cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcsurp@unisba.ac.id
Phone
+628996888183
Journal Mail Official
bcsurp@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning
ISSN : -     EISSN : 28282124     DOI : https://doi.org/10.29313/bcsurp.v2i2
Bandung Conference Series: Urban and Regional Planning (BCSURP) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Perencanaan Wilayah dan Kota dengan ruang lingkup sebagai berikut: Agribisnis, Bencana Alam, Daya Dukung dan Tampung, Ekonomi Lokal, Ekowisata Mangrove, Fasilitas, Gempa Bumi, Evakuasi, Jasa budaya dan spiritual, pariwisata, Jasa Ekosistem, Karangsong Disabilitas, kearifan local, Kelayakan, Kinerja dan Pelayanan Jalan, landmark, pencemaran udara, planologi, Pola Penggunaan Ruang, Rantai pasok, Ruang Terbuka Hijau, Sarana dan prasarana, Shelter, SIKIM, Sistem Penyediaan Air Minum, Taman, Tempat Ibadah, Tingkat Kerentanan Bencana, Wisata. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari.
Articles 221 Documents
Identifikasi Faktor yang Mempengaruhi Partisipasi Masyarakat dalam Pengelolaan Bank Sampah Dinda Audina; Lely Syiddatul Akliyah
Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsurp.v3i2.8838

Abstract

Abstract. The waste bank management is one of the work programs in Cipamokolan Village as a form of effort in carrying out household-scale waste management. However, not all residents of each RW in Cipamokolan Village have participated in waste management efforts through waste bank management activities. The purpose of this study is to identify what factors that affecting community participation in waste bank management in Cipamokolan Village. The approach method used in this study is a quantitative method with the Guttman scale analysis method and multiple linear regression analysis. Based on the results of the study, it was found that community participation with the status of members in the planning stage of waste bank activities in Cipamokolan Village was classified into the high participation category with a percentage of 68%, while non-members were classified as moderate participation with a percentage of 49%. Furthermore, the participation of the community with the status of members in the stage of implementing waste bank activities in Cipamokolan Village is classified into the high participation category with a percentage of 75.6%, while non-members are classified as moderate participation with a percentage of 37%. There were also 3 factors that influenced community participation in this study, namely land availability variables, environmental/people influence variables, and communication effectiveness variables. Therefore, the management of the waste bank must strive for socialization and community empowerment so that they can participate in managing the waste bank. Therefore, the management of the waste bank must strive for socialization and community empowerment so that they can participate in managing the waste bank. Abstrak. Pengelolaan bank sampah menjadi salah satu program kerja di Kelurahan Cipamokolan sebagai salah satu bentuk upaya dalam melaksanakan pengelolaan sampah skala rumah tangga. Namun, belum semua warga tiap RW di Kelurahan Cipamokolan yang ikut serta dalam upaya pengelolaan sampah melalui kegiatan pengelolaan bank sampah. Adapun tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengidentifikasi faktor apa saja yang mempengaruhi partisipasi masyarakat dalam pengelolaan Bank Sampah di Kelurahan Cipamokolan. Metode pendekatan yang digunakan pada penelitian ini ialah metode kuantitatif dengan metode analisis skala Guttman dan analisis regresi linear berganda. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh bahwa partisipasi masyarakat yang berstatus sebagai anggota dalam tahap perencanaan kegiatan bank sampah di Kelurahan Cipamokolan ini tergolong ke dalam kategori partisipasi tinggi dengan persentase sebesar 68%, sedangkan untuk non anggota tergolong kedalam partisipasi sedang dengan persentase sebesar 49%. Selanjutnya, partisipasi masyarakat yang berstatus sebagai anggota dalam tahap pelaksanaan kegiatan bank sampah di Kelurahan Cipamokolan ini tergolong ke dalam kategori partisipasi tinggi dengan persentase sebesar 75,6%, sedangkan untuk non anggota tergolong kedalam partisipasi sedang dengan persentase sebesar 37%. Ditemukan juga 3 faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat pada penelitian ini, yaitu variabel ketersediaan lahan, variabel pengaruh lingkungan/orang sekitar, dan variabel efektivitas komunikasi. Oleh karena itu, pihak pengelola bank sampah harus mengupayakan sosialisasi dan pemberdayaan masyarakat agar turut berpartisipasi dalam pengelolaan bank sampah.
Analisis Tingkat Kekumuhan Permukiman Kelurahan Pelindung Hewan Kecamatan Astana Anyar Muhammad Fauzan Rizkiatama Syam; Verry Damayanti
Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsurp.v3i2.8842

