cover
Contact Name
Eko Pramudya Laksana
Contact Email
publisher@um.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
historiography.journal@um.ac.id
Editorial Address
Gedung A6, Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang Jalan Semarang No. 5, Malang Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Historiography
ISSN : -     EISSN : 27984907     DOI : 10.17977
Core Subject : Humanities, Social,
Historiography: Journal of Indonesian History and Education publish original research papers, conceptual articles, review articles and case studies. The whole spectrum of Indonesian history, historical learning and history education, which includes, but is not limited to education systems, institutions, theories, themes, curriculum, educational values, historical heritage, media and sources of historical learning, and other related topics.
Articles 185 Documents
Inovasi multimedia pembelajaran sejarah berbantuan Instagram materi peranan Mbah Menak Anggrung dalam penyebaran agama Islam di Bojonegoro untuk siswa kelas X Marshanda Fitria Intan
Historiography: Journal of Indonesian History and Education Vol 3, No 4 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um081v3i42023p535-553

Abstract

The purpose of writing this article is (1) to produce multimedia history learning assisted by Instagram 'Bojonegorohistories', and (2) to test the effectiveness of 'Bojonegorohistories' for class X-8 history learning at SMAN 4 Bojonegoro. The method in this research is the ADDIE Research and Development model with 5 stages. Namely the analyze, design, develop, implement and evaluate stages. This development produces two types of data, namely quantitative data and qualitative data. In the material validation test assessment, the multimedia 'Bojonegorohistories' got a score of 95%, while the media validation test got 92.5% with very decent criteria. Furthermore, in the small group test, they got a score of 95.2%, while in the field test they got a score of 96.4% with very effective criteria. The impact obtained from developing the multimedia 'Bojonegorohistories' is increasing students' understanding of Bojonegoro local history material, namely the role of Mbah Menak Anggrung in the spread of Islam in Bojonegoro. Tujuan penulisan artikel ini adalah (1) menghasilkan multimedia pembelajaran sejarah berbantuan Instagram ‘Bojonegorohistories’, dan (2) menguji efektivitas ‘Bojonegorohistories’ untuk pembelajaran sejarah kelas X-8 di SMAN 4 Bojonegoro. Metode pada penelitian ini adalah Research and Development model ADDIE dengan lima tahapan. Yakni tahap analyze, design, develop, implement dan evaluate. Pengembangan ini menghasilkan dua jenis data yaitu data kuantitatif dan data kualitatif. Pada penilaian uji validasi materi, multimedia ‘Bojonegorohistories’ mendapatkan skor 95% sedangkan uji validasi media mendapatkan 92,5% dengan kriteria sangat layak. Selanjutnya pada uji kelompok kecil mendapatkan skor 95,2% sedangkan pada uji lapangan memperoleh skor sebesar 96,4% dengan kriteria sangat efektif. Dampak yang didapatkan dari pengembangan multimedia ‘Bojonegorohistories’ yaitu meningkatkannya pemahaman siswa pada materi sejarah lokal Bojonegoro yaitu peran Mbah Menak Anggrung dalam penyebaran agama Islam di Bojonegoro.
Ali Shahab: pelopor sinema elektronik di media televisi Indonesia tahun 1984-2004 Patoni, Intan Ranti Permatasari; Martha, Nur'aeni; Humaidi, Humaidi
Historiography: Journal of Indonesian History and Education Vol 4, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um081v4i32024p281-293

Abstract

Abstract This research aims to explain the role of Ali Shahab as a pioneer of cinema in Indonesian television media for developing television cinema in the period of 1984 to 2004. This research uses historical methods with the descriptive narrative form as using primary sources from Ali Shahab's life history which was wrote by himself for the Indonesian Film Association’s data in 1997, and also using the secondary sources. The results of the research are Ali Shahab pioneered electronic cinema on Indonesian television media with the series "Rumah Masa Depan". And then, using the lastest technologies in the Indonesian cinema production process, and also built a natural studio called Studio Focus. There is great hope that this research can give the explanation of the role that Ali Shahab played as a pioneer of electronic cinema in Indonesian television media.Abstrak Penelitian ini memiliki tujuan untuk menjelaskan peran Ali Shahab sebagai pelopor sinema elektronik di media televisi Indonesia dalam mengembangkan sinetron pada tahun 1984 sampai 2004.  Penelitian ini menggunakan metode historis dalam bentuk deskriptif naratif dengan menggunakan sumber-sumber primer dari riwayat hidup Ali Shahab yang ditulis oleh dirinya sendiri untuk data Persatuan Artis Film Indonesia tahun 1997, serta sumber sekunder. Hasil penelitian yang ditemukan adalah Ali Shahab memelopori sinema elektronik di Indonesia dengan sinetron “Rumah Masa Depan”, kemudian menggunakan teknologi-teknologi terbaru dalam proses produksi sinema elektronik tersebut, dan membangun studio alam bernama Studio Focus. Besar harapan melalui penelitian ini dapat menggambarkan mengenai peran Ali Shahab sebagai pelopor sinema elektronik di media televisi Indonesia.  
Landreform dan konflik atas tanah di Perkebunan Glenmore 1947-1970 Faizin, Ahmad Nor
Historiography: Journal of Indonesian History and Education Vol 4, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um081v4i22024p170-186

