cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcsurp@unisba.ac.id
Phone
+628996888183
Journal Mail Official
bcsurp@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning
ISSN : -     EISSN : 28282124     DOI : https://doi.org/10.29313/bcsurp.v2i2
Bandung Conference Series: Urban and Regional Planning (BCSURP) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Perencanaan Wilayah dan Kota dengan ruang lingkup sebagai berikut: Agribisnis, Bencana Alam, Daya Dukung dan Tampung, Ekonomi Lokal, Ekowisata Mangrove, Fasilitas, Gempa Bumi, Evakuasi, Jasa budaya dan spiritual, pariwisata, Jasa Ekosistem, Karangsong Disabilitas, kearifan local, Kelayakan, Kinerja dan Pelayanan Jalan, landmark, pencemaran udara, planologi, Pola Penggunaan Ruang, Rantai pasok, Ruang Terbuka Hijau, Sarana dan prasarana, Shelter, SIKIM, Sistem Penyediaan Air Minum, Taman, Tempat Ibadah, Tingkat Kerentanan Bencana, Wisata. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari.
Articles 221 Documents
Pemetaan Variabel dan Peran Aktor yang Berpengaruh terhadap Pembangunan Kota Cimahi Mochammad Hilmy Nurraisman; Ernady Syaodih; Nia Kurniasari
Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsurp.v3i2.8971

Abstract

Abstract. Problems regarding the development of Cimahi City are caused by the growth and development of the region that is changing. This raises problems regarding development planning that has not been optimal and government governance that has not been effective in its implementation. The existence of these problems raises a purpose in this study, which is to provide an overview of variables and the role of influential actors in the development of Cimahi City. The analysis method used is through a descriptive approach used to describe facts related to the data obtained, MICMAC analysis and MACTOR analysis to map variables that are influential factors on development and identify the role of actors in carrying out development. Based on the results of the analysis, it was found that the most influential variables in determining the success of development were development planning in technical materials and the identification of key / main actors who had the highest influence in determining the success of spatial development performance including the Public Works and Spatial Planning Office, the Planning Agency, Research, Regional Development, and the Cimahi City Regional People's Representative Council. Abstrak. Permasalahan mengenai pembangunan Kota Cimahi disebabkan oleh pertumbuhan dan perkembangan wilayah yang semakin berubah. Hal tersebut memunculkan persoalan mengenai perencanaan pembangunan yang belum optimal serta tata kelola pemerintah yang belum efektif dalam implementasinya. Adanya permasalahan tersebut memunculkan suatu tujuan dalam penelitian ini yaitu memberikan gambaran terkait variabel dan peran aktor yang berpengaruh dalam pembangunan Kota Cimahi. Metode analisis yang digunakan yaitu melalui pendekatan deskriptif digunakan untuk menggambarkan fakta terkait data yang diperoleh, analisis MICMAC dan analisis MACTOR untuk memetakan variabel yang merupakan faktor berpengaruh terhadap pembangunan dan mengidentifikasi peran aktor dalam menjalankan pembangunan. Berdasarkan hasil analisis didapatkan bahwa terpetakannya variabel yang paling berpengaruh dalam menentukan keberhasilan pembangunan yaitu perencanaan pembangunan dalam materi teknis dan teridentifikasinya aktor kunci/utama yang memiliki pengaruh paling tinggi dalam menentukan keberhasilan kinerja pembangunan tata ruang diantaranya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Badan Perencanaan, Penelitian, Pengembangan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Cimahi.
Evaluasi Kualitas Alun-alun Purwokerto sebagai Ruang Terbuka Publik Adlya Azuura; Hani Burhanudin; Ernawati Hendrakusumah
Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsurp.v3i2.9040

