cover
Contact Name
Eko Pramudya Laksana
Contact Email
publisher@um.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
historiography.journal@um.ac.id
Editorial Address
Gedung A6, Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang Jalan Semarang No. 5, Malang Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Historiography
ISSN : -     EISSN : 27984907     DOI : 10.17977
Core Subject : Humanities, Social,
Historiography: Journal of Indonesian History and Education publish original research papers, conceptual articles, review articles and case studies. The whole spectrum of Indonesian history, historical learning and history education, which includes, but is not limited to education systems, institutions, theories, themes, curriculum, educational values, historical heritage, media and sources of historical learning, and other related topics.
Articles 185 Documents
Intervensi militer dan penerapan kebijakan Orde Baru di Udanawu, Kabupaten Blitar (1969-1983 an) Amirudin, Muhammad Rifki
Historiography: Journal of Indonesian History and Education Vol 4, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um081v4i32024p245-258

Abstract

Abstract The Pancasila Village Project is President Soeharto's modernization program in the Blitar area. Therefore, this research aims to narrate the progress of the Pancasila Village project during the New Order era as well as the forms of implementation of President Soeharto's government policies in Udanawu District from 1969 to 1983.. This research was motivated by the emergence of one of the villages in Udanawu District as one of the areas that was successful in implementing the modernization and development program at the beginning of the New Order government. The modernization program that was preceded by the purge of communists is an interesting paradox to study. The method used in this research is a historical research method which includes topic selection, heuristics, criticism, interpretation and historiography using a social history approach carried out with interpretation from archives, newspapers, and articles. This research found that military intervention through Pancasila Village was less visible in the lives of the people of Udanawu. The term Pancasila Village is not well understood by village communities in the Udanawu District area. Even two village officials in the Udanawu District area did not know that Pancasila Village existed. However, between 1969 and 1983 the government succeeded in improving agriculture, controlling population, and building several other supporting infrastructure in the Udanawu District area.Abstrak Projek Desa Pancasila adalah program modernisasi Presiden Soeharto di wilayah Blitar. Maka dari itu, Penelitian ini bertujuan untuk menarasikan berjalannya proyek Desa Pancasila pada masa Orde Baru serta bentuk-bentuk penerapan kebijakan pemerintahan Presiden Soeharto di Kecamatan Udanawu pada tahun 1969 hingga 1983 an. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh munculnya salah satu desa di Kecamatan Udanawu sebagai salah satu wilayah yang berhasil dalam pelaksanaan program modernisasi dan pembangunan pada awal pemerintahan Orde Baru. Program modernisasi yang didahului pembersihan orang-orang komunis menjadi paradoks menarik untuk diteliti. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah yang meliputi pemilihan topik, heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi dengan menggunakan pendekatan sejarah sosial yang dilakukan dengan interpretasi dari arsip, koran, dan artikel. Penelitian ini menemukan fakta bahwa intervensi militer lewat Desa Pancasila kurang tampak dalam kehidupan masyarakat Udanawu.  Istilah Desa Pancasila kurang dimengerti keberadaannya oleh masyarakat desa di wilayah Kecamatan Udanawu. Bahkan dua pejabat desa di wilayah Kecamatan Udanawu tidak mengetahui adanya Desa Pancasila. 
Potensi pengembangan pariwisata berkelanjutan pada museum universitas Riyani, Nurkhasanah Eka; Tanudirdjo, Daud Aris
Historiography: Journal of Indonesian History and Education Vol 4, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um081v4i22024p132-145