Abstract

Abstract This article is set against the background of the agrarian conflict that occurred in Glenmore Plantation from 1947-1970. The purpose of this study is to narrate chronologically the action of land claims to the implementation of land reform as a conflict resolution that occurred in Glenmore Plantation. Researchers use historical methods consisting of topic selection, heuristics, verification, interpretation, and historiography in an attempt to reconstruct the event. The sources obtained are from archives, newspapers and interviews. The results of this study explain where in the early days of independence the Dutch Government who felt that they still had rights to their plantation companies, regained control and reorganized plantation land. On the other hand, the community also has an assumption, where they also have the right to manage plantation land as a result of independence. As a result, claims to plantation land were inevitable from the early days of independence until the passing of the 1960 Law. Landreform in 1970 ended land claims at Glenmore Plantation. Abstrak Tulisan ini dilatarbelakangi dari konflik agraria yang terjadi di Perkebunan Glenmore dari tahun 1947-1970. Tujuan dari penelitian ini adalah menarasikan secara kronologis aksi klaim tanah hingga pelaksanaan landreform sebagai resolusi konflik yang terjadi di Perkebunan Glenmore. Peneliti menggunakan metode sejarah yang terdiri dari pemilihan topik, heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi dalam usaha merekonstruksi kembali peristiwa tersebut. Adapun sumber yang diperoleh adalah dari arsip, koran dan wawancara. Hasil dari penelitian ini memaparkan dimana pada masa awal kemerdekaan Pemerintah Belanda yang merasa masih memiliki hak atas perusahaan perkebunannya, kembali menguasai dan mengatur kembali tanah perkebunan. Di sisi lain masyarakat juga memiliki anggapan, dimana mereka juga berhak untuk mengelola tanah perkebunan sebagai hasil dari kemerdekaan. Akibatnya aksi klaim atas tanah perkebunan mulai terjadi sejak masa awal kemerdekaan hingga disahkannya UUPA 1960. Landreform yang terjadi pada tahun 1970 di Perkebunan Glenmore mengakhiri aksi klaim tanah.
Praktik-praktik kriminalitas pencurian di Afdeeling Malang pada tahun 1930- 1935 Ami, A. Nasim In'
Historiography: Journal of Indonesian History and Education Vol 4, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um081v4i12024p50-64

Abstract

Abstract This article discusses the conditions of theft crimes that have occurred in Afdeeling Malang. This condition is the impact of the world Economic Depression. The crime of theft became a serious problem for the legal authorities of the colonial government because of the impact it had. Even though theft crimes also occurred in other areas in the Dutch East Indies, the criminal conditions that occurred in Afdeeling Malang were certainly different. This raises the research question: What is the form of theft crime in Afdeeling Malang? What is the general modus operandi of theft in Afdeeling Malang? What are the efforts to overcome the crime of theft in Afdeeling Malang? This research uses historical methods, in the writing process primary sources in the form of archives (newspapers) were used. In this research, the author discovered the fact that the condition of theft crime in Afdeeling Malang had an impact on the community, thereby encouraging the emergence of initiatives to overcome theft crime.Abstrak Artikel ini membahas tentang kondisi kriminalitas pencurian yang pernah terjadi di Afdeeling Malang. Kondisi tersebut merupakan dampak dari terjadinya Depresi Ekonomi dunia. Aksi kriminalitas pencurian menjadi suatu masalah serius bagi otoritas legal pemerintah kolonial karena dampak yang diakibatkannya. Meskipun kriminalitas pencurian juga terjadi di daerah lainnya di Hindia Belanda, kondisi kriminalitas yang terjadi di Afdeeling Malang tentunya memiliki perbedaan. Hal ini memunculkan pertanyaan penelitian Bagaimana bentuk kriminalitas pencurian di Afdeeling Malang? Bagaimana modus operandi pencurian secara umum di Afdeeling Malang? Bagaiman upaya penanggulangan kriminalitas pencurian di Afdeeling Malang? Penelitian ini menggunakan metode sejarah, dalam proses penulisannya digunakan sumber-sumber primer berupa arsip (surat kabar). Dalam penelitian ini penulis menemukan suatu fakta bahwasanya kondisi kriminalitas pencurian di Afdeeling Malang menimbulkan dampak bagi masyarakat sehingga mendorong munculnya inisiatif upaya penanggulangan kriminalitas pencurian. 
Peran militer dalam pemberlakuan Undang–Undang Bahaya Darurat Perang Tahun 1957 Wahyudi, Wahyudi
Historiography: Journal of Indonesian History and Education Vol 4, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um081v4i32024p235-244

