cover
Contact Name
Ahmad Khairul Nuzuli
Contact Email
ahmad.nuzuli@gmail.com
Phone
+6282136067131
Journal Mail Official
altifabiiainkerinci@iain.com
Editorial Address
Gedung Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD) Institus Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci Jl. Pelita IV, Sumur Gedang, Pesisir Bukit, Kabupaten Kerinci, Jambi 37112
Location
Kab. kerinci,
Jambi
INDONESIA
Altifani : Jurnal Pengabdian Masyarakat Ushuluddin, Adab, dan Dakwah
Altifani : Jurnal Pengabdian Masyarakat Ushuluddin, Adab, dan Dakwah merupakan Jurnal Pengabdian Masyarakat (Abdimas) yang pertama kali terbit tahun 2021. Altifani diterbitkan oleh Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD), Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci. Altifani terbit dua kali dalam setahun yakni bulan Juni dan Desember. Adapun fokus artikel pengabdian masyarakat yang diterbitkan oleh Altifani adalah mengenai Ilmu Quran dan Tafsir, Ilmu Komunikasi dan Penyiaran Islam, Ilmu Komputer dan Teknologi, Manajemen Dakwah, Ilmu Perpustakaan, Sejarah Kebudayaan Islam, Psikologi Islam, Konseling Islam, Komunitas Islam, dan Studi-studi keislaman.
Articles 66 Documents
Pelatihan Dasar Peer Conseling Bersama Sahabat Kita metha eka juniyarti
Altifani : Jurnal Pengabdian Masyarakat Ushuluddin, Adab, dan Dakwah Vol. 1 No. 1 (2021): Juni
Publisher : Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (680.432 KB) | DOI: 10.32939/altifani.v1i1.910

Abstract

Konseling teman sebaya atau peer conseling memandang seseorang akan lebih mudah berbagi permasalahan yang dialami kepada sahabat sebaya dibanding dengan orang tua, ataupun guru di sekolah. Pelatihan bertujuan ini menyiapkan setiap individu untuk siap menjadi support system bagi temannya dilingkunga pertemanan, dan membatu memberi rekomendasi dan solusi dari masalah yang dialami oleh teman sebayanya. Pelatihan ini bekerjasama dengan komunitas Sahabat Kita dan dilaksanakan di Radjea Coffe Sungai Penuh, diikuti oleh 30 peserta. Kedepannya diharapkan pelatihan ini bisa menjadi gagasan untuk dilakukannya pelatihan serupa di semua lini, agar hubungan pertemanan bisa tumbuh menjadi suport system.
Nilai Kerja dalam Pendekatan Tasawuf dan Pengaruhnya Sebagai Bimbingan Pribadi-Sosial Terhadap Pembentukan Karakter Masyarakat Modern Zubaedi Zubaedi; Prio Utomo
Altifani : Jurnal Pengabdian Masyarakat Ushuluddin, Adab, dan Dakwah Vol. 1 No. 2 (2021): Desember
Publisher : Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (532.664 KB) | DOI: 10.32939/altifani.v1i2.912

