cover
Contact Name
Eko Pramudya Laksana
Contact Email
publisher@um.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
historiography.journal@um.ac.id
Editorial Address
Gedung A6, Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang Jalan Semarang No. 5, Malang Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Historiography
ISSN : -     EISSN : 27984907     DOI : 10.17977
Core Subject : Humanities, Social,
Historiography: Journal of Indonesian History and Education publish original research papers, conceptual articles, review articles and case studies. The whole spectrum of Indonesian history, historical learning and history education, which includes, but is not limited to education systems, institutions, theories, themes, curriculum, educational values, historical heritage, media and sources of historical learning, and other related topics.
Articles 214 Documents
Gagasan kolonial tentang permasalahan lingkungan di Gresik pada paruh kedua abad XIX Ahmad Sholehuddin Suryanullah
Historiography: Journal of Indonesian History and Education Vol 5, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um081v5i12025p57-72

Abstract

Abstract This article describes colonial ideas about environmental problems in Gresik in the second half of the 19th century. The emergence of environmental issues in the first half of the 19th century, such as sedimentation, floods, and drought, made the Colonial Government look for alternatives to deal with these problems. Hence, efforts emerged to deal with environmental issues. This article was written using historical methods, namely topic selection, heuristics, criticism, interpretation, and historiography, and utilizing primary sources in the form of the Staatsblad, colonial verslag, Burgerlijke Openbare Werken (B.O.W.) verslag, and contemporary newspapers. This research shows that the emergence of the sedimentation problem in the Madura Strait is caused by colonial exploitation of forests in the upper reaches of the Bengawan Solo River as well as the problem of flood and drought cycles in Gresik, giving rise to an idea to overcome this problem. This idea was outlined in the plans carried out by Ledeboer and Pierson in the second half of the 19th century to build irrigation canals from Ngawi to Gresik to overcome sedimentation, flooding, and drought, resulting in the emergence of the largest irrigation project in the 19th century. 19, namely Solo Vallei Werken.Abstrak Tulisan ini menguraikan gagasan kolonial tentang permasalahan lingkungan di Gresik pada paruh kedua abad ke-19. Munculnya masalah-masalah lingkungan pada paruh pertama abad ke-19 seperti sedimentasi, banjir, dan kekeringan membuat Pemerintah Kolonial mencari alternatif untuk menangani masalah tersebut, sehingga muncul upaya-upaya untuk menangani masalah lingkungan. Tulisan ini dikerjakan menggunakan metode sejarah yakni pemilihan topik, heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi serta memanfaatkan sumber primer berupa staatsblad, verslag kolonial, verslag Burgerlijke Openbare Werken (B.O.W.), dan surat kabar sezaman. Penelitian ini memperlihatkan bahwa kemunculan masalah sedimentasi di Selat Madura disebabkan oleh eksploitasi kolonial terhadap hutan di hulu Sungai Bengawan Solo serta masalah siklus banjir dan kekeringan di Gresik, sehingga memunculkan suatu gagasan untuk mengatasi masalah tersebut. Gagasan itu dituangkan dalam perencanaan-perencanaan yang dikerjakan oleh Ledeboer dan Pierson pada paruh kedua abad ke-19 untuk membangun kanal-kanal irigasi dari Ngawi sampai Gresik dengan tujuan guna mengatasi sedimentasi, banjir, dan kekeringan, sehingga muncul proyek irigasi terbesar pada abad ke-19 yakni Solo Vallei Werken. 
Pelatihan pemanfaatan buku panduan guru pada platform SIBI untuk MGMP Sejarah Kota Malang Indah Wahyu Puji Utami; Aditya Nugroho Widiadi; Lutfiah Ayundasari; Yuliati Yuliati
Historiography: Journal of Indonesian History and Education Vol 5, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um081v5i12025p15-22