Abstract

Abstract The War Emergency Law is the last option as a solution to a security and order crisis that could threaten state sovereignty. This article was written with the aim of describing the national political conditions leading up to 1957 and the role of the military in the implementation of the war emergency law in 1957. The research method used is the historical method, which consists of systematic steps, namely collecting sources, criticizing sources, interpreting sources, and writing research results. Based on the research results, it is known that Indonesia's social, political, and security conditions during the liberal democracy era did not show conditions capable of providing security stability for the Indonesian nation. There was conflict between national figures, which led to the fall of the cabinet and the eruption of regional unrest. The military takes on the role of an organization capable of being relied upon to overcome crises of national security and order. The military encouraged the head of state to immediately enact the war emergency law with ratified through Law No. 74 of 1957, which regulated various options for dealing with the national crisis.Abstrak Undang-Undang Bahaya Darurat Perang adalah opsi terakhir sebagai solusi atas krisis keamanan dan ketertiban yang dapat mengancam kedaulatan negara. Artikel ini ditulis dengan tujuan mendeskripsikan kondisi politik nasional menjelang tahun 1957 dan peranan militer dalam pemberlakuan undang-undang bahaya darurat perang tahun 1957. Metode penelitian yang digunakan adalah metode sejarah yang terdiri dari langkah-langkah sistematis yaitu pengumpulan sumber, kritik sumber, penafsiran sumber, dan penulisan hasil penelitian. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa kondisi sosial, politik, dan keamanan Indonesia pada masa Demokrasi liberal tidak menunjukkan keadaan yang mampu memberi stabilitas keamanan bagi bangsa Indonesia. Terjadi pertentangan diantara tokoh nasional yang menyebabkan kejatuhan kabinet hingga meletusnya pergolakan daerah. Militer mengambil peran sebagai organisasi yang mampu diandalkan mengatasi krisis keamanan dan ketertiban nasional. Militer mendorong kepala negara untuk segera memberlakukan Undang-Undang bahaya darurat perang dengan pengesahan UU No 74 Tahun 1957 yang mengatur berbagai opsi untuk menangani krisis nasional. 
Strategi promosi museum di era digital dengan optimalisasi media sosial dan pemilihan brand ambassador Hasan, Zainul
Historiography: Journal of Indonesian History and Education Vol 4, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um081v4i22024p122-131

Abstract

Abstract Museums are a place that can be a source of learning for students and the general public. The problem in the digital era is that museum displays and promotions that are less attractive can reduce visitor interest because they can access a lot of information without having to go somewhere. The use of social media as a promotional tool accompanied by the selection of Brand Ambassadors has an important role in introducing the museum more widely. Through good and interesting promotions, the museum will have a good brand image to attract visitors. This literature review article aims to explain the importance of museum promotion in the digital era by utilizing various social media platforms and selecting Brand Ambassadors. Descriptive analysis and strengthening reflections on field conditions are used to strengthen the article.Abstrak Museum merupakan salah satu tempat yang bisa menjadi sumber belajar bagi para pelajar maupun masyarakat umum. Permasalahan yang dihadapi pada era digital adalah tampilan dan promosi museum yang kurang menarik dapat menurunkan ketertarikan pengunjung karena sudah bisa menjangkau banyak informasi tanpa harus hadir ke suatu tempat. Pemanfaatan media sosial sebagai alat promosi disertai dengan pemilihan brand ambassador memiliki peran yang cukup penting untuk mengenalkan museum secara lebih luas. Melalui promosi yang baik dan menarik, museum akan memiliki brand image yang bagus untuk menarik pengunjung. Artikel kajian kepustakaan ini bertujuan untuk menjelaskan pentingnya promosi museum di era digital dengan memanfaat berbagai platform media sosial dan pemilihan brand ambassador. Analisis deskriptif dan penguatan refleksi kondisi lapangan digunakan untuk memperkuat pembahasan.
Pengetahuan siswa SMA di kota Malang tentang peran dan pengalaman orang Tionghoa pada periode revolusi Indonesia tahun 1945-1949 Herdianti, Arsyta Irma
Historiography: Journal of Indonesian History and Education Vol 4, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um081v4i12024p1-14

