cover
Contact Name
Eko Pramudya Laksana
Contact Email
publisher@um.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
historiography.journal@um.ac.id
Editorial Address
Gedung A6, Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang Jalan Semarang No. 5, Malang Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Historiography
ISSN : -     EISSN : 27984907     DOI : 10.17977
Core Subject : Humanities, Social,
Historiography: Journal of Indonesian History and Education publish original research papers, conceptual articles, review articles and case studies. The whole spectrum of Indonesian history, historical learning and history education, which includes, but is not limited to education systems, institutions, theories, themes, curriculum, educational values, historical heritage, media and sources of historical learning, and other related topics.
Articles 185 Documents
Biografi poststrukturalis Effendi seniman Sukuraga Kota Sukabumi Jawa Barat 1962-2022 Rizky, Eva Nikmatul
Historiography: Journal of Indonesian History and Education Vol 4, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um081v4i22024p209-224

Abstract

Abstract Effendi, who is often called Kang Fendi Sukuraga, was born in Sukabumi on April 16, 1958. Moving from one region to another helped in improving Effendi’s social habitus development. Start from living at his grandfather’s house in Jakarta, followed his Uncle to Semarang, lived in Yogyakarta and Bali to study art. Finally, he decided to settle down in his hometown at Sukabumi City. His disposition of a hard work habit makes him keep trying and never give up even when he faces difficulties. The aims of this study were to know and understand the process by which Effendi can become a successful Sukuraga artist. This study used a historical method (heuristic, criticism, interpretation, and historiography). The results of this study were Effendi’s journey in achieving success was obtained by going through various obstacles and problems: from parents who were against Effendi going to art school, Effendi dropped out from technical school and fled to Jakarta, then followed his Uncle to Semarang, became a busker in Semarang and Yogyakarta, until he had to switch between SSRI.Abstrak Effendi atau yang kerap dipanggil Kang Fendi Sukuraga lahir di Sukabumi pada 16 April 1958. Pindah dari satu wilayah ke wilayah lain, mematangkan habitus sosial Effendi. Dimulai dari tinggal di rumah Kakeknya di Jakarta, ikut Paman ke Semarang, tinggal di Yogyakarta hingga Bali untuk bersekolah seni. Hingga pada akhirnya ia memutuskan untuk menetap di kampung halamannya di Sukabumi. Disposisi pekerja keras sebagai habitus membuatnya terus berusaha dan pantang menyerah meski ditimpa kesulitan. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui dan memahami proses Effendi bisa sukses menjadi seniman Sukuraga. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian sejarah (heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi). Hasil dari penelitian ini adalah perjalanan Effendi dalam meraih kesuksesan diperoleh dengan melewati berbagai rintangan dan permasalahan: dari orang tua yang menentang Effendi bersekolah seni, Effendi putus sekolah teknik dan kabur ke Jakarta, lalu ikut Paman ke Semarang, menjadi pengamen di Semarang dan Yogyakarta, hingga ia harus berpindah-pindah SSRI.
Rumah sakit Zending Mojowarno di Jombang 1894-1942 Kusuma, Ananta Dharma; Hudiyanto, R. Reza
Historiography: Journal of Indonesian History and Education Vol 4, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um081v4i12024p93-110

