cover
Contact Name
Ahmad Shulhany
Contact Email
ahmad.s@untirta.ac.id
Phone
+6285156620339
Journal Mail Official
cecd@untirta.ac.id
Editorial Address
Fakultas Teknik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Jl. Jendral Sudirman KM 03, Cilegon 42435 Telp. (0254) 376712 Fax (0254) 376712
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Civil Engineering For Community Development
ISSN : 29620163     EISSN : 29619122     DOI : http://dx.doi.org/10.36055/cecd
Core Subject : Engineering,
Civil Engineering for Community Development (CECD) publishes articles on community service and empowerment results in the fields of civil engineering, including construction engineering management, transportation engineering, structural engineering, geotechnical engineering, and water resources engineering. CECD also accepts articles in other fields related to civil engineering.
Articles 44 Documents
Konservasi vegetatif kendalikan aliran permukaan daerah resapan mata air Restu Wigati; Enden Mina; Woelandari Fathonah; Rama Indera Kusuma; Rifky Ujianto; Soelarso Soelarso; Bambang Adhi Priyambodho; Soedarsono Soedarsono; Heri Mulyono
Civil Engineering for Community Development (CECD) Vol 1, No 1 (2022): Civil Engineering for Community Development
Publisher : Department of Civil Engineering Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/cecd.v1i1.17244

Abstract

Idealnya suatu daerah yang memiliki aset serta potensi sumber air bersih berasal dari mata air perlu adanya upaya perlindungan fungsi mata air untuk tetap berkelanjutan, salah satunya dengan melakukan kegiatan konservasi vegetatif. Kegiatan konservasi vegetatif dilakukan di sekitar mata air Cinyusu di Desa Tamansari Kabupaten Serang dengan menanam 120 bibit pohon. Bibit pohon yang ditanam adalah pohon jati bongsor (Anthocephalus cadamba); pohon mahoni (Swietenia mahagoni); pohon kayumanis (Cinnamomum verum); pohon kayu ulin (Eusideroxylon zwageri); dan pohon sengon (Albizia chinensis) yang diperoleh dari Dinas Kehutanan dan Perkebunan Provinsi Banten. Metode pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) diterapkan dengan mengikutsertakan masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan serta memotivasi masyarakat luas untuk sama-sama bergerak mensosialisasikan manfaat penanaman pohon. Kegiatan konservasi vegetatif mampu menyelamatkan mata air Cinyusu dari zat berbahaya serta bakteri sehingga terpelihara kualitasnya. Memberikan dampak terhadap proses resapan air ke dalam tanah agar dapat memicu munculnya mata air baru sehingga keberadaannya selalu tersedia sepanjang waktu. Ideally, an area with assets and potential sources of clean water from springs needs to protect the function of the springs from remaining sustainable, one of which is by carrying out vegetative conservation activities. Vegetative conservation activities were carried out around the Cinyusu spring in Tamansari Village, Serang Regency, by planting 120 tree seedlings. Tree seeds planted are big teak trees (Anthocephalus cadamba); mahogany trees (Swietenia mahagoni); cinnamon trees (Cinnamomum verum); trees ironwood (Eusideroxylon zwageri); tree sengonAlbizia chinensis) obtained from the Forestry and Plantation Service of Banten Province. Approach method Asset-Based Community Development is applied by involving the community to care about the environment and motivating the wider community to move together to socialize the benefits of tree planting. Vegetative conservation activities can save Cinyusu springs from harmful substances and bacteria to maintain their quality. It impacts the process of water infiltration into the ground so that it can trigger the emergence of new springs so that their presence is always available.
Pelatihan ecobrick sebagai upaya penanganan sampah plastik di Kampung Karang Mulya, Desa Tegalwangi, Menes, Pandeglang Rama Indera Kusuma; Enden Mina; Woelandari Fathonah; Restu Wigati; Rufky Ujianto; Arief Budiman; Nabila Lita Aulia
Civil Engineering for Community Development (CECD) Vol 1, No 1 (2022): Civil Engineering for Community Development
Publisher : Department of Civil Engineering Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/cecd.v1i1.16527

