cover
Contact Name
Ahmad Shulhany
Contact Email
ahmad.s@untirta.ac.id
Phone
+6285156620339
Journal Mail Official
cecd@untirta.ac.id
Editorial Address
Fakultas Teknik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Jl. Jendral Sudirman KM 03, Cilegon 42435 Telp. (0254) 376712 Fax (0254) 376712
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Civil Engineering For Community Development
ISSN : 29620163     EISSN : 29619122     DOI : http://dx.doi.org/10.36055/cecd
Core Subject : Engineering,
Civil Engineering for Community Development (CECD) publishes articles on community service and empowerment results in the fields of civil engineering, including construction engineering management, transportation engineering, structural engineering, geotechnical engineering, and water resources engineering. CECD also accepts articles in other fields related to civil engineering.
Articles 53 Documents
Pemanfaatan Bambu pada Hand Railing di Akses Wisata Curug Leuwi Jatatan Suzanti, Wiwien; Maddeppungeng, Andi; Ujianto, Rifky; Damanik, Mariana Feronica; Nabila, Firyaal; Nofiana, Tiara; Kurniawan, Feri
Civil Engineering for Community Development (CECD) Vol 3, No 2 (2024): Edisi Oktober 2024
Publisher : Department of Civil Engineering Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/cecd.v3i2.29048

Abstract

Desa Bantarwangi merupakan desa disemenanjung Kabupaten Serang. Desa Bantarwangi memiliki luas wilayah sebesar 3099 ha desa di semenanjung Kabupaten Serang letaknya yang berdekatan dengan laut menjadi daya ikat masyarakat luas untuk melakukan kegiatan berlibur maupun rekreasi. Curug Leuwi Jatatan yang berada di Desa Bantarwangi tepatnya di Kampung Calung yang juga merupakan sumber kegiatan cuci kakus bagi warga Desa Bantarwangi. Potensi Desa yang kaya akan kawasan wisata sudah seharusnya diperhatikan oleh pemerintah maupun masyarakat terutama pada akses jalan dan fasilitasnya. Penting diperhatikan dalam hal ini adalah akses menuju Kawasan Curug Leuwi Jatatan dimana akses jalan yang terjal dan curam menjadi perhatian bagi civitas akademik. Berkolaborasi dengan mahasiswa Universitas Bina Bangsa berkontrubusi untuk masyarakat Desa Bantarwangi dengan membangun Hand Railing atau pagar tangan yang berbahan dasar bambu sebagai penunjang keselamatan pengunjung Curug Leuwi Jatatan menjadi tujuan pengabdian kepada masyarakat. Dengan menggunakan metode Plugin/ Bolt Connection yang merupakan sambungan batang yang saling bersilangan diharap pemanfaatan bambu ini dapat dirasakan oleh masyarakat maupun pengunjung. Semoga dengan adanya karya dari civitas akademik ini dapat bermanfaat dan menjadi bentuk karya yang alami dari alam untuk alam serta dirasakan oleh masyarakat maupun pengunjung Curug Leuwi Jatatan.
Pembangunan Mushola sebagai Sarana Pendukung Tempat Wisata Taman Goa Jetis-Jatinom, Kabupaten Klaten Fajarwati, Yuli; Suwartanti, Suwartanti; Dewata, Hendra; Nugroho, Maris Setyo; Widodo, Slamet; Batuna, Nerizza Cheryl Salma; Nugraheni, Risa
Civil Engineering for Community Development (CECD) Vol 3, No 2 (2024): Edisi Oktober 2024
Publisher : Department of Civil Engineering Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/cecd.v3i2.29312

Abstract

Desa Wisata Jetis terletak di Kelurahan Jatinom yang memiliki upacara adat bernama Yaa Qowiyyu dan diselenggarakan setiap bulan Sapar. Taman Goa Jetis berada di Kawasan Makam Ki Ageng Gribig yang menjadi tempat berkembangnya Islam di Tanah Jawa. Goa yang terletak diantara dua taman tersebut saat ini dibuka untuk umum dan digunakan sebagai tempat berziarah. Dengan dibangunnya tempat wisata ini, dibutuhkan adanya sarana pendukung salah satunya tempat ibadah. Tujuan PKM ini yaitu pembangunan Mushola sebagai sarana pendukung dari Taman Goa Jetis ini. Pembangunan Mushola ini dilakukan dengan empat tahap, yaitu melakukan analisis masalah dengan mengobservasi lokasi pembangunan Mushola, melakukan perencanaan desain berdasarkan data observasi yang didapatkan, melakukan pendataan material dari desain yang dibuat, dan melaksanakan pembangunan. Pembangunan Mushola ini dilaksanakan oleh keterlibatan masyarakat setempat dan tim PKM. Kendala yang dihadapi selama pembangunan Mushola antara lain mobilisasi material, faktor alam, pengerjaan secara manual, dan keterbatasan alat.
PEMANFAATAN POTENSI DESA MUARABARU DENGAN SOSIALISASI PEMBUATAN PAVING BLOCK DARI ABU SEKAM DI DESA MUARABARU KARAWANG Purnama, Dicki Dian
Civil Engineering for Community Development (CECD) Vol 3, No 2 (2024): Edisi Oktober 2024
Publisher : Department of Civil Engineering Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/cecd.v3i2.32052

