cover
Contact Name
Eko Pramudya Laksana
Contact Email
publisher@um.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
historiography.journal@um.ac.id
Editorial Address
Gedung A6, Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang Jalan Semarang No. 5, Malang Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Historiography
ISSN : -     EISSN : 27984907     DOI : 10.17977
Core Subject : Humanities, Social,
Historiography: Journal of Indonesian History and Education publish original research papers, conceptual articles, review articles and case studies. The whole spectrum of Indonesian history, historical learning and history education, which includes, but is not limited to education systems, institutions, theories, themes, curriculum, educational values, historical heritage, media and sources of historical learning, and other related topics.
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 3 (2022)" : 12 Documents clear
Praktik percaloan tiket film di Bioskop Surabaya tahun 1950-an - 1970-an Arbaletta Kalinda Desvasivi Parameswari; Najib Jauhari; Grace Tjandra Leksana
Historiography: Journal of Indonesian History and Education Vol 2, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (999.164 KB) | DOI: 10.17977/um081v2i32022p310-322

Abstract

This paper tries to describe to the reader the practice of brokering film tickets at the Surabaya cinema and how to handle it. The practice of ticket brokering itself is a crime that is affected by the existence of the cinema industry. The cinema industry emerged as a form of modernity in Surabaya in the field of entertainment for the community. The existence of this raises the question, how is the practice of brokering movie tickets in cinemas in Surabaya carried out? How is the public's response to this crime? How does the government deal with this brokering practice? By using historical research methods, this study examines a number of primary resources through archives. To find out how the practice of brokering film tickets is carried out in cinemas to the government's way of dealing with this brokering practice. The conclusions that can be drawn include: the practice of brokering film tickets in cinemas is carried out by unscrupulous persons to obtain profits that can be used to increase the needs of daily life. It is carried out with a neatly arranged modus operandi and has the support of several parties in the cinema. In response to this, the people were angry and filed complaints against the government, so anticipatory and repressive actions were carried out.Penulis mencoba menggambarkan kepada pembaca mengenai praktik percaloan tiket film di bioskop Surabaya dan cara menanganinya. Praktik percaloan tiket sendiri merupakan sebuah tindak kriminalitas yang terdampak dari adanya industri bioskop. Industri bioskop muncul sebagai bentuk adanya modernitas di Surabaya dalam bidang hiburan bagi masyarakat. Adanya hal tersebut memunculkan pertanyaan, bagaimanakah praktik percaloan tiket film dilakukan di bioskop-bioskop Surabaya?  Bagaimanakah respon masyarakat terhadap adanya kriminalitas ini? Serta bagaimanakah cara pemerintah menangani adanya praktik percaloan ini? Dengan menggunakan metode penelitian sejarah, studi ini menelusuri sejumlah sumber primer berupa arsip. Untuk mengetahui bagaimana praktik percaloan tiket film dilakukan di bioskop hingga cara pemerintah dalam mengatasi adanya praktik percaloan ini. Sehingga dapat diketahui bahwa praktik percaloan tiket film terjadi di bioskop dilakukan oleh oknum untuk mendapatkan keuntungan yang dapat digunakan untuk menambah kebutuhan hidup sehari-hari, dilakukan dengan modus operandi yang tersusun rapi serta mendapat dukungan dari beberapa pihak dalam bioskop. Merespon hal ini masyarakat marah dan mengajukan keluhan terhadap pemerintah, hingga dilakukan tindak antisipatif dan represif.
Pasang surut industri batik di Ponorogo tahun 1980-2006 Muchammad Zainudin; Ari Sapto; Ulfatun Nafi'ah
Historiography: Journal of Indonesian History and Education Vol 2, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (547.617 KB) | DOI: 10.17977/um081v2i32022p375-386