Abstract

Abstract. Slum settlements are one of the problems that occur in urban areas as a result of weak government oversight of spatial planning policies, high population growth, low economic levels and people's indifference to regional spatial planning. The Pelindung Hewan Village is one example of a village in the city of Bandung which is included in the priority for handling slum areas based on the Decree of the Mayor of Bandung Number 648/Kep.1227-DPKP3/2020 with the specific areas being in RW 05, RW 06 and RW 08. This research aims to know the level of slums in priority slum areas in the Pelindung Hewan. The analytical method used is quantitative with an analysis of scoring system based on the PUPR Ministerial Regulation No. 14 of 2018 to determine strategic directions. The results showed that the slum level in RW 05 and RW 06 was at the moderate slum level, with high legal land status and other considerations, while for RW 08 it was included in the low slum level with high legal land status and other considerations. Abstrak. Permukiman kumuh (slum) merupakan salah satu masalah yang terjadi dalam wilayah perkotaan akibat dari lemahnya pengawasan pemerintah terhadap kebijakan pengawasan tata ruang, pertumbuhan penduduk yang tinggi, tingkat perekonomian yang rendah serta ketidakpedulian masyarakat terhadap tata ruang kawasan. Kelurahan Pelindung Hewan adalah salah satu contoh kelurahan di Kota Bandung yang termasuk kedalam prioritas penanganan kawasan kumuh berdasarkan SK Walikota Bandung Nomor 648/Kep.1227-DPKP3/2020 dengan spesifik kawasannya berada di RW 05, RW 06 dan RW 08. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kekumuhan kawasan prioritas kumuh di Kelurahan Pelindung Hewan. Metoda analisis yang digunakan adalah kuantitatif dengan analisis nilai pembobotan berdasarkan pada variabel Permen PUPR No 14 Tahun 2018 untuk menetukan arahan strategi. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat kekumuhan pada RW 05 dan RW 06 termasuk pada tingkat kumuh sedang, dengan status lahan legal, dan pertimbangan lain tinggi, sedangkan untuk RW 08 termasuk pada tingkat kumuh rendah dengan status lahan legal dan pertimbangan lain tinggi.
Pengaruh Ekosistem terhadap Pembiayaan Heritage di Kota Lama Tangerang Muhamad Fahri Al Hakim; Imam Indratno; Tarlani
Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsurp.v3i2.8882