Abstract

Berdasarkan data produksi gabah menggunakan publikasi dari Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Tenggara dan Badan Pusat Statistik Kabupaten / Kota se Sulawesi Tenggara pada tahun 2010 – 2018 menunjukan rata – rata produksi jerami 823.665 ton serta sekam padi sebesar 119.289 ton (1). Kabupaten Karawang sendiri sudah terkenal sebagai lumbung padi nasional dengan potensi limbah sekam padi yang tentu saja sangat besar. Namun limbah sekam yang banyak tersebut dapat menjadi bencana apabila ditangani dengan baik dan segera. Salah satu inovasi yang telah dilakukan adalah adanya pemanfaatan limbah sekam padi menjadi bahan tambah atau bahan pengganti agregat halus pada paving block. Desa Muarabaru merupakan desa yang berada di tepi pantai dengan mata pencaharian penduduknya mayoritas petani dan nelayan. Bertani dan melaut tentu terbatas pada musim yang terkadang tidak bersahabat. Pendapatan masyarakat seringkali menurun dan tidak ada tambahan pemasukan lainnya. Dengan adanya kegiatan pengabdian masyarakat berupa pelatihan pembuatan paving block menggunakan limbah abu sekam diharapkan dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan warga Desa Muarabaru atau pun mengurangi biaya material jika masyarakat akan membangun sebuah bangunan karena masyarakat telah mampu secara mandiri membuata paving block yang berkualitas baik. Kegiatan yang telah dilakukan hinga saat ini berupa sosialisasi pembuatan paving block kepada Masyarakat Desa. Sosilisasi dilakukan dengan memberi materi dan gambaran langsung terkait proses pembuatan paving block. Hasil dari pelaksanaan terdapat peningkatan kemampuan dan wawasan warga terkait proses pembuatan paving block.
Pemanfaatan Potensi Desa Muarabaru Dengan Sosialisasi Pembuatan Paving Block Dari Abu Sekam Di Desa Muarabaru Karawang Dian P, Dicki; Rizka S, Amalia; Amal, Bahar; Suryadi, Cahya; N, Fatma; K, Neneng; NA, Grisela; A, Tata Dyah; DAS, Olivia; Masyita, Nurani
Civil Engineering for Community Development (CECD) Vol 3, No 2 (2024): Edisi Oktober 2024
Publisher : Department of Civil Engineering Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/cecd.v3i2.32086