Abstract

Abstract Museums has an important role to play in the Sustainable Development Goals (SDGs) agenda. Among the many types of museums, university museums have the most potential to play this role. The management of university museums under higher education institutions allows easier access to developments in science and technology including various research and innovations that respond to sustainable development goals. This research aims to examine the potential for developing a sustainable tourism model in the campus environment by university museums with a case study of cultural heritage tour activities at Gadjah Mada University campus. This research is a qualitative research that will be analyzed through potential analysis. The result is that there are several locations in the UGM campus environment that can be used as tourist destinations by carrying out the concept of sustainability as an effort to educate the importance of public awareness of sustainable development.Abstrak Bidang permuseuman memiliki peran penting dalam agenda pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Di antara banyak jenis museum, museum universitas memiliki potensi yang paling unggul dalam menjalankan peran ini. Pengelolaan museum universitas di bawah institusi perguruan tinggi memungkinkan akses yang lebih mudah terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi termasuk di dalamnya berbagai penelitian dan inovasi yang merespons tujuan pembangunan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi pengembangan model pariwisata berkelanjutan di lingkungan kampus oleh museum universitas dengan studi kasus kegiatan tur warisan budaya kampus Universitas Gadjah Mada. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang akan dianalisis melalui analisis potensi. Hasilnya terdapat beberapa lokasi di lingkungan kampus UGM yang dapat dijadikan destinasi wisata dengan mengusung konsep keberlanjutan sebagai upaya edukasi pentingnya kesadaran publik terhadap pembangunan berkelanjutan.
Enrichment materi pembelajaran sejarah tentang kepemimpinan politik dan ekonomi masa Raja Airlangga di kelas X Wibisono, Alif; Lutfi, Ismail; Wijaya, Daya Negri
Historiography: Journal of Indonesian History and Education Vol 4, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um081v4i12024p15-29

Abstract

AbstractThis study discusses the enrichment of political and economic leadership material of King Airlangga. The method used is library research. The steps of library research are identification, classification, understanding and presentation.  The result of this study is the enrichment of material is important in addition to adding material in history textbooks can also deepen the material that already exists in history textbooks. In addition, King Airlangga is very worthy of study because he succeeded in advancing the economy with his foreign policy, trading with China and succeeded in attracting foreigners to come to his area, namely craftsmen and artists, for this reason he built dams to reduce flooding, ports to attract foreigners to come to the kingdom and roads to facilitate access from the port to the kingdom, King Airlangga's leadership in politics King Airlangga fought rebellious areas and areas that helped get a sima prize where the area was exempted from paying taxes but in exchange for taking care of the sacred buildings in the area.AbstrakKajian ini membahas enrichment materi kepemimpinan politik dan ekonomi masa Raja Airlangga. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan. Langkah penelitian pustaka adalah identifikasi, klasifikasi, pemahaman dan penyajian.  Hasil dari penelitian ini adalah pengayaan materi penting dilakukan selain untuk menambah materi yang ada pada buku teks sejarah juga dapat memperdalam materi yang sudah ada dalam buku teks sejarah. Selain itu Raja Airlangga sangat layak untuk dikaji karena berhasil memajukan ekonomi dengan kebijakan luar negerinya, berdagang dengan Cina serta berhasil menarik minat orang luar negeri datang ke daerahnya yaitu para pengrajin dan seniman, untuk itu dibangunnya bendungan untuk mengurangi banjir, pelabuhan untuk menarik minat orang luar negeri datang ke kerajaan dan jalan-jalan untuk memudahkan akses dari pelabuhan ke kerajaan, kepemimpinan Raja Airlangga dalam politik Raja Airlangga memerangi daerah yang memberontak dan daerah yang membantu mendapatkan hadiah sima di mana daerah tersebut dibebaskan membayar pajak akan tetapi sebagai gantinya untuk merawat bangunan suci yang ada pada daerah tersebut. 
Pembelajaran berdiferensiasi pada topik Pendudukan Jepang untuk menumbuhkan kesadaran sejarah dan kreativitas peserta didik di SMAN 3 Blitar Ropi'i, Imam
Historiography: Journal of Indonesian History and Education Vol 4, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um081v4i32024p308-325

