cover
Contact Name
Muqoffi
Contact Email
muqoffimpd@gmail.com
Phone
+6287701022962
Journal Mail Official
allam.iainata2025@gmail.com
Editorial Address
https://ejournal.kopertais4.or.id/madura/index.php/alallam/Editorial
Location
Kab. sampang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan
ISSN : 27237559     EISSN : 25033603     DOI : 10.35127
Jurnal Al-Allam Jurnal Pendidikan merupakan jurnal peer-review double-blind untuk kegiatan penelitian pendidikan dan pengajaran agama Islam. Jurnal ini bertujuan untuk menyediakan sarana diskusi berkelanjutan mengenai isu-isu relevan yang termasuk dalam fokus dan ruang lingkup jurnal yang dapat dikaji secara empiris dalam bidang-bidang berikut: 1. Studi Islam 2. Studi Keagamaan 3. Filsafat Pendidikan Islam 4. Ilmu Pendidikan Islam 5. Psikologi Pendidikan 6. Kurikulum Pendidikan Islam 7. Pengajaran Pendidikan Islam 8. Teknologi Pengajaran 9. Penilaian Pembelajaran Keagamaan.
Articles 85 Documents
Haflah Imtihan Dalam Diskursus Penunjang Kualitas Dan Kuantitas Siswa : (Studi Kasus MI Se - Kec Kedungdung dan Robatal Sampang) Muqoffi Muqoffi; Siti Farida
AL -ALLAM Vol. 2 No. 1 (2021): JANUARI
Publisher : LP2M Institut Agama Islam Nazhatut Thullab Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (728.746 KB)

Abstract

Haflah Imtihan merupakan rutinitas tahunan yang diselenggarakan sekolah/madrasah dengan spirit dan antusias tinggi dari semua stakeholder. Fungsi motivasi dan syukuran dari Haflah Imtihan yang digelar sebetulnya harus mampu dioptimalkan dan diefektifkan. Namun faktanya berbeda. Haflah Imtihan di sekolah se-Kec. Kedungdung dan Robatal hanya dijadikan ajang meningkatkan kuanititas siswa bukan kualitas mutu pendidikan. Hal itu dilihat dari tiga fakta, yaitu: 1. Wisuda menjadi program prioritas utama yang berlebihan. Barometer lulusan bukan angka nilai ujian akhir tapi angka finansial dalam menfasilitasi aksesoris wisuda, 2. Program hiburan yang mendominasi acara Haflah Imtihan tidak berhasil membangun motivasi belajar, bahkan mengalihkan secara total fokus belajar dan merusak pengetahuan siswa, 3. Program ilegal syar’i yang banyak dilakukan dalam Haflah Imtihan merusak pribadi takwa siswa. Sedangkan ketakwaan merupakan syarat pokok mendapatkan ilmu yang barokah dan meningkatkan kualitas mutu pendidikan. Sekaligus membatalkan makna esensi syukuran yang menjadi tujuan utama diselenggarakan rutinitas tahunan ini.
PERAN PENDIDIK DALAM MENGATASI DEKADENSI MORAL DI SMP AN-NUR Moh Afif
AL -ALLAM Vol. 2 No. 1 (2021): JANUARI
Publisher : LP2M Institut Agama Islam Nazhatut Thullab Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.292 KB)

