cover
Contact Name
Yasir Sidiq
Contact Email
lppi@ums.ac.id
Phone
+6282134901660
Journal Mail Official
lppi@ums.ac.id
Editorial Address
Gedung C - Kampus 1 Universitas Muhammadiyah Surakarta Jl. Ahmad Yani, Pabelan, Kartasura, Sukoharjo 57169, Jawa Tengah, Indonesia
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Konferensi Nasional Penelitian Matematika dan Pembelajarannya
ISSN : -     EISSN : 26560615     DOI : -
Core Subject : Education,
Konferensi ini diadakan oleh Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Surakarta untuk mewadai ide-ide baru dalam bidang Penelitian Matematika.
Articles 373 Documents
Aplikasi Association Rules dengan Menggunakan Algoritma Apriori dalam Mendeteksi Pola Penyakit DBD (Studi Kasus : Pasien DBD Puskesmas Cangkringan Sleman) Nurhikmat, Triano; Yusnandar, Y; Muinah, Ummi Maftuhatul; Latupono, Boki; Widodo, Edy
Prosiding Konferensi Nasional Penelitian Matematika dan Pembelajarannya 2018: Prosiding Konferensi Nasional Penelitian Matematika dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1628.432 KB)

Abstract

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus nyamuk ditularkan melalui nyamukAedes aegypti dan Aedes albopictus. Ancaman penyakit ini berlaku di Indonesia sala satunya DI Yogyakarta. Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI mencatat pada tahun 2015, Yogyakarta menempati urutan keempat dengan nilai incident rate 92,96. Beberapa faktor yang dapat menyebabkan terjadinya gejala DBD adalah demam tinggi, kadar trombosit turun, dan kadar hemotokrit naik hingga 20%. Berdasarkan faktor-faktor tersebut dibutuhkan pencarian informasi mengenai pola data penyakit DBD sebagai gambaran umum dalam melihat pola data penyakit tersebut. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk melihat pola penyakit DBD berdasarkan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Salah satu metode untuk melihat pola data adalah metode Association Rules. Metode Association Rules merupakan suatu prosedur untuk mencari hubungan antar item dalam suatu data set yang ditentukan. Berdasarkan hasil dan pembahasan menghasilkan aturan asosiasi optimum sebanyak 4 kombinasi ( Large 5 itemset ) dengan nilai minimum support 0.41 = 41%, nilai confidance (tingkat kepercayaan) 1 = 100 %, dan lift ratio (tingkat akurasi asosiasi) = 1,619 dari seluruh faktor DBD.
Model Runtun Waktu Vector Autoregressive Moving Average with Exogenous Variable (VARMAX) Pratama, Rizcka Indah Hani; Saputro, Dewi Retno Sari
Prosiding Konferensi Nasional Penelitian Matematika dan Pembelajarannya 2018: Prosiding Konferensi Nasional Penelitian Matematika dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1509.09 KB)

Abstract

Runtun waktu merupakan serangkaian pengamatan terhadap suatu variabel yang diamati dari waktu ke waktu secara berurutan dalam waktu yang tetap.Model dasar runtun waktu yang hanya melibatkan satu variabel amatan adalah model autoregressive (AR).Perluasan model AR adalah model vector autoregressive (VAR) yang melibatkan lebih dari satu variabel. Model VAR dapat dikembangkan menjadi model vector autoregressive moving average (VARMA) dengan menggabungkan model VAR dan vector moving average (VMA). Model vector autoregressive moving average with exogenous variable (VARMAX) merupakan kasus khusus dari model VARMA dengan penambahan variabel eksogen ke dalam model yang memuat variabel endogen. Variabel eksogen dalam model VARMAX ditentukan di luar model dan sifatnya memengaruhi variabel endogen dalam model namun tidak berlaku sebaliknya.Penelitian ini bertujuan untuk melakukan kajian ulang model VARMAX dan estimasi parameternya dengan metode yang digunakan adalah kajian literatur dari berbagai sumber.least square (LS).Hasil kajian ini diperoleh model VARMAX dan asumsinya serta estimasi parameternya dengan LS.
Model Periodic Autoregressive with Exogenous Variable dan Estimasi Parameternya dengan Metode Kuadrat Terkecil Dua Tahap Ningrum, Hanifah Listya; Saputro, Dewi Retno Sari
Prosiding Konferensi Nasional Penelitian Matematika dan Pembelajarannya 2018: Prosiding Konferensi Nasional Penelitian Matematika dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1504.799 KB)

