cover
Contact Name
Hasni Syahida
Contact Email
hsyahida@ulm.ac.id
Phone
+6287815460096
Journal Mail Official
homeostasis@ulm.ac.id
Editorial Address
Jalan Veteran No.128 Banjarmasin
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Homeostasis: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Dokter
ISSN : -     EISSN : 27224333     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Homeostasis adalah jurnal yang berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian yang memiliki fokus dan ruang lingkup di bidang kedokteran dan kesehatan. Tulisan-tulisan yang dimuat bisa dalam bentuk Original Research, Literature Review, ataupun Laporan Kasus. Homeostasis terbit tiga kali setahun pada bulan April, Agustus, dan Desember di setiap tahunnya.
Articles 25 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2 (2024)" : 25 Documents clear
HUBUNGAN ASUPAN VITAMIN C DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI SMP NEGERI 12 BANJARMASIN Kireyna, Ervia; Noor, Meitria Syahadatina; Rosida, Azma; Heriyani, Farida; Muthmainah, Noor
Homeostasis Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ht.v7i2.13218

Abstract

Abstract: Adolescents are impacted by the worldwide health issue of anemia. Inadequate consumption of vitamin C through diet is one of the causes of anemia. The purpose of this study was to find out if vitamin C consumption and the incidence of anemia in teenage girls attending Banjarmasin Junior High School were related. Analytical observational research methodology using a cross-sectional approach is used. According to the research findings, 37,8% of cases were non-anemic, while 62.2% of cases had anemia. Of the individuals, 71.1% reported consuming enough amounts of vitamin C daily, while 28.9% reported inadequate intake. The chi-square test statistical analysis results in a p-value of 0.03 and a probability ratio of 3.5. Therefore, it is clear that vitamin C intake and the incidence of anemia in adolescents girls attending Banjarmasin Junior High School 12 are significantly correlated. Keywords: vitamin C intake, anemia, adolescents girls Abstrak: Kondisi anemia merupakan masalah kesehatan di seluruh dunia terutama pada remaja. Menurut data dari Dinkes Kota Banjarmasin (2022), 43,05% remaja putri di Banjarmasin mengalami anemia. Rendahnya asupan vitamin C merupakan salah satu penyebab anemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara asupan vitamin C dengan angka kejadian anemia pada remaja putri yang bersekolah di SMP Negeri 12 Banjarmasin. Metode penelitian yang digunakan adalah observasional analitik menggunakan pendekatan cross-sectional. Purposive sampling digunakan untuk memilih 90 remaja putri dari SMP Negeri 12 Banjarmasin yang menjadi sampel penelitian. Hasil penelitian didapatkan kejadian anemia sebesar 62,2% dan tidak anemia sebesar 37,8%, asupan vitamin C memenuhi kecukupan harian sebesar 71,1% dan yang kurang sebesar 28,9%. Setelah diuji statistik dengan uji chi square didapatkan nilai p = 0,03. Dengan demikian, dapat disimpulkan terdapat hubungan signifikan asupan vitamin C dengan kejadian anemia pada remaja putri SMP Negeri 12 Banjarmasin.   Kata-kata kunci: asupan vitamin C, anemia, remaja putri
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN MAHASISWA PSKPS FK ULM ANGKATAN 2020 TENTANG FAKTOR RISIKO NOISE-INDUCED HEARING LOSS (NIHL) Budiarman, Andi Azizah Maulidia; Asnawati, Asnawati; Huldani, Huldani; Kaidah, Siti; Rahmiati, Rahmiati
Homeostasis Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ht.v7i2.13178