Abstract

The Ponorogo batik has been created since 1921, which has been proved by the existence of batik cooperatives and mori cloth factories. In the early 1980s the Ponorogo batik industry has been experienced a decline and in the 1990-2000s the Ponorogo batik industry began to show up its existence. The purpose of this paper is to explain the condition of the batik industry in Ponorogo, which has been success in the 1960s and began to fade in the 1980s, and rise up in the 2000s. The method that used in this paper is historical method which consists of four stages, heuritics, critics, interpretation, and historiography. The results of this study show the ups and downs of the batik industry in Ponorogo that occurred from 1960-2006. The ups and downs are influenced by capital, marketing, quality of fabrics, motifs, the times, and also the regeneration of batik craftsmen.Batik Ponorogo sudah ada sejak tahun 1921, dibuktikan dengan adanya koperasi batik dan pabrik kain mori. Pada awal tahun 1980 industri batik Ponorogo mengalami kemunduran dan di tahun 1990-2000-an industri batik Ponorogo mulai menunjukan eksistensinya. Tujuan dari penulisan ini untuk menarasikan kondisi industri batik di Ponorogo yang pernah mengalami kejayaan di tahun 1960 dan mulai meredup di tahun 1980, berkembang lagi di tahun 2000-an. Metode yang digunakan dalam penulisan ini menggunakan metode sejarah yang terdiri dari empat tahap, yaitu heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Hasil dari penelitian ini menunjukan pasang-surutnya industri batik di ponorogo yang terjadi sejak tahun 1960-2006. Pasang surutnya di pengaruhi oleh permodalan, pemasaran, kualitas kain, motif, perkembangan zaman, hingga regenerasi perajin batik. 
Museum virtual sebagai media pembelajaran sejarah pada program Kampus Mengajar 2 di SDI Azzahro Tangerang Gery Erlangga; Amajida Triska Meilia; Nurul Hidayah; Jaja Miharja
Historiography: Journal of Indonesian History and Education Vol 2, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.224 KB) | DOI: 10.17977/um081v2i32022p453-463

Abstract

This research discusses the topic of the role of technology-based learning media such as virtual museums in supporting the history learning process in schools. The position of history learning that has a central role in directing students to always be a superior generation, teachers should be able to create a learning process that is no longer focused on textbooks alone, but can present learning contextually with the help of alternative learning media that have innovative values such as virtual museums because they can foster students' interest in learning history. Therefore, the purpose of this study is to explain descriptively related to the use of virtual museums as an alternative learning medium to introduce history to SDI Azzahro students. This research uses a descriptive qualitative approach with a data collection process using observation and documentation techniques. The results of this study show that the use of virtual museums as a learning medium in history teaching and learning activities at SDI Azzahro has a positive impact as evidenced by the response of students to be more enthusiastic in learning history and dare to convey their understanding of the historical material they have studied in front of their friends.Penelitian ini membahas topik tentang peran media pembelajaran berbasis teknologi seperti museum virtual dalam memunjang proses pembelajaran sejarah di sekolah. Posisi pembelajaran sejarah yang memiliki peran sentral dalam mengarahkan peserta didik untuk senantiasa menjadi generasi unggul, sudah seharusnya guru dapat menciptakan proses pembelajaran yang tidak lagi terfokus pada buku teks saja, namun dapat menghadirkan pembelajaran secara kontekstual dengan bantuan media pembelajaran alternatif yang memiliki nilai inovatif seperti museum virtual karena dapat menumbuhkan daya minat peserta didik dalam belajar sejarah. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk memaparkan secara deskriptif terkait dengan penggunaan museum virtual sebagai media pembelajaran alternatif untuk mengenalkan sejarah kepada peserta didik SDI Azzahro. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan proses pengambilan data menggunakan teknik observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penggunaan museum virtual sebagai media pembelajaran dalam kegiatan belajar mengajar sejarah di SDI Azzahro memberikan dampak yang positif yang dibuktikan dengan respon peserta didik menjadi lebih semangat dalam belajar sejarah dan berani dalam menyampaikan kembali pemahamannya akan materi sejarah yang telah dipelajarinya depan teman-temannya.
Bencana banjir rutin: Tinjauan historis di Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang Tahun 2010-2021 Achmad Faisol Hadi
Historiography: Journal of Indonesian History and Education Vol 2, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (641.302 KB) | DOI: 10.17977/um081v2i32022p323-337