Abstract

Model periodic autoregressive with exogenous variable (PARX) adalah model runtun waktu yang digunakan untuk mengetahui hubungan dinamis antara variabel endogen dengan variabel eksogen.Model PARX merupakan pengembangan dari model periodic autoregressive (PAR) dengan menambahkan variabel eksogen ke dalam modelnya.Variabel eksogen adalah variabel yang berpengaruh terhadap variabel lainnya, namun sebaliknya tidak dipengaruhi oleh variabel lainnyadalam satu model.Pada umumnya, metode estimasi parameter untuk model PARX adalah metode kuadrat terkecil (least square/LS) namun tidak dipertimbangkan parameter yang tidak signifikan, akibatnya estimator yang dihasilkan tidak akurat. Dengan demikian diperlukan pembatas linear untuk parameter tertentu, sehingga metode kuadrat terkecil dua tahap (two stage least square/2SLS)tepat untuk mengatasi masalah tersebut. Tujuanpenelitian untuk melakukan kajian ulang model PARX dan estimasi parameternya dengan metode kuadrat terkecil dua tahap. Perhitungan metode kuadrat terkecil dua tahap pada dasarnya sama dengan metode kuadrat terkecil (least square/LS) namun proses estimasinya melalui dua tahap LS. Hasil kajian menunjukkan diperoleh model PARX dan asumsinya serta estimasi parameter dengan metode kuadrat terkecil dua tahap.
Penerapan Teori Rough Set dengan Metode Algoritma If-Then dalam Decision Rule Kejadian Kecelakaan Lalu Lintas di Kabupaten Sleman Jannah, Raudhatul; Ayuningtyas, Tri; Jadmiko, Pridharma; Wicaksono, Muhammad Ari; Utami, Hani Rahayu Budi; Kariyam, K
Prosiding Konferensi Nasional Penelitian Matematika dan Pembelajarannya 2018: Prosiding Konferensi Nasional Penelitian Matematika dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1351.732 KB)

Abstract

Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang padat penduduk. Kepadatan penduduk tersebut juga berdampak pada sektor transportasi terutama kendaraan bermotor. Pertumbuhan kendaraan bermotor berdasarkan data Ditlantas Polda DIY untuk tahun 2016 (1 Januari 2016 - 28 September 2016) ada sebanyak 84.312 kendaraan bermotor baru di Provinsi DIYdimana pertumbuhan ini hanya terdeteksi berdasarkan jumlah kendaraan yang melakukan pembayaran pajak atau mutasi menggunakan plat AB. Tingginya pertumbuhan kendaraan bermotor ini berdampak pada banyaknya kecelakaan. Berdasarkan data Ditlantas Polda DIY diketahui pada tahun 2016 Kabupaten Sleman menempati posisi kedua terbanyak yakni sebesar 1.018 kejadian kecelakaan lalu lintas. Dalam penelitian ini bertujuan untuk melihat decision ruleyang ada di Kabupaten Sleman menggunakan data kecelakaan pada bulan Oktober-September. Berdasarkan analisis yang menggunakan if-then rule dari teori roughest dapat diambil kesimpulan bahwa faktor kepastian terbesar terjadi kecelakaan dengan jenis luka ringan terjadi di TKP 4 diwaktu pagi hari dan kendaraan terlibat antara dua sepeda motor. Faktor kepastian terbesar terjadi kecelakaan dengan jenis luka meninggal dunia terjadi di TKP 1 diwaktu siang hari dengan kendaraan terlibat sepeda motor-pejalan, TKP 3 di berbagai waktu dan kendaraan terlibat, TKP 4 di waktu siang hari dengan kendaraan terlibat sepeda motor-truk-sepeda motor.
Analisis Kluster terhadap Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penyalahgunaan NAPZA di Daerah Yogyakarta Rosyadi, M Zamroni; Rahman, M Fachry; Tazha, Rana Salsabila; Putri, Dian Khairina; Maulana, Athaallah
Prosiding Konferensi Nasional Penelitian Matematika dan Pembelajarannya 2018: Prosiding Konferensi Nasional Penelitian Matematika dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1617.411 KB)