Abstract

Abstract This research was created to give readers an overview of the history of the Mojowarno Hospital during the Dutch colonial era. The topics discussed in this article include the development process of the Zending Mojowarno Hospital in 1894-1942 and the resulting impact of the development of the Zending Hospital for the people of Jombang. In making this research the authors used historical perspective on health in explaining past events. The study uses historical methods which consist of five stages, namely topic selection, heuristics, verification, interpretation, and historiography. The results of this study indicate that the development of hospitals has positive implications for society such as the inclusion of Western medicine in the midst of traditional medicine, the presence of paramedical education who plays an active role in improving public health services, eradicating disease, and increasing public trust in Western methods due to the efficacy of the care provided. Abstrak Penelitian ini dibuat untuk memberi gambaran kepada pembaca tentang sejarah Rumah Sakit Mojowarno di masa pemerintahan kolonial Belanda. Topik yang dibahas dalam artikel ini diantaranya mengenai proses perkembangan Rumah Sakit Zending Mojowarno pada 1894-1942 serta dampak yang dihasilkannya dari adanya perkembangan rumah sakit zending bagi masyarakat Jombang. Dalam pembuatan penelitian ini penulis menggunakan perspektif sejarah kesehatan dalam menerangkan peristiwa masa lampau. Penelitian menggunakan metode sejarah yang terdiri lima tahapan yakni pemilihan topik, heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perkembangan rumah sakit membawa implikasi positif bagi masyarakat seperti masuknya pengobatan Barat di tengah-tengah pengobatan tradisional, hadirnya pendidikan paramedis berperan aktif dalam meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat, pemberantasan penyakit, serta adanya peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap metode Barat akibat kemujaraban perawatan yang diberikan.
Sejarah institusi: Perlembagaan dan perkembangan teknologi penginderaan jauh di Indonesia Era Orde Baru Prabowo, Ra'afian
Historiography: Journal of Indonesian History and Education Vol 4, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um081v4i32024p271-280

Abstract

Abstract The institution for developing remote sensing technology in Indonesia was formed in 1969 during the Soeharto or New Order era and introduced this technology in 1971. The development into an institution was based on several things such as the transformation of science, the institutionalization of remote sensing science, and various political reasons in Soekarno's reign. This article uses a narrative history method and focuses on studying institutional history with the concept of institutionalization. Departing from this research, the author explains several findings presented in this article such as survey and mapping institutions from the Dutch East Indies to the era of the Soekarno government, the establishment of remote sensing technology development institutions in the Soeharto era or the New Order as well as several founding and supporting figures for one of the institutions developer of remote sensing technology.Abstrak Lembaga pengembang teknologi penginderaan jauh di Indonesia telah terbentuk pada tahun 1969 sejak masa Pemerintahan Soeharto atau Orde Baru dan memperkenalkan teknologi tersebut pada tahun 1971. Pengembangan menjadi sebuah institusi didasarkan atas beberapa hal seperti adanya transformasi ilmu pengetahuan, institusionalisasi ilmu penginderaan jauh dan berbagai alasan politis pada masa Pemerintahan Soekarno. Artikel ini menggunakan metode sejarah naratif dan memfokuskan pada kajian Sejarah Institusi dengan konsep perlembagaan. Berangkat dari penelitian ini, penulis memaparkan beberapa temuan yang dipaparkan dalam artikel ini seperti Institusi survei dan pemetaan sejak Hindia Belanda sampai era Pemerintahan Soekarno, pendirian institusi pengembang teknologi penginderaan jauh di Era Pemerintahan Soeharto atau Orde Baru serta beberapa tokoh pendiri dan pendukung untuk salah satu lembaga pengembang teknologi penginderaan jauh tersebut.
Terdegradasinya otoritas Dewan Kesenian Jakarta di Taman Ismail Marzuki, 1968-1998 Yusuf, Nur Fadilah
Historiography: Journal of Indonesian History and Education Vol 4, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um081v4i22024p156-169