Abstract

Abstract. Heritage area located in the City of Tangerang. This area holds a lot of history in it, such as the history of the Chinese nation and the Islamic community that developed since the 80th century. This historical character is not accompanied by complex conservation efforts so that gradually the Old City of Tangerang experiences a degradation of historical values, the influencing factor is budget constraints. One way that is considered to be an alternative financing is to apply Land Value Capture as a measurement instrument in heritage areas from an ecosystem perspective through Structural Equation Modeling. This measurement is able to identify the relationships that affect the land values and heritage ecosystems that make up the Old City Area of Tangerang. The final results show that there is a strong relationship between land value and heritage ecosystem on the development of the Kota Lama Tangerang heritage area. This research has a novelty in its implementation, because the application of Land Value Capture to heritage areas with cases in Indonesia has not been carried out by anyone, so this research is able to co. Abstrak. Kawasan heritage yang berada di Kota Tangerang. Kawasan ini menyimpan banyak sejarah didalamnya, seperti sejarah bangsa cina dan masyarakat islam yang berkembang sejak abad-80. Karakter sejarah tersebut tidak diiringi dengan tupaya konservasi yang kompleks sehingga lambat laun Kota Lama Tangerang mengalami degradasi value sejarah, faktor yang mempengaruhinya yaitu keterbatasan anggaran. Salah satu cara yang dinilai dapat menjadi alternative pembiayaan adalah dengan menerapkan Land Value Capture sebagai instrument pengukuran pada Kawasan heritage dari perspektif ekosistem melalui pemodelan structural equational modelling. pengukuran ini mampu mengidentifikasi hubungan yang mempengaruhi land value dan ekosistem heritage yang membentuk Kawasan Kota Lama Tangerang. Hasil akhir menunjukan bahwa adanya hubungan yang kuat antara land value dan ekosistem heritage terhadap pengembangan Kawasan heritage Kota Lama Tangerang. Penelitian ini memiliki kebaharuan dalam pelaksanaannya, karena penerapan land value capture terhadap Kawasan heritage dengan kasus di Indonesia belum dilakukan oleh siapapun, sehingga penelitian ini mampu berkontribusi terhadap peningkatan wawasan land value capture dalam lingkup yang lebih luas.
Evaluasi Keberadaan Kolam Retensi Gedebage Sebagai Upaya Pengendalian Banjir di Pasar Induk Gedebage Aulia Nur Azizah; Hilwati Hindersah
Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsurp.v3i2.8884

Abstract

Abstract. Problems in the East Bandung Region, especially the Gedebage Central Market, if there is rain with a fairly high intensity and continues continuously, it still causes excessive flood inundation which causes the planned objectives that have been prepared by the Bandung City Government to build the Gedebage Retention Pond. Based on the problems above, the purpose of this study is to evaluate the existence of the Gedebage Retention Pond as an effort o control floods at the Gedebage Main Market based on the community’s perspective. The methodology used in this research is quantitative and descriptive. While the analtical method used is Community Perspective Analysis. Based on the results of the analysis, it was found that after the existence of the Gedebage Retention Pond is was able to reduce the height of the flood inundation, the length of the flood inundation, the area of the flood inundation, and the kocation of the flood inundation. The existence of the Gedebage Retention Pond is indeed not fully capable of eliminating flood inundation in accordance with the capacity of the Gedebage Retention Pond which is 5,425 m3 and is able to drain the inundation that is around the Gedebage Central Market. Therefore, to maintain the function of the Gedebage Retention Pond, it can be supported by improving environmental conditions related to the existence of the Gedebage Retention Pond through other suporting facilities and infrastructure as an effort to control flooding. Abstrak. Permasalahan di Wilayah Bandung Timur khususnya Pasar Induk Gedebage jika terjadi hujan dengan intensitas cukup tinggi dan berlangsung secara terus menerus masih menimbulkan genangan banjir berlebih yang menyebabkan tidak sesuainya tujuan rencana yang telah disusun oleh Pemerintah Kota Bandung dalam membangun Kolam Retensi Gedebage. Berdasarkan permasalahan diatas, tujuan dari penelitian ini mengevaluasi keberadaan Kolam Retensi Gedebage sebagai upaya pengendalian banjir di Pasar Induk Gedebage berdasarkan perspektif masyarakat. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuantitatif dan deskriptif. Sedangkan metode analisis yang digunakan yaitu Analisis Perspektif Masyarakat. Berdasarkan hasil analisis, didapatkan bahwa setelah adanya Kolam Retensi Gedebage ternyata mampu untuk mengurangi ketinggian genangan banjir, lama genangan banjir, luasan genangan banjir dan titik lokasi genangan banjir. Keberadaan kolam Retensi Gedebage ini memang belum sepenuhnya mampu untuk menghilangan genangan banjir tetapi setidaknya mampu dan efektif dalam menampung genangan banjir yang ada sesuai dengan kapasitas daya tampung Kolam Retensi Gedebage yaitu sebesar 5.425 m3 serta mampu mengalirkan genangan banjir yang ada di sekitar Pasar Induk Gedebage. Maka dari itu, untuk menjaga fungsi Kolam Retensi Gedebage dapat didukung dengan adanya peningkatan kondisi lingkungan terkait keberadaan Kolam Retensi Gedebage melalui sarana dan prasarana pendukung lainnya sebagai upaya pengendalian banjir.
Optimalisasi Pariwisata Halal Berkelanjutan: Analisis Neurosains ‎terhadap Atensi dan Motivasi Masyarakat di Desa Alamendah Shania Aviandro; Imam Indratno
Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsurp.v3i2.8894