Abstract

Pembelajaran sejarah Kurikulum Merdeka dengan topik pendudukan Jepang di Indonesia pada kelas XI erat dengan tujuan untuk menumbuhkan kesadaran sejarah dan kreativitas peserta didik. Peserta didik kelas XI-2 di SMAN 3 Blitar tahun pembelajaran 2023-2024 memiliki keragaman gaya belajar, kebutuhan, dan ragam tema sejarah yang diminati peserta didik. Metode yang digunakan pada artikel ini yaitu pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Artikel ini membahas tentang pembelajaran diferensiasi pada topik pendudukan Jepang terkait perencanaan, pelaksanaan pembelajaran, serta dampaknya terhadap kecakapan belajar peserta didik. Pembelajaran diferensiasi membuat aktivitas belajar sejarah topik pendudukan Jepang lebih bermakna karena peserta didik belajar sesuai tema kajian yang diminati serta produk hasil belajar sesuai gaya belajar mereka. Pembelajaran berdiferensiasi pada topik pendudukan Jepang pada kelas XI-2 dapat menumbuhkan kesadaran sejarah dan kreativitas peserta didik.
Persepsi guru mata pelajaran sejarah tentang implementasi Kurikulum Merdeka di SMAN 1 Kedunggalar Kabupaten Ngawi Aji, Meru Pangesthi; Widiadi, Aditya Nugroho
Historiography: Journal of Indonesian History and Education Vol 4, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um081v4i22024p197-208

Abstract

Abstract As a new policy, the implementation of the Merdeka Curriculum cannot be separated from the pros and cons among teachers. Including among history teachers at SMAN 1 Kedunggalar, Ngawi Regency, which is still in the process of adjusting from the 2013 Curriculum to the Merdeka Curriculum. This study uses a qualitative approach in order to understand the problems studied based on the participants' perspectives, in this case, the perceptions of history subject teachers regarding the Merdeka Curriculum and how it is implemented in history learning. The results of this study indicate that the Implementation of Merdeka Curriculum at SMA Negeri 1 Kedunggalar has provided positive benefits for educators and students through new learning models such as Project Based Learning (PJBL) which are considered capable of increasing learning enthusiasm, creativity, and student involvement. The Strengthening the Pancasila Student Profile (P5) program is also considered to have a positive impact in shaping student character in accordance with the values of Pancasila. However, there are shortcomings related to the lack of history lesson time due to difficulties in managing time between the P5 program and history materials. Therefore, it is hoped that there will be further socialization and training on Merdeka Curriculum at SMA Negeri 1 Kedunggalar.Abstrak Sebagai sebuah kebijakan baru, implementasi Kurikulum Merdeka tidak bisa lepas dari pro-kontra di kalangan para guru. Termasuk diantara para guru sejarah di SMAN 1 Kedunggalar Kabupaten Ngawi yang masih proses penyesuaian dari Kurikulum 2013 ke Kurikulum Merdeka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif agar dapat memahami masalah-masalah yang dikaji berdasar perspektif partisipan, dalam hal ini adalah persepsi guru mata pelajaran sejarah mengenai Kurikulum Merdeka dan bagaimana pengimplentasiannya dalam pembelajaran sejarah. Hasil dari kajian ini menunjukkan bahwa Implementasi Kurikulum Merdeka di SMA Negeri 1 Kedunggalar telah memberikan manfaat positif bagi pendidik dan siswa melalui model pembelajaran baru seperti Project Based Learning (PJBL) yang dianggap mampu meningkatkan semangat belajar, kreativitas, dan keterlibatan siswa. Program Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) juga dianggap berdampak positif dalam membentuk karakter siswa sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Namun, ada kekurangan terkait kurangnya waktu pelajaran sejarah karena kesulitan dalam pengaturan waktu antara program P5 dan materi sejarah. Oleh karena itu, diharapkan adanya sosialisasi dan pelatihan lebih lanjut tentang Kurikulum Merdeka di SMA Negeri 1 Kedunggalar.
Peran H. Ahmad Chusairi pada seni kentrung Sunan Drajat di Lamongan tahun 1991- 2019 Fauziah, Uut; Zamzami, Rizal
Historiography: Journal of Indonesian History and Education Vol 4, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um081v4i12024p75-92

