cover
Contact Name
Ahmad Shulhany
Contact Email
ahmad.s@untirta.ac.id
Phone
+6285156620339
Journal Mail Official
cecd@untirta.ac.id
Editorial Address
Fakultas Teknik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Jl. Jendral Sudirman KM 03, Cilegon 42435 Telp. (0254) 376712 Fax (0254) 376712
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Civil Engineering For Community Development
ISSN : 29620163     EISSN : 29619122     DOI : http://dx.doi.org/10.36055/cecd
Core Subject : Engineering,
Civil Engineering for Community Development (CECD) publishes articles on community service and empowerment results in the fields of civil engineering, including construction engineering management, transportation engineering, structural engineering, geotechnical engineering, and water resources engineering. CECD also accepts articles in other fields related to civil engineering.
Articles 44 Documents
Pemanfaatan Bambu pada Hand Railing di Akses Wisata Curug Leuwi Jatatan Suzanti, Wiwien; Maddeppungeng, Andi; Ujianto, Rifky; Damanik, Mariana Feronica; Nabila, Firyaal; Nofiana, Tiara; Kurniawan, Feri
Civil Engineering for Community Development (CECD) Vol 3, No 2 (2024): Edisi Oktober 2024
Publisher : Department of Civil Engineering Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/cecd.v3i2.29048

Abstract

Desa Bantarwangi merupakan desa disemenanjung Kabupaten Serang. Desa Bantarwangi memiliki luas wilayah sebesar 3099 ha desa di semenanjung Kabupaten Serang letaknya yang berdekatan dengan laut menjadi daya ikat masyarakat luas untuk melakukan kegiatan berlibur maupun rekreasi. Curug Leuwi Jatatan yang berada di Desa Bantarwangi tepatnya di Kampung Calung yang juga merupakan sumber kegiatan cuci kakus bagi warga Desa Bantarwangi. Potensi Desa yang kaya akan kawasan wisata sudah seharusnya diperhatikan oleh pemerintah maupun masyarakat terutama pada akses jalan dan fasilitasnya. Penting diperhatikan dalam hal ini adalah akses menuju Kawasan Curug Leuwi Jatatan dimana akses jalan yang terjal dan curam menjadi perhatian bagi civitas akademik. Berkolaborasi dengan mahasiswa Universitas Bina Bangsa berkontrubusi untuk masyarakat Desa Bantarwangi dengan membangun Hand Railing atau pagar tangan yang berbahan dasar bambu sebagai penunjang keselamatan pengunjung Curug Leuwi Jatatan menjadi tujuan pengabdian kepada masyarakat. Dengan menggunakan metode Plugin/ Bolt Connection yang merupakan sambungan batang yang saling bersilangan diharap pemanfaatan bambu ini dapat dirasakan oleh masyarakat maupun pengunjung. Semoga dengan adanya karya dari civitas akademik ini dapat bermanfaat dan menjadi bentuk karya yang alami dari alam untuk alam serta dirasakan oleh masyarakat maupun pengunjung Curug Leuwi Jatatan.
Pembangunan Mushola sebagai Sarana Pendukung Tempat Wisata Taman Goa Jetis-Jatinom, Kabupaten Klaten Fajarwati, Yuli; Suwartanti, Suwartanti; Dewata, Hendra; Nugroho, Maris Setyo; Widodo, Slamet; Batuna, Nerizza Cheryl Salma; Nugraheni, Risa
Civil Engineering for Community Development (CECD) Vol 3, No 2 (2024): Edisi Oktober 2024
Publisher : Department of Civil Engineering Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/cecd.v3i2.29312

Abstract

Desa Wisata Jetis terletak di Kelurahan Jatinom yang memiliki upacara adat bernama Yaa Qowiyyu dan diselenggarakan setiap bulan Sapar. Taman Goa Jetis berada di Kawasan Makam Ki Ageng Gribig yang menjadi tempat berkembangnya Islam di Tanah Jawa. Goa yang terletak diantara dua taman tersebut saat ini dibuka untuk umum dan digunakan sebagai tempat berziarah. Dengan dibangunnya tempat wisata ini, dibutuhkan adanya sarana pendukung salah satunya tempat ibadah. Tujuan PKM ini yaitu pembangunan Mushola sebagai sarana pendukung dari Taman Goa Jetis ini. Pembangunan Mushola ini dilakukan dengan empat tahap, yaitu melakukan analisis masalah dengan mengobservasi lokasi pembangunan Mushola, melakukan perencanaan desain berdasarkan data observasi yang didapatkan, melakukan pendataan material dari desain yang dibuat, dan melaksanakan pembangunan. Pembangunan Mushola ini dilaksanakan oleh keterlibatan masyarakat setempat dan tim PKM. Kendala yang dihadapi selama pembangunan Mushola antara lain mobilisasi material, faktor alam, pengerjaan secara manual, dan keterbatasan alat.
PEMANFAATAN POTENSI DESA MUARABARU DENGAN SOSIALISASI PEMBUATAN PAVING BLOCK DARI ABU SEKAM DI DESA MUARABARU KARAWANG Purnama, Dicki Dian
Civil Engineering for Community Development (CECD) Vol 3, No 2 (2024): Edisi Oktober 2024
Publisher : Department of Civil Engineering Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/cecd.v3i2.32052