Abstract

Desa Tegal Wangi merupakan wilayah yang masuk  Kecamatan Menes Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten. Daerah tersebut memiliki sentra usaha skala rumah tangga yaitu memproduksi olahan melinjo menjadi makanan ringan berupa keceprek dan emping.Efek samping dari kegiatan usah tersebut juga limbah Rumah Tangga berupa sampah organik dan anorganik salahsatunya berupa plastik. Sampah plastik sulit terurai oleh tanah butuh waktu yang sangat lama ratusan bahkan ribuan tahun. Kondisi ini mengakibatkan sampah plastik akan semakin banyak berserakan dan membahayakan makhluk hidup di Bumi. Dalam menanggulangi serta mengurangi bahaya sampah plastik data juga sampah plastik tersebut di bakar namun usaha ini menimbulkan permasalahn baru yaitu polusi udara sehingga kurang efektik oleh karena itu  diperlukan usaha agar sampah plastik menjadi lebih berguna diantaranya bisa dijadikan bahan biji plastik, ekstraksi minyak, ecobrick.Kegiatan KKM kelompok 83 Untirta salah saatunya melakukan pelatihan ecobrick kepada masyarakat Desa Tegalwangi sebagai salah satu solusi untuk menanggulangi sampah plastik, sehingga menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat yang dapat digunakan oleh masyarakat. Tegal Wangi Village is an area that belongs to Menes District, Pandeglang Regency, Banten Province. The area has a household-scale business center, namely producing processed melinjo into snacks in the form of keceprek and emping. The side effect of these business activities is also household waste in the form of organic and inorganik waste, one of which is plastik. Plastik waste is difficult to decompose by the soil, it takes a very long time, hundreds or even thousands of years. This condition causes plastik waste to be more and more scattered and endanger living things on Earth. In tackling and reducing the dangers of plastik waste, data and plastik waste are burned, but this effort creates a new problem, namely air pollution so it is less effective, therefore efforts are needed to make plastik waste more useful, including being used as material for plastik seeds, oil extraction, ecobricks. KKM group 83 Untirta is one of the times to conduct ecobrick training for the people of Tegalwangi Village as a solution to deal with plastik waste, so that it becomes something more useful that can be used by the community.
Edukasi perlindungan pantai wilayah pesisir (Pulo Panjang, Serang, Banten) Subekti Subekti; Andi Maddeppungeng; Mahmudin Mahmudin; Yusril Hadi; Ahmad Shulhany
Civil Engineering for Community Development (CECD) Vol 1, No 1 (2022): Civil Engineering for Community Development
Publisher : Department of Civil Engineering Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/cecd.v1i1.17252

Abstract

Pulo Panjang merupakan sebuah desa yang wilayahnya berupa pulau kecil yang berada di wilayah administrasi Kecamatan Pulo Ampel, Kabupaten Serang, Provinsi Banten. Berdasarkan hasil survei dengan mendatangi lokasi yang terdampak bencana pada wilayah pesisir Pulo Panjang sering terjadi bencana banjir banjir, rob (air pasang), erosi dan abrasi pantai. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah pemberdayaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana erosi dan abrasi pantai yang terjadi di wilayah Pulo Panjang. Metode digunakan dalam pengabdian masyarakat in adalah memberdayakan masyarakat dengan Edukasi Perlindungan Pantai Wilayah Pesisir (Pulo Panjang, Serang - Banten) guna membangun kesadaran masyarakat tentang potensi bencana pada pesisir Pulo Panjang dan tindakan mitigasi dapat dilakukan oleh masyarakat setempat. Kegiatan edukasi dalam 2 (dua) bentuk kegiatan yaitu sosialisasi/diskusi potensi bencana wilayah pesisir dan edukasi mitigasi bencananya dengan masyarakat Pulo Panjang dan tokoh-tokoh masyarakat. Mitigasi bencana pada erosi pantai dapat dilakukan secara alamiah (tanaman mangrove, karang, gumuk pasir) dan secara buatan (konstruksi seawall, groin, pemecah gelombang terpisah & sejajar pantai). Edukasi pada pengabdian masyarakat ini lebih difokuskan pada mitigasi bencana erosi secara alami yaitu penanaman mangrove, pencegahan pengambilan pasir pantai dan pencegahan pengambilan batu karang. Pulo Panjang is a village whose territory is a small island located in the administrative area of Pulo Ampel District, Serang Regency, Banten Province. Based on the results of a survey visiting locations affected by disasters in the coastal area of Pulo Panjang, floods often occur, floods, tidal waves, erosion, and coastal abrasion. This service activity aims to empower the community in dealing with the potential erosion and coastal abrasion that occurred in the Pulo Panjang area. The method used in this community dedication is to empower the community with Coastal Protection Education for the Coastal Area (Pulo Panjang, Serang - Banten) to build public awareness about the potential for disasters on the Pulo Panjang coast and mitigation actions can be carried out by the local community. Educational activities in 2 (two) forms of activity, namely socialization/discussion of potential disasters in coastal areas and education on disaster mitigation with the Pulo Panjang community and community leaders. Disaster mitigation of coastal erosion can be done naturally (mangroves, corals, sandbanks) and artificially (construction of seawalls, groins, and detached breakwaters & parallel to the coast). Education in community service is more focused on mitigating natural erosion disasters, namely planting mangroves, preventing beach sand taking, and preventing coral rock.
Lokasi potensial pembangkit listrik tenaga mikro hidro melalui pemberdayaan aliran Sungai Cilemer Restu Wigati; Abdurrohim Abdurrohim; Rama Indera Kusuma; Enden Mina; Woelandari Fathonah; Ngakan Putu Purnaditya; Kulsum Kulsum; Hendrian Budi Bagus Kuncoro
Civil Engineering for Community Development (CECD) Vol 1, No 1 (2022): Civil Engineering for Community Development
Publisher : Department of Civil Engineering Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/cecd.v1i1.16528

