cover
Contact Name
Ahmad Shulhany
Contact Email
ahmad.s@untirta.ac.id
Phone
+6285156620339
Journal Mail Official
cecd@untirta.ac.id
Editorial Address
Fakultas Teknik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Jl. Jendral Sudirman KM 03, Cilegon 42435 Telp. (0254) 376712 Fax (0254) 376712
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Civil Engineering For Community Development
ISSN : 29620163     EISSN : 29619122     DOI : http://dx.doi.org/10.36055/cecd
Core Subject : Engineering,
Civil Engineering for Community Development (CECD) publishes articles on community service and empowerment results in the fields of civil engineering, including construction engineering management, transportation engineering, structural engineering, geotechnical engineering, and water resources engineering. CECD also accepts articles in other fields related to civil engineering.
Articles 44 Documents
Penanaman bambu pada tebing Sungai Batang Guo untuk mitigasi banjir Zufrimar, Zufrimar; Zainal, Edwina; Risayanti, Risayanti; Veronika, Veronika
Civil Engineering for Community Development (CECD) Vol 2, No 1 (2023): Edisi April 2023
Publisher : Department of Civil Engineering Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/cecd.v2i1.19688

Abstract

Forum DAS Kota Padang menemukan adanya kerusakan di lima DAS di Kota Padang. Salah satu kerusakan ada pada DAS Batang Kuranji yang berisi aliran sungai Batang Guo. Sungai Batang Guo merupakan anak sungai Batang Kuranji yang airnya dimanfaatkan sebagai air baku, pembangkit listrik mikro hidro, dan irigasi. Kerusakan disebabkan oleh kerusakan hutan di bagian hulu sehingga mempercepat kerusakan DAS di bagian hilir. Berdasarkan temuan tersebut perlunya edukasi kepada masyarakat tentang konservasi air dengan melestarikan sumber daya air sungai berupa kegiatan menjaga kondisi tebing sungai. Hal ini dilakukan dengan memberdayakan masyarakat sekitar wilayah sungai dalam bentuk penanaman bambu di sepanjang tebing Batang Guo. Beberapa kegiatan yang dilakukan sebelum penanaman adalah kegiatan penyuluhan dan kegiatan pembibitan dan penanaman. Rangkaian kegiatan pemberdayaan yang dilakukan kepada masyarakat wilayah hulu sungai Batang Guo telah menambah pengetahuan penduduk dalam hal budidaya bambu, konservasi air, dan peluang bisnis terhadap keberadaan bambu tersebut. The Padang City River Basin Forum (RB) found damage to five RBs in Padang City. One of the damages was on the Batang Kuranji RB, which contains the Batang Guo River. The Batang Guo River is a tributary of the Batang Kuranji River, whose water is used as raw water, micro-hydro power plants, and irrigation. The damage is caused by damage to the forest in the upstream area, thus accelerating the damage to the RB downstream. Based on these findings, educating the public about water conservation is necessary by conserving river water resources to maintain riverbank conditions. Conservation efforts are carried out by empowering communities around the river by planting bamboo along the Batang Guo cliffs. Some activities carried out before planting were extension and nursery and planting activities. The series of empowerment activities carried out for the people of the upper reaches of the Batang Guo River have increased the knowledge of the residents in terms of bamboo cultivation, water conservation, and business opportunities regarding the existence of this bamboo.
Peningkatan keamanan dengan pemasangan pagar menggunakan penyangga aman pada masjid di Kota Depok Sucipta, I Ketut; Sutjahjo, Kusumo Dradjat; Sutantiningrum, Kartika Hapsari; Safri, Safri; Sari, Rizki Yunita
Civil Engineering for Community Development (CECD) Vol 2, No 1 (2023): Edisi April 2023
Publisher : Department of Civil Engineering Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/cecd.v2i1.18116