Abstract

This article aims to determine the flood disaster that occurs regularly in Sampang District from a historical perspective. The shape of Sampang City which is likened to a bowl makes Sampang District which is passed by water from various places cannot accommodate the existing water, mainly from the 4 Districts in the north. Even in a year the floods that occur in Sampang can be dozens of times and cause losses in the form of casualties. This article was written based on information from several books, journals, documents from the local government, and also direct interviews with flood victims. This paper is expected to make the main readers of the Sampang community understand the beginning of the flood in this maritime city.Artikel ini bertujuan untuk mengetahui bencana banjir yang terjadi secara rutin di Kecamatan Sampang dari segi historis. Bentuk Kota Sampang yang diibaratkan seperti sebuah mangkok membuat Kecamatan Sampang yang dilewati oleh air dari berbagai tempat tidak bisa menampung air yang ada, utamanya dari 4 Kecamatan di sebelah utara. Bahkan dalam setahun banjir yang terjadi di Sampang bisa belasan kali dan menimbulkan kerugian berupa korban jiwa. Artikel ini ditulis berdasarkan informasi dari beberapa buku, jurnal, dokumen dari pemerintah daerah, dan juga wawancara langsung kepada korban banjir. Tulisan ini diharapkan dapat membuat pembaca utamanya masyarakat Sampang paham tentang awal mula terjadinya banjir di Kota Bahari ini.
Pantai yang hilang: Bencana erosi di Desa Bulurejo Kabupaten Lumajang, 1976–2020 Rizky Naufan Haq; Blasius Suprapta; Ronal Ridhoi
Historiography: Journal of Indonesian History and Education Vol 2, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1712.368 KB) | DOI: 10.17977/um081v2i32022p387-408

Abstract

This study describes deterioration of coastline around TPI based on nearby nature and human activities. This study focuses on occurrence and the factors behind erosion on TPI Beach, Lumajang Regency. In order to explain the process, we used historical methods that consist of collecting such as of archives, articles, books, newspapers, and maps. The results showed that environmental damage on TPI Beach in Lumajang regency was the impact of excessive exploitation of sand mining in riverbed suppliers which contribute to form sediment forming the cost, resulting in an imbalance between the supply received by the beach and those eroded by sea waves. Furthermore, the occurrence of high tide contributes to the sedimentation not equal to exploitations and the impact of sea waves.Penelitian ini berusaha mengkaji proses hilangnya garis pantai TPI dengan melihat kondisi alam dan aktivitas manusia di sekitarnya. Studi ini memfokuskan kepada proses terjadinya serta faktor yang menjadi penyebab terjadinya erosi di Pantai TPI Kabupaten Lumajang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah dengan melakukan pengumpulan dan pembacaan mendalam terhadap sumber berupa arsip, artikel, buku, berita koran, dan peta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerusakan lingkungan di Pantai TPI kabupaten Lumajang merupakan dampak dari eksploitasi pertambangan pasir secara berlebihan di jalur sungai yang menjadi pemasok material sedimen pembentuk pantai, sehingga terjadi ketidakseimbangan antara pasokan yang diterima oleh pantai dan yang terkikis oleh gelombang laut. Selain itu, terjadinya gelombang tinggi juga menyumbang dalam percepatan erosi pantai tersebut.
Peranan Rumah Budaya Sukuraga dalam menjaga eksistensi kesenian wayang Sukuraga khas Kota Sukabumi tahun 2016-2021 Eva Nikmatul Rizky
Historiography: Journal of Indonesian History and Education Vol 2, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (828.357 KB) | DOI: 10.17977/um081v2i32022p338-351