Abstract

Penyalahgunaan NAPZA adalah orang yang menggunakan salah satu atau beberapa jenis narkotika, psikotropika dan Zat Adiktif Lain (NAPZA), secara berkala atau teratur diluar indikasi medis, sehingga menimbulkan gangguan kesehatan fisik, psikis dan gangguan mental. Di Indonesia prevalensi penyalahgunaan NAPZA mengalami peningkatan setiap tahun dan diperkirakan 3.6 juta orang terlibat dalam penyalahgunaan NAPZA. Oleh sebab itu, peneliti melakukan sebuah kajiantentang pengelompokkan faktor-faktor yang berhubungan dengan penyalahgunaan NAPZA di beberapa pusat rehabilitasi Yogyakarta. Bentuk pengelompokan didasarkan atas kemiripan faktorfaktor yang mempengaruhi penyalahgunaan NAPZA. Analisis kluster adalah suatu analisis statisticmultivariat yang dapat mengelompokkan objek berdasarkan karakteristik yang dimilikinya, dalam hal ini peneliti menggunakan Hierarchical cluster metode Average Linkage. Hasilnya yaitudiperoleh dua karakteristik pengguna NAPZA yang mana jumlah anggota cluster pertama sebanyak 50 responden dan cluster kedua sebanyak 15. Secara profilisasi, cluster pertama cenderung merasa faktor individu, keluarga, sosial, dan masyarakat berperan penting dalam pengaruh menggunakan NAPZA. Sedangkan cluster kedua merupakan pasien yang tidak merasa bahwa keempat faktor tersebut merupakan alasan mereka menggunakan NAPZA. Hasil penelitian ini dapat digunakansebagai acuan untuk melakukan analisis terkait faktor-faktor yang mempengaruhi penyalahgunaan NAPZA khususnya di daerah Yogyakarta.
Profilling Data Dasar Puskesmas di DIY berdasarkan Tenaga Kesehatan menggunakan Cluster Hierarki Nurfalah, Meylinda Dwi; Rahmawan, Afandi Ahmad; Trisnawati, Dewi; Aziza, Himelda; Hidayah, Nur; Widodo, Edy
Prosiding Konferensi Nasional Penelitian Matematika dan Pembelajarannya 2018: Prosiding Konferensi Nasional Penelitian Matematika dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2050.625 KB)

Abstract

Puskesmas sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama dan tempat pelayanan utama kesehatan memerlukan sumber daya manusia kesehatan, baik tenaga kesehatan maupun tenaga penunjang kesehatan.Dikarenakan keberagaman pada jenis dan jumlah tenaga kesehatan Puskesmas di Provinsi DIY, maka diperlukan pengelompokan terhadap jumlah tenaga kesehatan di tiap Puskesmas. Salah satu bentuk analisis untuk mengelompokkan obyek ini ialah menggunakan analisis cluster hierarki. Cluster hierarki merupakan metode pengelompokan yang terstruktur dan bertahap berdasarkan pada kemiripan sifat antar objek. Kemiripan sifat tersebut dapat ditentukan dari kedekatan jarak, dimana untuk menentukan jarak antar cluster,peneliti menggunakan metode average linkage.Pada metode average linkage, jarak antara dua cluster dianggap sebagai jarak rata-rata antara semua anggota dalam satu cluster dengan semua anggota cluster lain.Maka berdasarkan hasil analisis dapat diperoleh 4 cluster, yakni cluster 1 diperoleh tenaga kesehatan yang dominan adalah Kesehatan Masyarakat, cluster 2 diperoleh tenaga kesehatan yang dominan adalah Kesehatan Lingkungan, cluster 3 didominasi oleh Dokter Gigi, Bidan dan Ahli Gizi. serta pada cluster 4 didominasi oleh Dokter Umum, Perawat, Farmasi, dan Ahli Teknologi Lab Medik.
Pendekatan Momen untuk Metode Magnitude pada Bilangan Trapezoidal Fuzzy Aulia, Lathifatul; Irawanto, Bambang; Surarso, Bayu
Prosiding Konferensi Nasional Penelitian Matematika dan Pembelajarannya 2018: Prosiding Konferensi Nasional Penelitian Matematika dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1575.509 KB)