Abstract

AbstractThis study aims to find out how the knowledge of students at SMA Negeri 7 Malang, SMA Taman Harapan Malang, and SMA Brawijaya Smart School Malang about the role and experience of Chinese people in the Indonesian revolution and how the role of teachers in teaching the material. This study used a mixed method with the type of sequential explanatory design and data obtained through questionnaires and interviews. The result obtained from this study is that students' knowledge about the role and experience of Chinese people in the Indonesian revolution is still limited. A total of 83 students from the three schools received less knowledge levels as many as 28 students, 30 students had good knowledge levels, and 30 students had sufficient knowledge levels. The majority of students understanding of the role and experience of Chinese people in the period of the Indonesian revolution was obtained through the Internet, although this knowledge was also obtained from teachers of Indonesian history.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengetahuan siswa SMA Negeri 7 Malang, SMA Taman Harapan Malang, dan SMA Brawijaya Smart School Malang tentang peran dan pengalaman orang Tionghoa dalam revolusi Indonesia dan bagaimana peran guru dalam mengajarkan materi tersebut. Penelitian ini menggunakan metode campuran dengan jenis desain penjelasan berurutan dan data yang diperoleh melalui kuesioner dan wawancara. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah pengetahuan siswa tentang peran dan pengalaman orang Tionghoa dalam revolusi Indonesia masih terbatas. Sebanyak 83 siswa dari ketiga sekolah tersebut mendapatkan tingkat pengetahuan yang kurang sebanyak 28 siswa, 30 siswa memiliki tingkat pengetahuan yang baik, dan 30 siswa memiliki tingkat pengetahuan yang memadai. Mayoritas pemahaman siswa tentang peran dan pengalaman orang Tionghoa pada periode revolusi Indonesia diperoleh melalui internet, meskipun pengetahuan ini juga diperoleh dari guru-guru sejarah Indonesia.
Bangkitnya skeptisme masyarakat kampung kota Surabaya terhadap eksistensi otoritas kota 1906-1942 Daneswara, Farandika
Historiography: Journal of Indonesian History and Education Vol 4, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um081v4i32024p294-307

Abstract

AbstractLand and housing are two “hot” commodities amidst the characteristics and weaknesses of city, namely limited coverage of areas with high density. Agrarian conflict and housing shortage is polemics that cannot be separated from the characteristics and dynamics of city, including the city of Surabaya. City authorities (Gemeente) view city land and housing as a product of modernity, an “investment” commodity that capable to boost the city’s budget as well as raising the city’s level of shopistication, while kampong society as contributors to the majority of the population in the city and their status as “local residents” in there, view their rights as land ownership and housing are rights that should be obtained by them as part of the society that fills the city. This research uses historical methods as a method for reconstructing historical events. Through historical construction, this article aims to find out the background for the rise of skepticism in the kampong society towards the existence of city authorities and their responses related to this skepticism, regarding the city authority as a “greedy” entity so that the kampong society doesn’t recognize its existence.AbstrakLahan dan hunian menjadi dua komoditas yang “panas” di tengah karakteristik sekaligus kelemahan kota yaitu keterbatasan cakupan wilayah dengan densitas yang tinggi. Konflik agraria dan kekurangan hunian menjadi polemik yang tidak dapat dipisahkan dari karakteristik dan dinamika kota, tak terkecuali di Kota Surabaya. Otoritas kota (gemeente) memandang lahan kota dan hunian sebagai produk modernitas, komoditas “investasi” yang mampu mendongrak anggaran kota sekaligus menaikkan level kemutakhiran kota, sedangkan masyarakat kampung sebagai penyumbang mayoritas kuantitas masyarakat di Kota Surabaya dan berstatus sebagai “penduduk lokal” di sana memandang hak kepemilikan lahan dan hunian merupakan hak yang harusnya didapatkan oleh mereka sebagai bagian dari masyarakat yang mengisi kota. Penelitian ini menggunakan menggunakan metode sejarah sebagai metode dalam merekontruksi peristiwa sejarah. Melalui konstruksi sejarah, artikel ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang bangkitnya skeptisisme masyarakat kampung terhadap eksistensi otoritas kota dan reaksi terkait skeptisisme itu, menganggap otoritas kota sebagai entitas yang “serakah” sehingga masyarakat kampung tidak mengakui keeksistensiannya.
Pemanfaatan virtual tour museum dalam mengenalkan perkembangan teknologi informasi bagi generasi Z (studi kasus: Museum Teknoform Universitas Dinamika) Koentjoro, Edo Yonatan; Putra, Galih Permata
Historiography: Journal of Indonesian History and Education Vol 4, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um081v4i22024p187-196