Abstract

Abstract The implementation of the Merdeka Curriculum in Indonesia faces a number of challenges, especially among history teachers, including members of the Malang City History MGMP. One of the problems that needs to be addressed immediately is the curriculum change that will be implemented starting July 2024. Most teachers are still confused about curriculum operations, especially in implementing the curriculum in schools (enacted curriculum). As a solution, we carry out technical guidance activities for utilizing the Teacher's Manual (BG) on the SIBI platform. The History BG, compiled by experts, contains suggestions for curriculum operationalization as well as alternative resources to improve teachers' understanding of essential materials. This community service activity includes preparation, implementation, and evaluation, held at the SMAN 1 Malang Hall, involving 30 Malang City History MGMP teachers. The material presented included new perspectives on the Merdeka Curriculum, essential material mapping, and technical guidance on the use of the SIBI and BG History platforms. Based on a survey conducted at the end of the meeting, this activity was found to increase the readiness and competence of Malang City History MGMP members in dealing with curriculum changes. Abstrak Pelaksanaan Kurikulum Merdeka di Indonesia menghadapi sejumlah tantangan, khususnya di kalangan guru sejarah, termasuk anggota MGMP Sejarah Kota Malang. Salah satu masalah yang perlu untuk segera ditangani adalah perubahan kurikulum yang diterapkan mulai Juli 2024. Sebagian besar guru masih bingung dengan operasional kurikulum, terutama dalam pelaksanaan kurikulum di sekolah (enacted curriculum). Sebagai solusi, kami melaksanakan kegiatan bimbingan teknis pemanfaatan Buku Panduan Guru (BG) di platform SIBI. BG Sejarah, yang disusun oleh para ahli, berisi saran untuk operasionalisasi kurikulum serta sumber alternatif untuk meningkatkan pemahaman guru terhadap materi esensial. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini meliputi persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi, diadakan di Aula SMAN 1 Malang, dengan melibatkan 30 guru MGMP Sejarah Kota Malang. Materi yang disampaikan mencakup perspektif baru Kurikulum Merdeka, pemetaan materi esensial, serta bimbingan teknis penggunaan platform SIBI dan BG Sejarah. Berdasarkan survey yang dilakukan pada akhir pertemuan, kegiatan ini ternyata meningkatkan kesiapan dan kompetensi anggota MGMP Sejarah Kota Malang dalam menghadapi perubahan kurikulum.  
Pengembangan komik digital berbantuan Instagram materi perlawanan rakyat Singaparna terhadap Jepang pada siswa kelas XI SMAN 4 Kediri Muhammad Faaiz Alim Imaduddin; Dewa Agung Gede Agung
Historiography: Journal of Indonesian History and Education Vol 5, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um081v5i12025p73-84

Abstract

Abstract This research aims to produce digital comics assisted by Instagram social media as a learning media product, designed based on a needs analysis that identified the limited use of instructional media. The focus of the research is to produce and test the validity of the media in delivering material on the Singaparna people's resistance against Japanese occupation in the 11th-grade history class at SMAN 4 Kediri. The research utilizes the R&D method developed by Sugiyono (2015), which includes: (1) identifying potential and problems, (2) data collection, (3) product design, (4) design validation, (5) design revision, (6) product testing, (7) produc t revision, (8) usage trial, (9) product revision, and (10) mass production. The results show that the media is highly valid, with a 93 % score from material experts and 81 % from media experts. Testing on students showed a 90 % result in the small group and 86 % in the large group. Based on the validity and feasibility tests, this Instagram-based digital comic is deemed highly suitable for use in history teaching at SMAN 4 Kediri.Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan komik digital berbantuan media sosial Instagram sebagai produk media pembelajaran, yang dirancang berdasarkan analisis kebutuhan, yaitu minimnya penggunaan media pembelajaran. Penelitian ini menghasilkan dan menguji validitas media dalam menyampaikan materi tentang perlawanan rakyat Singaparna terhadap pendudukan Jepang di kelas XI SMAN 4 Kediri. Penelitian menggunakan metode R&D yang dikembangkan oleh Sugiyono (2015), yang meliputi: (1) potensi dan masalah, (2) pengumpulan data, (3) desain produk, (4) validasi desain, (5) revisi desain, (6) uji coba produk, (7) revisi produk, (8) uji coba pemakaian, (9) revisi produk, dan (10) produksi massal. Hasil penelitian menunjukkan media ini valid, dengan persentase 78% dari ahli materi dan 80% dari ahli media. Pengujian pada siswa menunjukkan hasil 84% pada kelompok kecil dan 85% pada kelompok besar. Berdasarkan uji validitas dan kelayakan, komik digital berbasis Instagram ini dinyatakan sangat layak digunakan dalam pembelajaran sejarah di SMAN 4 Kediri. 
Oosthoek Sugar Eden: The colonial sugar industry in Panaroekan Nurul Maghfiroh
Historiography: Journal of Indonesian History and Education Vol 5, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um081v5i12025p23-32

