/jk.v1i1.394

Abstract

UBUNGAN PENGETAHUAN TERHADAP PENGELOLAAN SAMPAH ORGANIK DAN NON ORGANIK PADA MASYARAKAT RW 03 SUMBERSARI MALANGRelated Knowledge of Organic Waste Management and Non-Organic Community RW 03 Sumbersari MalangRohmah Susanto1, Nur Lailatul M2, Riza Pahroni31, 2)Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang3)Alumni Mahasiswa Program Studi Diploma III Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah MalangJl. Bendungan Sutami 188A Malang 65145*)e-mail: roh_susanto@yahoo.co.idABSTRAKSampah kota secara sederhana diartikan sebagai sampah-sampah organik maupun non organik yang dibuang oleh masyarakat dari berbagai lokasi di kota tersebut. Sumber sampah pada umumnya berasal dari perumahan dan pasar. Memilah sampah mulai dari rumah atau lingkungan masing-masing saat ini seharusnya sudah menjadi bagian dari gaya hidup warga. Dengan tumbuhnya kesadaran untuk memilah sampah saja, sebagian persoalan sampah bisa teratasi. Membiasakan masyarakat membuang sampah sesuai jenisnya memang tidak mudah. Sebagai contoh, tong sampah organik berwarna hijau dan non organik di tong berwarna kuning yang ada di beberapa titik di kawasan industri Jakarta Industrial Estate Pulogadung, Jakarta Timur, tetap terisi sampah yang tercampur. Permasalahan sampah merupakan hal yang krusial. Bahkan, sampah dapat dikatakan sebagai masalah kultural karena dampaknya terkena pada berbagai sisi kehidupan, terutama di kota-kota besar, seperti kota Malang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan masyarakat terhadap pengelolaan sampah organik dan non organik pada masyarakat. Menggunakan desain penelitian cross sectional dan teknik penetapan sampel cluster random sampling. Hasil pengumpulan data diperoleh pengetahuan baik dan pengetahuan kurang memiliki prosentase nilai yang hampir sama yaitu 38% memiliki pengetahuan baik dan untuk yang berpengetahuan kurang sebesar 36%, sedangkan sisanya memiliki pengetahuan cukup dengan prosentase 26%. Sebesar 8% responden sudah melakukan pengelolaan dengan baik terhadap sampah organik dan non organik, 84 % responden tidak melakukan pengelolaan dengan baik. Dari hasil pengolahan dengan menggunakan koefisien korelasi rank sperman, menunjukkan corelation coeficient sebesar 1,000 dengan nilai signifikan. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan tingkat pengetahuan tentang pengelolaan sampah dengan pengelolaan sampah organik dan non organik. Dari hasil penelitian diharapkan dengan adanya penelitian ini masyarakat memahami konsep pengelolaan sampah organik dan non organik, serta mengaplikasikannya pada kehidupan sehari-hari.Kata kunci: pengetahuan, pengelolaan sampahABSTRACTCity rubbish simply interpreted as also non organic that throw away by society from various locations at city. Rubbish source in general come from housing and market. Separate rubbish begins from home or environment each in this time should be part from member life style. With grow it cognizance to separate rubbish, a part rubbish problem can be overcome. Make society accustomed to throws away rubbish appropriate the kind really not easy. For example, green coloured organic dustbin and non-organic at rust coloured barrel exist in several points at industrial areas Jakarta industrial estate Pulogadung, East of Jakarta, and permanent rubbish content that mixed. Rubbish troubleshoot is matter crucial. Even, rubbish can be said as cultural problem because the impact is hitter in various life sides, especially at metropolis, like Malang city. Aim from this research is to detect about the connection of society knowledge towards management of organic rubbish and non-organic in society. This research is using design of cross sectional and stipulating technique sample cluster random sampling. Result of data collecting is got good knowledge and less knowledge has percentage value much the same that is 38% has good knowledge and for the things knowledgeable less as big as 36%, while has enough knowledge with percentage of 26%. As big as 8% respondent has done management well towards organic rubbish and non organic, 84% respondent doesn’t do management well. From processing result by using correlation coefficient rank spearman, show that correlation coefficient as big as 1,000 with significant value. Research result shows there is connection of knowledge level about rubbish management with organic rubbish management and non organic. From supposed research result with this research there is society realizes organic rubbish management concept and non organic, with apply it in everyday life.Keywords: knowledge, rubbish management
The Factors Affecting Pre-Surgery Anxiety of Sectio Caesarea Patients ., Ahsan; Lestari, Retno; ., Sriati
Jurnal Keperawatan Vol 8, No 1 (2017): Januari
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1893.885 KB) | DOI: 10.22219/jk.v8i1.4010