Abstract

This study aims to determine the factors causing the Sukuraga Cultural House to play a role in maintaining the existence of the Sukuraga Puppet art in 2016-2021, the role of the Sukuraga Cultural House in maintaining the existence of the Sukuraga Puppet art in 2016-2021, the implications of the role of the Sukuraga Cultural House, and the influence of the Sukuraga Cultural House for the community. This problem will be studied using the historical method assisted by the theory of cultural semiotics and modernization theory. The results of this study indicate that the existence of the Sukuraga Cultural House cannot be separated from the existence of the Sukuraga Puppet in Sukabumi. The main purpose of establishing the Sukuraga Cultural House is to maintain and improve the existence of the Sukuraga Puppet as well as a forum to shape the nation's character. The role of the Sukuraga Cultural House has fostered a creative economy. Puppet Sukuraga also became widely known by the public. Therefore, the presence of the Sukuraga Cultural House is very important for the community.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab Rumah Budaya berperan dalam menjaga eksistensi kesenian Wayang Sukuraga tahun 2016-2021, peranan Rumah Budaya Sukuraga dalam menjaga eksistensi kesenian Wayang Sukuraga tahun 2016-2021, implikasi dari berperannya Rumah Budaya Sukuraga, dan pengaruh Rumah Budaya Sukuraga bagi masyarakat. Permasalahan itu akan dikaji dengan metode sejarah yang dibantu oleh teori semiotika budaya dan teori modernisasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa keberadaan Rumah Budaya Sukuraga tidak terlepas dari keberadaan Wayang Sukuraga di Sukabumi. Tujuan utama didirikannya Rumah Budaya Sukuraga adalah untuk mempertahankan dan meningkatkan eksistensi Wayang Sukuraga serta sebagai wadah untuk membentuk karakter bangsa. Berperannya Rumah Budaya Sukuraga telah menumbuhkan ekonomi kreatif. Wayang Sukuraga juga menjadi dikenal luas oleh masyarakat. Oleh karena itu, kehadiran Rumah Budaya Sukuraga sangat penting bagi masyarakat.
Pembelajaran jarak jauh pada mata pelajaran Sejarah di SMA Islam Terpadu Pesantren Nururrahman Kota Depok Sausan Huwaida; Muhammad Fakhruddin; Humaidi Humaidi
Historiography: Journal of Indonesian History and Education Vol 2, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (560.641 KB) | DOI: 10.17977/um081v2i32022p409-420

Abstract

This research aims to describe the planning, implementation, and supporting and inhibiting factors in distance learning in history subjects at the Integrated Islamic Senior High School Nururrahman Islamic Boarding School Depok City. The research method used in this research is a qualitative method with a case study approach. Data collection techniques used in this study consisted of observation, interviews, and documentation. The results of the study concluded that distance learning planning, especially in history subjects, was good, in terms of the objectives to fulfill children's educational rights, support for personnel from the school and from outside the school, and the existence of a curriculum, division of tasks for teachers and other staff employees, as well as the availability of facilities. and adequate infrastructure. Furthermore, in the implementation of learning, the history teacher conveys material using the lecture and discussion method, inserts videos, and provides infographics at the end of the lesson so that students who are left behind in the zoom class can receive and understand the material as a whole at the meeting that day. Submission of material by history teachers to students has been carried out optimally, interactively, and teachers are able to explore and utilize digital-based learning media. The supporting and inhibiting factors in distance learning in history subjects are divided into 2, namely internal and external factors.  Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang perencanaan, pelaksanaan, dan faktor pendukung serta penghambat dalam pembelajaran jarak jauh pada mata pelajaran sejarah di SMA Islam Terpadu Pesantren Nururrahman Kota Depok. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini terdiri dari observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa perencanaan pembelajaran jarak jauh terutama pada mata pelajaran sejarah sudah baik, dari segi tujuan untuk pemenuhan hak pendidikan anak, dukungan personel dari pihak sekolah maupun dari luar sekolah, dan adanya kebijakan kurikulum, pembagian tugas guru dan staf karyawan lainnya, serta ketersediaan sarana dan prasarana yang sudah memadai. Selanjutnya, dalam pelaksanaan pembelajarannya, guru sejarah menyampaikan materi menggunakan metode ceramah dan diskusi sudah baik, menyelipkan video, serta memberikan infografis diakhir pembelajaran sehingga peserta didik yang tertinggal materi di kelas zoom dapat menerima dan memahami inti materi secara keseluruhan pada pertemuan pada hari tersebut. Penyampaian materi oleh guru sejarah kepada peserta didik telah dilakukan secara optimal, interaktif, dan guru mampu mengeksplorasi serta memanfaatkan media pembelajaran berbasis digital. Adapun faktor pendukung dan penghambat dalam pembelajaran jarak jauh pada mata pelajaran sejarah terbagi menjadi 2 yaitu faktor internal dan eksternal.
Penerapan filsafat esensialisme dalam Mata Kuliah Penelitian Pendidikan Sejarah selama masa pandemi di Universitas Negeri Malang Irma Sulistiowati
Historiography: Journal of Indonesian History and Education Vol 2, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.165 KB) | DOI: 10.17977/um081v2i32022p352-363