Abstract

Abstract. Starting with a focus on the perspective of the local community, tourism is expected to create a more positive impact, enhance the well-being of the community, and provide significant benefits to the local population. Tourism activities involve interactions between the host community and tourists. In everyday life, religion plays a crucial role in influencing the behavior of some individuals, including their holiday preferences and visits to tourism destinations. For Muslims, religion serves as a guiding principle encompassing all aspects of human life, including the pursuit of delightful experiences through tourism. The implementation of neurosciences in halal tourism is anticipated to assist village developers and tourism managers in understanding the perceptions of local communities and tourism stakeholders, based on their emotions. The primary goal of this research is to identify the attention and motivation of the community towards sustainable Halal Tourism development in Alamendah Village. This study employs an innovative neuroscientific approach, utilizing EEG measurements to gather accurate data. Additionally, it aims to formulate effective development concepts applicable to Alamendah Village. The research reveals that stakeholders demonstrate significant attention to the sustainable development of halal tourism. Moreover, the results from questionnaires and psychological approaches indicate that the majority of respondents comprehend the concept of halal tourism and support its implementation in Alamendah Village, acknowledging the benefits it brings to the community. Abstrak. Beranjak dengan mengedepankan perspektif masyarakat pariwisata diharapkan dapat menciptakan dampak yang lebih positif, meningkatkan ‎kesejahteraan komunitas, dan memberikan manfaat yang signifikan bagi ‎masyarakat setempat. Kegiatan pariwisata melibatkan interaksi antara masyarakat tuan rumah dan wisatawan. Dalam keseharian, agama memiliki peranan penting yang memengaruhi tingkah laku sebagian orang dan kegiatan-kegiatan, termasuk waktu berlibur dan mengunjungi tempat pariwisata. Bagi umat Islam, agama merupakan panduan yang mencakup seluruh aktivitas kehidupan manusia, termasuk dalam menggapai pengalaman indah melalui pariwisata. Pengimplementasian ilmu neurosains dalam pariwisata halal diharapkan dapat membantu pengembang desa dan pengelola pariwisata dalam memahami persepsi masyarakat lokal dan pemangku kepentingan pariwisata, berdasarkan emosi mereka. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi atensi dan motivasi masyarakat terhadap pengembangan Pariwisata Halal yang berkelanjutan di Desa Wisata Alamendah. Penelitian ini menggunakan pendekatan neurosains inovatif dengan melakukan pengukuran menggunakan EEG untuk mendapatkan data yang akurat. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk merumuskan konsep pengembangan yang dapat diimplementasikan secara efektif di Desa Alamendah. Penelitian ini mengungkapkan bahwa stakeholder menunjukkan tingkat perhatian yang signifikan terhadap pengembangan pariwisata halal yang berkelanjutan. Selain itu, hasil dari kuesioner dan pendekatan psikologi menunjukkan bahwa mayoritas responden telah memahami konsep pariwisata halal dan mendukung implementasinya di Desa Wisata Alamendah, serta menyadari manfaat yang dapat diperoleh bagi masyarakat.
Kajian Risiko Bencana Tanah Longsor Sebagai Dasar Mitigasi di Kecamatan Cicalengka Kabupaten Bandung Faisal Bahtiar Fahrurrozi; Ivan Chofyan; Irland Fardani
Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsurp.v3i2.8896