Abstract

Abstract: A study conducted among 2020 cohort students at the Faculty of Medicine, ULM, aimed to evaluate their understanding of Noise-Induced Hearing Loss (NIHL) risk factors. NIHL, a hearing impairment caused by prolonged exposure to loud noise, is increasingly prevalent among adolescents due to excessive electronic media use. Employing a descriptive approach with a cross-sectional design, the study utilized total sampling, involving 154 respondents. Data collection relied on questionnaires and analysis via Microsoft Excel. Results indicated that 55.8% of participants had moderate knowledge, 40.2% demonstrated good understanding, and 3.8% exhibited poor knowledge about NIHL risk factors. The average knowledge score was 72.13, placing it in the moderate category. This denotes an overall moderate level of awareness among the students. In conclusion, the research highlighted the prevailing moderate understanding among the 2020 cohort students at the Faculty of Medicine, ULM, regarding NIHL risk factors. The findings emphasize the need for increased education and awareness programs to address this concerning issue, particularly among young individuals frequently exposed to potentially harmful noise from electronic devices. Keywords: Knowledge Level, medical students, NIHL. Abstrak: Noiced-Induced Hearing Loss (NIHL) merupakan gangguan pendengaran dan ketulian akibat terpajan bising yang cukup keras dalam jangka waktu yang lama. Pada remaja, penggunaan media elektronik yang berlebihan menjadi penyebab utama terjadinya NIHL. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan mahasiswa PSKPS FK ULM angkatan 2020 tentang faktor risiko Noise-Induced Hearing Loss (NIHL). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Pemilihan sampel menggunakan teknik total sampling, didapatkan 154 orang responden. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Data diolah menggunakan Microsoft Excel. 55.8% responden memiliki tingkat pengetahuan yang cukup, 40.2% responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik, dan 3.8% responden memiliki tingkat pengetahuan yang kurang. Rata-rata nilai pengetahuan responden adalah 72.13 yang termasuk kategori Dapat disimpulkan secara umum tingkat pengetahuan mahasiswa PSKPS FK ULM angkatan 2020 tentang faktor risiko Noise-Induced Hearing Loss (NIHL) tergolong dalam kategori cukup. Kata kunci: Tingkat pengetahuan, mahasiswa kedokteran, NIHL.
PERBEDAAN NILAI VO2 MAKS PADA PESEPEDA ATLET DAN NON-ATLET DI BANJARBARU Salsabilla, Kandria Firsta; Asnawati, Asnawati; Huldani, Huldani
Homeostasis Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ht.v7i2.13230

Abstract

Abstract: Maximum oxygen volume (VO2 Max) is the maximum capacity for using oxygen by the body during the process of using maximum energy. A person with a good VO2 Max value will have a cardiorespiratory system that works effectively and efficiently so that he can carry out activities without experiencing excessive fatigue. One type of exercise that can increase the VO2 Max value is aerobic exercise, for example cycling. This study aims to determine the difference in VO2 Max values between athlete and non-athlete cyclists in Banjarbaru. This research is an analytical observational study with a cross sectional approach. The research subjects were selected using a purposive sampling method consisting of 30 athlete cyclists and 30 non-athlete cyclists in Banjarbaru. Maximum oxygen volume was measured using a multistage fitness test. The average VO2 Max value for athlete cyclists was 45,307 ± 5.5166 ml/kg/minute and for non-athlete cyclists it was 36,543 ± 4.9332 ml/kg/minute. The results of statistical tests using the unpaired t test obtained a value of p = 0.000 (p<0.05). The conclusion of this research is that there is a significant difference between the VO2 Max values of athletes and non-athletes in Banjarbaru. Keywords: Cycling, VO2 Max, multistage fitness test. Abstrak: Volume oksigen maksimal (VO2 Maks) adalah kapasitas maksimal penggunaan oksigen oleh tubuh selama proses penggunaan tenaga maksimal. Seseorang dengan nilai VO2 Maks yang baik akan memiliki sistem kardiorespirasi yang bekerja dengan efektif dan efisien sehingga dapat melakukan aktivitas tanpa mengalami kelelahan yang berlebihan. Olahraga aerobik merupakan salah satu jenis olahraga yang dapat meningkatkan nilai VO2 Maks dan contohnya bersepeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan nilai VO2 Maks pada pesepeda atlet dan non-atlet di Banjarbaru. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Subjek pada penelitian ini dipilih dengan metode purposive sampling, terdiri dari 30 pesepeda atlet dan 30 pesepeda non-atlet di Banjarbaru. Volume oksigen maksimal diukur menggunakan multistage fitness test. Hasil rata rata nilai VO2 Maks pada pesepeda atlet adalah 45.307 ±5.5166 ml/kg/menit dan pada pesepeda non-atlet adalah 36.543 ±4.9332 ml/kg/menit. Pada uji statistik menggunakan uji t tidak berpasangan hasil nilai p = 0,000 (p<0,05). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat perbedaan bermakna antara nilai VO2 Maks atlet dan non-atlet di Banjarbaru. Kata-Kata kunci: bersepeda, VO2 Maks, multistage fitness test.
PROFIL PENDERITA SKABIES DI PUSKESMAS SUNGAI PINANG KABUPATEN HULU SUNGAI SELATAN PERIODE 2020-2022 Fayujana, Astri Meliani; Hadi, Sukses; Sanyoto, Didik Dwi; Essary, Erika Dewi; Wydiamala, Erida
Homeostasis Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ht.v7i2.13213