Abstract

Abstract Sugar has been indispensable in the global economy over the past nineteenth century. New lands were being explored to become sugar-producing areas, not least Panaroekan. During the colonial period, several sugar factories were constructed in Panaroekan. In addition, some of these sugar mills are still in operation. Based on this research background, this paper examines the history of the sugar industry in Panaroekan during the colonial period. In addition, this research also aims to identify the varying factors that drove the growing sugar industry in the region. This research will use the historical approach as a method to reconstruct events in the past. Based on the research conducted, it is known that the area's fertility and the existence of low-cost labor were the major factors that prompted the accelerated growth of the sugar industry in Panaroekan. This made the area an important sugar manufacturer in the Eastern part of Java. Abstrak Gula menempati posisi yang penting dalam perekonomian global di sepanjang abad ke sembilan belas. Daerah-daerah baru di eksplorasi menjadi kawasan penghasil gula tidak terkecuali Panaroekan. Pada masa kolonial didirikan beberapa pabrik gula di Panaroekan. Bahkan beberapa pabrik gula tersebut masih beroperasi hingga saat ini. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka kajian ini membahas bagaimana perkembangan industri gula di Panaroekan selama periode kolonial. Selain itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi berbagai faktor yang mendorong pertumbuhan industri gula di wilayah tersebut. Penelitian akan menggunakan pendekatan sejarah sebagai metode untuk merekonstruksi peristiwa di masa lampau. Berdasarkan penelitian yang dilakukan diketahui bahwa kesuburan wilayah dan ketersediaan tenaga kerja yang murah menjadi faktor utama yang mendorong percepatan pertumbuhan industri gula di Panaroekan. Sehingga menjadikan kawasan ini sebagai penghasil gula yang penting di ujung timur Pulau Jawa. 
Peran KH. Abdul Kholiq Afandi dalam pembentukan masyarakat tritunggal: studi kasus Pondok Pesantren Nurus Siraj Achmad Baihaqi Al Faruq
Historiography: Journal of Indonesian History and Education Vol 5, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um081v5i12025p33-44

Abstract

Abstract The research aims to describe the role of KH. Abdul Kholiq Afandi in developing pesantren (Islamic boarding schools) and Islam by integrating formal education with religious studies. This system is considered an innovation for advancing education, which has a positive impact on the development of the Nurus Siraj pesantren. The study uses a sociological approach, which is deemed the most effective and facilitates the collection of the necessary data. The study employs both primary and secondary data sources. Data collection was carried out through interviews, observations, and documentation. The development of education can be seen from the existence of a tiered educational system, from Madrasah Ibtidaiyah (Elementary School) to Madrasah Tsanawiyah (Junior High School). The findings of this research show that the contributions of KH. Abdul Kholiq Afandi, as the main figure, played a decisive role in the development of the pesantren and Islam in the village of Tritunggal. Abstrak Penelitian bertujuan untuk mendeskripsiaakan mengenai peran KH. Abdul Kholiq Afandi dalam mengembangkan pondok pesantren dan Agama Islam dengan memadukan sekolah formal dan agama. Sistem ini dinilai sebagai inovasi untuk mengembangkan pendidikan yang memiliki dampak positif bagi perkembangan pondok pesantren Nurus Siraj. Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiologis yang dianggap paling efektif dan memudahkan dalam mendapatkan data yang dibutuhkan. Kajian ini menggunakan sumber data primer dan sumber data sekunder. Pengumpulan data didapat melalui kegiatan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Perkembangan pendidikan dapat dilihat dari adanya pendidikan berjenjang dari Madrasah Ibtidaiyah sampai Madrasah Tsanawiyah. Hasil dan temuan penelitian ini menununjukan kontribusi pemikiran KH. Abdul Kholiq Afandi merupakan tokoh utama yang menentukan dalam perkembangan pondok pesantren dan Islam yang ada di Desa Tritunggal. 
Perkembangan Mode Pakaian Wanita Sebagai Identitas Diri Di Kota Surabaya Tahun 1960-1990 Talitha Jasmine Puteri Trisakti; Dewa Agung Gede Agung
Historiography: Journal of Indonesian History and Education Vol 5, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um081v5i22025p153-175