Abstract

Abstract In many cases, the struggle for space becomes a contestation that invites academics and the public to see what is happening in it. The Jakarta Arts Council and the local government in Jakarta are a clear example of the struggle for space that took place at Taman Ismail Marzuki. In fact, this arts center was built based on discussions between artists and the governor at that time, but after the change of power, policies also changed so that the adjustment between patron-client experienced adaptations that must be understood in a historical context. This research uses the historical method as a stage to reconstruct historical events in a writing. In the end, through history, we can know what is happening today about the authority of the Jakarta Arts Council at the Jakarta Arts Center Taman Ismail Marzuki is a process of struggle between art and politics in the hegemonic New Order era. Therefore, this article also discusses chronologically the degradation of the authority of the Jakarta Arts Council in Taman Ismail Marzuki caused by several factors such as political policies and governor changes, as well as government bureaucratic intervention in the arts. Abstrak Dalam banyak kasus, perebutan ruang menjadi satu kontestasi yang mengajak kaum akademisi dan masyarakat untuk melihat apa yang terjadi di dalamnya. Dewan Kesenian Jakarta dan pemerintah daerah di Jakarta adalah contoh nyata terkait dengan perebutan ruang yang terjadi di Taman Ismail Marzuki. Padahal, pusat kesenian ini, dibangun atas diskusi antara para seniman dengan gubernur waktu itu, tetapi setelah pergantian kekuasaan, kebijakan juga ikut berganti sehingga penyesuaian antara patron-klien mengalami adaptasi yang harus dipahami dalam konteks sejarah. Penelitian ini menggunakan metode sejarah sebagai tahapan untuk merekonstruksi peristiwa sejarah dalam sebuah tulisan. Pada akhirnya, melalui sejarah, kita dapat mengetahui apa yang terjadi hari ini tentang otoritas Dewan Kesenian Jakarta di Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki adalah proses pergulatan antara seni dan politik pada era Orde Baru yang menghegemoni. Maka dari itu, artikel ini juga membahas secara kronologi terkait dengan terdegradasinya otoritas Dewan Kesenian Jakarta di Taman Ismail Marzuki yang disebabkan oleh beberapa faktor seperti politik kebijakan dan pergantian gubernur, serta intervensi birokrasi pemerintahan di pusat kesenian.
Implementasi P-5 tema kearifan lokal materi Kerajaan Hindu-Buddha pada peserta didik kelas X SMA Negeri 6 Malang Firmansyah, Moch Fatih Allam; Suciptaningsih, Oktaviani Adhi
Historiography: Journal of Indonesian History and Education Vol 4, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um081v4i12024p40-49

Abstract

Abstract The curriculum in an educational institution is very important to use as a learning plan and learning experience for a student. The Merdeka Curriculum has been implemented at all school levels in the Merdeka Curriculum. The Merdeka Curriculum has a P-5 Program to implement the Pancasila Student Profile which includes Pancasila values in the characteristics of students. The P-5 program is used in formal and non-formal educational institutions, one of which is SMA Negeri 6 Malang. Theme of the P-5 program at SMA Negeri 6 Malang is about Malang's typical local wisdom in form of heritage from the Hindu-Buddhist kingdom. The P-5 program at SMA Negeri 6 Malang is carried out by task to students. The task takes the form of a project in the vlog. The research method used was qualitative research and interviews with the head of the P-5 program organizer at SMA Negeri 6 Malang. This research aims to determine the implementation of the P-5 program at SMA Negeri 6 Malang.Abstrak Kurikulum pada suatu lembaga pendidikan sangat penting digunakan sebagai rencana pembelajaran dan pengalaman belajar seorang peserta didik. Kurikulum Merdeka telah diterapkan pada seluruh jenjang sekolah dalam Kurikulum Merdeka. Kurikulum Merdeka memiliki Program P-5 untuk mengimplementasi Profil Pelajar Pancasila mencakup nilai-nilai Pancasila pada sifat peserta didik. Program P-5 digunakan di lembaga pendidikan formal maupun non-formal, salah satunya SMA Negeri 6 Malang. Tema pada program P-5 di SMA Negeri 6 Malang tentang kearifan lokal khas Malang berupa peninggalan kerajaan Hindu-Buddha. Program P-5 di SMA Negeri 6 Malang ini dilaksanakan secara penugasan kepada peserta didik. Penugasan tersebut berbentuk proyek berupa vlog. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif dan wawancara kepada ketua penyelenggara program P-5 SMA Negeri 6 Malang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan program P-5 di SMA Negeri 6 Malang.
Pengembangan media pembelajaran HILESITE pada materi sejarah Pabrik Gula Djatiroto untuk siswa kelas XI SMA Sadito, Mokhammad Aqsal Aji; Subekti, Arif
Historiography: Journal of Indonesian History and Education Vol 4, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um081v4i32024p345-356