Abstract

Abstract: Scabies is a skin infection caused by sensitization and infestation of the Sarcoptes scabiei var. Hominis mite. It is one of the most common skin diseases and ranks third among the 12 most common skin diseases in Indonesia. The occurrence of scabies is mainly influenced by environmental cleanliness, age, gender, knowledge about scabies, and personal hygiene. The purpose of the study mentioned is to determine the profile of scabies patients at the Sungai Pinang Community Health Center in Hulu Sungai Selatan Regency during the period of 2020-2022. The study used observational descriptive research design and analyzed medical records and electronic data of scabies patients. The study found a total of 691 scabies patients, with the highest number of cases in 2022 (55.2%). The age group with the highest number of cases was 6-11 years old (25.1%), and females accounted for the majority of cases (51.8%). Most scabies patients came from Banua Hanyar village (31.8%), and the most common occupation was students (41.5%). The most frequently given treatment was a combination of topical and systemic medications (74.3%). In conclusion, scabies often occurs in children aged 6-11 years, with females being the most affected. The majority of patients come from Banua Hanyar village and are students. The study also showed that the majority of treatments involved a combination of topical and systemic medications. Keywords: health centers, personal hygiene, students, scabies Abstrak: Skabies merupakan penyakit infeksi kulit yang disebabkan oleh sensitisasi dan infestasi tungau Sarcoptes Scabiei var. Hominis. Skabies merupakan salah satu penyakit kulit yang paling umum terjadi dan menempati urutan ketiga dari 12 penyakit kulit yang paling umum di Indonesia. Munculnya penyakit skabies  terutama dipengaruhi oleh kebersihan lingkungan, usia, jenis kelamin, pengetahuan tentang penyakit skabies dan kebersihan diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil penderita skabies di Puskesmas Sungai Pinang Kabupaten Hulu Sungai Selatan periode 2020-2022. Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif menggunakan rekam medis pasien skabies dan data elektronik. Penelitian ini mendapatkan hasil 691 pasien skabies, tertinggi pada tahun 2022 (55,2%). Kelompok usia terbanyak ialah 6-11 (25,1%), perempuan jadi kasus terbanyak (51,8%). Mayoritas pasien skabies berasal dari desa Banua Hanyar (31,8%). Pekerjaan terbanyak yaitu pelajar (41,5%). Pengobatan yang paling sering diberikan adalah kombinasi obat topikal dan sistemik (74,3%). Kesimpulan penelitian ini yaitu skabies sering terjadi pada anak-anak dengan rentang usia 6-11 tahun dan perempuan menjadi kasus terbanyak. Mayoritas pasien berasal dari desa Banua Hanyar dan berstatus pelajar. Penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar pengobatan menggunakan kombinasi obat topikal dan sistemik. Kata-kata kunci : puskesmas, kebersihan diri, pelajar, skabies
KORELASI KADAR ASAM URAT DENGAN TUNGKAT KEPARAHAN OSTEOARTRITIS LUTUT PADA PASIEN PEREMPUAN DI RSUD dr. H. MOCH.ANSARI SALEH Rajib, Maulana Nur; Pambudi, Pagan; Nur'amin, Hendra Wana; Noor, Zairin; Qamariah, Nur
Homeostasis Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ht.v7i2.13235