Abstract

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KECEMASAN PREOPERASI PADA PASIEN SECTIO CAESAREA di RUANG INSTALASIBEDAH SENTRAL RSUD KANJURUHAN KEPANJENKABUPATEN MALANGThe Factors Affecting Pre-Surgery Anxiety of Sectio Caesarea PatientsAhsan1, Retno Lestari2, Sriati31,2,3 Program Studi Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas BrawijayaJalan Veteran Malang 651451e-mail: ahsanfkub@yahoo.comABSTRAK.Sectio Caesarea adalah suatu pembedahan guna melahirkan anak lewat insisi pada dinding abdomendan uterus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi kecemasan preoperasi pada pasien sectio caesarea. Metode penelitian ini adalah menggunakan desain deskriptifanalitik dengan pendekatan “Cross Sectional”. Lokasi penelitian di RSUD Kanjuruhan Kepanjen, daribulan November 2014 sampai Desember 2014, Subyek penelitian sebanyak 30 responden.Hasilpenelitian menunjukkan faktor internal yang paling besar menyebabkan kecemasan adalah faktorumur dan pekerjaan (46,7%), sedangkan faktor eksternal yang paling besar menyebabkan kecemasanadalah dukungan keluarga (60,0%).Kesimpulan Terdapat hubungan yang signifikan yang sarah antarafaktor internal dan eksternal terhadap kecemasan pre operasi sectio caesarea di RSUD KanjuruhanKepanjen.Kata kunci: Sectio Caesarea,Kecemasan pre operasi, dan faktor-faktor yang mempengaruhi
Pengaruh Pendidikan Ibu UNTUK MENGATASI Kematian Bayi di Asia Tenggara Ika Wardojo, Sri Sunaringsih
Jurnal Keperawatan Vol 5, No 1 (2014): Januari
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (93.79 KB) | DOI: 10.22219/jk.v5i1.1860