Abstract

Abstract This research aims to develop learning media HILESITE (History Interactive Learning Website) on the history of the Djatiroto Sugar Factory for Class XI students of SMA. The methodology used by researchers is Research and development (RnD) and the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation) as the development of learning media. The results proved that the proportion of validity of material experts was 95 percent, the validity of learning media experts was 92 percent, the proportion of validity of small group trials was 85.1 percent, and the validity of large group trials was 87 percent. Based on the results of the research, it indicates that the development of HILESITE learning media (History Interactive Learning Website) is valid to be applied to learning activities with material on the history of the Djatiroto Sugar Factory (PTPN XI) for class XI students of SMA.Abstrak Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengembangkan media pembelajaran HILESITE (History Interactive Learning Website) pada materi sejarah Pabrik Gula Djatiroto untuk siswa Kelas XI SMA. Metodologi yang digunakan oleh peneliti yaitu Research and development (RnD) dan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation) sebagai pengembangan media pembelajaran. Hasil data penelitian membuktikan persentase validitas dari ahli materi sebesar 95 persen, validitas dari ahli media pembelajaran dengan persentase sebesar 92 persen, validitas persentase dari uji coba kelompok kecil sebesar 85,1 persen, dan validitas dari uji coba pemakaian kelompok besar yaitu 87persen. Berdasarkan hasil penelitian, menandakan bahwa pengembangan media pembelajaran HILESITE (History Interactive Learning Website) valid untuk diterapkan pada kegiatan pembelajaran dengan materi sejarah Pabrik Gula Djatiroto (PTPN XI) untuk siswa kelas XI SMA.
Mausoleum Djamijah Pacitan: arti khusus dan potensinya sebagai sumber belajar sejarah lokal di Pacitan Asy'ary, Widya Hafidh
Historiography: Journal of Indonesian History and Education Vol 4, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um081v4i22024p225-234

Abstract

Abstract This research discusses the special meaning of one of the Dutch tombs in Pacitan, namely the Djamijah Pacitan Mausoleum. The Djamijah Pacitan Mausoleum was chosen as the research object because the tomb has buildings and epitaphs that are relatively intact and not many researchers have discussed it. The aim of this research is to find out the special meaning contained in the Djamijah Pacitan Mausoleum in the form of carved symbols and the contents of the epitaph. Data obtained from literature study and historical research methods. The data was analyzed and then interpreted to find out the special meaning of the Djamijah Pacitan Mausoleum. The epitaph data that can be read is analyzed regarding the condition of the damage, the contents of the existing inscriptions, and the engraving symbols used. This data is correlated with historical data obtained from literature review. The results of the analysis can be used as a history learning resource for high school students. With this research, it is hoped that the Djamijah Pacitan Mausoleum can be used as a history learning resource for students.Abstrak Penelitian ini meneliti tentang arti khusus pada salah satu makam Belanda di Pacitan yakni Mausoleum Djamijah Pacitan. Mausoleum Djamijah Pacitan dipilih sebagai objek penelitian karena makam tersebut memiliki bangunan dan epitaf yang relatif masih utuh serta masih tidak banyak peneliti yang membahasnya. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui arti khusus pada Mausoleum Djamijah Pacitan berupa simbol-simbol ukiran dan isi epitaf. Data diperoleh dari studi pustaka dan metode penelitian sejarah. Data dianalisis lalu diinterpretasi untuk mengetahui arti khusus dari Mausoleum Djamijah Pacitan. Data epitaf yang bisa dibaca kemudian dianalisa tentang kondisi kerusakan, isi inskripsi yang ada, serta simbol ukiran yang digunakan. Kemudian data tersebut dikorelasikan dengan data yang didapatkan dari kajian pustaka. Hasil analisa dapat digunakan sebagai sumber belajar sejarah untuk SMA. Melalui penelitian ini, diharapkan bahwa Mausoleum Djamijah Pacitan dapat digunakan sebagai sumber belajar sejarah lokal untuk siswa.
Perkembangan pendidikan Taman Kanak-Kanak Aisyiyah Bustanul Athfal 33 Griyashanta Kelurahan Mojolangu Kecamatan Lowokwaru Kota Malang pada tahun 2003-2023 Anfasa, Naufan Dzaky
Historiography: Journal of Indonesian History and Education Vol 4, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um081v4i12024p111-121

