cover
Contact Name
AL UM ANISWATUN KHASANAH
Contact Email
fisioterapifisioterapi@gmail.com
Phone
+6282179914381
Journal Mail Official
fisioterapifisioterapi@gmail.com
Editorial Address
Jl. Ki Hajar Dewantara No. 116, 15A Iringmulyo, Metro Timur, Kota Metro, Lampung HP: +62 821-7991-4381 (Al Um Anisawatun) E-mail: anisfisioterapi@gmail.com
Location
Kota metro,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Profesional Fisioterapi
ISSN : 28097823     EISSN : 28097319     DOI : https://doi.org/10.24127
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Profesional Fisioterapi published by Universitas Muhammadiyah Metro. This journal is an open access. contains articles in the form of research, the study of literature, ideas, application of theory, critical analysis study, and studies to the Islamization of science education in the field of Physiotherapy. Jurnal Profesional Fisioterapi is published two times a year January and July.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 2 (2024): July" : 5 Documents clear
REKOMENDASI EXERCISE PADA KONDISI ASMA : KAJIAN LITERATUR Ilham Fatria; Andi Fadhilah Tenriwulan; Mariel Daba; Nabila Salsabillah Warasti
JURNAL PROFESIONAL FISIOTERAPI Vol. 3 No. 2 (2024): July
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/fisioterapi.v3i2.5994

Abstract

Pendahuluan: Asma adalah penyakit pernafasan kronis yang telah menjadi masalah kesehatan global dengan serius dan menjadi tantangan bagi individu dari berbagai kalangan usia. Asma ditandai dengan dengan radang saluran napas yang mengakibatkan gangguan pernapasan. Gejala asma ditandai dengan keterbatasan aliran udara yang bervariasi, sesak napas, dispnea, mengi, batuk, dan dada terasa sesak. Prevalensi asma masih terus meningkat, hal ini menunjukkan betapa seriusnya asma sebagai masalah kesehatan ditengah masyarakat. Di Indonesia penyakit asma merupakan salah satu jenis penyakit yang paling banyak diidap oleh masyarakat, hingga akhir tahun 2020, jumlah penderita asma di Indonesia sebanyak 4,5 persen dari total jumlah penduduk Indonesia atau sebanyak 12 juta lebih. Penderita asma memiliki penurunan pada kualitas hidup akibat kontrol asma yang buruk dan tidak efektif. Banyak dari manifestasi gejala klinis pasien asma berkaitan dengan faktor risiko yang berhubungan dengan pola gaya hidup. Oleh karena itu, pendekatan komprehensif secara non-farmakologis yang menargetkan perubahan perilaku pada berbagai faktor pola gaya hidup akan sangat bermanfaat. Kajian literatur ini akan membahas mengenai pendekatan non-farmakologis pada beberapa rekomendasi exercise yang dapat membantu dalam pengelolaan dan mencegah terjadinya asma. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah library research, yang didasarkan pada sumber data online dengan merujuk pada artikel, website dan buku yang berkaitan dengan exercise pada pasien asma sebagai sumber data untuk menjawab pertanyaan penelitian. Simpulan: Exercise merupakan salah satu komponen utama untuk dilakukan oleh pasien asma karena dapat secara efektif membantu dalam meningkatkan kapasitas paru-paru, daya tahan, kebugaran kardiorespirasi, kekuatan otot, mengurangi peradangan dan mengurangi dekondisi fisik.
THE RELATIONSHIP BETWEEN PHYSICAL ACTIVITY WITH MUSCULOSKELETAL DISORDER'S COMPLAINTS IN THE ELDERLY Anjasmara, Bagas; Fadhilah Tenriwulan, Andi; Rabbani, Auliyahur
JURNAL PROFESIONAL FISIOTERAPI Vol. 3 No. 2 (2024): July
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/fisioterapi.v3i2.6016