Abstract

Pengaruh Pendidikan Ibu UNTUK MENGATASI Kematian Bayi di Asia Tenggara(The Effect of Mother Education to Reduce Infant Mortality in South East Asia)Sri Sunaringsih Ika WardojoProgram Study Ilmu Keperawatan, Fakutas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malange-mail. srisunaringsihika@gmail.comABSTRAKSEAWHO yang terdiri dari 11 negara-negara berkembang , seperti Bangladesh , Bhutan , Korea Utara , India , Indonesia , Maladewa , Myanmar , Nepal , Sri Lanka , Thailand dan Timor Leste , memiliki masalah kesehatan masyarakat yang sama masalah sehubungan dengan tingginya angka kematian bayi di wilayah ini , dan sudah terjadi selama sepuluh tahun terakhir. Bagaimanapun ibu memainkan peran ganda dalam keluarga yang mempengaruhi kesehatan dan kesejahteraan semua anggota keluarga, termasuk anak-anak. Namun, pendidikan ibu dianggap salah satu kemungkinan kendala utama untuk promosi kesehatan bangsa , yang mempengaruhi peningkatan prevalensi kematian bayi di wilayah tersebut. Mendukung pernyataan tersebut, Commision on The Social Determinants of Health ( 2008) mengatakan pendidikan ibu diasumsikan menjadi salah satu penentu sosial utama masalah kesehatan anak . Berdasarkan hasil review artikel dari 25 artikel dan 3 literatur umum, itu  diketehui bahwa ketidaksetaraan pendidikan perempuan , yang terjadi di sebagian besar negara-negara Asia Tenggara , telah secara signifikan mempengaruhi masalah kesehatan bayi di wilayah ini , karena menjadi penghalang utama bagi ibu untuk memperbarui informasi tentang pengetahuan kesehatan anak, kurang diberdayakan untuk otonomi keuangan , kurang pengambilan keputusan kekuasaan, dan akses dan kontrol atas sumber daya dalam rumah tangga , di mana aspek-aspek secara signifikan berkontribusi terhadap kurang kelangsungan hidup anak dalam keluarga. Oleh karena itu, untuk menutup kesenjangan pendidikan perempuan di negara-negara Asia Tenggara akan menjadi program yang sangat berguna karena tidak hanya untuk mengurangi angka kematian bayi di wilayah ini , tetapi juga meningkatkan kualitas kesehatan penduduk secara umum.Kata kunci: Pendidikan ibu, kematian bayi, South East Asia RegionABSTRACTSEAWHO which comprises of 11 developing countries , such as Bangladesh, Bhutan, North Korea, India, Indonesia, Maldives, Myanmar, Nepal, Sri Lanka, Thailand and Timor Leste, has similar public health issue regarding to the high  infant mortality rate in this region, and it happened over the last ten years .  However, mothers play multiple roles in the family that affect health and well being of all family members, including children. However, maternal education assumed to be one possibilities of the primary obstacles to the promotion of the nation’s health, which escalated the prevalence of infant mortality in those region. Supporting with that statement, Commision on The Social Determinants of Health (2008) said maternal education assumed to be one of the major social determinant of child health problems. Based on narrative review from 25 articles and 3 grey literature, it was knowen that  inequality of women education, which occurred in most of South East Asian countries, has significantly influenced the infant health problem in this region, since it became major barrier for mothers to update information about child health knowledge, less empowered to the financial autonomy, less decision making power, and access and control over resources within household, in which those aspects significantly contributes to the less child survival within family. Therefore, closing the gap of women education in South East Asian countries will be a useful program not only reducing infant mortality in this region, but also increasing quality of population health. Keyword: Maternal education, infant mortality, South East Asian Region
EFFECT OF COMBINATION PURSED LIP BREATHING AND GUIDED IMAGERY MUSIC ON PEAK EXPIRATORY FLOW PATIENTS WITH CHRONIC OBSTRUCTIVE PULMONARY DISEASE Hariyono, Rudi; Soedarsono, Soedarsono; Makhfudli, Makhfudli
Jurnal Keperawatan Vol 10, No 1 (2019): JANUARI
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.246 KB) | DOI: 10.22219/jk.v10i1.6353

Abstract

ABSTRACTBackground: Peak expiratory flow influenced by several things, such as anxiety, a psychological factor that is becoming a major comorbidities of COPD and affect the occurrence of exacerbations, increase respiration rate, duration expiratory time, and hyperinflation. This study aimed to determine the effect of combination pursed lip breathing and guided imagery music to increase  value of peak expiratory flow in patients with COPD. Methods: The study was quasi-experimental design with pretest posttest with control group approach, respondents of this study is 46 patients with COPD with sampling technique, simple random sampling. Results: Pursed lip breathing increase peak expiratory flow values by the significant of p value = 0.000 (p <0.05). The combination of pursed lip breathing and guided imagery music increase peak expiratory flow values by the significant of p value = 0.000 (p <0.05). COPD patients who received a combination of pursed lip breathing and guided imagery music increased peak expiratory flow value higher than the pursed lip breathing without combination with significant of p value = 0.000 (p <0.05).Conclusion:The combination of pursed lip breathing and guided imagery music proved to have an effect on increasing the value of peak expiratory flow higher than pursed lip breathing without combination.
FAKTOR-FAKTOR TERJADINYA ANEMIA PADA IBU PRIMIGRAVIDA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PRINGSEWU LAMPUNG Ari Madi Yanti, Desi; Sulistianingsih, Apri; ., Keisnawati
Jurnal Keperawatan Vol 6, No 2 (2015): Juli
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (105.733 KB) | DOI: 10.22219/jk.v6i2.2862