Abstract

The writing of this article reviews the development of women's clothing fashion in the city of Surabaya from the 1960-1990 in showing self-identity. This is motivated by the rapid development of fashion accompanied by the emergence of government policies regarding the use of clothing modes. The development of fashion was supported by mass media such as the publication of women's magazines such as Varia, Dunia Wanita, Liberty, Gadis, Mode, and the organization of fashion shows broadcast on television. The method used is the historical research method which includes four stages, namely heuristics, source criticism, interpretation, and historiography. The use of this method is combined with Sheldon Stryker's identity theory. This paper found the fact that the development of women's clothing fashion affects the creation of an identity and the existence of kebaya in the image of Indonesian women has been inherent and cannot be replaced. Penulisan artikel ini mengulas terkait perkembangan mode pakaian wanita di kota Surabaya tahun 1960-1990 dalam menunjukkan identitas diri. Hal tersebut dilatarbelakangi oleh perkembangan mode yang pesat disertai munculnya kebijakan pemerintah mengenai penggunaan mode pakaian. Perkembangan mode didukung oleh media massa seperti terbitnya majalah wanita seperti Varia, Dunia Wanita, Liberty, Gadis, Mode, serta penyelenggaraan fashion show yang disiarkan di televisi. Metode yang digunakan adalah metode penelitian sejarah yang meliputi empat tahap, yaitu heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Penggunaan metode tersebut dipadukan dengan teori identitas oleh Sheldon Stryker. penelitian ini menemukan fakta bahwa perkembangan mode pakaian wanita berpengaruh pada terciptanya suatu identitas dan eksistensi kebaya pada citra wanita Indonesia telah melekat tidak dapat digantikan.
ORIENTASI PEMILIHAN PEMUKIMAN ELIT BELANDA DI KAWASAN ARGO KELURAHAN LAWANG TAHUN 1879- 1942 Aisyah Salsabila; Hannah Amirah Utomo; Mohammad Davit Efendi Putra; Wisnu Luhung Pambudi; Ronal Ridhoi
Historiography: Journal of Indonesian History and Education Vol 5, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um081v5i22025p175-188

Abstract

Sejak awal abad ke-19, bangsa Belanda mulai berdatangan ke Lawang yang merupakan pintu gerbang Afdeeling Malang untuk mengembangkan sektor perkebunan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis orientasi pemilihan kawasan Argo di dataran tinggi Lawang sebagai pemukiman elit Belanda pada periode tahun 1879–1942. Penelitian ini menggunakan metode sejarah (historis) yang terdiri dari empat tahapan, yaitu heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemukiman elit Belanda dibangun di kawasan Argo karena didukung oleh kondisi lingkungan sekitar yang memiliki udara sejuk dan pemandangan pegunungan yang indah. Selain itu, kawasan ini sangat strategis untuk mobilisasi penduduk dan hasil perkebunan karena letaknya yang berada tepat di depan Stasiun Lawang. Keberadaan pemukiman elit ini pada perkembangannya turut membentuk stratifikasi sosial di Lawang, di mana kawasan Argo didominasi oleh golongan atas Eropa, sementara kaum Timur Asing dan pribumi menempati wilayah di sekitarnya berdasarkan kedekatan akses terhadap transportasi.
Orientasi Pemilihan Pemukiman Elit Belanda di Kawasan Argo Kelurahan Lawang Tahun 1879-1942 Aisyah Salsabila; Hannah Amirah Utomo; Mohammad Davit Efendi Putra; Wisnu Luhung Pambudi; Ronal Ridhoi
Historiography: Journal of Indonesian History and Education Vol 5, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um081v5i22025p1-12

Abstract

Abstract Since the beginning of the 19th century the Dutch began arriving in Lawang (the gate of Afdeeling Malang) to develop plantations. This paper aims to describe the orientation of the election of Dutch elite settlements in the highlands of Lawang, especially in the Argo region. This paper uses the historical method which consists of 4 stages, heuristic, criticism, interpretation, and historiography. This paper shows that the elite settlement of the Netherlands was built in the Argo region because the area was supported by the surrounding environment which has cool air and beautiful mountain views. This area is also very strategic for the mobilization of people and plantation products because of its proximity to Lawang Station. KeywordsDutch elite settlement, Argo area, Lawang, Malang Abstrak Sejak awal abad ke-19 orang-orang Belanda mulai berdatangan ke Lawang (pintu gerbang Afdeeling Malang) untuk mengembangkan perkebunan. Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan orientasi pemilihan pemukiman elit Belanda di daerah dataran tinggi Lawang, khususnya di kawasan Argo. Tulisan ini menggunakan metode sejarah yang terdiri dari 4 tahapan, heuristi, kritik, interpretasi, dan historiografi. Tulisan ini menunjukkan bahwa pemukiman elit Belanda dibangun di kawasan Argo karena wilayah tersebut didukung oleh lingkungan sekitar yang memiliki udara sejuk dan mountain view yang indah. Kawasan ini juga sangat strategis untuk mobilisasi manusia dan hasil perkebunan karena letaknya yang dekat dengan Stasiun Lawang. Kata kunciPemukiman elit Belanda, kawasan Argo, Lawang, Malang.
Pengembangan Majalah Sejarah pada Materi Kerajaan Majapahit untuk Peserta Didik Kelas X IPS 3 SMA PGRI 2 Jombang ajeng setianingsih; Slamet Sujud Purnawan Jati
Historiography: Journal of Indonesian History and Education Vol 6, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um081v6i12026p1-19