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Musculoskeletal disorders (MSD’s) merupakan problematik yang banyak dikeluhkan pada masa lanjut usia. Hal ini dikarenakan aktivitas berat yang berulang dan terus menerus dilakukan dalam jangka waktu yang lama misalnya pada aktivitas nelayan dan bertani. Mengacu pada masalah tersebut dilakukan analisis terhadap beberapa lansia di desa Kepetingan dan desa Sumberejo kabupaten Sidoarjo. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dengan keluhan musculoskeletal disorders (MSDs) pada lansia. Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian observasional dengan rancangan cross sectional, dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 50 orang lansia yang masih aktif sebagai nelayan dan petani. Metode penelitian yang digunakan merupakan metode analitik dengan menggunakan kuesioner Nordic Body Map (NBM) untuk mengukur Musculoskeletal disorders dan Physical Activity Scale for Eldery (PASE) untuk aktivitas fisik. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan aktivitas fisik dengan keluhan musculoskeletal disorders pada lansia denga nilai (p= 0,049). Kesimpulan: Semakin berat aktivitas yang dilakukan, semakin meningkatkan keluhan musculoskeletal disorders (MSDs). Kata Kunci: Musculoskelatal Disorders, Aktivitas Fisik, Lansia THE RELATIONSHIP BETWEEN PHYSICAL ACTIVITY WITH MUSCULOSKELETAL DISORDER'S COMPLAINTS IN THE ELDERLY ABSTRACT Background: Musculoskeletal Disorders (MSD's) is a problem that many people complain about in old age. This is due to strenuous activities that are repeated and continuously carried out over a long period of time, for example in fishing and farming activities. Referring to this problem, an analysis was carried out on several elderly people in Kepetingan village and Sumberejo village, Sidoarjo district. Purpose: This study aims to determine the relationship between physical activity and musculoskeletal disorders (MSDs) in the elderly. Methods: This research is an observational study with a cross-sectional design, with a total sample of 50 elderly people who are still active as fishermen and farmers. The research method used is an analytical method using the Nordic Body Map (NBM) questionnaire to measure Musculoskeletal Disorders and the Physical Activity Scale for Elderly (PASE) for physical activity. Results: The results of this study indicate that there is a relationship between physical activity and complaints of musculoskeletal disorders in the elderly with a value (p=0.049). Conclusion: The more strenuous the activity is, the more musculoskeletal disorders (MSDs) complain. Keywords: Musculoskelatal Disorders, Physical Activity, Elde
Innovative Physiotherapy Approaches in Managing Patellar Tendinopathy (Jumper’s Knee): An Updated Literature Review Widanti, Herista Novia; Arti, Widi
JURNAL PROFESIONAL FISIOTERAPI Vol. 3 No. 2 (2024): July
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/fisioterapi.v3i2.6209

Abstract

Introduction: Patellar tendinopathy (jumper's knee) is an overuse injury that usually has a gradual onset of pain. This condition is common in jumping athletes, characterized by local pain at the attachment of the proximal tendon to the bone and dysfunction of the patellar tendon during jumping and landing. Patellar tendinopathy clinically results from high loads on the tendon, such as jumping and changing direction. Patellar tendinopathy can affect health and quality of life by limiting participation in sports and activities for athletes. Objective: This study aims to summarize secondary data related to physiotherapy management of patellar tendinopathy. Methods: The research method used is a literature study using secondary data in the form of journals related to the topic of patellar tendinopathy (jumper's knee) obtained through Google Scholar, Science Direct, and PubMed. Results: From five recent journal articles obtained with various physiotherapy intervention protocols, the results were able to reduce symptoms in patients with patellar tendinopathy. Conclusion: Physiotherapeutic interventions such as progressive tendon-loading exercises (PTLE), Eccentric exercise programmes, Kinesio-tape® and isometric exercises are effective in reducing symptoms in patients with patellar tendinopathy. Keyword: patellar tendinopathy, jumper's knee, physiotherapy
The Effect Of Aerobic Exercise On Fasting Blood Sugar As A Stroke Risk Factor: Pengaruh Latihan Aerobik Terhadap Gula Darah Puasa Sebagai Faktor Risiko Stroke Indah Cahyani; Kurniawan, Ganesa Puput Dinda; Nasirudin, Yusuf
JURNAL PROFESIONAL FISIOTERAPI Vol. 3 No. 2 (2024): July
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/fisioterapi.v3i2.6403