Abstract

Abstract. The development of an urban area often affects the quality of urban public open space. As happened in Purwokerto Square. The high public enthusiasm for Purwokerto Square was a supporting factor for conducting this study. The community's need for public open space needs to be supported by adequate quality public open space. Public open space should be able to provide a sense of comfort and safety to its users and be able to become a place for users to carry out activities. The problems that occur in Purwokerto Square have physical problems related to the many facilities that do not meet user needs. So the purpose of this study is to determine the quality of the square as a public open space based on the criteria of public open space. The types of data used in this research are secondary data and primary data. This study uses a descriptive quantitative approach by calculating the Importance Performance Analysis method from the results of a questionnaire for 100 users of Purwokerto Square. The results of this study can be concluded that overall Purwokerto Square has moderate quality with a suitability value of 79.9%. The aspect of rights is the aspect that has the highest conformity value of 88.37% followed by the aspect of meaning with an average conformity score of 86.54% and the conformity level with the smallest score, namely the aspect of needs with a score of 77.96%. The higher the suitability value, the higher the level of user satisfaction. Abstrak. Berkembangnya suatu perkotaan sering kali mempengaruhi kualitas ruang terbuka publik diperkotaan. Seperti yang terjadi pada Alun-alun Purwokerto. Tingginya antusiasme masyarakat terhadap Alun-alun Purwokerto menjadi faktor pendukung dilakukannya kajian ini. Kebutuhan masyarakat akan ruang terbuka publik perlu didukung dengan kualitas ruang terbuka publik yang memadai. Sudah sepatutnya ruang terbuka publik dapat memberikan rasa nyaman dan aman kepada penggunanya serta mampu menjadi wadah bagi penggunanya dalam melakukan kegiatan. Permasalahan yang terjadi pada Alun-alun Purwokerto memiliki permasalahan secara fisik terkait dengan banyaknya fasilitas yang belum memenuhi kebutuhan pengguna. Dengan demikian, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas alun-alun sebagai ruang terbuka publik berdasarkan kriteria ruang terbuka publik. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dan data primer. Studi ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif deskriptif dengan cara melakukan perhitungan dngan metode Importance Performance Analysis dari hasil kuesioner 100 pengguna Alun-alun Purwokerto. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa secara keseluruhan Alun-alun Purwokerto memiliki kualitas sedang dengan nilai kesesuaian mencapai 79,9%. Aspek hak menjadi aspek yang memiliki nilai kesesuaian tertinggi yaitu sebesar 88,37% diikuti oleh aspek makna dengan skor rata-rata kesesuaian sebesar 86,54% dan tingkat kesesuaian dengan skor terkecil yaitu aspek kebutuhan dengan skor 77,96%. Semakin tinggi nilai kesesuaian maka semakin tinggi pula tingkat kepuasan pengguna.
Strategi Pengembangan Ekowisata Desa Cikole Ajang Nurdiansyah Faudjan; Verry Damayanti
Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsurp.v3i2.9051