Abstract

Dekadensi moral di kalangan remaja termasuk kalangan para siswa, akhir-akhir ini telah meresahkan para pendidik, tenaga kependidikan dan orang tua. Fenomena tersebut dapat dilihat mulai dari tindakan kekerasan antar peserta didik, mengkonsumsi minuman keras, tawuran, pergaulan bebas, kriminal, kebut-kebutan, hura-hura, dan lain sebagainya. Jika kondisi ini terus menerus terjadi akan menjadi kebiasaan dan selanjutnya akan menjadi karakter. Sudah barang tentu, akan berdampak buruk bagi pribadi, keluarga, dan masyarakat serta bangsa ini kedepan. Pendidikan tidak hanya diharapkan sebagai tempat untuk memperoleh ilmu pengetahuan saja, tetapi lebih dari itu diharapkan dapat memberi bekal yang cukup dalam membentuk kepribadian siswa yang tangguh dalam menghadapi globalisasi serta mempunyai kepribadian yang beretika dan berakhlak. penelitian ini adalah studi kasus. dengan menggunakan Pendekatan kualitatif. Untuk mendukung penelitian ini, dilakukan pengumpulan data yang bersumber dari: wawancara dengan kepala sekolah,para dewan guru serta para siswa di lembaga tersebut, Dokumen (file) serta observasi (pengamatan). Hasil temuan dalam penelitian ini adalah, siswa yang melakukan penyimpangan atau pelanggaran bisa dikatakan cukup banyak dan ini merupakan salah satu dekadensi moral yang ada di lembaga tersebut. Bentuk penyimpangan salah satunya adalah berkata kasar kepada guru, tidak sopan dalam tutur katanya, seakan-akan sedang tidak berbicara dengan pendidik, dan ini merupakan hal yang tidak pantas dilakukan oleh peserta didik kepada pendidik sehingga perlu adanya usaha serta upaya yang harus dilakukan oleh pendidik untuk memberikan kesadaran agar menyadari kesalahannya dan tidak mengulanginya kembali serta mentaati peraturan yang dibuat oleh lembaga tersebut. Serta pendidik harus mampu meminimalisir dekadensi moral yang ada dengan berbagai cara sesuai dengan prosedur serta petunjuk yang ada di lemabaga SMP An-Nur Desa Pajerruan Kecamatan Kedungdung Kabupaten Sampang.
Manajemen Sarana dan Prasarana dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa di MAN Wisata Sampang Munib Munib
AL -ALLAM Vol. 2 No. 1 (2021): JANUARI
Publisher : LP2M Institut Agama Islam Nazhatut Thullab Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.738 KB)

Abstract

Madrasah merupakan tempat siswa untuk belajar dan berlangsungnya kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru dan siswa sesuai dengan planning pembelajaran yang dibuat. Pelaksanaan pembelajaran sebagai indikator keterlaksanaan kurikulum madrasah memerlukan sinergi dari pihak madrasah, siswa, wali murid dan masyarakat. Selain itu, agar pembelajaran berlangsung efektif dan efesien madrasah harus menyiapkan fasilitas yang memadai, yang mana fasilitas ini disebut juga dengan sarana prasrana sekolah. Dengan adanya sarana prasrana sekolah yang memadai maka prestasi belajar siswa bisa dipastikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis data deskriptif. Sumber data yang diperoleh yaitu melalui wawncara, observasi, dan dokumentasi.Hasil penelitian menunjukkan perencanaan manajemen sarpras di MAN Wisata Sampang. Pertama, menggunakan analisis kebutuhan dengan melakukan evaluasi dari tahun-tahun sebelumnya. Kedua, penggunaan sarana prasarana di MAN Wisata Sampang dilakukan sesuai dengan jadwal sudah ditentukan diwaktu sistem pembelajaran aktif. Ketiga, sarana prasarana yang mendukung prestasi belajar siswa di MAN Wisata Sampang yaitu Laboratorium, ruang kesenian, kelas, perpustakaan, buku paket, proyektor, meja, papan tulis, kursi.
POTRET GURU IDEAL DALAM PENDIDIKAN ISLAM DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0 Siti Muafatun; Moh Mujibur Rohman
AL -ALLAM Vol. 2 No. 1 (2021): JANUARI
Publisher : LP2M Institut Agama Islam Nazhatut Thullab Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.557 KB)