Abstract

Teori himpunan fuzzy banyak diterapkan dalam berbagai disiplin ilmu. Para ahli telah banyak yang mengusulkan beberapa pendekatan untuk memecahkan masalah yang menggunakan himpunan bilangan fuzzy. Hal utama yang perlu dilakukan dalam menyelesaikan suatu permasalahan yang menggunakan bilangan fuzzy yaitu defuzzifikasi. Defuzzifikasi merupakan proses mentransformasikan bilangan fuzzy menjadi bilangan riil tegas atau disebut dengan penegasan bilangan fuzzy. Ada beberapa metode yang dapat digunakan untuk menegaskan suatu bilangan fuzzy. Setiap metode penegasan bilangan fuzzy yang berbeda akan menghasilkan bilangan tegas (crisp) yang berbeda pula. Pada tulisan ini, dibahas metode Magnitude yaitu merupakan metode pendekatan yang ditunjukkan dengan perhitungan momen daerah rata-rata yang mempertimbangkan fungsi keanggotaan bilangan fuzzy, penyebaran fungsi kenggotaan kanan, dan fungsi keanggotaan kiri pada beberapa potongan –
Pengelompokan dan Pemetaan Penyakit Tuberkulosis Paru menurut Provinsi di Indonesia Tahun 2016 menggunakan Analisis Cluster K-Means Laksono, Arif Anjang; Fikri, Bana Ali; Yadin, Muhammad Atma; Pradana, Sendhyka Cakra; Widi, Tegar Anugrah; Widodo, Edy
Prosiding Konferensi Nasional Penelitian Matematika dan Pembelajarannya 2018: Prosiding Konferensi Nasional Penelitian Matematika dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1931.633 KB)

Abstract

Tuberkulosis (TBC atau TB) adalah suatu penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini paling banyak menyerang paru-paru. Indonesia setiap tahun ditemukan 582.000 kasus penderita baru TB dengan angka kematian 41 orang per 100.000 sebagian besar penderita TB paru atau sebanyak 75% paling mencengangkan yang terkena virus TB paru ialah orang –orang yang masi usia produktif 15-49 tahun. K-Means merupakan salah satu algoritma dalam data mining yang bisa digunakan untuk melakukan pengelompokan/clustering suatu data. Ada banyak pendekatan untuk membuat cluster, diantaranya adalah membuat aturan yang mendikte keanggotaan dalam kelompok yang sama berdasarkan tingkat persamaan diantara anggota-anggotanya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui cluster penyakit Tuberculosis Paru menurut provinsi di Indonesia dan pemetaanya berdasarkan kelompok umur penderita Tuberculosis. Untuk penyelesaian permasalahan yang ada maka penulis akan menggunakan analisis cluster K-Means untuk mengetahui kelompok daerah yang memiliki kasus TB yang sama, sehingga dapat diketahui wilayah yang akan menjadi prioritas dalam menangani kasus TB. Penerapan kasus Tuberkulosis yang dianalisis menggunakan cluster k-means menjadi tiga cluster. Cluster 1 merupakan provinsi dengan jumlah penderita rendah yang terdiri dari 29 Provinsi yaitu Aceh, Sumatera Barat, Riau, Jambi, sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Kep. Bangka Belitung, Kep. Riau, Banten, DI Yogyakarta, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Maluku, Maluku Utara, Papua Barat dan Papua. Cluster 2 merupakan provinsi dengan jumlah penderita sedang yang terdiri dari 4 Provinsi yaitu Sumatera Utara, DKI Jakarta, Jawa Tengah dan Jawa Timur dan cluster 3 merupakan provinsi dengan jumlah penderita tinggi yang terdiri 1 Provinsi yaitu Jawa Barat dan hasil pemetaan provinsi berdasarkan penderita tuberculosis dari kelompok umur.
Berbagai Macam Pengunci Layar (Lock Screen) Smartphone Yulianto, Dimas Agung
Prosiding Konferensi Nasional Penelitian Matematika dan Pembelajarannya 2018: Prosiding Konferensi Nasional Penelitian Matematika dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1399.123 KB)