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh dampak krisis spiritual masyarakat modern telah mengarahkan masyarakat pada dunia materialistik, hedonistik, totaliteristik dan cenderung mengabaikan dunia spiritual. Tujuan penelitian ini untuk mengungkap nilai kerja dalam pendekatan tasawuf dan pengaruhnya sebagai bimbingan pribadi-soaial terhadap pembentukan karakter masyarakat modern. Pendekatan penelitian menggunakan studi fenomenologis. Penelitian dilaksanakan dilaksanakan pada tahun 2020. Subjek penelitian ini adalah masyarakat yang terhimpun didalam Majelis Zikir Abdul Khalik Fajduani di Surau Mambaul Ulum kota Bengkulu. Metode penggumpulan data menggunakan wawancara dan observasi. Analisis data menggunakan analsis isi. Hasil dan temuan menunjukkan penanaman pendidikan karakter melalui praktek tasawuf di Surau Mambaul Ulum terlihat dari amalan Zikir yang dipraktekkan melalui tujuh prinsip hidup, meliputi: (1) menjaga kemurnian akidah tauhid dan melaksanakan syariat; (2) bersyukur, bersuka cita dan tidak mengeluh; (3) rendah hati, sederhana, jujur apa adanya, memaafkan dan tidak marah; (4) berpikir positif, berprasangka baik dan tidak bergunjing; (5) berbuat baik, mengubah dan respek; (6) berempati dan memberi solusi, bukan mengkritik atau mencela; (7) patuh kepada pimpinan dan menaati peraturan. Hasil penelitian diperoleh kesimpulan terdapat nilai-nilai karakter yang tertanam melalui praktik tasawuf (tarekat) yaitu taubat, sabar, kefakiran, berserah diri, taqwa, tawakkal, mahabbah (cinta), makrifat dan ridha (kerelaan).
Pemberdayaan Fungsi Manajamen pada Organisasi Risma Desa Tanjung Genting Mudik Fauzi Putra; Ravico Ravico; Ahmad Khairul Nuzuli
Altifani : Jurnal Pengabdian Masyarakat Ushuluddin, Adab, dan Dakwah Vol. 2 No. 1 (2022): Juni
Publisher : Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1031.844 KB) | DOI: 10.32939/altifani.v2i1.918

Abstract

Manajemen remaja Islam adalah proses pengorganisasian, pengelolaan dan pengarahan semua hal yang berkaitan dengan kegiatan pemuda Islam, yaitu proses-proses yang berbasis masjid untuk mencapai tujuan bersama. Pokok permasalahan yang ada pada RISMA Desa Tanjung Genting Mudik ini yaitu pada proses memanajemen kegiatannya. Tidak tepatnya kegiatan dan kurangnya pengetahuan tentang memanajemen sebuah organisasi. Akibatnya, kepercayaan anggota terhadap pengurus perlahan hilang dan membuat organisasi RISMA tersebut vakum beberapa tahun. Dengan diterapkannnya fungsi manajemen, masalah-masalah tersebut dapat teratasi dengan baik. Metode yang digunakan yaitu metode pendekatan sosial. Pendekatan sosial yang dimaksud ialah penyampaian maksud dan tujuan dari kegiatan Studi Lapangan ini. Setalah diterapkan fungsi manajemen tersebut, kegiatan RISMA bisa berjalan kembali dengan cukup efektif. Setiap kegiatan tidak akan berhasil secara maksimal tanpa adanya Manajemen yang baik. Sehingga Manajemen sangat dibutuhkan demi tercapainya tujuan dari Remaja Islam Masjid Nurul Iman-At Taqwa. Jadi fungsi manamen sangatlah penting dalam menjalankan sebuah organisasi.
Upaya Upaya Kerapatan Adat Nagari (KAN) Dalam Mengatasi Krisis Kepemimpinan Adat (Suatu Tinjuan Pemberdayaan Masyarakat Bidang Budaya) Irwandi irwandi
Altifani : Jurnal Pengabdian Masyarakat Ushuluddin, Adab, dan Dakwah Vol. 1 No. 2 (2021): Desember
Publisher : Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (879.645 KB) | DOI: 10.32939/altifani.v1i2.933