Abstract

Abstract. This research aims to describe the ecotourism development strategy in Cikole Village and provide recommendations for tourism development in the area. Cikole Village, located in a protected area, possesses diverse flora and fauna, as well as natural beauty adorned with pine trees that attract tourists. The research utilizes a descriptive approach, involving data collection on the current state of ecotourism in Cikole Village. Data is gathered through direct observation, interviews with local residents, and literature review related to ecotourism development. SWOT analysis is employed as the analytical method in this research. SWOT analysis (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) helps identify the strengths, weaknesses, opportunities, and threats associated with ecotourism development in Cikole Village. The analysis results provide a better understanding of the current conditions and the potential for ecotourism development in the village. Based on the analysis results and the obtained understanding, recommendations for tourism development as an ecotourism area in Cikole Village can be identified. These recommendations encompass concrete steps that can be taken to leverage the natural potential and beauty of Cikole Village, as well as involve the local community in sustainable tourism development efforts. This research is expected to provide useful guidance for the government, stakeholders, and the local community in developing ecotourism in Cikole Village. By implementing appropriate development strategies and involving all stakeholders, it is hoped that tourism in Cikole Village can grow sustainably, provide economic benefits to the local community, and maintain the preservation of nature and the uniqueness of the local culture. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan strategi pengembangan ekowisata di Desa Cikole serta memberikan rekomendasi untuk pengembangan pariwisata di kawasan tersebut. Desa Cikole, yang terletak di kawasan Lindung, memiliki kekayaan flora dan fauna yang beragam, serta keindahan alam yang dihiasi oleh pepohonan pinus yang menarik minat wisatawan. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, yang melibatkan pengumpulan data tentang keadaan ekowisata di Desa Cikole. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara dengan penduduk setempat, dan studi pustaka terkait dengan pengembangan ekowisata. Analisis SWOT digunakan sebagai metode analisis dalam penelitian ini. Analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) membantu mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang terkait dengan pengembangan ekowisata di Desa Cikole. Hasil analisis ini memberikan pemahaman yang lebih baik tentang kondisi saat ini dan potensi pengembangan ekowisata di desa tersebut. Berdasarkan hasil analisis dan pemahaman yang diperoleh, rekomendasi pengembangan pariwisata sebagai kawasan ekowisata di Desa Cikole dapat diidentifikasi. Rekomendasi ini mencakup langkah-langkah konkret yang dapat diambil untuk memanfaatkan potensi alam dan keindahan Desa Cikole, serta melibatkan masyarakat setempat dalam upaya pengembangan pariwisata yang berkelanjutan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan panduan yang berguna bagi pemerintah, pihak terkait, dan masyarakat lokal dalam mengembangkan ekowisata di Desa Cikole. Dengan mengimplementasikan strategi pengembangan yang tepat dan melibatkan semua pemangku kepentingan, diharapkan pariwisata di Desa Cikole dapat berkembang secara berkelanjutan, memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal, dan tetap menjaga kelestarian alam serta keunikan budaya setempat
Identifikasi Kondisi Perumahan Krakatau Steel Sebagai Perumahan Pertama di Kota Cilegon Reyhan Rizki Ghifari; Ira Safitri Darwin
Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsurp.v3i2.9077

Abstract

Abstract. Region housing Krakatau Steel is housing area the first to be built in Cilegon City For support existence industry iron PT Krakatau Steel . Start built on 1972 housing that has facility social very economic _ complete . Along with walk time , impact business steel weakened nation make non- production sector No Again become priority . Region housing area like experience condition destruction self itself ( self-destruction ), the more decrease quality And the quantity that is House abandoned , road damaged And environment looked slum. This research is interesting to study because the Krakatau Steel housing has the potential to become a BCB (Cultural Heritage Building), while housing data has not been inventoried in detail. In addition, this housing was built with the concept of a company town and has a Russian building style. The research method used is empirical by taking a qualitative approach through observation, field surveys and through company documents. Abstrak. Kawasan perumahan Krakatau Steel merupakan perumahan pertama yang dibangun di Kota Cilegon untuk mendukung keberadaan industri besi baja PT Krakatau Steel. Mulai dibangun pada tahun 1972 perumahan ini mempunyai fasilitas sosial ekonomi yang sangat lengkap. Seiring dengan berjalannya waktu, imbas bisnis baja nasional yang melemah membuat sektor non produksi tidak lagi menjadi prioritas. Kawasan perumahan seperti mengalami kondisi perusakan diri sendiri (self destruction), semakin menurun kualitas dan kuantitasnya yaitu rumah terbengkalai, jalan rusak dan lingkungan tampak kumuh. Penelitian ini menarik untuk diteliti karena perumahan Krakatau Steel berpotensi menjadi BCB (Bangunan Cagar Budaya), sementara itu data – data perumahannya belum terinventarisir dengan detail. Selain itu perumahan ini dibangun dengan konsep company town dan memiliki gaya bangunan Russia. Metode penelitian yang digunakan adalah empiris dengan dengan melakukan pendekatan kualitatif melalui observasi, survey lapangan dan melalui dokumen perusahaan.
Analisis Kebutuhan Ruang Terbuka Hijau Berdasarkan Emisi CO2 dari Konsumsi Energi Kegiatan Permukiman di Kecamatan Pamulang Kota Tangerang Selatan Salsabila Ranupuspa; Irland Fardani
Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsurp.v3i2.9079