Abstract

Minimnya dana pembangunan masjid menyebabkan pembangunan masjid belum selesai sehingga masih terdapat beberapa sisi yang belum memiliki pagar yang menyebabkan kurang aman dan nyamannya masyarakat dalam beribadah di Kecamatan Cipayung Kota Depok. Untuk mengatasi persoalan tersebut kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini bertujuan melakukan peningkatan keamanan dengan pemasangan pagar menggunakan penyangga aman pada masjid. Aplikasi ilmu pengetahuan, teknologi, dan sains (Ipteks) dalam kegiatan pengabdian ini adalah inovasi pada pemasangan pagar yang menggunakan penyangga untuk mempertahankan kekokohan pagar terutama saat adanya terpaan angin kencang. Kegiatan PKM dilakukan dengan menggunakan metode diskusi dan ceramah untuk menghasilkan desain, rencana anggaran biaya (RAB), serta urutan tahapan pelaksanaan pembangunan, selanjutnya menggunakan metode praktek saat proses pembangunan dengan pendampingan teknis oleh tim PKM. Hasil dari kegiatan ini adalah terpasangnya pagar penyangga yang aman serta mitra memiliki keterampilan dan tambahan pengetahuan dalam membangun pagar penyangga yang aman.The lack of funds has caused the construction of the mosque to have not been completed because some sides still do not have a fence, making it unsafe and uncomfortable for people who worship at the mosque in Cipayung District, Depok City. To solve this problem, the community service activity aims to improve security by installing a fence using safe support for the mosque. The innovation of the science, technology, and science application in this activity is installing fences that use supports to maintain the fence's strength, especially when there is heavy wind. Community service activities are carried out using discussion and lecture methods to produce designs, budget plans, and the sequence of stages of development implementation, then use practical methods during the development process with technical assistance from the community service activity team. The result of this activity is the installation of the fence with safe support, and also, the partners will have the skills and additional knowledge on how to build a fence with safe support.
Evaluation of environmental engineering and hydrology architecture of employee's flood resistance at PT XYZ, in a Peatland area Pratama, Aldi Adi; Chirzun, Ahmad
Civil Engineering for Community Development (CECD) Vol 2, No 1 (2023): Edisi April 2023
Publisher : Department of Civil Engineering Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/cecd.v2i1.19726

Abstract

Occupancy comfort is an essential factor for the owner. A critical aspect of occupancy is good housing resilience from various elements, from risk management in dealing with natural disasters and maintenance functions, such as the potential for flooding in areas prone to overflow. PT XYZ is a palm oil industry in western Indonesia with employee housing with a high potential for flooding because it is close to a waste treatment site and a river flow. Therefore, the owner of the company has plans to rebuild new housing. The process of building flood-resistant houses must be carried out so as not to cause more significant losses. This paper aims to provide an evaluation to the community, especially company stakeholders, to prioritize the analysis of potential flood risks before building multi-story residential structures in new housing. Observations using the hand drill approach showed that the soil element of 3.63 g/cm3 peat experienced an increase in water content from 120% (1991) to 230% (2023). Stabilizing the red bricks that had been smoothed at the start of the construction were declared lost, making it prone to flooding and difficult to construct new residential buildings. The hydrological technique with eight experiments shows that the higher the number of gaps that occur, the higher the inundation around settlements, with a function of y = 0.2x – 0.01 and R² = 0.9767. Kenyamanan hunian merupakan faktor yang sangat penting bagi pemiliknya. Salah satu aspek yang perlu ada adalah memiliki ketahanan yang baik dari berbagai sisi, baik dari aspek manajemen risiko dalam menghadapi bencana alam maupun fungsi pemeliharaan, seperti potensi banjir di suatu kawasan rawan luapan. PT XYZ merupakan industri kelapa sawit di wilayah Indonesia bagian barat memiliki perumahan karyawan yang memiliki potensi banjir yang tinggi, karena letaknya yang dekat dengan tempat pengolahan limbah, dan aliran sungai. Oleh karena itu, pemilik perusahaan memiliki rencana untuk membangun kembali perumahan baru. Proses pembangunan perumahan yang tahan banjir harus dilakukan agar tidak menimbulkan kerugian yang lebih besar. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk memberikan evaluasi kepada masyarakat khususnya stakeholder perusahaan agar mengutamakan analisis potensi resiko banjir sebelum membangun struktur hunian bertingkat di perumahan yang baru. Hasil pengamatan dengan pendekatan bor tangan menunjukkan bahwa unsur tanah gambut sebesar 3,63 gr/cm3 mengalami peningkatan kadar air dari 120% (1991) menjadi 230% (2023). Stabilisasi batu bata merah yang dihaluskan pada awal konstruksi dinyatakan hilang, sehingga rentan terhadap banjir dan sulit untuk membangun konstruksi tempat tinggal baru. Teknik hidrologi dengan 8 kali percobaan, menunjukkan bahwa semakin tinggi jumlah celah yang terjadi maka semakin tinggi genangan di sekitar hunian, dengan fungsi y = 0,2x – 0.01 dan R² = 0,9767.
Pendampingan pemasangan penerangan jalan umum tenaga surya (PJUTS) di Desa Panenjoan Kabupaten Serang Fathonah, Woelandari; Mina, Enden; Wigati, Restu; Kusuma, Rama Indera; Aditya, Muhamad Rafly; Purnama, Dicki Dian; Setiawati, Dwi Novi
Civil Engineering for Community Development (CECD) Vol 2, No 1 (2023): Edisi April 2023
Publisher : Department of Civil Engineering Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/cecd.v2i1.19498