Abstract

Anemia dalam kehamilan adalah kondisi ibu dengan kadar hemoglobin (Hb) < 11 gr% pada trimester I dan III sedangkan pada trimester II kadar hemoglobin < 10,5 gr%. World Health Organization (WHO) pada tahun 2012, melaporkan bahwa prevalensi anemia pada ibu hamil di dunia berkisar rata-rata 14%, di negara industri 56% dan di negara berkembang antara 35%-75%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktorfaktor terjadinya anemia pada ibu primigravida di wilayah kerja Puskesmas tahun 2015. Metodelogi penelitian ini menggunakan desain Survei Analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil pertama yang berada di wilayah kerja Puskesmas Pringsewu sebanyak 168 orang, menggunakan tehnik sampel purposive sampling. Analisis menggunakan uji Chi square dengan tingkat kemaknaan p < 0,05. Hasil analisis bivariat pada penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara pendidikan dengan kejadian anemia kehamilan diperoleh nilai (p= 0,03) ada hubungan antara status ekonomi dengan kejadian anemia kehamilan diperoleh nilai (p= 0,000) dan ada hubungan antara kepatuhan konsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia kehamilan diperoleh nilai (p= 0,000). Saran bagi Puskesmas Pringsewu adalah meningkatkan program pendidikan kesehatan terutama tentang pencegahan anemia kehamilan saat kunjungan antenatal care.
POLA ASUH MEMPENGARUHI STATUS GIZI BALITA Relationship of Parenting Pattern and Toddlers’ Nutrititional Status Munawaroh, Siti
Jurnal Keperawatan Vol 6, No 1 (2015): Januari
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (47.646 KB) | DOI: 10.22219/jk.v6i1.2851

Abstract

Pola asuh orang tua terhadap anak tidakbisa diremehkan karena akan mempengaruhi status gizi.Pola asuh dalam memberikan makanan sehari-hari penting untuk menunjang pertumbuhan balita. Anak akan mermpunyai pertumbuhan yang baik meskipun dalam kondisi miskin.jika ibu memberikan pola asuh yang baik dalam pemberian makanan sehari-hari. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif korelatif dengan populasinya adalah seluruh ibu balita gizi kurang di wilayah Puskesmas Sukorejo Kabupaten Ponorogo dengan sampel yang memenuhi kriteria penelitian yaitu ibu yang mengasuh anaknya sendiri, balita yang mempunyai KMS (Kartu Menuju Sehat) , datang ke posyandu saat penelitian. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah sampel 51 responden. Uji statistik menggunakan chi-square dengan alfa 0.05. Hasil penelitian didapatkan bahwaibu yang memberikan pola asuh baik baik dan status gizi kurus ada sebanyak 29 (90,6%), sedangkan ibu yang mempunyai pola asuh kurang baik, ada 11 (47,9%) balita kurus. Berdasarkan chi-square tes diperoleh nilai pvalue 0,012. Kesimpulan dari penelitian ini: adalah ada hubungan pola asuh dengan status gizi balita. Sebaiknya peneliti selanjutnya memperdalam penelitian tentang pola pemberian makanan mulai dari pemberian ASI ekslusif sampai pola pemberian MPASI yang secara langsung dapat mempengaruhi pertumbuhan balita.
Family Social Support and Behavior of Children with Caries in Doing Dental and Oral Care Indrianingsih, Nurfaida; Prasetyo, Yoyok Bekti; Kurnia, Anggraini Dwi
Jurnal Keperawatan Vol 9, No 2 (2018): JULI
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.166 KB) | DOI: 10.22219/jk.v9i2.5480