Abstract

Energi baru yang berasal dari proses alam yang memanfaatkan tenaga aliran air sebagai sumber penghasil energi hingga saat ini masih layak untuk di kembangkan. Sejalan dengan Rencana Induk Riset Nasional Tahun 2017-2045, pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH) merupakan salah satu alternatif sumber energi berkelanjutan yang mampu memenuhi kebutuhan listrik masyarakat melalui pemberdayaan aliran sungai termasuk kategori clean energy serta ramah lingkungan. Dampak positif langsung bagi masyarakat mampu menciptakan desa mandiri energi khususnya bagi desa yang termarjinalkan secara ekonomi. Melalui kegiatan pengabdian tim pengusul bersama mahasiswa dan masyarakat yang berada di aliran Sungai Cilemer melaksanakan kegiatan studi awal penentuan lokasi potensial pengembangan PLTMH meliputi tahapan survei lapangan. Hasil survei dan observasi lapangan diperoleh 3 (tiga) lokasi potensial untuk dikembangkan PLTMH dimana alirannya berasal dari saluran induk Bendung Pasir Eurih Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten. New energy originating from natural processes that utilize the power of the flow of water as a source of energy is still feasible to be developed. In line with the National Research Master Plan for 2017-2045, micro hydropower plants (MHP) are an alternative source of sustainable energy that can meet the electricity needs of the community through empowering river flows, including the category of clean energy and environmentally friendly. The direct positive impact for the community is to be able to create energy-independent villages, especially for economically marginalized villages. Through community service activities, the proposer team along with students and the community in the Cilemer River carried out initial study activities to determine the potential location for the development of MHP including the field survey stage. The results of the survey and field observations obtained 3 (three) potential locations for MHP development where the flow comes from the main channel of Pasir Eurih Weir, Pandeglang Regency, Banten Province.
Pembangunan MCK komunal di Desa Bantarwangi Kecamatan Cinangka Kabupaten Serang Woelandari Fathonah; Enden Mina; Rama Indera Kusuma; Restu Wigati; Soelarso Soelarso; Shandi Irfani Sasmita; Hendrian Budi Bagus Kuncoro; Dwi Novi Setiawati
Civil Engineering for Community Development (CECD) Vol 1, No 1 (2022): Civil Engineering for Community Development
Publisher : Department of Civil Engineering Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/cecd.v1i1.17253