Abstract

Introduction: A lifestyle that frequently consumes foods high in sugar and lack of physical activity can cause high blood sugar in the body, which can increase the risk factors for stroke. The physiotherapy intervention method that can be given to prevent the risk of stroke and reduce blood sugar is aerobic exercise. Method: This research is quasi-experimental with a two-group pretest-posttest with a control group design. The sample was selected using a purposive sampling method, and the number of samples for each group was 13 people in the aerobic exercise group and control group. The independent variable is fasting blood sugar as a risk factor for stroke, and the dependent variable is aerobic exercise. Blood sugar measurements were carried out using POCT at the beginning and end of the meeting session. Result: Testing with a paired sample t-test in the aerobic exercise group obtained a p-value of 0.000 (p<0.05), and then in the control group, a p-value of 0.537 (p>0.05) was obtained. The independent t-test showed that the p-value after the intervention was 0.000 (p<0.05). Conclusion: Providing aerobic exercise intervention is effective in reducing fasting blood sugar as a risk factor for stroke. Keyword: Aerobic exercise; Fasting blood sugar; Stroke risk factors.
MANFAAT LATIHAN AEROBIK DAN LATIHAN TAHANAN TERHADAP FUNGSI KOGNITIF LANJUT USIA: LITERATUR REVIEW Fandrian, Ganang; Muhammad Akbar, Bota; Afifa, Zulaika Nur; Yudistira, Efraldo; Siddiq, Toumi; Ardiaviandaru Siamy, Hapy
JURNAL PROFESIONAL FISIOTERAPI Vol. 3 No. 2 (2024): July
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/fisioterapi.v3i2.6482

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang. Neurodegenerative merupakan kondisi yang lazim di jumpai pada populasi lansia. Banyak penelitian menunjukkan efek positif latihan fisik dalam menunda atau mencegah kondisi tersebut. Latihan aerobik yang terstruktur melibatkan anggota gerakan atas dan menyilangkan ekstremitas untuk merangsang kedua belahan otak. Latihan tahanan adalah bentuk latihan yang ditujukan untuk menghasilkan peningkatan serat otot dan sinkronisasi yang lebih kuat, yang pada akhirnya meningkatkan kontrol neuromuskular dan mengarah pada pertumbuhan otot. Bahan dan Metode. Metode penelitian yang di terapkan merupakan studi tinjauan literatur. Pencarian data menggunakan kata kunci dan Boolean operator yang dilakukan melalui artificial intelligence (AI): Publish and Pearish. Basis Data di ambil dari beberapa penerbit jurnal ilmiah yang terdapat dalam mesin pencarian Jurnal Ilmiah, seperti: Crossref, Pubmed, Scopus, Google Scholar. Setelah dilakukan penyaringan artikel didapatkan 8 artikel untuk dilakukan peninjauan. Artikel dimasukkan dalam review setelah membaca artikel full-text. Pendekatan sederhana dan tematik digunakan untuk sintesis data. Tujuan. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi mengenai efek latihan aerobik dan latihan tahanan terhadap fungsi kognitif pada lanjut usia. Hasil. menunjukan literatur yang cukup memuaskan berupa terjadinya peningkatan fungsi kognitif pada Lansia baik secara klinis maupun secara biomarker. Kesimpulan. Diduga, peningkatan kognisi di dapatkan akibat dari perbaikan vaskularisasi umum pada tubuh, yang mendorong jumlah nutrisi dan oksigenasi otak ikut meningkat.

Page 1 of 1 | Total Record : 5