Abstract

Abstract. Pamulang District as the area with the highest number and population density in South Tangerang City encourages high interaction, mobilization and use of energy, especiallu energy from urban activities which has an impact on air pollution and contributes to the formation of the condition of South Tangerang City as a city with the worst air quality in Indonesia based on IQ Air Survey on 2019. This analysis uses the IPCC Guidelines 2006 method to determined the amount of CO2 emissions released from energy consumption of urban activities in Pamulang District. Based on the results of the analysis, it is known that the total of CO2 emissions from the residential activities in Pamulang District reach 1076402 ton.CO2/year. Existing green open space in Pamulang District which function as CO2 emission reduction are only able to absorb 22.094 ton.CO2/year, so it is necessary to develop green open space to be able to optimally reduce CO2 emissions from residential activities, namely by intensifying green open space which is focused on green open space along the Siliwangi Road corridor, open green space along rivers in Situ Pamulang and Angke River, and green open space around the monument and Alun-Alun Pamulang; as well as extending green open space in the form of an additional 151 Ha which can be optimized by developing vertical and roof garden. Abstrak. Kecamatan Pamulang sebagai wilayah dengan jumlah dan kepadatan penduduk tertinggi di Kota Tangerang Selatan mendorong tingginya interaksi, mobilisasi dan penggunaan energi khususnya energi dari kegiatan permukiman yang berdampak pada pencemaran udara serta memberi kontribusi terhadap terbentuknya kondisi Kota Tangerang Selatan sebagai kota dengan kualitas udara terburuk di Indonesia berdasarkan survey IQ Air 2019. Analisis ini menggunakan metode IPCC Guidelines 2006 dan Metode Box Model untuk mengetahui besaran emisi CO2 yang dikeluarkan dari konsumsi energi kegiatan permukiman di Kecamatan Pamulang. Berdasarkan hasil analisis, diketahui bahwa total emisi CO2 dari kegiatan permukiman di Kecamatan Pamulang mencapai 236.329 ton.CO2/tahun. Ruang terbuka hijau eksisting di Kecamatan Pamulang yang berfungsi sebagai pereduksi emisi CO2 hanya mampu menyerap 215.825 ton.CO2/tahun, sehingga dibutuhkan pengembangan ruang terbuka hijau agar mampu mereduksi gas emisi CO2 dari kegiatan permukiman secara optimal yaitu dengan intensifikasi RTH yang difokuskan pada RTH di sepanjang koridor Jalan Siliwangi, RTH sempadan sungai di Situ Pamulang dan Sungai Angke, serta RTH pada sekitar Tugu dan Alun-Alun Pamulang; serta dengan ekstensifikasi RTH berupa penambahan seluas 151 Ha yang dapat dioptimalkan dengan mekanisme taman vertikal dan taman atap.
Penilaian Wisatawan terhadap Hasil Pembangunan Pariwisata di Situ Cileunca, Situ Datar, dan Wisata Fajar Alam Nurcahyo Prabowo; Ernady Syaodih
Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsurp.v3i2.9091