Abstract

Abstract.Cicalengka sub-district is a sub-district that is often hit by landslides due to its geographical conditions in hilly areas. Cicalengka sub-district experiences quite a lot and constant landslides every year. The purpose of this study was to assess the risk level of landslides and formulate efforts to mitigate the risks of landslides in the Cicalengka sub-district. The research method used in this research is spatial, quantitative and secondary primary data collection. For the research method used is the PERKA BNPB method No 12 of 2012, Puslittanak Bogor 2004 and uses GIS in its mapping. The results obtained for landslides for low risk are 978.44 Ha, for medium risk 3,385.3 Ha, and for high risk 14.58 Ha. And based on BNPB guideline decision making, the landslide risk index in Cicalengka sub-district is in the middle class with a total area of 4,378.32 Ha. Recommendations for mitigating the risk of landslides are classified for each risk class. For high risk classes by relocating people who are in high areas. Medium risk classification by constructing retaining walls and creating evacuation routes to facilitate evacuation activities at landslide hazard locations. Abstrak. Kecamatan Cicalengka merupakan kecamatan yang sering terkena bencana tanah longsor disebabkan oleh kondisi geografisnya berada pada daerah perbukitan. Kecamatan cicalengka mengalami kejadian tanah longsor yang cukup banyak dan kontstan setiap tahunnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji tingkat risiko bencana tanah longsor dan merumuskan upaya mitigasi risiko bencana tanah longsor yang ada di kecamatan cicalengka. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah spasial, kuantitatif dan pengumpulan data primer sekunder. Untuk metode penelitian yang digunakan ialah metode PERKA BNPB No 12 Tahun 2012, Puslittanak Bogor Tahun 2004 dan menggunakan GIS dalam pemetaannya. Hasil yang didapat bencana tanah longsor untuk risiko rendah seluas 978,44 Ha, untuk risiko sedang 3.385,3 Ha, dan untuk risiko tinggi 14,58 Ha. Dan berdasarkan pengambilan keputusan pedoman BNPB indeks risiko tanah longsor di Kecamatan Cicalengka berada pada kelas sedang dengan total luasan 4.378,32 Ha. Rekomendasi mitigasi risiko bencana tanah longsor di klasifikasikan pada tiap kelas risiko. Untuk kelas risiko tinggi dengan merelokasi masyarakat yang berada pada kawasan tinggi. Klasifikasi risiko sedang dengan membuat dinding penahan tanah dan membuat jalur evakuasi sehingga memudahkan kegiatan evakuasi pada lokasi bahaya tanah longsor.
Kajian Biaya Dampak Pembangunan Kawasan Summarecon Kota Bandung Adinda Riska Rachmawati; Tonny Judiantono; Yulia Asyiawati
Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsurp.v3i2.8910