Abstract

Abstrak Penelitian ini menkaji tentang kepepimpinan adat di nagari Pasie Laweh dengan landasan pemikiran adalah krisis kepemimpinan adat, penelitian ini dimulai dari jumlah suku, suku yang ada di nagari inia berjumlah sebanyak 4 suku diantaranya suku Caniago, Suku Piliang, Suku Mandahiling, dan Suku Gugun dengan jumlah Penghulu sebanyak 34 orang. Dari 34 penghulu dimaksud sampai saat ini jabatan penghulu hanya dipegang oleh 3 orang dan ini merupakan persoalan mendasar dalam membangun nagari khususnya di bidang adat dan budaya, persoalan pengangkatan penghulu di nagari Pasie Laweh telah menjadi perhatian khusus bagi lembaga adat yang bernaung di bawah kepengurusan Kerapatan Adat Nagari (KAN) Pasie Laweh. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis. Dari hasil penelitian di dapatkan hasil sebagai berikut, langkah-langkah yang telah di ambil diantaranya, melaksanakan rapat-rapat koordinasi dengan pihak terkait seperti Wali Nagari, BPRN, dan Lembaga Usur Nagari, serta wakil “yang di-tua-kan di masing-masing suku”, pembentukan tim, sosialisasi baik secara langsung maupun tidak langsung sera pendekatan persuasif. Kendala yang di hadapi oleh pengurus KAN dalam menjebatani pengangkatan penghulu dimaksud diantaranya adalah: masih adanya pemahaman tentang asal muasal keturunan khususnya dari pihak bapak, faktor ekonomi dan lain sebagainya. Kata Kunci : Krisis, Penghulu, kearifan lokal Abstact This study examines traditional leadership in Pasie Laweh village with the rationale being a crisis of customary leadership, this research starts from the number of tribes, the tribes in this nagari are 4 tribes including the Caniago tribe, Piliang Tribe, Mandahiling Tribe, and Gugun Tribe with a total of 4 tribes. Penghulu as many as 34 people. Of the 34 penghulu referred to so far, the position of penghulu is only held by 3 people and this is a fundamental problem in developing the nagari, especially in the field of customs and culture, the issue of appointing a penghulu in the Nagari Pasie Laweh has become a special concern for traditional institutions that are under the management of the Adat Density. Nagari (KAN) Pasie Laweh. This research uses descriptive analysis method. From the results of the study, the following results were obtained, the steps that have been taken include carrying out coordination meetings with related parties such as the Nagari Wali, BPRN, and the Nagari Usur Institution, as well as representatives "who are older in each ethnic groups”, team formation, socialization both directly and indirectly as well as a persuasive approach. The obstacles faced by the KAN management in bridging the appointment of the penghulu in question are: there is still an understanding of the origin of descent, especially from the father's side, economic factors and so on. Keywords: Crisis, Penghulu, local wisdom
Komunikasi Bencana Menghadapi Era New Normal di Masa Pandemi Covid Erfina Nurussa'adah
Altifani : Jurnal Pengabdian Masyarakat Ushuluddin, Adab, dan Dakwah Vol. 1 No. 2 (2021): Desember
Publisher : Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (666.33 KB) | DOI: 10.32939/altifani.v1i2.951

Abstract

Penanggulangan bencana menyebutkan, ada tiga jenis bencana, yakni bencana alam, non alam, dan bencana sosial. Bencana non alam yang saat ini kita alami yaitu wabah atau pandemi covid 19. Pentingnya komunikasi bencana saat bencana masih berlangsung yaitu agar masyarakat menerima pesan dari sumber yang jelas. Selain itu masyarakat dapat menerima informasi yang telah dikelola dengan keteraturan dan terkoordinasi secara integratif. Pengabdian ini bertujuan untuk menanamkan pemahaman warga masyarakat Dusun Bromonilan terhadap protokol kesehatan di masa pandemi covid 19, serta menanamkan pemahaman terhadap kebijakan era new normal di masa pandemi covid 19 dan peran masyarakat untuk menghidupkan kembali perekonomian dengan tetap mematuhi kebijakan era new noramal di masa pandemi covid 19. Selain itu, penggunaan media yang tepat untuk menyampaikan informasi kepada warga masyarakat Dusun Bromonilan di masa pandemi covid 19 juga menjadi hal penting. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah dengan transfer of knowledge melalui penguatan literasi edukasi yang dikemas dalam konsep komunikasi bencana dengan implementasi melaui FGD (Focus Group Discussion) serta melalui media komunikasi massa dan tools.
implementasi Nilai-nilai moderasi beragama dalam TPQ melalui kegiatan mengaji Al-Qur'an di TQ Nurul Khikmah Vika Rahmatika
Altifani : Jurnal Pengabdian Masyarakat Ushuluddin, Adab, dan Dakwah Vol. 1 No. 2 (2021): Desember
Publisher : Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (565.338 KB) | DOI: 10.32939/altifani.v1i2.978