Abstract

Abstract This study discusses the role of the characters in the creation and development of the Sunan Drajat Kentrung in Lamongan. Oral literature is a part of the performing art known as kentrung. Kentrung art is practiced in many areas, including Jepara, Tuban, Lamongan, Tulungagung, Blitar, and Sidoarjo. Each district has its own uniqueness in presenting a kentrung show; for example, Lamongan calls his kentrung by the name of Kentrung Sunan Drajat and often tells the story of one of the Walisongo, Sunan drajat. The famous character in the development of the Kentrung in Lamongan is H. Ahmad Chusairi, who, in addition to playing the role of the Dhalang ontang-anting Kentrong Sunan Drajat, is also the advocate of the founding of the Kentrungan Sunan Drajat. This research attempts to explain how H. Ahmad Chusairi contributed to the creation of the art of Sunan Drajat Kentrung in Lamongan. Includes the biography of H. Ahmad Chusairi, his contribution to the name of Kentrung Sunan Drajat, how he introduced the concept to the Lamongan people in particular and to various areas of Lamongan in general, as well as how H. Ahmed Chusauri made the art of the Sunan Drajat one of the arts of the Lamongan community as a medium of spread of Islam-based art. This research uses historical research methodologies that include historiography, verification, interpretation, and heuristics. Research findings indicate that H. Ahmad Chusairi played a role in the growth of Sunan Drajat in Lamongan between 1991 and 2019 by naming the Sunan Drajat Kentrung, introducing it to various areas, and making it a tool of praise in the field of art for the community.Abstrak Penelitian ini mebahasas peran tokoh dalam penciptaan serta perkembangan Kentrung Sunan Drajat di Lamongan. Sastra lisan atau seni tutur merupakan bagian dari seni pertunjukan yang dikenal sebagai kentrung. Seni kentrung banyak dipraktikkan di berbagai daerah, antara lain Jepara, Tuban, Lamongan, Tulungagung, Blitar, dan Sidoarjo. Setiap daerah memiliki keunikan tersendiri dalam menyajikan pertunjukan kentrung; misalnya, Lamongan yang menyebut kentrungnya dengan nama Kentrung Sunan Drajat dan sering menceritakan kisah salah satu Walisongo, Sunan Drajat. Tokoh yang dikenal dalam perkembangan kentrung di Lamongan adalah H. Ahmad Chusairi yang selain berperan sebagai dhalang ontang-anting Kentrung Sunan Drajat, H. Ahmad Chusairi juga merupakan penggagas didirikannya Kentrung Sunan Drajat. Penelitian ini mencoba menjelaskan bagaimana kontribusi H. Ahmad Chusairi dalam penciptaan kesenian Kentrung Sunan Drajat di Lamongan. Meliputi biografi H. Ahmad Chusairi, kontribusinya terhadap nama Kentrung Sunan Drajat, bagaimana beliau memperkenalkan konsep tersebut kepada masyarakat Lamongan khususnya dan ke berbagai daerah Lamongan pada umumnya, serta bagaimana H. Ahmad Chusairi menjadikan kesenian Kentrung Sunan Drajat sebagai salah satu kesenian masyarakat Lamongan sebagai media penyebaran islam berbasis seni. Penelitian ini menggunakan metodologi penelitian sejarah yang mencakup historiografi, verifikasi, interpretasi, dan heuristik. Temuan penelitian menunjukkan bahwa H. Ahmad Chusairi berperan dalam tumbuhnya kentrung Sunan Drajat di Lamongan antara tahun 1991 hingga 2019, dengan memberi nama Kentrung Sunan Drajat, memperkenalkannya ke berbagai daerah, dan menjadikannya sebagai alat dakwah dalam bidang kesenian bagi masyarakat. 
Pemilihan Umum 1971: dominasi Golongan Karya dan pseudo democracy dalam Orde Baru (1966-1977) Fahira, Nabila Ajeng; Husmiati, Ratu; Yanuardi, Muhammad Hasmi
Historiography: Journal of Indonesian History and Education Vol 4, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um081v4i32024p259-270

