Bandung Conference Series: Statistics
Bandung Conference Series: Statistics (BCSS) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Statistika dengan ruang lingkup sebagai berikut: Alternating Least Square, Analisis Konjoin, Autoregressive, Auxiliary Variabel, Baby Birth, Block Maxima, Churn Distribusi Skellam, Cox Regression, Data spasial, DBD Ordinal Logistic Regression, Diagram kendali, Discrete Choice Experiment Method, Discrete Time Logistic, empirical likelihood, Fisher Scoring, Generalized Structured Component Analysis, Geographically Weighted Regression, GEV, GJR GARCH, Infant Mortality Preferensi, Insurance Claim, Kaplan-Meier, Kernel Bi-Square, Gaussian, Logistic Regression, Maternal Mortality, Mixed Geographically Weighted Regression Model GSTAR, MLE, Model ARIMAX, MSE. Multiple linear regression analysis, Nadaraya Watson, Newton Raphson Method, Nonparametrik Spline Confidence Interval, Optimasi Multi-Objek, orde Spasial, Outlier, Pareto Optimal, Partial Proportional Odds Model, Pemodelan Indeks Pembangunan Manusia. Penduga Rasio dan Produk Tipe Eksponensial, Peramalan, Poisson Bivariate Regression, Poisson Regression, Rata-rata Populasi berhingga, Regresi, Return Period Exogenous Variable, RMSE, Structural Equation Modeling, Survival Analysis, Threshold, Vibrasi Bearing, zero-inflated. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari.
Articles
1 Documents
Search results for
, issue
"197-206"
:
1 Documents
clear
K-Medoids Clustering untuk Pengelompokan Faktor Perceraian di Jawa Barat Tahun 2023
Amelia Ayu Izzaty;
Sutawanir Darwis
Bandung Conference Series: Statistics 197-206
Publisher : UNISBA Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29313/bcss.v6i2.25188
Abstract. Divorce rates in West Java, Indonesia, continue to rise annually, driven primarily by economic issues and disputes. To support targeted policy solutions, this study categorizes districts and cities in West Java based on 2023 divorce data using the K-Medoids Clustering algorithm. The clustering process begins with collecting and pre-processing divorce data, addressing missing values, outliers, and standardizing the variables. The Kaiser-Meyer-Olkin (KMO) test was conducted to verify sample adequacy and ensure the absence of multicollinearity. The optimal cluster number was evaluated using the Silhouette Coefficient, after which the K-Medoids algorithm was applied to group regions according to their divorce profiles. Results were visualized through scatter plots and thematic maps. The findings categorize West Java regions into three distinct clusters: stable areas with low divorce rates, high-divorce regions driven predominantly by economic hardship, and high-divorce regions primarily caused by household disputes. These actionable insights provide a data-driven foundation for local governments to design targeted intervention programs, such as financial management education and conflict mediation services. Keywords: K-Medoids Clustering, Divorce Rate, West Java. Abstrak. Tingkat perceraian di Jawa Barat, Indonesia, terus meningkat setiap tahunnya yang utamanya dipicu oleh faktor masalah ekonomi dan perselisihan. Untuk mendukung solusi kebijakan yang tepat sasaran, penelitian ini mengelompokkan kabupaten dan kota di Jawa Barat berdasarkan data perceraian tahun 2023 menggunakan algoritma K-Medoids Clustering. Proses pengelompokan dimulai dengan pengumpulan dan pra-pemrosesan data perceraian, yang meliputi penanganan data hilang (missing values), pencilan, dan standarisasi variabel. Uji Kaiser-Meyer-Olkin (KMO) dilakukan untuk memverifikasi kecukupan sampel dan memastikan tidak terdapat multikolinearitas. Jumlah cluster optimal dievaluasi menggunakan Silhouette Coefficient, dilanjutkan dengan penerapan algoritma K-Medoids untuk mengelompokkan wilayah berdasarkan profil perceraiannya. Hasil penelitian divisualisasikan melalui scatter plot dan peta tematik. Temuan ini mengategorikan wilayah Jawa Barat ke dalam tiga cluster berbeda: wilayah stabil dengan angka perceraian rendah, wilayah angka perceraian tinggi didominasi faktor ekonomi, dan wilayah angka perceraian tinggi yang disebebkan perselisihan rumah tangga. Insight ini memberikan dasar keputusan berbasis data bagi pemerintah daerah untuk merancang program intervensi terfokus, seperti edukasi manajemen keuangan dan layanan mediasi konflik. Kata Kunci: K-Medoids Clustering, Tingkat Perceraian, Jawa Barat.