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pendampingan kepada masyarakat Desa Panenjoan terkait pengadaan fasilitas penerangan jalan umum tenaga surya (PJUTS). Hal ini dikarenakan penerangan jalan di desa ini masih sangat minim sehingga dapat berpotensi terjadinya kecelakaan dan tindakan kriminal pada malam hari. Tahapan kegiatan terdiri dari tahap persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil kegiatan ini adalah pelaksanaan pemasangan lampu penerangan berjalan dengan baik sesuai dengan rencana dan mendapat respon sangat baik dari masyarakat. Tindak lanjut dari kegiatan yaitu masyarakat diharapkan memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan merawat lampu yang sudah dipasang sedangkan untuk pihak perangkat desa melakukan pemantauan secara rutin melalui RT/RW setempat agar meminimalisir terjadinya kehilangan atau kerusakan pada lampu penerangan. This service activity aims to assist the people of Panenjoan Village in procuring solar public street lighting facilities. Minimal street lighting has the potential for accidents and criminal acts at night. The stages of the activity consist of the preparation, implementation, and evaluation stages. This activity resulted in the lighting installation going well according to plan and received an excellent response from the community. As a follow-up to the activity, the community is expected to have the responsibility to look after and care for the lights that have been installed. At the same time, village officials monitor through the local RT/RW to minimize loss or damage to lighting lamps.
Sosialisasi hunian sehat pada masa pandemi Covid-19 Shulhany, Ahmad; Linggadhellya Dyva, Neisya; Amalia, Nida; Khoirunisa, Nina; Nur Septi, Tasya; Febri Nur Hemiyani, Arum; Rafi, Muhammad; Akbar, Ali; Ikhsan, Fajri; Agusutrisno, Agusutrisno; Ahendyarti, Ceri
Civil Engineering for Community Development (CECD) Vol 2, No 1 (2023): Edisi April 2023
Publisher : Department of Civil Engineering Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/cecd.v2i1.19774

Abstract

Pada masa pandemi Covid-19, pemberlakuan pembatasan kegiatan fisik di luar rumah dilakukan oleh pemerintah. Kebijakan tersebut merupakan upaya yang dilakukan untuk mencegah terjadinya penyebaran virus Covid-19 yang lebih luas. Pembatasan tersebut menyebabkan kegiatan masyarakat di luar rumah harus dibatasi. Hampir semua kegiatan di masa pandemi harus dilakukan di dalam rumah, sehingga kebersihan dan kesehatan di dalam rumah mesti diperhatikan. Namun, belum banyak masyarakat yang mengetahui bagaimana caranya membuat hunian menjadi bersih, sehat, dan terbebas dari Covid-19. Beberapa kegiatan sosialisasi yang dilakukan yaitu pembuatan spanduk informasi, mengenalkan vaksinasi, pembagian masker dan hand sanitizer gratis, serta penyemprotan disinfektan di lingkungan rumah warga. Tempat dilakukannya sosialisasi yaitu di Desa Paninggilan Utara, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang. Harapan terbesar dari kegiatan ini yaitu masyarakat dapat melanjutkan kebiasaan baik yang telah diperkenalkan agar menciptakan hunian yang sehat sehingga masyarakat tetap produktif melakukan berbagai kegiatan di dalam rumah namun tetap aman dari Covid-19. During the Covid-19 pandemic, the government imposed restrictions on physical activities outside the home. This policy is an effort to prevent the broader spread of the Covid-19 virus. These restrictions cause people's activities outside the home to be limited. Almost all activities during a pandemic must be carried out at home, so cleanliness and health in the house must be considered. However, only a few people know how to make their homes clean, healthy, and free from Covid-19. Some socialization activities included making information banners, introducing vaccinations, distributing free masks and hand sanitizers, and spraying disinfectants around residents' homes. The place where the socialization was carried out was in Paninggilan Utara Village, Ciledug District, Tangerang City. The primary purpose of this activity is that the community can continue the good habits introduced to create healthy housing so that people can remain productive in carrying out various activities at home while remaining safe from Covid-19.
Potensi sumber mata air sebagai alternatif penyediaan air bersih pedesaan Wigati, Restu; Fathonah, Woelandari; Ruyani, Nyi Raden; Priyambodho, Bambang Adhi; Pinem, Mekro Permana; Abdurohim, Abdurohim; Budiman, Arief; Syahid, Mush'ab Abdu Asy
Civil Engineering for Community Development (CECD) Vol 2, No 1 (2023): Edisi April 2023
Publisher : Department of Civil Engineering Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/cecd.v2i1.19521