Abstract

Abstract.Tourism development can be seen from the 3A components (attraction, amenities, accessibility) and also all residents' activities and the physical environment of the village. The results of tourism development in 3 (three) tourist objects namely Situ Cileunca, Situ Datar, and Fajar Alam Tourism have not been optimal according to the Bandung Regency RPJMD study where there are still gaps in implementation, besides that there are several problems that occur in the 3A component. The problems that arise from each of these components affect the satisfaction of the quality of the results of the tourism development carried out and also the evaluation of tourists. So here it is necessary to carry out measurements or assessments from tourists regarding the results of tourism development because it is one of the important factors in implementing strategic management. This research will examine the community's assessment of the results of tourism development. The approach method used in this study is the mixed method method. Then the data were analyzed using the Importance Performance Analysis (IPA) method. Based on the community's assessment of the results of the tourism development studied, the expectations are still lacking for the quality of the existing development results. Judging from the interview data, there are also various obstacles in the performance of tourism development. Moreover, there are also differences of opinion or point of view from the agency and the village. Judging from the planning, implementation, and monitoring and evaluation there are obstacles in it. Abstrak. Pembangunan Pariwisata dapat dilihat dari komponen 3A (attraction, amenities, accessibility) dan juga seluruh aktivitas penduduk beserta lingkungan fisik desa. Hasil pembangunan pariwisata di 3 (tiga) objek wisata yaitu Situ Cileunca, Situ Datar, dan Wisata Fajar Alam belum optimal menurut kajian RPJMD Kabupaten Bandung dimana masih ada gap dalam pelaksanaannya, selain itu terdapat beberapa permasalahan yang terjadi pada komponen 3A. Permasalahan yang timbul dari tiap komponen ini mempengaruhi kepuasan dari kualitas hasil pembangunan pariwisata yang dilaksanakan dan juga penilaian dari wisatawan. Maka disini perlu dilakukanya pengukuran atau penilaian dari wisatawan mengenai hasil pembangunan pariwisata karena merupakan salah satu faktor penting dalam pengimplementasian manajemen strategis. Penelitian ini akan dikaji mengenai penilaian masyarakat terhadap hasil pembangunan pariwisata. Metode pendekatan yang dilakukan pada penelitian ini adalah metode mix method. Kemudian data dianalisis menggunakan metode Importance Performance Analysis (IPA). Berdasarkan penilaian masyarakat terhadap hasil pembangunan pariwisata yang dikaji adalah harapanya masih kurang terhadap kualitas hasil pembangunan yang ada. Dilihat dari data hasil wawancara juga terdapat berbagai kendala dalam kinerja pembangunan pariwisata sekain itu juga terdapat perbedaan pendapat ataupun sudut pandang dari pihak dinas dengan pihak desa. Dilihat dari perencanaan, pelaksanaan, dan monitoring serta evaluasi terdapat kendala didalamnya.
Arahan Pengembangan Ruang Publik Kreatif Azmi Ridho Nurrohman; Verry Damayanti
Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsurp.v3i2.9106