Abstract

Abstrak Aisyiyah sebagai organisasi ortonom bagi wanita Muhammadiyah mempunyai peranan yang sangat penting dalam bidang sosial, bidang pendidikan dan bidang kesehatan. TK Aisyiyah Bustanul Athfal merupakan salah satu peranan Aiysiyah dalam bidang Pendidikan. TK ABA 33 terletak di perumahan Griyashanta blok K 331 Kelurahan Mojolangu Kecamatan Lowokwaru Kota Malang. Didirikan pada tanggal 7 Mei 2003. TK ABA merupakan salah satu peranan Aisyiyah dalam bidang pendidikan anak usia dini. Pendidikan anak usia dini merupakan pendidikan yang sangat penting yang memberikan landasan bagi pembentukan dan pengembangan  pengetahuan dasar, sikap,  dan berbagai ketrampilan bagi anak. Keberhasilan pendidikan pada masa usia dini akan memberikan landasan yang kuat bagi kesiapan pendidikan selanjutnya. Visi TK ABA 33 adalah mendidik manusia yang bertaqwa, berakhlak mulia, mandiri, cakap, kreatif dan peduli. Tugas akhir artikel sejarah ini bertujuan untuk menggambarkan sejarah berdirinya TK ABA 33, perkembangan dan kemajuan TK ABA 33 dari awal berdiri hingga saat ini. Dari awal berdiri sampai saat ini TK ABA 33 telah mengalami perkembangan baik secara fisik yang ditandai dengan perkembangan sarana dan prasarana ruang belajar, jumlah anak didik yang bertambah dengan signifikan, juga kemajuan dari proses belajar mengajar dengan program belajar unggulan yang ditandai dengan berbagai pencapaian penghargan yang diperoleh anak didik maupun para guru.Abstract Aisyiyah as an autonomous organization for Muhammadiyah women has a very important role in the social, educational and health fields. Aisyiyah Bustanul Athfal Kindergarten is one of Aiysiyah's roles in education. Aisyiyah Bustanul Athfal 33 Kindergarten is located in the Griyashanta housing block K 331, Mojolangu Village, Lowokwaru District, Malang City. Founded on May 7 2003. ABA Kindergarten is one of Aisyiyah's roles in early childhood education. Early childhood education is a very important education that provides a foundation for the formation and development of basic knowledge, attitudes and various skills for children. Successful education at an early age will provide a strong foundation for further educational readiness. The vision of TK ABA 33 is to educate people who are devout, have noble character, are independent, capable, creative and caring. The final assignment of this historical article aims to describe the history of the founding of TK ABA 33, the development and progress of TK ABA 33 from its inception to the present. From its inception until now, ABA 33 Kindergarten has experienced good physical development, marked by the development of learning space facilities and infrastructure, the number of students has increased significantly, as well as progress in the teaching and learning process with superior learning programs marked by various awards and achievements. obtained by students and teachers..
Kajian gaya berbusana masyarakat Jawa Kuno pada relief Candi Rimbi abad 14 M Dewangga, Muhammad Reza Satria
Historiography: Journal of Indonesian History and Education Vol 4, No 4 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um081v4i42024p356-370