Abstract

Abstract Generation Z (a group of individuals born between 1990 and 2010) is more inclined to adapt to an environment inseparable from technology. However, they lack of knowledge about the origins of technology. Through a case study conducted at the Teknoform Museum of Universitas Dinamika, research was carried out to examine the usefulness of the Virtual Tour 360 as a medium for introducing museums to Generation Z. Based on a qualitative research approach using descriptive analysis methods, researchers attempted to discover the benefits of the Teknoform Museum Virtual Tour already implemented at Universitas Dinamika. Based on the collected data, it was found that the presence of the Teknoform Museum Virtual Tour is still considered effective in introducing the museum to visitors.Abstrak Generasi Z (kelompok individu yang lahir di tahun 1990-2010) lebih banyak beradaptasi di dalam lingkungan yang tidak bisa lepas dengan teknologi. Namun mereka sering kali tidak memahami dari mana teknologi itu berasal. Melalui studi kasus pada Museum Teknoform Universitas Dinamika, dibuatlah sebuah penelitian yang membahas tentang kegunaan Virtual Tour 360 sebagai media pengenalan museum kepada generasi Z. Berbasis penelitian kualitatif dengan menggunakan metode analisis deskriptif, peneliti mencoba mencari kebermanfaatan virtual tour Museum Teknoform yang sudah dipakai di Universitas Dinamika. Berdasarkan data yang telah diperoleh, ditemukan bahwa keberadaan virtual tour Museum Teknoform masih dianggap mampu untuk memperkenalkan museum kepada para pengunjung. 
Pengembangan bahan ajar electronic historical revolution book (E-HIROBO) berbasis Heyzine materi Revolusi Prancis untuk kelas XI IPS SMA Nasional Malang Farhan, Muhammad; Jauhari, Najib
Historiography: Journal of Indonesian History and Education Vol 4, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um081v4i12024p65-74

Abstract

Abstract Teaching materials become tools used in learning and teaching activities. However, this, especially in XI SMA Nasional Malang, cannot be done optimally in learning in History Specialization, thus affecting students. E-HIROBO was developed to be able to help students understand about the French Revolution. This research and development uses the Thiagarajan model as its method, consisting of four stages, namely define, design, develop, and disseminate. The results of the material expert validation received a percentage of 86% (very valid), the validation of the media expert received a percentage of 84% (very valid). Meanwhile, the results of the small group test questionnaire obtained a percentage of 81.81%, and the results of the large group test obtained 87.65%. Based on these results, it is concluded that the development of E-HIROBO on the material of the French Revolution is very valid and very feasible to use in learning History Specialization. Abstrak Bahan ajar menjadi perangkat digunakan dalam kegiatan belajar dan mengajar. Namun hal tersebut khususnya di XI SMA Nasional Malang belum dapat dilakukan secara maksimal dalam pembelajaran pada Sejarah Peminatan, sehingga mempengaruhi peserta didik. E-HIROBO dikembangkan ditujukan untuk dapat membantu bagi peserta didik dapat memahami seputar Revolusi Prancis. Penelitian dan pengembangan ini menjadikan model dari Thiagarajan sebagai metodenya, terdiri dari empat tahapan yaitu define (mendefinisikan), design (merancangkan), develop (mengembangkan), dan disseminate (menyebarkan). Hasil validasi ahli bagian materi mendapatkan persentase 86% (sangat valid), validasi dari ahli bagian media mendapatkan persentase 84% (sangat valid). Sementara itu dari hasil angket uji kelompok kecil memperoleh persentase 81,81%, dan hasil dari uji kelompok besar memperoleh 87,65%. Berdasarkan dari hasil tersebut disimpulkan bahwa pengembangan E-HIROBO pada materi Revolusi Prancis sangat valid dan sangat layak digunakan dalam pembelajaran Sejarah Peminatan.