Abstract

Implementasi moderasi beragama harus dimulai sejak usia dini, dikarenakan usia ini sangatlah tepat untuk pendidikan dasar menjadi suatu keharusan dalam membiasakan nilai-nilai koderasi beragama. Saat ini nilai-nilai moderasi beragama dapat diaplikasikan pada lembaga pendidikan dasar Islam, yakni taman pendidikan Al-Qur’an (TPQ) dengan kerangka besar moderasi beragama. Tujuan penelitian ini mengkaji tentang implementasi nilai-nilai moderasi beragama melalui kegiatan mengaji Al Qur’an di TPQ Nurul Khikmah, salah satu TPQ yang berada di Desa Pasir Lor Kecamatan Karanglewas. pengumpulan data dilakukan dengan observasi serta dengan wawancara kepada ustadz atau pengajar di TPQ Nurul Khikmah. Hasil penelitian adalah: melalui kegiatan mengaji al Qur’an yang dilaksanakan di TPQ Nurul Khikmah dapat membangun pemahaman keagamaan bagi anak atau santri TPQ untuk menjadi lebih moderat dan bisa memperkuat moderasi beragama sejak kecil. Kegiatan mengajar dan mengaji al quran di TPQ untuk membangun kesadaran yang mengarah dan mencerminkan nilai-nilai moderasi beragama dengan memerlukan pembiasaan dan keteladanan. Kata kunci : Implementasi, Nilai-nilai Moderasi Agama, Mengaji Al-Qur’an.
Pendidikan Berbasis Al-Qur’an : Pengembangan Kurikulum dan Disiplin Madrasah Diniyah Tarbiyatusshibyan Madiun Wahyu Ihsan
Altifani : Jurnal Pengabdian Masyarakat Ushuluddin, Adab, dan Dakwah Vol. 1 No. 2 (2021): Desember
Publisher : Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (567.671 KB) | DOI: 10.32939/altifani.v1i2.1019

Abstract

Pengabdian ini berfokus pada perbaikan kurikulum pendidikan Madrasah dan peningkatan disiplin santri Madrasah Tarbiyatusshibyan yang terletak di Dusun Basekan Desa Banjarsari Wetan Madiun. Pengembangan kurikulum dilakukan karena sudah usang dan tidak layak diajarkan oleh para santri. Ditambah dengan santri yang tidak mau berdisiplin dan tidak taat pada ustadz. Masalahnya adalah tidak ada kesejahteraan guru, jam pelajaran yang sebentar, latar belakang keluarga dan sifat para santri yang berbeda sampai kualitas SDM yang sangat minim. Untuk mengatasi masalah ini memanfaatkan asset dan potensi yang ada, seperti masyarakat, masjid, lembaga Madrasah dan pihak KEMENAG Kab.Madiun. hasilnya sangat memuaskan bahwa (1)pemahaman santri terhadap kurikulum baru yaitu penambahan pelajaran Akhlaq, Bahasa Arab dan SKI bisa diterima santri, mereka paham dan menerapakannya di luar pelajaran, (2)disiplin santri yang meningkat karena para ustadz memberlakukan aturan ketat disertai dengan hukuman apabila melanggar aturan, (3)disetujuinya proposal bantuan anggaran Madrasah dari pihak KEMENAG Kab.Madiun untuk mengatasi kesejahteraan para ustadz serta meningkatkan sarana prasarana. Maka dengan melihat hasil kegiatan, bisa dinilai bahwa pengabdian ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan wawasan pengetahuan dan disiplin para santri, mengatasi kesenjangan kesejahteraan para ustadz dan antusias baik para masyarakat sekitar serta pengurus Madrasah.
Pendampingan SMK Negeri 6 Kerinci dalam Mewujudkan Sekolah Ramah Anak Hengki Yandri; Ahmad Jamin; Dosi Juliawati; Marjan Fadil
Altifani : Jurnal Pengabdian Masyarakat Ushuluddin, Adab, dan Dakwah Vol. 2 No. 1 (2022): Juni
Publisher : Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.852 KB) | DOI: 10.32939/altifani.v2i1.1120