Abstract

Abstract: Subchondral bone sclerosis, articular cartilage destruction, and osteophyte formation are hallmarks of osteoarthritis (OA), a chronic age-related joint disease. As an end product of purine metabolism, uric acid is often detected in body fluids. According to a number of studies, uric acid is a risk factor for the severity of OA. Synovial uric acid with IL-1???? and IL-18, which are known to cause inflammation triggered by uric acid, showed a correlation. The purpose of this study was to determine whether there is a correlation between uric acid levels and the severity of knee osteoarthritis in female patients at Dr. H. Moch. Ansari Saleh Hospital. A total of 15 people will become respondents who are selected by simple random sampling and then will be analyzed using the Spearman test. Uric acid profile data showed 9 patients (60%) had uric acid levels >6.0 mg/dL and 6 patients (40%) had normal uric acid levels (2.4-6.0 mg/dL). According to data from the knee osteoarthritis severity profile, 6 patients (40%) had grade 1 knee OA, 4 patients (26.66%) had grade 2 knee OA, 4 patients (26.66%) had grade 3 knee OA, and 1 patient (6.66%) had grade 4 knee OA. Uric acid levels and severity of knee osteoarthritis in female patients at Dr. H. Moch. Ansari Saleh Hospital showed no significant correlation (p=0.081). Keywords: knee osteoartritis, uric acid, female Abstrak: Sklerosis tulang subkondral, kerusakan tulang rawan artikular, dan pembentukan osteofit adalah ciri khas osteoartritis (OA), suatu penyakit sendi kronis yang berkaitan dengan usia. Sebagai produk akhir dari metabolisme purin, asam urat sering terdeteksi dalam cairan tubuh. Menurut sejumlah penelitian, asam urat merupakan faktor risiko dari keparahan OA. Asam urat sinovial dengan IL-1???? dan IL-18, yang diketahui menyebabkan peradangan yang dipicu oleh asam urat menunjukkan korelasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat korelasi antara kadar asam urat dengan tingkat keparahan osteoartritis lutut pada pasien perempuan di RSUD dr. H. Moch. Ansari Saleh. Sebanyak 15 orang yang akan menjadi responden yang dipilih dengan cara simple random sampling kemudian akan dianalisis menggunakan uji Spearman. Data profil asam urat menunjukkan 9 pasien (60%) memiliki kadar asam urat >6,0 mg/dL dan 6 pasien (40%) memiliki kadar asam urat normal (2,4-6,0 mg/dL). Menurut data dari profil tingkat keparahan osteoartritis lutut, 6 pasien (40%) memiliki OA lutut derajat 1, 4 pasien (26,66%) memiliki OA lutut derajat 2, 4 pasien (26,66%) memiliki OA lutut derajat 3, dan 1 pasien (6,66%) memiliki OA lutut derajat 4. Kadar asam urat degan tingkat keparahan osteoartritis lutut pada pasien perempuan di RSUD dr. H. Moch. Ansari Saleh menunjukkan hasil korelasi tidak bermakna (p=0,081). Kata-kata kunci: osteoartritis lutut, asam urat, perempuan

Page 3 of 3 | Total Record : 25