Abstract

Social support is an interpersonal relation which one individual provides support to another individual. The aim of this study was to examine the correlation of family support and behavior of 4 - 6 years old in doing dental and oral care. The research method used correlation research with quantitative approach. The participants of this reseach were 62 families who have children aged 4 to 6. The data analysis used Spearman Rank (Rho) correlation test that is carried out to discover the correlation between family support and behavior of 4 - 6 years old in doing dental and oral care. The result  showed that P= 0,027. It can be concluded that there is a relationship between family support and the behavior of children aged 4-6 years in performing dental and oral health care.
PENGARUH PENDAMPINGAN SUAMI TERHADAP LAMANYA PERSALINAN KALA II DI RUANG DELIMA RSUD DR.H.ABDUL MOELOEK LAMPUNG ., Rillyani; Wandini, Riska; Wardiyah, Aryanti
Jurnal Keperawatan Vol 6, No 1 (2015): Januari
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.69 KB) | DOI: 10.22219/jk.v6i1.2847

Abstract

Kejadian partus lama di Ruang Delima RSUD dr.H.Abdul Moeloek Provinsi Lampung rata-rata 8 kasus per bulan. Belum semuanya ibu yang menjalani proses persalinan mendapatkan dukungan yang maksimal dari suami yang akhirnya dapat mempengaruhi lamanya proses persalinan kala II. Tujuan penelitian diketahui pengaruh pendampingan suami terhadap lamanya persalinan kala II di Ruang Delima RSUD dr.H.Abdul Moeloek Provinsi Lampung tahun 2014. Jenis penelitian kuantitatif. Desain penelitian analitik observasional dengan pendekatan Case Control. Populasi dalam penelitian ini seluruh ibu bersalin normal di Ruang Delima RSUD dr.H.Abdul Moeloek Provinsi Lampung pada bulan November 2014 orang dengan sampel sebanyak 31 orang untuk responden kasus dan 31 orang untuk responden kontrol. Jumlah responden keseluruhan adalah 62 responden. Analisa data menggunakan uji t-independent. Hasil penelitian terdapat pengaruh pendampingan suami terhadap lamanya persalinan kala II di ruang Delima RSUD dr.H.Abdul Moeloek Provinsi Lampung Tahun 2014 (P-value = 0,000). Saran bagi institusi Rumah Sakit perlu melibatkan suami selama proses persalinan untuk memberikan dukungan sehingga ibu lebih bersemangat dalam menghadapi persalinan dan persalinan berjalan dengan lancar.
PERBEDAAN PENYEMBUHAN PUSAT PADA BAYI BARU LAHIR ANTARA YANG DIRAWAT ALKOHOL 70% DAN TANPA ALKOHOL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PURWOSARI KABUPATEN PASURUAN ., Kasiati,; ., Mustayah; Anantasari, Ririn
Jurnal Keperawatan Vol 1, No 2 (2010): Juli
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (50.751 KB) | DOI: 10.22219/jk.v1i2.417