Abstract

Pemakai smartphone sudah mencapai jumlah yang banyak dan sangat membantu dalam aktifitas sehari-hari. Data-data krusial (baik yang bersifat pribadi maupun bisnis) pada smartphone perlu dilindungi agar tidak jatuh ke sembarang orang. Salah satu pengamanan dasar pada smartphone adalah pengunci layar (lock screen). Penelitian ini mengkaji beberapa teknologi pengunci layar yang sudah muncul dipasaran mulai dari penggunaan, karakteristik, kemampuan dan kelemahannya. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah subjektivitas, yaitu didasarkan pada pengalaman pribadi dan bacaan dari sumber-sumber di daftar pustaka. Hasilnya pengunci geser (slide lock) adalah pengunci yang minimal sebaiknya dipakai oleh para pengguna smartphone. Kemudian pengunci sidik jari (finger print) mempunyai nilai yang tinggi baik dalam tingkat keamanan maupun kemudahan penggunaan. Sedangkan pengunci PIN genie disarankan untuk pengguna yang menginginkan tingkat pengamanan tinggi tetapi bisa dipasang pada berbagai jenis Android (dari yang murah sampai yang mahal).
Analisis MANOVA Satu Arah pada Data Status Gizi Balita di Indonesia Tahun 2015 Lestari, Indri Fauzi; Aliamsyah, Moh.; Sartika, Indang; Muhammad, Shodiq; Desmitasari, Rosi; Widodo, Edy
Prosiding Konferensi Nasional Penelitian Matematika dan Pembelajarannya 2018: Prosiding Konferensi Nasional Penelitian Matematika dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1489.459 KB)

Abstract

Gizi balita merupakan salah satu indikator dalam menilai derajat kesehatan masyarakat serta tolak ukur kesejahteraan suatu bangsa. Meskipun Indonesia menunjukan penurunan kemiskinan secara tetap, tetapi permasalahan gizi balita menunjukan sedikit perubahan. Kondisi tersebut perlu diperhatikan, karena balita kurang gizi lebih beresiko terkena penyakit dan pertumbuhan terhambat yang mengakibatkan sulit mendapat penghasilan ketika dewasa. Menangani masalah gizi pada balita maka diperlukan penanganan khusus dan sebelum itu tentunya terlebih dahulu harus mengetahui kondisi maupun permasalahan gizi yang terjadi di Indonesia, khususnya pada provinsiprovinsi di Indonesia. Berdasarkan permasalahan terebut maka peneliti akan melakukan analisis MANOVA satu arah untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan status gizi balita berdasarkan provinsi di Indonesia. Sebelum melakukan uji MANOVA terlebih dahulu dilakukan uji asumsi, dari seluruh uji asumsi yang telah didapatkan kesimpulan bahwa semua pengujian asumsi terpenuhi. Berdasarkan analisis MANOVA yang telah dilakukan didapatkan kesimpulan bahwa dengan menggunakan analisis MANOVA satu arah disimpulkan bahwa terdapat perbedaan status gizi balita usia 0-59 bulan pada provinsi di Indonesia dan berdasarkan uji perbandingan di dapatkan bahwa setiap kategori status gizi memiliki provinsi yang memiliki perbedaan rata-rata. Dengan didapatkanya hasil tersebut maka disimpulkan pula bahwa setiap daerah provinsi di Indonesia membutuhkan penanganan masalah gizi balita yang berbeda pula.