Abstract

Memasuki era perubahan industri keempat maka tentunya akan membawa dampak negatif dan positif bagi Indonesia khushusnya dalam pendidikan Islam. Dampak positif yang diterima oleh pendidikan Islam adalah mudahnya mengakses produk ilmu keIslaman dengan cepat, namun tantangan yang sedang dihadapi pendidikan Islam di era ini lebih banyak dari sisi positifnya yaitu: logika bisnis, pengelolaan manajemen, bergesernya peran pendidik, berubahnya paradigma masyarakat dan membutuhkan pengakuan eksternal. Berdasarkan beberapa tantangan yang sedang dihadapi pendidikan Islam, maka perlu dikaji bagaimana peran guru di era 4.0 dan bagaimana gambaran guru ideal di era 4.0, mengingat guru memiliki peran penting dalam perbaikan pendidikan. Adapun peran guru di era 4.0 adalah sebagai model, manjer, fasilitator, konselor dan motivator serta inspirator. Sedangkan potret guru ideal dalam pendidikan Islam adalah guru yang mampu mendekatkan anak didik pada tujuan pendidikan Islam yaitu mendapat kebahagiaan dunia dan akhirat yang memiliki beberapa ciri yaitu: religius, profesional, dan inspiratif.
Kompetensi Guru Dalam Mengelola Pembelajaran Online Melalui Aplikasi Google Classroom Dengan Menggunakan Pendekatan Komunikatif Di Masa Pandemi Covid-19 Di SMK Negeri 1 Robatal Kabupaten Sampang Rahmawati Rahmawati
AL -ALLAM Vol. 2 No. 2 (2021): JULI
Publisher : LP2M Institut Agama Islam Nazhatut Thullab Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.444 KB)

Abstract

Pelaksanaan penelitian pengembangan dan tindakan sekolah oleh peneliti sebagai kepala sekolah melalui pemberdayaan dan motivasi kegiatan pembinaan, pelatihan, workshop dalam pengelolaan pembelajaran online (e-learning) aplikasi google classroom dengan menggunakan pendekatan yang komunikatif dapat meningkatkan kompetensi dan keterampilan guru mengelola pembelajaran online. Berdasarkan data hasil analisis penelitian bahwa pada siklus I diperoleh hasil observasi pengelolaan pembelajaran online aplikasi google classroom jumlah nilai sebesar 1675 dengan nilai rata-rata 59.8 atau 60% dengan kategori rendah, sedangkan pada siklus II mengalami peningkatan yang lebih baik, karena adanya motivasi serta pemfasilitasan dengan menggunakan pendekatan komunikatif sehingga pada siklus II mengalami peningkatan pengelolaan pembelajaran online sebesar 2310 dengan nilai rata-rata 82.5 atau 83% dengan kategori tinggi. Hasil peningkatan kompetensi guru pengelolaan pembelajaran online aplikasi google classroom jumlah nilai sebesar 2005 dengan nilai rata-rata 71.6 atau 72% dengan kategori kurang, sedangkan pada siklus II adanya pengembangan pengelolaan pembelajaran online aplikasi google classroom yang lebih baik, dan adanya motivasi serta pemfasilitasan dengan menggunakan pendekatan komunikatif, maka pada siklus II mengalami peningkatan kompetensi guru dalam pengelolaan pembelajaran online sebesar 2385 dengan nilai rata-rata 85.2 atau 85% dengan kategori Baik.
Fungsi Monitoring Kepengawasan Kepala Madrasah Dan Guru Dalam Pengelolaan Pembelajaran Pada Madrasah Binaan Rissa’adah Rissa’adah
AL -ALLAM Vol. 2 No. 2 (2021): JULI
Publisher : LP2M Institut Agama Islam Nazhatut Thullab Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.383 KB)

Abstract

Monitoring sebagai satu teknik pendekatan dalam mengembangkan pembelajaran guru merupakan suatu pola yang didasarkan pada asumsi dasar bahwa proses belajar guru untuk berkembang dalam jabatannya tidak dapat dipisahkan dari proses belajar yang dilakukan guru tersebut. Belajar bersifat individual, oleh karena itu, proses sosialisasi harus dilakukan dengan membantu guru secara tatap muka dan individual. Monitoring sebagai suatu teknik memiliki langkah-langkah tertentu yang perlu mendapat perhatian untuk mengembangkan profesionalitas kepala madrasah dan guru. Pengawas madrasah yang bertugas sebagai supervisor hanya tinggal mengatur dan mengalokasikan waktu yang terprogram antara pengawas madrasah sebagai supervisor dengan guru sebagai orang yang membutuhkan bimbingan. Kegiatan ini sebenarnya akan memberikan dampak yang signifikan bagi kedua belah pihak. Guru merasa terbantu dengan bimbingan pengawas madrasah, sedangkan pengawas madrasah akan mendapatkan keuntungan berupa peningkatan kualitas pembelajaran yang ada pada setiap kepala madrasah dan guru.
Pengembangan Perangkat Pembelajaran IPS Model Cooperative Tipe Number Head Together (NHT) Berbantuan Media Gambar Berpengaruh Terhadap Minat dan Hasil Belajar Siswa : (Studi Kelas III Sekolah Dasar Negeri Taddan 2 Kecamatan Camplong Kabupaten Sampang) Suwarti Suwarti
AL -ALLAM Vol. 2 No. 2 (2021): JULI
Publisher : LP2M Institut Agama Islam Nazhatut Thullab Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.454 KB)