Abstract

The problem of violence in the world of education becomes a very important topic to be solved, so there needs to be concrete action from the world of education such as realizing a Child Friendly School. The purpose of this assistance is to provide assistance in SMK Negeri 6 Kerinci in realizing a Child Friendly School. This method of mentoring is carried out through workshops, lectures and questions held on January 22, 2022. The scope of this activity was carried out in SMK Negeri 6 Kerinci with respondents to the entire academic community of SMK Negeri 6 Kerinci. The results of this assistance show that the academic community of SMK Negeri 6 Kerinci has good education and a strong joint commitment in realizing Child-Friendly Schools to make SMK Negeri 6 Kerinci as a Child-Friendly School Role Model in Kerinci Regency
Tinjauan Pengembangan Pendidikan Karakter dalam Penumbuhan Budi Pekerti Di Smkn 6 Kerinci Pristian Hadi Putra
Altifani : Jurnal Pengabdian Masyarakat Ushuluddin, Adab, dan Dakwah Vol. 2 No. 1 (2022): Juni
Publisher : Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (582.675 KB) | DOI: 10.32939/altifani.v2i1.1126

Abstract

  Karakter merupakan permasalahan yang harus dengan segera diselesaikan, berbagai permasalahan berkenaan dengan karakter yang jika tidak diselesaikan dengan segera akan berdampak buruk yang sangat signifikan, oleh karena itu pendidikan karakter harus senantiasa diterapkan dan dikembangkan. Tujuan kegiatan sosialisasi ini adalah unuk menambah pengetahun bagi guru maupun peserta sosialisasi tentang pentingnya pendidikan karakter dan bagaimana cara untuk menerapkan pendidikan karakter agar dimiliki oleh setiap pribadi. Kegiatan sosialisasi ini dilakukan di SMKN 6 Kerinci, dengan peserta sebanyak 70 orang siswa dari kelas X, XI, dan XII. Kegiatan sosialisasi ini diharapkan dapat dilakukan secara berkesinambungan oleh SMKN 6 Kerinci maupun sekolah lain, karena begitu pentingnya pendidikan karakter yang harus dimiliki oleh setiap siswa. Kata Kunci : Sosialisasi, Pendidikan, Karakter
Pendampingan Literasi Akademik dan Non Akademik Berbasis Daring Bagi Mahasiswa Baru di Kota Kediri Titis Thoriquttyas; Nurul Ahsin
Altifani : Jurnal Pengabdian Masyarakat Ushuluddin, Adab, dan Dakwah Vol. 2 No. 1 (2022): Juni
Publisher : Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.161 KB) | DOI: 10.32939/altifani.v2i1.1255

Abstract

In the scope of higher education, one concrete example of the concept for Learning from Home (LFH) is the Introduction to Campus Life for New Students (PKKMB) which is carried out online. Psychologically, new students have a high level of vulnerability to anxiety and worry in starting to understand the learning process in the university. Based on the fact above, the assistant designs community service activities based on mentoring to increase literacy related to campus life for new students who live in Kediri. There were 46 students participating in the activity using google meet media in its implementation. Activities are designed based on research with a focus on two things, namely 1). mapping research on barriers faced by new students; 2) mentoring new students to improve academic and non-academic literacy when entering tertiary level. The findings of mentoring activities, namely, from 46 participants, there were at least four main obstacles and challenges, namely 1) the emergence of anxiety and worry about learning patterns in tertiary institutions (27%); 2) pessimism regarding the sustainability of online learning models (19%); 3) feelings of fear and confusion in following the PKKMB material and insight into the academic / non-academic atmosphere on each campus (46%); 4) concerns about the post-Covid pandemic learning process have subsided and the implementation of offline lectures (8%).