Abstract

Desa Bantarwangi merupakan salah satu desa di Kecamatan Cinangka Kabupaten Serang, Provinsi Banten. Ketersediaan MCK di Desa Bantarwangi belum memenuhi kebutuhan setiap warganya. Keberadaan MCK komunal di Desa Bantarwangi sangat dibutuhkan karena sebagian warga belum memiliki MCK pribadi. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah membangun dua unit MCK komunal bagi warga desa Bantarwangi. Kegiatan ini terdiri dari tahap persiapan, pemilihan lokasi MCK, pelaksanaan dan evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan pengabdian ini adalah terbangunnya 2 unit MCK komunal yang dibangun sesuai dengan standar SNI. Diharapkan keberadaan MCK komunal ini dapat meningkatkan kesehatan lingkungan sekitar dan mendorong setiap warga desa untuk hidup sehat. Bantarwangi Village is one of the villages in Cinangka District, Serang Regency, Banten Province. The availability of MCK in Bantarwangi Village has not met the needs of every citizen. The existence of communal MCK in Bantarwangi Village is very much needed because some residents do not yet have private MCK. The purpose of this service activity is to build dua communal MCK units for residents of Bantarwangi village. This activity consists of the preparation stage, selection of MCK locations, implementation, and evaluation of activities. This service activity results in the construction of 2 communal MCK units built according to SNI standards. It is hoped that the existence of this communal MCK can improve the health of the surrounding environment and encourage every villager to live a healthy life.
Penanaman pohon mangrove sebagai mitigasi bencana abrasi di Pantai Cihasem, Desa Sawarna, Kabupaten Lebak Rindu Twidi Bethary; Moch Rizki M; Angga Saputra; Widya Nurhafidah; Mutiara Ramadhani; Intan Juwita; Maldini Maldini; Gina Chairunnisa; Indah Fajar Puspaningrum; Latifah Musyahidah; Syadadul Iqom
Civil Engineering for Community Development (CECD) Vol 1, No 1 (2022): Civil Engineering for Community Development
Publisher : Department of Civil Engineering Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/cecd.v1i1.16518

Abstract

Desa Sawarna dikenal sebagai salah satu dari desa wisata yang berada di Kecamatan Bayah. Letaknya yang berada di sepanjang pantai menjadikan Sawarna memiliki bentang alamnya yang indah. Seiring dengan kegiatan pengembangan pariwisata, terjadi resiko pengikisan daerah pesisir pantai sehingga dapat mengakibatkan abrasi dan erosi. Kegiatan ini bertujuan sebagai upaya melakukan mitigasi bencana secara struktural dengan melakukan penanaman mangrove di Pantai Sawarna Desa Sawarna sebanyak 500 bibit pohon mangrove. Kegiatan ini merupakan salah satu program pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa Universitas Sultan Ageng Tirtayasa dan bekerjasama dengan pemerintah setempat melalui karang taruna Desa Sawarna. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah menumbuhkan komitmen masyarakat Desa Sawarna untuk selalu menjaga lingkungan melalui pelestarian pantai dan alamnya. Sawarna village is one of the tourist villages in the Bayah District. Its location along the coast gives Sawarna a beautiful landscape. Along with tourism development activities, there is a risk of erosion of the coastal area, which can cause abrasion and corrosion. This activity aims as an effort to mitigate structural disasters by planting mangroves on Sawarna Beach, Sawarna Village, with as many as 500 mangrove tree seedlings. This activity is one of the community service programs carried out by students of the University of Sultan Ageng Tirtayasa in collaboration with the local government through the youth organization of Sawarna Village. The purpose of this service activity is to foster the commitment of the people of Sawarna Village to always protect the environment by preserving the beach and nature.
Program perwujudan infrastruktur desa melalui pembuatan bak penampungan air bersih di Desa Pasirwaru, Kab. Serang, Banten Enden Mina; Restu Wigati; Rama Indera Kusuma; Woelandari Fathonah; Agustia Tridasa; Raihan Afif Sukmana
Civil Engineering for Community Development (CECD) Vol 1, No 1 (2022): Civil Engineering for Community Development
Publisher : Department of Civil Engineering Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/cecd.v1i1.17332