Abstract

Abstract. Publik space is a space or place for people to gather, whether it's just gathering, sharing, or producing a work. The development of publik space itself is very important for the community in accordance with the directions and objectives of the area which are suitable for regional and community development. The development of publik space as a publik space that can increase people's creativity can be said to be able to help improve the facilities and quality of human resources in an area. The formulation of the problem in the research taken is that it departs from the lack of available natural resources in Cimahi City but on the other hand it has abundant human resources and has the potential to be developed, one of which is by developing through the creative side of the Cimahi City community itself. The purpose of this research itself is to formulate directions for the development of Creative Publik Spaces in city parks in Cimahi City in an effort to improve the creative culture of the people of Cimahi City. The approach method used is qualitative and empirical using data collection methods including literature studies, interviews, observation, and also documentation. Which will eventually be analyzed using descriptive analysis methods. Abstrak. Ruang publik merupakan suatu ruang atau tempat bagi masyarakat untuk dapat berkumpul baik itu hanya sekedar berkumpul, sharing, sampai dengan menghasilkan suatu karya. Pengembangan ruang publik sendiri sangat penting bagi masyarakat sesuai dengan arahan dan tujuan daerah tersebut yang cocok bagi pengembangan wilayah dan masyarakat. Pengembangan ruang publik sebagai ruang publik yang dapat meningkatkan kreatifitas masyarakat dapat dikatakan bisa membantu meningkatkan fasilitas dan kualitas sumber daya manusia di suatu wilayah. Rumusan masalah dalam penelitian yang diambil yaitu berangkat dari kurangnya SDA yang tersedia di Kota Cimahi tetapi disisi lain memliki SDM yang berlimpah dan berpotensi untuk dikembangkan salah satunya adalah dengan mengembangkan melalui sisi kreatifitas dari masyarakat Kota Cimahi itu sendiri. Tujuan dari penelitian ini sendiri yaitu untuk merumuskan arahan pengembangan Ruang Publik Kreatif pada taman kota di Kota Cimahi dalam upaya meningkatkan budaya kreatif masyarakat Kota Cimahi. Metode pendekatan yang dipakai adalah kualitatif dan empirik dengan menggunakan metode pengumpulan data antara lain studi literatur, wawancara, observasi, dan juga dokumentasi. Yang nanti pada akhirnya akan dianalisis menggunakan metode analisis deskriptif.
Revitalisasi Kawasan Pasar Kanoman Berbasiskan Budaya Keraton Kanoman Kota Cirebon Farhan Firmansyah; Irland Fardani
Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsurp.v3i2.9140

Abstract

Abstract. The city of Cirebon has ancient/old buildings which are witnesses to the history of past events. One of them is the Kanoman Palace, Cirebon City. In the northern part of the Kanoman Palace, there is a Kanoman market which has existed since the Kanoman Palace was built. At first, the Kanoman market was one of the livelihoods for the surrounding community, namely the Magersari community. In the beginning, the Kanoman market was built to the north so that the Kanoman palace was closed by the boisterous market and not seen by the Dutch during the colonial period, but with the current situation, the Kanoman palace which is a cultural tourism spot, the corridors of the Kanoman palace should be clearly visible. The closed corridors of the Kanoman palace with the busy market made many visitors confused about access to the Kanoman palace. To be able to revive the Kanoman Palace Market area, an effort is needed to revitalize the market area, such as replacing the existing ornaments around the Kanoman Market area. The type of research used is descriptive qualitative research that goes through interviews, analysis, synthesis, until a design concept is found. The interviews were conducted using the purposive sampling method in which the interviewees were palace servants, market traders, market area companies, market buyers and related agencies. The research results obtained recommendations for the design of the Kanoman Palace Market area, Cirebon City, so that access to the Kanoman palace can be seen more clearly. Abstrak. Kota Cirebon memiliki bangunan kuno/lama yang merupakan saksi sejarah peristiwa lampau. Salah satunya adalah Keraton Kanoman Kota Cirebon. Di bagian utara keraton kanoman terdapat pasar kanoman yang sudah ada sejak keraton kanoman dibangun, pada awalnya pasar kanoman adalah salah satu mata pencaharian bagi masyarakat sekitar yaitu masyarakat magersari tetapi sekarang nyatanya yang berjualan di pasar kanoman banyaknya dari luar keluarahan lemahwunguk. Pada awalnya pun pasar kanoman dibangun disebelah utara agar keraton Kanoman tertutup oleh riuhnya pasar dan tidak terlihat oleh bangsa belanda pada masa penjajahan tetapi dengan keadaan sekarang keraton Kanoman yang menjadi tempat wisata budaya yang memang seharusnya koridor keraton Kanoman terlihat jelas. Tertutupnya koridor keraton Kanoman dengan ramainya pasar banyak pengunjung yang bingung akses menuju keraton kanoman. Untuk dapat kembali menghidupkan kembali kawasan Pasar Keraton Kanoman, maka diperlukannya suatu usaha untuk merevitalisasi kawasan pasar, seperti halnya mengganti ornamen-ornamen yang ada di sekitar kawasan Pasar Kanoman. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif yang melalui proses wawancara, analisis, sintesis, hingga didapati konsep desain. Adapun wawancara yang dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling yang dimana narasumber wawancara merupakan salah satu abdi dalem keraton, pedagang pasar, perusahaan daerah pasar,pembeli pasar dan instansi terkait. Hasil penelitian yang diperoleh rekomendasi desain kawasan Pasar Keraton Kanoman Kota Cirebon, agar akses menuju keraton Kanoman terlihat lebih jelas.
Strategi Pengembangan Usahatani Kopi di Kecamatan Cinangka Kabupaten Serang Banten Naufal Luthfifaris
Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsurp.v3i2.9171