Abstract

Berdasarkan data produksi gabah menggunakan publikasi dari Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Tenggara dan Badan Pusat Statistik Kabupaten / Kota se Sulawesi Tenggara pada tahun 2010 – 2018 menunjukan rata – rata produksi jerami 823.665 ton serta sekam padi sebesar 119.289 ton (1). Kabupaten Karawang sendiri sudah terkenal sebagai lumbung padi nasional dengan potensi limbah sekam padi yang tentu saja sangat besar. Namun limbah sekam yang banyak tersebut dapat menjadi bencana apabila ditangani dengan baik dan segera. Salah satu inovasi yang telah dilakukan adalah adanya pemanfaatan limbah sekam padi menjadi bahan tambah atau bahan pengganti agregat halus pada paving block. Desa Muarabaru merupakan desa yang berada di tepi pantai dengan mata pencaharian penduduknya mayoritas petani dan nelayan. Bertani dan melaut tentu terbatas pada musim yang terkadang tidak bersahabat. Pendapatan masyarakat seringkali menurun dan tidak ada tambahan pemasukan lainnya. Dengan adanya kegiatan pengabdian masyarakat berupa pelatihan pembuatan paving block menggunakan limbah abu sekam diharapkan dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan warga Desa Muarabaru atau pun mengurangi biaya material jika masyarakat akan membangun sebuah bangunan karena masyarakat telah mampu secara mandiri membuata paving block yang berkualitas baik. Kegiatan yang telah dilakukan hinga saat ini berupa sosialisasi pembuatan paving block kepada Masyarakat Desa. Sosilisasi dilakukan dengan memberi materi dan gambaran langsung terkait proses pembuatan paving block. Hasil dari pelaksanaan terdapat peningkatan kemampuan dan wawasan warga terkait proses pembuatan paving block. Based on data on rice production using publications from the Central Statistics Agency of Southeast Sulawesi Province and the Central Statistics Agency of Districts / Cities throughout Southeast Sulawesi in 2010 - 2018, the average straw production was 823,665 tons and rice husks were 119,289 tons. Karawang Regency itself is already famous as a national rice barn with the potential for rice husk waste which is of course very large. However, the large amount of rice husk waste can be a disaster if handled properly and immediately. One of the innovations that has been carried out is the utilization of rice husk waste as an additional material or substitute for fine aggregate in paving blocks. Muarabaru Village is a village located on the coast with the majority of its residents as farmers and fishermen. Farming and fishing are certainly limited to seasons that are sometimes unfriendly. Community income often decreases and there is no additional income. With the community service activities in the form of training in making paving blocks using rice husk ash waste, it is hoped that it can increase the income and welfare of Muarabaru Village residents or reduce material costs if the community is going to build a building because the community has been able to independently make good quality paving blocks. Activities that have been carried out so far are in the form of socialization of paving block making to the Village Community. Socialization is carried out by providing materials and direct descriptions related to the paving block making process. The results of this implementation are an increase in the ability and insight of residents related to the paving block making process.
STANDARDISASI PROSES MANUFAKTUR UNTUK MENINGKATKAN DAYA SAING UMKM INDUSTRI GENTING PRINGSEWU LAMPUNG Juniwati Juniwati; Muhammad Suryo Panotogomo Abi Suroso; Sherin Ramadhania; Dian Fajarika; Nia Sastra Permata
Civil Engineering for Community Development (CECD) Vol 5, No 1 (2026): Edisi April 2026
Publisher : Department of Civil Engineering Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/cecd.v5i1.39696

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk merancang dan menerapkan standardisasi proses manufaktur guna meningkatkan daya saing UMKM industri genting di Kabupaten Pringsewu, Lampung. Permasalahan utama mitra terletak pada proses produksi tradisional yang sangat bergantung pada intuisi dan kondisi cuaca, sehingga menghasilkan variasi kualitas produk yang tinggi. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang diintegrasikan dengan alat manajemen kualitas SIPOC (Supplier, Input, Process, Output, Customer) dan siklus PDCA (Plan-Do-Check-Act). Hasil pengabdian menunjukkan bahwa pemetaan proses bisnis berhasil mengidentifikasi titik kritis pada tahap pengeringan dan pembakaran yang memicu cacat produk. Melalui penyusunan SOP partisipatif dan pendampingan teknis, terjadi transformasi pola kerja mitra dari sistem berbasis pengalaman individu menuju sistem operasional yang lebih terukur dan semi-terstandar. Kesimpulannya, standardisasi ini efektif meningkatkan konsistensi mutu dan kualitas manajerial UMKM. Meskipun demikian, keterbatasan infrastruktur pengeringan mekanis tetap menjadi tantangan utama. Rekomendasi ke depan difokuskan pada modernisasi teknologi produksi serta digitalisasi pelaporan mutu untuk menjamin keberlanjutan industri di masa depan.
PENGOLAHAN SAMPAH DAPUR MENJADI BAHAN BERGUNA DAN BERMANFAAT BAGI KOMUNITAS FORISKA DI KOTA CILEGON Yeyen Maryani; Wiwien Suzanti; Nurhayati Soleha; Tri Wahyudi
Civil Engineering for Community Development (CECD) Vol 5, No 1 (2026): Edisi April 2026
Publisher : Department of Civil Engineering Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/cecd.v5i1.41140