Abstract

Kegiatan anak sipil bangun desa (ASBES) menjadi salah satu kegiatan Himpunan Mahasiswa Sipil (HMS) Untirta untuk mewujudkan kepedulian terhadap masyarakat desa. Kegiatan kali ini dilaksanakan di Desa Pasirwaru Kab Serang Banten, dimana permasalahan yang ada di desa tersebut kurangnya ketersediaan air bersih untuk pemakaian sehari-hari penduduk desa. Pembuatan Bak penampung air bersih dari Beton dilakukan sebagai upaya pembantuan dalam memecahkan masalah kurangnya ketersediaan air bersih. Bak penampung dirancang berdasarkan kebutuhan masyarakat desa.Anak sipil bangun desa (ASBES) activity is one of the Untirta Civil Student Association (HMS) activities to realize concern for the village community. This activity was carried out in Pasirwaru Village, Serang Regency, Banten, where the problem was the lack of clean water availability for the daily use of the villagers. Making clean water reservoirs from concrete is carried out to assist in solving the problem of the lack of clean water availability. The reservoir is designed based on the needs of the village community.
Pembuatan MCK umum untuk warga Desa Pasirwaru, Kabupaten Serang dalam upaya meningkatkan lingkungan yang sehat Woelandari Fathonah; Rama Indera Kusuma; Enden Mina; Restu Wigati; Zulmahdi Darwis; Jenfatika Chandra; Hendrian Budi Bagus Kuncoro
Civil Engineering for Community Development (CECD) Vol 1, No 1 (2022): Civil Engineering for Community Development
Publisher : Department of Civil Engineering Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/cecd.v1i1.16447

Abstract

Pasirwaru adalah salah satu desa di Kecamatan Mancak dengan jumlah penduduk 2.543 jiwa. Seiring dengan pertumbuhan penduduk yang meningkat dan faktor ekonomi di Desa Pasirwaru menyebabkan minimnya kemampuan tiap kepala keluarga untuk memiliki fasilitas mandi, cuci, dan kakus (MCK) yang memenuhi standar. Kegiatan ini bertujuan untuk membuat MCK umum sebanyak dua buah yang dapat digunakan dan dimanfaatkan oleh warga Desa Pasirwaru yang belum memiliki MCK yang layak. Kegiatan ini merupakan program kegiatan ASBES (anak sipil bangun desa). Tujuan jangka panjang kegiatan ini adalah menumbuhkan kesadaran warga Desa Pasirwaru untuk menjaga kesehatan lingkungan dan menyosialisasikan pola hidup sehat di desa.  Pasirwaru is one of the villages in the Mancak District, with a population of 2,543 people. Along with increasing population growth and economic factors in Pasirwaru Village, the ability of each family head to have a toilet that meets the standards is minimal. This activity aims to make two public bathing, washing, and toilet facilities (MCK) that can be used and utilized by residents of Pasirwaru Village who do not yet have proper MCK. This activity is an ASBES (anak sipil bagun desa) program. The long-term goal of this activity is to raise awareness of the residents of Pasirwaru Village to maintain environmental health and promote healthy lifestyles in the village.
Edukasi masyarakat dalam upaya menciptakan lingkungan rumah yang sehat dan asri melalui konsep pemasangan vertical garden bangunan hunian Dwi Esti Intari; Rifky Ujianto; Nuniek Hermita; Rindu Twidi Bethary; Ngakan Putu Purnaditya
Civil Engineering for Community Development (CECD) Vol 1, No 1 (2022): Civil Engineering for Community Development
Publisher : Department of Civil Engineering Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/cecd.v1i1.16526