Abstract

Abstract The classical relief era in the Nusantara serves as a source of knowledge about the societal conditions during that period, including aspects of attire. Each figure in the relief portrays different attire according to their background and social status in life. However, reliefs cannot directly convey and inform the audience about the actual reality as social facts (fashion trends) of ancient Javanese society. Therefore, this article will examine the forms of attire known by ancient Javanese society based on one archaeological relic in the form of reliefs at the Rimbi temple as one reference in reviewing the development of attire in Nusantara society Abstrak Relief era klasik di Nusantara merupakan sumber pengetahuan tentang kondisi masyarakat pada masa tersebut, termasuk aspek kebusanaan. Setiap tokoh dalam relief memiliki penggambaran busana yang berbeda mengikuti latar belakang dan status sosialnya dalam kehidupan. Meskipun demikian, relief tidak dapat secara langsung hidup untuk mengkomunikasi dan menginformasikan kepada khalayak mengenai kenyataan sebenarnya sebagai fakta sosial (mode busana) masyarakat Jawa Kuno. Oleh karena itu, artikel ini akan menelisik bentuk-bentuk busana yang dikenal oleh masyarakat Jawa Kuno berdasarkan salah satu tinggalan arkeologis berupa relief pada Candi Rimbi sebagai salah satu acuan dalam meninjau perkembangan busana masyarakat Nusantara.
Pelanggaran, ketidakpercayaan, dan kecerobohan: Koninklijk Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen di Pameran Kolonial Internasional Paris, 1931 Efendi, Muhammad Yusuf
Historiography: Journal of Indonesian History and Education Vol 4, No 4 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um081v4i42024p427-441

Abstract

Abstract This research discusses the participation of the Royal Batavia Society of Arts and Sciences (KBG) in the 1931 International Colonial Exhibition. The KBG was a cultural institution founded in Batavia in 1778. As a colonial cultural institution, KBG participated in the exhibition as part of the representation of the Dutch East Indies. This research is important because previous studies have not described in depth the process of KBG's involvement in the exhibition. The research uses the historical method, including topic selection, source collection, verification, interpretation, and historiography. The primary sources used are the archives of the Koninklijk Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen, the annual report of the KBG’s and the Pieter Adriaan Jacobus Moojen archive. The results showed that the KBG management had violated the institution's principles by lending out its museum collection. They did not fully trust the exhibition committee so they handed over the responsibility of managing the collection to another party. The conditions proposed by the Museum Council were also not all met. As a result, the entire KBG collection that was sent fell victim to the fierce fire when it burned down the Dutch Pavilion. To prevent this from happening again, the board then amended the institution's statutes. Abstrak Penelitian ini membahas tentang partisipasi Koninklijk Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen (KBG) dalam Pameran Kolonial Internasional tahun 1931. KBG merupakan lembaga kebudayaan yang didirikan di Batavia pada tahun 1778. Sebagai sebuah lembaga kebudayaan kolonial, KBG turut serta menjadi peserta pameran sebagai bagian dari representasi Hindia Belanda. Penelitian ini penting dilakukan karena studi-studi sebelumnya belum menguraikan secara mendalam mengenai proses keterlibatan KBG dalam pameran tersebut. Penelitian menggunakan metode sejarah dengan lima tahapan, yaitu pemilihan topik, pengumpulan sumber, verifikasi, interpretasi, dan historiografi. Sumber primer yang digunakan adalah arsip Koninklijk Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen, laporan tahunan KBG, dan arsip Pieter Adriaan Jacobus Moojen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengurus KBG telah melanggar prinsip lembaga dengan meminjamkan koleksi museumnya. Mereka tidak sepenuhnya percaya dengan panitia pameran sehingga menyerahkan tanggung jawab pengelolaan koleksi ke pihak lain. Syarat yang diajukan Dewan Museum juga tidak semuanya dipenuhi. Akibatnya, seluruh koleksi KBG yang dikirim menjadi korban ganasnya api ketika membakar Paviliun Belanda. Agar tidak terulang kembali, pengurus kemudian mengamandemen statuta lembaga.