Abstract

Tersedianya air bersih bagi masyarakat khususnya wilayah pedesaan mampu mendorong masyarakat lebih kreatif, produktif, serta meningkatkan perekonomian desa. Prasarana air bersih belum sepenuhnya dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat yang tinggal di Desa Tejamari, Kabupaten Serang. Akses penyediaan air bersih yang berpihak dan terjangkau khususnya bagi masyarakat dengan ekonomi rendah yang masih terbatas menggerakkan tim untuk melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat untuk bersama-sama mencari solusi permasalahan. Kegiatan ini merupakan studi awal program perwujudan infrastruktur desa dengan menemukan alternatif sumber air bersih. Berdasarkan aset serta potensi yang dimiliki desa setempat dan metode pendekatan asset-based community development, survei potensi dilakukan dengan objeknya yaitu Mata Air Cibojong. Berdasarkan hasil survei awal, diperoleh data debit sebesar 0,34 liter/detik. Data tersebut digunakan sebagai dasar dalam merencanakan sistem jaringan air bersih berupa bangunan penangkap mata air (PMA) dengan kapasitas tampung 5 m3 dan dua unit hidran umum (HU) komunal yang mampu menyuplai kebutuhan air bersih secara kontinu berkapasitas 60 liter/orang/hari untuk kebutuhan 30-60 kepala keluarga dengan teknik gravitasi. The availability of clean water for the community, especially in rural areas, can encourage people to be more creative and productive and improve the village economy. Clean water infrastructure has yet to be fully utilized by the people living in Tejamari Village, Serang Regency. Access to an impartial and affordable clean water supply, especially for people with a low economy, which is still limited, motivates the team to carry out community service activities to find solutions to problems together. This activity is an initial study of the village infrastructure embodiment program by finding alternative clean water sources. Based on the assets and potential of the local village and the asset-based community development approach, a potential survey was conducted with the object, namely the Cibojong Springs. Based on the initial survey results, discharge data of 0.34 liters/second was obtained. This data is used as the basis for planning a clean water network system in the form of a spring catchment building (SCB) with a capacity of 5 m3 and two communal public hydrant units (HU) that are capable of supplying clean water continuously with a capacity of 60 liters/person/day. 30-60 heads of families with gravity technique.
Focus group discussion perencanaan drainase jalan perkotaan sebagai upaya evaluasi rekonstruksi pasca bencana Bethary, Rindu Twidi; Wiryadinata, Romy; Intari, Dwi Esti; Purnaditya, Ngakan Putu; Asyiah, Siti; Budiman, Arief
Civil Engineering for Community Development (CECD) Vol 2, No 1 (2023): Edisi April 2023
Publisher : Department of Civil Engineering Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/cecd.v2i1.19597