Abstract

The philosophy of essentialism holds that a stable foundation is needed in the implementation of education. Educators as centers in process of knowledge and moral transfusion. Learners as passive objects who only accept what is taught by the teacher. The pandemic period provides a change in learning from face-to-face in class to online learning. As for the view of essentialism, the role of educators has changed. In history learning, the control and transfusion of historical knowledge of educators cannot be fully carried out on students. The existence of this change, responds pros and cons in society. People who agree give reasons that online learning allows students to gain the freedom to add insight, but still have a stable foundation in history learning. Meanwhile, the opposing community argues that online learning in terms of essentialism reduces the role of educators in controlling and guiding students. This type of research is a qualitative research with a descriptive approach. The data collection method is observation participant and historical research.  Filsafat esensialisme berpandangan bahwa perlu landasan yang stabil dalam pelaksanaan pendidikan. Pendidik sebagai sentra dalam proses transfusi ilmu dan moral. Peserta didik sebagai objek pasif yang hanya menerima apa yang diajarkan oleh pendidik. Masa pandemi memberikan perubahan pembelajaran dari bertatap muka secara langsung dikelas menjadi pembelajaran online. Adapun dalam pandangan esensialisme peran pendidik menjadi berubah. Pada pembelajaran sejarah kontrol dan transfusi ilmu sejarah pendidik tidak bisa sepenuhnya dilakukan pada peserta didik. Adanya perubahan ini memberikan tanggapan pro dan kontra dalam masyarakat. Masyarakat yang setuju memberikan alasan, bahwa pembelajaran online memberikan kesempatan peserta didik kebebasan dalam menambah wawasan namun tetap memiliki landasan yang stabil dalam pembelajaran sejarah. Sedangkan masyarakat yang menentang berpendapat bahwa pembelajaran online dalam sudut esensialisme mengurangi peran pendidik dalam mengontrol dan membimbing peserta didik. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Adapun metode pengumpulan data adalah observasi partisipan dan penelitian sejarah.
Industri perkebunan kapas Asembagus, Situbondo tahun 1945-1997 Sri Indah Damayanti; R. Reza Hudiyanto
Historiography: Journal of Indonesian History and Education Vol 2, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (903.207 KB) | DOI: 10.17977/um081v2i32022p421-441