Abstract

PERBEDAAN PENYEMBUHAN PUSAT PADA BAYI BARU LAHIR ANTARA YANG DIRAWAT ALKOHOL 70% DAN TANPA ALKOHOLDI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PURWOSARI KABUPATEN PASURUANDifferences In Placenta Cords Healing on Newborn Between Treated With or Without Alcohol 70% In Purwosari, PasuruanKasiati1, Mustayah2, Ririn Anantasari31,2,3)Program Studi Keperawatan Lawang Poltekkes Kemenkes MalangJl. A. Yani No 1 Lawang 65218*)e-mail: kasiatilawang@yahoo.comABSTRAKKesehatan bayi merupakan modal dalam pembentukan generasi yang kuat, berkualitas dan produktif. Upaya untuk mewujudkannya perlu perawatan bayi yang baik dan benar, khususnya perawatan tali pusat supaya terhindar dari Tetanus neonatorum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan penyembuhan pusat pada bayi baru lahir antara yang dirawat alkohol 70% dengan tanpa alkohol di wilayah kerja Puskesmas Purwosari Kabupaten Pasuruan. Jenis penelitian yang digunakan adalah komparatif’jumlah sampel adalah 30 bayi. Sample dibagi menjadi 2 bagian: 15 bayi dilakukan perawatan tali pusat dengan alkohol 70 %, dan 15 bayi perawatan talipusat dengan kering tertutup dan cara pengumpulan datanya dengan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyembuhan pusat bayi yang dirawat dengan alkohol 70% dan non alkohol (kering tertutup) sama-sama tidak menimbulkan infeksi adalah sebanyak 15 bayi (100%),tapi pada perawatan non alkohol ditemukan tali pusatnya berbau busuk 2 bayi, sedangkan lama pelepasan tali pusat pada bayi dengan perawatan kering tertutup lebih cepat (70.105) selisih waktu 35 jam dibandingkan dengan perawatan dengan alkohol. Untuk perbedaan berdasarkan analisis uji statistik independent T test dengan p 2,04 > 0,05 maka t hitung lebih kecil dari t tabel, artinya tidak ada perbedaan yang signifikan terhadap penyembuhan pusat pada bayi baru lahir antara yang dirawat alkohol 70% dengan non alkohol. Kesimpulannya adalah pelaksanaan perawatan sistem kering tertutup memerlukan pelaksanaan yang baik dan benar sehingga terhindar dari infeksi dan bau busuk, perawatan ini aman, efektif dan ekonomis. Bila tidak yakin keadaan tali pusat bayi baru lahir tidak baik dan pelaksanaan selama perawatan di rumah tidak bisa terjamin, maka perawatan tali pusat menggunakan antiseptik atau antimikrobial seperti alkohol 70% akan lebih baik dilakukan untuk menghindari infeksi tali pusat seperti Tetanus neonatorum.Kata kunci: bayi, tali pusat, alkohol 70% dan tanpa alkoholABSTRACTThe babyhealth is an important thing of the development of strong, qualified, and productivegeneration. The right baby’s care is needed in order to make it, especially the treatment on navel in order to get avoided from Tetanus neonatorum. The objective of this research is to know the differencesbetween the usage of alcohol 70% and no alcohol in healing baby’s navel in Puskesmas Purwosari Pasuruan. A comparative research design was used as the design of the study. The subjects of this study were 30 babies as the sample. The sample are divided into two, first sample consist of 15 babies who their navel was healed by using alcohol 70%, and the last 15 babies was healed using no alcohol. The writer used only an instrument to collect the data, namely observation. The result of the study showed that there were the similar result of healing the baby’s navel in two ways; using alcohol 70% and without using alcohol, that is no infection in healing 15 baby’s navel (100%). How ever, in healing without using alcohol is found that two baby’s navels were smell putrid odor. The release of navels without using alcohol is 35 hours faster than using alcohol. T-test independent statiscal analysis was used in this research with p 2,04 > 0,05 so t counted smaller that t on the column, means that there were no significant different between the usage of alcohol 70% and no alcohol in healing of baby’s navel. Then it can be justified that the alcohol dry healing navel system needs the right ways and procedures in order to get avoided from infection and putrid odor. Beside that, this treatment is save, and effective. The usage of antiseptic and antimicrobial such like alcohol 70% is better used in order to get avoided from Tetanus neonatorum if we are not sure of the no alcohol dry healing treatment.Keywords: baby, navel, alcohol 70% and no alcohol
Redaksi vol 7 no.1 Keperawatan, Jurnal
Jurnal Keperawatan Vol 7, No 1 (2016): Januari
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.567 KB) | DOI: 10.22219/jk.v7i1.3910

Abstract

Page 9 of 63 | Total Record : 622


Filter by Year

2010 2025