Abstract

Permasalahan sampah rumah tangga masih menjadi tantangan utama dalam pengelolaan lingkungan perkotaan di Indonesia. Sebagian besar timbulan sampah berasal dari aktivitas rumah tangga dengan dominasi sampah organik yang sebenarnya memiliki potensi untuk dimanfaatkan kembali. Namun demikian, rendahnya pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pengelolaan sampah menyebabkan sebagian besar sampah organik berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas anggota Forum Istri Pensiunan KS Grup (FORISKA) Kota Cilegon dalam mengelola sampah dapur menjadi pupuk organik cair (POC) dan kompos melalui pendekatan edukatif dan partisipatif. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 12 November 2025 di Laras Garden Resto Kota Cilegon dengan metode penyuluhan, demonstrasi, praktik langsung, dan diskusi interaktif. Materi yang diberikan meliputi konsep dasar sampah, dampak sampah terhadap lingkungan, prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle), teknik pembuatan POC, pembuatan kompos, serta penggunaan komposter rumah tangga. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai pengelolaan sampah organik serta meningkatnya keterampilan peserta dalam mempraktikkan pembuatan POC, kompos, dan perakitan komposter sederhana. Tingkat partisipasi peserta selama kegiatan berlangsung sangat tinggi yang ditunjukkan oleh keterlibatan aktif dalam diskusi maupun praktik lapangan. Kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap perubahan pola pikir masyarakat mengenai pengelolaan sampah serta berpotensi mendorong terbentuknya gerakan pengelolaan sampah berbasis komunitas di lingkungan tempat tinggal peserta. Program ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan 11, 12, dan 13 terkait kota berkelanjutan, konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, serta aksi terhadap perubahan iklim.
IDENTIFIKASI KERENTANAN ASET PUBLIK PADA KUA KECAMATAN PONTANG Ina Asha Nurjanah; Midia Rahma; Enden Mina; Rama Indera Kusuma; Woelandari Fathonah; Prastika Wahid Santoso; Soelarso Soelarso; Abdurohim Abdurohim; Safira Aprilya Putri Setyana; Muhammad Dananiri; Muhammad Bintang Rangga Permana; Raihan Naufal Hakim; Muhammad Rakha Revaldo; Robby Firman Hidayat; Didied Haryono
Civil Engineering for Community Development (CECD) Vol 5, No 1 (2026): Edisi April 2026
Publisher : Department of Civil Engineering Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/cecd.v5i1.41160

Abstract

Aset publik pada instansi pemerintah memiliki peran penting dalam menunjang pelayanan kepada masyarakat, sehingga kondisi fisik struktur bangunan perlu dipastikan dalam keadaan aman dan layak fungsi. Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pontang sebagai salah satu fasilitas pelayanan publik memerlukan identifikasi terhadap kerentanan aset, khususnya dari aspek fisik struktur bangunan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat kerentanan aset publik berdasarkan kondisi eksisting di lapangan. Metode yang digunakan meliputi tahapan persiapan melalui pelatihan enumerator, survei lapangan untuk pengumpulan data kondisi fisik bangunan, serta analisis berdasarkan hasil pengamatan visual terhadap elemen struktur. Parameter yang diamati mencakup kondisi komponen struktur seperti kolom, balok, dinding, dan atap, termasuk indikasi kerusakan seperti retak, deformasi, dan penurunan kualitas material. Hasil identifikasi menunjukkan adanya variasi tingkat kerentanan pada beberapa bagian bangunan yang dipengaruhi oleh kondisi fisik dan usia bangunan. Kegiatan ini memberikan gambaran awal mengenai kondisi fisik aset publik di KUA Kecamatan Pontang sebagai dasar informasi dalam pengelolaan aset, tanpa memberikan rekomendasi tindak lanjut.
REVITALISASI SATUAN PENDIDIKAN SEKOLAH KHUSUS DI KABUPATEN LEBAK Rindu Twidi Bethary; Dwi Esti Intari; Rifky Ujianto; Woelandari Fathonah; Mush'ab 'Abdu Asy Syahid; Subekti Subekti; Bayu Krisna Wisnulingga; Iqbal Syaichurrozi
Civil Engineering for Community Development (CECD) Vol 5, No 1 (2026): Edisi April 2026
Publisher : Department of Civil Engineering Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/cecd.v5i1.41315