Abstract

Penulisan artikel ini bertujuan untuk menghasilkan sebuah produk pembelajaran dan untuk mengetahui sejauh mana keefektifan penggunaan bahan ajar Majalah Sejarah dalam materi Kerajaan Majapahit bagi siswa kelas X IPS 3 Sekolah Menengan Atas (SMA) PGRI 2 Jombang. Diawali dengan potensi dan masalah yang ditemukan di sekolah yaitu kurang bervariasinya materi ajar untuk pembelajaran sejarah, makanya peneliti mengembangkan materi ajar Majalah Sejarah. Peneliti menggunakan model 4D pada penelitian ini dengan empat tahapan yaitu define, design, develop, dan disseminate. Penelitian dan pengembangan produk ini membuat materi ajar sejarah berbentuk majalah sejarah yang memuat materi hal ihwal Kerajaan Majapahit yang dikemas dalam bentuk artikel opini serta cerita pendek, disertai dengan rubrik teka-teki silang yang mendukung penyampaian materi di materi ajar. Adapun hasil validasi ahli materi diperoleh sebesar 98,21% (sangat valid), 87,50% dari ahli bahan ajar (sangat valid), kemudian diperoleh 96,66% dari hasil uji coba kelompok kecil (sangat efektif), dan 85,00% dari hasil uji coba kelompok besar (sangat efektif). Oleh karena itu, ini menunjukkan bahwa majalah sejarah ini memenuhi kriteria sangat layak sebagai bahan ajar sejarah.
MUATAN ETIKA PEMIKIRAN PUJANGGA JAWA DI KERATON SURAKARTA PADA ABAD 19 yusiro fathan mubina
Historiography: Journal of Indonesian History and Education Vol 5, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um081v5i32025p225-238

Abstract

At the beginning of the 19th century, the Keraton Surakarta was experiencing a crisis of socio-cultural values caused by the influx of elements of Western civilization. The poets of the Surakarta Palace created many piwulang or didactic literary works. The large number of piwulang literature that existed at that time was a response of the poets to the value crisis that occurred in the Surakarta Palace in the 19th century. This study aims to explain the ethical content contained in Serat Sanasunu by Yasadipura II and Serat Kalatidha by Ranggawarsita. This study uses a historical method that starts with heuristics, critiques, interprets, and historiography. The results of the study show that Serat Sanasunu explains that it can be said that one's ethical ideal is when one is able to reflect harmoniously the characteristics of priyayi, santri, farmers and merchants. Whereas in Serat Kalatidha it discusses that to always strive in a civilization based on eling lan waspada. Pada permulaan abad ke-19 Keraton Surakarta sedang mengalami krisis nilai sosial budaya yang disebabkan oleh masuknya unsur-unsur peradaban Barat. Pujangga Keraton Surakarta banyak menciptakan karya sastra yang bersifat piwulang atau didaktik. Banyaknya sastra piwulang yang ada pada masa itu merupakan respons para pujangga terhadap krisis nilai yang terjadi di Keraton Surakarta pada abad ke 19. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan muatan etika yang terdapat dalam Serat Sanasunu karya Yasadipura II dan Serat Kalatidha karya Ranggawarsita. Penelitian ini menggunakan metode sejarah yang dimulai dari heuristik, melakukan kritik, interpretasi, dan terakhir ialah historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Serat Sanasunu menjelaskan dapat dikatakan ideal etika seseorang ketika mampu merefleksikan perwatakan dari para priyayi, santri, petani serta saudagar secara harmonis. Sedangkan pada Serat Kalatidha membahas bahwa untuk selalu berjuang dalam sebuah peradaban berdasarkan etika eling lan waspada.