Abstract

Abstract. Summarecon Bandung is part of "Bandung Teknopolis," which is the vision of the Regional Government of Bandung City to realize a modern and integrated city. The development of Summarecon Bandung will result in an increase in the need for general goods and services, which are the responsibility of the Regional Government and affect its finances. The purpose of this study is to identify the expenditure and revenue of the Regional Government as a result of the construction of SDI Al-Azhar 62 Summarecon and as a form of Regional Government responsibility in meeting community needs. In the analysis, the procedure used is a special procedure with the Case Study analysis method. From the results of the study for a period of 20 years, Regional Government spending amounted to Rp. 12,409,550,895, namely to fulfill the need for general goods and services. Meanwhile, regional government revenues amounted to Rp. 5,326,309,130, sourced from licensing, taxation, and regional levies. Based on the analysis, it can be concluded that the construction of SDI Al-Azhar 62 Summarecon can potentially burden local government funding. Abstrak. Summarecon Bandung sebagai bagian dari "Bandung Teknopolis" yang merupakan visi Pemerintah Daerah Kota Bandung untuk mewujudkan kota modern dan terintegrasi. Dengan adanya pembangunan Summarecon Bandung akan berakibat terhadap peningkatan kebutuhan barang dan jasa umum yang menjadi tanggung jawab Pemerintah Daerah dan mempengaruhi keuangannya. Tujuan dari kajian ini adalah mengidentifikasi pengeluaran dan penerimaan Pemerintah Daerah akibat adanya pembangunan SDI Al-Azhar 62 Summarecon dan sebagai bentuk tanggungjawab Pemerintah Daerah dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Dalam analisis, Prosedur yang digunakan yaitu prosedur khusus dengan metode analisis Case Study, Dari hasil studi untuk kurun waktu 20 tahun, pengeluaran Pemerintah Daerah sebesar Rp12.409.550.895 yaitu untuk pemenuhan kebutuhan barang dan jasa umum. Sedangkan penerimaan Pemerintah daerah sebesar Rp.5.326.309.130 yang bersumber dari perizinan, perpajakan, dan retribusi daerah. Berdasarkan analisis dapat disimpulkan bahwa pembangunan SDI Al-Azhar 62 Summarecon dapat berpotensi membebani pembiayaan pemerintah daerah.
Peran Stakeholder dalam Pengendalian Lahan di Sub-DAS Citarik Hulu Kawasan Cekungan Bandung Nida Nabilah Faza; Nia Kurniasari
Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsurp.v3i2.8921

Abstract

Abstract. Problems around the Upper Citarik Sub-watershed are caused by the conversion of land from agricultural land so that people open agricultural land around the upstream. This increases the erosion hazard, causing flooding during the rainy season and drought during the dry season. The purpose of this study was to examine the relationship between actors in land tenure in the Upper Citarik Sub-watershed in the Bandung Basin Region. The MACTOR analysis method is an analysis of the strengths between actors or stakeholders by looking for agreements and differences in problems and goals to be achieved. In this research technique used to determine respondents using a purposive sample, so that a sample of respondents whose representatives can be mapped from Stakeholders, namely BBWS Citarum, Public Works Office for Spatial Planning for Bandung Regency, Public Works Office for Spatial Planning for Sumedang Regency, Bappeda for Bandung Regency, Bappeda for Sumedang Regency, Bappeda for West Java Province, community leaders and academics. The sub-watershed has an area of 4,315.41 hectares which are located in five villages, namely Dampit Village, Tanjungwangi Village, Cimanggu Village, Sindulang Village and Tegalmanggung Village. MACTOR analysis results show that the most important actor is Bappeda Kab. Bandung, BBWS Citarum and Bappeda Kab. Sumedang. Abstrak. Permasalahan di sekitar Sub-DAS Citarik Hulu disebabkan oleh alih fungsi lahan dari lahan pertanian sehingga masyarakat membuka lahan pertanian di sekitar hulu. Hal ini meningkatkan bahaya erosi, menyebabkan banjir pada musim hujan dan kekeringan pada musim kemarau. Tujuan dari penelitian ini yaitu memetakan hubungan antar aktor dalam pengendalian lahan di Sub-DAS Citarik Hulu Kawasan Cekungan Bandung. Metoda analisis MACTOR yang merupakan analisis kekuatan antar aktor atau Stakeholder dengan mencari kesamaan dan perbedaan pada permasalahan dan tujuan yang akan dicapai. Dalam penelitian ini teknik yang digunakan untuk penentuan responden menggunakan purposive sample, sehingga dapat diambil sampel responden yang dapat dipetakan perwakilannya dari Stakeholder yaitu BBWS Citarum, Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Kabupaten Bandung, Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang Kabupaten Sumedang, Bappeda Kabupaten Bandung, Bappeda Kabupaten Sumedang, Bappeda Provinsi Jawa Barat, Tokoh Masyarakat dan Akademisi. Sub-DAS memiliki luas sebesar 4.315, 41 Ha, berada di lima desa yaitu Desa Dampit, Desa Tanjungwangi, Desa Cimanggu, Desa Sindulang, dan Desa Tegalmanggung. Hasil analisis MACTOR terpetakan bahwa aktor yang paling berperan yaitu Bappeda Kab. Bandung, BBWS Citarum dan Bappeda Kab. Sumedang.
Evaluasi Kondisi Kawasan Agrowisata Bukit waruwangi Darul Iman
Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsurp.v3i2.8934