Abstract

Cotton is a plantation crop that is planted once a year during the dry season in Indonesia. Cotton plant (Gossypium sp.) is a shrub plant which produce fiber from the fruit, this fiber used as the main raw material in textile manufacturing. This study will discuss about the beginning of the establishment of cotton plantation industry in Asembagus, Situbondo. How the dynamics relationship between cotton development institutions such as cotton mills, cotton experimental gardens and community cotton plantations in the 1945-1997 and their impact on the community in Asembagus District of Situbondo Regency. The title was chosen because Asembagus District of Situbondo Regency famous as center of planting and developing cotton commodities in Java Island since independence of the republic of Indonesia in 1945 until the decline of cotton commodities in Asembagus at the end of the Repelita program around 1997.This study used historical research methods that is topic selection, heuristics, source criticism and verification, interpretation, and historiography by searching written sources such as archives, books and previous research nor oral sources obtained by observation and literature review. From the data collected, it indicates that there is an imbalanced (dualism) in the production activities of the Asembagus cotton plantation industry, This gap has had a chain effect that led to the discontinuity of cotton cultivation in Asembagus, Situbondo. Kapas adalah tanaman perkebunan yang ditanam satu kali setahun yaitu saat musim kemarau di Indonesia. Tanaman kapas (Gossypium sp.) merupakan tanaman jenis semak yang menghasilkan serat melalui buahnya, serat inilah yang menjadi bahan baku utama dalam pembuatan tekstil. Studi ini akan membahas mengenai awal mula berdirinya industri perkebunan kapas di Asembagus, Situbondo. Bagaimana dinamika hubungan antara lembaga pengembangan kapas yaitu pabrik penggilingan kapas, kebun percobaan kapas Asembagus dan perkebunan kapas rakyat pada tahun 1945-1997 serta dampaknya bagi masyarakat di Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo. Judul tersebut dipilih karena Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo terkenal sebagai pusat penanaman dan pengembangan komoditas kapas di Jawa sejak masa Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 1945 hingga mundurnya komoditas kapas di Asembagus pada akhir program Repelita sekitar tahun 1997. Studi ini menggunakan metode penelitian sejarah yaitu pemilihan topik, heuristik, kritik atau verifikasi, interpretasi dan historiografi dengan melakukan penelusuran sumber tertulis berupa arsip, artikel, buku dan penelitian terdahulu serta sumber lisan yang didapatkan melalui observasi, studi pustaka. Dari data-data yang terkumpul mengindikasikan adanya ketimpangan (dualisme) pada kegiatan produksi Industri perkebunan kapas Asembagus, ketimpangan ini memberikan dampak berantai hingga menyebabkan terhentinya penanaman kapas di Asembagus, Situbondo.
Gaya hidup masyarakat Jakarta: Mode pakaian remaja wanita kalangan atas di Jakarta tahun 1950 - 1972 Puji Lestari; Corry Iriani Rochalina; Muhammad Hasmi Yanuardi
Historiography: Journal of Indonesian History and Education Vol 2, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (624.834 KB) | DOI: 10.17977/um081v2i32022p299-309

Abstract

This article aims the lifestyle community of Jakarta in terms of clothing fashion young women elite in Jakarta in 1950 – 1972. The research method used in this study is a historical research method, the steps consist of heuristics (source collection), source criticism (verification), interpretation, and writing (historiography). Changes that occurred in the lifestyle of the youth in Jakarta from 1950 to 1972 had quite a drastic in changing women's clothing switched to mini fashion. The development of clothing is more directed to a modern lifestyle that is undergoing changes or commonly known as clothing fashion. Fashion clothing is included in the form of a person's lifestyle which in this period there is a shift in lifestyle in urban society in Jakarta. The urbanization who settled in Jakarta changed themselves to suit their environment. Usually they adjust in terms of lifestyle namely in fashion.  Penulisan artikel ini bertujuan untuk mengkaji gaya hidup masyarakat Jakarta dalam hal mode pakaian remaja wanita kalangan atas di Jakarta pada tahun 1950 - 1972. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian sejarah, yang terdiri dari heuristik (pengumpulan sumber), krtitik sumber (verifikasi), interpretasi, dan penulisan (historiografi). Perubahan yang terjadi pada gaya hidup masyarakat remaja di Jakarta sejak tahun 1950 hingga 1972 memiliki perbedaan yang cukup drastis pakaian wanita yang beralih kepada mode mini. Perkembangan pakaian lebih mengarah kepada gaya hidup modern yang mengalami perubahan atau biasa dikenal dengan mode pakaian. Mode pakaian termasuk kedalam bentuk gaya hidup seseorang yang mana pada periode ini terjadinya pergeseran gaya hidup dalam masyarakat urban di Jakarta. Para pendatang yang menetap di Jakarta mengubah diri mereka untuk menyesuaikan lingkungannya. Biasanya mereka menyesuaikan diri dalam hal gaya hidup yakni dalam mode berpakaian.

Page 1 of 2 | Total Record : 12