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk dan pembangunan fisik di Kota Serang menimbulkan tantangan bagi pemerintah, salah satunya adalah pengembangan ruang terbuka hijau (RTH). Tujuan utama pengembangan RTH yaitu menyediakan udara yang bersih, menampung air hujan, serta menjadikan kota lebih estetik, asri, dan rapi sehingga masyarakat memiliki tempat terbuka yang nyaman dan sehat. Namun, lahan untuk pengembangan ruang-ruang terbuka hijau semakin sedikit. Salah satu alternatif yang dapat digunakan untuk menerapkan infrastruktur hijau adalah vertical garden. Selain itu, konsep infrastruktur hijau pada bangunan dapat dicapai dari berbagai aspek, diantaranya memanfaatkan sinar matahari, arah angin, dan vegetasi. Penggunaan vertical garden dapat menjadi solusi sebagai upaya menciptakan lingkungan rumah yang sehat dan asri. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian meliputi pemberian pemahaman dengan sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan terkait tentang pembuatan vertical garden di bangunan hunian. Tujuan utama dari sosialisasi ini adalah menciptakan lingkungan rumah yang sehat dan asri. Kegiatan ini dilakukan di kawasan perumahan Persada Banten Kelurahan Teritih Kecamatan Walantaka. Hasil dari kegiatan ini diharapkan dapat memberi pengetahuan dan pemahaman masyarakat mengenai vertical garden pada bangunan hunian. The increase in population and physical development in Serang City poses challenges for the government, one of which is the development of green open spaces (RTH). The main objectives of developing green open spaces are to provide clean air, collect rainwater, and make the city more aesthetic, beautiful, and neat so that people have comfortable and healthy open spaces. However, there is less and less land for the development of green open spaces. Vertical gardens are one of the alternatives used to implement green infrastructure. In addition, the concept of green infrastructure in buildings requires various aspects, including sunlight, wind direction, and vegetation. The use of Vertical Gardens can be a solution to create a healthy and beautiful home environment. The method of implementing service activities includes providing an understanding through socialization, training, and related assistance about making vertical gardens in residential buildings. The primary purpose of this socialization is to create a healthy and beautiful home environment. This service activity was carried out with a socialization approach and was carried out in the housing area of Persada Banten, Teritih Village, Walantaka District. The results of this activity are expected to provide knowledge and understanding of the community about vertical gardens in residential buildings.
Pengetahuan dan kesadaran kaum wanita pesisir Desa Lontar Tirtayasa tentang perlindungan pantai melalui konservasi mangrove Rifqiawati, Ika; Wahyuni, Indria; Ratnasari, Dwi; Mahrawi, Mahrawi; Gumanti, Rani Mahadika; Anilah, Nur Gina; Buana, Nur Gilang; Hamid, Abdul
Civil Engineering for Community Development (CECD) Vol 2, No 1 (2023): Edisi April 2023
Publisher : Department of Civil Engineering Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/cecd.v2i1.17512

Abstract

Hutan mangrove merupakan hutan tipe tropika yang biasanya ada di sepanjang pantai atau muara sungai dan dipengaruhi oleh pasang surut dari air laut. Mangrove biasanya tumbuh di pantai-pantai yang terlindung, teluk yang dangkal, delta, ataupun estuaria. Mangrove berperan penting dalam berbagai aspek kehidupan, misalnya aspek fisik, aspek ekonomi, dan aspek ekologis. Secara ekologis, konservasi mangrove sangat penting untuk dilakukan sebagai upaya perlindungan pantai di Kawasan Desa Lontar Tirtayasa. Kegiatan pengabdian memiliki tujuan utama yaitu mendapatkan data mengenai pengetahuan dan kesadaran wanita pesisir terhadap perlindungan pantai melalui konservasi mangrove. Kegiatan ini dilakukan menggunakan pendekatan survei analitik (eksplanatif). Kegitan ini menggunakan kuesioner sebagai instrumen pengumpulan data. Pengumpulan data dilakukan untuk mendapatkan informasi mengenai banyak responden yang representatif terhadap populasi wanita pesisir di Desa Lontar. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa 88,8% wanita pesisir memiliki pemahaman mengenai konservasi mangrove untuk perlindungan pantai. Hal kuesioner tersebut menunjukkan bahwa kebanyakan wanita di Kawasan Desa Lontar Tirtayasa memahami upaya perlindungan pantai melalui konservasi mangrove. Mangrove forest is a tropical type forest that usually exists along the coast or river mouths and is affected by tides from seawater. Mangroves usually grow on protected beaches, shallow bays, deltas, or estuaries. Mangroves play an important role in various aspects of life, for example, physical, economic, and ecological aspects. Ecologically, mangrove conservation is vital to do as an effort to protect the coast in the Lontar Tirtayasa Village Area. Community service activities aim to obtain data regarding the knowledge and awareness of coastal women regarding coastal protection through mangrove conservation. This activity used an analytical (explanative) survey research approach. This study uses a questionnaire as a data collection instrument. Data were collected to determine the number of respondents representing the coastal female population in Lontar Village. The results of this activity indicate that 88.8% of coastal women understand mangrove conservation for coastal protection. The questionnaire shows that most Lontar Tirtayasa Village Area women understand coastal protection efforts through mangrove conservation.