Abstract

Berdasarkan data produksi gabah menggunakan publikasi dari Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Tenggara dan Badan Pusat Statistik Kabupaten / Kota se Sulawesi Tenggara pada tahun 2010 – 2018 menunjukan rata – rata produksi jerami 823.665 ton serta sekam padi sebesar 119.289 ton (1). Kabupaten Karawang sendiri sudah terkenal sebagai lumbung padi nasional dengan potensi limbah sekam padi yang tentu saja sangat besar. Namun limbah sekam yang banyak tersebut dapat menjadi bencana apabila ditangani dengan baik dan segera. Salah satu inovasi yang telah dilakukan adalah adanya pemanfaatan limbah sekam padi menjadi bahan tambah atau bahan pengganti agregat halus pada paving block. Desa Muarabaru merupakan desa yang berada di tepi pantai dengan mata pencaharian penduduknya mayoritas petani dan nelayan. Bertani dan melaut tentu terbatas pada musim yang terkadang tidak bersahabat. Pendapatan masyarakat seringkali menurun dan tidak ada tambahan pemasukan lainnya. Dengan adanya kegiatan pengabdian masyarakat berupa pelatihan pembuatan paving block menggunakan limbah abu sekam diharapkan dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan warga Desa Muarabaru atau pun mengurangi biaya material jika masyarakat akan membangun sebuah bangunan karena masyarakat telah mampu secara mandiri membuata paving block yang berkualitas baik. Kegiatan yang telah dilakukan hinga saat ini berupa sosialisasi pembuatan paving block kepada Masyarakat Desa. Sosilisasi dilakukan dengan memberi materi dan gambaran langsung terkait proses pembuatan paving block. Hasil dari pelaksanaan terdapat peningkatan kemampuan dan wawasan warga terkait proses pembuatan paving block.
Pemanfaatan Potensi Desa Muarabaru Dengan Sosialisasi Pembuatan Paving Block Dari Abu Sekam Di Desa Muarabaru Karawang Dian P, Dicki; Rizka S, Amalia; Amal, Bahar; Suryadi, Cahya; N, Fatma; K, Neneng; NA, Grisela; A, Tata Dyah; DAS, Olivia; Masyita, Nurani
Civil Engineering for Community Development (CECD) Vol 3, No 2 (2024): Edisi Oktober 2024
Publisher : Department of Civil Engineering Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/cecd.v3i2.32086

Abstract

Berdasarkan data produksi gabah menggunakan publikasi dari Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Tenggara dan Badan Pusat Statistik Kabupaten / Kota se Sulawesi Tenggara pada tahun 2010 – 2018 menunjukan rata – rata produksi jerami 823.665 ton serta sekam padi sebesar 119.289 ton (1). Kabupaten Karawang sendiri sudah terkenal sebagai lumbung padi nasional dengan potensi limbah sekam padi yang tentu saja sangat besar. Namun limbah sekam yang banyak tersebut dapat menjadi bencana apabila ditangani dengan baik dan segera. Salah satu inovasi yang telah dilakukan adalah adanya pemanfaatan limbah sekam padi menjadi bahan tambah atau bahan pengganti agregat halus pada paving block. Desa Muarabaru merupakan desa yang berada di tepi pantai dengan mata pencaharian penduduknya mayoritas petani dan nelayan. Bertani dan melaut tentu terbatas pada musim yang terkadang tidak bersahabat. Pendapatan masyarakat seringkali menurun dan tidak ada tambahan pemasukan lainnya. Dengan adanya kegiatan pengabdian masyarakat berupa pelatihan pembuatan paving block menggunakan limbah abu sekam diharapkan dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan warga Desa Muarabaru atau pun mengurangi biaya material jika masyarakat akan membangun sebuah bangunan karena masyarakat telah mampu secara mandiri membuata paving block yang berkualitas baik. Kegiatan yang telah dilakukan hinga saat ini berupa sosialisasi pembuatan paving block kepada Masyarakat Desa. Sosilisasi dilakukan dengan memberi materi dan gambaran langsung terkait proses pembuatan paving block. Hasil dari pelaksanaan terdapat peningkatan kemampuan dan wawasan warga terkait proses pembuatan paving block. Based on data on rice production using publications from the Central Statistics Agency of Southeast Sulawesi Province and the Central Statistics Agency of Districts / Cities throughout Southeast Sulawesi in 2010 - 2018, the average straw production was 823,665 tons and rice husks were 119,289 tons. Karawang Regency itself is already famous as a national rice barn with the potential for rice husk waste which is of course very large. However, the large amount of rice husk waste can be a disaster if handled properly and immediately. One of the innovations that has been carried out is the utilization of rice husk waste as an additional material or substitute for fine aggregate in paving blocks. Muarabaru Village is a village located on the coast with the majority of its residents as farmers and fishermen. Farming and fishing are certainly limited to seasons that are sometimes unfriendly. Community income often decreases and there is no additional income. With the community service activities in the form of training in making paving blocks using rice husk ash waste, it is hoped that it can increase the income and welfare of Muarabaru Village residents or reduce material costs if the community is going to build a building because the community has been able to independently make good quality paving blocks. Activities that have been carried out so far are in the form of socialization of paving block making to the Village Community. Socialization is carried out by providing materials and direct descriptions related to the paving block making process. The results of this implementation are an increase in the ability and insight of residents related to the paving block making process.