Abstract

Abstract. One of the Robusta Coffee producing areas in Indonesia is Serang Regency. Banten Province has several superior commodities, one of which is coffee, whose production volume continues to increase every year. Coffee plantations in Serang Regency are spread over several sub-districts, but only 4 areas are focused on producing coffee, namely Cinangka District, Anyar District, Ciomas District and Padarincang District. The areas in Serang Regency that produce the most coffee products are located in the Cinangka and Ciomas sub-districts. In 2021, Cinangka District with significant production will reach 184 tons per year in an area of 368 ha with a productivity of 500 kg/ha/year. Coffee productivity in Cinangka District is in the very low level category because ideally 1 ha of coffee production can produce 2-3 tons/year. This study aims to develop a strategy to increase coffee production in Cinangka District so that production can increase so that it can improve the community's economy. The target to be achieved is to identify the suitability of coffee plantation land, the factors that affect the level of coffee productivity and strategies to increase coffee production. With the method of land suitability analysis and SWOT analysis, it is expected to produce output: land suitability mapping of coffee plantations and strategies to increase coffee production. Based on the results of the study it was concluded that on existing land due to limitations in how to improve the limiting factors to increase coffee production, it is necessary to extensify in the available space in accordance with land suitability evaluation. For the strategy itself, it is necessary to procure cover crops that are in accordance with geographical conditions, the Government assists in procuring funds or providing initial capital, Cinangka District must set very competitive prices due to fluctuations in the price of its own coffee commodity and can look for donors or investors to increase its own Cinangka coffee commodity with an agreement that benefits both parties. Abstrak. Salah satu daerah penghasil Kopi Robusta di Indonesia adalah Kabupaten Serang. Provinsi Banten memiliki beberapa komoditas unggulan yang salah satunya adalah kopi yang tiap tahunnya volume produksinya terus meningkat. Kebun kopi di Kabupaten Serang tersebar di beberapa kecamatan akan tetapi hanya 4 wilayah yang difokuskan untuk memproduksi kopi yaitu Kecamatan Cinangka, Kecamatan Anyar, Kecamatan Ciomas dan Kecamatan Padarincang. Daerah di Kabupaten Serang yang paling banyak menghasilkan produk kopi terletak di kecamatan Cinangka dan Ciomas. Pada tahun 2021, Kecamatan Cinangka dengan produksi yang signifikan mencapai 184 ton per tahun pada luasan 368 ha dengan produktivitas 500 kg/ha/tahun. Produktivitas kopi di Kecamatan Cinangka termasuk kategori tingkat sangat rendah karena idealnya produksi kopi 1 ha dapat menghasilkan 2-3 ton/tahun. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun strategi peningkatan produksi kopi Kecamatan Cinangka agar produksi dapat meningkat sehingga mampu meningkatkan perekonomian masyarakat. Sasaran yang ingin dicapai adalah teridentifikasinya kesesuaian lahan perkebunan kopi, faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat produktivitas kopi dan strategi peningkatan produksi kopi. Dengan metode analisis kesesuaian lahan dan analisis SWOT diharapkan dapat menghasilkan output : pemetaan kesesuaian lahan kebun kopi dan strategi peningkatan produksi kopi. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa pada lahan yang sudah ada karena factor keterbatasan cara memperbaiki factor pembatas untuk menambah produksi kopi perlu adanya ekstensifikasi di tempat yang tersedia sesuai dengan evaluasi kesesuaian lahan. Untuk strateginya sendiri perlu adanya pengadaan tanaman pelindung yang sesuai dengan keadaan geografis, Pemerintah membantu dalam pengadaan dana atau pemberian modal awal, Kecamatan Cinangka harus menetapkan harga yang sangat kompetitif karena fluktuatifnya harga komoditas kopi sendiri dan bisa mencari donatur atau investor untuk meningkatkan komoditas kopi cinangka sendiri dengan perjanjian yang menguntungkan kedua belah pihak.
Arahan Revitalisasi Bangunan Cagar Budaya dan Bangunan Diduga Cagar Budaya di Kota Tua Senapelan Kota Pekanbaru Muhammad Shadam Syafsafa Adsya; Ira Safitri Darwin
Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsurp.v3i2.9184