Abstract

Kebijakan strategis pemerintah dalam menyamaratakan dan meningkatkan kualitas sarana prasarana pada jenjang pendidikan dasar salah satunya diwujudkan melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan pada sekolah luar biasa (SLB). Pengabdian kepada masyarakat melalui revitalisasi dengan tujuan utama memastikan bahwa revitalisasi infrastruktur SLB dilaksanakan secara tepat mutu, waktu, dan sasaran, serta mampu meningkatkan kapasitas teknis satuan pendidikan dalam mengelola pembangunan secara mandiri dan akuntabel. Kegiatan pengabdian masyarakat ini menerapkan pendekatan partisipatif dan berbasis solusi yang dilaksanakan SkhN 03 Lebak selama 6 bulan dimulai dari bulan Juli 2025 sampai dengan Desember 2025. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan kepala sekolah, survei kondisi fisik bangunan, pengukuran dimensi bangunan serta analisa kesesuaian jadwal dan anggaran biaya. Melalui kegiatan pengabdian ini perguruan tinggi diharapkan dapat memberikan pendampingan yang profesional, akuntabel, dan tepat waktu kepada satuan pendidikan penerima bantuan. Sehingga menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan layak, sehingga berkontribusi positif terhadap peningkatan mutu pendidikan.
PENDAMPINGAN REHABILITASI RUANG KELAS DAN PEMBANGUNAN TOILET PADA PROGRAM REVITALISASI SLB DI SKH AL KHAIRIYAH CILEGON Woelandari Fathonah; Rama Indera Kusuma; Enden Mina; Ina Asha Nurjanah; Prastika Wahid Santoso; Restu Wigati; Muhammad Fakhruriza Pradana; Zulmahdi Darwis; Syahdan Raihan; Mekro Permana Pinem
Civil Engineering for Community Development (CECD) Vol 5, No 1 (2026): Edisi April 2026
Publisher : Department of Civil Engineering Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/cecd.v5i1.40345

Abstract

Program revitalisasi Sekolah Luar Biasa merupakan upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan inklusif. Dalam pelaksanaannya, satuan pendidikan sering menghadapi keterbatasan dalam melakukan pengendalian mutu dan monitoring pekerjaan konstruksi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk melakukan pendampingan terhadap pelaksanaan rehabilitasi ruang kelas dan pembangunan toilet di SKh Al Khairiyah Cilegon dalam program revitalisasi SLB. Metode yang digunakan adalah observasi lapangan secara berkala, verifikasi kesesuaian pekerjaan terhadap dokumen perencanaan, serta penyusunan rekomendasi teknis. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelaksanaan pekerjaan berjalan dengan baik dan cenderung lebih cepat dibandingkan rencana. Meskipun demikian, masih ditemukan beberapa ketidaksesuaian teknis seperti pemasangan elemen aksesibilitas yang belum sesuai standar serta kualitas finishing yang belum optimal. Pendampingan yang dilakukan mampu membantu pihak sekolah dalam mengidentifikasi permasalahan serta melakukan perbaikan secara langsung.
IMPLEMENTASI PROGRAM SEKOLAH NASIONAL TERINTEGRASI MELALUI KEGIATAN VERIFIKASI DAN VALIDASI DI KABUPATEN NIAS BARAT, SUMATERA UTARA Prastika Wahid Santoso; Rama Indera Kusuma; Enden Mina; Woelandari Fathonah; Ina Asha Nurjanah; Ngakan Putu Purnaditya; Muhammad Hasbi Zuher; Baehaki Baehaki; Wiwien Suzanti; Bambang Adhi Priyambodho; Sirajuddin Sirajuddin
Civil Engineering for Community Development (CECD) Vol 5, No 1 (2026): Edisi April 2026
Publisher : Department of Civil Engineering Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/cecd.v5i1.41408

Abstract

Program Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) merupakan salah satu inisiatif strategis pemerintah pusat dalam rangka mempercepat pemerataan akses dan peningkatan mutu pendidikan di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal. Kabupaten Nias Barat menjadi salah satu calon lokasi usulan pembangunan SNT Tahun 2026 yang berlokasi di Desa Sitolubanua, Kecamatan Lahomi. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan kelayakan lokasi, kesesuaian dengan standar nasional, serta menyusun rekomendasi yang obyektif bagi pemerintah daerah dan pusat. Metode yang digunakan meliputi observasi lapangan, wawancara mendalam dengan pemangku kepentingan (Bupati, Dinas Pendidikan, kepala desa, dan tokoh masyarakat), analisis dokumen usulan, serta penilaian kesiapan lahan dan infrastruktur pendukung. Hasil verifikasi dan validasi menunjukkan bahwa lokasi di Desa Sitolubanua memiliki potensi yang cukup baik, didukung oleh komitmen pemerintah daerah yang kuat dan ketersediaan lahan yang memadai. Namun, masih diperlukan peningkatan pada aspek sarana prasarana, akses transportasi, serta ketersediaan tenaga pendidik berkualitas. Melalui implementasi verifikasi dan validasi ini, diharapkan program SNT dapat terwujud secara berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan sehingga mampu menjadi pusat pendidikan unggul yang menyatukan jenjang SD hingga SMA dalam satu kawasan terintegrasi.