Bandung Conference Series: Statistics
Bandung Conference Series: Statistics (BCSS) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Statistika dengan ruang lingkup sebagai berikut: Alternating Least Square, Analisis Konjoin, Autoregressive, Auxiliary Variabel, Baby Birth, Block Maxima, Churn Distribusi Skellam, Cox Regression, Data spasial, DBD Ordinal Logistic Regression, Diagram kendali, Discrete Choice Experiment Method, Discrete Time Logistic, empirical likelihood, Fisher Scoring, Generalized Structured Component Analysis, Geographically Weighted Regression, GEV, GJR GARCH, Infant Mortality Preferensi, Insurance Claim, Kaplan-Meier, Kernel Bi-Square, Gaussian, Logistic Regression, Maternal Mortality, Mixed Geographically Weighted Regression Model GSTAR, MLE, Model ARIMAX, MSE. Multiple linear regression analysis, Nadaraya Watson, Newton Raphson Method, Nonparametrik Spline Confidence Interval, Optimasi Multi-Objek, orde Spasial, Outlier, Pareto Optimal, Partial Proportional Odds Model, Pemodelan Indeks Pembangunan Manusia. Penduga Rasio dan Produk Tipe Eksponensial, Peramalan, Poisson Bivariate Regression, Poisson Regression, Rata-rata Populasi berhingga, Regresi, Return Period Exogenous Variable, RMSE, Structural Equation Modeling, Survival Analysis, Threshold, Vibrasi Bearing, zero-inflated. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari.
Articles
1 Documents
Search results for
, issue
"99-106"
:
1 Documents
clear
Analisis Agglomerative Hierarchical Clustering dalam Pengelompokan Penyandang Disabilitas di Kota Bandung Tahun 2025
Najwa Anisa Fitri;
Teti Sofia Yanti
Bandung Conference Series: Statistics 99-106
Publisher : UNISBA Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29313/bcss.v6i2.24443
Abstract. Persons with disabilities are a population group that requires special attention in the formulation of public policy. Variation in the number of persons with disabilities across sub-districts (kecamatan) in Bandung City indicates the need for a regional grouping so that policies can be more precisely targeted. This study applies Agglomerative Hierarchical Clustering to group 30 sub-districts in Bandung City in 2025 based on six types of disability, namely physical, visual, hearing/speech, mental, physical-and-mental, and other disabilities. Data were obtained from the Bandung City Population and Civil Registration Office. The variables were standardized using the Z-score before the Euclidean Distance was calculated. Four linkage methods, Single Linkage, Complete Linkage, Average Linkage, and Ward's Method, were compared, and the Cophenetic Correlation Coefficient was used to select the best linkage method, followed by the Dunn Index to determine the optimal number of clusters. The results show that Average Linkage produced the highest Cophenetic Correlation Coefficient (0.8053), and the Dunn Index indicated that six clusters produced the best cluster quality (0.7641). The six clusters show distinct characteristics in the number of persons with disabilities, ranging from the lowest to the highest average. These results are expected to support the Bandung City Government in policy formulation, equitable services, and program prioritization for persons with disabilities. Keywords: Agglomerative Hierarchical Clustering, Cophenetic Correlation Coefficient, Dunn Index, Disability, Bandung City. Abstrak. Penyandang disabilitas merupakan kelompok masyarakat yang memerlukan perhatian dalam penyusunan kebijakan dan penyediaan pelayanan publik. Perbedaan karakteristik jumlah penyandang disabilitas pada setiap kecamatan di Kota Bandung menyebabkan perlunya pengelompokan wilayah agar kebijakan yang disusun dapat lebih tepat sasaran. Salah satu metode yang dapat digunakan adalah Agglomerative Hierarchical Clustering, namun hasil pengelompokan dipengaruhi oleh metode linkage yang digunakan. Penelitian ini bertujuan menentukan metode linkage terbaik menggunakan Koefisien Korelasi Cophenetic, kemudian menentukan jumlah klaster optimal menggunakan Dunn Index. Data yang digunakan adalah data jumlah penyandang disabilitas pada 30 kecamatan di Kota Bandung Tahun 2025 yang diperoleh dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Bandung, dengan variabel Disabilitas Fisik, Disabilitas Netra/Buta, Disabilitas Rungu/Wicara, Disabilitas Mental/Jiwa, Disabilitas Fisik dan Mental, serta Disabilitas Lainnya. Analisis dilakukan dengan membandingkan empat metode linkage, kemudian Koefisien Korelasi Cophenetic digunakan untuk memilih metode terbaik dan Dunn Index digunakan untuk menentukan jumlah klaster optimal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Average Linkage merupakan metode terbaik dengan nilai Koefisien Korelasi Cophenetic sebesar 0,8053, dan jumlah klaster optimal yang diperoleh sebanyak 6 klaster dengan nilai Dunn Index sebesar 0,7641. Setiap klaster memiliki karakteristik jumlah penyandang disabilitas yang berbeda berdasarkan nilai rata-rata pada keenam variabel penelitian. Pengelompokan ini diharapkan dapat menjadi informasi pendukung bagi pemerintah dalam penyusunan kebijakan, pemerataan pelayanan, serta penentuan prioritas program bagi penyandang disabilitas di Kota Bandung. Kata Kunci: Agglomerative Hierarchical Clustering, Koefisien Korelasi Cophenetic, Dunn Index, Penyandang Disabilitas, Kota Bandung.