Abstract

Banjir dan genangan air merupakan salah satu  permasalahan di kawasan perkotaan dimana Kota Cilegon memiliki resiko tinggi terhadap berbagai kemungkinan bencana salah satunya adalah bencana banjir. Risiko bencana dapat diminimalisir jika dilakukan kajian atau evaluasi rekonstruksi pasca bencana, sehingga untuk menunjang hal tersebut diperlukan partisipasi masyarakat dengan kegiatan focus group discussion (FGD) yang diselenggarakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cilegon. Pelaksanaan FGD yang digunakan adalah pemaparan dari narasumber terkait perencanaan drainase jalan kemudian dilanjutkan dengan diskusi secara langsung yang dipandu oleh moderator. Kegiatan FGD ini melibatkan instansi pemerintah tingkat kelurahan dan kecamatan, pemerintah daerah dan stakeholder. Hasil dari kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan warga tentang sistem drainase pada infrastruktur jalan. Penataan saluran drainase pada infrastruktur jalan diperlukan kesadaran dari masyarakat untuk menjadikan saluran drainase dapat berfungsi sebagaimana peruntukannya dan dilakukan pemeliharaan rutin dan berkala oleh pemerintah daerah. Tindak lanjut dari kegiatan FGD ini adalah seluruh aspirasi dari peserta akan ditampung dan dijadikan evaluasi bagi pemerintah daerah untuk dianalisis dan ditindaklanjuti. Floods and waterlogging are the problems in urban areas where Cilegon City has a high risk of various possible disasters, including floods. Disaster risk can be minimized by conducting a post-disaster reconstruction study or evaluation. This study requires community participation in focus group discussion (FGD) activities organized by the Cilegon City Regional Disaster Management Agency (BPBD). The implementation of the FGD used was presentations from resource persons regarding road drainage planning followed by a moderator's direct discussions. This FGD activity involved village and sub-district government agencies, local government, and stakeholders. The results of this community service activity are expected to increase residents' knowledge about drainage systems in road infrastructure. Arrangement of drainage channels on road infrastructure requires awareness from the community to make drainage channels function as intended and carry out routine and periodic maintenance by the local government. As a follow-up to this FGD activity, all aspirations from participants will be accommodated and used as an evaluation for the regional government to be analyzed and followed up.
Penyuluhan penanggulangan Covid dan vaksinasi pada anak Shulhany, Ahmad; Khoirunisa, Nina; Septi, Tasya Nur; Hemiyani, Arum Febri Nur; Rafi, Muhammad; Akbar, Ali; Dyva, Neisya Linggadhellya; Amalia, Nida; Ikhsan, Fajri; Ahendyarti, Ceri
Civil Engineering for Community Development (CECD) Vol 2, No 2 (2023): EDISI OKTOBER 2023
Publisher : Department of Civil Engineering Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/cecd.v2i2.22296

Abstract

Artikel ini membahas kegiatan penyuluhan yang dilaksanakan di Desa Paninggilan Utara, Kota Tangerang, dengan fokus pada penanggulangan COVID-19 dan promosi vaksinasi anak. Penyuluhan dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang langkah-langkah pencegahan COVID-19 dan pentingnya vaksinasi pada anak. Metode penyuluhan mencakup penyuluhan berupa penyampaian informasi secara interaktif, melibatkan pihak ahli kesehatan, dan memanfaatkan media komunikasi yang relevan dengan masyarakat desa. Hasil kegiatan ini menunjukkan peningkatan kesadaran masyarakat mengenai protokol kesehatan COVID-19 dan manfaat vaksinasi anak. Artikel ini juga menyoroti tantangan yang dihadapi selama penyuluhan, seperti kepercayaan masyarakat terhadap vaksin dan upaya penanggulangan rumor yang mungkin muncul. Oleh karena itu, artikel ini memberikan rekomendasi untuk perbaikan lebih lanjut dalam implementasi kegiatan penyuluhan serupa di tingkat desa, dengan harapan dapat memberikan kontribusi positif terhadap penanganan pandemi dan peningkatan tingkat vaksinasi pada anak. This article discusses outreach activities in Paninggilan Utara Village, Tangerang City, focusing on overcoming COVID-19 and promoting child vaccination. The outreach was carried out to increase public understanding about steps to prevent COVID-19 and the importance of vaccinating children. Counseling methods include outreach by delivering information interactively, involving health experts, and utilizing communication media relevant to village communities. The results of this activity show an increase in public awareness regarding the COVID-19 health protocol and the benefits of child vaccination. This article also highlights the challenges faced during education, such as public trust in vaccines and efforts to overcome rumors that may arise. Therefore, this article recommends further improvements in implementing similar outreach activities at the village level, hoping to positively contribute to handling the pandemic and increasing vaccination rates in children.
Sosialisasi pengetahuan kasus perundungan (bullying) pada anak sekolah dasar di Desa Cibuah Kusuma, Rama Indera; Mina, Enden; Fathonah, Woelandari; Wigati, Restu; Ujianto, Rifky; Abdurrohim, Abdurrohim; Aditya, Zulfan
Civil Engineering for Community Development (CECD) Vol 2, No 2 (2023): EDISI OKTOBER 2023
Publisher : Department of Civil Engineering Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/cecd.v2i2.21822