Abstract

Abstract. The Senapelan City is an ancient city and the founding nucleus of Pekanbaru, a city that has existed since precolonial times. Its role has transformed over time. In the past, Senapelan served as a strategic trading route and a loading and unloading point for goods conducted by the VOC (Dutch East India Company). During the colonial period, the Dutch established several trading offices towards the south. After Independence, the development of Pekanbaru shifted towards the south, leading to the abandonment of the Senapelan area. Consequently, many historical buildings deteriorated, were left abandoned, and eventually succumbed to the ravages of time. This research is intriguing to be conducted due to the presence of 13 Cultural Heritage Buildings (BCB) managed by the Regional Government and 18 Buildings with Cultural Heritage Potentials (BDCB) with varying conditions, ranging from well-maintained to neglected and even ruined structures. The study aligns with the zoning of the BCB that has been previously conducted in the Old Town of Senapelan. Based on this background, the research aims to formulate guidelines for the revitalization concept of the Old Town of Senapelan. The research adopts a qualitative approach using the hermeneutic method. The research findings indicate that the guidelines for the revitalization of the Old Town of Senapelan should consider the condition of the cultural heritage buildings and their historical value. This can be achieved through reconstruction, consolidation, rehabilitation, restoration, and maintenance approaches.. Abstrak. Kota Senapelan adalah kota tua cikal bakal berdirinya kota Pekanbaru yang sudah ada sejak dari zaman prakolonial. Peran kota ini bertransformasi dari waktu ke waktu. Pada masa lampau Senapelan merupakan jalur perdagangan strategis dan menjadi tempat bongkar muat barang yang dilakukan oleh VOC. Pada masa kolonial, Belanda membangun beberapa kantor dagang ke arah selatan. Pasca Kemerdekaan pembangunan Kota Pekanbaru mengarah ke arah selatan. Sejak saat itu Kawasan Senapelan mulai ditinggalkan, sehingga banyak bangunan bersejarah yang rusak, terbengkalai, hingga hancur dimakan umur. Penelitian ini menarik untuk dilakukan karena terdapat 13 BCB yang di kelola oleh Pemerindah Daerah dan terdapat 18 BDCB dengan kondisinya yang berbeda-beda mulai dari bangunan yang terawat hingga terbengkalai bahkan hancur. Penelitian ini sesuai dengan zonasi BCB yang sudah dilakukan pada kawasan Kota Tua Senapelan. Merujuk latar belakang tersebut penelitian ini dilakukan dengan tujuan menyusun arahan konsep revitalisasi Kawasan Kota Tua Senapelan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode hermeneutik. Hasil penelitian menunjukan arahan revitalisasi Kawasan Kota Tua Senapelan merujuk pada kondisi bangunan cagar budaya dan nilai sejarah, yaitu dengan rekonstruksi, konsolidasi, rehabilitasi, restorasi dan Pemeliharaan.