Abstract

Setiap strategi dan metode mengandung unsur-unsur kekuatan dan kelemahan sendiri. Metode apapun yang digunakan guru dalam proses pembelajaran sepanjang dikuasainya dengan baik akan dapat menunjang keberhasilan proses belajar mengajar. Rumusan masalah penelitian ini adalah: (1) Bagaimana model kooperatif tipe NHT berbantuan media gambar dalam pembelajaran IPS (2) Apakah dengan model kooperatif tipe NHT berbantuan media gambar dapat meningkatkan minat belajar siswa. (3) Apakah dengan meningkatnya kreatifitas siswa dengan model kooperatif tipe NHT berbantuan media gambar. Jenis Penelitian ini termasuk jenis penelitian dan pengembangan atau Research and Development (R&D). Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa: (1)Bahwa model kooperatif tipe NHT berbantuan media gambar dalam pembelajaran IPS menunjukkan adanya perbedaan minat dan hasil belajar antara siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran Cooperative tipe NHT dan mempunyai nilai rata-rata lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang diajar dengan model pembelajaran Cooperative tipe NHT Kelas IIIA dengan nilai F-hitung sebesar 30,529dan taraf signifkan (P) = 0,000. Sedangkan Hasil ke (2) Model kooperatif tipe NHT berbantuan media gambar dapat meningkatkan minat belajar siswa. Menunjukkan terdapat perbedaan minat belajar antara siswa yang memiliki minat/motivasi belajar tinggi dan minat/motivasi belajar rendah. Siswa yang memiliki minat/motivasi tinggi mempunyai nilai rata-rata lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang memiliki minat/motivasi rendah dengan F-Hitung sebesar 320,015dan taraf signifikan (P) = 0,000. (3) Meningkatnya kreatifitas siswa dengan model kooperatif tipe NHT berbantuan media gambar dapat meningkatkan hasil belajar siswa menunjukkan terdapat interaksi kreatifitas siswa antara model pembelajaran Cooperative tipe NHT Kelas IIIA dan Cooperative tipe NHT Kelas IIIB terhadap hasil belajar siswa. Interaksi antara model pembelajaran dan minat/motivasi terhadap hasil belajar pada siswa ditunjukkan dengan nilai F-Hitung sebesar 37,601 dengan taraf signifikan (P) = 0,001.
Reorientasi Pendidikan Islam Tradisional di Indonesia Suhaimi Fajrin; Taufikurrahman Taufikurrahman
AL -ALLAM Vol. 2 No. 2 (2021): JULI
Publisher : LP2M Institut Agama Islam Nazhatut Thullab Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.739 KB)

Abstract

Sejak Islam masuk dan berkembang di Indonesia dengan munculnya sejumlah kerajaan Islam, pendidikan Islam pun berkembang mengikuti irama dan dinamika perkembangan Islam. Dimanapun ada masyarakat muslim disitu ada kegiatan pendidikan Islam yang dilaksanakan sesuai dengan kondisi dan situasi dimana mereka berada. Untuk memperluas ajaran Islam di Indonesia diperlukan sarana dan prasarana pendukung, hal ini terkait dengan keberadaan pesantren, surau, dan dayah sebagai salah satu pusat pendidikan Islam. Keberadaan pendidikan Islam di Indonesia telah menjadi prioritas utama bagi umat Islam sejak awal perkembangannya hingga saat ini, meskipun istilah surau dan dayah telah bergeser ke pesantren itu sendiri, namun dari segi budaya, tradisi, ajaran, dan kebiasaan. masih sangat lekat hingga saat ini melalui perkembangan pesantren.
Model Pembelajaran Talking Stick Dalam Meningkatkan kualitas Pembelajaran Siswa : (Studi Kelas IX B Madrasah Tsanawiyah Negeri Sampang) Anik Rahmaniyah
AL -ALLAM Vol. 2 No. 2 (2021): JULI
Publisher : LP2M Institut Agama Islam Nazhatut Thullab Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.694 KB)