Abstract

Abstract. The Bukit Waruwangi Agrotourism area is one of the tourist destinations in Serang Regency which offers a unique experience for its visitors. This tourist destination collaborates tourism with ruminant-based livestock as a new concept in tourism (Agrotourism). Prior to the development of the Bukit Waruwangi Agrotourism Area, it is necessary to review the tourism conditions, namely evaluating the existing conditions in the area. This is because there are several problems that exist in the Bukit Waruwangi Agrotourism Area including several important tourism components that are damaged, vandalism by visitors, accessibility components in areas that are still rocky so that tourists who visit feel uncomfortable. Therefore the aim of this study is "Evaluate the condition of tourism in the Bukit Waruwangi Agrotourism Area, including including the 4 tourism components and the existence of the tourism component, in order to assess conditions and determine the condition of the availability of tourism components." This is based on theories and policies regarding agriculture, agro-tourism, the potential for developing agro-tourism, factors that influence visitor satisfaction, the role of managers, planning and development of agro-tourism, tourism components, and evaluation. The existence of this theory so that researchers used the Mix Methods approach, a combination of qualitative and quantitative methods. With the method of scoring analysis and analysis of the presence of tourism components. Therefore the conclusion of this study is that the components of tourist attractions (attraction), amenities (amenities), accessibility (accessibility), and tourism support (ancilliary services) in the Bukit Waruwangi Agrotourism Area are in good condition based on tourist ratings. With that, there are suggestions from researchers, namely improving the condition of the tourism component, increasing facilities around tourist areas, increasing road access, and increasing media promotion and information. Abstrak. Kawasan Agrowisata Bukit Waruwangi ini merupakan salah satu destinasi wisata di Kabupaten Serang yang menawarkan pengalaman yang unik bagi pengunjungnya. Destinasi wisata ini mengkolaborasikan pariwisata dengan peternakan berbasis ruminansia sebagai konsep baru dalam berwisata (Agrowisata). Sebelum dilakukan pengembangan Kawasan Agrowisata Bukit Waruwangi, perlu adanya peninjauan terhadap kondisi pariwisata yaitu evaluasi kondisi yang ada di kawasan tersebut. Hal ini dikarenakan terdapat beberapa permasalahan yang ada di Kawasan Agrowisata Bukit Waruwangi di antaranya yaitu beberapa komponen penting pariwisata yang rusak, adanya vandalism yang dilakukan oleh para pengunjung, pada komponen aksesibilitas yang ada pada kawasan yang masih bebatuan sehingga mengakibatkan wisatawan yang berkunjung merasa tidak nyaman. Maka dari itu tujuan dalam penelitian ini yaitu “Mengevaluasi kondisi pariwisata di Kawasan Agrowisata Bukit Waruwangi, termasuk 4 komponen pariwisata dan keberadaan komponen pariwisata, guna menilai kondisi dan mengetahui kondisi ketersediaan komponen pariwisata”. Hal tersebut didasari dengan teori serta kebijakan mengenai pertanian, agrowisata, potensi pengembangan agrowisata, faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan pengunjung, peran pengelola, perencanaan dan pengembangan agrowisata, komponen wisata, dan evaluasi. Adanya teori tersebut sehingga peneliti menggunakan metode pendekatan Mix Methods gabungan antara kualitatif dan kuantitatif. Dengan metode analisis skoring serta analisis keberadaan komponen pariwisata. Maka dari itu kesimpulan dari penelitian ini yaitu komponen atraksi wisata (attraction), amenitas (amenities), aksesibilitas (accessibility), dan pendukung wisata (ancilliary services) di Kawasan Agrowisata Bukit Waruwangi berada dalam kondisi baik berdasarkan penilaian wisatawan. Dengan itu adanya usulan dari peneliti yaitu peningkatan kondisi komponen wisata, peningkatan fasilitas-fasilitas di sekitar kawasan wisata, peningkatan akses jalan , dan peningkatan media promosi dan informasi.
Kajian Peran Stakeholder terhadap Pembangunan di Kabupaten Pangandaran Nabila Amalia; Ernady Syaodih; Nia Kurniasari
Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsurp.v3i2.8937