Abstract

Abstract This research aims to find out the background to the implementation of the 1971 General Election and the dominance of Golongan Karya in the 1971 General Election as well as the problems of Pseudo Democracy that accompanied it. This research examines three problems: (1) What was the background to the implementation of the 1971 General Election?, (2) What was the dominance of the Karya Group in the 1971 General Election?, (3) What was the impact of the Golongan Karya victory in the 1971 General Election? To answer this problem, researchers used historical research methods. Historical research has five stages, namely: topic selection, heuristics, verification, interpretation, and historiography. The conclusion of this research is that Golkar's victory was achieved through a political strategy to mobilize public support for Golkar. The form of pseudo democracy in the 1971 Election can be seen from several factors that influenced the general election.Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mencari latar belakang pelaksanaan Pemilihan Umum 1971 dan dominasi Golongan Karya pada Pemilihan Umum 1971 serta permasalahan Pseudo Democracy yang menyertainya. Penelitian ini mengkaji tiga permasalahan: (1) Bagaimana latar belakang pelaksanaan Pemilihan Umum 1971?, (2) Bagaimana dominasi Golongan Karya dalam Pemilihan Umum 1971?, (3) Bagaimana dampak kemenangan Golongan Karya dalam Pemilihan Umum 1971?. Untuk menjawab permasalahan tersebut, peneliti menggunakan metode penelitian sejarah. Penelitian sejarah mempunyai lima tahap, yaitu: pemilihan topik, heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah, kemenangan Golkar ini diperoleh melalui strategi politik untuk memobilisasi dukungan suara masyarakat kepada Golkar. Bentuk pseudo democracy dalam Pemilu 1971 dapat dilihat dari beberapa factor yang mempengaruhi pemilihan umum tersebut.
Transformasi kalender Saka (Sūryasiddhānta) menuju kalender Gregorian di Jawa dan Asia Tenggara Supriyanto, Mahathelge Ahmad
Historiography: Journal of Indonesian History and Education Vol 4, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um081v4i22024p146-155

Abstract

Abstract The purpose of this article is to understand the transformation or change in the use of calendars in the Java and Southeast Asia regions. The year in the Saka calendar itself starts from the coronation day of Maharaja Kanishka I which fell in 78 AD, where that day was then referred to as the 1st day of the 1st month of the 1st year of Saka. The new year in the Saka year usually falls after the first new moon in March in the Gregorian calendar, or after the dead moon (tilem sasih) in the month of Kasanga in the Saka calendar. The Saka calendar originates from India and was adapted by the Javanese people who adhere to the Hindu-Buddhist religion. The Saka year starts from 78 AD, which is considered the year of the accession of Aji Saka, the legendary figure who brought script and civilization to Java. The Saka calendar system consists of 12 months which refers to the lunisolar system, which is a system that combines the rotation of the sun and moon.Abstrak Tujuan dari tulisan ini adalah memahami bagaimana transformasi atau perubahan penggunaan kalender yang berada pada wilayah Jawa dan Asia Tenggara. Tahun dalam kalender Saka sendiri dimulai dari hari penobatan Maharaja Diraja Kanishka I yang jatuh pada tahun 78 Masehi, di mana hari itulah yang kemudian disebut sebagai tanggal 1 bulan 1 tahun 1 Saka. Tahun baru di tahun Saka biasanya akan jatuh setelah bulan baru pertama bulan Maret kalender Masehi, atau setelah bulan mati (tilem sasih) bulan Kasanga kalender Saka. Kalender Saka berasal dari India dan diadaptasi oleh masyarakat Jawa yang menganut agama Hindu-Budha.  Tahun Saka dimulai dari tahun 78 Masehi, yang dianggap sebagai tahun naik tahtanya Aji Saka, tokoh legendaris yang membawa aksara dan peradaban ke Jawa. Sistem kalender Saka terdiri dari 12 bulan yang merujuk pada sistem lunisolar, yaitu sistem yang menggabungkan perputaran matahari dan bulan.
Potensi materi gerakan modern Islam di Indonesia awal abad ke-20 sebagai literatur penunjang buku teks Nasri'ah, Ayisatun; Ridhoi, Ronal
Historiography: Journal of Indonesian History and Education Vol 4, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um081v4i12024p30-39