Abstract

Desa Cibuah berada di Kecamatan Warunggunung Kabupaten Lebak Provinsi Banten. Mata pencaharian penduduknya sebagian besar bergerak dalam sektor pertanian, perikanan, dan peternakan. Kegiatan Pendidikan yang ada di Desa Cibuah yaitu kelompok bermain (playgroup), TK, SD, SMP, dan SMA. Salah satu fenomena interaksi antar siswa di sekolah yang kadang dianggap lumrah oleh hampir seluruh manajemen sekolah ataupun masyarakat yaitu perundungan. Padahal, perundungan merupakan tindakan destruktif. Oleh karena itu, perlu dilakukan sosialisasi mengenai kategori tindakan-tindakan perundungan kepada masyarakat khususnya manajemen sekolah yang ada di Desa Cibuah. Sosialisasi ini dilaksanakan di SDN 1 Cibuah, dengan narasumber dari pihak BKKN Kabupaten Lebak. Kegiatan sosialisasi ini diharapkan dapat menumbuhkan perhatian masyarakat dan manajemen sekolah terhadap kegiatan perundungan sehingga dapat dicegah agar dapat menciptakan aktivitas kegiatan pendidikan yang kondusif. Cibuah Village is in Warunggunung District, Lebak Regency, Banten Province. Most of the population's livelihoods are in the agricultural, fishing, and livestock sectors. Educational activities in Cibuah Village are playgroups, kindergarten, elementary school, middle school, and high school. One phenomenon of interaction between students at school, which is sometimes considered normal by almost all school management and society, is bullying. Bullying is a destructive act. Therefore, it is necessary to disseminate information about the categories of bullying actions to the community, especially school management in Cibuah Village. This socialization was done at SDN 1 Cibuah with resource persons from the Lebak Regency BKKN. It is hoped that this socialization activity can raise the attention of the community and school management towards bullying activities so that they can be prevented to create conducive educational activities.
Partisipasi dalam program pengembangan agrowisata pedesaan di Desa Pangawinan Hermita, Nuniek; Firnia, Dewi; Fatmawaty, Andi Apriany; Intari, Dwi Esti; Bethary, Rindu Twidi
Civil Engineering for Community Development (CECD) Vol 2, No 2 (2023): EDISI OKTOBER 2023
Publisher : Department of Civil Engineering Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/cecd.v2i2.22069

Abstract

Desa Pangawinan merupakan desa yang memiliki potensi pertanian dan perkebunan dengan suasana alam yang hijau dikelilingi oleh persawahan, hutan, dan perkebunan sehingga desa ini terkesan asri, sejuk, dan bersih. Produk pertanian yang telah dikembangkan di desa adalah produk kerajinan berbahan bambu. Selain itu, desa juga memiliki budaya lokal yang unik sehingga apabila dikelola dengan baik maka akan menarik wisatawan. Pengembangan agrowisata pedesaan adalah tujuan utama dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini. Tujuan lain dari kegiatan ini yaitu menumbuhkan kreativitas masyarakat berbasis potensi lokal untuk meningkatkan kesejahteraan sosial dan ekonomi. Metode yang digunakan dalam melaksanakan program pengabdian ini yaitu melalui partisipasi secara langsung. Partisipasi tersebut dilakukan dalam bentuk kegiatan pesta rakyat, diskusi publik, dan pentas seni. Kegiatan pengabdian ini dapat terlaksana dengan baik karena adanya keinginan dari warga serta Pemerintah Desa Pangawinan untuk meningkatkan potensi desa. Kegiatan pengabdian dalam bentuk dukungan dan partisipasi ini diharapkan dapat membantu serta menyukseskan program pengembangan agrowisata pedesaan yang ada di Desa Pangawinan, Kecamatan Bandung, Kabupaten Serang. Pangawinan Village is a village that has agricultural and plantation potential with a green natural atmosphere surrounded by rice fields, forests, and plantations so that this village seems beautiful, cool, and clean. The agricultural products developed in the village are handicraft products made from bamboo. Apart from that, the village also has a unique local culture so that if managed well, it will attract tourists. The development of rural agrotourism is the main objective of this community service activity. Another aim of this activity is to foster community creativity based on local potential to improve social and economic welfare. The method used in implementing this service program is through direct participation. This participation occurs through people's party activities, public discussions, and art performances. This service activity can be carried out well because of the desire of the residents and the Pangawinan Village Government to increase the village's potential. This service activity in support and participation can help make the rural agrotourism development program in Pangawinan Village, Bandung District, Serang Regency, successful.