Abstract

Pembelajaran Bahasa Inggris dengan model talking stick akan menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Dalam pembelajaran, siswa akan terdorong untuk memperhatikan penjelasan guru karena siswa harus siap memberikan jawaban apabila mendapatkan pertanyaan dari guru tentang materi yang diajarkan. Pembelajaran Bahasa Inggris dengan model talking stick akan lebih optimal bila ditunjang dengan penggunaan media pembelajaran materi procedure text. Metode yang ditetapkan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas. Pada siklus I data keterampilan guru memperoleh skor 16 yang termasuk dalam kriteria cukup. Pada pelaksanaan tindakan siklus II data keterampilan guru mengalami peningkatan dengan perolehan skor sebanyak 22 yang termasuk dalam kriteria baik. Pada pelaksanaan tindakan siklus III jumlah skor keterampilan guru yang diperoleh sebanyak 27 dengan kriteria sangat baik. Keterampilan guru telah mencapai indikator keberhasilan yaitu sekurang- kurangnya mencapai kriteria baik. Pembelajaran Bahasa Inggris melalui model talking stick dengan media visual materi procedure text pada siswa Kelas IXB MTs Negeri Sampang Kabupaten Sampang dapat meningkatkan aktivitas siswa. Hal ini dapat dilihat dari data hasil observasi pada pembelajaran Bahasa Inggris siklus I data aktivitas siswa memperoleh skor rata-rata 11,4 dengan kriteria cukup. Pada pelaksanaan tindakan siklus II data aktivitas siswa meningkat dengan perolehan skor rata-rata 15,1 dengan kriteria baik. Pada pelaksanaan tindakan siklus III data aktivitas skor rata-rata 17,1 dengan kriteria baik. Aktivitas siswa telah mencapai indikator keberhasilan yaitu sekurang- kurangnya mencapai kriteria baik.
Tren Belajar Dari Rumah (BDR) Di Masa Pandemi Covid-19 Muhammad Hariyanto Muhammad Hariyanto
AL -ALLAM Vol. 1 No. 2 (2020): JULI
Publisher : LP2M Institut Agama Islam Nazhatut Thullab Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.144 KB)

Abstract

Infeksi Covid-19 dinyatakan sebagai pandemi yang menyebar ke seluruh belahan dunia. Infeksi coronavirus jenis baru yang misterius dan sangat infeksius. Penyebaran yang begitu cepat sehingga dibutuhkan cara-cara terbaik yang efektif untuk mencegah pemularannya. Metode yang paling baik untuk memutus rantai penularan adalah dengan menjaga jarak fisik (physical distancing) dan menjaga jarak sosial (social distancing). Tulisan ini membahas tentang pandangan guru serta pendapat para wali murid tentang dampak pandemi terhadap dunia pendidikan khususnya Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Penelitian ini dilakukan untuk menyelidiki pandangan guru dan pendapat wali murid tentang proses belajar mengajar dari rumah (BDR) selama masa pandemic virus Covid-19. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Data diperoleh dengan menggunakan kuesioner terbuka. Lokasi penelitian ini adalah di PAUD Afifiyah Pragaan Sumenep. Sasaran penelitian adalah 4 guru dan 10 Wali murid PAUD Afifiyah Pragaan Sumenep. Setelah menyelesaikan temuan dan diskusi penelitian, dapat disimpulkan bahwa pandemic sangat berdampak pada proses belajar. Adapun dampak belajar dari rumah (BDR) selama masa pandemic bagi guru diantaranya adalah penyesuaian ulang metode kurikulum, keterbatasan kuota yang terkadang melebihi anggaran, keterbatasan pengamatan, penilaian yang kurang maksimal, jaringan yang lemah. Dampak belajar dari rumah (BDR) selama masa pandemic bagi murid diantaranya adalah pengetahuan yang kurang dari orang tua yang bisa menurunkan kualitas belajar pada anak, pekerjaan orang tua menjadi faktor pemicu kegagalan dalam proses belajar dari rumah, kuota yang kerap tidak memadai, dan jaringan yang lemah menghambat proses belajar secara daring.