Abstract

Abstract. Sustainable development is a development process that can improve economic levels while maintaining environmental sustainability and social conditions for current and future generations. Problems in regional development can be explained as a gap between the development results that have been achieved at this time and those planned. Pangandaran Regency as one of the New Autonomous Regions is still preparing its government regarding the role of stakeholders and regional development issues such as less than optimal coordination, planning that is less applicable to problems and governance, improving the quality of regional infrastructure, improving the quality of human resources and optimizing PAD management. Therefore, the author identifies the role of stakeholders towards development in Pangandaran Regency. The purpose of this study is to identify the role of stakeholders, strategic goals and improvement efforts that are in accordance with the objectives and priorities of development in Pangandaran Regency. The method used in this research is MACTOR analysis. From the analysis, it was found that the most influential stakeholders in the development of Pangandaran Regency are DPRD, BAPPEDA and DPUTRPRKP Pangandaran Regency. With efforts to increase development efforts based on recommendations based on objectives and priorities in infrastructure services, control of land use change, natural disaster prone management, suppression of growth and occupation rates and coordination between institutions in development in Pangandaran Regency. Abstrak. Pembangunan yang berkelanjutan sebagai suatu proses perkembangan yang dapat meningkatkan tingkat perekonomian menjaga kelestarian lingkungan dan keadaan sosial untuk generasi sekarang dan generasi masa depan. Permasalahan dalam pembangunan daerah dapat dijelaskan sebagai kesenjangan antara hasil pembangunan yang telah dicapai saat ini dengan yang direncanakan. Kabupaten Pangandaran sebagai salah satu Daerah Otonomi Baru yang masih mempersiapkan pemerintahannya terkait peran stakeholder dan permasalahan pembangunan daerah seperti kurang optimalnya koordinasi, perencanaan yang kurang aplikatif dengan permasalahan dan tata kelola pemerintah, peningkatan kualitas infrastruktur wilayah, peningkatan kualitas SDM dan pengoptimalan pengelolaan PAD. Maka dari itu penulis mengidentifikasi peran stakeholder terhadap Pembangunan di Kabupaten Pangandaran. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi peran stakeholder, tujuan strategis dan upaya peningkatan sesuai dengan tujuan dan skala prioritas Pembangunan di Kabupaten Pangandaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah. analisis MACTOR. Dari hasil analisis didapatkan bahwa stakeholder yang paling berpengaruh dalam Pembangunan di Kabupaten Pangandaran yaitu DPRD, BAPPEDA dan DPUTRPRKP Kabupaten Pangandaran. Dengan upaya peningkatan upaya pembangunan berdasarkan rekomendasi berdasarkan tujuan dan skala prioritas dalam pelayanan infrastruktur, pengendalian alih fungsi lahan, penanggulangan rawan bencana alam, menekan tingkat pertumbuhan dan pendudukan dan koordinasi antar kelembagaan dalam pembangunan di Kabupaten Pangandaran.