Abstract

Abstract History learning is the process of understanding, analyzing and interpreting past events by utilizing various historical learning sources such as written documents, images, artifacts and others. The modern Islamic movement is a political and religious movement to fight colonialism and imperialism in Indonesia which emerged at the beginning of the 20th century, marked by the Islamic reform and modernization movement. This research examines the material potential of the modern Islamic movement in Indonesia in the early 20th century using library research methods by evaluating books, literature, notes and various reports related to the problem to be solved. Through literature review, this research reviews material more widely so that it has potential as supporting literature for history textbooks. Abstrak Pembelajaran sejarah merupakan proses memahami, menganalisis dan menginterpretasikan peristiwa masa lampau dengan memanfaatkan berbagai sumber belajar sejarah seperti dokumen tertulis, gambar, artefak dan lain- lainnya. Gerakan modern Islam merupakan gerakan politik dan keagamaan untuk melawan kolonialisme dan imperialisme di Indonesia muncul awal abad ke-20 dengan ditandai gerakan reformasi dan modernisasi Islam. Penelitian ini mengkaji potensi materi gerakan modern Islam di Indonesia awal abad ke-20 dengan menggunakan metode penelitian kepustakaan dengan penilaian terhadap buku, literatur, catatan, serta berbagai laporan yang berkaitan dengan masalah yang ingin dipecahkan. Melalui kajian kepustakaan, penelitian ini mengulas materi lebih luas sehingga memiliki potensi sebagai literatur penunjang buku teks sejarah.
Literatur review: Analisis perbandingan literasi sejarah di Australia dengan Indonesia Nafi'ah, Ulfatun; Purwanta, Hieronymus
Historiography: Journal of Indonesian History and Education Vol 4, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um081v4i32024p326-344

Abstract

Abstract This article aims to compare historical literacy in Australia with Indonesia. The purpose of writing the article is to understand the similarities and differences in historical literacy in Australia and Indonesia. This study uses a literature review method on Scopus journal. Articles published between 2010-2024. The results were 36 documents about historical literacy in Australia and 13 journal articles about historical literacy in Indonesia. A total of 20 articles were analyzed in more depth because they were appropriate to the topic. The result is that historical literacy in Indonesia is still low, both at secondary and tertiary levels. The goals of historical literacy in Australia and Indonesia have similarities, namely increasing students' historical awareness of the concept of critical historical thinking. The use of digital media is important to improve historical literacy, in Indonesia using various digital media such as the web, historical YouTube, films, e-modules, and multimedia. In Australia, movies and e-books are used. For learning methods in Australia, the PAPA model, and receptive and productive models are applied. In Indonesia, increasing historical literacy uses the "like a historian" model, the READI model, the "brainwriting" model, and the Scholarship of Teaching and Learning (SoTL) model.Abstrak Artikel ini bermaksud untuk membandingkan literasi sejarah di Australia dengan Indonesia. Tujuan penulisan artikel adalah untuk memahami persamaan dan perbedaan literasi sejarah di Australia dan Indonesia. Kajian ini menggunakan metode literature review terhadap artikel jurnal scopus yang terbit antara tahun 2010-2024. Hasilnya diperoleh 36 dokumen tentang literasi sejarah di Australia dan 13 artikel jurnal tentang literasi sejarah di Indonesia. Sebanyak 20 artikel dianalsisi secara lebih mendalam karena sesuai dengan topik. Hasilnya literasi sejarah di Indonesia masih rendah, baik di tingkat menengah dan perguruan tinggi. Tujuan literasi sejarah di Australia dan Indonesia memiliki persamaan yaitu meningkatkan kesadaran sejarah siswa dengan konsep berpikir sejarah secara kritis. Penggunaan media digital menjadi penting untuk meningkatkan literasi sejarah, di Indonesia menggunakan berbagai media digital seperti web, youtube sejarah, film, e-modul dan multimedia. Di Australia menggunakan media film, dan e-book. Untuk metode pembelajaran di Australia menerapkan model PAPA, model reseptif, dan produktif. Di Indonesia peningkatan literasi sejarah menggunakan model “like a historian”, model READI, model “brain writing” dan model Scholarship of Teaching and Learning (SoTL).